Anda di halaman 1dari 30
 
 
LAPORAN PRAKTIKUM KOSMETOLOGI
 
PEMBUATAN SEDIAAN SABUN TRANSPARAN
Dosen Pengampu:  Nelly Suryani,Ph.D.,Apt Herdini, M.Si,Apt. Via Rifkia,M.Si.,Apt Dimas Agung waskito W,S.Far Disusun Oleh: Maya Nur Amalia 11141020000039 Khena Zuraeda 11141020000042  Nuril Alifiani 11141020000043 Rika Mardiah 11141020000051 Widania Alifa 11141020000059 Kelompok 2B
 – 
 Farmasi 2014
PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA MARET/2017
 
BAB I PENDAHULUAN 1.1
 
Latar Belakang Kosmetik terdiri dari berbagai jenis produk dan saat ini tengah ramai  berbagai inovasi yang menarik. Salah satunya sabun. Pembuatan sabun diketahui pertama dikuasai oleh bangsa Eropa di abad ke-17. Sabun adalah surfaktan anionik yang digunakan dalam hubungannya dengan air untuk mencuci dan membersihkan, yang secara historis dapat dibuat dalam bentuk  padat atau cairan kental. Sabun terdiri dari natrium atau kalium garam, asam lemak dan diperoleh dengan mereaksikan minyak atau lemak dengan larutan alkali yang kuat (populer disebut sebagai lye) dalam proses yang dikenal sebagai
 saponification
. Lemak yang terhidrolisis oleh basa, menghasilkan garam alkali, asam lemak (sabun mentah) dan gliserol. Mandi telah menjadi suatu hal yang rutin pada zaman sekarang ini. Mandi dilakukan untuk membersikan badan setelah melakukan aktivitas. Untuk membantu membersihkan badan, manusia menggunakan berbagai bahan dari  bahan alami seperti daun-daunan, hingga membuat kosmetik sabun Kini, sabun telah dikembangkan dengan tujuan berbeda dan pengguna yang berbeda. Dari bentuknya sabun padat dibagi menjadi 3 jenis yaitu sabun opak, semi transparan dan transparan. Pada praktikum kali ini, kami mencoba membuat sabun transparan padat 1.2
 
Tujuan
 
Mahasiswa mampu menjelaskan formulasi sabun padat transparan
 
Mahasiswa mampu menjelaskan cara pembuatan sabun padat transparan 1.3
 
Rumusan Masalah
 
Bagaimana formulasi sediaan milk cleanser yang tepat?
 
Bagaimana cara pembuatan sediaan milk cleanser?
 
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1
 
Anatomi dan Fisiologi Kulit
Kulit merupakan “selimut” yang menutupi permukaan tubuh dan memiliki
fungsi utama sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan luar. Fungsi perlindungan ini terjadi melalui sejumlah mekanisme biologis, seperti pembentukan lapisan tanduk secara terus menerus (keratinisasi dan pelepasan sel-sel yang sudah mati), respirasi dan pengaturan suhu tubuh, produksi sebum dan keringat, dan  pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet matahari, sebagai peraba dan perasa, serta pertahanan terhadao tekanan dan infeksi dari luar (Tranggono dan Latifah, 2007) Kulit manusia terbagi atas dua lapisan utama, yaitu (Tranggono dan Latifah, 2007): 1.
 
Epidermis (kulit ari), sebagai lapisan yang paling luar Epidermis tersusun atas beberapa lapisan sel dengan ketebalan 0,1-0,3 mm (Mitsui, 1997). Lapisan epidermis dari bagian terluar hingga ke dalam terbagi menjadi 5 lapisan, yakni (Tranggono dan Latfah, 2007):
 
Lapisan tanduk (stratum corneum), sebagai lapisan yang  paling atas terdiri atas bebrapa lapisan sel yang pipih, matu, tidak memiliki inti, tidak mengalami poses metabolism, tidak berwarna, dan snagat sedikit mengandung air.
 
Lapisan jernih (stratum lucidum), disebut juga “lapisan  barrier” merupakan lapisan yang je
rnih, mengandung eleidin, sangat tampak jelas pada telapak tangan dan kaki
 
Lapisan berbutir-butir (stratum granulosum) ersusun oleh sel-sel keratinosit yang berbentuk polygonal, berbutir kasar, berinti mengkerut.
 
Lapisan Malpighi (stratum spinosum) memiliki sel yang  berbentuk kubus dan seperti berduri
 
Lapisan basal (statrum germinativum) yang hanya tersusun oleh satu lapis sel-sel basal
576648e32a3d8b82ca71961b7a986505