Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Energi surya adalah energi yang berupa sinar dan panas dari matahari. Energi
ini dapat dimanfaatkan dengan menggunakan serangkaian teknologi seperti pemanas
surya, fotovoltaik surya, listrik panas surya, arsitektur surya, dan fotosintesis buatan.

Teknologi energi surya secara umum dikategorikan menjadi dua kelompok,


yakni teknologi pemanfaatan pasif dan teknologi pemanfaatan aktif. Pengelompokan
ini tergantung pada proses penyerapan, pengubahan, dan penyaluran energi surya.
Contoh pemanfaatan energi surya secara aktif adalah penggunaan panel fotovoltaik
dan panel penyerap panas. Contoh pemanfaatan energi surya secara pasif meliputi
mengarahkan bangunan ke arah matahari, memilih bangunan dengan massa termal
atau kemampuan dispersi cahaya yang baik, dan merancang ruangan dengan sirkulasi
udara alami.

Bumi menerima 174 petawatt (PW) radiasi surya yang datang (insolasi) di
bagian atas dari atmosfer. Sekitar 30% dipantulkan kembali ke luar angkasa,
sedangkan sisanya diserap oleh awan, lautan, dan daratan. Sebagian besar spektrum
cahaya matahari yang sampai di permukaan Bumi berada pada jangkauan spektrum
sinar tampak dan inframerah dekat. Sebagian kecil berada pada rentang ultraviolet
dekat.

Permukaan darat, samudra dan atmosfer menyerap radiasi surya, dan hal ini
mengakibatkan temperatur naik. Udara hangat yang mengandung uap air hasil
penguapan air laut meningkat dan menyebabkan sirkulasi atmosferik atau konveksi.
Ketika udara tersebut mencapai posisi tinggi, di mana temperatur lebih rendah, uap air
mengalami kondensasi membentuk awan, yang kemudian turun ke Bumi sebagai
hujan dan melengkapi siklus air. Panas laten kondensasi air menguatkan konveksi,
dan menghasilkan fenomena atmosferik seperti angin, siklon, dan anti-siklon.[5]
Cahaya matahari yang diserap oleh lautan dan daratan menjaga temperatur rata-rata
permukaan pada suhu 14 C.[6] Melalui proses fotosintesis, tanaman hijau mengubah

1
energi surya menjadi energi kimia, yang menghasilkan makanan, kayu, dan biomassa
yang merupakan komponen awal bahan bakar fosil.

Sekitar separuh dari energi surya yang datang berhasil mencapai permukaan Bumi.

Jumlah energi surya yang mencapai permukaan planet Bumi dalam waktu satu
tahun sangatlah besar. Jumlah ini diperkirakan dua kali lebih banyak dibandingkan
dengan semua sumber daya alam Bumi yang tidak terbarukan yang bisa diperoleh
digabungkan, seperti batubara, minyak bumi, gas alam, dan uranium.

Energi Surya dapat dimanfaatkan pada berbagai tingkatan di seluruh dunia, yang
utamanya bergantung pada jarak dari khatulistiwa.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Penerapan Teknologi Surya

Energi surya umumnya merujuk pada penggunaan radiasi surya untuk


kebutuhan praktis. Tetapi, semua energi terbarukan, kecuali geotermal dan pasang
surut, berasal dari matahari.

Teknologi surya dikategorikan secara umum menjadi: teknologi pasif dan


teknologi aktif, tergantung pada cara penyerapan, konversi, dan penyaluran cahaya
matahari. Teknologi aktif meliputi penggunaan panel fotovoltaik, pompa, dan kipas
untuk mengubah energi surya ke bentuk yang berguna. Teknologi pasif meliputi
pemilihan bahan konstruksi yang memiliki sifat termal yang bagus, perancangan
ruangan dengan sirkulasi udara secara alami, dan menghadapkan bangunan ke
matahari. Teknologi aktif meningkatkan persediaan listrik dan disebut sebagai
teknologi sisi penawaran, sedangkan teknologi pasif mengurangi kebutuhan sumber
daya alam lain dan disebut sebagai teknologi sisi permintaan.

Salah satunya penggunaan energi matahari atau tenaga surya sebagai


pembangkit energi listrik. Ada dua tipe kegunaan energi matahari dalam kehidupan
kita sehari hari yaitu : solar heating dan solar electricity. Kedua tipe itu terkadang
dianggap sama tetapi pada kenyataannya berdasarkan kegunaan dan proses sistemnya,
kedua type ini jelas berbeda. Solar electricity adalah system pembangkit energi listrik
tenaga radiasi matahari dengan menggunakan photovoltaic cells. Sollar cells pertama
kali dikembangkan pada tahun 1950-an yang digunakan untuk memberi energi pada
setelit luar angkasa. Tetapi pada saat ini sollar cells sudah digunakan di Bumi dan
sudah di produksi oleh banyak perusahaan di seluruh dunia. Nama yang biasa
digunakan oleh perusahaan pembuatnya adalah sollar cell modules, photovoltaic
module atau PV modules.

Sollar cell module diproduksi dalam berbagai ukuran tergantung kegunaannya


dari yang terkecil seperti kalkulator sampai yang ukurannya besar untuk mensuplay
beban yang besar juga. Penggunaan sollar cells sebagai pembangkit energi listrik

3
dapat dihandalkan, mudah untuk dioprasikan dan tidak memerlukan bahan bakar.
Tetapi sayangnya harga sollar cells lumayan mahal, sehingga diperlukan banyak
pertimbangan sebelum merancangnya. Penggunaan photovoltaic di Indonesia
sangatlah tepat karena kondisi iklim yang mendukung, di Indonesia radiasi sinar
matahari relative tinggi dan stabil sehingga penggunaan sollar cell mendapatkan daya
yang optimal.

Skema charger tenaga surya

2.2 Komponen Charger Tenaga Surya

1. Solar Cell

Solar cell adalah alat yang diciptakan untuk bisa mendapatkan energi berlimpah
dari matahari itu dapat diproses menjadi energi listrik Sel surya atau sel photovoltaic,
adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n
junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik
yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan
dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics.

Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan
bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit
bumi, kalkulator genggam, pompa air, dan lain lain. Sel surya (dalam bentuk modul

4
atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan
inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering.

2. Dioda

Dioda adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah.
Bahan tipe-p menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n menjadi katode. Bergantung
pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku katodenya
mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian
anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan
sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif
sedangkan positif). Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada
diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat
dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus
listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage).
Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.

dioda pemancar cahaya atau LED adalah dioda yang memancarkan cahaya bila
dipanjar maju. LED dibuat dari semikonduktor campuran seperti Galium arsenida fosfida
(GaAsP), Galium fosfida (GaP), Galium indium fosfida (GaInP), Galium aluminium arsenida
(GaAlAs) dsb.

dioda foto (fotovoltaic) digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi
listrik searah

dioda laser digunakan untuk membangkitkan sinar laser taraf rendah, cara kerjanya
mirip LED

5
Dioda Semikonduktor

Dioda yang ada pada saat ini didasarkan pada simpangan p-n semikonduktor.
Dalam dioda p-n, arus konvensional dapat mengalir dari sisi tipe-p (anoda) ke sisi
tipe-n (katoda), tetapi tidak dapat mengalir secara kebalikannya. Dioda
semikonduktor Tipe lain, Dioda schottky, dibentuk dari hubungan antara logam dan
semikonduktor dengan simpangan p-n.

Dioda Zener

Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada
daerah kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan. Tipe
dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini berarti
dioda zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 V atau menjadi 12 V.

3. Inverter charger USB

Inverter charger USB berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari panel surya
dan memasukkannya ke dalam baterai handphone.

6
Inverter charger USB

4. Tahanan/ Resistor

Tahanan / Resistor

Resistor atau yang biasa disebut (bahasa Belanda) werstand, tahanan atau
penghambat, adalah suatu komponen elektronik yang memberikan hambatan terhadap
perpindahan elektron (muatan negatif). Resistor disingkat dengan huruf R (huruf R
besar). Satuan resistor adalah Ohm, yang menemukan adalah George Ohm (1787-
1854), seorang ahli fisika bangsa Jerman. Tahanan bagian dalam ini dinamai
konduktansi. Satuan konduktansi ditulis dengan kebalikan dari Ohm yaitu mho.

7
Kemampuan resistor untuk menghambat disebut juga resistensi atau hambatan
listrik. Besarnya diekspresikan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki
hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt
dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau
sama dengan sebanyak 6.241506 1018 elektron per detik mengalir menghadap arah
yang berlawanan dari arus.
Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum
berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm: di mana V adalah beda potensial
antara kedua ujung benda penghambat, I adalah besar arus yang melalui benda
penghambat, dan R adalah besarnya hambatan benda penghambat tersebut.

Berdasarkan penggunaanya, resistor dapat dibagi:

1. Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang
nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya
dibuat dari nikelin atau karbon.

2. Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-
ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga
nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini
kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer
Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit
Board, PCB).

3. Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor
yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS
(Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah
besar bila temperaturnya menjadi dingin.

4. LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya
karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar,
sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.

Gelang Warna Pada Reistor

8
Pada Resistor biasanya memiliki 4 gelang warna, gelang pertama dan kedua
menunjukkan angka, gelang ketiga adalah faktor kelipatan, sedangkan gelang ke
empat menunjukkan toleransi hambatan. Pertengahan tahun 2006, perkembangan pada
komponen Resistor terjadi pada jumlah gelang warna. Dengan komposisi: Gelang
Pertama (Angka Pertama), Gelang Kedua (Angka Kedua), Gelang Ketiga (Angka
Ketiga), Gelang Keempat (Multiplier) dan Gelang Kelima (Toleransi).

Berikut Gelang warna dimulai dari warna Hitam, Coklat, Merah, Jingga,
Kuning, Hijau, Biru, Ungu (violet), Abu-abu dan Putih. Sedangkan untuk gelang
toleransi hambatan adalah: Coklat 1%, Merah 2%, Hijau 0,5%, Biru 0,25%, Ungu
0,1%, Emas 5% dan Perak 10%. Kebanyakan gelang toleransi yang dipakai oleh
umum adalah warna Emas, Perak dan Coklat.

Warna gelang pada Resistor

Besarnya ukuran resistor sangat tergantung watt atau daya maksimum yang
mampu ditahan oleh resistor. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10
dan 20 watt. Resistor yang memiliki daya maksimum 5, 10 dan 20 watt umumnya
berbentuk balok berwarna putih dan nilai resistansinya dicetak langsung dibadannya,
misalnya 1K5W.

Contoh :
Urutan cincin warna (resistor 4 cincin warna): merah Ungu biru emas

9
Urutan cincin warna (resistor 5 cincin warna): coklat merah hitam jingga coklat

5. Battery

battery

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa di dalam battery terdapat tempat


pembuat elektron. Yang selanjutnya Elektron itu ditempatkan pada tempat khusus
pada battery (disebut juga kutub negatif). Selanjutnya Elektron akan mengalir menuju
kutub lainnya lagi pada battere (disebut juga kubut positif) pada saat kedua kutub tadi
dihubungkan dengan sebuah kabel. Terjadilah pemanfaatan energi pada battery (misal
untuk menyalakan lampu, atau benda elektronik lainnya).

10
Baterai merupakan sebuah kaleng berisi penuh bahan-bahan kimia yang dapat
memproduksi electron. Reaksi kimia yang dapat menghasilkan electron disebut
dengan Reaksi Elektrokimia. Jika kita memperhatikan, kita bisa melihat bahwa betrai
memiliki dua terminal.Terminal pertama bertanda Positif (+) dan terminal Kedua
bertanda negatif (-). Elektron-elektron di kumpulkan pada kutub negatif. Jika kita
menghubungkan kabel antara kutub negaif dan kutub positif, maka elektron akan
mengalir dari kutub negatif ke kutub positif dengan cepatnya. Selain kabel, sebuah
penghubung atau Load dapat berupa light bulb, sebuah motor atau sirkuit elektronik
seperti radio.

Di dalam beterai sendiri, terjadi sebuah reaksi kimia yang menghasilkan


elektron. Kecepatan dari proses ini (elektron, sebagai hasil dari elektrokimia)
mengontrol seberapa banyak elektron dapat mengalir diantara kedua kutub. Elektron
mengalir dari baterai ke kabel dan tentunya bergerak dari kutun negatif ke lutub
positif tempat dimana reaksi kimia tersebutr sedang berlangsung. Dan inilah alsan
mengapa baterai bisa bertahan selama satu tahun dan masih memiliki sedikit power,
selama tidak terjadi reaksi kimia atau selama kita tidak menghubungkannya dengan
kabel atau sejenis Load lain. Seketika kita menghubungkannya dengan kabel maka
reaksi kimia pun di mulai.

Secara harfiah berarti baterai. Yang berfungsi sebagai media penyimpan dan
penyedia energi listrik. Sumber listrik yang digunakan sebagai pembangkit power
dalam bentuk arus searah (DC). Alat ini digunakan elektronika termasuk diantaranya
komputer. Baterai merupakan sekumpulan sel-sel kimia yang masing-masing berisi
dua electron logem yang dicelupkan dalam larutan penghantar yang disebut
elektrolit.Akibat reaksi-reaksi kimia antara konduktor-konduktor dan elektrolit satu
elektroda anoda bermuatan positif dan lainnya ,katoda, menjadi bermuatan
negatif.Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan
mengeluarkannya dalam bentuk listrik. Baterai terdiri dari tiga komponen penting,
yaitu: batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai) seng (Zn) sebagai katoda
(kutub negatif baterai) pasta sebagai elektrolit (penghantar).

Prinsip Kerja Battery

11
Baterai adalah perangkat yang mampu menghasilkan tegangan DC, yaitu
dengan cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi energi
listrik melalui reaksi elektro kimia, Redoks (Reduksi Oksidasi). Batere terdiri dari
beberapa sel listrik, sel listrik tersebut menjadi penyimpan energi listrik dalam bentuk
energi kimia.

Sel batere tersebut elektroda elektroda. Elektroda negatif disebut katoda, yang
berfungsi sebagai pemberi elektron. Elektroda positif disebut anoda yang berfungsi
sebagai penerima elektron. Antara anoda dan katoda akan mengalir arus yaitu dari
kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda). Sedangkan electron akan mengalir
dari katoda menuju anoda.

Terdapat 2 proses yang terjadi pada baterai;

1. Proses Pengisian : Proses pengubahan energi listrik menjadi energi kimia.

2. Proses Pengosongan : Proses pengubahan energi kimia menjadi energi listrik

2.3 Deskripsi Cara Kerja Rangkaian Charger Tenaga Surya

Adapun cara kerja dari charger hand phone dengan tenaga surya ini adalah
sebagai berikut :

Pada waktu modul photovoltaic terkena sinar matahari maka photovoltaic akan
mengeluarkan energi listrik dan terlebih dahulu energi listrik disimpan di dalam
battery charger agar jika modul photovoltaic mendapatkan penyinaran matahari yang
redup proses penchargeran battray hand phone dapat berjalan, setelah battery charger
terisi penuh dilanjutkan ke regulator sebagai penstabil, di rangkaian ini menggunakan
Dioda Zener sebagai penstabil tegangan agar sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan
untuk mencharger battery hand phone.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

penggunaan barang elektronik dan listrik semakin banyak di kalangan


masyarakat, itu juga berdampak pada banyaknya energi listrik yang terpakai. Dengan
banyaknya penggunaan energi listrik terjadilah krisis energi listrik, oleh karena itu
sangat mengkhawatirkan karena energi listrik salah satu kebutuhan masyarakat juga
dapat mempengaruhi perekonomian maka hal itu harus dicari jalan penyelesaiannya.
Penggunaan charger tenaga surya dapat mengurangi pemakaian energi listrik yang
dihasilkan secara konvensional, dikarenakan listrik yang dihasilkan charger tenaga
surya berasal dari energi surya. Dengan sifat energi surya yang renewable dan ramah
lingkungan sehimgga energi surya dapat dimanfaatkan secara terus menurus dan dapat
melakukan penghematan listrik yang berasal dari konvensional. Dari semua kelebihan
yang berasal dari energi surya terdapat kekurangan, yaitu biaya investasi yang

13
dikeluarkan lumayan tinggi akan tetapi untuk jangka panjang akan sangat murah
dibandingkan dengan penggunaan energi listrik yang dihasilkan secara konvensional.

DAFTAR PUSTAKA

https://stpdxpdc.wordpress.com/2010/05/12/pemanfaatan-tenaga-
surya-sebagai-charger-hand-phone/

http://reswaraku.blogspot.sg/2015/05/tutorial-membuat-charger-
handphone-atau.html

14