Anda di halaman 1dari 6

Laporan Kasus

BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)

Oleh:

dr. Rieska Yunika Machyar

Pendamping :
dr. H Yoanda Falia Cory
dr. Dwinta Inayasari

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

KOTA PRABUMULIH

2016

1
PORTOFOLIO
Kasus-4

Topik : Berat badan lahir rendah


Tanggal (Kasus) : 18 Agustus 2016 Presenter : dr. Rieska Yunika Machyar
Tanggal Presentasi : Pendamping : dr. H Yoanda Falia Cory
dr. Dwinta Inayasari
Tempat Presentasi :
Objektif Presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Neonatus
Deskripsi : Pasien bayi perempuan usia 0 hari, berat badan lahir 1900 gram.
Tujuan : tata laksana dari BBLR
Bahan Bahasan : Tinjauan Riset Kasus Audit
Pustaka
Cara membahas Diskusi Presentasi dan Diskusi Email Pos

Data Nama: By. Ny. A Umur: 0 hari Pekerjaan: - No. Reg :


Pasien: Alamat: Desa Gumai, Gelumbang 10-63-04
Agama: Islam Bangsa: Indonesia
Nama RS: RSUD Prabumulih Telp :0713-7001485 Terdaftar sejak :
Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis/Gambaran Klinis:
Keluhan utama : Berat badan lahir rendah
2. Riwayat Pengobatan : -
3. Riwayat Kesehatan/Penyakit :
Pasien lahir dari ibu G1P0A0 cukup bulan, langsung menangis APGAR 8/9, riwayat
ketuban pecah dini (-), ketuban jernih (+), bau (-), riwayat ibu demam saat hamil (-).
Berat badan lahir: 1900 gram, panjang badan: 39 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada
27 cm.
4. Riwayat Keluarga :
Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama dalam keluarga disangkal.
5. Riwayat Pekerjaan : -
6. Lain-lain : -
Daftar Pustaka:
1. Damanik, SM; 2012. Klasifikasi Berat Badan dan Usia Kehamilan. Dalam: M. Soleh
Kosim. Ari Yunanto. Rizalya Dewi. Gatot Irawan Sarosa. Ali Usman. (Editor). Buku

2
Ajar Neonatologi. Badan Penerbit IDAI, Jakarta, Indonesia, hal. 11-30.
2. Thilo EH; 2007. The Newborn Infant. Dalam: Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JM,
Deterding RR, editors. Current Pediatric Diagnosis & Treatment, Edisi ke-18.
Colorado: The McGraw-Hill Companies.
3. Yanuarso, PB; 2000. Metode Kanguru sebagai Pengganti Inkubator untuk Bayi Berat
Lahir Rendah. (http://www.idai.or.id/saripediatri/pdfile/2-1-5.pdf, diakses tanggal 25
Mei 2016).
4. Sugianto S, 2002. Ilmu Penyakit Anak, Diagnosa dan Penatalaksanaan. Edi. Jakarta:
Salemba Medika, hlm: 73-91.

1. Subjektif :
Pasien lahir dari ibu G1P0A0 cukup bulan, langsung menangis APGAR 8/9, riwayat
ketuban pecah dini (-), ketuban jernih (+), bau (-), riwayat ibu demam saat hamil (-).
Berat badan lahir: 1900 gram, panjang badan: 39 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar
dada 27 cm.
2. Objektif :
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : sakit sedang
Kesadaran : kompos mentis
Berat badan : 1,9 kg
Panjang Badan : 39 cm
Lingkar kepala : 31 cm
Aktifitas : hipoaktif
Reflek isap : (+) kuat
Tangis : kuat
Anemis : (-)
Sianosis : (-)
Ikterus : (-)
Dispneu : (+)
HR : 122 x/m (isi / tegangan cukup)
Pernafasan : 72 x/m
Suhu : 35,4o C

Keadaan Spesifik
Kepala
Lingkar kepala : 31 cm
UUB : cekung (-)
Mata : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), pupil bulat, Isokor, RC
+/+
Hidung : NCH (-)
Trauma lahir : (-)
Leher : Pembesaran KGB (-)

3
Thorax Simetris, retraksi (-)
Cor : BJ I-II (N), murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Vesikuler (+), Rh (-), Wh (-)
Abdomen : cembung, lemas, hepar dan lien tidak teraba, BU(+)N
Lipat paha dan genitalia : pembesaran KGB (-)
Ekstremitas : akral hangat (+), CRT < 3
Genital : Anus (+)
Reflek primitif
Oral : (+)
Moro : (+)
Tonic neck : (+)
Withdrawal : (+)
Plantar grasp : (+)
Palmar grasp : (+)

Pemeriksaan Laboratorium
Hb 11,8 gr/dl
Leukosit 2.600/mm3 (Normal: 4.000-10.000/mm3)
Ht 37 %
Diff. count 2/0/0/23/54/21 % (Normal: 1-3/0-1/2-6/50-70/20-40/2-8)
Eritrosit 3,5 % (Normal: 3,8-6,0%)
Trombosit 170.000/mm2
Natrium 134,2 mmol/l (Normal: 135-155 mmol/l)
Kalium 3,80 mmol/l (Normal: 3,5-5,5 mmol/l)
Chlorida 104,0 mmol/l (Normal: 95-108 mmol/l)
BSS 87 mg/dl
3. Assessment :
Pasien lahir dari ibu G1P0A0 cukup bulan, langsung menangis APGAR 8/9, riwayat
ketuban pecah dini (-), ketuban jernih (+), bau (-), riwayat ibu demam saat hamil (-).
Berat badan lahir: 1900 gram, panjang badan: 39 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar
dada 27 cm.
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu bayi baru lahir yang berat badannya
2500 gram atau lebih rendah tanpa memandang masa gestasi. Dalam definisi ini
tidak termasuk bayi-bayi dengan berat badan kurang daripada 1000 gram. Berat
lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. Maka dari
pemeriksaan fisik dan penujang pasien ini didiagnosis berat BBLR. Pasien dengan
BBLR harus mendapatkan penanganan yang tepat agar dapat mencegah komplikasi

4
seperti hipotermia, hipoglikemia, gangguan cairan dan elektrolit, hiperbilirubinemia,
sindroma gawat nafas, paten duktus arteriosus, infeksi, perdarahan intraventrikuler,
apnea of prematurity, anemia.
4. Plan :
Diagnosis : BBLR

Tatalaksana
- Rawat di Inkubator jaga suhu 36,5-37,5oC
- Inj. Vit K 1 mg (Intramuskular)
- Zalf mata Kloramfenicol 1 %
- Perawatan tali pusat
- IVFD D10 % gtt VI x/menit (mikro)
- ASI/PASI On demand

FOLLOW UP
19 Agustus 2016
S:-
O: Ku: aktif RR : 50 x/ menit
R. tangis : kuat N : 130 x/ menit
R hisap : kuat T : 36,7C
BB : 1900 gram
A: BBLR
P: - Rawat di Inkubator jaga suhu 36,5-37,5oC
- Perawatan tali pusat
- IVFD D10 % gtt VI x/menit (mikro)
- ASI/PASI On demand

20 Agustus 2016
S:-
O: Ku: aktif RR : 48 x/ menit
R. tangis : kuat N : 122 x/ menit
R hisap : kuat T : 36,7C
BB : 1950 gram
A: BBLR

5
P: - Rawat di Inkubator jaga suhu 36,5-37,5oC
- Perawatan tali pusat
- IVFD D10 % gtt VI x/menit (mikro)
- ASI/PASI On demand

21 Agustus 2016
S:-
O: Ku: aktif RR : 50 x/ menit
R. tangis : kuat N : 122 x/ menit
R hisap : kuat T : 36,7C
BB : 2000 gram
A: BBLR
P: - Rawat di Inkubator jaga suhu 36,5-37,5oC
- Perawatan tali pusat
- IVFD D10 % gtt VI x/menit (mikro)
- ASI/PASI On demand
- Pasien diizinkan pulang
Pendidikan :
- Memberikan edukasi tentang pola makan yang bergizi seimbang untuk
meningkatkan daya tahan tubuh serta memacu tumbuh kembang pasien.
- Memberikan edukasi tentang cara pemberian/posisi ASI
- Teruskan pemberian ASI sesuai keinginan anak.

Konsultasi
Konsultasi dilakukan dengan spesialis penyakit anak untuk penatalaksanaan
selanjutnya.

Rujukan
Saat ini pasien belum perlu dirujuk.