Anda di halaman 1dari 2

KUSUS UNTUK PEMULA

MASALAH LELE YANG PUNYA KEBIASAAN NGGANTUNG


(lele yang perlu diberi pelajaran)

1. Masalah yang umum terjadi pada budidaya lele adalah lele menggantung.
Banyak penyebab dari masalah ini. Hal ini umumnya terjadi di tebar awal.
Penyebab utamanya adalah gagal adaptasi. Karena air belum siap atau air masih
transparan (tembus pandang), menghijaukan kolam adalah pilihan tepat untuk
ini. Bisa dengan menggunakan urea dan NPK. ambil urea dan Npk 1 sendok-1
sendok campur air 3 liter. semprotkan kepermukaan air merata sekali saja. Tiap 3
hari lagi ulangi lagi. 2 minggu kolam akan sudah hijau pekat. Probiotik di kolam
belum berkembang. Maka persiapan kolam dengan memberikan probiotik
menjadi sangat penting. apapun probiotiknya. Dalam sehari dua hari memang
belum muncul masalah. Menginjak minggu berikutnya biasanya ikan mulai
bermasalah. Ditambah pemberian pakan yang berlebih di awal. Dari pemberian
pakan maka akan menghasilkan kotoran. Akibat kotoran yang tiba-tiba banyak,
akan merubah kondisi kolam secara mendadak pula. Akibatnya ikan stress berat,
mengeluarkan banyak lendir, dehidrasi dan menggantung. Jika hal ini telat
penanganannya maka bisa dipastikan hari berikutnya terjadi wabah. Ikan banyak
yang mati. Yg mati di dasar kolam akan membusuk menghasilkan bau dan
membuat kondisi semakin parah. Jika terlanjur ikan stress dan menggantung
harus cepat dilakukan penanganan. Kuras air seperembat ganti dengan air yang
baru. Berikan garam grosok 1 2 ons per m3 air. Ini akan mengurangi stress
ikan. Kemudian di kolam dikasih tanaman air atau daun pisang utuh untuk
berlindung ikan sambil menunggu perubahan air kolam menjadi gelap.
Pemberian pakan dikurangi menjadi 1 hari sekali untuk 3 hari kemudian baru
ditingkatkan pemberiannya. Langkah pencegehanan adalah hal yang paling baik.
Persiapan kolam yang benar (air dihijaukan sampai gelap). Penambahan
probiotik penghilang amoniak dan probiotik lain (pengurai karbohidrat, protein
dan serat) untuk menekan timbulnya penyakit.

2. Terjadi serangan penyakit.


Penyakit yang umum menyerang ikan lele adalah jamur (aeromonas). Kalau kita
cermat sebenarnya serangan penyakit ini tidak perlu terjadi. Biasanya serangan
diawali dari kondisi air yang buruk. Jika serangan masih tahap ringan, cukup
kondisi air ditingkatkan kualitasnya. Air dikuras separo, ditambah probiotik dan
tetes tebu sedikit untuk membantu pertumbuhan probiotik yang ditambahkan.
Dan diberikan garam grosok 2-3 0ns/ m3. Baru air dinaikkan seperti semula
dengan menambahkan air yang bersih. Pakan dikurangi supaya kondisi kolam
tetap terjaga saat penanganan penyakit.
Jika serangan penyakit sangat berat dan bukan hanya aeromonas, tetapi sudah
diikuti penyakit lain diperlukan juga penggunakan obat. Obat herbal merupakan
pilihan yang paling bagus selama ini. Ramuan yang bisa diaplikasikan,
temulawak, sambiloto, bawang putih, mengkudu, daun papaya, cengkih, adas.
Sedangkan dosis bisa diperkirakan sendiri.
Ketika diberikan obat herbal, atau ditambahkan probiotik atau tetes tebu tiba-
tiba ikan menggantung dan seperti hendak loncat-loncat berarti ikan mengalami
stress akibat pemberian yang kebanyakan dosisi. Harus segera ditangani. Kuras
air seperempat dan grojok air baru yang bersih.

3. Penanganan ketika habis hujan deras.


Sehabis hujan deras biasannya ikan menggantung akibat dari air hujan yang
biasannya asam. Langkah penanganan bisa air dikuras seperempat langsung
digrojok air baru, atau ditambahkan garam grosok 1 ons/m3 dilarutkan air dulu
baru disiramkan merata ke permukaan kolam.
Tetapi dengan sistim green water kejadian seperti itu biasannya tak pernah
terjadi.

4. Kanibal
Penyebab utama kanibal adalah karena perbedaan ukuran yang mencolok. Ikan
lele memang mempunyai dasar kanibal. Ketika ada yang lebih besar dari yang
lain dan mampu menelannya, maka pasti ikan yang lebih kecil akan dimakannya.
Untuk mengatasi hal itu dengan memelihara ikan ukuran yang sama dalam 1
kolam. Dari tebal awal 2 minggu kemudian harus dilakukan greading. Ikan yang
lebih besar dipisahkan dari yang lebih kecil. Yang besar dikumpulkan yang besar,
yang kecil dikumpulkan yang kecil.
Penyebab yang lain karena ada ikan yang luka. Luka pada ikan lele ini biasanya
disebabkan penyakit (aeromonas). Jika ada yang terluka tidak perduli itu besar
atau kecil pasti akan dikeroyok yang lain sampai mati.
Juga ikan yang bukan berasal dari kelompoknya pasti akan diserang beramai-
ramai jika dimasukkan ke kolam yang lain. Terutama yang umurnya berbeda.
Untuk menghindari ini terjadi jika ingin mencampur ikan dari kelompok yang
berbeda, kuras kolamnya hingga ikan tampak di dasar. Tambahkan ikan yang
lain. Baru tambah air seperti semula. Teknik ini menggunakan teknik stress
sesaat. Ketika air habis ikan mengalami stress dan ia tidak perduli dengan
adanya penghuni baru. Dan ketika air sudah naik seperti semula ikan yang baru
sudah dianggap seperti yang lama.