Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MATA KULIAH

MESIN PERALATAN INDUSTRI PANGAN


PENCAMPURAN

Oleh
Kelompok 5
Nama : Nazir Siddiq (113020080)
M. Fakhmi (113020076)
Sari Maryam B (113020075)
Rina R (113020077)

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2013
BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Pencampuran dan
Pengadukan dan (3) pemilihan pengaduk.

1.1. Latar Belakang


Proses pencampuran bisa dilakukan dalam sebuah tangki berpengaduk. Hal ini dikarenakan
faktor-faktor penting yang berkaitan dengan proses ini, dalam aplikasi nyata bisa dipelajari
dengan seksama dalam alat ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengadukan dan
pencampuran diantaranya adalah perbandingan antara geometri tangki dengan geometri
pengaduk, bentuk dan jumlah pengaduk, posisi sumbu pengaduk, kecepatan putaran pengaduk,
penggunaan sekat dalam tangki dan juga properti fisik fluida yang diaduk
yaitu densitas dan viskositas. Oleh karena itu, perlu tersedia seperangkat alat tangki berpengaduk
yang bisa digunakan untuk mempelajari operasi dari pengadukan dan pencampuran tersebut.

1.2. Tujuan Pencampuran dan Pengadukan


1. Mencampur dua cairan yang saling melarut
2. Melarutkan padatan dalam cairan
3. Mendispersikan gas dalam cairan dalam bentuk gelembung
4. untuk mempercepat perpindahan panas antara fluida dengan koil pemanas dan jacket pada
dinding bejana.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Pengadukan dan Pencampuran, (2). Posisi Sumbu
Pengaduk, (3) Jenis dan Alat Pengaduk , (4) Pemilihan Pengaduk, dan (5). Laju dan Waktu
Pencampuran .

2.1. Pengadukan dan Pencampuran


Pengadukan adalah operasi yang menciptakan terjadinya gerakan dari bahan yang diaduk
seperti molekul- molekul, zat-zat yang bergerak atau komponennya menyebar (terdispersi).
Gambar 1. (Dimensi sebuah Tangki Berpengaduk)

dimana :
C = tinggi pengaduk dari dasar tangki
D = diameter pengaduk
Dt = diameter tangki
H = tinggi fluida dalam tangki
J = lebar baffle
W = lebar pengaduk

Gambar 2. (Seperangkat Alat Tangki Berpengaduk)

Pencampuran adalah operasi yang menyebabkan tersebarnya secara acak suatu bahan ke bahan
yang lain dimana bahan-bahan tersebut terpisah dalam dua fasa atau lebih.

Pencampuran terjadi pada tiga tingkatan yang berbeda yaitu :

1. Mekanisme konvektif : pencampuran yang disebabkan aliran cairan secara keseluruhan (bulk
flow).

2. Eddy diffusion : pencampuran karena adanya gumpalan - gumpalan fluida yang terbentuk dan
tercampakan dalam medan aliran.
3. Diffusion : pencampuran karena gerakan molekuler.

2.2. Posisi Sumbu Pengaduk


Pada umumnya proses pengadukan dan pencampuran dilakukan dengan menempatkan
pengaduk pada pusat diameter tangki (Center). Posisi ini memiliki pola aliran yang khas. Pada
tangki tidak bersekat dengan pengaduk yang berputar ditengah, energi sentrifugal yang bekerja
pada fluida meningkatkan ketinggian fluidapada dinding dan memperendah ketinggian fluida
pada pusat putaran. Pola ini biasa disebut dengan pusaran (vortex) dengan pusat pada sumbu
pengaduk. Pusaran ini akan menjadi semakin besar seiring dengan peningkatan kecepatan putaran
yang juga meningkatkan turbulensi dari fluida yang diaduk. Pada sebuah proses dispersi gas-cair,
terbentuknya pusaran tidak diinginkan. Hal ini disebabkan pusaran tersebut bisa menghasilkan
dispersi udara yang menghambat dispersi gas ke cairan dan sebaliknya.

Gambar 3. (Posisi Center dari sebuah Pengaduk yang menghasilkan Vortex

Salah satu upaya untuk menghilangkan pusaran ini adalah dengan merubah posisi sumbu
pengaduk. Posisi tersebut berupa posisi sumbu pengaduk tetap tegak lurus namun berjarak dekat
dengan dinding tangki (off center) dan posisi sumbu berada pada arah diagonal (incline).
Perubahan posisi ini menjadi salah satu variasi dalam penelitian yang dilakukan.

Sekat dalam Tangki


Sekat (Baffle) adalah lembaran vertikal datar yang ditempelkan pada dinding tangki. Tujuan
utama menggunakan sekat dalam tangki adalah memecah terjadinya pusaran saat terjadinya
pengadukan dan pencampuran. Oleh karena itu, posisi sumbu pengaduk pada tangki bersekat
berada di tengah. Namun, pada umumnya pemakaian sekat akan menambah beban pengadukan
yang berakibat pada bertambahnya kebutuhan daya pengadukan. Sekat pada tangki juga
membentuk distribusi konsentrasi yang lebih baik di dalam tangki, karena pola aliran yang terjadi
terpecah menjadi empat bagian. Penggunaan ukuran sekat yang lebih besar mampu menghasilkan
pencampuran yang lebih baik.

Gambar 4. (Pemasangan Baffle diharapkan mampu meningkatkan kualitas pencampuran)

Pada saat menggunakan empat sekat vertikal seperti pada gambar 4 biasa menghasilkan pola
putaran yang sama dalam tangki. Lebar sekat yang digunakan sebaiknya berukuran 1/12 diameter
tangki.

2.3. Jenis dan Alat Pengaduk


Secara umum, terdapat tiga jenis pengaduk yang biasa digunakan secara umum, yaitu

1. Pengaduk baling baling (propeller),

2. Pengaduk turbin (turbine), pengaduk dayung (paddle) dan

3. Pengaduk helical ribbon.


2.3.1. Pengaduk jenis baling-baling (propeller)

Ada beberapa jenis pengaduk yang biasa digunakan. Salah satunya adalah baling-baling
berdaun tiga.

Gambar 5. Pengaduk jenis Baling-baling (a), Daun Dipertajam (b), Baling-baling kapal (c)

Baling-baling ini digunakan pada kecepatan berkisar antara 400 hingga 1750 rpm (revolutions
per minute) dan digunakan untuk cairan dengan viskositas rendah.

2.3.2. Pengaduk Dayung (Paddle)

Berbagai jenis pengaduk dayung biasanya digunakan pada kesepatan rendah diantaranya 20
hingga 200 rpm. Dayung datar berdaun dua atau empat biasa digunakan dalam sebuah proses
pengadukan. Panjang total dari pengadukan dayung biasanya 60 - 80% dari diameter tangki dan
lebar dari daunnya 1/6 - 1/10 dari panjangnya.
Gambar 6. Pengaduk Jenis Dayung (Paddle) berdaun dua
2.3.3. Pengaduk Turbin
Pengaduk turbin adalah pengaduk dayung yang memiliki banyak daun pengaduk dan
berukuran lebih pendek, digunakan pada kecepatan tinggi untuk cairan dengan rentang
kekentalan yang sangat luas. Diameter dari sebuah turbin biasanya antara 30 - 50% dari diamter
tangki.
Gambar 7. Pengaduk Turbin pada bagian variasi.

2.3.4. Pengaduk Helical-Ribbon

Jenis pengaduk ini digunakan pada larutan pada kekentalan yang tinggi dan beroperasi pada
rpm yang rendah pada bagian laminer.
Gambar 8. Pengaduk Jenis (a), (b) & (c) Hellical-Ribbon, (d) Semi-Spiral

Gambar 9. Pola aliran yang dihasilkan oleh jenis-jenis pengaduk yang berbeda,

(a) Impeller, (b) Propeller, (c) Paddle dan (d) Helical ribbon.
2.4. Pemilihan Pengaduk
Viskositas dari cairan adalah salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan
jenis pengaduk. Indikasi dari rentang viskositas pada setiap jenis pengaduk adalah :

Pengaduk jenis baling-baling digunakan untuk viskositas fluida di bawah Pa.s (3000 cP)

Pengaduk jenis turbin bisa digunakan untuk viskositas di bawah 100 Pa.s (100.000 cp)

Pengaduk jenis dayung yang dimodifikasi seperti pengaduk jangkar bisa digunakan untuk
viskositas antara 50 - 500 Pa.s (500.000 cP)

Pengaduk jenis pita melingkar biasa digunakan untuk viskositas di atas 1000 Pa.s dan telah
digunakan hingga viskositas 25.000 Pa.s. Untuk viskositas lebih dari 2,5 - 5 Pa.s (5000 cP)
dan diatasnya, sekat tidak diperlukan karena hanya terjadi pusaran kecil.

2.5. Laju dan Waktu Pencampuran

Waktu pencampuran (mixing time) adalah waktu yang dibutuhkan sehingga diperoleh keadaan
yang homogen untuk menghasilkan campuran atau produk dengan kualitas yang telah ditentukan.
Sedangkan laju pencampuran (rate of mixing) adalah laju dimana proses pencampuran
berlangsung hingga mencapai kondisi akhir.

Pada operasi pencampuran dalam tangki berpengaduk, waktu pencampuran ini dipengaruhi
oleh beberapa hal :
1. Yang berkaitan dengan alat, seperti :

Ada tidaknya baffle atau cruciform vaffle

Bentuk atau jenis pengaduk (turbin, propele, padel)

Ukuran pengaduk (diameter, tinggi)

Laju putaran pengaduk

Ledudukan pengaduk pada tangki, seperti :

a. Jarak pengaduk terhadap dasar tangki

b. Pola pemasangan : - Center, vertikal

- Off center, vertical

- Miring (inclined) dari atas

- Horisontal
Jumlah daun pengaduk

Jumlah pengaduk yang terpasang pada poros pengaduk

2. Yang berhubungan dengan cairan yang diaduk :

Perbandingan kerapatan atau densitas cairan yang diaduk

Perbandingan viskositas cairan yang diaduk

Jumlah kedua cairan yang diaduk

. Jenis cairan yang diaduk (miscible, immiscible)


DAFTAR PUSTAKA
http://tekimku.blogspot.com/2011/08/pengadukan-dan-pencampuran.html

http://ahmadhusnilubis.blogspot.com/2012/02/pencampuran-bahan-kimia-mixing-
process.html