Anda di halaman 1dari 22

Tugas Individu

Makalah Biologi

Oleh:

NAMA : DAFFA MUFADDAL


KELAS : X MIPA6
NIS : 8713

SMA NEGERI 4 WATAMPONE


TAHUN PELAJARAN 2016/2017

0
KATA PENGANTAR

Alhamdullilah, puji syukur kehadiran Allah SWT, yang telah melimpahkan


Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini penulis susun guna memenuhi Tugas Biologi yang diberikan oleh
Guru Mata Pelajaran. Dalam makalah ini materi yang penulis sajikan membahas
tentang PROTISTA.
Protista merupakan makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak dan telah
memiliki membran inti (selnya bersifat eukariot). Protista bukan merupakan hewan
ataupun tumbuhan, tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan,
menyerupai tumbuhan, ataupun menyerupai jamur.
Walaupun makalah ini dapat selesai dengan baik, penulis menyadari bahwa
dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Untuk kesempurnaan
dalam membahas makalah ini penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua
pihak agar tercapai apa yang kita harapkan bersama dan untuk memperlancar tugas
kami dalam menyusun makalah selanjutnya.
Terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah bekerja sama
memantu saya dengan baik dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Watampone, 01 Desember 2016

Penyusun
DAFFA MUFADDAL

1
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................
.....................................................................................................i
DAFTAR ISI ..............................................................................................
.....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................
..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................
..............................................................................................2
C. Tujuan Penulisan..................................................................
..............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Sejarah Klasifikasi Protista..........................
..............................................................................................3
B. Ciri-ciri Umum Protista........................................................
..............................................................................................5
C. Klasifikasi Protista...............................................................
..............................................................................................6
D. Cara Hidup dan Reproduksi Protista....................................
..............................................................................................13
E. Peranan Protista Bagi Kehidupan........................................
..............................................................................................16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................
..............................................................................................17
B. Saran.....................................................................................
..............................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA

2
3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Protista adalah eukariota yang beranekaragam. Sebagian besar spesies protista
yang diketahui hidup saat ini bersifat uniseluler, tetapi ada beberapa spesies
berkoloni dan bersifat multiseluler. Karena sebagian bersifat uniseluler maka
protista dapat dianggap sebagai organisme eukariotik yang paling sederhana.
Tetapi pada tingkat seluler, kebanyakan protista luar biasa kompleksnya paling
rumit diantara semua sel. Reproduksi protista sangat bervariasi ada yang
bereproduksi secara seksual dan aseksual. Protista dapat digolongkan menjadi
protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip
jamur. Protista umumnya ditemkan hampir disemua tempat dimana terdapat air.
Protista umumnya menempati tanah yang basah, sampah, dedaunan, dan habitat
darat lainnya yang cukup lembap.
Protista diperkirakan sudah ada di bumi kita sejak 1-2 miliar tahun yang lalu,
sebelum ada organisme tingkat tinggi. Organisme yang tergabung dalam protista
pernah membuat bingung para ahli taksonomi karena ada yang mirip tumbuhan,
ada yang mirip dengan hewan, dan ada pula yang mirip dengan jamur. Untuk
menjebatani perbedaan itu maka lahirlah kingdom baru, yaitu Protista. Anggota
kingdom Protista umumnya organisme bersel satu, ada yang berkoloni dan ada
pula yang bersel banyak, tetapi belum memiliki jaringan. Hampir semua protista
hidup di air, baik air tawar maupun air laut, dan beberapa yang hidup pada jaringan
hewan lain. (Moch Anshori, 2009)
Organisme anggota Protista bersifat autrotrof, heterotrof, dan ada juga yang
mendapatkan makanannya secara bervariasi bergantung kondisi lingkungan saat
itu. Protista dapat ditemukan di air tawar, air laut, dan bersimbiosis dengan
makhluk hidup lain. Keanekaragaman habitat dan cara hidup Protista membuatnya
sulit diklasifikasikan ke dalam kelompok hewan maupun tumbuhan. Saat ini,

1
Protista dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Protista mirip jamur, Protista
mirip tumbuhan, dan Protista mirip hewan. (Fictor Ferdinand, 2009)
Kingdom ini ada yang menyerupai hewan, tumbuhan, maupun jamur.
Sebagian protista bersifat autotrop, yaitu dapat berfotosintesis karena memiliki
pigmen fotosintetik, seperti alga dan protozoa fotosintetik, misalnya Euglena.
Sebagian lainnya merupakan Protozoa non fotosintetik yang hidup sebagai
heterotrop, baik secara Fagotrop dan Osmotrop. Protozoa yang merupakan jamur
memiliki siklus hidup dengan fase muda bersifat seperti amoeba dan
reproduksinya mirip dengan jamur, yang meliputi jamur air dan jamur lendir.
(Moch Anshori, 2009)
Kingdom Protista sering dikatakan makhluk hidup yang mempunyai bentuk
campuran (mixed metamorf), kadang-kadang dapat berbentuk seperti tumbuhan
karena dapat berfotosintesis, tetapi ada juga yang dapat bergerak seperti hewan.
Hal tersebut sering membingungkan para ahli dalam mengelompokkannya, apakah
termasuk hewan atau tumbuhan. (Riana Yani, 2009)

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Protista dan bagaimana sejarahnya?
2. Apa saja ciri-ciri Protista?
3. Bagaimana klasifikasi Protista?
4. Bagaimana Protista berkembang biak dan mencari makan?
5. Bagaimana peranan Protista dalam kehidupan?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Pengertian dan sejarah Protista.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri Protista.
3. Untuk mengetahui Klasifikasi Protista.
4. Untuk mengetahui Protista berkembang biak dan mencari makan.
5. Untuk mengetahui Peranan Protista dalam kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Sejarah Klasifikasi Protista


1. Pengertian Protista

2
a. Kingdom Protista sering dikatakan makhluk hidup yang mempunyai
bentuk campuran (mixed metamorf), kadang-kadang dapat berbentuk
seperti tumbuhan karena dapat berfotosintesis, tetapi ada juga yang dapat
bergerak seperti hewan. (Riana Yani, 2009)
b. Kingdom Protista sangat berbeda dengan kingdom lainnya. Beberapa
Protista adalah autrotof dan beberapa lagi adalah heterotrof. Respirasi
pada Protista terjadi secara aerobik. (Fictor Ferdinand, 2009)
c. Protista berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti pertama. Jadi,
Protista merupakan eukariotik pertama hasil evolusi prokariotik.
(Widayati Sri, 2009)
d. Kebanyakan Protista adalah uniselular dengan setiap sel membentuk
organisme sempurna yang dapat melakukan seluruh fungsi utama
kehidupan, misalnya proses pencernaan makanan oleh vakuola makanan
dan pengeluaran sisa air oleh vakuola kontraktil. (Rasti Septianing , 2013)
e. Protista berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang berarti pertama atau
mula-mula, dan ksitos artinya menyusun. Maka kingdom ini
beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun
sederhana. (Moch Anshori, 2009)
f. Protista adalah kelompok makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri
morfologi dan fisiologi seperti tumbuhan, hewan, dan jamur. (Subardi
dkk, 2009).
g. Istilah Protista diambil dari bahasa Yunani, yaitu protos yang berarti
pertama/mula-mula, dan kritos berarti membuat/menyusun. Mereka mulai
hidup di dunia ini sekitar 1-2 miliar tahun yang lalu, makhluk ini
membuat para ilmuwan ragu-ragu karena mirip dengan hewan, tumbuhan,
atau jamur. Untuk itulah dibuat golongan tersendiri, yaitu kingdom
Protista. (Idun Kistinnah, 2009).
h. Protista merupakan makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak dan
telah memiliki membran inti (selnya bersifat eukariot). Protista bukan
merupakan hewan ataupun tumbuhan, tetapi hanya mempunyai sifat yang

3
menyerupai hewan, menyerupai tumbuhan, ataupun menyerupai jamur.
(Sulistyorini, Ari. 2009)
i. Protista merupakan kelompok mikroorganisme eukariotik, belum terdapat
diferensiasi jaringan, dan menunjukkan kemiripan morfologi dan fisiologi
dengan hewan, tumbuhan, atau jamur. Kebanyakan Protista adalah
organisme uniseluler mikroskopis, namun ada pula yang multiseluler atau
berkoloni dengan banyak sel. (Herni Budiati, 2009)
2. Sejarah Klasifikasi Protista
a. Tahun 1830an, Protista pertama kali diusulkan untuk dipisah dari
makhluk hidup lain, oleh pakar biologi Jerman, Georg A. Goldfuss yang
memperkenalkan istilah Protozoa yang meliputi Ciliata dan Coral.
b. Tahun 1845, penganut Goldfuss mengembangkannya agar meliputi semua
hewan bersel satu seperti Foraminifera dan Amuba. Awal 1860an, istilah
Protoctista sebagai kategori klasifikasi pertama kali diusulkan oleh John
Hogg, yang menganggap protista harus juga meliputi apa yang dia sebut
dengan hewan dan tumbuhan primitif bersel satu. Dia mendefinisikan
Protoctista sebagai kingdom keempat setelah tumbuhan, hewan, dan
mineral.
c. Kemudian kingdom mineral dibuang oleh Ernst Haeckel, tersisa
tumbuhan, hewan, dan protista.
d. Tahun 1938, Herbert Copeland menghidupkan lagi klasifikasi Hogg.
Menurutnya, Protoctista secara harfiah berarti makhluk hidup
pertama. Dia menyanggah istilah Haeckel protista karena meliputi
mikroba tak berinti sel seperti Bakteri, sementara istilah protoctista tidak
meliputinya. Sebaliknya, protoctista meliputi eukaryota berinti sel seperti
diatom, alga hijau dan fungi.
e. Perombakan besar oleh Copeland ini kemudian menjadi dasar dari
klasifikasi Whittaker yang hanya membagi Protoctista menjadi Protista
dan Fungi. Kingdom Protista ini kemudian berfungsi sebagai pembeda

4
antara prokaryota yang dimasukkan kingdom Monera, dan
mikroorganisma eukaryotik yang dimasukkan Protista definisi Whittaker.
f. Sistem lima kingdom bertahan hingga ditemukannya filogenetik
molekular di akhir abad ke-20, karena ternyata protists dan monera tidak
ada hubungannya (bukan kelompok monofiletik). (Wikipedia)

B. Ciri-ciri Umum Protista


Sebagian besar Protista bersifat aerob, yakni memerlukan oksigen untuk
kelangsungan hidupnya. Oksigen digunakan dalam proses respirasi yang bertempat
pada mitokondria. Namun, beberapa jenis Protista bersifat anaerob, yakni tidak
memerlukan oksigen dalam hidupnya. Protista anaerob melakukan respirasi
dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob. Beberapa Protista
bersifat heterotrof, memperoleh makanan dengan cara mengabsorbsi molekul-
molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena mempunyai
kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari. (Widayati Sri, 2009)
Protista dapat ditemukan pada setiap tempat yang mengandung air, tanah yang
basah, sampah, dedaunan, dan habitat lain yang cukup lembab. Protista yang hidup
di laut sebagian besar bertindak sebagai fi toplankton yang merupakan kontributor
utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan. Protista dapat hidup secara
bebas atau bersimbiosis secara mutualisme, parasitisme, dan komensalisme.
Protista parasit bersifat pathogen pada hewan dan manusia. Beberapa jenis Protista
mempunyai alat gerak sehingga bersifat motil. Adapun reproduksi dapat terjadi
secara seksual dan aseksual. Sedangkan pada kondisi lingkungan yang tidak
sesuai, Protista membentuk sel resisten yang disebut kista. (Widayati Sri, 2009)

C. Klasifikasi Protista
1. Protista Mirip Hewan (Protozoa)

5
Gambar 1. Klasifikasi Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protista ini sering disebut juga protozoa yang berarti hewan pertama.
Kelompok tersebut merupakan makhluk hidup bersel tunggal, mempunyai
variasi bentuk yang kompleks dan kebanyakan dapat bergerak dengan cara yang
berbeda. Seperti halnya hewan, protozoa adalah konsumen, jadi hanya dapat
hidup dengan mengambil makanan dari makhluk hidup lain. Protozoa berperan
sebagai mata rantai penting dalam rantai makanan terutama di lingkungan
perairan. Dalam hal ini Protozoa berperan sebagai zooplankton (plankton
hewan) yang menjadi makanan bagi organismeorganisme perairan yang lebih
besar. Peran penting lainnya, yaitu mereka dapat menjaga keseimbangan
ekologis pada banyak komunitas baik dalam lingkungan daratan basah maupun
di lingkungan perairan. Protozoa semacam ini adalah Protozoa saprofitik dan
Protozoa pemakan bakteri. (Riana Yani, 2009)
Berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu:
a. Rhizopoda (Sarcodina)
Tempat hidup Rhizopoda di air tawar, air laut, tempat-tempat yang
lembap, namun ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme lain (hewan
dan manusia). Untuk lebih mudah mempelajari marilah kita ambil salah satu
contoh-nya, yaitu Amoeba.
Contoh-contoh Rhizopoda yang lain, misalnya Arcella yang
mempunyai kerangka dari zat kitin. Diflugia tubuhnya mengekskresikan
lendir sehingga dapat melekatkan pasirpasir halus. Radiolaria mengandung

6
banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stronsium sulfat. Radiolaria yang
telah mati akan mengendap di dasar perairan mem-bentuk endapan
radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok serta bahan
peledak. Foraminifera kerangka luarnya terdiri dari zat silika dan zat kapur,
foraminifera yang terkenal adalah Globigerina yang endapannya dapat
sebagai petunjuk adanya tambang minyak bumi. (Subardi dkk, 2009).
b. Flagellata
Ciri flagellata ini memiliki satu flagela/bulu cambuk sebagai alat gerak
pada salah satu ujung tubuhnya, yang berfungsi untuk memasukkan
makanan ke dalam mulutnya. Sebagian besar hidup bebas, saprofor sisa-sisa
organisme namun ada juga yang parasit pada hewan dan manusia. Flagellata
dibedakan menjadi dua, yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata.
1) Fitoflagellata
Fitoflagellata memiliki plastida Fitoflagellata juga dapat melakukan
fotosintesis dan bersifat autotrof. Di lingkungan air sebagai penyusun
fitoplankton,fitoflagellata mensuplai makanan bagi organisme lain.
Contoh fitoflagellata: Euglena viridis, Nocticula miliaris, Volvox
globator.
2) Zooflagellata
Zooflagellata ada yang cara hidupnya bebas, tapi kebanyakan
bersifat heterotrof parasit, dan bentuknya menyerupai hewan. Contoh
adalah Leishmania donovani, penyebab penyakit kala azar, Leishmania
tropica dan Leishmania brasiliensis penyebab penyakit kulit. Penyakit
yang disebabkan oleh Leismania disebut juga leishmniasis, sedangkan
yang disebabkan oleh Trypanosoma disebut tripanosomiasis.
c. Ciliata
Ciliata disebut juga Ciliophora, dicirikan adanya silia atau rambut
getar yang merata di seluruh permukaan tubuh atau di bagian-bagian
tertentu dari tubuhnya. Rambut getar ini digunakan untuk bergerak di
perairan. Pergerakannya dengan cara menggetarkan seluruh silianya
sehingga dapat pindah tempat. Habitatnya pada lingkungan perairan (air

7
tawar/laut) yang kaya akan zat organik. Bentuknya bermacam-macam ada
yang seperti sandal, lonceng, corong dan lain sebagainya. Hewan berbentuk
seperti sandal mudah kita dapatkan pada perairan yang mengandung banyak
sisa-sisa tumbuhan (misalnya pada air rendaman jerami), contohnya
Paramecium caudatum. Paramaecium ini memilik dua inti, yaitu makro
nucleus dan mikro nukleus, serta memiliki vakuola kontraktil sebagai alat
pengatur osmoregulasi. Kebanyakan ciliata hidup bebas. Balantidium coli
adalah ciliata yang dapat menyebabkan penyakit diare berdarah pada
manusia. Organisme ini hidup pada saluran gastrointestinal beberapa
vertebrata. (Subardi dkk, 2009)
d. Sporozoa
Sporozoa merupakan anggota Protista yang tidak memiliki alat gerak
khusus, sehingga pergerakannya hanya mengubah-ubah posisi tubuhnya.
Kebanyakan anggotanya hidup sebagai parasit baik pada hewan maupun
manusia. Contoh Sporozoa ini misalnya Plasmodium yang hidup pada sel
darah merah, menyebabkan penyakit malaria. (Subardi dkk, 2009)
2. Protista Mirip Jamur
Dahulu Protista mirip jamur sering dikelompokkan ke dalam kingdom
Fungi, namun sekarang pada umumnya para ahli telah mengelompokkannya ke
dalam kingdom Protista. Protista mirip jamur menghabiskan sebagian besar
waktu hidupnya dalam bentuk uniseluler. Akan tetapi, Protista mirip jamur
dapat bergabung dan berkelompok sehingga membentuk organism multiseluler.
Dalam keadaan tersebut, Protista mirip jamur mengalami masa transisi dari
uniseluler menuju multiseluler. Protista mirip jamur atau yang lebih dikenal
dengan jamur lendir memiliki susunan sel, cara reproduksi, dan siklus hidup
yang berbeda dari jamur. Berdasarkan perbandingan molekuler, jamur lendir
mirip dengan beberapa alga walaupun jamur lendir tidak memiliki kloroplas.
Protista mirip jamur terdiri atas tiga filum, yaitu Myxomycota, Acrasiomycota,
dan Oomycota. (Fictor Ferdinand, 2009)

8
Gambar 2. Klasifikasi Protista mirip jamur
a. Myxomycota (jamur lendir tidak bersekat)
Filum Myxomycota terdiri atas jamur lendir. Anggota Myxomycota
biasanya memiliki pigmen kuning atau oranye dan bersifat heterotrof.
Myxomycota memiliki fase amoeboid berinti banyak dan tidak dibatasi
dinding kuat yang disebut plasmodium yang dapat dijumpai dalam siklus
hidupnya. Plasmodium dapat bergerak seperti Amoeba di atas substrat dan
mencerna makanan secara fagositosis, menelan partikel atau sel secara
langsung. Contoh spesies Myxomycota adalah Physarium sp.

b. Acrasiomycota
Anggota Acrasiomycota atau yang disebut jamur lendir uniseluler,
pada dasarnya lebih mirip dengan protozoa uniseluler. Fase vegetatifnya
juga merupakan sel yang berfungsi sebagai individu. Jika makanan tidak
tersedia, sel-sel akan membentuk agregat atau kumpulan yang berfungsi
sebagai unit. Meskipun kumpulan selnya mirip dengan Myxomycota, sel-sel
Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya dan terpisah oleh
membran mereka. Perbedaan lainnya, yaitu jamur lendir plasmodium
memiliki fase haploid dan diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah
yang berfungsi sebagai alat reproduksi seksual.
c. Oomycota

9
Oomycota berarti fungi telur. Istilah ini didasarkan pada
cara reproduksi seksual pada jamur air. Beberapa anggota
Oomycota bersifat uniseluler dan tidak memiliki kloroplas.
Jamur air memiliki dinding sel terbuat dari selulosa, yang
berbeda dengan dinding sel jamur sejati yang terbuat dari
polisakarida yang disebut kitin. Yang membedakan jamur air
dengan jamur sejati adalah adanya sel biflagellata yang
terjadi pada daur hidup jamur air. Sementara jamur sejati
tidak memiliki flagella. (Widayati Sri, 2009)
3. Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

Gambar 3. Protista mirip Tumbuhan (alga)

Alga (ganggang), bukan lagi merupakan nama formal sebuah kelompok


taksonomik, nama tersebut hanya merupakan nama umum bagi sejumlah
organisme yang berfotosintesis secara sederhana. Kebanyakan ahli botani
mengelompokkan ke dalam dunia tumbuhan, tetapi karena semua ganggang
tidak memiliki sebagian ciri-ciri pokok dunia tumbuhan maka ia dikelompokkan
ke dalam dunia tersendiri, yaitu Protista. Sebagai organisme bersel satu
(uniseluler) dan bersel banyak (multiseluler) alga memiliki klorofil yang dapat
berfungsi untuk fotosintesis. Selain klorofil, alga juga memiliki pigmen lain,
seperti fikosianin (warna biru), fikoeritrin (warna merah), fikosantin (warna

10
coklat), xantofil (warna kuning) dan karotena (warna keemasan). (Moch
Anshori, 2009)
Berdasarkan pigmen atau zat warna yang dikandungnya, alga
dikelompokkan menjadi 4 divisio, sebagai berikut.
a.Chloropyta (ganggang hijau)
Mempunyai pigmen klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil.
Ganggang ini juga dapat melakukan fotosintesis. 90% hidup di air tawar dan
10% hidup di laut. Yang hidup di air umumnya sebagai plankton atau
bentos, juga menempel pada batu dan tanah. Ganggang hijau merupakan
kelompok ganggang yang paling banyak jumlahnya diantara gangganga
lain.. Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara, yaitusecara
seksual dan secara aseksual. Reproduksi seksual dilakukandengan cara
peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada jugayang secara konjugasi.
Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpaadanya peleburan sel jantan dan
betina, tetapi dilakukan dengan pembelahanbiner (ganggang bersel satu),
fragmentasi (ganggang berbentukbenang dan berkoloni), serta pembentukan
zoospora (spora kembara). Adapun contoh-contohnya yaitu: Chlorella,
Ulva, Spiroggyra, Chlamidomonas, Euglena,Hydrodictyon, Oedogonium,
Chara.
b. Phaeophyta (ganggang coklat/ perang)
Phaeophyceae atau Ganggang coklat adalah salah satu kelas dari dari
ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Pigmen yang lebih
dominan adalah pigmen xantofil yang menyebabkan ganggang berwarna
coklat. Pigmen lain yang terdapat dalam Phaeophyceae adalah klorofil A
dan C serta karoten. Bersifat autotrof fotosintesis, terjadi dihelaian yang
mempunyai daum. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang
menyerupai batang. Reproduksi Terjadi secara aseksual dengan
pembentukan zoospore berflagella dan fragmentasi, sedangkan reproduksi
seksual terjadi secara ogami dan isogami. Sebagian besar Phaeophyceae
terdapat dilaut, hanya ada tiga jenis saja yang hidup di air tawar dan jenis-

11
jenis ini merupakan jenis yang langka. Phaeophyceae banyak terdapat
didaerah yang beriklim dingin. Alga ini banyak mendominasi bagian lateral
daerah artik dan antartik. Walaupun demikian, ada jenis-jenis lainnya yang
hidup didaerah tropic dan subtropik. Sebagian besar dari phaeophyceae
hidup melekat pada subtract karang dan lainnya. Beberapa diantaranya
hidup sebagai epifit.Contoh-contoh ganggang cokelat : Laminaria,
Fucus,Turbinaria, Sargasum.
c.Rhodophyta (ganggang merah)
Umumnya hidup di laut dan beberapa jenis di air tawar, mengandung
pigmen kklorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin.Tubuh bersel
banyak menyerupai benang atau lembaran.Ganggang merah berkembang
biak secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif ganggang
merah berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh
sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh
menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid.
Perkembangbiakan generatif ganggang merah dengan oogami, pembuahan
sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium) Contoh :
Batrachospermum, Gelidium, Eucheuma, Gracililaria, Chondrus, Porphyra,
Polysiphonia
d. Chrysophyta (ganggang keemasan)
Bersel tunggal atau banyak, mempunyai pigmen klorofil a, klorofil c,
karoten, xantofil dan fikosantin. Perkembangbiakan vegetatif (aseksual)
dengan pembelahan sel, fragmentasi,pemisahan koloni, dan pembentukan
spora (aplanospora atau zoospora). Perkembangbiakan generatif (seksual)
dengan konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami. Hidup di tempat yang
basah, laut, air tawar, dan merupakan fitoplankton. Contoh :Vaucheria :
hidup di air atau tempat yang basah, berbentuk benang sering bercabang.
Ochromonas : sel berbentuk bola, berstigma, flagel dua sama panjang,
kloroplas berupa lembaran melengkung warna kekuningan. Diatome
(Navicula atau ganggang kersik): hidup di air tawar, laut sebagai epifit dan

12
mayoritas sebagai plankton. Contoh yang terkenal dari Diatome adalah
Pinnularia sp. Cangkok Diatome dibuat dari bahan gelas yaitu silica.

D. Cara Hidup Reproduksi Protista


1. Cara Hidup Protista
Protista bersifat fotoautotrof, heterotrof, atau keduanya. Ini berarti
beberapa jenis Protista mampu membuat makanan sendiri (fotoautotrof), ada
yang bertindak hanya sebagai konsumen (heterotrof), atau keduanya. Protista
yang bersifat fotoautotrof merupakan kelompok Protista yang menyerupai
tumbuhan. Klorofil yang terdapat didalam sel memungkinkan Protista
kelompok ini mengubah CO2 dan sinar ultraviolet menjadi sumber nutrisi
melalui proses fotosintesis. Kategori protista yang termasuk protista fotosintesis
adalah Algae seperti: Euglenophyta (Euglena), Chrysophyta (alga keemasan),
Pyrrophyta (alga api), Chlorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga cokelat), dan
Rhodophyta (alga merah).
Beberapa Protista bersifat heterotrof atau tidak dapat memproduksi
makanannya sendiri. Protista kelompok ini bertindak sebagai konsumen dan
mendapatkan nutrisinya dengan cara mengambil atau menguraikan makanan
dari lingkungannya. Ada juga yang hidup dan menempel sebagai parasit pada
tubuh organisme yang lain. Beberapa contoh Protista yang bersifat heterotrof
adalah Mastigophora (Protista berbulu cambuk), Sarcodina (Protista berkaki
semu), Ciliophora (Protista bersilia), dan Sporozoa (Protista berspora).
2. Reproduksi Protista
Perkembangbiakan Protista terjadi secara aseksual dan seksual.
Perkembangan aseksual (vegetatif) berlangsung ketika terjadi pembelahan biner
(langsung) ataupun melalui tahap mitosis pada kromosom yang ada pada
nukleus. Selain perkembangan secara vegetatif, kelompok organisme ini juga
bisa berkembang secara generatif melalui meiosis. Protista memiliki dua jenis
gamet yaitu motil (gamet yang bergerak) dan non-motil (gamet yang tidak
bergerak). Gamet berfungsi pada proses reproduksi secara seksual (generatif).

13
Gambar. 4. mitosis-vs-meiosis
Berdasarkan jenis gamet yang bersatu pada proses fertilisasi (syngamy),
terdapat tiga jenis bentuk reproduksi generatif, yaitu:
a. Isogami, adalah bentuk dari reproduksi seksual yang melibatkan gamet
dengan morfologi (bentuk dan ukuran) yang sama. Ini merupakan proses
perkembangbiakan secara generatif pada Protista yang ditandai dengan
meleburnya dua gamet yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama,
perhatikan gambar:

Gambar. 5. (A) Isogami pada gamet motil, (B) Isogami gamet non-motil, (C) Konjugasi
b. Anisogami, sering disebut heterogami adalah bentuk dari reproduksi seksual
yang melibatkan gamet dengan morfologi (bentuk atau ukuran) yang
berbeda. Ini merupakan proses perkembangbiakan secara generatif pada
Protista yang ditandai dengan meleburnya dua gamet yang berbeda ukuran
atau bentuknya, perhatikan gambar:

14
Gambar. 6. (A) Anisogami gamet motil, (B) Oogami, (C) Anisogami non motil
c. Oogami, adalah bentuk heterogami yang lebih maju, satu gamet kecil dan
motil (sperma), dan yang satunya besar dan non-motil (telur).

E. Peranan Protista bagi Kehidupan


Kingdom Protista memiliki peranan bagi kehidupan. Peran tersebut dapat
menguntungkan dan juga dapat merugikan. Berikut akan diuraikan mengenai
peranan kingdom Protista bagi kehidupan. (Rikky Firmansyah, 2009)
1. Peran Protista yang Merugikan
Anggota Kingdom Protista ada yang merugikan, contohnya pada
Protozoa. Sebagian besar anggota Protozoa merupakan patogen pada manusia
dan hewan, contohnya phylum Rhizopoda. Pernahkah Anda mengalami
disentri? Disentri merupakan suatu penyakit dengan gejala buang air besar
bercampur lendir. Penyebabnya adalah Entamoeba dysentriae. Contoh lainnya,
yaitu Entamoeba histolitica yang menyebabkan amebiasis. Phylum lainnya
adalah Zoomastigophora. Anggota Phylum ini umumnya patogen. Contoh dari
Phylum Zoomastigophora adalah Trichomonas vaginalis, yang menyebabkan
penyakit kelamin pada wanita; Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit;
dan Trypanosoma gambiense, penyebab penyakit tidur. (Rikky Firmansyah,
2009)
2. Peran Protista yang Menguntungkan
Selain dapat merugikan, anggota Protista ada yang menguntungkan.
Umumnya dari kelompok alga. Sebagai Protista yang mirip tumbuhan, alga
merupakan produsen bagi organisme lain di suatu ekosistem, khususnya di
ekosistem perairan. Selain itu, alga juga memiliki peran yang bermanfaat bagi

15
organism lain. Contohnya, sebagai bahan pangan, bahan obat-obatan, dan bahan
dasar kosmetika. Perhatikan contoh spesies alga yang memiliki peran
menguntungkan pada tabel berikut.
Tabel. Contoh Peran dari Spesies Alga yang Menguntungkan
No. Nama Alga Manfaat
1. Gracilaria Bahan pangan
2. Eucheuma Bahan pangan, kosmetik
3. Diatom Alat gosok, isolator panas, bahan pembuat cat
4. Gellidium Bahan pembuat agar-agar
5. Chlorella Bahan pangan, bahan campuran pasta gigi
(Rikky Firmansyah, 2009)
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Protista adalah eukariota yang beranekaragam yang umumnya hidup ditempat
yang lembab. Protista pertama kali diusulkan untuk dipisah dari makhluk hidup
lain, oleh pakar biologi Jerman, Georg A. Goldfuss yang memperkenalkan
istilah Protozoa yang meliputi Ciliata dan Coral.
2. Ciri-ciri Protista yaitu makhluk hidup bersel satu atau bersel banyak, ada yang
me nyerupai jamur, ada yang menyerupai hewan, dan juga ada yang menyerupai
tumbuhan.
3. Kingdom Protista dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu Protista mirip
hewan, Protista mirip jamur, dan Protista mirip tumbuhan.
4. Perkembangbiakan Protista terjadi secara aseksual dan seksual. Reproduksi
aseksual (vegetatif) berlangsung ketika terjadi pembelahan biner (langsung)
ataupun melalui tahap mitosis pada kromosom yang ada pada nukleus. Selain
perkembangan secara vegetatif, kelompok organisme ini juga bisa berkembang
secara generatif melalui meiosis.
5. Peran Protista dalam kehidupan yang menguntungkan antara lain sebagai bahan
penggosok, petunjuk adanya minyak bumi, membantu proses pembusukan sisa

16
makanan dalam usus. Sedangkan peran yang merugikan antara lain sebagai
penyebab penyakit, seperti malaria.

B. Saran
Semoga apa yang dijelaskan di dalam makalah kami dapat dipahami dan
dipelajari oleh pembaca. Selain itu, dengan makalah ini semoga kita dapat
mengetahui lebih jauh lagi tentang PROTISTA.

DAFTAR PUSTAKA

Fictor Ferdinand, 2009. Praktis Belajar Biologi 1 untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta :
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Herni Budiati, 2009. Biologi : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

https://id.wikipedia.org/wiki/Protista (online) diakses 28 November 2016.

Idun Kistinnah, 2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk


SMA/MA Kelas X.Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Moch Anshori, 2009. Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah


Aliyah (MA) Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional.

Rasti Septianing dkk, 2013. Panduan Belajar Biologi 1A SMA Kelas X. Yudhistira :
Jakarta.

Riana Yani, 2009. Biologi 1 : Kelas X SMA dan MA. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

Rikky Firmansyah, 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1 : untuk Kelas X
Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan
Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

17
Subardi dkk, 2009. Biologi 1 : untuk Kelas X SMA/ MA. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno, 2009. Panduan Pembelajaran Biologi : Untuk SMA/MA Kelas X.


Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Widayati Sri. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

18