Anda di halaman 1dari 3

BAB XV

PERPAJAKAN

PENGERTIAN PAJAK : penghasilan baik yang berasal dari Berdasarkan Pihak yang
Pajak adalah pembayaran wajib dalam negeri maupun penghasilan Menanggung
kepada pemerintah yang tidak dari luar negeri. Berdasarkan pihak yang menanggung,
mendapat balas jasa secara Asas Sumber, Negara berhak untuk ada 2 macam pajak:
langsung. mengenakan Pajak Penghasilan yang 1) Pajak langsung, misalnya Pajak
bersumber dari wilayahnya baik bagi Penghasilan (PPh), Pajak Bumi
CIRI PAJAK : mereka yang tinggal di dalam negeri Bangunan (PBB).
1) merupakan iuran rakyat kepada maupun di luar negeri. 2) Pajak tidak langsung, misalnya
Negara/ iuran wajib yang dikenakan Asas Kebangsaan, hal ini berlaku Pajak Penjualan (PPn), Pajak
kepada masyarakat wajib pajak untuk wajib pajak luar negeri yang Pertambahan Nilai (PPN), Bea
2) digunakan untuk membiayai bertempat tinggal di Indonesia Materai, Cukai, Pajak Penjualan
pengerluaran Negara/ dipergunakan dan/atau menikmati sumber di Barang Mewah (PPn-BM).
untuk membiayai kepentingan Indonesia.
umum. Berdasarkan Pihak yang Memungut
3) dipungut berdasarkan FUNGSI PAJAK : Berdasarkan pihak yang memungut,
perundang-undangan/ Iuran wajib 1) Sumber Pendapatan Negara pajak dibedakan menjadi:
yang ditetapkan dengan norma- 2) Alat Pemerataan Ekonomi 1) Pajak negara, misalnya Pajak
norma atau aturan hukum. 3) Pengatur Kegiatan Ekonomi Penghasilan (PPh), Pajak Bumi
4) tidak ada imbalan secara 4) Alat Stabilitas Perekonomian Bangunan (PBB), Pajak Penjualan
langsung/ balas jasanya tidak (PPn), Pajak Pertambahan Nilai (PPN),
diterima secara langsung Bentuk kebijakan pemerintah dalam Bea Materai, Bea Cukai, Pajak
5) pembayaran bersifat wajib mengatur kegiatan ekonomi melalui Penjualan Barang Mewah (PPn-BM).
sehingga pembayarannya dapat pajak dapat dilakukan: 2) Pajak daerah, misalnya retribusi
dipaksakan, 1) Menaikkan pajak impor dan parkir, pajak tontonan, pajak
6) dapat dilakukan secara bertahap membebaskan pajak ekspor reklame, retribusi terminal.
maupun sekaligus. dengan tujuan melindungi dan
7) Bertujuan meningkatkan meningkatkan daya saing produksi Berdasarkan Sifatnya
kesejahteraan masyarakat. dalam negeri. Berdasarkan sifatnya, pajak dibedakan:
2) Melakukan pungutan pajak 1) Pajak objektif, misalnya Pajak
Retribusi merupakan pungutan yang penghasilan atas golongan yang Penghasilan (PPh).
dikenakan kepada masyarakat yang berpenghasilan tinggi untuk 2) Pajak subjektif, misalnya Pajak
menggunakan fasilitas yang disediakan meningkatkan keadilan social Bumi Bangunan (PBB), Pajak
negara. Pungutan tentang restribusi dengan jalan pemerataan Penjualan (PPn), Pajak Pertambahan
diatur melalui UU No. 19 Tahun 1997 pendapatan. Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang
tentang Pajak Daerah dan Retribusi. 3) Memungut tarif pajak rendah Mewah (PPn-BM).
bagi perusahaan yang baru
o ASAS PEMUNGUTAN PAJAK berdiri dan industri kecil untuk PENJELASAN JENIS PAJAK :
Asas domisili atau tempat meningkatkan kemampuan Pajak Penghasilan ( PPh ) adalah
tinggal, negara berhak untuk memperluas usaha, dan menyerap pajak yang dikenakan terhadap
menentukan bahwa setiap warga tenaga kerja subyek pajak atas penghasilan yang
negaranya yang bertempat tinggal di diterima atau diperolehnya dalam
daerahnya harus membayar pajak JENIS-JENIS PAJAK : tahun pajak. Subyek pajak di sini
dapat berupa orang pribadi atau Uang, emas batangan, dan surat-
badan misal PT dan Koperasi. surat berharga
Objek pajak dalam PPh adalah o Kelompok Jasa
penghasilan, baik yang berasal dari Jasa di bidang kesehatan medik.
Indonesia maupun dari luar Jasa di bidang pelayanan sosial.
Indonesia, yang dapat dipakai untuk Jasa pengiriman surat dengan
konsumsi atau untuk menambah perangko.
kekayaan wajib pajak yang Jasa di bidang perbankan dan
bersangkutan. asuransi.
Jasa di bidang keagamaan.
Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) Jasa dibidang pendidikan.
adalah pajak yang dikenakan atas Jasa dibidang kesenian dan PAJAK BUMI BANGUNAN ( PBB )
konsumsi barang atau jasa di dalam hiburan yang telah dikenakan Subjek PBB adalah orang atau badan
daerah pabean (daerah pajak). pajak tontonan. yang secara nyata mempunyai suatu
Subjek dari PPN adalah pengusaha Jasa dibidang penyiaran yang hak atas bumi atau memperoleh
yang melakukan penyerahan barang bukan bersifat iklan. manfaat atas bangunan. Karena itu
kena pajak atau jasa kena pajak. Jasa komersial angkutan umum di wajib pajak PBB belum tentu pemilik
Objek PPN dapat berbentuk barang dan darat dan di air. bumi dan atau bangunan, tetapi
jasa dengan kriteria : Jasa di bidang tenaga kerja orang atau badan yang
o Barang Kena Pajak (BKP) adalah Jasa di bidang perhotelan memanfaatkan bumi dan bangunan
barang berwujud yang menurut sifat Jasa yang disediakan oleh tersebut.
atau hukumnya dapat berupa barang pemerintah dalam rangka Bumi adalah permukaan bumi dan
bergerak atau barang tidak bergerak. menjalankan pemerintahan tubuh bumi yang ada dibawahnya,
Barang bergerak misalnya meja, secara umum. sedangkan bangunan adalah
kursi, komputer, dan lain-lain. konstruksi teknik yang ditanamkan
Sedangkan barang tidak bergerak atau diletakkan secara tetap pada
PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG
misalnya rumah kapal, pabrik, dan tanah dan atau perairan.
MEWAH ( PPnBM )
lain-lain. Pengertian bangunan ini juga
o Subjek dari PPnBM adalah
o Jasa Kena Pajak (JKP) adalah meliputi: jalan yang terletak dalam
Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang
setiap kegiatan pelayanan, misalnya suatu kompleks bangunan, pabrik
menghasilkan Barang Kena Pajak
jasa konsultan, jasa auditor, jasa dan emplasemennya, jalan TOL,
(BKP) yang tergolong mewah di
pengacara dan lain-lain. kolam renang, pagar mewah, tempat
dalam daerah pabean dalam
Barang dan jasa yang tidak termasuk olah raga, galangan kapal, dermaga,
lingkungan
objek pajak adalah : perusahaan/pekerjaannya dan taman mewah, tempat
o Kelompok Barang pengusaha yang mengimpor penampungan minyak, dan fasilitas
Barang hasil pertambangan atau barang yang tergolong mewah. lain yang memberikan manfaat.
hasil pengeboran yang diambil o Tarif Pajak PPnBM paling objek pajak yang tidak kena pajak
langsung dari sumbernya. rendah 10 % dan paling tinggi 75 adalah bumi dan bangunan yang :
Barang kebutuhan pokok yang % yang ditetapkan dengan 1) Digunakan untuk kepentingan
sangat dibutuhkan oleh rakyat Peraturan Pemerintah. umum di bidang : ibadah, sosial,
banyak. o Contoh : kesehatan, pendidikan,dan
Makanan dan minuman yang kebudayaan nasional, yang tidak
disajikan di hotel, restoran, dimaksudkan untuk mencari
rumah makan, warung, dan keuntungan.
sejenisnya.
2) Digunakan untuk pekuburan, 5) Efek dengan nama dalam bentuk 7) surat gadai yang diberikan oleh
peninggalan purbakala, atau apapun sepanjang harga PT Pegadaian
sejenisnya. nominalnya lebih dari Rp 8) tanda pembagian keuntungan
3) Dimanfaatkan untuk hutan 1.000.000,00. atau bunga dari efek, dengan
lindung, hutan suaka alam, hutan 6) Dokumen yang digunakan nama dan dalam bentuk apapun
wisata, taman nasional, tanah sebagai alat pembuktian di muka
penggembalaan yang dikuasai pengadilan.
oleh desa dan tanah negara yang Tarif Bea Meterai hanya terdiri dari
belum dibebani suatu hak. dua jenis tarif yaitu Rp 3.000,00 dan
4) Digunakan oleh perwakilan Rp 6.000,00, dengan ketentuan
diplomatik, konsulat, berdasarkan seperti dalam Tabel 8 berikut
asas perilaku timbal balik.
5) Digunakan oleh badan atau
perwakilan organisasi
internasional yang ditentukan
oleh menteri keuangan.

BEA MATERAI
Dasar hukum dari pengenaan Bea
Meterai adalah Undang-undang
No.13 tahun 1985 tentang Bea
Meterai. Pelaksanaannya diatur
dalam Peraturan Pemerintah No. 24
tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Dokumen-dokumen berikut ini tidak
Bea Meterai dan Besarnya Batas dikenai bea materai seperti :
Pengenaan Harga Nominal yang 1) surat penyimpanan barang, surat
Dikenakan Bea Meterai. angkut barang, bukti pengiriman
Bea materai dikenakan atas atau penerimaan barang
dokumen-dokumen : 2) segala bentuk ijasah
1) Surat perjanjian atau yang lain 3) tanda terima gaji, uang tunggu,
yang dibuat dengan tujuan pensiun, tunjangan, dan
digunakan untuk alat pembuktian pembayaran lain yang berkaitan
mengenai perbuatan, kenyataan, dengan hubungan kerja serta
atau keadaan yang bersifat surat-surat yang diserahkan
perdata. untuk mendapatkan pembayaran
2) Akta-akta notaris termasuk 4) tanda bukti penerimaan uang
salinannya. negara dari kas negara, kas
3) Akta-akta yang dibuat oleh pemerintah daerah, dan bank
Pejabat Pembuat Akta Tanah 5) tanda terima uang yang dibuat
(PPAT) termasuk rangkapannya. untuk keperluan intern organisasi
4) Surat berharga seperti wesel, 6) dokumen yang menyebutkan
promes, aksep, dan cek yang tabungan pembayaran uang
nominalnya lebih dari Rp tabungan kepada penabung oleh
1.000.000,00. bank, koperasi, dan perusahaan
sejenisnya