Anda di halaman 1dari 10

Praktikum: Sistem dan Manajemen Informasi Pertanahan

Materi: Membangun Sisten Informasi Pertanahan.

================================================
Catatan:
Bahan dan Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber dan digunakan hanya untuk keperluan latihan.
Dilarang mengkopi untuk disebarluaskan atau dipublikasikan dengan cara apapun.

Bahan :
Telah tersedia Data Geospasial (DG) dalam format .DWG
Tugas anda :
Membangun basisdata DG dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS dilakukan
dengan tahapan sbb:
1. Menyempurnakan DG dengan Autocad yang akan di Input ke ArcGIS, yakni
menyempurnakan bentuk-bentuk fitur poligon (bidang tanah, jalan, sungai) agar
sempurna.
2. Melakukan konversi DG dari layer format DWG (Autocad) ke layer format SHP
(ArcGIS).
3. Editing DG hasil konversi di ArcMap
4. Membuat Geodatabase.

Contoh cara mengerjakan sebagai bahan panduan di jelaskan sbb :

A. Input, Editing dan Konversi Data Geospasial


1. Input data ( format : Cad)
Dalam praktek ini, diberikan satu set data geospasial dalam format .dwg (autocad). File tersebut
merupakan peta bidang, namun beberapa layer masih belum sempurna, lakukan
penyempurnaan terutama untuk bentuk fitur poligon harus menutup, fitur garis tidak putus, dlsb.

Editing meliputi proses perapian layer, move/digitasi untuk kesalahan undershoot/overshoot,


deleting segment garis yang salah, dsb.

Fitur fitur yang ada yang dibentuk dari Layer adalah sbb:
Bidang
Bangunan
Jalan
Selokan
TDT (titik dasar teknik)

1
Setelah pengecekan dan penyempurnaan geometri fitur selesai, selanjutnya file.dwg tersebut
dibawa e arcGIS (proses konversi data) untuk dapat diolah di software tersebut. Caranya file
.dwg tadi di save ke .dxf agar selanjutnya dapat dilakukan proses konversi data di arcGIS

file save as file of types autoCAD RT12/LT2 DXF.

2. Konversi Data (.dxf to .shp)


a. Add data ke ArcGIS

Buka software arcGIS (ArcMap), dengan mengklik toolbar ( ) kemudian pilih file .dxf yang
sudah diedit. Contoh tampilan layer dari file. dxf

Maka akan terlihat file.dxf dalam layer yang terbagi atas sub-sub group layer (annotation, point,
polyline, polygon, dan multipatch)

Hal. 2 /SMIP/DYN/2016
b. Proses select (konversi ke .shp)

Dalam proses select ini, sub-sub dari file .dxf akan diklasifikasi menjadi layer-layer yang kita
inginkan.

Ouput dari proses ini berupa file .shp sesuai sub group layer yang dipilih, misal select polyline,
maka output feature akan berupa polyline.

Proses konversi dilakukan dengan menu arctoolbox ( )

Misal kita akan mengkonversi layer jalan

Pilih menu arctoolbox analysist tools select

Klik drag and drop sub group layer jalan ke input feature. Save file konversi ke jalan.shp

Hal. 3 /SMIP/DYN/2016
Pada expression klik toolbar sql,

Isikan layer = jalan OK

Save

Maka akan terbentuk layer jalan, sbb:

Hal. 4 /SMIP/DYN/2016
Masalah :

**layer bidang pada file.dxf merupakan bentuk polyline, bukan bentuk poligon. Bagaimana
mengkonversi bentuk line menjadi feature polygon?

==> ARC GIS dapat digunakan untuk menkonversi fitur berbentuk polyline menjadi poligon,
asalkan polyline membentuk segment tertutup (poligon).

c. Konversi line to polygon

Misal kita akan mengkonversi layer bidang

(sebelumnya konversi terlebih dahulu group layer bidang menjadi feature line (seperti cara
sebelumnya)

Hal. 5 /SMIP/DYN/2016
Setelah terbentuk layer bidang.shp (masih berupa line), lalu dikonversi feature polygon dengan

Pilih menu arctoolbox Data management tools feature feature to polygon

Klik drag and drop layer bidang.shp ke input feature, ketikan nama output feature dengan
Bidang_poly.

OK

Maka feature akan terkonversi menjadi feature polygon


Hal. 6 /SMIP/DYN/2016
Apabila ada yang belum terbentuk polygon, maka ada polyline yang tidak tidak membentuk
segmen tertutup (poligon). Bila menemukan hal demikian dapat dilakukan proses editing
kembali ke autocadmap, atau dapat juga dengan diedit di arcmap dengan cara digitasi manual
(editorstart edit create new feature).

3. Editing Data Geospasial di Arc Map


Catatan: untuk membantu proses editing lakukan pencetakan (print) peta dasar (peta asal)
untuk digunakan sebagai acuan agar tidak ada fitur bidang tanah yang hilang.

Langkah-langkah untuk melakukan editing data spasial sebagai berikut :


1) Catatan jika membuka file baru : Dari modul ArcMap, buka file hasil praktikum sebelumnya,
dengan File Open pilih file.mxd, jika pada praktek sebelumnya tidak disimpan (save)
dalam format proyek (*.mxd), buka ArcMap dan panggil layer - layernya.
2) Untuk melakukan editing data spasial, mulailah dengan klik start editing pada dropdown
toolbar Editor.
3) Untuk memotong fitur polygon menjadi 2 bagian, lakukan langkah :
. Klik poligon yang akan di potong
. Pada toolbar editor - Task, pilih Cut Polygon Feature
Hal. 7 /SMIP/DYN/2016
. Klik Sketch Tool ( gambar pensil )
. Buat garis pemotong, klik kanan, tekan F2 untuk mengakhiri (finish)
. Kemudian poligon akan terbagi menjadi dua bagian.

4) Menggabungkan fitur (obyek), lakukan langkah :


. Pilih obyek yang akan di gabung (merge) pada layer yang sama
. Pada dropdown toolbar Editor pilih merge

Jalan sebelum digabungkan . jalan setelah digabungkan

5) Memotong fitur poligon dengan poligon lain, lakukan langkah :


. Pilih fitur (obyek) yang akan memotong fitur (obyek) yang lainnya
. Pada toolbar Editor pilih clip
. Chek Discard the area that intersects - OK

6) Memotong fitur garis dengan batas garis


Hal. 8 /SMIP/DYN/2016
. Pada toolbar editor - Task, pilih Extend/Trim Feature
. Pilih garis yang akan dipotong
. Klik Skecth Tool pada toolbar Editor
. Buat batas garis pemotong, tekan F2

7) Menambah panjang garis ( Extend )


. Pada toolbar editor - Task, pilih Extend/Trim Feature
. Pilih garis yang akan diperpajang
. Klik Skecth Tool pada toolbar Editor
. Buat batas garis batas, tekan F2

8) Mengubah bentuk fitur poligon atau garis (line)


. Pada toolbar editor - Task, pilih Reshape Feature
. Pilih Poligon atau garis yang akan di-reshape
. Klik Skecth Tool pada toolbar Editor
. Buat garis baru pada objek, tekan F2

Hal. 9 /SMIP/DYN/2016
Catatan :
Agar memudahkan pekerjaan dan tidak rumit, gunakan hanya layer yang paling benar saja
atau LAYER YANG DIGUNAKAN SAJA.

Kegiatan :
1. Lakukan cek masing-masing fitur yang sudah dipersiapkan untuk diolah lebih lanjut. Jika
masih ada kesalahan lakukan editing sebagaimana cara-cara di atas.

2. Pertanyaan :
a. Ada berapa jumlah bidang tanah di ArcGIS ?
b. Ada berapa jumlah bidang tanah di data aslinya (format : DWG) ?
c. Seharusnya jumlahnya sama, jika masih ada perbedaan lakukan pengecekan ulang dan
editing sampai jumlah dan bentuknya benar sesuai aslinya.
3. Buatlah laporan setiap kegiatan, terdiri atas:
a. Judul kegiatan/sub kegiatan praktik yang dilakukan.
b. Pengantar, tujuan praktik dan landasan teorinya
c. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan dan perangkat yang digunakan untuk praktik.
d. Hasil setiap kegiatan.
e. Laporan dituliskan di MS Word dan siap dikirimkan ke dosen/asisten.

Selamat Belatih,

Hal. 10 /SMIP/DYN/2016