Anda di halaman 1dari 22

TUGAS TEKNOLOGI KOSMETIKA

FORMULASI MAKE-UP DEKORATIF

BLUS-ON ATAU ROUGE

Disusun Oleh :

1 Ana Nurul Fitriyani (F120155004)


2 Novi Kartika Sari (F120155023)
3 Puji Lestari (F120155025)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH KUDUS


PROGRAM STUDI S-1 FARMASI
Alamat : Jl. Ganesha I Purwosari Kudus 59316, Jawa Tengah, Indonesia
Telp : (0291) 437 218/442993
TAHUN 2016/2017

KATA PENGANTAR

1
Assalamualaikum Wr.Wb

Penulis mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan hidayah-
Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Formulasi Make-Up Dekoratif
Blus-On Atau Rouge dengan baik dan lancar. Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas Teknologi Kosmetika tahun 2017.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut serta


membantu dalam penulisan makalah ini, yaitu :

1 Ibu Eko Retno, M. Si., M.Farm., Apt selaku dosen Teknologi Kosmetika.
2 Semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu baik secara lansung maupun tidak langsung dalam pembuatan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini terdapat banyak kekurangan dan
membutuhkan kritik serta saran yang membangun. Semoga apa yang telah penulis
sajikan dapat bermanfaat bagi diri penulis secara khusus dan bagi para pembaca pada
umumnya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

26 Maret 2017

Penulis,

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................................ ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii

2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dari Kosmetika ........................................................................ 3
2 Tujuan dan Manfaat Penggunaan Kosmetika ........................................... 3
3 Penggolongan Kosmetika ......................................................................... 4
4 Pengertian Blus on, Fungsi, dan Macam-macam Blus on ........................ 6
5 Syarat Menggunakan Blus on ................................................................... 8
6 Komposisi Blus on .................................................................................... 9
7 Metode Pembuatan Blus on .................................................................... 10
8 Evaluasi Pembuatan Blus on.................................................................... 11
9 Formulasi Pembuatan Blush on............................................................... 12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 12

3
4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up) diperlukan untuk merias dan menutup cacat
pada kulit sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan
efek psikologis yang baik, seperti percaya diri (self confident). Dalam kosmetik riasan,
peran zat warna dan pewangi sangat besar (Tranggono, 2007). Salah satu kosmetik riasan
yang banyak digunakan adalah pewarna pipi.

Pewarna pipi adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan
sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Pewarna
pipi dapat digunakan langsung dengan melekatkan pada kulit pipi, tetapi dalam banyak
hal lebih baik digunakan setelah sediaan alas rias, baik sebelum maupun sesudah
menggunakan bedak. Pewarna pipi bubuk dapat disajikan dalam bentuk bubuk tabur dan
bubuk kompak. Formulasi bubuk kompak umumnya mengandung talk dengan kadar
tinggi dan zat pengikat, sehingga campuran bahan dapat dikempa dalam bentuk kompak.
Pewarna pipi dibuat dalam berbagai corak warna yang bervariasi mulai dari warna merah
jambu hingga merah tua. Pewarna pipi konvensional lazim mengandung pigmen merah
atau merah kecoklatan dengan kadar tinggi. Pewarna pipi yang mengandung pigmen
kadar rendah digunakan sebagai pelembut warna atau pencampur untuk memperoleh efek
yang menyolok (Ditjen POM, 1985).

Dalam daftar lampiran Peringatan No. HM.03.03.1.43.14.12.8256 tanggal 27


Desember 2012 tentang kosmetika mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang
dilarang, ntuuk menghindari efek samping yang cukup berbahaya, maka telah banyak
digunakan pewarna alami yang lebih sehat dan aman sebagai pengganti pewarna sintetik.
Hal ini didukung juga oleh gaya hidup back to nature yang di usung oleh masyarakat
modern.

Negara Indonesia mempunyai sumber kekayaan alam yang sangat melimpah untuk
dimanfaatkan dan berguna bagi kehidupan manusia, jika digali lebih dalam lagi maka
masih banyak manfaat-manfaat yang ada di dalamnya, salah satu contoh manfaat dari
buah naga. Buah- buahan yang di ketahui akan warnanya yang merah adalah buah naga

1
atau sering disebut dengan dragon fruit yaitu buah berbentuk unik yang mempunyai kulit
seperti sisik naga yang bertaburan biji-biji hitam didalamnya. Buah naga mempunyai
beberapa jenis salah satunya adalah buah naga merah. Warna merah yang terkandung
dalam buah naga tersebut menjadikan peneliti tertarik untuk dijadikan bahan pewarna
dalam pembuatan blush on.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pengertian dari kosmetika?
2. Apa tujuan dan manfaat penggunaan dari kosmetika?
3. Apa saja Penggolongan dari kosmetika?
4. Apa Pengertian, fungsi dan jenis atau macam-macam blush on?
5. Bagaimana syarat menggunakan blush on?
6. Apa saja komposisi dari blush on?
7. Bagaimana metode pembuatan blush on?
8. Bagaimana evaluasi pembuatan blush on?
9. Apa saja formulasi dalam pembuatan blush on?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui Pengertian dari kosmetika
2. Mengetahui tujuan dan manfaat dari penggunaaan kosmetika
3. Mengetahui penggolongan dari kosmetika
4. Mengetahui pengertian, fungsi dan macam-macam dari blush on
5. Mengetahui syarat-syarat menggunakan blush on
6. Mengetahui komposisi blush on
7. Mengetahui metode pembuatan blush on
8. Mengetahui evaluasi pembuatan blush on
9. Mengetahui formulasi pembuatan blush on

BAB II

PEMBAHASAN

I. Pengertian dari Kosmetika

Istilah kosmetika berasal dari kata Yunani yakni Kosmetikos yang berarti Keahlian
dalam menghias, itu pula sebabnya mungkin angkasa dinamakan cosmos, karena berhiasan
bintang-bintang (Rostamailis,2005). Menurut Retno dan Fatma tahun 2007 kosmetik adalah
sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan(epidermis,
rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk

2
membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap
dalam keadaan baik, memperbaikibau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau
menyembuhkansuatu penyakit .Sesuai dengan hal diatas bahwa antara definisi kosmetik
dengan definisiobat berbeda.Kosmetik tidak termasuk golongan obat, namun dalamberberapa
hal keduanya saling berkaitan, baik tujuannya, kegunaannya,maupun manfaatnya.Misalnya
menyegarkan, memperindah, dansebagainya, secara keseluruhan dari kulit tubuh, rambut, dan
sebagainya,sehingga seseorang bisa tampil dengan penuh percaya diri (Rostamailis,2005).

II. Tujuan dan Manfaat dari Penggunaaan Kosmetika


Secara umum baik teori maupun praktik tujuan kosmetik adalah untuk memelihara
dan merawat kecantikan kulit dengan kontinu/teratur (Rostamailis,2005). Tujuan utama
penggunaan kosmetik pada masyarakat modern adalah untuk kebersihan pribadi,
meningkatkan daya tarik melalui make-up, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan
tenang, melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar UV, polusi dan faktor lingkungan
yang lain, mencegah penuaan, dan secara umum, membantu seseorang lebih menikmati dan
menghargai hidup (Retno dan Fatma, 2007).
Sehubungan dengan itu, maka tujuan dari penggunaan kosmetik dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
Melindungi kulit dari pengaruh- pengaruh luar yang merusak misalnyasinar matahari,
perubahan cuaca, dan sebagainya.
Mencegah lapisan terluar kulit dari kekeringan.
Mencegah kulit cepat kering dan berkeriput, karena kosmetik menembus ke bawah
lapisan luar dan memasukkan bahan- bahan aktif ke lapisan-lapisan yang terdapat lebih
dalam.
Melekat di atas permukaan kulit untuk mengubah warna atau rona daerah kulit tertentu.
Memperbaiki kondisi kulit
Mengubah rupa/ penampilan (Rostamailis, 2005)
Tujuan dari penggunaan kosmetik pada masyarakat modern salah satunya adalah
meningkatkan daya tarik melalui make-up, make-up membuat wanita terlihat lebih cantik dan
segar. make- up atau merias wajah bertujuan untuk mempercantik diri pada umumnya,
khususnya wajah, agar kelihatan segar, sehat dan cantik (Astati, 1996). Kegiatan berias wajah
membutuhkan beberapa kosmetik diantranya Pelembab, bedak dasar (fondation), bedak
(powder), blush on (Rouge/ blush On), pembayang mata (eye shadow), pensil alis (eye
browpencil), penyipat mata (eye liner), cat bulu mata (maskara), perona bibir (lipstik). Salah

3
satu kosmetik make-up adalah blush on, blush on memberikan kesan segar yang dioleskan
pada pipi.
Bahan- bahan yang terkandung dalam kosmetik mempunyai fungsi yang berbeda-
beda yaitu sebagai Pelarut, Emulgator, Pengawet, Pelekat, Pengencang, Penyerap dan
Antiseptik. Sehubungan dari fungsi- fungsi tersebut dapat diketahui manfaat kosmetik antara
lain : Membersihkan kulit tubuh atau kepala, Mencegah timbulnya keriput, Mencegah kulit-
kulit yang kendor, menyuburkan rambut, menghindari beberapa gangguan kulit dari luar
maupun dalam,menghaluskan kulit, mempercantik seseorang, merub ah penampilan
seseorang (Rostamailis, 2005).

III.Penggolongan dari Kosmetika


A. Penggolongan Menurut Sifat dan Cara Pembuatan
1. Kosmetik modern, diramu dari bahan kimia dan diolah secara modern(termasuk
didalamnya cosmedic). Sedangkan menurut Rostamailistahun 2005 kosmetik modern
adalah kosmetik yang diproduksi secara pabrik (laboratorium) dimana bahan-
bahannya telah dicampur dengan zat- zat kimia untuk mengawetkan kosmetik
tersebut. Hal ini jelas akan lebih tahan lama dan tidak cepat rusak. Selain itu dikenal
kosmetik khusus yaitu Kosmedik dan kosmetik hypoalrgenik, kosmedik merupakan
kosmetika yang mengandung bahan-bahan aktif tertentu dengan tujuan untuk
pengobatan.Contoh anti jerawat, anti gatal, anti ketombe.Kosmetik hypoalrgenik
merupakan jenis kosmetik yang tidak mengandung zat-zatyang mengakibatkan iritasi,
alergi dan sensitasi (Widowati, 2009).
Berkaitan dengan hal di atas bahwa kosmetika modern tersebut jelas
mempergunakan beberapa unsur kimia ataupun zat warna dan zat pengawet.Hal ini
tentu bertujuan agar kosmetika itu tahan lama, praktis pemakaian, penyimpanan dan
pemeliharaannya. Karena itu, bila akan menggunakan kosmetika tersebut, kita perlu
hati-hati dan memahami sifat dari masing-masing kosmetika tersebut (Rostamailis,
dkk, 2009).
2. Kosmetika tradisional adalah yang dapat dibuat sendiri, langsung dari bahan-bahan
yang segar atau bahan-bahan yang telah dikeringkan, buah-buahan atau tanaman yang
ada disekitar kita. Kosmetika ini diolah menurut resep dan cara pengolahan yang
turun temurun dari nenek moyang. Pada hakikatnya dibedakan antara kosmetik
tradisional murni dan kosmetik semi tradisional (Rostamailis, 2009).

4
a. Tradisional murni adalah bahan atau sediaan yang benar- benar dari bahan
misalnya mangir, lulur, pembuatan bedak dingin dari beras, pembuatan pewarna
alami dari kunyit dan daun suji, pembuatan aroma alami dari bunga melati dan
masih banyak lagi yang dibuat dari bahan alam dan diolah menurut resep yang
turun-temurun (Retno dan Fatma, 2007).
b. Semi tradisional, diolah secara modern dan diberi bahan pengawet agar tahan
lama. Contohnya pembuatan minyak kemiri yang diberi pengawet natrium
benzoat sebagai bahan kimianya (Retno dan Fatma, 2007).
c. Hanya namanya yang tradisional, tanpa komponen yang benar-benar tradisional
dan diberi zat warna yang menyerupai bahan tradisional (Retno dan Fatma, 2007).

B. Penggolongan Menurut Penggunaanya Pada Kulit


1. Kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetics). Jenis ini perlu untuk merawat
kebersihan dan kesehatan kulit, termasuk didalamnya:
a. Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser): sabun, cleansing cream,
cleansing milk, dan penyegar kulit (freshener).
b. Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer), misalnya moisturizring cream,
night cream, anti wrinkle cream.
c. Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen foundation, sun block cream/lotion.
d. Kosmetik untuk menipiskan atau mengampelas kulit (peeling), misalnya scrub
cream yang berisi butiran-butiran halus yang berfungsi sebagai pengampelas
(abrasiver) (Retno dan Fatma, 2007).
2. Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up)
Jenis ini diperlukan untuk merias dan menutup cacat pada kulit sehingga
menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis
yang baik, seperti percaya diri (self confidence).Dalam kosmetik riasan, peran zat
warna dan zat pewangi sangat besar (Retno dan Fatma, 2007). Persyaratat untuk
kosmetik dekoratif yaitu Warna yang menarik, bau harum yang menyenangkan, tidak
lengket, tidak menyebabkan kulit tampak berkilau, tidak merusak atau mengganggu
kulit.
Pembagian kosmetik dekoratif dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu
Kosmetik dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan dan
pemakaiannya sebentar, misalnya bedak, lipstik, blush on, eye shadow, dan lain-
lain.Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu lama baru

5
luntur, misalnya kosmetik pemutih kulit, cat rambut, dan pengeriting rambut (Retno
dan Fatma, 2007).

IV. Pengertian dan Fungsi dari Blush On

Blush on adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipidengan


sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tatariaswajah. Blush on atau
blush on diaplikasikan untuk memberi warna dan memberikesan hangat pada wajah
(Permatasari, 2012). Dengan demikian penggunaanblush on berpengaruh terhadap hasil rias
wajah seseorang. Blush on dapatlangsung digunakan dengan cara melekatkan pada kulit pipi,
tetapi lebih baikdigunakan sebelum atau sesudah menggunakan bedak. Penggunaan blush on
tergantung macam-macam blush on, karena setiap blush on memiliki carapengaplikasian
yang berbeda- beda. Untuk itu, sebelum pemakaian harusmengetahui macam- macam blush
on.
Perona pipi atau yang sering dikenal sebagai pemerah pipi, rouge, blush on
adalahsediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistic
sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah (Depkes RI, 1985). Pemerah pipi
dibuat dalam berbagai corak warna yang bervariasi mulai dari warna merah jambu hingga
merah tua. Pemerah pipi konvensional lazim mengandung zat pewarna, pemerah pipi yang
mengandung zat warna dengan kadar rendah digunakan sebagai pelembut warna atau
pencampur untuk memperoleh efek yang menyolok. Pemerah pipi dapat digunakan langsung
dengan melekatkan pada kulit pipi, tetapi dalam banyak hal lebih baik digunakan setelah
sediaan alas rias, baik sebelum maupun sesudah menggunakan bedak (Depkes RI, 1985).
Fungsi dari pemerah pipi ini yaitu untuk memberikan rona segar pada pipi dan untuk
memperjelas keindahan struktur wajah yang terfokus pada tonjolan tulang pipi. Pemerah pipi
juga berperan untuk menyatukan nuansa warna rias wajah secara keseluruhan.Karena itulah
pemerah pipi seringkali dibaurkan secara tipis pada seluruh wajah sebagai sentuhan terakhir
(finishing).

Jenis-Jenis/Macam-Macam Blush On
Jenis kulit menjadi salah satu pertimbangan ketika akan mernbeli atau menggunakan perona
pipi. Hendaknya ketahui terlebih dahulu jenis kulit wajah,termasuk yang berjenis kulit
berminyak, normal atau kering sebelum memilih jenis blush on yang tersedia. Ada beberapa
jenis perona pipi atau blush on yang ada saat ini:

6
a. Padat
Merupakan perona pipi yang paling urnum dikenal. Digunakan dengan bantuanblush
brush/kuas pada bagian pipi. Serbuk warna perona pipi yang dipadatkan ini
akanmenghasilkan warna yang sangat nyata. Jenis ini dapat dipakai untuk semua jenis
kulit, terutarnauntuk yang memiliki kulit berminyak karena akan mengurangi minyak
yang ada selama dipakai. Dalarn penggunaannya, blush on ini tidak boleh diaplikasikan
terlalu tebal karena dapat menyebabkan tampakan cakey.
Terdapat 2 bentuk dipasaran yaitu loose powder rouges dan compact powder rouges.
Loose powderadalah bentuk yang paling sederhana berisi pigmen dan lakes dalam bentuk
kering diencerkan dengan bahan-bahan powder standar seperti talcum, zinc stearat dan
magnesium carbonat. Kandungan pigmen biasanya 5 20 %. Compact rouges lebih
popular dibandingkan loose powder karena: tidak begitu beterbangan ketika dipakai dan
melekat lebih baik pada kulit. (Tranggono, 2007)
b. Krim
Bentuknya tidak sepadat blush on padat dan mernilild tekstur lebih basah. Karena tekstur
inilah,maka warna yang dihasilkan dapat lebih menyatu alarni dengan warna kulit
wajah.Jenis ini kurang cocok digunakan seseorang yang berjenis kulit berminyak karena
dapat mernbuat wajah terlihat lebih basah atau berrninyak.Namun dernikian, cream blush
ini sangat cocok digunakan pada daerah zona T wajah berrninyak dan memberikan kilau
natural.Cara pengaplikasiannya adalah dengan menggunakan jari. Pada anhydrous cream
rouges, zat-zat pewarna (pigmen, lakes dan / atau cat larut minyak) didispersikan atau
dilarutkan dalam base fat-oilwax. Dibandingkan dengan yang powder, anhydrous cream
rouges memiliki keuntungan dapat membentuk lapisan tipis yang rata di permukaan kulit
sehingga tampak lebih alami dari pada loosepowder. Krim inijuga bersifat menolak air,
sehingga resiko lunturnya rouge karena perspirasi terhindari. (Tranggono, 2007)

c. Liquid / cair
Liquid blush sangat mirip konsistensinya dengan cream blush, hanya saja liquid
blushsedikit lebih encer. Jenis ini hanya boleh diaplikasikan di daerah pipi dan cocok
untuk kulit normal dan kering.Preparat ini terdiri dari larutan warna dengan bahan pelarut
air atau hidroalkohol.Zat-zat warna yang dipilih harus sangat harmonis dengan
kulit.Glycerol, sorbitol liquid dan lain-lain memberikan rasa lembut pada pemakaian,
tetapi sebaiknya tidak digunakan banyak-banyak karena dapat menghambat pengeringan

7
rouge di kulit. Gum atau mucin memberikan konsistensi yang memperbaiki penyebaran
rouge di kulit. (Tranggono, 2007)
d. Gel
Berbentuk gel dan warna yang dihasilkan tidak terlalu nyata sehingga cocok untuk
pernakaiansehari-hari atau bila ingin diaplikasikan dandanan yang natural.Perona pipi gel
ini cocok untuk kulit kering.
e. Balls
Menyerupai bola-bola kecil.Cara menggunakannya adalah denganmenggunakan kuas
yang diputar-putar di atas bola-bola tersebut.Serbuk yang menempel pada kuas kemudian
dapat disapukan pada pipi.Dapat digunakan untuk semua jenis kulit.
f. Stick
Bentuk stik ini seperti lipstick dan cocok untuk semua jenis kulit.Carapemakaiannya
adalah dengan mengaplikasikannya secara lurus pada pipi, kemudian diratakan dengan
jari.

V. Syarat-Syarat Menggunakan Blush On


Pemilihan warna blush on sebaiknya disesuaikan dengan warna lipstick dan nail polish (cat
kuku), sehingga penampilan keseluruhan akan lebih harmonis. Mencoba berbagai pilihan
warna blush on sebenarnya bebas dan tidak ada larangan. Tetapi memilih warna blush on
yang sesuai dengan warna kulit justru akan membuat riasan atau makeup terlihat makin
natural. Blush on tersedia dalam berbagai pilihan warna, yaitu merah, jingga, pink dan juga
kecoklatan.(Kusantati, dkk ,2008)
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan didalam menentukan warna yang akan
dipakai dalam pengaplikasian blush on salah satunya memilih warna blush on berdasarkan
warna kulit. Blush on memiliki beragam warna akan tetapi tidak semua warna blush on cocok
untuk warna kulit. Jika warna kulit wajah cenderung putih atau kuning, pilih blush on yang
bernuansa merah muda, untuk kulit wajah berwarna sawo matang atau gelap, pilih blush on
berwarna gradasi merah jingga atau merah bata buat pemakaian sehari-hari.Bila
menginginkan warna kelihatan alami, pilih warna satu tingkat lebih cerah dari warna kulit
atau dua tingkat lebih gelap dibanding warna kulit.tapi untuk acara pesta, tidak ada salahnya
mengaplikasikan perona lebih tebal akan tetapi pemakaiannya harus terkesan alami.
Rauge/ blush on diciptakan dengan warna- warna yang menarik, pada dasarnya warna
yang dipakai pada produk kosmetik blush on menggunakan pewarna dari bahan kimia. Hanya
saja sekali juga memberikan pengaruh negative pada kulit muka, terutama pipi, yaitu diawali

8
dengan gatal- gatal lalu memerah dan bahkan kulit mengelupas (Rostamailis, 2005).Oleh
karena itu dampak pemakaian zat warna alam pada kulit lebih baih dari pada zat warna
sintetis.(Retno dan Fatma, 2007)

VI. Komposisi Blush On Secara Umum


a. Basis
Basis yang digunakan pada pembuatan blush on kompak sama dengan basis yang
digunakan pada pembuatan bedak kompak. Basis tersebut bertujuan untuk memberikan
struktur yang baik dan memberikan rasa licin, misalnya : Talc. Basis yang digunakan pada
pembuatan Liquid blusher mirip dengan basis yang digunakan dalam pembuatan liquid
foundation.
b. Pigmen warna
Beberapa pewarna yang masih dapat digunakan adalah besi (III) oksida, titaniumdioksida,
dan beberapa pewarna lain seperti:
D&C Red No.6 Ba Lake
D&C Red No.7 Ca Lake
D&C Red No.30 Al Lake
D&C Red No.34 Ca Lake
D&C Red No.36 Al Lake
D&C Yellow No.10 Al Lake
FD&C Yellow No.5 Al Lake
FD&C Yellow No.6 Al Lake
FD&C Red No.3 Al Lake
FD&C Red No.40 Al Lake

c. Pengikat (Binder)
Material-material yang digunakan sebagai pengikat dapat meningkatkan gaya
kohesi. Terdapat beberapa macam zat pengikat, yakni: zat kering/powder, minyak, silicon,
dan emulsi. Powder contohnya metalik stearat seperti Zn-stearat dan Mg-stearat. Pati juga
biasanya dipilih sebagai pengikat yang baik, namun perlu peninjauan khusus agartidak
terbentuk cake yang keras.Pengikat minyak dapat digunakan pada beberapa formulasi
blush on padat/kompak. Contoh: minyak mineral, isopropyl myristate, dan derivat lanolin.
d. Pengawet
Pengawet diperlukan dalam sediaan pemerah pipi untuk mencegah kontaminasiproduk
oleh mikroba selama produksi, distribusi, maupun setelah sampai dan digunakan oleh

9
konsumen.Pengawet yang biasa digunakan adalah metil paraben dan propil paraben
dengan konsentrasi 0,05 -0,20 %.
e. Fragrance
Parfum merupakan konstituen yang penting dalam pemerah pipi agar dapat
menutupi bau yang tidak sedap dari bahan serta menciptakan suatu ketertarikan tersendiri
bagi konsumen.Beberapa jenis parfum kadang mengandung bahan yang sangat mudah
teroksidasi sehingga penambahan antioksidan dapat membantu.Namun demikian,
antioksidan dapat menyebabkan iritasi.Oleh karena itu, parfum yang paling sering
digunakan adalah soft floral fragrance.
f. Bahan Tambahan Lain
Komponen tambahan pembuatan Perona Pipi
Pengkilau, Contohnya Bismuth Oxychloride
Emolient, Contohnya Dimethicone
Skin protectan dan sunscreen agent, Contohnya Zinc oxide
Anticaking, Contohnya Zinc Stearate

VII. Metode Pembuatan Blush On Secara Umum


Metode pembuatan perona pipi yang dimaksud disni ialah metode pembuatan untukperona
pipi jenis padat (compact powder). Adapun metode dalam pembuatan peronapipi melalui
tahapan berikut:

1. Colour extension
Kunci utama dari proses pigmentasi produk adalah kehomogenan disperse pigmen dengan
basis. Dispersi ini sangat bergantung pada efisiensimixer, dan sifat fisik dari material-
material yang akan dicampurkan.Dispersi pigmen yang homogen dapat diperoleh dengan
ekstensi pigmen(melewatkan pigmen dan talc pada hammer mill). Aglomerat pigmen
akanterpecah yang kemudian akan menjadi stabil dengan bergabung dalampartikel talc.
2. Penyiapan basis
Basis putih (Talc) dimixer dalam blender stainless-steel tipe ribbon selama 20 menit
sampai 3 jam tergantung dari tipe mixer, dan kapasitas. Setelah itu,ditambahkan extended
colour dan dimixer bersama hingga homogen. Terakhir,ditambahkan parfurn dan
pengikat.
3. Pengopakan

10
Metode yang paling sering digunakan adalah metode kempa kering.

VIII. Evaluasi Pembuatan Blush On Secara Umum


1. Uji Dispersi Warna
Dispersi warna diuji dengan menyebarkan serbuk pada permukaan berwarna putih dan
ditentukan dari keindahannya.Tidak boleh ada warna yang tercoreng, atau tidak merata.
2. Pay-Off
Parameter ini digunakan untuk melihat efek dari pengopakan yang kurangbaik.Pengujian
ini dilakukan dengan menggunakan aplikator.Hasil dari sediaan harus selalu diperiksa
pada kulit. Jika tekanan pada cake terlalu besar, bedak yang dihasilkan tidak akan tersapu
bersih dengan mudah, dan akan ada gaya adhesi yang tidak cukup dari bahan terhadap
puff. Jika tekanannya terlalu rendah, cake akanmenjadi lembek dan mempunyai
kecenderungan menjadi remuk dan pecah.
3. Microbial Testing
Pada formula sediaan ini terdapat Metyl Paraben dan Propyl Paraben yang dapatbekerja
menahan pertumbuhan mikroba pada basis berminyak dan diharapkan hasil uji mikroba
tidak lebih dari 100 cfu / gram.
4. Stability Test.
Tes ini untuk mengetahui stabilitas pressed rouge powder dalam jangka waktutertentu,
dilakukan dalam alat climatic chamber.

5. Uji Tekanan
Pada sediaan tekanan yang diberikan secara alami haruslah rata, dengan adanyakantung-
kantung udara akan membuat cake menjadi mudah pecah. Keseragaman dankekerasan
dari cake sebaiknya diperiksa dengan penetrometer.Pemeriksaan padatable sebaiknya
diambil dari berbagai segi untuk meyakinkan bahwa produk cukupkeras dan tekanan yang
diberikan seragam.
6. Tes Keretakan
Langkah yang paling baik terhadap kecenderungan bedak menjadi pecah adalahdengan
menjatuhkan bedak pada permukaan kayu beberapa kali pada ketinggian 8-10inci. Jika
cake yang dihasilkan tidak rusak, mengindikasikan bahwa kekompakannyalulus uji dan
dapat disimpan tanpa menghasilkan hal-hal yang tidak memuaskan.
7. Uji iritasi

11
Tes untuk mengetahui keamanan sediaan perona pipi yang dihasilkan.

IX. Formulasi Pembuatan Blush-On dari Buah Naga


Menurut Eddy Tano tahun 2005 dalam buku yang berjudul Teknik Membuat Kosmetik dan
Tip Kecantikan, formula dalam pembuatan blush on/blush on bentuk blusher atau powder dan
cream meliputi:
Talcum ....................................... 38 gr
Kaolin ...................................... 20 gr
Parafin liquid ..................................... 1 cc
Seng Oksida ..................................... 20 gr
Seng Setearat .................................... 4 gr
Keterangan bahan- bahan formula blush on :
1. Talcum
Secara kimiawi, talk adalah magnesium silikat (3MgO. 4SiO2.H2O).inimerupakan bahan
dasar dari segala macam formulasi kosmetik seperti bedak, blush on dan eye shadow, sifat
yang sangat luar biasa adalah mudah menyebar dan kekuatan menutupi yang rendah.
(Selfia, 2013)
2. Kaolin
Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan
besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan.Warna dari kaolin
yang digunakan harus secerah mungkin.Bahan dasar harus dimurnikan secara baik untuk
memindahkan keseluruhan bahan tidak murni dan partikel kasar. Tidak semua aluminium
silikat dapat diklasifikasikan sebagai kaolin, namun 3 kelompok di bawah ini secara
khusus memiliki formula yang sama (Al2O3. 2SiO2.2H2O) dan dapat disebut kaolin :
nacrite, dickite, dan kaolinite. Kaolin merupakan bahan kimia yang berguna untuk
melekatkan kosmetik pada wajah, karena kaolin higroskopis penggunaannya pada
kosmetik umumnya tidak melebihi 25%. (amantadine, 2012)
3. Parafin liquid
Di industri kosmetik digunakan pada produk hair care, skin care, nail care, lotion, cream,
massage. Parafin liquid mempunyai fungsi sebagai pelembab, pelicin dan membantu
pembentukan cream (Thristar, 2007).
4. Seng oksida
Terdapat 2 bahan pengopak yang biasa digunakan dalam formulasi bedak wajah : zink
oksida dan titanium dioksida. Terlalu banyak digunakan bahan ini dapat menghasilkan
efek seperti topeng yang mana tidak diinginkan ; terlalu sedikit membuat bedak tidak

12
dapat menempel pada tubuh. Diketahui bahwa zink oksida memiliki beberapa sifat
terapeutik dan membantu menghilangkan kecacatan pada kulit.Namun, penggunaan yang
berlebihan dapat menyebabkan kulit kering (Pharmacy, 2010).
5. Seng setearat
Zink dan magnesium stearat sejauh ini merupakan bahan yang palingsering digunakan
dari logam stearat.Untuk bedak wajah, stearat harus memiliki kualitas yang tinggi untuk
mencegah timbulnya keasaman, bau yang tidak diinginkan.Sifat yang paling penting dari
zink dan magnesium stearat adalah sifat adhesif dan anti air.Zink stearat, yang paling
sering digunakan juga memiliki efek menenangkan.Penggunaan yang berlebihan, stearat
dapatmenyebabkan noda dan efek jerawat pada kulit.Dalam jumlah yang cukup (4-15%)
zink stearat memberikan sifat adheren pada bedak wajah (Pharmacy, 2010).

Dari hasil jurnal penilitian yang didapat blush on dari pewarna alami buah naga melalui
beberapa tahapan, yaitu :
PROSES PEMILIHAN BUAH NAGA
Bagi sebagian orang buah naga mungkin sudah tidak asing di telinga.Bentuknya yang unik
membuat buah ini mudah diingat.Ada beberapa jenis buahnaga buah naga berdaging putih
(Hylocerous undatus), buah naga berdaging merah (Hylocerous polyrhizus), buah naga
berdaging super merah (Hylocerouscostaricensis), buah naga kuning (selenicereus
megalanthus) (Andoko dan Nurrasyid, 2012).Pemilihan untuk pembuatan blush on
menggunakan buah naga berdaging super merah (Hylocerous costaricensis), karena daging
nya yang sangat merah diharapkan lebih efesien digunakan untuk zat warna blush on.

Proses Pembuatan Blush-On dalam Bentuk Cream, Compact, dan Powder


Buah naga memiliki beberapa jenis yaitu buah naga putih, buah naga merah, buah
naga kuning, dan buah naga super red. Akan tetapi pada pembuatan produk blush on ini
menggunakan buah naga super red. Buah naga super redmemiliki warna merah pada daging
dan juga kulitnya. Warna merah yang cenderung keunguan memberi rasa ketertarikan peneliti
untuk menggunakan daging dari buah naga sebagai pewarna alami.Seperti dalam jurnal
penelitian yang berjudul ekstrasi pigmen antosinin dari kulit buah naga mengatakan Bahwa
Ekstrasi pigmen antosianin dari kulit buah naga dapat dijadikan sebagaialternatif pengganti
pewarna sintetis.Buah naga digunakan untuk pewarna makanan selain itu juga dapat
digunakan sebagai pewarna kain seperti hasil penelitian dari Yulianti dalam abstrak

13
penelitiannya berjudul Ekstraksi dan Uji Kestabilan Pigmen Betasianin dalam Kulit Buah
Naga mengatakan Ekstrak kulit buah naga yang diperoleh stabil terhadap pemanasan dan
paparan sinar matahari serta dapat diaplikasikan terhadap kain.Pigmen betasianin
menimbulkan warna yang dapat menempel pada kain dengan baik.
Produk blush on dipasaran cenderung menggunakan pewarna sintetik dari pada
pewarna alam sehingga dapat menimbulkan resiko efek samping yang lebih besar dan
merugikan bagi konsumen. Berdasarkan hasil investigasi dan pengujian laboratorium oleh
Badan POM RI pada tahun 2007 terhadap kosmetik yang beredar ditemukan 27 merek
kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan dilarang digunakan dalam kosmetik
sebagai zat warna seperti rhodamin B (merah K.10) dan merah K.3. Berdasarkan hal tersebut
dalam penelitian ini akan dicoba menggunakan buah naga sebagai pewarna alami untuk blush
on. Blush on dibuat dalam 3 bentuk yaitu, cream, compact dan powder dengan pewarna alami
dari ekstrakbuah naga. Bahan campuran untuk membuat blush on berupa Talk, kaolin, parafin
liquid, seng oksida, untuk mengetahui kualitas dan daya terima terhadap blush on yang
dihasilkan maka akan dilakukan penilaian subyektif dan obyektif. Penilaian subyektif terdiri
dari uji inderawi dan uji kesukaan. Sedangkan penilaian obyektif yang dilakukan yaitu uji
laboratorium meliputi kandungan antosionin kandungan vitamin pada blush on.

Tabel 2.1. Proses Pembuatan Blush-On dalam Bentuk Cream, Compact, dan Powder

14
Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2015

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Istilah kosmetika berasal dari kata Yunani yakni Kosmetikos yangberarti Keahlian
dalam menghias, itu pula sebabnya mungkin angkasadinamakan cosmos, karena berhiasan
bintang-bintang. Tujuan dari penggunaan kosmetik dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Melindungi kulit dari pengaruh- pengaruh luar yang merusak misalnyasinar matahari,
perubahan cuaca, dan sebagainya.
Mencegah lapisan terluar kulit dari kekeringan.

15
Mencegah kulit cepat kering dan berkeriput, karena kosmetik menembus ke bawah
lapisan luar dan memasukkan bahan- bahan aktif ke lapisan-lapisan yang terdapat lebih
dalam.
Melekat di atas permukaan kulit untuk mengubah warna atau rona daerah kulit tertentu.
Memperbaiki kondisi kulit
Mengubah rupa/ penampilan
Manfaat kosmetik antara lain : Membersihkan kulit tubuh atau kepala, Mencegah
timbulnya keriput, Mencegah kulit- kulit yang kendor, menyuburkan rambut, menghindari
beberapa gangguan kulit dari luar maupun dalam,menghaluskan kulit, mempercantik
seseorang, merub ah penampilan seseorang . Penggolongan dari Kosmetika : Penggolongan
Menurut Sifat dan Cara Pembuatan antara lain; Kosmetik modern dan tradisional.
Penggolongan Menurut Penggunaanya Pada Kulit antara lain ; Kosmetik perawatan kulit dan
kosmetika riasan.
Perona pipi atau yang sering dikenal sebagai pemerah pipi, rouge, blush on adalahsediaan
kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistic sehingga dapat
meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Fungsi dari pemerah pipi ini yaitu untuk
memberikan rona segar pada pipi dan untuk memperjelas keindahan struktur wajah yang
terfokus pada tonjolan tulang pipi. Jenis blush on atau pemerah pipi bermacam- macam,
antara lain : padat, cair, krim, liquid/gel, bulls, dan stick.

Adapun syarat-syarat yang saat pemakaian dan cara pemilihan warna blush on harus
disesuaikan dengan warna kulit. Komposisi dalam pembuatan blush on meliputi ; basis,
pigmen warna, pengikat, pengawet, fragmence, dan bahan tambahan lainnya. Untuk metode
antara lain : colour extension, penyiapan basis, dan pengopakan. Evaluasi dari pembuatan
blush on yaitu : uji dispersi warna, pay off, microbial testing, dll. Formulasi yang dibuat
untuk blush on dari buah naga dengan kualitas baik, formulasi yang meliputi :
Talcum ....................................... 38 gr
Kaolin ...................................... 20 gr
Parafin liquid ..................................... 1 cc
Seng Oksida ..................................... 20 gr
Seng Setearat .................................... 4 gr

16
DAFTAR PUSTAKA

Andoko, agus, & Nurrasyid.2012. Jurus Sukses Hasilkan buah Naga Kualitas Prima. Jakarta
Selatan: Agro Media Pustaka

Astati, Sutriari.1996. Rias Wajah Sehari- hari. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen Pendidikan Nasional.

Ditjen POM. 1985. Formularium Kosmetik Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan


Republik Indonesia

Eddy, Tano & Dipl. Chem. Eng. 2005.Teknik Membuat Kosmetik dan Tip Kecantikan. Jakarta:
PT Rineka Cipta dan PT. Bina Adi Aksara.

Kusantati, Herni, dkk. 2008. Tata Kecantikan Kulit. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
Departemen Pendidikan Nasional.

Latifah Fatma, Retno Iswari Tranggono. 2007. Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.

Nurhayati, Ifa. 2016. Pembuatan Blush-On dari Buah Naga. Jurnal Skripsi.
http://lib.unnes.ac.id/23301/1/5402411014.pdf (31 Maret 2017)

Permatasari, Mitha. 2012. Beauty Hot Tips. Jogjakarta: Bangkit

17
Rostamailis. 2005. Penggunaan Kosmetik, Dasar Kecantikan & Berbusana yangSerasi.
Jakarta: PT. Rineka Cipta

Widowati, 2009.Artikel seminar nasional pengembangantegnologi berbasis potensi lokal.


Yulianti Hera. Ekstraksi dan Uji Kestabilan Pigmen Betasianin dalam Kulit Buah Naga
(Hylocereus polyrhizus) serta Aplikasinya sebagai Pewarna Tekstil.jurnal penelitian
http://eprints.undip.ac.id/3020/1/Abstrak_PDF.pdf (22 juli 2015)

18