Anda di halaman 1dari 6

Salah satu langkah dalam Zwitsal Baby Spa adalah pijat sehat yang dilakukan pada anak

bayi. Bunda mungkin sering membaca artikel atau buku bayi yang menyarankan untuk
melakukan pijat pada bayi. Maklum saja, rutinitas pijat bayi tidak hanya bermanfaat membuat
bayi lebih rileks, tapi juga memberikan manfaat lain seperti menstimulasi pertumbuhan si
kecil, melancarkan pencernaan, dan lain-lain. Bila Bunda melakukan pijat bayi secara rutin
pada si kecil, ikatan antara Bunda dan si kecil pun akan semakin kuat.

Walau memiliki banyak manfaat, pijat bayi harus dilakukan dengan cermat karena pijat bayi
bisa memberi efek samping bila dilakukan dengan cara yang salah. Pijat yang terlalu kasar
dengan tekanan yang terlalu kuat bisa mengakibatkan luka dan trauma pada anak bayi. Selain
itu, sebaiknya Bunda tidak melakukan pijat bila bayi mengalami salah satu atau beberapa
kondisi berikut, yaitu:

1. Saat bayi sedang demam atau mengalami masalah infeksi

2. Bila bayi mengalami masalah dengan jantungnya

3. Bila bayi mengalami masalah motorik

4. Bila bayi sering mengalami kejang

5. Saat bayi mengalami ruam, kulit pecah-pecah, ataupun memar

6. Saat bayi baru mendapatkan imunisasi. Hentikan pijat bayi rutin sampai setidaknya 48
jam setelah imunisasi

7. Saat bayi baru makan. Tunggu selama setidaknya 30 menit setelah bayi makan
sebelum memulai pijat bayi

8. Saat bayi sedang rewel. Memaksakan pijat bayi saat ia sedang rewel tidak akan
membuatnya merasa lebih baik. Ia malah bisa menjadi trauma dan menolak pijat bayi
selanjutnya

9. Saat bayi sedang tidur. Walaupun memiliki banyak manfaat, Bunda tidak perlu
membangunkan si kecil dari tidur nyenyaknya hanya untuk memijatnya

Karena itu, untuk memastikan anak bayi mendapatkan manfaat optimal dari pijat, ada
baiknya Bunda berkonsultasi dulu dengan dokter anak untuk memastikan cara terbaik dalam
memberikan pijat bayi. Selain itu, perhatikan reaksi si kecil pada pijat yang Bunda lakukan.
Kalau ia terlihat tidak nyaman dan tidak menyukai pijatan Bunda, segera hentikan pijat bayi
dan cari tahu penyebab si kecil merasa tidak nyaman. Efek negatif dari pijat bayi pun bisa
dihindari.

Baby Spa: Sekedar tren atau terbukti bermanfaat?


23.07.2015
Sudah tidak asing lagi bila kita melihat berbagai salon spa khusus bayi bermunculan.
Maraknya fenomena baby spa memang terasa sejak beberapa tahun belakangan, terutama di
kalangan masyarakat urban. Berbagai aktivitas menarik, baik untuk bayi maupun ibu gencar
ditawarkan, sehingga mendorong ibu untuk membawa bayinya mengikuti perawatan spa.
Namun, sejauh manakah manfaat baby spa? Apakah baby spa hanya sekedar tren?

Mengenal istilah baby spa

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai manfaat baby spa, mari mengenal sekilas
mengenai arti kata spa. Kata spa merupakan nama suatu kota di Belgia yang sejak abad ke-14
terkenal dengan sumber air panas yang dipakai untuk pengobatan. Spa juga merupakan
akronim dari bahasa Latin sanitas per aqua, yang berarti air untuk kesehatan.1 Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa spa awalnya merupakan terapi yang dilakukan dengan mandi
atau berendam.

Dalam perkembangannya, aktivitas spa tidak semata-mata mencakup perawatan mandi saja,
tetapi juga mencakup perawatan lain, seperti pemijatan tubuh. Spa kini juga tidak terbatas
hanya bagi orang dewasa, mengingat bayi dan anak pun dapat mengikuti program spa di
salon spa khusus. Idealnya, seluruh aktivitas untuk bayi dilakukan di bawah pengawasan
terapis terlatih.

baby spa

Rahasia di balik pijat bayi

Pada umumnya, baby spa diawali dengan tahap pemijatan. Menurut The American Massage
Therapy Association, pijat bayi dapat dilakukan dengan memegang, menggerakkan, dan/atau
memberi tekanan pada tubuh.2 Secara ilmiah, pijat bayi terbukti bermanfaat dalam beberapa
hal berikut ini.

1. Pijat bayi dan peningkatan berat badan


Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stimulasi pijat berkaitan erat dengan peningkatan
berat badan anak. Dalam suatu studi oleh Field dkk, bayi prematur yang diberi stimulasi pijat
menunjukkan kenaikan berat badan per hari 47% lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak
diberi stimulasi.3 Pijat bayi diduga berpengaruh pada peningkatan aktivitas sistem saraf vagal
dan motilitas (pergerakan) lambung yang menyebabkan penyerapan nutrisi menjadi lebih
efisien dan berat badan meningkat.4 Menariknya, efek pijat tersebut lebih besar ketika
menggunakan minyak, seperti minyak kelapa (coconut oil), dan minyak bunga matahari
(sunflower oil). Para ahli menduga hal ini disebabkan oleh penyerapan minyak ke permukaan
kulit.5

2. Pijat bayi dan perkembangan anak

Manfaat pijat bayi, terutama yang prematur, terhadap perkembangan di kemudian hari telah
banyak dibuktikan. Bayi yang dipijat cenderung lebih matang, baik dari segi motor, orientasi,
maupun perilaku. Bayi prematur yang dipijat dengan kekuatan sedang juga lebih jarang
rewel, menangis, maupun menunjukkan perilaku stres lainnya.4

3. Pijat bayi dan perbaikan pola tidur

Bayi yang mendapat terapi pijat umumnya lebih aktif, sadar (alert) dan menghabiskan jam
tidur lebih sedikit. Suatu studi terhadap bayi prematur yang dipijat hingga usia 8 bulan
menunjukkan bahwa pijat bayi meningkatkan kualitas tidur dan membuat bayi lebih sedikit
terbangun saat jam tidur.6

4. Pijat bayi dan kesehatan kulit

Manfaat pijat bagi kulit bayi didapatkan bila dilakukan menggunakan minyak. Pemberian
minyak membantu menstabilkan suhu bayi dan mencegah hilangnya panas melalui kulit. Hal
ini umumnya lebih bermanfaat bila dilakukan pada bayi prematur yang cenderung mudah
mengalami hipotermia (suhu tubuh di bawah normal). Pemakaian minyak juga terbukti dapat
memperbaiki tekstur kulit karena dapat mengangkat sel kulit mati dan mencegah kulit
menjadi kering dan pecah-pecah.4

5. Pijat bayi dan proses bonding

Dalam suatu studi yang melibatkan 52 bayi di Korea Selatan, dibuktikan bahwa interaksi ibu-
anak yang melakukan pijat bayi lebih baik dibandingkan kelompok ibu yang tidak melakukan
pijat bayi. Melalui pijat bayi, ibu diberi kesempatan untuk mengenal bayi lebih dekat, dan
membangun kelekatan (bonding). Dengan demikian, ibu dapat mengerti dan menjadi lebih
responsif terhadap kebutuhan bayi.7

Terapi air: sedikit bukti ilmiah

Terapi air atau water therapy dikenal dengan berbagai istilah, antara lain hydrotherapy, water
flotation, atau aquatic physical therapy. Dalam terapi air, bayi diajak untuk berendam dalam
bak kecil dengan tubuh, terutama bagian leher disangga pelampung. Bayi kemudian bebas
menggerakkan lengan dan tungkainyanya, menyerupai keadaan di dalam kandungan. Para
ahli menduga bahwa saat menendang-nendang dalam air, gelombang air akan menstimulasi
bayi untuk melatih keseimbangan dan kemampuan koordinasi. Hal ini lalu dihubungkan
dengan perkembangan kemampuan untuk merangkak, berjalan dan berenang di kemudian
hari.

Sayangnya, bukti ilmiah terapi air masih sedikit dan umumnya merupakan penelitian
pendahuluan dengan jumlah subyek yang minim. Studi pendahuluan pada 12 bayi prematur
yang mendapat terapi air (aquatic physical therapy) selama 10 menit memperlihatkan bahwa
bayi memperoleh kualitas tidur yang lebih baik, cenderung lebih rileks dan lebih dapat
mentolerir nyeri.8 Penelitian pendahuluan lain pada bayi usia 7-9 bulan di Brasil tahun 2013
dengan jumlah sampel 12 subyek, 6 kontrol dan 6 intervensi, menunjukkan bahwa
perkembangan motorik bayi yang dilatih berenang 40 menit sekali seminggu selama 4 bulan
lebih baik dibandingkan yang tidak distimulasi.9 Namun, karena jumlah sampel kecil (12
bayi), hasil tidak bermakna secara statistik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk
memastikan mekanisme dan manfaat berenang terhadap tumbuh kembang anak.

Apakah terapi air sama dengan berenang? Terapi air meliputi gerakan/latihan saat berada di
dalam air yang suhu lebih hangat daripada suhu air di kolam renang biasa yaitu antara 35-360
C. Berenang adalah upaya mencegah tenggelam saat berada dalam air.10

Terkait hal di atas, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan pernyataan bahwa
pada bayi di bawah 1 tahun, tujuan berendam adalah sebatas memberikan kesenangan dan
meningkatkan ikatan antara bayi dan orangtua. Belajar berenang tidak direkomendasikan
untuk anak di bawah 1 tahun.11 Pada tahun 2000, AAP juga mengeluarkan rekomendasi
bahwa program renang pada anak sebaiknya dimulai setelah usia 4 tahun. Tanpa pelatihan
khusus, bayi umumnya memperlihatkan gerakan renang rudimenter, seperti dog paddle saat
berada dalam air. Namun, kemampuan berenang yang kompleks baru dapat dicapai ketika
perkembangan motor anak mencapai tahap usia 4-5 tahun. Apabila diajari berenang lebih
dini, waktu yang diperlukan untuk menguasai gerakan ternyata lebih lama dibandingkan
dengan anak yang dilatih berenang di atas usia 4 tahun.12

Bagi anak di bawah 3 tahun, World Aquatic Babies and Children Network merekomendasikan
bahwa pada saat berenang, orangtua harus ikut, dan menciptakan suasana yang gembira
bersama anak. Latihan berenang juga perlu didukung oleh pelatih yang penyayang, terlatih
secara khusus dan berpengalaman. Pelatih harus menguasai perkembangan anak, prosedur
keamanan dalam air dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Satu guru mengajari satu
anak. Orangtua harus melaporkan terlebih dahulu bila anaknya memiliki kondisi kesehatan
khusus, agar mendapat perhatian dan penanganan khusus bila diijinkan bergabung. Suhu air
yang dianjurkan adalah 31-340C. Lama latihan bagi pemula maksimal 30 menit. Dalam
latihan menahan napas, kepala anak hanya boleh berada di bawah permukaan air selama 1-3
detik, dan kurang dari 6 kali setiap latihan. 13

Kesimpulan

Secara umum, baby spa bermanfaat dalam menciptakan rasa senang dan meningkatkan ikatan
bayi dan orangtua. Pijat bayi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan, perkembangan dan
kesehatan bayi serta hubungan ibu-anak. Bukti pendahuluan menunjukkan terapi air atau
berenang bermanfaat dalam pertumbuhan dan perkembangan. Selain memperhatikan aspek
rekreasi bagi si kecil, aspek keamanan saat terapi air juga perlu diutamakan. Terapi air harus
dilakukan di bawah pengawasan orangtua dan pelatih berpengalaman. Namun, diperlukan
penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat terapi air/berenang pada bayi, apakah
memang diperlukan di samping pijat bayi, ataukah pijat bayi saja sudah cukup untuk
menggantikan seluruh manfaat terapi air/berenang. Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

Referensi

1. van Tubergen A, van der Linden S. A brief history of spa therapy. Ann Rheum
Dis.2002;61:273-5.

2. Leonard J. Exploring neonatal touch. The Wesleyan Journal of Psychology.2008;3:39-


27.

3. Field TM, Schanberg SM, Scafidi F, Bauer CR, Vega-Lahr N, Garcia R, et al. Tactile/
kinesthetic stimulation effects on preterm neonates. Pediatrics. 1986;77(5):654-8.

4. Kulkarni A, Kaushik JS, Gupta S, Sharma H, Agrawal RK. Massage and touch
therapy in neonates: the current evidence. Indian Pediatr. 2010;47(9):771-6.

5. Arora J, Kumar A, Ramji S. Effect of oil massage on growth and neurobehavior in


very low birth weight preterm neonates. Indian Pediatr.2005;42(11):1092-100.

6. Kelmanson IA, Adulas EI. Massage therapy and sleep behaviour in infants born with
low birth weight. Complement Ther Clin Pract 2006; 12: 200-205.

7. Lee HK. The effects of infant massage on weight, height, and mother-infant
interaction. Journal of Korean Academy of Nursing. 2006 Dec;36(8):1331-9.

8. Vignochi CM, Teixeira PP, Nader SS. Effect of aquatic physical therapy on pain and
state of sleep and wakefulness among stable preterm newborns in neonatal intensive
care units. Rev Bras Fisioter. 2010 May-Jun;14(3):214-20.

9. Dias JA, Manoel Ede J, Dias RB, Okazaki VH. Pilot study on infant swimming
classes and early motor development. Percept Mot Skills. 2013 Dec;117(3):950-5.

10. Arthritis Research UK. What is hydrotherapy. Diunduh dari:


http://www.arthritisresearchuk.org/arthritis-information/therapies/hydrotherapy/what-
is-hydrotherapy.aspx. Diakses 13 Juli 2015

11. American Academy of Pediatrics. Infant swimming. Diunduh


dari https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Infant-
Swimming-Video.aspx. Diakses 13 Juli 2015.

12. American Academy of Pediatrics, Committee on Sports Medicine and Fitness and
Committee on Injury and Poison Prevention. Swimming programs for infants and
toddlers. Pediatrics. 2000;105:868-70.
13. World Aquatic Babies & Children Network. Guidelines on Operation of Aquatic
Programsfor Children Under Three Years of Age. Diunduh dari
http://www.wabcswim.com /A08 Guidelines ForPrograms.htm. Diakses 19 Juli 2015.

Penulis:

Hartono Gunardi1, Jennie Sutantio2


1
Divisi Tumbuh Kembang & Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/
RSCM
2
Sekretariat Komite website IDAI