Anda di halaman 1dari 39

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat

ini di Bumi,[1][2][3] tetapi tidak di planet lain.[4] Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi.
Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil) tersedia di Bumi.[5] Air sebagian besar
terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung),
akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan
lautan es. Air dalam objek-objek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui
penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai,
muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.

Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara osmosis terbalik, yaitu
suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu
membran saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak
digunakan pada kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.

Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di Bumi, sejumlah besar
air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-
bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air).
Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga
wujudnya tersebut.[6] Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan
kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.[7] Indonesia telah
memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang
Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

Sifat-sifat kimia dan fisika


Air

Informasi dan sifat-sifat


Nama sistematis air
aqua, dihidrogen monoksida,
Nama alternatif
Hidrogen hidroksida
Rumus molekul H2O
Massa molar 18.0153 g/mol
0.998 g/cm (cariran pada 20 C)
Densitas dan fase
0.92 g/cm (padatan)
Titik lebur 0 C (273.15 K) (32 F)
Titik didih 100 C (373.15 K) (212 F)
Kalor jenis 4184 J/(kgK) (cairan pada 20 C)
Halaman data tambahan
Disclaimer and references
Artikel utama: Air (molekul)

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom
hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna,
tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and
temperatur 273,15 K (0 C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang
memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula,
asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi
normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip
dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya
berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat
bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan
klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas
pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen
membentuk fase berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif
ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor).

Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat daripada yang dilakukan
oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan
jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut
membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar
molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling
berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik
didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air
berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan
temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen
(H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).
Tingginya konsentrasi kapur terlarut membuat warna air dari Air Terjun Havasu terlihat
berwarna turquoise.

Berikut adalah tetapan fisik air pada temperatur tertentu [8]:

0o 20o 50o 100o

Massa jenis (g/cm3) 0.99987 0.99823 0.9981 0.9584

Panas jenis (kal/goC) 1.0074 0.9988 0.9985 1.0069

Kalor uap (kal/g) 597.3 586.0 569.0 539.0

Konduktivitas termal 1.52 1.63


1.39 103 1.40 103
(kal/cmsoC) 103 103

Tegangan permukaan (dyne/cm) 75.64 72.75 67.91 58.80

178.34 100.9 54.9 28.4


Laju viskositas (g/cms)
104 104 104 104

Tetapan dielektrik 87.825 80.8 69.725 55.355

Elektrolisis air
Artikel utama: Elektrolisis air

Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik.
Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katode, dua molekul air bereaksi dengan menangkap
dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidroksida (OH-). Sementara itu pada anode,
dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan
elektron ke katode. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali
beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan
sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada
elektrode dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan
hidrogen dan hidrogen peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar
kendaraan hidrogen.[9][10][11]

Kelarutan (solvasi)
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan
larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat "hidrofilik"
(pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan
minyak), disebut sebagai zat-zat "hidrofobik" (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air
ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik
(gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu
menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut
dan akan mengendap dalam air.

Butir-butir embun menempel pada jaring laba-laba.

Kohesi dan adhesi


Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah
muatan parsial negatif (-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak
digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (+) dekat atom hidrogen. Dalam air
hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen
yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan tarik" pada elektron-elektron
yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya
(juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di
sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom
hidrogen.

Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami ke-polar-annya.
Tegangan permukaan

Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat mekar
dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk
menenggelamkan bunga tersebut.

Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi
antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam
sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan
berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau
bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik
molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar
molekul air.

Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan
protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat
terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar permukaan-
permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu permukaan hidrofilik dalam arti
melepaskan lapisan yang terikat dengan kuat dari hidrasi air perlu dilakukan kerja
sungguh-sungguh melawan gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya
tersebut amat besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer atau
lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari secara ekstensif oleh V.
Adrian Parsegian dari National Institute of Health.[12] Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-
sel terdehidrasi saat bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di
luar sel (extracellular freezing).

Air dalam kehidupan


Kehidupan di dalam laut.

Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air
dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organik melakukan replikasi.
Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan
zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses
metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan
cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan
digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

Makhluk air
Artikel utama: Hidrobiologi

Perairan Bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama
di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia
seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi
menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya
hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi
sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama
para ikan.

Air dan manusia

Peradaban manusia berjaya mengikuti sumber air. Mesopotamia yang disebut sebagai awal
peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban Mesir Kuno bergantung
pada sungai Nil. Pusat-pusat manusia yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris,
New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya
sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan.
Air minum

Air yang diminum dari botol.

Penyaring air (water filter) portable untuk air minum rumah tangga, sekolah,
kantor, atau asrama.

Artikel utama: Air minum

Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.[13] Agar dapat
berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap
hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu,
kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan
cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa
manusia membutuhkan 810 gelas (sekitar dua liter) per hari,[14] namun hasil penelitian yang
diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi
sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh.[15]
Malah kadang-kadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan
dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya
menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada
cuaca yang panas.[16] Minum air putih memang menyehatkan, tetapi kalau berlebihan dapat
menyebabkan hiponatremia yaitu ketika natrium dalam darah menjadi terlalu encer.[17]

Pelarut
Pelarut digunakan sehari-hari untuk mencuci, contohnya mencuci tubuh manusia, pakaian,
lantai, mobil, makanan, dan hewan. Selain itu, limbah rumah tangga juga dibawa oleh air
melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai
pelarut.
Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan limbah. Mikroorganisme yang ada di
dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih
rendah.

Zona biologis
Air merupakan cairan singular, oleh karena kapasitasnya untuk membentuk jaringan molekul
3 dimensi dengan ikatan hidrogen yang mutual. Hal ini disebabkan karena setiap molekul air
mempunyai 4 muatan fraksional dengan arah tetrahedron, 2 muatan positif dari kedua atom
hidrogen dan dua muatan negatif dari atom oksigen.[18] Akibatnya, setiap molekul air dapat
membentuk 4 ikatan hidrogen dengan molekul disekitarnya. Sebagai contoh, sebuah atom
hidrogen yang terletak di antara dua atom oksigen, akan membentuk satu ikatan kovalen
dengan satu atom oksigen dan satu ikatan hidrogen dengan atom oksigen lainnya, seperti
yang terjadi pada es. Perubahan densitas molekul air akan berpengaruh pada kemampuannya
untuk melarutkan partikel. Oleh karena sifat muatan fraksional molekul, pada umumnya, air
merupakan zat pelarut yang baik untuk partikel bermuatan atau ion, namun tidak bagi
senyawa hidrokarbon.

Konsep tentang sel sebagai larutan yang terbalut membran, pertama kali dipelajari oleh
ilmuwan Rusia bernama Troschin pada tahun 1956. Pada monografnya, Problems of Cell
Permeability, tesis Troschin mengatakan bahwa partisi larutan yang terjadi antara lingkungan
intraseluler dan ekstraseluler tidak hanya ditentukan oleh permeabilitas membran, namun
terjadi akumulasi larutan tertentu di dalam protoplasma, sehingga membentuk larutan gel
yang berbeda dengan air murni.

Pada tahun 1962, Ling melalui monografnya, A physical theory of the living state,
mengutarakan bahwa air yang terkandung di dalam sel mengalami polarisasi menjadi lapisan-
lapisan yang menyelimuti permukaan protein dan merupakan pelarut yang buruk bagi ion.
Ion K+ diserap oleh sel normal, sebab gugus karboksil dari protein cenderung untuk menarik
K+ daripada ion Na+. Teori ini, dikenal sebagai hipotesis induksi-asosiasi juga mengutarakan
tidak adanya pompa kation, ATPase, yang terikat pada membran sel, dan distribusi semua
larutan ditentukan oleh kombinasi dari gaya tarik menarik antara masing-masing protein
dengan modifikasi sifat larutan air dalam sel. Hasil dari pengukuran NMR memang
menunjukkan penurunan mobilitas air di dalam sel namun dengan cepat terdifusi dengan
molekul air normal. Hal ini kemudian dikenal sebagai model two-fraction, fast-exchange.

Keberadaan pompa kation yang digerakkan oleh ATP pada membran sel, terus menjadi bahan
perdebatan, sejalan dengan perdebatan tentang karakteristik cairan di dalam sitoplasma dan
air normal pada umumnya. Argumentasi terkuat yang menentang teori mengenai jenis air
yang khusus di dalam sel, berasal dari kalangan ahli kimiawan fisis. Mereka berpendapat
bahwa air di dalam sel tidak mungkin berbeda dengan air normal, sehingga perubahan
struktur dan karakter air intraseluler juga akan dialami dengan air ekstraseluler. Pendapat ini
didasarkan pada pemikiran bahwa, meskipun jika pompa kation benar ada terikat pada
membran sel, pompa tersebut hanya menciptakan kesetimbangan osmotik seluler yang
memisahkan satu larutan dari larutan lain, namun tidak bagi air. Air dikatakan memiliki
kesetimbangan sendiri yang tidak dapat dibatasi oleh membran sel.

Para ahli lain yang berpendapat bahwa air di dalam sel sangat berbeda dengan air pada
umumnya. Air yang menjadi tidak bebas bergerak oleh karena pengaruh permukaan ionik,
disebut sebagai air berikat (bahasa Inggris: bound water), sedangkan air di luar jangkauan
pengaruh ion tersebut disebut air bebas (bahasa Inggris: bulk water).

Air berikat dapat segera melarutkan ion, oleh karena tiap jenis ion akan segera tertarik oleh
masing-masing muatan fraksional molekul air, sehingga kation dan anion dapat berada
berdekatan tanpa harus membentuk garam. Ion lebih mudah terhidrasi oleh air yang reaktif,
padat dengan ikatan lemah, daripada air inert tidak padat dengan daya ikat kuat. Hal ini
menciptakan zona air, sebagai contoh, kation kecil yang sangat terhidrasi akan cenderung
terakumulasi pada fase air yang lebih padat, sedangkan kation yang lebih besar akan
cenderung terakumulasi pada fase air yang lebih renggang, dan menciptakan partisi ion
seperti serial Hofmeister sebagai berikut:

Mg2+ > Ca2+ > H+ >> Na+

NH+ > Cs+ > Rb+ > K+

ATP3- >> ATP2- = ADP2- = HPO42-

I- > Br- > Cl- > H2PO4-

catatan

densitas air berikat semakin tinggi ke arah kanan.

Interaksi antara molekul air berikat dan gugus ionik diasumsikan terjadi pada rentang jarak
yang pendek, sehingga atom hidrogen terorientasi ke arah anion dan menghambat interaksi
antara populasi air berikat dengan air bebas. Orientasi molekul air berikat semakin terbatas
permukaan molekul polielektrolit bermuatan negatif antara lain DNA, RNA, asam hialorunat,
kondroitin sulfat, dan jenis biopolimer bermuatan lain. Energi elektrostatik antara molekul
biopolimer bermuatan sama yang berdesakan akan menciptakan gaya hidrasi yang
mendorong molekul air bebas keluar dari dalam sitoplasma.

Pada umumnya, konsenstrasi larutan polielektrolit yang cukup tinggi akan membentuk gel.
Misalnya gel agarose atau gel dari asam hialuronat yang mengandung 99,9% air dari total
berat gel. Tertahannya molekul air di dalam struktur kristal gel merupakan salah satu contoh
kecenderungan alami setiap komponen dari suatu sistem untuk bercampur dengan merata.
Molekul air dapat terlepas dari gel sebagai respon dari tekanan udara, peningkatan suhu atau
melalui mekanisme penguapan, namun dengan turunnya rasio kandungan air, daya ikat ionik
yang terjadi antara molekul zat terlarut yang menahan molekul air akan semakin kuat.
Meskipun demikian, pendekatan ionik seperti ini masih belum dapat menjelaskan beberapa
fenomena anomali larutan seperti,

perbedaan sifat air di dalam sitoplasma oosit hewan katak dengan air di
dalam inti sel dan air normal

turunnya koefisien difusi air di dalam Artemia cyst dibandingkan dengan


koefisien air yang sama pada gel agarose dan air normal

lebih rendahnya densitas air pada Artemia cyst dibandingkan air normal
pada suhu yang sama

anomali trimetilamina oksida pada jaringan otot

kedua kandungan air normal, dan air dengan koefisien partisi 1,5 yang
dimiliki mitokondria pada suhu 0-4 C

Fenomena anomali larutan ini dianggap terjadi pada rentang jarak jauh yang berada di luar
domain pendekatan ionik.

Energi pada molekul air menjadi tinggi ketika ikatan hidrogen yang dimiliki menjadi tidak
maksimal, seperti saat molekul air berada dekat dengan permukaan atau gugus hidrokarbon.
Senyawa hidrokarbon kemudian disebut bersifat hidrofobik sebab tidak membentuk ikatan
hidrogen dengan molekul air. Daya ikat hidrogen pada kondisi ini akan menembus beberapa
zona air dan partisi ion, sehingga dikatakan bahwa sebagai karakter air pada rentang jarak
jauh. Pada rentang ini, molekul garam seperti Na2SO4, sodium asetat dan sodium fosfat akan
memiliki kecenderungan untuk terurai menjadi kation Na+ dan anionnya.

Air dalam kesenian

"Ombak Besar Lepas Pantai Kanagawa." oleh Katsushika Hokusai, lukisan yang
sering digunakan sebagai pelukisan sebuah tsunami.

Artikel utama: Air dalam kesenian

Dalam seni air dipelajari dengan cara yang berbeda, ia disajikan sebagai suatu elemen
langsung, tidak langsung ataupun hanya sebagai simbol. Dengan didukung kemajuan
teknologi fungsi dan pemanfaatan air dalam seni mulai berubah, dari tadinya pelengkap ia
mulai merambat menjadi objek utama. Contoh seni yang terakhir ini, misalnya seni aliran
atau tetesan (sculpture liquid atau droplet art).[19]

Seni lukis
Pada zaman Renaisans dan sesudahnya air direpresentasikan lebih realistis. Banyak artis
menggambarkan air dalam bentuk pergerakan - sebuah aliran air atau sungai, sebuah lautan
yang turbulensi, atau bahkan air terjun - akan tetapi banyak juga dari mereka yang senang
dengan objek-objek air yang tenang, diam - danau, sungai yang hampir tak mengalir, dan
permukaan laut yang tak berombak. Dalam setiap kasus ini, air menentukan suasana (mood)
keseluruhan dari karya seni tersebut,[20] seperti misalnya dalam Birth of Venus (1486) karya
Botticelli[21] dan The Water Lilies (1897) karya Monet.[22]

Rivermasterz, memanfaatkan air sebagai elemen dalam foto.

Fotograf
Sejalan dengan kemajuan teknologi dalam seni, air mulai mengambil tempat dalam bidang
seni lain, misalnya dalam fotografi. walaupun ada air tidak memiliki arti khusus di sini dan
hanya berperan sebagai elemen pelengkap, akan tetapi ia dapat digunakan dalam hampir
semua cabang fotografi: mulai dari fasion sampai landsekap. Memotret air sebagai elemen
dalam objek membutuhkan penanganan khusus, mulai dari filter circular polarizer yang
berguna menghilangkan refleksi, sampai pemanfaatan teknik long exposure, suatu teknik
fotografi yang mengandalkan bukaan rana lambat untuk menciptakan efek lembut (soft) pada
permukaan air.[23]

Seni tetesan air


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Seni tetesan air

Keindahan tetesan air yang memecah permukaan air yang berada di bawahnya diabadikan
dengan berbagai sentuhan teknik dan rasa menjadikannya suatu karya seni yang indah, seperti
yang disajikan oleh Martin Waugh dalam karyanya Liquid Sculpture, suatu antologi yang
telah mendunia.[24]

Seni tetesan air tidak berhenti sampai di sini, dengan pemanfaatan teknik pengaturan terhadap
jatuhnya tetesan air yang malar, mereka dapat diubah sedemikian rupa sehingga tetesan-
tetesan tersebut sebagai satu kesatuan berfungsi sebagai suatu penampil (viewer) seperti
halnya tampilan komputer. Dengan mengatur-atur ukuran dan jumlah tetesan yang akan
dilewatkan, dapat sebuah gambar ditampilkan oleh tetesan-tetesan air yang jatuh. Sayangnya
gambar ini hanya bersifat sementara, sampai titik yang dimaksud jatuh mencapai bagian
bawah penampil.[25] Komersialisasi karya jenis ini pun dalam bentuk resolusi yang lebih kasar
telah banyak dilakukan.[26][27]

Referensi

Artikel Referensi

1. ^ (Inggris) Philip Ball, Water and life: Seeking the solution, Nature
436, 1084-1085 (25 August 2005) | doi:10.1038/4361084a

2. ^ (Inggris) Water - The Essential Substance, Experimental Lakes


Area, University of Manitoba

3. ^ What are the Essential Ingredients of Life?, Natural History


Museum, California Academy of Sciences

4. ^ (Inggris) Steven A Benner, Water is not an essential ingredient


for Life, scientists now claim, SpaceRef.com, uplink.space.com

5. ^ (Inggris) http://www.unep.org/vitalwater/01.htm

6. ^ (Inggris) Peter Tyson, Life's Little Essential, NOVA, Origins, July


2004

7. ^ (Inggris) H.E. Msgr. Renato R. Martino, Water, an Essential


Element of Life, A Contribution of the Delegation of the Holy See on the
Occasion of the third World Water Forum, Kyoto, Japan, 16th-23rd March
2003

8. ^ Sosrodarsono S, Takeda K. 1976. Hidrologi Untuk Pengairan.


Jakarta: Pradnya Paramita

9. ^ (Inggris) Michael Kwan, Prototype car runs 100 miles on four


ounces of water as fuel, Mobile Magazine Thursday June 1, 2006 6:41 AM
PDT

10. ^ (Inggris) Fuel from "Burning Water", KeelyNet 01/09/02

11. ^ (Inggris) Hydrogen Technologies

12. ^ Physical Forces Organizing Biomolecules (PDF)

13. ^ Re: What percentage of the human body is composed of water?


Jeffrey Utz, M.D., The MadSci Network

14. ^ "Healthy Water Living". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-
24. Diakses tanggal 1 February.
15. ^ "Lots of water 'is little benefit'". Diakses tanggal 6 April.

16. ^ Rhoades RA, Tanner GA (2003). Medical Physiology (2nd ed. ed.).
Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 0781719364.

17. ^ Apakah Anda Terlalu Banyak Minum Air?

18. ^ (Inggris)"Role of Water in Some Biological Processes" (pdf).


Department of Medicine, University of Auckland School of Medicine;
PHILIPPA M. WIGGINS. Diakses tanggal 2010-11-09.

19. ^ (Italia) Lucio V. Mandarini, "Liquide sculture", FotoCult,


Novembre 2006, pagina 60-65

20. ^ (Inggris) Chris Witcombe, Water in Art, H2O - The Mystery, Art,
and Science of Water, art.html, 21.03.2007 13:32:20

21. ^ (Inggris) Birth of Venus (1486), Water in art, Water Institute -


Nestl Waters M.T. 2005

22. ^ (Inggris) The Water Lilies cycle by Monet, Water in art, Water
Institute - Nestl Waters M.T. 2005

23. ^ (Indonesia) Email Arief Setiawan kepada Nein Arimasen, Wed,


21 Mar 2007 09:04:07 +0700 (WIT). Arief Setiawan adalah seorang
fotografer.

24. ^ Martin Waugh, Liquid Sculpture, 2007; video DivX

25. ^ (Inggris) Water Droplet Art, Twiddly Bits, August 23rd, 2005 at
9:07 pm, (Jerman) Bitfall Simulation kriegte 50% Realitt, Auszeichnung
fr Innovation und Technik - Kunstfrderpreis der Stadtwerke Halle und
Leipzig, Halle, 2004

26. ^ (Inggris) Jeep waterfall - DIY version?

27. ^ (Inggris) Pictures and Video, Pevnick Design Inc.

Referensi umum

1. Pengertian Air

Pengertian air menurut Para Ahli :

Sitanala Arsyad : Air adalah senyawa gabungan antara dua atom hydrogen dan satu
atom oksigen menjadi H2
Effendi : Air adalah salah satu sumber energy

Robert J. Kodoatie : Air merupakan material yang membuat kehidupan terjadi di


bumi.

Roestam Sjarief : Air merupakan zat yang paling esensial dibutuhkan oleh makhluk
hidup.

Sayyid Quthb : Air adalah dasar dari suatu kehidupan dan merupakan satu unsur yang
dibutuhkan dalam kehidupan hingga manusia pun sangat menantikan kedatangannya.

Eko Budi Kuncoro : Air merupakan suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri atas 2
atom hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O). Air mempunyai ikatan Hidrogen yang
cenderung bersatu padu untuk menentang kekuatan dari luar yang akan memecahkan
ikatan-ikatan ini.

Bambang Agus Murtidjo: Air merupakan substansi yang mempunya ikeistimewaan


sebagai penghantar panas yang sangat baik, sehingga air di dalam tubuh lebih penting
dari makanan

Air adalahsenyawa yang pentingbagisemuabentukkehidupan di Bumi,.Air menutupihampir


71% permukaanBumi.Terdapat 1,4triliunkilometerkubik (330 juta mil) tersedia di Bumi. Air
sebagianbesarterdapat di laut (air asin) danpadalapisan-lapisanes (di kutubdanpuncak-
puncakgunung), akantetapijugadapathadirsebagaiawan, hujan, sungai, muka air tawar, danau,
uap air, danlautanes. Air dalamobyek-obyektersebutbergerakmengikutisuatusiklus air, yaitu:
melaluipenguapan, hujan, danaliran air di ataspermukaantanah (runoff, meliputimata air,
sungai, muara) menujulaut. Air bersihpentingbagikehidupanmanusia.

2. Sifat-Sifat Air

Air merupakan zat esensial bagi kehidupan. Adapun sifat-sifat yang dimiliki oleh air yaitu:

Air

Dengan rumus kimia H2O adalah benda tak berbau, tak berwarna dan tak berasa.

Air mengalirdaritempat yang tinggimenujupermukaanrendah.

Air Mengalirdaritempat yang tinggimenujupermukaanrendahmerupakansalahsatusifatdari air,


Sedangkanuntukcontohpenerapandalamkehidupansehari-hariadalahsebagiberikut, Tandon air
dibuatlebihtinggidaripipa air, atapdibuat miring agar air dapatmengalirdarigentingkebawah,
saluranirigasidibuat miring agar air dapatmengalirdenganlancar.

Air memberitekanan

Air memberitekananmaksudnya air


akanmemberikantekanankesegalaarahapabilaadasuatulubangdisetiapwadahairnya,
Contohnyaalatpenyiramtanaman, air akanmenekankesegalaarahmelaluilubang air,
Sedangkantekanan yang diberikanoleh air bisaberagamtergantungdariletaklubangnya.
Kapilaritas

Kapilaritasadalahkemampuanzatcairuntukmeresapmelaluicelah-celahkecil.ContohnyaKain
yang dicelupkansebagianpadabak yang diisi air, kainakanmenyerap air
karenakainmemilikicelah-celahkecil, kertastisu yang digunakanuntukmenyerapkeringatdan
air. Sedangkancontohuntukbahan yang tidakdapatdiserap air adalahplastikdanAlumunium foil
keduabendaitusangatkedapterhadap air sehingga proseskapilaritastidakbisaberlaku.

BentukPermukaan air selalutenangdandatar

Bentukpermukaan air selalutenangdandatarcontohnyajikakitamenuangkan air kedalam ember


makakedudukan air akandatar, begitu pula jika ember di miringkanmakakedudukan air
tetapdatar. Water pas adalahcontohdariprinsipbahwabentukpermukaan air
selalutenangdandatar.

Melarutkan Benda tertentu

Zatcairmelarutkanbendatertentucontohnyagaram, gula, dapatdilarutkanoleh air,


sedangkancontohzat yang tidakbisalarutdalamcairadalahtanah, pasirdanminyak.Fakor yang
mempengaruhisuatupelarutanbendaadalahsuhu air yang
tinggiakanlebihcepatmelarutkandaripadasuhu air yang rendah, Kecepatanmengaduk,
mengadukdengancepatakanlebihcepat pula bendalarut, Anomali air dimanapadasuhu 4 derajat
C volum air menyusutsampaiterkecilnamunbilasuhuditurunkankebawah 4 derajat C
makavolumenyabertambah.

Berubahbentuksesuaipadatempatnya

Air akanberubah-ubahbentuksesuaidenganwadah yangditempatinya. Contoh: apabila air


ditempatkanpadabotolmakabentuknyaakansepertibotol.

Air mempunyaiberat

Air memilikiberat. Contohnyaapabilasebuah ember yang kosongdiisi air hinggapenuhmaka,


apabila ember tersebutdiangkatakanterasaberat.
Contoh: apabila ember diisi air lalu kita angkat, maka ember akan terasa berat.

Air dapatberubahwujud

Air memilikisifatdapatberubahwujud. Contohnyadalampembuatanesbatu, air yang


dibungkuskantongplastiklalu di masukankedalamkullkasataupendinginmaka air tersebut lama
kelamaanakanberubahwujuddaricairmenjadipadat.

Dapat mengalami elektrolisis

Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur dasar dengan denagn mengalirkan arus listrik.
Proses ini dikenal dengan elektrolisis, yaitu penguraian dua atom hidrogen penerima elektron
dan membentuk gas H2 pada katoda, sementara empat ino OH bergabung dan membentuk
gas O2 (oksigen) pada anoda. Gas-gas ini membentuk buih dan bisa dikumpulkan.
Molekul air adalah dwi kutub

Molekul air terdiri dari dua atom hidrogen bergabung dengan satu atom oksigen pada sudut
105o. Muatan positif disebelah atom hidrogen dan negatif diselah atom oksigen.

3. Distribusi air di alam

Manusia pada hakikatnya hidup di planet air, sebab 70% permukaan bumi dikelilingi oleh air.
Air terdapat dilapisan bumi yang disebut hidrosfer. Kandungan air di hidrosfer diguga
mencapai 1,41018 ton. Sebagian besar yaitu 98% berupa benda cair (1,356 x 109 km3),
selebihnya berwujud gas sebanyak 0,001% (1,300 x 104 km3) dan berwujud air beku sebanyak
97,4% (1,348 x 109 km3) .

Estimasi distribusi air bersih di bumi.

Presentase dari Presentase dari


Volume air tawar Volume air asin
Sumber air seluruh air seluruh air
(mm3) dan es (mm3)
bersih dibumi
Danau, Rawa 24.600 102.500 0,290% 0,0080%
Sungai 509 2.120 0,006% 0,0002%
Total air bersih 8.404.000 35.030.000 100,00% 2,5000%
Total air di bumi 332.500.000 1.386.000.000 100,000%

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah aiir tawar dibumi sangat sedikit jik
dibandingkan dengan air asin dan es.

4. Sumber Air di Alam

Laut

Adalah kumpulan air asin yang luas dan beruhbungan dengan samudra. Air di laut merupakan
campuran dari 96,5% air murnidan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas
terlarut, bahan-bahan oragik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air
alutditentukan oleh 96,5% air murni. Laut merupakan stok air terbesar di alam.

Danau

Danau adalah salah satu bentuk ekosistem yang menempati daerah yang relatif kecil pada
permukaan bumi dibandingkan dengan habitat laut dan daratan.

Fungsi danau :

1. Sumber plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang bahan genetik.

2. Tempat berlangsungnya siklus hidup jenis flora/fauna yang penting.

3. Sumber air yang dapat langsung digunakan.

4. Penghasil energi melalui PLTA.


5. Tempat penyimpanan kelebihan air yang berasal dari air hujan dsb.

Sungai

Setiap tetes air hujan yang jatuh ketanah merupakan pukulan-pukulan kecil ke tanah. Pukulan
air ini memecahka tanah yang lunak sampai batu yang keras. Partikel pcahan itu kemudian
mengalir menjadi lumpur, dan lumpur enutupi pori-pori tanah sehingga menghalangi air
hujan yang akan meresap kedalam tanah. Dengan demikian semakin banyak air yang
mengalir di permukaan tanah.

Aliran permukaan tanah ini kemudian membawa batu dari bongkahan lainnya, yang akan
semakin meperkuat gerusan pada tanah. Gerusan ini menjadi alur kecil kemudian membentuk
parit kecil lalu menjadi anak sungai. Dan kumpulan anak sungai akan menjadi sungai.

Air bawah Tanah

Lebih dari 98% dari semua air didaratan tersembunyi di bawah permukaan tanah dalam pori-
pori batuan dan bahan-bahan butiran. Sisanya 2% terlihat sebagai air disungai, dana, dan
reservoir.

Air di atmosfer

Air terdapat sampai pada ketinggian 12.000 hingga 14.000 meter, dalam jumlah yang
kisarannya mulai dari nol diatas beberapa gunung serta gurun sampai 4% diatas samudra dan
laut..bila seluruh uap berkondensasi atau mngembun menjadi cairan maka seluruh permukaan
bumi akan tertutup dengan curah hujan kira-kira sebanyak 2,5 cm. Air di amosfer dalam tiga
bentuk yaitu dalam bentuk uap yang tak kasat mata, dalam bentuk butir cairan dan hablur es.

5. Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan
kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presivitasi, evaporasi, dan transpirasi. Matahari
sebagai sumber energi merupakan motor pengggerak utama terjadinya siklus hidrologi.

Evaporasi/Transpirasi

Air yang ada dilaut, di daratan, disungai ditanaman dan sebgainya kemudian akan menguap
ke angkasa (atmosfer) dan kemudian aka menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan)
itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk
hujan, salju, es. Ketika air dipanaskan oleh sinar matahari, permukaan molekul-molekul air
memiliki cukup energi untukmelepaskan ikatan olekul air tersebut kemudian terlepas dan
mengembang sebagai uap air ang tidak terlihat di atmosfir.proses semuanya itu disebut
evapotranspirasi. Setiap harinya tanaman akan melepaskan air 5 samapi 10 kali ebanyak air
yang dapat ditahan.

Infiltrasi/ Perlokasi ke Dalam Tanah

Air bergerak kedalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka
air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau
horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air
permukaan.

Air Permukaan

Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai
lahan dan makin sedikit pori-pori tanah maka aliran permukaan semakin besar. Alira
permkaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu
sama lain dan membentuk sungai utama yan membawa seluruh air permukaan di sekitar
daerah aliran sungai menuju laut.

6. Manfaat Air Bagi Kehidupan

1. Bidang kesehatan

Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh

Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang
tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat Anda bekerja.

Tahan lapar

Dapat memanfaatkan efek rasa kenyang dari minum air untuk mencegah makan berlebihan.

Mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit


Para peneliti saat ini meyakini bahwa air dapat berperan aktif dalam mengurangi
resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker
kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat pula
menghindari sembelit.

Melawan masuk angin atau pilek

Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan akan melemah apabila dehidrasi
(kekurangan air). Air juga dapat berfungsi sebagai ekspektoran yang efektif untuk
mengurangi batuk.

Sedangkan Fungsi Air yang utama adalah :

Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak.Melarutkan dan
membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang
membutuhkan.Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh
kita. Katalisator dalam metabolisme tubuh.Pelumas bagi sendi-sendi.Menstabilkan suhu
tubuh. Meredam benturan bagi organ vital.

1. Bidang pertanian

Memberi pengairan pada sawah atau ladang.

Penyuplai cairan tumbuhan-tumbuhan.


3. Bidang industri

Digunakan sebagai bahan baku suatu perindustrian.

4. Bidang pariwisata

Pantai, laut, dan danau banyak yang dijadikan obyek wisata

1. Rumah tangga

Air digunakan untuk MCK.

Digunakan untuk dikonsumsi.

Untuk mencuci baju, piring, dll

1. Penghasil energi listrik

Pembangunan kincir air yang memanfaatkan pergerakan aliran air untuk


menggerakkan turbin, sehingga dapat menghasilkan energi listrik sebagai energi
alternatif selain nuklir yang biasa digunakan masyarakat selama ini

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Air merupakan zat esensial bagi semua makhluk hidup. Ketersediaan air tawar di alam sangat
terbatas, sementara penggunananya sangat banyak. Air memiliki sifat kimia dan sifat fisika
yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Lautan merupakan sumber
utama air dibumi, amun tidak dapat digunakan secara langsug. Distribusi air darat melalui
keberadaan danau, sungai, dan air tanah. Ai memilik banyak manfaat bagi manusia.

1. Saran

Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Air yang bermacam-macam jenisnya itu harus kita
jaga dan kita gunakan sebagaimana mestinya agar kebutuhan manusia akan air yang banyak
dapat tercukupi. Kita pun harus memperlakukan air dengan baik, karena air cerminan dari
kepribadian kita. Jika kita berlaku baik terhadap air, maka air yang kita konsumsi pun akan
menyehatkan.Perlakuan yang baik pada alam dan air akan memberikan dampak positif bagi
diri manusia sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjoko, dkk.2010.Pendidikan Lingkungan Hidup.Jakarta:Universitas Terbuka.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Air

2.1.1. Pengertian Air

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk

hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa

lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air

minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu

sendiri. Kehilangan air untuk 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian

yang diakibatkan oleh dehidrasi. Karenanya orang dewasa perlu meminum minimal

sebanyak 1,5 2 liter air sehari untuk keseimbangan dalam tubuh dan membantu

proses metabolisme (Slamet, 2007 ). Di dalam tubuh manusia, air diperlukan untuk

transportasi zat zat makanan dalam bentuk larutan dan melarutkan berbagai jenis

zat yang diperlukan tubuh. Misalnya untuk melarutkan oksigen sebelum memasuki

pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli (Mulia, 2005).

2.1.2. Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi merupakan suatu fenomena alam. Hidrologi sendiri

merupakan suatu ilmu yang mempelajari siklus air pada semua tahapan yang

dilaluinya (Chandra, 2006).

Menurut Sutrisno (2004) dalam buku Teknologi Penyediaan Air Bersih, jumlah

air di alam ini tetap ada dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan siklus hidrologi.

Dalam siklus ini dengan adanya penyinaran matahari, maka semua air yang ada di

permukaan bumi akan menguap. Penguapan terjadi pada air permukaan, air yang

Universitas Sumatera Utara

berada pada lapisan tanah bagian atas, air yang ada di dalam tumbuhan , hewan, dan

manusia. Karena adanya angin, maka uap air ini akan bersatu dan berada di tempat
yang tinggi yang sering dikenal dengan nama awan. Oleh angin, awan ini akan

terbawa makin lama makin tinggi dimana temperatur di atas makin rendah, yang

menyebabkan titik titik air dan jatuh ke bumi sebagai hujan. Air hujan ini ada yang

mengalir langsung masuk ke dalam air permukaan (run-off), ada yang meresap ke

dalam tanah (perkolasi) dan menjadi air tanah yang dangkal maupun yang dalam,

dan ada yang diserap oleh tumbuhan. Air tanah dalam akan timbul ke permukaan

sebagi mata air dan menjadi air permukaan. Air permukaan yang mengalir di

permukaan bumi, umumnya berbentuk sungai-sungai dan jika melalui suatu tempat

rendah (cekung) maka air akan berkumpul, membentuk suatu danau atau telaga.

Tetapi banyak diantaranya yang mengalir ke laut kembali dan kemudian akan

mengikuti siklus hidrologi ini.

2.1.3. Sumber Air di Alam

Sumber air di alam terdiri atas air laut, air atmosfir (air metereologik), air

permukaan, dan air tanah (Sutrisno, 2004).

1. Air Laut Air laut mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl. Kadar garam

NaCl dalam air laut tidak memenuhi syarat untuk air minum.

2. Air Atmosfir, Air Meteriologik

Dalam kehidupan sehari-hari air ini dikenal sebagai air hujan. Dapat terjadi

pengotoran dengan adanya pengotoran udara yang disebabkan oleh kotoran kotoran

industri/debu dan lain sebagainya tatapi dalam keadaan murni sangat bersih,.

Universitas Sumatera Utara

Sehingga untuk menjadikan air hujan sebagai sumber air minum hendaknya tidak

menampung air hujan pada saat hujan baru turun, karena masih mengandung banyak

kotoran. Selain itu air hujan memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa

penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya
korosi (karatan). Disamping itu air hujan ini mempunyai sifat lunak sehingga akan

boros terhadap pemakaian sabun.

3. Air Permukaan Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan Lingkungan, air

permukaan merupakan salah satu sumber penting bahan baku air bersih. Faktor-

faktor yang harus diperhatikan, antara lain :

a. Mutu atau kualitas baku

b. Jumlah atau kuantitasnya

c. Kontinuitasnya

Air permukaan seringkali merupakan sumber air yang paling tercemar, baik

karena kegiatan manusia, fauna, flora, dan zat-zat lainnya. Air permukaan meliputi :

a. Air Sungai

Air sungai memiliki derajat pengotoran yang tinggi sekali. Hal ini karena

selama pengalirannnya mendapat pengotoran, misalnya oleh lumpur, batang-batang

kayu, daun-daun, kotoran industri kota dan sebagainya. Oleh karena itu dalam

penggunaannya sebagai air minum haruslah mengalami suatu pengolahan yang

sempurna.

Universitas Sumatera Utara

b. Air Rawa

Kebanyakan air rawa berwarna kuning coklat yang disebabkan oleh adanya

zat zat organis yang telah membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air.

Dengan adanya pembusukan kadar zat organis yang tinggi tersebut, maka umumnya

kadar mangan (Mn) akan tinggi pula dan dalam keadaan kelarutan O2 kurang sekali

(anaerob), maka unsur-unsur mangan (Mn) ini akan larut.

4. Air Tanah Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan lingkungan , air

tanah merupakan sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap
ke dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah. Sebelum mencapai lapisan tempat air

tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya

kesadahan pada air. Kesadahan pada air ini akan menyebabkan air mengandung zat

zat mineral dalam konsentrasi. Zat-zat mineral tersebut antara lain kalsium,

magnesium, dan logam berat seperti besi dan mangan.

a. Air Tanah Dangkal

Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan

tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air

tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang

terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu

untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan.

Disamping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada

muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang

Universitas Sumatera Utara

akan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan

untuk sumber air minum melaui sumur-sumur dangkal.

b. Air Tanah Dalam

Air tanah dalam dikenal juga dengan air artesis. Air ini terdapat diantara dua

lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan

akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara

alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata

air artesis. Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam

hal ini harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu

kedalaman (biasanya antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air.

Jika tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar dan dalam
keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur artesis. Jika air tidak dapat ke luar

dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah

dalam ini.

c. Mata Air

Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan

tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim

dan kualitas/ kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam. Berdasarkan keluarnya

(munculnya ke permukaan tanah) mata air dapat dibedakan atas :

a. Mata Air Rembesan, yaitu mata air yang airnya keluar dari lereng-lereng,

b. Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan pada suatu dataran.

Universitas Sumatera Utara

2.1.4. Pemanfaatan Air

Pemanfaatan air untuk berbagai keperluan adalah :

1. Untuk keperluan air minum.

2. Untuk kebutuhan rumah tangga I (cuci pakaian, cuci alat dapur, dan lain

lain).

3. Untuk kebutuhan rumah tangga II (gelontor, siram-siram halaman)

4. Untuk konservasi sumber baku PAM.

5. Taman rekreasi (tempat-tempat pemandian, tempat cuci tangan).

6. Pusat perbelanjaan (khususnya untuk kebutuhan yang dikaitkan dengan

proses kegiatan bahan-bahan/ minuman, WC dan lain-lain).

7. Perindustrian I (untuk bahan baku yang langsung dikaitkan dalam proses

membuat makanan, minuman seperti the botol, coca cola, perusahaan roti

dan lain-lain).

8. Pertanian/ irigasi
9. Perikanan.

10. Lain-lain.

Menurut Alamsyah (2007), manfaat air bagi tubuh manusia adalah :

1. Membantu proses pencernaan

2. Mengatur proses metabolisme

3. Mengangkut zat-zat makanan

4. Menjaga keseimbangan suhu tubuh

Universitas Sumatera Utara

2.1.5. Pengertian Air Bersih dan Air Minum

Berdasarkan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat

syarat pengawasan kualitas air, air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi

syarat dan dapat diminum langsung. Air bersih adalah air yang digunakan untuk

keperluan sehari-hari yang kualitsanya memenuhi syarat kesehatan dan dapat

diminum apabila telah dimasak.

2.1.6. Syarat Air Bersih

Pemenuhan kebutuhan akan air bersih haruslah memenuhi dua syarat yaitu

kuantitas dan kualitas (Depkes RI, 2005).

1. Syarat Kuantitas Kebutuhan masyarakat terhadap air bervariasi dan bergantung pada
keadaan

iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat ( Chandra, 2006). Konsumsi air

bersih di perkotaan Indonesia berdasarkan keperluan rumah tangga, diperkirakan

sebanyak 138,5 liter/orang/hari dengan perincian yaitu untuk mandi,cuci, kakus 12

liter, minum 2 liter, cuci pakaian 10,7 liter, kebersihan rumah 31,4 liter, taman 11,8

liter, cuci kendaraan 21,8 liter, wudhu 16,2 liter, lain-lain 33,3 liter (Slamet, 2007).

2. Syarat Kualitas Syarat kualitas meliputi parameter fisik, kimia, radioaktivitas, dan

mikrobiologis yang memenuhi syarat kesehatan menurut Peraturan Menteri


Kesehatan RI Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan

Pengawasan Kualitas Air (Slamet, 2007).

Universitas Sumatera Utara

a. Parameter Fisik

Air yang memenuhi persyaratan fisik adalah air yang tidak berbau, tidak

berasa, tidak berwarna, tidak keruh atau jernih, dan dengan suhu sebaiknya dibawah

suhu udara sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa nyaman, dan jumlah zat

padat terlarut (TDS) yang rendah.

i. Bau

Air yang berbau selain tidak estetis juga tidak akan disukai oleh masyarakat.

Bau air dapat memberi petunjuk akan kualitas air.

ii. Rasa

Air yang bersih biasanya tidak memberi rasa/tawar. Air yang tidak tawar

dapat menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan.

iii. Warna

Air sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk mencegah

keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme yang berwarna.

Warna dapat disebabkan adanya tannin dan asam humat yang terdapat secara

alamiah di air rawa, berwarna kuning muda, menyerupai urin, oleh karenanya

orang tidak mau menggunakannya. Selain itu, zat organik ini bila terkena khlor

dapat membentuk senyawa-senyawa khloroform yang beracun. Warna pun dapat

berasal dari buangan industri.

iv. Kekeruhan

Kekeruhan air disebabkan oleh zat padat yang tersuspensi, baik yang bersifat

anorganik maupun yang organik. Zat anorganik, biasanya berasal dari lapukan
Universitas Sumatera Utara

batuan dan logam, sedangkan yang organik dapat berasal dari lapukan tanaman

atau hewan. Buangan industri dapat juga merupakan sumber kekeruhan.

v. Suhu

Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan

zat kimia yang ada pada saluran/pipa yang dapat membahayakan kesehatan,

menghambat reaksi-reaksi biokimia didalam saluran/pipa, mikroorganisme

patogen tidak mudah berkembang biak, dan bila diminum air dapat

menghilangkan dahaga.

vi. Jumlah Zat Padat Terlarut

Jumlah zat padat terlarut (TDS) biasanya terdiri atas zat organik, garam

anorganik, dan gas terlarut. Bila TDS bertambah maka kesadahan akan naik pula.

Selanjutnya, efek TDS ataupun kesadahan terhadap kesehatan tergantung pada

spesies kimia penyebab masalah tersebut.

b. Parameter Mikrobiologis

Sumber- sumber air di alam pada umumnya mengandung bakteri. Jumlah dan

jenis bakteri berbeda sesuai dengan tempat dan kondisi yang mempengaruhinya. Oleh

karena itu air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari harus bebas dari bakteri

patogen. Bakteri golongan coli tidak merupakan bakteri golongan patogen, namum

bakteri ini merupakan indikator dari pencemaran air oleh bakteri patogen.

c. Parameter Radioaktivitas

Dari segi parameter radioaktivitas, apapun bentuk radioaktivitas efeknya

adalah sama, yakni menimbulkan kerusakan pada sel yang terpapar. Kerusakan dapat

berupa kematian, dan perubahan komposisi genetik. Kematian sel dapat diganti

Universitas Sumatera Utara


kembali apabila sel dapat beregenerasi dan apabila tidak seluruh sel mati. Perubahan

genetis dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker dan mutasi.

d. Parameter Kimia

Dari segi parameter kimia, air yang baik adalah air yang tidak tercemar secara

berlebihan oleh zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan antara lain air raksa

(Hg), alumunium (Al), arsen (As), barium (Ba), besi (Fe), flourida (F), tembaga (Cu),

derajat keasaman (pH), dan zat kimia lainnya. Kandungan zat kimia dalam air bersih

yang digunakan sehari-hari hendaknya tidak melebihi kadar maksimum yang

diperbolehkan seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor

416/Menkes/Per/IX/1990. Penggunaan air yang mengandung bahan kimia beracun

dan zat-zat kimia yang melebihi ambang batas berakibat tidak baik bagi kesehatan

dan material yang digunakan manusia, contohnya antara lain sebagai berikut :

i. pH

Air sebaiknya tidak asam dan tidak basa (netral) untuk mencegah terjadinya

pelarutan logam berat dan korosi jaringan distribusi air. pH yang dianjurkan untuk

air bersih adalah 6,5 9.

ii. Besi (Fe)

Kadar besi (Fe) yang melebihi ambang batas (1,0 mg/l) menyebabkan

berkurangnya fungsi paru-paru dan menimbulkan rasa, warna (kuning),

pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi, dan kekeruhan.

iii. Klorida

Klorida adalah senyawa halogen klor (Cl). Dalam jumlah banyak, klor (Cl)

akan menimbulkan rasa asin, korosi pada pipa sistem penyediaan air panas.

Universitas Sumatera Utara

Sebagai desinfektan, residu klor (Cl) di dalam penyediaan air sengaja dipelihara,
tetapi klor (Cl) ini dapat terikat pada senyawa organic dan membentuk halogen

hidrokarbon (Cl-HC) banyak diantaranya dikenal sebagai senyawa-senyawa

karsinogenik. Kadar maksimum klorida yang diperbolehkan dalam air bersih

adalah 600 mg/l.

iv. Tembaga (Cu)

Tembaga (Cu) sebetulnya diperlukan bagi perkembangan tubuh manusia.

Tetapi, dalam dosis tinggi dapat menyebabkan gejala GI, SSP, ginjal, hati;

muntaber, pusing kepala, lemah, anemia, kramp, konvulsi, shock, koma dan dapat

meninggal. Dalam dosis rendah menimbulkan rasa kesat, warna, dan korosi pada

pipa, sambungan, dan peralatan dapur.

v. Mangan (Mn)

Mangan (Mn) adalah metal kelabu-kemerahan. Keracunan seringkali

bersifat khronis sebagai akibat inhalasi debu dan uap logam. Gejala yang timbul

berupa gejala susunan syaraf: insomnia, kemudian lemah pada kaki dan otot

muka sehingga ekspresi muka menjadi beku dan muka tampak seperti topeng

(mask). Bila pemaparan berlanjut maka bicaranya melambat dan monoton, terjadi

hyperrefleksi, clonus pada patella dan tumit, dan berjalan seperti penderita

parkinsonism.

vi. Seng (Zn)

Di dalam air minum akan menimbulkan rasa kesat dan dapat menyebakan

gejala muntaber. Seng (Zn) menyebabkan warna air menjadi opalescent dan bila

Universitas Sumatera Utara

dimasak akan timbul endapan seperti pasir. Kadar maksimum seng (Zn) yang

diperbolehkan dalam air bersih adalah 15 mg/l.

2.2. Mangan (Mn)


2.2.1. Karakteristik Mangan (Mn)

Mangan merupakan unsur logam yang termasuk golongan VII, dengan berat atom 54,93, titik
lebur 12470C, dan titik didihnya 20320C (BPPT, 2004). Menurut

Slamet (2007) mangan (Mn) adalah metal kelabu-kemerahan. Di alam jarang sekali

dalam keadaan unsur. Umumnya berada dalam keadaan senyawa dengan berbagai

macam valensi. Di dalam hubungannya dengan kualitas air yang sering dijumpai

adalah senyawa mangan dengan valensi 2, valensi 4, dan valensi 6. Di dalam air

minum mangan (Mn) menimbulkan rasa, warna (coklat/ungu/hitam), dan kekeruhan.

2.2.2. Dampak Mangan (Mn) terhadap Kesehatan

Dalam jumlah yang kecil (< 0,5 mg/l) , mangan (Mn) dalam air tidak

menimbulkan gangguan kesehatan, melainkan bermanfaat dalam menjaga kesehatan

otak dan tulang, berperan dalam pertumbuhan rambut dan kuku, serta membantu

menghasilkan enzim untuk metabolisme tubuh untuk mengubah karbohidrat dan

protein membentuk energi yang akan digunakan. Mangan tersebar di seluruh jaringan

tubuh. Konsentrasi mangan tertinggi terdapat di hati, kelenjar tiroid, ptuitari,

pankreas, ginjal, dan tulang. Jumlah total mangan pada laki-laki yang memiliki berat

70 kg sekitar 12-20 mg. Jumlah pemasukan harian sampai saat ini belum dapat

ditentukan secara pasti, meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa

jumlah minimal sekitar 2,5 hingga 7 mg mangan per hari dapat mencukupi kebutuhan

manusia (Anonimous, 2010).

Universitas Sumatera Utara

Tetapi dalam jumlah yang besar (> 0,5 mg/l) , mangan (Mn) dalam air minum

bersifat neurotoksik. Gejala yang timbul berupa gejala susunan syaraf : insomnia,

kemudian lemah pada kaki dan otot muka sehingga ekspresi muka menjadi beku dan

muka tampak seperti topeng/mask ( Slamet, 2007).

2.2.3. Teknologi Penurunan Kadar Mangan (Mn) dalam Air Bersih


Di dalam sistem air alami pada kondisi reduksi, mangan (Mn) pada umumnya

mempunyai valensi dua yang larut dalam air. Oleh karena itu, dalam sistem

pengolahan air senyawa mangan valensi dua tersebut dengan berbagai cara oksidasi

diubah menjadi senyawa yang mempunyai valensi yang lebih tinggi yang tidak larut

dalam air sehingga dapat dengan mudah dipisahkan secara fisik. Konsentrasi mangan

di dalam sistem air alami umumnya kurang dari 0,1 mg/l, jika konsentrasinya

melebihi 0,1 mg/l maka dengan cara pengolahan biasa sangat sulit untuk menurunkan

konsentrasinya sampai derajat yang diijinkan sebagai air minum. Oleh karena itu

perlu cara pengolahan yang khusus.

Ada beberapa teknologi atau proses untuk menghilangkan mangan (Mn)

dalam air, antara lain meliputi (Depkes RI, 2005):

1. Oksidasi,

2. Proses soda lime,

3. Koagulasi,

4. Dengan bakteri crenothrix,

5. Filtrasi dua tahap,

6. Oksidasi kontak

Universitas Sumatera Utara

1. Oksidasi Proses penghilangan mangan dengan cara oksidasi dapat dilakukan dengan

tiga macam cara yaitu oksidasi dengan udara (aerasi), oksidasi dengan klorin

(klorinasi), dan oksidasi dengan kalium permanganat.

a. Oksidasi dengan udara (Aerasi)

Aerasi adalah proses pengolahan air dengan cara mengontakkannya dengan

udara. Keberedaan kandungan alkalinitas (HCO3) adalah cukup besar dalam air.

Kondisi tersebut menyebabkan senyawa mangan berada dalam bentuk senyawa


mangano bikarbonat [Mn(HCO3)2]. Mengingat bentuk CO2-bebas lebih stabil

dibandingkan dengan (HCO3), maka senyawa bikarbonat cenderung berubah menjadi

senyawa karbonat dengan reaksi kimia sebagai berikut :

Mn(HCO3)2 MnCO3 + CO2 + H2O

Dari reaksi diatas terlihat jika CO2 berkurang maka kesetimbangan reaksi akan

bergeser ke kanan, dan selanjutnya reaksi akan menjadi sebagai berikut:

MnCO3 Mn(OH)2 + CO2

Bentuk senyawa mangan hidroksida (valensi II) masih mempunyai tingkat

kelarutan yang cukup besar, sehingga jika terus dilakukan oksidasi dengan udara akan

terjadi reaksi (ion) sebagai berikut : 2Mn2+ + O2 + 2 H2O 2MnO2 + 4H+ Berdasarkan
reaksi tersebut, maka untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l zat

mangan dibutuhkan oksigen 0,29 mg/l.

Universitas Sumatera Utara

b. Oksidasi dengan Klorin (Klorinasi)

Klorin (Cl2) dan ion hipokhlorit [(OCl)] adalah merupakan bahan oksidasi

yang kuat sehingga meskipun pada kondisi pH rendah dan oksigen terlarut sedikit,

dapat mengoksidasi dengan cepat. Reaksi oksidasi antara mangan dengan klorin

adalah sebagai berikut: Mn2+ + Cl2 + 2 H2O 2MnO2 + 2Cl- + 4H+

Berdasarkan reaksi tersebut diatas, maka untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l

mangan dibutuhkan 1,29 mg/l klorin. Tetapi pada prakteknya, pemakaian klorin ini

lebih besar dari kebutuhan teoritis karena adanya reaksi-reaksi samping yang

mengikutinya.

Berdasarkan sifatnya, pada tekanan atmosfir klorin adalah berupa gas. Oleh

karena itu, untuk mengefisienkannya, klorin disimpan dalam bentuk cair dalam suatu

tabung silinder bertekanan 5-10 atmosfir. Untuk melakukan klorinasi, klorin

dilarutkan dalam air kemudian dimasukkan ke dalam air yang jumlahnya diatur
melalui orifice flowmeter atau dosimeter yang disebut klorinator. Pemakaian kaporit

atau kalsium hipoklorit untuk mengoksidasi atau menghilangkan mangan relatif

sangat mudah karena kaporit berupa serbuk atau tablet yang mudah larut dalam air.

c. Oksidasi dengan Kalium Permanganat (KMnO4)

Kalium Permanganat (KMnO4) merupakan oksidator kuat yang sudah sejak

lama digunakan. Dalam proses pengolahan air bersih penggunaan KMnO4 adalah

sebagai oksidator untuk mengurangi kadar mangan dalam air, serta untuk

menghilangkan rasa dan bau dari air yang diolah. Selain itu, KMnO4 digunakan pula

sebagai algacida. Penggunaan KMnO4 sangat terbatas karena harganya mahal,

Universitas Sumatera Utara

dayanya sebagai baktericida rendah serta warnanya mengganggu bila digunakan pada

konsentrasi tertentu.

Dengan penambahan KMnO4 pada pasir di saringan pasir cepat akan

mengubah mangan terlarut menjadi mangan terendap. Penghilangan mangan dalam

air dengan mengoksidasinya dengan oksidator berupa kalium permanganat dengan

persamaan reaksi sebagai berikut: 3 Mn2+ + 2KMnO4 + 2 H2O 5MnO2 + 2K+ +


4H+

Secara stokhiometri, untuk mengoksidasi setiap 1 mg/l mangan diperlukan

kalium permanganat 1,92 mg/l. Dalam prakteknya, kebutuhan kalium permanganat

ternyata lebih sedikit dari kebutuhan yang dihitung berdasarkan stokhiometri. Hal ini

disebabkan karena terbentuknya mangan dioksida yang berlebihan yang dapat

berfungsi sebagai oksidator dan reaksi berlanjut sebagai berikut : 3Mn2+ + MnO2 + 4 H2O
2 Mn2O3 + 8H+ 2. Proses Soda Lime Proses ini merupakan gabungan antara proses
pemberian unsur alkali untuk

menaikkan pH dengan proses aerasi. Dengan menaikkan pH air baku sampai tingkat

tertentu maka reaksi oksidasi mangan dengan cara aerasi dapat berjalan lebih cepat.

Unsur alkali yang sering dipakai yaitu kapur (CaO) atau larutan kapur [(Ca(OH)2]
dan soda api (NaOH) atau campuran antara keduanya. Cara penambahan zat alkali

yaitu sebelum proses aerasi.

Untuk oksidasi mangan sangat efektif pada pH > 10. Oleh karena pH air baku

menjadi tinggi, maka setelah mangan dipisahkan, air olahan harus dinetralkan

Universitas Sumatera Utara

kembali. Proses ini akan menghilangkan mangan bersama dengan logam-logam

penyebab kesadahan lainnya.

3. Koagulasi a. Penambahan Koagulan

Unsur mangan banyak terdapat dalam air tanah dan pada umumnya berada dalam bentuk
senyawa valensi II atau dalam bentuk ion Mn2+. Lain halnya jika

mangan tersebut berada dalam air dalam bentuk senyawa organik dan kolodial,

misalnya bersenyawa dengan zat warna organik atau asam humus (humus acid), maka

keadaan yang demikian susah untuk dihilangkan baik dengan cara aerasi,

penambahan klorin maupun dengan penambahan kalium permanganat.

Untuk menghilangkan mangan seperti pada kasus tersebut di atas, dapat

dilakukan koagulasi dengan membubuhkan bahan koagulan , misalnya alumunium

sulfat, Al2(SO4).NH2O dalam air yang mengandung kolodial. Dengan pembubuhan

koagulan tersebut, kolodial dalam air bergabung dan membentuk gumpalan (flock)

yang kemudian mengendap. Setelah kolodial senyawa mangan mengendap, kemudian

air disaring dengan saringan pasir cepat atau saringan pasir lambat.

b. Cara Elektrolitik

Pada cara elektrolitik ini ke dalam air baku dimasukkan elektroda dari

lempengan logam aluminium (Al) yang dialiri dengan listrik arus searah. Dengan

adanya arus listrik tersebut, maka elektroda logam Al tersebut sedikit demi sedikit akan
terlarut ke dalam air dan membentuk ion Al3+, yang oleh reaksi hidrolisa air

membentuk Al(OH)3.nH2O dan mangan organik serta partikel-partikel kolodial lain yang
bermuatran negatif akan tertarik oleh ion Al3+ sehingga menggumpal menjadi
Universitas Sumatera Utara

partikel yang besar, mengendap dan dapat dipisahkan. Cara ini sangat efektif, tetapi

makin besar skalanya maka kebutuhan listriknya makin besar pula. 4. Dengan Bakteri
Crenothrix Pada saringan pasir lambat, pada saat operasi dengan kecepatan 10-30

meter/hari, setelah operasi berjalan 7-10 hari, maka permukaan atau dalam media

filternya akan tumbuh dan berkembang biak bakteri tersebut yang dapat

mengoksidasi mangan yang ada dalam air.

Bakteri crenothrix mendapatkan energi aktivasi untuk proses

perkembangbiakannya yang dihasilakan oleh reaksi mangan. Dengan diperolehnya

energi tersebut maka jumlah sel bakteri juga akan bertambah sehingga otomatis

meningkatkan kemampuan mengoksidasinya. Sedangkan mangan yang telah

teroksidasi akan tersaring dalam filter.

5. Filtrasi Dua Tahap Cara ini sebetulnya untuk meniadakan proses koagulasi dan
sedimentasi yaitu

dengan cara melakukan penyaringan 2 (dua) tahap dengan saringan pasir cepat.

Setelah proses aerasi, maka senyawa mangan dalam bentuk MnO2 mengendap dalam

air yang dialirkan ke dalam saringan pasir cepat secara bertahap.

6. Dengan Cara Oksidasi Kontak Air baku dialirkan melalui saringan pasir atau media
lainnya yang

permukaannya dilapisi dengan zat mangan dioksida. Pada saat melaui media tersebut

mangan yang terdapat dalam air baku akan teroksidasi menjadi bentuk Mn2O oleh

oksigen yang terlarut dalam air sebagai oksidator.

Universitas Sumatera Utara

Tetapi jika kandungan oksigen terlarut dalam air baku kecil, misalnya air

tanah, maka air bekunya harus dikontaknya dengan udara dengan cara kontak biasa

atau menggunakan peralatan tertentu untuk suplai oksigen. Untuk reaksi penghilangan
mangan adalah merupakan reaksi antara Mn2+ dengan hidrat
mangandioksida.

2.3. Penyaringan (Filtrasi) Filtrasi adalah proses penyaringan untuk menghilangkan zat padat
tersuspensi

(yang diukur dengan kekeruhan) dari air melalui media berpori-pori (Ditjen PPM &

PLP, 1998). Pada proses penyaringan ini zat padat tersuspensi dihilangkan pada

waktu air melalui lapisan materi berbentuk butiran yang disebut media filter. Media

filter biasanya pasir, anthracite, garnet, ilmenite, polystyrene `12 dan beads.

Menurut Ditjen PPM & PLP (1998) secara garis besar kemampuan filtrasi

dapat dibedakan atas saringan pasir lambat, saringan pasir cepat, saringan

berkecepatan tinggi, dan saringan bertekanan.

2.3.1. Saringan Pasir Lambat

Saringan pasir lambat terutama berguna untuk menghilangkan organisme

patogen dari air baku yaitu bakteri dan virus yang ditularkan melalui air. Melalui

adsorpsi dan proses lain bakteri dihilangkan dari air dan ditahan pada permukaan

butiran pasir yaitu kirakira 85% - 99% total bekteri, dan menghasilkan air yang

memenuhi syarat bakteriologis yaitu tidak mengandung Escherichia coli. Apabila

beroperasi dengan baik, saringan pasir lambat dapat pula menghilangkan protozoa

seperti Entamoeba histolyca dan cacing seperti Schistosoma haematobium dan

Ascaris lumbricoid.

Universitas Sumatera Utara

Saringan pasir lambat sesuai dengan namanya hanya mempunyai kemampuan

menyaring relatif kecil yaitu 0,1 0,3 m/jam. Hal ini karena ukuran butiran pasirnya

halus dan air bakunya mempunyai kekeruhan dibawah 10 NTU (Nephelometric

Turbidity Units) agar saringan dapat berjalan dengan baik.

2.3.2. Saringan Pasir Cepat

Saringan pasir cepat mempunyai kecepatan 40 kali lebih cepat dibanding


kecepatan saringan pasir lambat, dapat dicuci dan dapat ditambahkan dengan

koagulan kimia, sehingga efektif untuk pengolahan air dengan kekeruhan tinggi. Pada

saringan pasir cepat biasanya digunakan pasir sebagai medium, tetapi prosesnya

sangat berbeda dengan saringan pasir lambat. Hal ini disebabkan karena digunakan

butir pasir yang lebih besar atau kasar.

Dalam pengolahan air tanah, saringan pasir cepat digunakan untuk

menghilangkan besi dan mangan. Untuk membantu proses filtasi, sering dilakukan

aerasi sebagai pengolahan pendahuluan untuk membentuk senyawa tidak terlarut dari

besi dan mangan.

2.3.3. Saringan Berkecepatan Tinggi

Jenis saringan ini mempunyai kecepatan 3-4 kali lebih besar dibandingkan

saringan pasir cepat. Pada saringan ini digunakan kombinasi dari beberapa media

filter seperti pasir dengan anthracite atau kombinasi antara pasir, antacite, dan garnet.

2.3.4. Saringan Bertekanan

Jenis saringan ini biasanya digunakan untuk menyaring air kolam renang.

Prinsip kerja saringan ini sama seperti saringan pasir cepat, hanya proses filtrasi

terjadi didalam tanki baja termasuk silinder yang tahan tekanan. Di sini juga

Universitas Sumatera Utara

digunakan pasir atau media kombinasi, tetapi kecepatan penyaringannya kira-kira

sama dengan saringan pasir cepat, meskipun digunakan pompa untuk mengalirkan

air.

2.4. Kerangka Konsep

Air Sumur Gali

Saringan Pasir Cepat dengan Penambahan KMnO4 1% dengan Ketebalan 20 cm


Saringan Pasir Cepat dengan Penambahan KMnO4 1% dengan Ketebalan 10 cm

Saringan Pasir Cepat dengan Penambahan KMnO4 1% dengan Ketebalan 30 cm

Pemeriksaan Laboratorium

Kadar Mangan (Mn) Air setelah Pengolahan

Pemeriksaan Laboratorium

Universitas Sumatera Utara

2.5. Hipotesis Penelitian Ho: Tidak ada perbedaan penurunan kadar Mn setelah melewati
saringan pasir cepat

dengan berbagai ketebalan pasir.

Ha: Ada perbedaan penurunan kadar Mn setelah melewati saringan pasir cepat

dengan berbagai ketebalan pasir.

Universitas Sumatera Utara