Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN

RANGE OF MOTION (ROM)

DISUSUN OLEH :

TIM PKRS (PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT)


RUMAH SAKIT UMUM DR. SAIFUL ANWAR MALANG
2017

HALAMAN PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
RANGE OF MOTION (ROM)

DISUSUN OLEH :
MAHASISWA PSIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
POLTEKKES MALANG
AKPER DHARMA HUSADA

TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL :

MENGETAHUI

PRESEPTOR AKADEMIK PRESEPTOR


KLINIK

( ) (
)

KEPALA RUANGAN

( )
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Mengajarkan keluarga pasien tentang latihan gerak aktif


pasif/range of motion (ROM) pada pasien bed rest
Sub Pokok bahasan : ROM pada pasien bed rest
Sasaran : Keluarga pasien di ruang 13 RSUD dr. Saiful Anwar
Malang
Hari/Tanggal : Kamis, 29 Maret 2017
Waktu : 30 menit (10.00 10.30 WIB)
Tempat : Ruang 13 RSUD dr. Saiful Anwar Malang

A. LATAR BELAKANG
Keterbatasan ambulasi akan menyebabkan otot kehilangan daya tahan tubuh,
penurunan massa otot dan penurunan stabilitas. Pengaruh penurunan kondisi otot
akibat penurunan aktivitas fisik akan terlihat jelas dalam beberapa hari (Saryono,
2008 dalam Setyarini & Herlina, 2013). Masalah yang terjadi apabila rehabilitasi tidak
dilakukan salah satunya ialah terjadinya kekakuan dan kelemahan pada sendi.
Masalah kekakuan sendi dalam jangka panjang dapat dicegah dengan cara
melakukan aktivitas mobilitas fisik. Aktivitas fisik diawali dengan rentang gerak pasif
dilanjutkan dengan latihan gerak aktif. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan
adalah mobilisasi dini secara bertahap dapat dimulai dari latihan range of motion
(ROM) (Kneale & Davis, 2011).
ROM merupakan latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau
memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan persendian secara
normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter and Perry,
2005). Latihan gerak sendi atau ROM merupakan latihan-latihan yang diberikan
untuk mempertahankan kelenturan (fleksibilitas) otot-otot dan persendian serta untuk
meningkatkan fungsi sendi yang berkurang karena berbagai macam proses penyakit,
kecelakaan, atau tidak dipergunakan (Utami, 2013).
Oleh sebab itu penulis ingin membahas makalah satuan acara penyuluhan
(SAP) dengan tema Range Of Motion (ROM) pada pasien bed rest karena masih
banyak keluarga pasien yang belum tahu betul mengenai aktivitas fisik yang dapat
dilakukan pada pasien yang tirah baring yang baik.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan diharapkan keluarga pasien
diruang mampu memahami konsep ROM.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini keluarga pasien diharapkan dapat :
a. Mampu menjelaskan pengertian ROM
b. Mampu menjelaskan jenis ROM
c. Mampu menjelaskan tujuan ROM
d. Mampu menjelaskan manfaat ROM

e. Mampu menjelaskan indikasi ROM.

f. Mampu menjelaskan prosedur tindakan ROM.

C. SASARAN

Keluarga pasien yang ada di ruang 13 RSUD dr. Saiful Anwar, Malang

D. MATERI

Terlampir

E. MEDIA

- LCD

- Laptop

- Leaflet

- PPT

F. METODE

Ceramah dan tanya jawab

G. PENGORGANISASIAN

1. Moderator dan notulen : Akper Dharma Husada

2. Pemateri : PSIK Universitas Brawijaya

3. Operator : Poltekes Malang

4. Observer dan fasilitator : D3 Akper H2H Gengggung


H. SETTING RUANAGAN/TEMPAT

LCD

M P
O
K K K F
PN
P KP P K P
F F
P P

KETERANGAN : OB
M : MODERATOR
P : PEMATERI
OP : OPERATOR
OB : OBSERVER
N : NOTULEN
F : FASILITATOR
KP : KELUARGA PASIEN

I. KEGIATAN PENYULUHAN
N Tahap Kegiatan Penyuluh Peserta Metod Medi Wakt
o e a u
1. Pembukaan - Memberikan - Membala Ceram - 2
dan salam salam s salam ah menit
- Mendeng
- Perkenalan
arkan
- Menjelaskan
tujuan
instruksional
- Kontrak Waktu

2. Penyampaia Menyampaikan - Mendeng Ceram PPT 20


n materi materi : arkan ah dan menit
- Memper
a. Pengertian leafle
hatikan.
ROM t
-
b. Jenis ROM
c. Tujuan ROM
d. Manfaat ROM
e. Indikasi ROM
f. Prosedur
tindakan ROM.

3. Penutup dan - Tanya jawab - Bertanya Diskus - 8


Tanya jawab dan i menit
Ceram
- Menyimpulkan diskusi ah
- Mendeng
hasil materi
arkan
jawaban
- Menyampaikan
- Menjawa
salam
b salam

J. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur

Semua peserta hadir dalam kegiatan.

Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa bekerja


sama dengan Ruangan 13 RSUD dr. Saiful Anwar Malang.

Pengorganisasian dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan


penyuluhan.

b. Evaluasi Proses

Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan pemateri.


Peserta tidak meninggalkan tempat selama penyuluhan
berlangsung.
Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.

c. Evaluasi Hasil

Peserta memahami materi yang telah disampaikan.

Ada umpan balik positif dari peserta seperti dapat menjawab


pertanyaan yang diajukan pemateri.

Jumlah peserta 7-10 orang.

Lampiran

PERTANYAAN PRE TEST DAN POST TEST

1. Apa manfaat ROM?


2. Apa tujuan dilakukan ROM?
3. Bagaimana cara melakukan ROM?
MATERI RANGE OF MOTION (ROM)

1. PENGERTIAN
Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan
persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot
dan sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan ataupun untuk menyatakan
batas gerakan sendi yang abnormal. Latihan gerak aktif-pasif/ROM adalah melatih
atau menggerakan anggota gerak tangan dan kaki agar tidak terjadi kekakuan otot.

2. JENIS
2.1 ROM PASIF
Latihan ROM pasif adalah latihan ROM yang di lakukan pasien dengan bantuan
perawat setiap-setiap gerakan. Indikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan
tidak sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa
atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien
dengan paralisis ekstermitas total. Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga
kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara
pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien (Suratun, dkk.,
2008).
2.2 ROM AKTIF
Latihan ROM aktif adalah Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien
dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak
sendi normal. Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan
cara menggunakan otot-ototnya secara aktif.

3. TUJUAN
a. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
b. Memelihara mobilitas persendian
c. Merangsang sirkulasi darah
d. Mencegah kelainan bentuk

4. MANFAAT
Manfaat dilakukannya range of motion adalah untuk memenuhi kebutuhan
aktivitas. Aktivitas pada anggota gerak akan memperlancar sirkulasi dan perfusi
jaringan. Selain itu, koordinasi persyarafan akan menjadi lebih optimal. Sedangkan,
manfaat dilakukannya range of motion pada pasien dengan gangguan mobilisasi
adalah untuk mencegah disuse atrofi syndrome pada otot dengan gangguan mobilitas
fisik. ROM dapat merangsang sistem syaraf, meningkatkan perfusi jaringan sekaligus
merehabilitasi sistem muskulo skeletal yang mengalami gangguan.

5. INDIKASI
a. Pasien tirah baring lama
b. Pasien yang mengalami penurunan tingkat kesadaran
c. Pasien dengan kasus fraktur
d. Pasien post operasi yang kesedarannya belum pulih

6. PRINSIP DASAR LATIHAN ROM


a) ROM harus diulang sekitar 8 kali dan dikerjakan minimal 2 kali sehari
b) ROM di lakukan berlahan dan hati-hati sehingga tidak melelahkan pasien
c) Dalam merencanakan program latihan ROM, perhatikan umur pasien,diagnosa,
tanda-tanda vital dan lamanya tirah baring
d) Bagian-bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan ROM adalah leher, jari, lengan,
siku, bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki
e) ROM dapat di lakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian-bagian
yang di curigai mengalami proses penyakit
f) Melakukan ROM harus sesuai waktunya. Misalnya setelah mandi atau perawatan
rutin telah di lakukan.
7. STANDAR OPERATING PROSEDUR (SOP) LATIHAN GERAK (ROM) (Kohler, 2000)
7.1 Latihan aktif ROM Merupakan latihan gerak isotonik (terjadi kontraksi dan
pergerakan otot) yang dilakukan klien dengan menggerakkan masing-masing
persendiannya sesuai dengan rentang geraknya yang normal.
7.2 Latihan pasif ROM Latihan pergerakan perawat atau petugas lain yang
menggerakkan persendian klien sesuai dengan rentang geraknya.
7.2.1 Prosedur Pelaksanaan Prosedur umum :
a) Cuci tangan untuk mencegah transfer organisme 2. Jaga privasi klien
dengan menutup pintu atau memasang sketsel
b) Beri penjelasan kepada klien mengenai apa yang akan dikerjakan dan
minta klien untuk dapat bekerja sama
c) Atur ketinggian tempat tidur yang sesuai agar memudahkan perawat
dalam bekerja, terhindar dari masalah pada penjajarar tubuh dan
pergunakan selalu prinsip-prinsip mekanik tubuh
d) Posisikan klien dengan posisi supinasi dekat dengan perawat dari buka
bagian tubuh yang akan digerakkan
e) Rapatkan kedua kaki dan letakkan kedua lengan pada masing - masing
sisi tubuh.
f) Kembalikan pada posisi awal setelah masing-masing gerakan
mengulangi masing-masing gerakarn 3 kali
g) Selama latihan pergerakan, kaji : a. kemampuan untuk menoleransi
gerakan b. rentang gerak (ROM) dari masing-masing persendian yang
bersangkutan
h) Setelah latihan pergerakan, kaji denyut nadi dan ketahanart tubuh
terhadap latihan
i) Catat dan laporkan setiap masalah yang tidak diharapkan atau
perubahan pada pergerakan klien, misalnya adanya kekakuan dan
kontraktur.

PROSEDUR KHUSUS :
1. Gerakan bahu :
Mulai masing-masing gerakan dari lengan di sisi klien Pegang lengan di
bawah siku dengan tangan kiri perawat dan pegang pergelangan tangan klien
dengan tangan kanan perawat
Fleksi dan ekstensikan bahu
Gerakkan lengan ke atas menuju kepala tempat tidur. Kembalikan ke posisi
sebelumnya
Abduksikan bahu
Gerakkan lengan menjauhi tubuh dan menuju kepala sampai tangan di atas
kepala
Adduksikan bahu
Gerakkan lengan klien ke atas tubuhnya sampai tangan yang bersangkutan
menyentuh tangan pada sisi di sebelahnya
Rotasikan bahu internal dan ekstemal
a. Letakkan lengan di samping tubuh klien sejajar dengan bahu Siku
membentuk sudut 90 dengan kasur
b. Gerakkan lengan ke bawah hingga telapak tangan menyentuh kasur,
kemudian gerakkan ke atas hingga punggung tangan menyentuh
tempat tidur

2. Gerakan siku :
Fleksi dan ekstensikan siku
a. Bengkokkan siku hingga jari-jari tangan-menyentuh dagu
b. Luruskan kembali ke tempat semula

Pronasi dan supinasikan siku


a. Genggam tangan klien seperti orang yang sedang berjat tangan
b. Putar telapak tangan klien ke bawah dan ke atas, pastikan Y nya
terjadi pergerakan siku, bukan bahu.

3. Gerakan pergelangan tangan


Fleksi pergelangan tangan
a. Genggam telapak dengan satu tangan, tangan yang lainnya
menyangga lengan bawah
b. Bengkokkan pergelangan tangan ke depan
Ekstensi pergelangan tangan
Dari posisi fleksi, tegakkan kembali pergelangan tangan ke posisi semula
Fleksi radial/radial deviation (abduksi)
Bengkokkan pergelangan tangan secara lateral menuju ibu jari
Fleksi ulnar/ulnar deviation (adduksi)
Bengkokkan pergelangan tangan secara lateral ke arah jari kelima

4. Gerakan jari-jari tangan :


Fleksi
Bengkokkan jari-jari tangan dan ibu jari ke arah telapak tangan (tangan
menggenggam)
Ekstensi
Dari posisi fleksi, kembalikan ke posisi semula (buka genggama tangan)
Hiperekstensi
Bengkokkan jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin
Abduksi
Buka dan pisahkan jari-jari tangan
Adduksi
Dari posisi abduksi, kembalikan ke posisi semula.
Oposisi
Sentuhkan masing-masing jari tangan dengan ibu jari.

5. Gerakan pinggul dan lutut :


Untuk melakukan gerakan ini, letakkan satu tangan di bawah lutut. Mien dan
tangan yang lainnya di bawah mata kaki klien.
FIeksi dan ekstensi lutut dan pinggul
a. Angkat kaki dan bengkokkan lutut
b. Gerakkan lutut ke atas menuju dada sejauh mungkin
c. KembaIikan lutut ke bawah, tegakkan lutut, rendahkan kaki sampai
pada kasur
Abduksi dan adduksi kaki
a. Gerakkan kaki ke samping menjauhi klien
b. Kembalikan melintas di atas kaki yang lainnya Rotasikan pinggul internal
dan eksternal. putar kaki ke dalam, kemudian ke luar
6. Gerakkan telapak kaki dan pergelangan kaki :
Dorsofleksi telapak kaki
a. Letakkan satu tangan di bawah tumit
b. Tekan kaki klien dengan lengan Anda untuk menggerakkannya ke arah
kaki
Fleksi plantar telapak kaki
a. Letakkan satu tangan pada punggung dan tangan yang lainnya berada
pada tumit
b. Dorong telapak kaki menjauh dari kaki

Fleksi dan ekstensi jari-jari kaki


a. Letakkan satu tangan pada punggung kaki klien, letakkan tangan yang
lainnya pada pergelangan kaki
b. Bengkokkan jari-jari ke bawah
c. Kembalikan lagi pada posisi semula
Inversi dan eversi telapak kaki
a. Letakkan satu tangan di bawah tumit, dan tangan yang lainnya di atas
punggung kaki
b. Putar teIapak kaki ke dalam, kemudian ke luar

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. 2001. Keperawatan medikal bedah. Edisi 8. EGC, Jakarta.
Kozier, B., Erb. (2000). Fundamentals of Nursing : concept theory and practices.
Philadelphia. Addison Wesley.
Price S.A, Lorraine MW. Patophysiology, konsep klinis proses-proses penyakit. EGC
Jakarta.
Potter & perry, 2006, Buku ajar fundamental keperawatan edisi 4, EGC, Jakarta.