Anda di halaman 1dari 23

ANALISA TEKNIS PEMBORAN DAN PELEDAKAN PADA

PEMBUATAN TEROWONGAN TAMBANG BAWAH TANAH


PT. FREEPORT INDONESIA

PROPOSAL TUGAS AKHIR

OLEH :
MEY TRISONI SILALAHI
DBD 111 0123

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
PALANGKARAYA
2015
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Peledakan merupakan aktivitas penambangan yang bertujuan untuk
membongkar batuan atau material, dimana bahannya terdiri dari bahan kimia
yang mampu menciptakan ledakan. Kegiatan peledakan dilakukan untuk
memisahkan material batuan dengan batuan induknya, umumnya sering
dilakukan pada material yang tidak mudah digali secara mekanis ataupun
dikarenakan kekuatan batuan yang sangat keras. Untuk menunjang kelancaran
proses pembongkaran tanah penutup (overburden), biasanya perusahaan
tambang menggunakan teknik pemboran dan peledakan (drill and blast).
Dalam proses peledakan terdapat dampak-dampak negatif yang dapat
mengganggu proses penambangan bawah tanah. Salah satu dampak yang di
timbulkan adalah tingkat kekuatan batuan yang tidak stabil. Pola pengeboran
dan pola peledakan jika tidak dapat dikontrol, maka akan berpengaruh pada
sistem penyangga dan bangunan yang berada di sekitar daerah penambangan.
Dalam proposal ini dilakukan beberapa analisa geometri pengeboran dan
peledakan yang digunakan pada metode penggalian guna mengoptimalkan
kinerja dan prokduktivitas yang sudah diterapkan. Adapun sasaran akhir dari
analisa dari operasi peledakan dalam pembutan terowongan adalah untuk
mendapatkan bentuk dari terowongan yang sesuai dengan yang diharapkan
dan tingkat yang wajar untuk meraih target yang diinginkan perusahaan.

Hal di atas melatarbelakangi penulis untuk melakukan pengamatan dan


penelitian dari teknik peledakan, dengan judul Analisa Teknis Pemboran
dan Peledakan Pada Pembuatan Terowongan Tambang Bawah Tanah PT.
Freeport Indonesia
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Maksud dari Tugas Akhir ini adalah sebagai salah satu syarat untuk
mendapatkan gelar sarjana di jurusan Teknik Pertambangan Universitas
Palangkaraya.
1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pada operasi pemboran
dan peledakan seperti jenis alat bor, struktur batuan, diameter lubang bor,
loading density, burden, spacing , dan ketinggian jenjang pada tambang
bawah tanah.
2. Melakukan analisa secara teknis terhadap rancangan geometri pemboran
dan peledakan agar hasil peledakan dapat sesuai dengan apa yang
diharapkan.
3. Mengetahui hasil peledakan pada dinding arah kemajuan terowongan,
agar dapat membentuk terowongan yang sesuai dengan apa yang
diharapkan.
1.3 Manfaat
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Bagi Peneliti
Peneliti dapat mengetahui secara teknis terhadap rancangan geometri
pemboran dan peledakan, serta dapat meminimalkan dampak negatif
yang terjadi.
2. Bagi Perusahaan
Manfaat penelitian bagi perusahaan adalah memberikan bahan masukan
dalam hal pelaksanaan peledakan yang aman.
1.4 Rumusan Masalah
1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pada operasi pemboran dan
peledakan pada tambang bawah tanah ?
2. Bagaimana rancangan geometri pemboran dan peledakan pada
tambang bawah tanah ?
3. Bagaimana hasil peledakan pada dinding arah kemajuan terowongan
tambang bawah tanah ?

1.5 Pembatasan Masalah


Dalam penelitian tugas akhir ini, penulis memberikan batasan masalah
pada:
1. Penulis tidak mengkaji masalah biaya (cost).
2. Sasaran akhir untuk mendapatkan bentuk dari terowongan yang sesuai
dengan yang diharapkan.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pola Pemboran

Pada dasarnya pola pengeboran yang digunakan pada tambang bawah


tanah ada beberapa macam sesuai dengan karakteristik dari pada batuan
dan adanya joint dan bidang lemah. Selain itu kemampuan pada operator,
peralatan, ukuran peralatan, dan panjang lubang bukaan juga turut
mempengaruhi pola pengeboran. Ada 4 tipe utama pola pengeboran yaitu :

1) Centre cut, disebut juga piramid atau diamond cut. Dimana semua
lubang bor ditemukan pada satu titik dengan kedalaman satu titik
dari round (permukaan kerja) .

Depan
Samping

2) Widge cut, kadang disamakan dengan vee cut. Dimana semua lubang
bor dengan ujung -ujungnya bertemu, tetapi tidak pada titik.

Depan
Samping

3) Draw cut, hampir sama dengan wedge cut. Dimana digunakan dalam
batuan berlapis. (dalam arti tidak digunakan pada batuan yang keras)
Depan Samping

4) Burn cut, pada tipe ini sesuai untuk batuan keras brittle seperti batu pasir
atau batu beku tetapi tidak efektif pada batuan yang bersifat pecah.

Depan Samping

2.2 Metode Heading


Metode Heading adalah penggalian Tunnel/ Adit yang selalu diawali atau
didahului dengan pembongkaran awal berpenampang oval kecil. Dimana
pada metode ini digunakan khusus untuk menggali Tunnel yang berdiameter
besar. Pada metode Heading dibagi dalam 4 (empat) macam metode yaitu :

1) Pilot Heading, dimana peledakan awal dilakukan pada terowongan


yang sudah ada dengan cara membuat 2 (dua) buah lubang awal pada
bagian atas terowongan.

Depan Samping

2) Top Heading, dimana peledakan awal dilakukan pada terowongan


yang sudah ada dengan cara membuat lubang awal pada bagian atas
terowongan.
Depan Samping

3) Central Heading, dimana peledakan awal dilakukan pada


terowongan yang sudah ada dengan cara membuat lubang awal pada bagian
tengah terowongan.

Depan Samping

4) Bottom Heading, dimana peledakan awal dilakukan pada


terowongan yang sudah ada dengan cara membuat lubang awal pada bagian
bawah terowongan.

Depan Samping

Metode penggalian dan pengeboran pada metode Heading


tergantung pada :
a. Mesin Bor yang tersedia yang digunakan sesuai dengan masa batuan pada
daerah yang akan dibuat terowongan tersebut.
b. Rock Behavior atau karakteristik batuan tersebut.
c. Diameter penampang terowongan, tergantung seberapa besar luas
terowongan yang akan dubuat.
2.3 Perhitungan Geometri Pemboran
Berdasarkan Teori Langefors yang diutarakan dalam The Modern Technique
Of Rock Blasting, perhitungan Geometri pemboran adalah sebagai berikut :
1. Konstanta Batuan (Rock Constant)

Adalah Jumlah bahan peledak yang dibutuhkan untuk membongkar 1 m3 batuan


yang dinyatakan dengan kg/m3. Nilainya diperoleh dari pengukuran empiris dari
peledakan jenjang. Menurut penelitian besarnya adalah 0,3 kg/m3 untuk
Sandstone dan 0,4 kg/m3 untuk batuan Granit.

2. Perhitungan Burden dan Jumlah muatan

Jumlah muatan dalam lubang ledak ditentukan oleh berbagai faktor seperti :

Volume batuan yang akan dibongkar


kedalaman lubang tembak
Kemiringan/arah lubang tembak
Diameter lubang tembak

Volume batuan yang terbongkar dapat dihitung dengan melihat bentuk


geometris keseluruhan dari Metode Cutyang digunakan, dimana :
Volume setara = (m3/m)

Sedangkan parameter lainnya ditentukan oleh bentuk lubang bukaan


dan jarak antar drill drift yang ada pada saat ini.
Besarnya maksimum Burden 1 dapat dihitung dengan formula :

D P .S
B1 max =
33 c. f. (S/B)

Keterangan :
B1 max : Burden 1 maximum (m)
D : Diameter Lubang tembak (mm)
S : Weight strength ANFO terhadap LFB dynamite
C : Konstanta Batuan
C : Konstanta Batuan terkoreksi
C = c + 0,05 ; Untuk batuan dengan Burden maks 1,4 15 m
C = c + 0,07 untuk burden maks <1,4
F : Faktor Fiksasi (Degree of Fixation)
S/B : Rasio Spasi Burden
P : Kerapatan ANFO dalam lubang bor (Packing degree), gr/cm3
(Berat ANFO / Volume Lubang bor)

Setelah nilai B1max diketahui, dihitung nilai Burden maximum terkoreksi


terhadap konstanta lubang tembak (BC1max) dengan memperhitungkan
kemiringan lubang tembak (R1) dan konsatanta koreksi batuan (R2)
Dimana, BC1max = B1 max x R1 x R2

Kemudian setelah nilai ini diperoleh, maka dapat diketahui Nilai burden praktis
(B1)
B1 = BC1max E, (m)
Dimana :
E adalah kesalahan pemboran yang dapat dihitung dengan,
E = d/1000 + (0,03 x H), m
0,03 x H adalah kesalahan pemboran (Allignment error) , dimana H
adalah kedalaman lubang bor.
D adalah kesalahan colarring (Colarring error)

3. Powder Factor
Powder Factor adalah perbandingan jumlah bahan peledak yang dipakai
dengan Jumlah batuan yang terbongkar. Biasanya dinyatakan dengan kg bahan
peledak per ton batuan.

PF = WANFO / WBATUAN ,kg/ton


Dimana :
WANFO = Hb x Q
Hb = H Ho
Atau :
WANFO = (H Ho) x Q
WBATUAN = Volume Batuan x bobot isi

Keteranagan :
H : Kedalaman lubang tembak
Q : Kemampatan ANFO
Hb : Panjang Kolom bermuatan
Ho : Panjang Kolom tak bermuatan

Yang besarnya untuk lubang tembak I adalah = 0,3 B1 dan faktor fiksasi
untuk lubang berikutnya disesuaikan dengan arah kemiringan lubang bor.

4. Blasting Ratio

Blasting Ratio adalah perbandingan berat batuan yang terbongkar dengan


berat bahan peledak yang digunakan. Angka ini Bisa dipakai sebagai salah satu
parameter untuk menentukan tingkat keekonomisan pemakaian suatu bahan
peledak.
Blasting Ratio = WBATUAN / WPELEDAK

Menurut GOUR S.SEN, 1995 dalam buku Blasting Technology For Civil
and mining perhitungan burden dan spasi peledakan Pada metode Cut
Drilling dapat
dibuat dengan persamaan :

B= (Lch / Hb) x(Qc / q) /1,3

Dimana :
Lch = Hb 0,02 D
Qc = ( x D2) / 1273

Keteranagan :
B : burden (m)
Lch : panjang isian bahan peledak (m)
Hb : panjang rata-rata lubang ledak (m)
D : diameter isian (mm)

Qc : densitas bahan peledak pada lubang ledak (kg/m)

q : powder factor batuan (kg/m3)

q :1,1 untuk kuat tekan uniaksial >250 Mpa ; dan 0,6 untuk
kuat tekan uniaksial 100 -200 Mpa.
D : diameter peledak atau diameter lubang
ledak (m)
: densitas bahan peledak (gr/cm3)

Jarak spasi (m) dihitung berdasarkan nisbah S/B


yaitu : S x B = 1,3 B2
dimana
S=1,3 B.

Setiap lubang tembak yang akan diledakkan harus memiliki ruang yang
cukup kearah bidang bebas terdekat agar energi terkonsentrasi secara maksimal
sehingga lubang tembak akan terdesak, mengembang, dan pecah.
Secara teoritis, dengan adanya tiga bidang bebas (free face) maka kuat tarik
batuan akan berkurang sehingga meningkatkan energi ledakan untuk pemecahan
batuan dengan syarat lokasi dua bidang bebasnya memiliki jarak yang sama
terhadap lubang tembak.

5. Kecepatan Pemboran

- Cycle Time

Ct = Pt + Bt + St + Ft + Dt
Dimana :
Ct = Cycle time
Pt = Waktu untuk mengambil posisi (positioning time)
Bt = Waktu untuk membor (boring time)
St = Waktu untuk menambah, mengganti batang bor
Ft = Waktu untuk mencabut rod dan membersihkan lubang
Dt = Waktu untuk mengatasi hambatan-hambatan (delay time)

H
- Kecepatan pemboran Vt = Ct

Dimana : Vt = Kecepatan pemboran

H = Kedalaman lubang tembak

Ct = Cycle time

- Kecepatan pemboran rata-rata (GDR)


Vt = Vt1 + Vt2 + . . . + Vtn
n
Dimana : n = Jumlah pengamatan

A x L
6. Volume Setara Veq = n x H

Dimana : A = luas daerah yang akan diledakkan


L = tinggi jenjang
n = jumlah lubang tembak
H = kedalaman lubang tembak

7. Produksi Alat Bor


P = Vt x Veq x E
Dimana : P = produksi alat bor
Vt = kecepatan pemboran
Veq = volume setara
E = effesiensi kerja alat bor
2.4 Perhitungan Geometri Peledakan
8. Geometri Peledakkan
- Konya Teori

B = 3,15 De ( SGe /SGr )1/3


Dimana : B = Burden
SGe = SG bahan peledak
SGr = SG batuan
De = Diameter lubang tembak
- R.L. Ash Teori


AF1 =


AF2 =

Dimana :
Ep = energi potensial bahan peledak
Epst = energi potensial peledak standart
de = densitas batuan yang diledakkan
dest = densitas batuan standart

KB terkoreksi = KB standart x AF1 x AF2


KB terkoreksi x De
B =
12

Hubungan antar variabel R.L Ash :


12 B
- Burden Ratio Kb = De

- Hole Depth Ratio


H = Kh x B Kh = 1,5 - 4,0
- Sub Drilling Ratio
J = Kj x B Kj = 0,2 - 0,4
- Stemming Ratio
T = Kt x B Kt = 0,7 - 1,0
- Spacing Ratio
S = Ks x B Ks = 1,1 - 1,8

9. Metode Peledakkan
Sampai saat ini dikenal ada empat jenis metode peledakkan, yaitu :

- Metode sumbu api


- Metode sumbu ledak
- Metode Listrik
- Metode Non Electric (nonel)
Sedangkan kebutuhan mengenai peralatan dan perlengkapan
tergantung dari metode yang akan digunakan.

10. Kapasitas Produksi

1. Jumlah batuan yang diledakkan

W = A x L x dr
Dimana : W = berat batuan
A = luas daerah yang akan diledakkan
L = tinggi jenjang
dr = densitas batuan

2. Penentuan Tingkat Fragmentasi Batuan Hasil Peledakan


Penentuan tingkat fragmentasi batuan hasil peledakan dengan cara
membandingkan antara volume nyata batuan hasil peledakan dengan volume
batuan yang tidak memerlukan pemecahan ulang.
Fragmentasi batuan yang memerlukan pemecahan ulang dinyatakan
sebagai bongkah (boulder) dari hasil peledakan, sehingga diperlukan upaya
pemecahan ulang agar batuan tersebut bisa digunakan.
3. Bahan peledak yang diperlukan

E = de x Pc x N

Dimana : E = jumlah bahan peledak yang diperlukan


de = densitas bahan peledak
Pe = tinggi kolom isian bahan peledak
N = jumlah lubang tembak

4. Powder Factor (Pf)


W
Pf = E

Dimana : Pf = Powder Factor


W = berat batuan
E = jumlah bahan peledak yang diperlukan

5. Blasting Ratio (Br)



Br =

Dimana Br = Blasting Ratio


E = Jumlah Bahan Peledak yang digunakan
V = Volume batuan yang diledakkan
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian


Di dalam melaksanakan permasalahan ini, penulis menggabungkan
antara teori dengan data-data lapangan. Sehingga dari keduanya didapat
pendekatan penyelesaian masalah. Rancangan kegiatan penelitian ini terdiri
dari beberapa tahapan, yaitu :

1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan penyusunan usulan Tugas Akhir, mempelajari buku-
buku literatur dan buku petunjuk maupun buku panduan yang tersedia dan
berkaitan dengan masalah yang ingin diteliti.
2. Tahap Pengumpulan data
Data yang diperlukan dalam penelitiann ini mencangkup data primer dan data
sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survey langsung
di lapangan seperti pola pengeboran, geometri aktual lubang ledak, jumlah
isian bahan peledak, pola rangkaian peledakan. Sedangkan untuk data
sekunder berupa dokumen-dokumen yang dapat menunjang penelitian seperti
spesifikasi bahan peledak, curah hujan, peta dan lokasi penambangan,
topografi daerah dan morfologi
3. Tahap Penyusunan Laporan
Hasil dari data yang diperoleh dilapangan kemudian dilakuakan perhitungan
dengan menggunakan rumus-rumus yang diperoleh dari buku-buku literatur.
3.2 Bagan Alir
Mulai

a. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pada operasi


pemboran dan peledakan pada tambang bawah tanah ?
b. Bagaimana rancangan geometri pemboran dan peledakan
pada tambang bawah tanah ?
c. Bagaimana hasil peledakan pada dinding arah kemajuan
terowongan tambang bawah tanah ?

Studi Literatur

Pengambilan
Data

Data Primer : Data Sekunder:


Geometri lubang ledak Data curah hujan
Peta geologi
Pola rangkaian peledakan
Peta geologiregional
Jumlah bahan peledak Peta lokasi dan kesampaian daerah

Pengolaha Data ;
Perhitungan pola pemboran

Perhitungan pola peledakan

Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Selesai
3.3 Jadwal Penelitian
Penelitian Tugas Akhir dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan. Lama
dan waktu pelaksanaan penelitian ini dapat diubah sesuai dengan kebijakan
perusahaan.

URAIAN Bulan ke-1


No.
KEGIATAN I II III IV
1 Orientasi Lapangan
2 Pengambilan Data
3 Pengolahan Data
3 Pembuatan Laporan
4 Konsultasi Laporan

URAIAN Bulan ke-2


No.
KEGIATAN I II III IV
1 Orientasi Lapangan
2 Pengambilan Data
3 Pengolahan Data
3 Pembuatan Laporan
4 Konsultasi Laporan

URAIAN Bulan ke-3


No.
KEGIATAN I II III IV
1 Orientasi Lapangan
2 Pengambilan Data
3 Pengolahan Data
3 Pembuatan Laporan
4 Konsultasi Laporan
BAB IV
SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan laporan akhir ini memuat uraian secara garis besar dari
tiap-tiap bab dalam laporan tugas akhir, dijabarkan sebagai berikut.
1. BAB I PENDAHULUAN
Mengemukakan mengenai latar belakang dilaksanakan penelitian disertai
identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan rumusan masalah mengenai
Analisa teknis pemboran dan peledakan pada pembuatan terowongan tambang
bawah tanah.
2. BAB II KAJIAN PUSTAKA
Mengemukakan tentang rujukan teori yang menunjang proses analisis dan
interpretasi yang diambil dari literatur-literatur baik itu melalui data yang dimiliki
oleh perusahaan maupun buku-buku yang berkenaan dengan materi penelitian
penulis.
3. BAB III METODE PENELITIAN
Mengemukakan tentang metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan
laporan. Bab ini berisi rancangan penelitian, populasi dan sampel penelitian,
teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Mengemukakan tentang hasil penelitian dan pembahasan data-data yang
diperoleh di lapangan.
5. BAB V PENUTUP
Mengemukakan tentang kesimpulan dan saran dari seluruh aktivitas
penelitian tugas akhir berdasarkan analisis data di pembahasan.
HALAMAN JUDUL ...................................................................................
HALAMAN PERNYATAAN .....................................................................
HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................
SARI ............................................................................................................
ABSTRAK ...................................................................................................
DAFTAR ISI ...............................................................................................
DAFTARTABEL ........................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................

BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................


1.1 Latar Belakang ........................................................................
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ...............................................
1.3.1 Tujuan Penelitian ..........................................................
1.3.2 Manfaat Penelitian ........................................................
BAB II. KAJIAN PUSTAKA ..................................................................
BAB III. METODE PENELITIAN ...........................................................
a. Gambaran Umum Perusahaan .................................................
3.1.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah .....................................
3.1.2 Keadaan Iklim dan Curah Hujan ....................................
3.1.3 Flora dan Fauna .............................................................
3.1.4 Sosial dan Kependudukan ..............................................
3.2 Kondisi Geologi .....................................................................
3.2.1 Geologi Regional ..........................................................
3.2.2 Geologi Daerah Penelitian ............................................
3.3 Tata Laksana ..........................................................................
3.3.1 Langkah Kerja ..............................................................
3.3.2 Metode Penelitian .........................................................
3.3.3 Analisa Hasil ................................................................
3.4 Jenis dan Sumber Data ...........................................................
3.4.1 Jenis Data .....................................................................
3.4.2 Sumber Data .................................................................
3.5 Alat dan Bahan .......................................................................
3.6 Lokasi Penelitian ....................................................................
3.7 Waktu Penelitan .....................................................................

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ...................................................


4.1 Hasil .......................................................................................
4.2 Pembahasan ............................................................................
BAB V. PENUTUP ..................................................................................
5.1 Kesimpulan ............................................................................
5.2 Saran ......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

1. Hemphill ., Gary, Blasting Operation, First Edition, Mc. Graw Hill Inc.,
New York
2. Naapuri, Jukka, Surface Drilling and Blasting, Tamrock, 1987 - 1988
3. Langefors U., and Kihlstrom, B., The Modern Technique of Rock
Blasting, Second Edition, A Heelsted Press Book John Willey & Sons,
New York,1973
4. Moelhim Karthodharmo, Irwandy Arif, Suseno Kramadibrata., Teknik
Peledakan, Diktat Kuliah Jilid I, Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas
Teknologi Mineral, Institut Teknologi Bandung, 1984
5. Koesnaryo, S. Ir. Teknik Pemboran dan Peledakan Jurusan Teknik
Pertambanagan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan
Nasional Veteran Yogyakarta 1988.
6. Samhudi, Teknik Peledakan , Departemen Pertambangan dan Energi,
Direktorat Jenderal Pertambangan Umum, Pusat Pengembangan Tenaga
Pertambangan, 1994
CURRICULUM VITAE
DATA PRIBADI
Nama : MEY TRISONI SILALAHI
Jenis Kelamin : LAKI-LAKI
Tempat, Tanggal Lahir : KABANJAHE, 13 MEI 1992
Agama : KRISTEN PROTESTAN
Kewarganegaraan : INDONESIA
Status : BELUM MENIKAH
Alamat : Jln Taurus VII Nomor 347 Palangkaraya,
Kalimantan Tengah
Nomor HP : 0812 6462 0498
Email : meytrisonisilalahi@yahoo.co.id

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN


Formal

1997 1998 TK Kemala Bhayangkari Kabanjahe


1998 2004 SD Negeri No 4 Kabanjahe
2004 2007 SMP Negeri 1 Kabanjahe
2007 2010 Jurusan IPA SMA Negeri 1 Kabanjahe
2011 Sekarang Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Palangkaraya
Non Formal
Kuliah umum Sehari Coal Exploration
Kuliah Umum Sehari Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Seminar Sehari Tinjauan Kelongsoran Dari Pandangan Geteknik dan
Geofisika
Seminar Sehari Potensi Pertambangan di Provinsi Kalimantan Tengah
Seminar Sehari Bidang Keteknikan
Seminar Sehari Prospek Tambang Bawah Tanah di Indonesia
PENGALAMAN
Mengikuti Kuliah Lapangan di Pelaihari Kalimantan Selatan
Kerja Praktik pada PT. Pamapersada Nusantara Distrik Asmi dengan topik
Pengamatan Sistem Penyaliran Tambang Pada Penambangan Batubara PT.
Pamapersada Nusantara Distik Asmi Desa Baronang Kecamatan Kapuas
Tengah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah