Anda di halaman 1dari 8

2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

ILMU KONSTRUKSI
Permasalahan, Solusi dan Inovasi dalam Dunia Konstruksi

by DNSUnlocker X

MAINAN ANAK ONLINE Kerja DiRumah Yuuk..!! Rahasi Main Saham Rak Koran Kamiko
Lagi Cari Mainan Anak yang keren Ingin Punya Penghasilan Tambahan? Belajar rahasia trading forex, saham Rak Koran & Majalah kamiko Kirim
dan murah... ? Ya cuma disini.... Manfaatin Gadgetnya Yuk BerBisnis dan dll Gratis Seluruh Indonesia hub 0856-195-
hanatatoys.com dg dBCN webinformasi.com 3718
www.dbc-network.com/?id=.. bursafurnitur.com/rak-ko..

BERANDA TENTANG DOWNLOADS KONTAK KAMI PRIVACY POLICY DISCLAIMER TERMS OF SERVICES

RIGID PAVEMENT 0 Search this Site...

Ilmu Konstruksi | 10:11 PM | Jalan Raya dan Transportasi

PERKERASAN JALAN BETON


Perkerasan Jalan Beton Semen (Concrete Pavement) pertama
kali digunakan di kota Bellefontaine, negara bagian Ohio,
Amerika Serikat, pada tahun 1891.
Sebagian perkerasan jalan ini masih berfungsi sampai saat ini,
sudah lebih 120 tahun dan dijadikan Monumen Nasional oleh
Asosiasi Teknik Sipil Amerika.
Perkerasan Kaku = Rigid Pavement = Perkerasan Beton Semen.
(Perkerasan interblock tidak termasuk perkerasan kaku)

JENIS PERKERASAN JALAN BETON


TRANSLATE
1. Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) adalah Perkerasan-Beton-Tanpa-Tulangan
Bersambungan. Pilih Bahasa

2. Jointed Reinforced Concrete Pavement (JRCP) adalah Perkerasan-Beton-Bertulangan Diberdayakan oleh Terjemahan
Bersambungan.
3. Continuously Reinforced Concrete Pavement (CRCP) adalah Perkerasan-Beton- FOLLOW BY EMAIL
Bertulangan-Menerus.
4. Prestressed Concrete Pavement (PCP) adalah Perkerasan-Beton-Prategang. Submit
Email address...

JOINTED PLAIN CONCRETE PAVEMENT (JPCP)


Paling umum digunakan sebelum dekade 1970-an.
Jarak transverse joint (sambungan melintang) dibuat antara 4 6 m. Rumus umum jarak KATEGORI
sambungan + 18-20 x tebal pelat (beton tebal 20 cm, jarak sambungan + 3,6 - 4,0 m) (beton tebal Administrasi Proyek (2)
30 cm, jarak sambungan + 5,4 - 6,0 m). Aplikasi Software (7)
Transverse joint boleh tanpa dowel bars (tulangan sambungan) bila jalan tersebut tidak dilewati Bandara (1)
truk, bila jalan tersebut dilewati oleh truk, Transverse joint harus dengan dowel bars. Beton (15)
Umur pelayanan antara 20 25 tahun. Jalan Raya dan Transportasi (4)

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 1/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

Jembatan (5)
Literatur (1)
Manajemen Proyek (6)
Pekerjaan Minor (1)
Pekerjaan Tanah (3)
Pondasi (1)
Serba-serbi (5)
Teknik Gempa (1)
Video Tutorial (4)

JOINTED REINFORCED CONCRETE PAVEMENT(JRCP)


Gaji 28 Juta/bulan, Mau?
Penghasilan Saya Rp.28 Juta/bulan, Modal
JRCP relatif jarang / sedikit digunakan 105.000, Gabung Sekarang!
www.ladangjutawan.com
Tulangan yang dipakai adalah tulangan susut, biasanya berupa tulangan berulir (deform bars) atau
wire mesh.
Transverse joint setiap antara 10 30 m harus dengan dowel bars (tulangan sambungan).
Umur pelayanan antara 25 30 tahun.
ARTIKEL POPULER

Perbaikan Tanah untuk Pondasi


Telapak Dengan Metode Sub Soil
Improvement

Kelebihan dan Kekurangan dari


Pondasi Telapak : Kelebihan : Pekerjaan dapat
dilaksanakan sendiri oleh kontraktor.

CONTINUOUSLY REINFORCED CONCRETE PAVEMENT (JRCP) Dasar/tapak ...

Di Amerika Serikat popular sejak akhir dekade 1970-an Teknologi Pemadatan Tanah

Umur pelayanan diperkirakan + 40 50 tahun Karena kebutuhan lahan untuk


Untuk ketebalan yang sama dengan JPCP umur pelayanan + 2 x ; untuk umur pelayanan sama, pembangunan terus bertambah,
ketebalan dapat dikurangi 2 5 cm lebih tipis daripada JPCP. bangunan terpaksa harus didirikan
pada daerah-daerah/lahan dengan kondisi tana...

Analisa Stuktur Beton


Menggunakan SAP2000

Pada umumnya langkah langkah


dalam melakukan struktur beton
bertulang dimulai dari permodelan struktur,
kemudian dilanjutkan dengan m...
PRESTRESSED CONCRETE PAVEMENT (PCP)
Rigid Pavement
Tanpa tulangan susut, yang ada hanya tulangan-tulangan prategang.
PERKERASAN JALAN BETON
Umumnya tanpa tulangan melintang.
Perkerasan Jalan Beton Semen
Lebih banyak digunakan untuk airport (lapangan terbang), untuk apron, taxiway, dan runway.
(Concrete Pavement) pertama kali
Untuk jalan raya tebal PCP cukup + 15 cm saja.
digunakan di kota Bellefontaine, negara bagian
...

Geosintetik
Geosintetik (geosynthetic) adalah
bahan sintetis (pada umumnya
dari bahan plastik) yang
digunakan untuk aplikasi teknik sipil dalam lin...

www.Ilmu Konstruksi.com. Powered by Blogger.

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 2/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

SUSUNAN PERKERASAN JALAN BETON SEMEN


TANPA LAPISAN PERANTARA

Kapan tidak diperlukan lapisan perantara (subbase) ?


Bila salah satu atau kombinasi dari hal dibawah ini terjadi :

Tanah dasar berupa tanah yang teguh, atau tanah dari jenis berbutir (kepasiran)
Tanah dasar mudah diresapi dan mengalirkan air hujan (tanah granular atau berpori-pori)
Pelaksanaan konstruksi jalan tidak mensyaratkan perlunya ada lapisan tanah dasar yang tetap
teguh dilewati alat-alat berat, selama pekerjaan perkerasan dilaksanakan.

DENGAN LAPISAN PERANTARA

Lapisan perantara :

Sebetulnya disebut sebagai lapisan base (base course = lapis pondasi atas)
Tetapi sebagian besar orang menyebut sebagai lapisan (subbase =lapis pondasi bawah), karena
material yang dipakai menyerupai material subbase pada perkerasan lentur.

KAPAN PERLU LAPISAN PERANTARA (SUBBASE) ?


Bila salah satu atau kombinasi dari hal dibawah ini terjadi :

Tanah dasar kemungkinan menjadi jenuh selama musim hujan (lapisan subbase berfungsi untuk
mencegah efek pumping)
Tanah berupa tanah yang sulit mengalirkan air hujan (dari tanah dominan lempung atau lanau)
Tanah dasar dapat dipengaruhi efek pembekuan (frost action selama musim dingin, bukan di
daerah tropis)
Selama pelaksanaan konstruksi jalan, tanah dasar mudah menjadi rusak akibat dilalui alat-alat
berat, sehingga diperlukan adanya lapisan perkerasan yang relatif teguh selama waktu
pelaksanaan

MATERIAL UNTUK LAPISAN PERANTARA (SUBBASE)


LAPISAN SIRTU
Sirtu dipadatkan 100% kepadatan Modified Proctor. Tebal minimum 20 cm, atau sesuai kebutuhan
peninggian badan jalan.

LAPISAN SOIL-CEMENT
Campuran tanah sirtu + cement kadar 5% - 6%, dipadatkan dengan kadar air yang diperlukan sampai
dengan + 95% kepadatan Modified Proctor
Tebal minimum : 15 cm, untuk jalan lokal / biasa dan 20 cm, untuk jalan utama.

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 3/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

LAPISAN ECONOCONCRETE
Beton mutu rendah, setara K75 K125
Tebal minimum : sama dengan lapisan soil-cement.

CATATAN :
No. 2 dan 3 dipilih bila lalu-lintas truk proyek selama pelaksanaan relatif tinggi, supaya subgrade tidak
rusak dilewati truk.

SUSUNAN LAPIS ULANG (OVERLAY)


PERKERASAN JALAN BETON SEMEN
THE WHITE TOPPING
(overlay dengan lapisan beton portland cement)

THE BLACK TOPPING


(overlay dengan lapisan beton aspal)

JENIS SAMBUNGAN PERKERASAN BETON


1. SAMBUNGAN MELINTANG (TRANSVERSE JOINT)
Terdiri dari :

sambungan susut (contraction joint)


sambungan konstruksi (construction joint)
sambungan muai (expansion joint)

2. SAMBUNGAN MEMBUJUR (LONGITUDINAL JOINT)


Terdiri dari :

sambungan membujur antar-lajur


sambungan membujur pengikat bahu

3. SAMBUNGAN KHUSUS LAINNYA

CATATAN :

Sambungan susut, terjadi karena beton menyusut selama mengeras


Sambungan konstruksi, adalah sambungan yang terletak pada batas akhir setiap penghentian
pengecoran sistim menerus (metoda slip-forming) untuk disambung dengan beton lainnya pada
pengecoran baru.
Sambungan muai, hanya dipasang pada tempat-tempat khusus, misalnya pada oprit jembatan,
persilangan jalan, dan sebagainya.
Untuk sambungan melintang digunakan dowel bars
Untuk sambungan membujur digunakan tie bars.

DOWEL BARS PADA SAMBUNGAN MELINTANG


http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 4/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

Dowel berupa tulangan baja halus (tak berulir).


Terutama untuk tulangan pentransfer beban roda kendaraan dari satu pelat ke pelat lain (berfungsi
seperti sendi gerber).
Sambungan ini berupa retak yang terjadi akibat susut beton selama mengeras (untuk beton yang
dicor sistim slip-forming)
Satu sisi dari dowel bar melekat pada betonnya, sisi yang lain tidak (ditutupi plastik sebelum beton
dicor atau dilapisi bahan pelumas cair, atau dapat juga dicat Teflon anti-lekat) maksudnya agar
pergerakan susut beton tidak terhalang oleh gesekan pada dinding dowel.

TIE BARS PADA SAMBUNGAN MEMBUJUR

Tie bars berupa tulangan baja berulir (deform bar).


Berfungsi untuk mengikat pelat yang satu dengan yang lain dan untuk pentransfer beban roda
kendaraan.

UKURAN DOWEL BAR YANG DISARANKAN


(Portland Cement Association, PCA, 1975)

CATATAN :
Dowel Bar pada sambungan melintang boleh tidak digunakan apabila jalan tidak dilewati truk.

UKURAN TIE BAR YANG DISARANKAN


(Portland Cement Association, PCA, 1975)

MUTU BETON PERKERASAN KAKU


(disarankan)

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 5/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

TEBAL BETON PERKERASAN KAKU


(Bervariasi, tetapi disarankan dari pengalaman selama ini)

PERHATIAN UNTUK PERKERASAN KAKU :


Tebal perkerasan lebih banyak ditentukan oleh :
- berat kendaraan yang melintas
- volume lalu-lintas

Tebal tersebut relatif tidak banyak dipengaruhi oleh kondisi tanah dasar (subgrade)

Contoh : Total EAL selama 20 tahun = 10 juta


- Tanah subgrade jelek, CBR = 3%
---> tebal pelat yang perlu = 24 cm
- Tanah subgrade baik, CBR = 30%
---> tebal pelat yang perlu = 23 cm

PENULANGAN UNTUK JRCP DAN CRCP

Jumlah tulangan minimum untuk tulangan susut :


- minimum 0,4% di daerah tropis
- minimum 0,5% di daerah bersuhu rendah
Jadi, Ay = 0,4% x Ab
Ay = jumlah luas penampang tulangan susut
Ab = luas penampang beton
Untuk pelat beton tebal sampai dengan 30 cm, tidak perlu tulangan rangkap. Cukup tulangan sejajar
ditengah-tengah tebal penampang.

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 6/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

Jarak tulangan membujur, l, disarankan :


- 100 mm < l < 200 mm
- atau sesuai Peraturan Beton yang ada
Tulangan melintang :
- diameter > 10 mm, jarak < 400 mm
- atau sesuai Peraturan Beton yang ada

Sumber :

Prof. Ir.Indrasurya B. Mochtar Msc. Ph.D.


AASHTO, 1986, AASHTO Guide for Design of Pavement Structures, Amerika Association of State
and Transportation Official.
PCA, 1984, Thickness Design for Concrete Highway and Street Pavements, Portland Cement
Association.
Illinois Departement of Transportation, 1982, Pavement Design, Section 7, Design Manual.
Marais, L.R., 1974, The Design and Construction of Concrete Pavement, Portland Cement Institute.
Baladi, Gilbert Y & M.B. Snyder, 1990, Highway Pavement Training Course, disusun untuk US Dept.
of Transportation, FHA.
Bina Marga

Tutorial Rigid Pavem

Related Posts on Jalan Raya dan Transportasi

Kegunaan Waterproofing Membrane

Pemasangan Guardrail

Rigid Pavement

Jenis Aspal dan Fungsinya

+1 Recommend this on Google

Newer Post Home Older Post

0 komentar:
Post a Comment

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 7/8
2/15/2016 Rigid Pavement ~ Ilmu Konstruksi

Link ke posting ini


Create a Link

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Copyright 2016 Ilmu Konstruksi | Powered by Blogger


Design by Ilmu Konstruksi | Blogger Theme by Ilmukonstruksi.com
Back to Top

http://www.ilmukonstruksi.com/2015/10/rigid-pavement.html 8/8