Anda di halaman 1dari 6

BAB VI

ANALISIS PEMASARAN

A. Tujuan

Mahasiswa mampu membuat analisis pemasaran sedian obat yang telah dibuat

B. Dasar Teori

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan
sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk
orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat
pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari
perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual
untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan
pasar dari perdagangan
Riset pemasaran atau marketing riset adalah kegiatan penelitian dibidang
pemasaran yang dilakukan secara sistematis, mulai dari perumusan masalah, tujuan
penelitian, pengumpulan data, pengelolahan data dan interpretasi hasil penelitian.
Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan pihak menejemen dalam rangka
identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk perumusan strategi
pemasaran dalam merebut peluang pasar.
Maksud tindakan yang sistematis adalah suatu tindakan yang dilakukan
secara teratur dan konsisten, didasarkan atas kegiatan-kegiatan yang ilmiah serta
dapat dibuktikan keberadaannya. Untuk kegiatan riset pemasaran, kegiatan sistematis
tersebut meliputi berbagai kegiatan, mulai dari perumusan masalah, pengumpulan
data, analisis data serta pengujian hipotesis.
Para wirausahawan selalu membutuhkan informasi dan pengetahuan
tentang pasar mereka. Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan
pelanggan. Riset pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisa secara
sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa

Tujuan riset pemasaran


Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan
secara objektif kenyataan yang ada
Bebes dari pengaruh kegiatan pribadi (politikal biases).

Identifikasi, pengumpulan data, analisis dan interpretasi hasil penelitian :

1. Identifikasi, meliputi kegiatan identifikasi mulai dari masalah menejemen


sampai merumuskannya kedalam bentuk riset pemasaran (marketing riset
problem).
2. Gunakan metode yang tepat untuk pengumpulan data.
3. Gunakan metode analisis yang tepat.
4. Interpretasikan

Riset pemasaran dapat dikontrol :

1. Produk
2. Harga
3. Promosi
4. Distribusi

5. Riset yang tidak dapat dikontrol:

1. Kondisi ekonomi
2. Teknologi
3. Peraturan pemerintah
4. Potitik
5. Kompetisi
6. Perubahan sosial
7.

C. Pembahasan
8. Pada pratikum yang kelompok kami lakukan, kami membuat kapsul
herbal dari rosella, teh herbal rosella, dan minuman instan dari jahe. Dan dari analisis
pemasaran yang kami lakukan melalui online didapatkan harga kapsul herbal dari
rosella dengan harga Rp. 33.000,- dengan isi 45 kapsul perbotol, sedangkan teh
herbal di dapatkan harga Rp. 22.000,- dengan isi 20 kantong per kotak, dan minuman
instan jahe didapatkan harga Rp. 5.000,- dengan isi 150g . Sedangkan harga yang
kelompok kami tentukan untuk produk kapsul herbal dari rosella yang akan kami
pasarkan dengan harga Rp. 40.000,- dengan isi 50 kapsul perkotak, teh herbal rosella
dengan harga Rp. 17.000,- isi 20 pc per kotak dan minuman instan dengan harga Rp.
2.000 per pc dengan isi 45 g. Pengambilan keputusan untuk harga kelompok dianisis
dengan metode swot pertama desain kemasan yang masih kurang menarik,harga
yang kompetitif,ingin mendapatkan perhatian konsumen dengan menawarkan harga
yang jauh lebih murah dari harga pasaran.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

D. Kesimpulan
18. Jadi pada pratikum analisis pemasaran kali ini dapat disimpulkan :
1. Kami memasarkan kapsul herbal rosella dengan harga Rp. 33.000,-
sedangkan teh herbal rosella dengan harga Rp.22.000,- dan minuman
instan dengan harga Rp. 2.000,-.
2. Harga yang kami pasarkan jauh berbeda karena produk yang kami
produksi belum memenuhi standar, dan belum dilakukan uji lebih
lanjut.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34. DAFTAR PUSTAKA


35. Butik Herba Rempah. 2015. Minuman Instan Herbal.
http://www.dinomarket.com/PasarDino/89387240/Jual-Minuman-
Serbuk-Instan-Jahe-Merah-Kunir-Putih-/ di akses 17 desember 2015
18.32 WIB
36. Mrwindudotcom. 2011. Minuman Jamu Instan Jahe Putih
Instanhttp://www.mrwindu.com/2011/05/minuman-jamu-instan-
jahe-putih-instan.html diakses 17 desember 2015, 17.05 WIB
37. Radiati, L.E., E.P. Nabet, P. Franck, B. Nabet, J.Capiaumont, D.
Fardiaz, F.R. Zakaria, I.Sudirman, dan R.D. Haryadi. 2003.
Pengaruhekstrak diklormetan jahe (Zingiberofficinale) terhadap
pengikatan toksin koleraB-subunit conjugasi (FITC) pada reseptor
selhibridoma LV dan Caco-2. Jurnal Teknologidan Industri Pangan
XIV(1): 5967.
38. Zakaria, F.R. dan T.M. Rajab. 1999. Pengaruh ekstrak jahe (Zingiber
officinale Roscoe)terhadap produksi radikal bebas makrofagmencit
sebagai indikator imunostimulansecara in vitro. Persatuan Ahli
PanganIndonesia (PATPI). Prosiding SeminarNasional Teknologi
Pangan: 707716.
39. Zakaria, F.R., Y. Wiguna, dan A. Hartoyo. 1999.Konsumsi sari jahe
(Zingiber officinaleRoscoe) meningkatkan aktivitas sel naturalkiller
pada mahasiswa pesantren Ulil Albaabdi Bogor. Buletin Teknologi
Industri PanganX(2): 4046.

40.

41.

42.

43.

44. LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM BAHAN ALAM

45. ANALISIS PEMASARAN


46.

47. OLEH:

48. AMBARITA INDARTI 138901

49. CHINTYA TIFFANI B.S 138909

50. DEDI FEBRINDI 138911

51. ERVIN OKTA RIZA 138919

52. FAJAR ASMARA NUR ALAM 138921

53. INDRI 138929

54. MUHAMMAD ILHAM 138947

55. NOVI WARDANI 138957

56. PUJI LESTARI 138959

57. PUTRI FATIKA SARI 138961

58. DOSEN: HUSNANI M.Sc, Ap

59. AKADEMI FARMASI YARSI PONTIANAK

60. Tahun 2015