Anda di halaman 1dari 22

SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF

PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH UNTUK DAERAH


PAYO(RAWA)

KARYA ILMIAH

Disusun Oleh:
1.Afdhol Putra
Kelas: XI IA 2
2.Dalli Yulio Saputra
Kelas: XI IA 1

YAYASAN PENDIDIKAN JAMBI


SEKOLAH MENENGAH ATAS TITIAN TERAS
TAHUN PELAJARAN 2007/2008
SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF
PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH UNTUK DAERAH
PAYO(RAWA)
KARYA ILMIAH

KARYA ILMIAH INI DIAJUKAN UNTUK MENGIKUTI LOMBA PENELITIAN


ILMIAH REMAJA (LPIR) 2008 YANG DISELENGGARAKAN OLEH DINAS
PENDIDIKAN NASIONAL
Disusun Oleh:
1.Afdhol Putra
Kelas: XI IA 2
2.Dalli Yulio Saputra
Kelas: XI IA 1

YAYASAN PENDIDIKAN JAMBI


SEKOLAH MENENGAH ATAS TITIAN TERAS
TAHUN PELAJARAN 2007/2008

LEMBAR PENGESAHAN
Karya ilmiah penulis yang berjudul SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI
ALTERNATIF PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH UNTUK DAERAH
PAYO(RAWA) telah disetujui untuk diikutkan dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja tahun
2008 yang diselenggarakan oleh Depemen Pendidikan Nasional Tahun 2008.

Tanggal Persetujuan: mei 2008

Guru Pembina materi Guru Pembina tekhnik

Alizar Johan Rts.Eka Enovasi,S.pd


Nip.430026741

Mengetahui
Kepala SMA TITIAN TERAS

Drs. Edi Purwanta


Nip.131883511

KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan segala rahmat dan hidayah nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
ini dengan baik, karya ilmiah ini berisi tentang hasil penelitian penulis yang berjuduj
CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF PENETRAL TINGKAT KEASAMAN
TANAH UNTUK DAERAH PAYO (RAWA).

Penulis telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan karya ilmiah ini ,akan tetapi
banyak hambatan dan kendala yang penulis hadapi, karya ilmiah ini tentunya tidak akan selesai
tanpa bantuan dari segala pihak yang telah bersusah-payah membantu penulis dalam
menyelesaikan karya ilmiah ini .oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Drs.Edi Purwanta ,selaku kepala SMA TITIAN TERAS, yang telah memberi izin kepada
penulis untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah ini .
2. Drs.Hendri Akbar M.si selaku guru pembimbing tekhnik yang telah membantu penulis
dalam tehknik pembuatan karya ilmiah ini.
3. Rts. Eka Enovasi S.pd , selaku guru pembimbing tehknik sekaligus pembimbing mata
pelajaran bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada
penulis dalam penelitian dan penulisan kaarya ilmiah ini.
4. Alizar johan,selaku guru pembimbing materi (kimia) yang telah membantu penelitian
karya ilmiah ini .
5. Perpustakaan daerah jambi yang senantiasa memberikan pinjaman buku untuk
penyelesaian karya ilmiah ini.
6. Orang tua penulis yang telah memberikan bantuan baik moil maupun materil serta doa
sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini .
7. Teman-teman penulis yang telah memberikan dorongan untuk menyelesaikan karya
ilmiah ini.
8. Semua pihak yang telah membantu penulis,yang tidak dapat penulis ungkapkan dengan
kata satu-persatu.

Karya ilmiah ini disusun untuk mengikuti lomba penelitian ilmiah remaja yang
diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional tahun 2008.

Tidak ada gading yang tak retak ,demikianlah pepatah mengatakan.demikian juga kiranya
karya ilmiah ini tentu masih banyak kekurangan nya hal ini dikarenakan mengingat
kemampuan penulis yang masih pelajar sangat minus dalam pengalaman dan pengetahuan
oleh karena itu,penulis mengharapkan ktitik dan saran dari pembaca demi sempurnanya karya
ilmiah yang akan datang.

Akhirnya, mudah-mudahan karya ilmiah ini bermanfaat bagi semua generasi muda yang
akan datang khususnya, dan bagi seluruh komponen bangsa Indonesia umumnya.

Pijoan, mei 2008


penulis

ABSTRAK
Kerang merupakan salah satu jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat
terutama yang bertempat tinggal didaerah pantai. Seperti yang kita ketahui bahwa didalam
cangkang kerang terkandung zat kapur (CaCO3), dengan menerapkan teori asam basa yaitu zat
yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan dicampurkan dengan zt yang bersifat basa.

Dijambi ini tanah yang dominan tersebar adalah tanah asam, banyak para petani
mengeluh akibat banyak nya disekitar lahan mereka tanah yang bersifat asam , padahal kita
semua tahu bahwa hanya beberapa tanaman saja yang dapat tumbuh subur di tanah asam
kemudian dari pada itu rata-rata tumbuhan dapat tumbuh subur pada kisaran Ph 5-9 .
berdasarkan latar belakang ini penulis termotivasi untuk mengadakan penilitian terhadap
bahan alami yang dapat digunakan sebagai alternative penetral tanah pada daerah payo (rawa)
bahan alam yang kami jadikan objek penelitian sebagai penetral tanah adalah serbuk kerang
laut.

Setelah kami lakukan penelitian dengan menggunakan kerang laut sebagai sample
percobaan ,diperoleh data bahwa tanah yang di campur dengan serbuk kerang laut akan
mampu menetral kan ph tanah yang terlalu asam menjadi netral (6-7). Sedangkan tanah yang
tidak sama sekali diberikan serbuk kerang tadi masih menyimpan kandungan asam yang kuat.
Berdasarkan penelitian tersebut ,maka bahwa diketahui bahwa serbuk kerang lut dapat
digunakan sebagai alternative penetral tanah yang memiliki tingkat kandungan asam yang
tinggi pada daerah payo(rawa).

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN i

KATA PENGANTAR ii

ABSTRAK iv

DAFTAR ISI v

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 2

1.3 Tujuan Penelitian 2

1.4 Hipotesis 2

1.5 Manfaat Penelitian 2


1.6 Batasan Masalah 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA 4

2.1 Kajian tentang Tanah 4

2.2 Kajian tentang Kerang 5

BAB III METODE PENELITIAN 6

3.1 Operasional Penelitian 7

3.2 Metode dan rancangan penelitian 7

3.3 Instrumen Penelitian 7

3.4 Prosedur Penelitian 7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 9

BAB V PENUTUP 11

5.1 Kesimpulan 11

5.2 Saran 11

DAFTAR PUSTAKA 12

DAFTAR ISIAN PESERTA 13


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Beberapa tempat didunia ini mengalami kerusakan yang sama akibat endapan
asam. Endapan asam akan mempengaruhi tanah, air, mahluk hidup, dan tanam-tanaman.
berdasarkan proses ionisasi bahwa tingkat keasaman suatu zat tidak bergantung pada jenis
asamnya,tetapi ditentukan oleh banyak sedikitnya ion hydrogen yang terdapat dalam zat yang
terkadung tersebut.tingkat atau derajat keasaman suatu zat akan bertambah besar jika konsentrasi
ion hydrogen dalam zat tersebut semakin besar

Tanah merupakan suatu media yang digunakan untuk bercocok tanam. Tanah tersusun
atas unsur-unsur yang berbeda dan memiliki tingkat keasaman yang berbeda satu sama lain.
Tingkat keasaman tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, khususnya tanaman
jangka pendek. Mayoritas tanaman jangka pendek hanya dapat tumbuh dan berkembang pada
tanah yang bersifat netral (PH=7).
Daerah bercurah hujan tinggi merupakan daerah yang berkemungkinan besar memiliki
tanah yang bersifat asam, sebagai contoh didaerah Jambi. yang menyebabkan masyarakat
setempat kesulitan untuk bercocok tanam, hal inilah yang memotivasi penulis untuk melakukan
penelitian.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas
lautan, yang tentunya kaya akan sumber daya alam yang begitu besar, salah satu hasil laut kita
adalah kerang. Sepanjang pengetahuan penulis kerang memiliki cangkang yang keras. Cangkang
tersebut tersusun atas zat kapur(CaCo3) yang bersifat basa. Dengan menerapkan konsep asam
basa penulis ingin mencoba untuk menggunakan cangkang kerang dalam bentuk serbuk yang
bersifat basa ini untuk menetralkan tanah yang bersifat asam.

Cangkang kerang merupakan sisa atau buangan manusia. Sampai saat ini kebanyakan
masyarakat beranggapan bahwa cangkang kerang tidak dapat digunakan untuk sesuatu hal yang
bermanfaat, oleh karena itu penulis menggunakan cangkang kerang sebagai penetral tingkat
keasaman tanah untuk daerah payo(rawa). Hal ini bertujuan agar tanah asam dapat dinetralkan
sehingga dapat digunakan sebagai lahan pertanian yang cukup subur.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka secara garis besar ada dua masalah
yang kami rumuskan, yaitu:

1.2.1 Apakah serbuk cangkang kerang mampu menetralkan tingkat keasaman tanah untuk daerah
payo(rawa).

1.2.2 Bagaimana perbandingan perubahan tingkat keasaman tanah jika tanah tersebut dicampur
dengan serbuk cangkang kerang dengan jumlah yang berbeda.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian yang kami lakukan adalah ingin mengetahui pengaruh pemberian
serbuk cangkang kerang terhadap tingkat keasaman tanah.

1.4 Hipotesis

Pemberian serbuk cangkang kerang dapat menetralkan tingkat keasaman tanah daerah
payo(rawa).

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Bagi dunia pertanian:

Dapat mengatasi permasalahan petani dalam hal tanah yang terlalu asam.

1.5.2 Bagi dunia perikanan:

1.6 Batasan Masalah

Kami membatasi penelitian ini pada hal-hal berikut:

1.6.1 Dalam penelitian ini kami membuktikan bahwa serbuk cangkang kerang yang dicampur
dengan tanah asam dapat meningkatkan keasaman tanah.

1.6.2 Kami tidak menghiraukan jenis kerang yang digunakan.

1.6.3 Tanah yang kami gunakan sampel dalam penelitian ini hanya tanah asam di daerah
Jambi.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Tanah

Tanah adalah lapisan kulit bumi yang tipis terletak di bagian paling atas permukaan bumi.
Lalu apa bedanya tanah dengan lahan? Selama ini orang awam beranggapan tanah sama
pengertiannya dengan lahan. Padahal menurut konsep Geografi tanah dengan lahan memiliki
perbedaan yang mendasar.

Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis
yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas
dari kulit bumi.

Sedangkan lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan lingkungan fisis dan
biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup
manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis meliputi relief atau topografi, tanah, air, iklim.
Sedangkan lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia.
Tanah Gambut atau Tanah Organik

Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa atau rumput rawa,
dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih dari 0.5
meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak
lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari
20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur hara
rendah.

Berdasarkan penyebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi tiga yaitu:

a. gambut ombrogen: terletak di dataran pantai berawa, mempunyai ketebalan 0.5 16


meter, terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan rumput rawa, hampir selalu tergenang air,
bersifat sangat asam. Contoh penyebarannya di daerah dataran pantai Sumatra,
Kalimantan dan Irian Jaya (Papua);

b. gambut topogen: terbentuk di daerah cekungan (depresi) antara rawa-rawa di daerah


dataran rendah dengan di pegunungan, berasal dari sisa tumbuhan rawa, ketebalan 0.5 6
meter, bersifat agak asam, kandungan unsur hara relatif lebih tinggi. Contoh
penyebarannya di Rawa Pening (Jawa Tengah), Rawa Lakbok (Ciamis, Jawa Barat), dan
Segara Anakan (Cilacap, Jawa Tengah); dan

c. gambut pegunungan: terbentuk di daerah topografi pegunungan, berasal dari sisa


tumbuhan yang hidupnya di daerah sedang (vegetasi spagnum). Contoh penyebarannya di
Dataran Tinggi Dieng.

Berdasarkan susunan kimianya tanah gambut dibedakan menjadi:


a. gambut eutrop, bersifat agak asam, kandungan O2 serta unsur haranya lebih tinggi;
b. gambut oligotrop, sangat asam, miskin O2 , miskin unsur hara, biasanya selalu
tergenang air; dan
c. mesotrop, peralihan antara eutrop dan oligotrop.

2.2 Kerang

Phylum molluska sudah ada sejak zaman kambrian,kira-kira 450 juta tahun yang lalu. Hal
ini terbukti dengan banyaknya penemuan fosil molluska yang berasal dari zaman kambria.
Phylum hewani ini merupakan golongan kedua terbesar didunia hewan (regnum animalia ).
Semuanya tersebar,baik didarat(teresterial),maupun diair(akuatik).

Penyebaran hewan ini sangat luas ,baik geografis maupun geologis. Dikenal lebih dari
100.000 spesies yang masih hidup dan mungkin lebih besar lagi jumlah fosilnya(AE.VINES
DAN N.REES,hal.1394).

Hewan yang termasuk philum molluska memiliki tubuh lunak,tidak beruas-


ruas(segmen),dengan ciri tubuh bagian atas (anterior) adalah kepala (caput),sisi
bawah(ventral)berfungsi sebagaikaki musculer. Dan massa visceranya terdapat pada sisi atas
(dorsal). Molluska berasal dari katamollsyang artinya lunak,kalau ditinjau dari keadaan yang
primitif,tubuh molluska menunjukan simetris bilateral (dimana bagian sebelah kiri merupakan
bayangan dari sebelah kanan ). Dan sebagian besar tubuh hewan molluska yang lunak dilindungi
oleh cangkang (exoskleton) yang keras. Cangkang(exoskleton)yang melindungi tubuh hewan
molluska terbuat dari kalsium karbonat (CA CO3) atau zat kapur. Tubuh utama molluska
diselimuti oleh lipatan kulit yang disebut cavumm valli(paru). Hewan-hewan molluska telah
memiliki sistem organ yang lengkap.

FISIOLOGI ANATOMI

CANGKANG

Cangkang adalah rangka luar pada kerang. Cangkang ini dibentuk oleh sl-sel kulit (epitel
mantel) yang mengeluarkan secreta (RADIOPOET:50 hal 354).

Cangkang terdiri dari 3 lapisan dari luar kedalam, adalah :

Periostracum ,yang berwarna hitam,terbuat dari bahan tanduk yang disebut cocchiolin.
Prismatic ,yang tersusun dari kristal-kristal kalsium karbonat(zat kapur yang berbentuk
prisma )
Lapisan nacreas (mutiara) ,juga terdiri dari kristal-kristal kalsium karbonat (zat kapur
yang berbentuk prisma tetapi susunannya lebih rapat.
Engsel cangkang dibentuk oleh jaringan ikat yang disebut ligamentum. Kedua cangkang
dapat membuka dan menutup , karena adanya dua otot adductor ,satu terletak di bagian
anterior dan satunya lagi terdapat di bagian posterior.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1Operasional Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal 26-28 Mei 2008. Yang dilaksanakan di laboratorium
Kimia SMA Titian teras Jl.Jambi-Ma.Bulian Km 21.
3.2 Metode dan rancangan penelitian
Dalam penilitian ini kami menggunakan metode eksperimen.
3.3 Instrumen penelitian
Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Alat dan bahan

3.3.1 Alat-alat penelitian :

1. wadah 5 buah

2. indikator universal/ph meter 1 buah

3. kertas penanda 5 helai

4. timbangan 1 buah

5. sikat 1 buah

3.3.2 Bahan penelitian :


1. cangkang kerang 100 gram

2. tanah asam 100 gram

3. air 1 liter

3.4 Prosedur penelitian

3.2.1 Menyiapkan tanah asam

1. Lima buah wadah diletakkan secara sejajar dengan jarak lebih kurang 5 cm

2. wadah tersebut diisi dengan tanah asam masing- masing 400 gram( diukur
dengan menggunakan timbangan)

3.2.2 menyiapkan serbuk kerang

1. Cangkang kerang dipisahkan dari dagingnya.


2. Cangkang kerang yang sudah dipisahkan dibersihkan dengan sikat sampai
bersih
3. Cangkang kerang yang sudah dibersihkan ditumbuk sampai halus
3.2.3 menggabungkan antara tanah asam dengan serbuk kerang cangkang kerang
cangkang kerang yang telah ditumbuk halus tersebut dimasukkan kedalam
wadah (1 sampai 4) yang telah berisi tanah sampel (tanah asam ). lalu ditambah
air masing masing 200 ml dan diaduk rata, satu wadah(v) hanya diisi dengan
dengan air dan tanah tanpa serbuk cangkang kerang.
Untuk memperoleh data perbandingan, penulis membagi serbuk cangkang
kerang dengan jumlah yang berbeda dalam setiap kantong plastic yang telah berisi
tanah. Adapun jumlah (berat) serbuk cangkang kerang yang dimasukkan ke setiap
wadah yang telah berisi tanah adalah sebagai berikut :
1. wadah I berisi 10 gram serbuk cangkang kerang
2. wadah II berisi 20 gram serbuk cangkag kerang
3. wadah III berisi 30 gram serbuk cangkan kerang
4. wadah IV berisi 40 gram serbuk cangkang kerang
5. wadah V tidak berisi serbuk cangkang kerang
Agar tidak terjadi kesalahan setiap wadah diberi kertas penanda pada saat
penelitian. Penulis akan melakukan pengamatan dalam dua tahap yaitu sesaat setelah
pencampurn dan 3 hari berikutnya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Penelitian yang kami lakukan berlangsung selama tiga hari, adapun hasil dari
penelitian adalah sebagai berikut :

Data awal

Berat tanah setiap sampel : 100 gram


Tingkat keasaman air : netral
Volume air setiap sampel : 200 ml

Data yang didapatkan sebelum dan setelah pencampuran :

Data hasil penelitian

Sampel Berat sampel Volume air Berat serbuk PH awal PH setelah


(gram) (ml) kerang (tanah+air) tiga hari
(gram)
I 100 200 10 4 5,9
II 100 200 20 3,8 6,1
III 100 200 30 4,1 6,3
IV 100 200 40 4 6,4
V 100 200 - 3,9 3,9
Dari table 4.1 penulis dapat membuktikan bahwa serbuk cangkang kerang dapat digunakan
sebagai alternative penetral tingkat keasaman tanah.

berdasarkan table diatas ,kita dapat mengetahui bahwa tanah yang diberikan lebih banyak serbuk
kerang tadi tingkat keasamannya perlahan-lahan naik menjadi netral.itu semua karena adannya unsur
caco3 yang berada pada cangkang serbuk kerang tadi.sedangkan yang tidak sama sekali diberikan tadi ph
nya tetap (tidak berubah)sama sekali.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari data hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian serbuk
cangkang kerang pada tanah yang yangkerang bersifat asam dapat meningkatkan ph sehingga menjadi
netral, tergantung jumlah serbuk cangkang kerang yang dicampurkan.

5.2 Saran

Karena keterbatasan waktu, pengetahuan, serta fasilitas yang digunakan, maka kami menyarankan agar
dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jangka waktu relative lebih lama hal ini bertujuan agar didalam
campuran tanah asam dan serbuk cangkang kerang ter sebut terjadi penyerapan yang sempurna.
DAFTAR PUSTAKA

http/www.google.com

pustekkom@2005

http://ditjenbun.deptan.go.id/benihbun/benih Powered by Joomla! Generated: 11 May, 2008,


13:05
DAFTAR ISIAN PESERTA

Nama lengkap : Apdhol putra

Tempat dan tanggal lahir : solok, 28 Juli 1991

Jenis kelamin : Laki-laki

Nama sekolah : SMA Titian Teras Jambi

Kelas : XI IPA 2

Alamat lengkap sekolah : Jl. Lintas Jambi-Muara Bulian Km 21 Pijoan, Kabupaten


Muaro Jambi

Alamat : Jl lintas Sumatra Rt 06 Kec.dusun aurgading.


Kab.sarolangun

Hobbi : belajar,dan baca novel

Cita-cita : Dokter

Bidang ilmu yang digemari : Kimia dan matematika

Nama orang Tua :

a. Ayah : M.Safwan Spd

b. Ibu : Sofra Spd

Pekerjaan Orang Tua :


a. Ayah : PNS

b. Ibu : Guru

DAFTAR ISIAN PESERTA

Nama lengkap : Dalli Yulio Saputra

Tempat dan tanggal lahir : silak mukai, 23 Juli 1991

Jenis kelamin : Laki-laki

Nama sekolah : SMA Titian Teras Jambi

Kelas : XI IPA 1

Alamat lengkap sekolah : Jl. Lintas Jambi-Muara Bulian Km 21 Pijoan, Kabupaten


Muaro Jambi

Alamat : Jl. Sungai Penuh Kayu Aro. Desa Dusun Baru Siulak.
Kec.Siulak. Kab.Kerinci

Hobbi : Mendengarkan music dan sepak takraw

Cita-cita : Dokter

Bidang ilmu yang digemari : Agama dan Kimia

Nama orang Tua :

c. Ayah : Darman Suandi

d. Ibu : Eliyati
Pekerjaan Orang Tua :

c. Ayah : Guru

d. Ibu : Guru