Anda di halaman 1dari 17

SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF

PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH

KARYA TULIS ILMIAH

Disusun Oleh:

NAMA : ALRINAL OKTAFIANDI


N I S N : 9955015308
KELAS : IX B

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN


OLAHRAGA
SMPNEGERI 3 KABUPATEN TEBO
TAHUN 2009/2010
SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF
PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH

KARYA TULIS ILMIAH

Karya Tulis Ini Disusun dan Disajikan Sebagai Ujian Akhir


Nasional
Praktek Menulis Pada Pelajaran Bahasa Indonesia
di SMP Negeri 3 Kabupaten Tebo
Tahun Pelajaran
2009/2010

Disusun Oleh:

NAMA : ALRINAL OKTAFIANDI


N I S N : 9955015308
KELAS : IX B

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN


OLAHRAGA
SMPNEGERI 3 KABUPATEN TEBO
TAHUN 2009/20010
HALAMAN PENGESAHAN

Karyatulis yang disusun oleh ALRINAL OKTAFIANDI yang


berjudul SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF
PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH yang telah disetujui dan
disahkan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti UAN/UAS di
lingkungan SMP N 3 Kabupaten Tebo , tahun ajaran 2009/2010.

Disetujui oleh :

Pembimbimg tekhnis Pembimbing


materi ,

AHMAD SUWAJI,S.Pd SULASTRI


NIP.1968 0505 199412 1003 NIP.

Mengetahui
Kepala SMP N 3 kabupaen tebo

UPOMO BUDIARSO ,S.P.d


NIP. 1966 1120 199811 1001
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan segala rahmat dan hidayah nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

karya ilmiah ini dengan baik, karya ilmiah ini berisi tentang hasil penelitian penulis yang

berjuduj SERBUK CANGKANG KERANG SEBAGAI ALTERNATIF

PENETRAL TINGKAT KEASAMAN TANAH

Penulis telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan karya ilmiah ini

,akan tetapi banyak hambatan dan kendala yang penulis hadapi, karya ilmiah ini tentunya

tidak akan selesai tanpa bantuan dari segala pihak yang telah bersusah-payah membantu

penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini .oleh karena itu penulis mengucapkan

terima kasih kepada :

1. Yth . bapak upomo budiarso S.P.d selaku kepala SMP n 3 Kabupaten Tebo .

2. Bapak Suwaji S.P.d selaku pembimbing teknis.

3. Ibu Sulastri selaku guru pembimbing

Tidak ada gading yang tak retak ,demikianlah pepatah

mengatakan.demikian juga kiranya karya ilmiah ini tentu masih banyak

kekurangan nya hal ini dikarenakan mengingat kemampuan penulis yang masih

pelajar sangat minus dalam pengalaman dan pengetahuan oleh karena itu,penulis

mengharapkan ktitik dan saran dari pembaca demi sempurnanya karya ilmiah

yang akan datang.


Rimbo Bujang , Maret 209

Penulis

Daftar isi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Beberapa tempat didunia ini mengalami kerusakan yang sama akibat

endapan asam. Endapan asam akan mempengaruhi tanah, air, mahluk hidup, dan

tanam-tanaman. berdasarkan proses ionisasi bahwa tingkat keasaman suatu zat tidak

bergantung pada jenis asamnya,tetapi ditentukan oleh banyak sedikitnya ion

hydrogen yang terdapat dalam zat yang terkadung tersebut.tingkat atau derajat

keasaman suatu zat akan bertambah besar jika konsentrasi ion hydrogen dalam zat

tersebut semakin besar

Tanah merupakan suatu media yang digunakan untuk bercocok tanam.

Tanah tersusun atas unsur-unsur yang berbeda dan memiliki tingkat keasaman yang

berbeda satu sama lain. Tingkat keasaman tanah sangat berpengaruh terhadap

pertumbuhan tanaman, khususnya tanaman jangka pendek. Mayoritas tanaman

jangka pendek hanya dapat tumbuh dan berkembang pada tanah yang bersifat netral

(PH=7).

Daerah bercurah hujan tinggi merupakan daerah yang berkemungkinan

besar memiliki tanah yang bersifat asam, sebagai contoh didaerah Jambi. yang

menyebabkan masyarakat setempat kesulitan untuk bercocok tanam, hal inilah yang

memotivasi penulis untuk melakukan penelitian.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya

terdiri atas lautan, yang tentunya kaya akan sumber daya alam yang begitu besar,

salah satu hasil laut kita adalah kerang. Sepanjang pengetahuan penulis kerang

memiliki cangkang yang keras. Cangkang tersebut tersusun atas zat kapur(CaCo3)
yang bersifat basa. Dengan menerapkan konsep asam basa penulis ingin mencoba

untuk menggunakan cangkang kerang dalam bentuk serbuk yang bersifat basa ini

untuk menetralkan tanah yang bersifat asam.

Cangkang kerang merupakan sisa atau buangan manusia. Sampai saat ini

kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa cangkang kerang tidak dapat

digunakan untuk sesuatu hal yang bermanfaat, oleh karena itu penulis menggunakan

cangkang kerang sebagai penetral tingkat keasaman tanah untuk daerah rawa. Hal

ini bertujuan agar tanah asam dapat dinetralkan sehingga dapat digunakan sebagai

lahan pertanian yang cukup subur.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka secara garis besar ada dua
masalah yang kami rumuskan, yaitu:

1.2.1 Apakah serbuk cangkang kerang mampu menetralkan tingkat keasaman tanah
untuk daerah payo(rawa).

1.2.2 Bagaimana perbandingan perubahan tingkat keasaman tanah jika tanah tersebut
dicampur dengan serbuk cangkang kerang dengan jumlah yang berbeda.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang kami lakukan adalah ingin mengetahui pengaruh
pemberian serbuk cangkang kerang terhadap tingkat keasaman tanah.
1.4 Hipotesis

Pemberian serbuk cangkang kerang dapat menetralkan tingkat keasaman


tanah daerah payo(rawa).

1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Bagi dunia pertanian:

Dapat mengatasi permasalahan petani dalam hal tanah yang terlalu asam.

1.6 Batasan Masalah

Kami membatasi penelitian ini pada hal-hal berikut:

1.6.1 Dalam penelitian ini kami membuktikan bahwa serbuk cangkang kerang yang
dicampur dengan tanah asam dapat meningkatkan keasaman tanah.

1.6.2 Kami tidak menghiraukan jenis kerang yang digunakan.

1.6.3 Tanah yang kami gunakan sampel dalam penelitian ini hanya tanah asam di
daerah Jambi.

1.6.3 METODE PENELITIAN

1.6.3.1 Operasional Penelitian


Penelitian dilakukan pada tanggal . Yang dilaksanakan di
rumah kediaman .
1.6.3.2 Metode dan rancangan penelitian
Dalam penilitian ini kami menggunakan metode eksperimen.
1.6.3.3 Instrumen penelitian
Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Alat dan bahan

1.6.3.4 Alat-alat penelitian :

1. wadah 5 buah

2.ph meter 1 buah

3. kertas penanda 5 helai

4. timbangan 1 buah

5. sikat 1 buah

3.3.2 Bahan penelitian :

1. cangkang kerang 100 gram

2. tanah asam 100 gram

3. air 1 liter

1.6.3.5 Prosedur penelitian

1.6. 3.2.1 Menyiapkan tanah asam

1. Lima buah wadah diletakkan secara sejajar dengan jarak lebih kurang 5
cm

2. wadah tersebut diisi dengan tanah asam masing- masing 400


gram( diukur dengan menggunakan timbangan)

1.6.3.2.2 menyiapkan serbuk kerang

1. Cangkang kerang dipisahkan dari dagingnya.


2. Cangkang kerang yang sudah dipisahkan dibersihkan dengan sikat
sampai bersih
3. Cangkang kerang yang sudah dibersihkan ditumbuk sampai halus
1.6.3.2. menggabungkan antara tanah asam dengan serbuk kerang
cangkang kerang
cangkang kerang yang telah ditumbuk halus tersebut
dimasukkan kedalam wadah (1 sampai 4) yang telah berisi tanah
sampel (tanah asam ). lalu ditambah air masing masing 200 ml dan
diaduk rata, satu wadah(v) hanya diisi dengan dengan air dan tanah
tanpa serbuk cangkang kerang.
Untuk memperoleh data perbandingan, penulis membagi
serbuk cangkang kerang dengan jumlah yang berbeda dalam setiap
kantong plastic yang telah berisi tanah. Adapun jumlah (berat) serbuk
cangkang kerang yang dimasukkan ke setiap wadah yang telah berisi
tanah adalah sebagai berikut :
1. wadah I berisi 10 gram serbuk cangkang kerang
2. wadah II berisi 20 gram serbuk cangkag kerang
3. wadah III berisi 30 gram serbuk cangkan kerang
4. wadah IV berisi 40 gram serbuk cangkang kerang
5. wadah V tidak berisi serbuk cangkang kerang

Agar tidak terjadi kesalahan setiap wadah diberi kertas


penanda pada saat penelitian. Penulis akan melakukan pengamatan
dalam dua tahap yaitu sesaat setelah pencampurn dan 3 hari
berikutnya.
BAB II

2.1 Tanah

Tanah adalah lapisan kulit bumi yang tipis terletak di bagian paling atas
permukaan bumi. Lalu apa bedanya tanah dengan lahan? Selama ini orang awam
beranggapan tanah sama pengertiannya dengan lahan. Padahal menurut konsep Geografi
tanah dengan lahan memiliki perbedaan yang mendasar.

Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda
fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian
paling atas dari kulit bumi.

Sedangkan lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan lingkungan


fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan
kesejahteraan hidup manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis meliputi relief atau
topografi, tanah, air, iklim. Sedangkan lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan
manusia.

Tanah Gambut atau Tanah Organik

Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa atau rumput rawa,
dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih dari
0.5 meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur,
konsistensi tidak lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur
lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam
(pH 4.0), kandungan unsur hara rendah.

Berdasarkan penyebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi tiga yaitu:

a. gambut ombrogen: terletak di dataran pantai berawa, mempunyai ketebalan 0.5 16


meter, terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan rumput rawa, hampir selalu tergenang air,
bersifat sangat asam. Contoh penyebarannya di daerah dataran pantai Sumatra,
Kalimantan dan Irian Jaya (Papua);

b. gambut topogen: terbentuk di daerah cekungan (depresi) antara rawa-rawa di daerah


dataran rendah dengan di pegunungan, berasal dari sisa tumbuhan rawa, ketebalan 0.5 6
meter, bersifat agak asam, kandungan unsur hara relatif lebih tinggi. Contoh
penyebarannya di Rawa Pening (Jawa Tengah), Rawa Lakbok (Ciamis, Jawa Barat), dan
Segara Anakan (Cilacap, Jawa Tengah); dan

c. gambut pegunungan: terbentuk di daerah topografi pegunungan, berasal dari sisa


tumbuhan yang hidupnya di daerah sedang (vegetasi spagnum). Contoh penyebarannya di
Dataran Tinggi Dieng.

Berdasarkan susunan kimianya tanah gambut dibedakan menjadi:


a. gambut eutrop, bersifat agak asam, kandungan O2 serta unsur haranya lebih tinggi;
b. gambut oligotrop, sangat asam, miskin O2 , miskin unsur hara, biasanya selalu
tergenang air; dan
c. mesotrop, peralihan antara eutrop dan oligotrop.

2.2 Kerang
Phylum molluska sudah ada sejak zaman kambrian,kira-kira 450 juta tahun yang
lalu. Hal ini terbukti dengan banyaknya penemuan fosil molluska yang berasal dari
zaman kambria. Phylum hewani ini merupakan golongan kedua terbesar didunia hewan
(regnum animalia ). Semuanya tersebar,baik didarat(teresterial),maupun diair(akuatik).

Penyebaran hewan ini sangat luas ,baik geografis maupun geologis. Dikenal lebih
dari 100.000 spesies yang masih hidup dan mungkin lebih besar lagi jumlah
fosilnya(AE.VINES DAN N.REES,hal.1394).

Hewan yang termasuk philum molluska memiliki tubuh lunak,tidak beruas-


ruas(segmen),dengan ciri tubuh bagian atas (anterior) adalah kepala (caput),sisi
bawah(ventral)berfungsi sebagaikaki musculer. Dan massa visceranya terdapat pada sisi
atas (dorsal). Molluska berasal dari katamollsyang artinya lunak,kalau ditinjau dari
keadaan yang primitif,tubuh molluska menunjukan simetris bilateral (dimana bagian
sebelah kiri merupakan bayangan dari sebelah kanan ). Dan sebagian besar tubuh hewan
molluska yang lunak dilindungi oleh cangkang (exoskleton) yang keras.
Cangkang(exoskleton)yang melindungi tubuh hewan molluska terbuat dari kalsium
karbonat (CA CO3) atau zat kapur. Tubuh utama molluska diselimuti oleh lipatan kulit
yang disebut cavumm valli(paru). Hewan-hewan molluska telah memiliki sistem organ
yang lengkap.

FISIOLOGI ANATOMI

CANGKANG

Cangkang adalah rangka luar pada kerang. Cangkang ini dibentuk oleh sl-sel kulit
(epitel mantel) yang mengeluarkan secreta (RADIOPOET:50 hal 354).

Cangkang terdiri dari 3 lapisan dari luar kedalam, adalah :

Periostracum ,yang berwarna hitam,terbuat dari bahan tanduk yang disebut cocchiolin.
Prismatic ,yang tersusun dari kristal-kristal kalsium karbonat(zat kapur yang berbentuk
prisma )
Lapisan nacreas (mutiara) ,juga terdiri dari kristal-kristal kalsium karbonat (zat kapur
yang berbentuk prisma tetapi susunannya lebih rapat.
Engsel cangkang dibentuk oleh jaringan ikat yang disebut ligamentum. Kedua cangkang
dapat membuka dan menutup , karena adanya dua otot adductor ,satu terletak di bagian
anterior dan satunya lagi terdapat di bagian posterior.

HASIL PENELITIAN

Penelitian yang kami lakukan berlangsung selama tiga hari, adapun hasil
dari penelitian adalah sebagai berikut :

Data awal

Berat tanah setiap sampel : 100 gram


Tingkat keasaman air : netral
Volume air setiap sampel : 200 ml

Data yang didapatkan sebelum dan setelah pencampuran :

Data hasil penelitian

Sampel Berat sampel Volume air Berat serbuk PH awal PH setelah tiga
(gram) (ml) kerang (tanah+air) hari
(gram)
I 100 200 10 4 5,9
II 100 200 20 3,8 6,1
III 100 200 30 4,1 6,3
IV 100 200 40 4 6,4
V 100 200 - 3,9 3,9

Dari table 4.1 penulis dapat membuktikan bahwa serbuk cangkang kerang dapat
digunakan sebagai alternative penetral tingkat keasaman tanah.
berdasarkan table diatas ,kita dapat mengetahui bahwa tanah yang diberikan lebih banyak
serbuk kerang tadi tingkat keasamannya perlahan-lahan naik menjadi netral.itu semua
karena adannya unsur caco3 yang berada pada cangkang serbuk kerang tadi.sedangkan
yang tidak sama sekali diberikan tadi ph nya tetap (tidak berubah)sama sekali.

BAB III

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari data hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
pemberian serbuk cangkang kerang pada tanah yang yangkerang bersifat asam dapat
meningkatkan ph sehingga menjadi netral, tergantung jumlah serbuk cangkang kerang
yang dicampurkan.

5.2 Saran

Karena keterbatasan waktu, pengetahuan, serta fasilitas yang digunakan, maka kami
menyarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jangka waktu relative lebih
lama hal ini bertujuan agar didalam campuran tanah asam dan serbuk cangkang kerang
ter sebut terjadi penyerapan yang sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

http/www.google.com

pustekkom@2005

http://ditjenbun.deptan.go.id/benihbun/benih Powered by Joomla! Generated: 11 May,


2008, 13:05

BIODATA PENULIS
Nama : ALRINAL OKTAFIANDI

Kelas : IX B

Tempat , Tanggal Lahir:JAKARTA , 5 OKTOBER 1995

Jenis kelamin : laki laki e

Agama :Islam

Alamat : Gag Nangka Jalan 5 unit II rimbo bujang

Sekolah : SMP N 3

Riwayat pendidikan :Pada tahun 2000 penulis sekolah di TK pertiwi kecamatan pasar

kemis, Tangerang .

Pada tanggal 2001-2003 penulis sekolah di SD 1 dari kelas 1-3,

dan pada tahun 2003-2005 penulis pindah ke SD III & IV dari

kelas 3-5.Kemudian pada tahun2005 penulispun pindah ke SD 68.

Dan akhirnya penulis pindah kedaerah jambi ,tepatnya ke SD194

yaitu di rimbo bujang .

Stelah tamat sd penulis melanjutkan menuntut ilmu ke SMP N

3pada tahun 2007.