Anda di halaman 1dari 5

media pendidikan adalah televisi,dapat diartikan bahwa televisi sesungguhnya

adalah suatu perlengkapan elektronis, yang pada dasarnya adalah sama dengan
gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Televisi dengan perannya baik
sebagai gambar hidup m ... pendidikan telah membawa pengaruh yang sangat
besar dalam bidang pendidikan. Akibat dari dari pengaruh-pengaruh itu,
pendidikan semakin lama semakin mengalami kemajuan, sehingga mendorong
berbagai usaha pembaharuan. Salah satu contoh media pendidika ... media
pendidikan adalah televisi,dapat diartikan bahwa televisi sesungguhnya adalah
suatu perlengkapan elektronis, yang pada dasarnya adalah sama dengan gambar
hidup yang meliputi gambar dan suara. Televisi dengan perannya baik sebagai
gambar hidup ...

Media massa dipandang punya kedudukan strategis dalam masyarakat. Ashadi


Siregar (2004) memetakan tiga fungsi instrumental media massa, yaitu untuk
memenuhi fungsi pragmatis bagi kepentingan pemilik media massa sendiri, bagi
kekuatan-kekuatan ekonomi ... pendidikannya dan masih kuat budaya
paternalistiknya. Kenyataan ini diperkuat dengan adanya realitas sosial politik di
Indonesia, di mana peran lembaga otoritatif (trias politica), seperti eksekutif,
legislatif, dan yudikatif belum melakukan peranny ... media massa, yaitu untuk
memenuhi fungsi pragmatis bagi kepentingan pemilik media massa sendiri, bagi
kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik dari pihak di luar media massa, atau untuk
kepentingan warga masyarakat.Secara konseptual, keberadaan med ...
Media massa dipandang punya kedudukan strategis dalam masyarakat. Ashadi
Siregar (2004) memetakan tiga fungsi instrumental media massa, yaitu untuk
memenuhi fungsi pragmatis bagi kepentingan pemilik media massa sendiri, bagi
kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik dari pihak di luar media massa, atau untuk
kepentingan warga masyarakat.Secara konseptual, keberadaan media massa dan
masyarakat perlu dilihat secara bertimbal balik. Untuk itu ada 2 pandangan yaitu
apakah media massa membentuk (moulder) atau mempengaruhi masyarakat,
ataukah sebaliknya sebagai cermin (mirror) atau dipengaruhi oleh realitas
masyarakat. Dua landasan ini menjadi titik tolak dari bangunan epistemogis dalam
kajian media massa, yang mencakup ranah pengetahuan mengenai hubungan
antara masyarakat nyata (real) dengan media, antara media dengan masyarakat
cyber, dan antara masyarakat real dengan masyarakat cyber secara bertimbal-
balik.Pandangan pertama, bahwa media membentuk masyarakat bertolak dari
landasan bersifat pragmatis sosial dengan teori stimulus respons dalam
behaviorisme. Teori media dalam landasan positivisme ini pun tidak bersifat
mutlak, konsep mengenai pengaruh media massa terdiri atas 3 varian, pertama:
menimbulkan peniruan langsung (copy-cut), kedua: menyebabkan ketumpulan
terhadap norma (desensitisation), dan ketiga: terbebas dari tekanan psikis
(catharsis) bagi khalayak media massa.Pandangan kedua menempatkan media
sebagai teks yang merepresentasikan makna, baik makna yang berasal dari realitas
empiris maupun yang diciptakan oleh media. Dengan demikian realitas ...
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam kegiatan dan proses belajar mengajar sangatlah penting untuk dikaji karena kegiatan ini

merupakan proses yang betul-betul harus dikuasai oleh seorang guru erat kaitannya dengan tugas

kesehariannya seperti yang diungkapkan oleh Moh. Uzer Usman dalam bukunya Menjadi Guru

Profesional "Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti

meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajari berarti meneruskan dan

mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan

keterampilan-keterampilan pada siswa."

Salah satu upaya seorang guru untuk meningkat mutu pendidikan adalah penggunaan media

pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesannya. Hal ini diperuntukkan bagi siswa

yang belum dapat menerima pesan yang disampaikan guru, maka penggunaan media sangat

dianjurkan. Dengan demikian penggunaan media untuk menyampaikan pesan pembelajaran akan

lebih di hayati tanpa menimbulkan kesalah pahaman bagi keduanya yaitu murid dan guru.

Contoh Skripsi
Proses belajar mengajar, guru sebagai sumber menuangkan pesan ke dalam simbol-simbol

tertentu dan siswa sebagai penerima pesan menafsirkan simbol-simbol tersebut, sehingga dipahami

sebagai pesan. Agar pesan yang disampaikan oleh sumber atau pesan tadi bisa juga sampai pada

penerima pesan, maka dibutuhkan adanya wadah yang disebut dengan Media media ini disebut

saluran (chanel). Biasanya dalam proses komunikasi walaupun pesan (message) atau informasi sudah

diberikan oleh sumber dan ditujukan kepada penerima melalui media akan tetapi tidak ada umpan

balik maka proses komunikasi tidak sempurna. (Arif S. 1993 : 11)Contoh Skripsi

Dalam menyampaikan pesan pendidikan agama diperlukan media pengajaran. Media

pengajaran pendidikan agama adalah perantara/pengantar pesan guru agama kepada penerima pesan

yaitu siswa. Media pengajaran ini sangat diperlukan dalam merangsang pikiran, perasaan, perhatian
dan minat serta perhatian sehingga terjadi proses belajar mengajar serta dapat memperlancar

penyampaian pendidikan agama Islam. (Muhaimin, dkk. 1996 : 91)

Media pembelajaran merupakan berbagai macam jenis komponen dalam lingkungan siswa

yang dapat merangsang siswa untuk belajar walaupun bersifat menyalurkan pesan dan dapat

merangsang pikiran, perangsang kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar

mengajar. Contoh Skripsi

Penggunaan media pembelajaran ini bukanlah sekedar upaya untuk membantu guru, namun

juga membantu siswa dalam belajar. Karena dengan menggunakan media pikiran siswa akan lebih

terfokus pada apa yang disampaikan oleh pendidik atau guru dan dapat meningkatkan pemahaman

siswa serta dapat menerima pesan dengan baik dan benar.

Hamalik dalam Arsyad (2003:15) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajar dalam

proses belajar mengajar membangkitkan kemajuan dan minat yang baru, bangkitkan motivasi dan

rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.Contoh Skripsi

Dari pernyataan diatas semakin jelas bahwa penggunaan media pembelajaran pada tahap

orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian

pesan serta isi materi pelajaran pada saat itu.

Dalam proses pendidikan banyak sekali media yang digunakan seperti media garafis, media

audio, media visual dan masih banyak lagi. Sedangkan landasan penggunaan media menurut Mahfud

Shalahuddin ada beberapa landasan penggunaan media yaitu dasar religius, dasar psikologis, dan

dasar teknologis.Contoh Skripsi

Untuk pemilihan kriteria media menurut Arif S. Sadiman dalam bukunya Media Pendidikan

yaitu "Faktor yang perlu dipertimbngkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin

dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan

lingkungan siswa, situasi kondisi tempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut

pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan" (1993: 83-84).

Media pembelajaran pendidikan agama Islam dapat digunakan untuk peningkatan interaksi

belajar mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaannya. Dan penggunaan

media pembelajaran ini juga harus bermanfaat bagi peserta didik khususnya dan pendidik karena

keduanya akan mendapat pengetahuan yang baru.

Salah satu prinsip penggunaan media pembelajaran bahwa dalam penggunaan media siswa

harus dipersiapkan dan diperlakukan sebagai peserta yang aktif serta harus ikut bertanggung jawab
selama kegiatan pembelajaran, merupakan upaya dalam menimbulkan motivasi dalam bentuk

menimbulkan atau menggugah minat siswa agar mau belajar, mengikat perhatian sisawa agar

senantiasa terikat kepada kegiatan belajar mengajar (Karti Soeharto, dkk,1995 : 114).

Sehubungan dengan uraian diatas maka penulis mencoba mengangkat tentang pengaruh

penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada pendidikan agama Islam.

Dalam hal ini penulis ingin membuktikan sebesar apakah pengaruh media terhadap motivasi belajar

siswa. Dengan mengadakan penelitian atau studi kasus tentang penerapan media pembelajaran di

SMP Kartika V-9 Malang motivasi belajar siswanya.

Sehingga dalam hal ini penulis menulis tentang Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran

Dalam Proses Penyampaian Pendidikan Islam Terhadap Motivasi Belajar Siswa" (studi kasus penerapan

media pembelajaran di SMP Kartika V-9 Malang) dengan harapan kajian ini dapat dipakai bahan

pemikiran untuk kegiatan penggunaan media pembelajaran dalam keberhasilan penyampaian

pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan tersebut.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan beberapa uraian dan latar belakang diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah

sebagai berikut :

1. Apa saja jenis media pembelajaran yang digunakan di SMP Kartika V-9 Malang ?

2. Apa saja kriteria penggunaan media pembelajaran di SMP Kartika V-9 Malang ?

3. Bagaimana motivasi belajar siswa di SMP Kartika V-9 Malang

4. Bagaimana pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar pendidikan agama Islam di SMP

Kartika V-9 Malang?

===================================
kami adalah jasa pencari referensi ILMIAH
hub.0857-351-08864