Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Sudah merupakan suatu keharusan untuk memanjatkan Puji syukur ke hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas petunjuk-Nya maka makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu.

Makalah yang membahas tentang Pengertian Media Komunikasi dalam Pendidikan


ini merupakan kumpulan ringkasan dari berbagai referensi yang sanngat penting digunakan
sebagai penunjang dalam menempuh mata kuliah Komunikasi Pendidikan . Secara garis
besar penulis mencoba memaparkan pengertian Media Komunikasi dan menyebutkan contoh
dari media komunikasi.

Penulis menyadari bahwa karya yang amat ringkas dan sederhana ini jauh dari yang
diharapkan serta memiliki berbagai kelemahan atau kekurangan. Hanya dengan modal dasar
kepercayaan diri dan ketekunan, makalah ini dapat dipersembahkan dalam rangka memenuhi
tugas mata kuliah Komunikasi Pendidikan yang nantinya juga dapat memberikan
sumbangan walaupun setitik air dalam lautan yang luas, dalam rangka meningkatkan
pemahaman mahasiswa prodi TBI.

Disamping itu, kiranya menjadi suatu kewajiban bagi penyusun untuk menyampaikan
terimakasih kepada Bapak M. Nurul Huda, S.P, M.PdI selaku dosen pengampu yang telah
memberi kesempatan penyusunan makalah ini, teman teman dekat penyusun yang telah
turut membantu dalam menyelesaikan tugas ini.

Semua kritik, saran, anjuran anjuran atas ketidak sempurnaan makalah ini terutama
yang bersifat membangun akan diterima dengan senang hati.

Tulungagung, Maret 2012

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.. I

KATA PENGANTAR II

DAFTAR ISI. III

BAB I. PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan1

BAB II. PEMBAHASAN

A. Awal menjadi Khalifah.. 2

B. Tipe Kepemimpinan Usman bin Affan 2

C. Kontribusi Usman bin Affan. 3

BAB III. PENUTUP 8

A. Kesimpulan 8

DAFTAR PUSAKA 9
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kegiatan dan proses belajar mengajar sangatlah penting untuk dikaji karena

kegiatan ini merupakan proses yang betul-betul harus dikuasai oleh seorang guru erat

kaitannya dengan tugas kesehariannya seperti yang diungkapkan oleh ahli bahwa tugas guru

sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan

mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajari berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu

pengetahuan dan tekhnologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-

keterampilan pada siswa.

Salah satu upaya seorang guru untuk meningkat mutu pendidikan adalah penggunaan

media pembelajaran yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesannya. Hal ini diperuntukkan

bagi siswa yang belum dapat menerima pesan yang disampaikan guru, maka penggunaan

media sangat dianjurkan. Dengan demikian penggunaan media untuk menyampaikan pesan

pembelajaran akan lebih di hayati tanpa menimbulkan kesalah pahaman bagi keduanya yaitu

murid dan guru.

B. TUJUAN

1. Dapat menyajikan beberapa pengertian media komunikasi dalam pendidikan

2. Dapat merumuskan pengertian media komunikasi dalam pendidikan

3. Dapat menunjukkan contoh-contoh media komunikasi dalam pendidikan


BAB II

RUMUSAN MASALAH

A. PEMBAHASAN
BAB III

PEMBAHASAN

A. Pengertian Media Komunikasi dalam Pendidikan

Menurut buku yang berjudul Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan


Pengembangannya yang ditulis oleh Dr. Arief S. Sadiman, M. Sc, Drs. R. Rahardjo, M.Sc,
Anung Haryono, M. Sc., C.A.S. dijelaskan tentang berbagai macam hal yang menyangkut
media komunikasi. Pada bab pertama dijelaskan tentang media pendidikan dan proses belajar.
Secara garis besar proses belajar tidak diartikan sebagai proses penyampaian informasi antara
guru dan murid. Akan tetapi proses belajar mencakup dari keseluruhan dari perkembangan
individu baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena dalam rangka
menembangkan potensi siswa diperlukan adanya suatu media. Dalam hal ini media diartikan
sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual serta peralatan-
peralatannya yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian minat serta perhatian siswa
sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Melihat perkembangan media, mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu
mengajar guru (teaching aids). Namun dalam perkembangannya media berperan sebagai
sumber belajar. Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan sebagai berikut:

Memperjelas penyajian pesan agar terlalu bersifat verbalitas

Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.

Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatsi sikap pasif anak
didik.

Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman
yang berbeda sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama.

Sedangkan menurut Santoso S. Hamidjojo dalam Amir Achsin (1980), media adalah semua
bentuk perantara yang dipakai orang menyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai
pada penerima. Jadi media komunikasi dalam pendidikan adalah media yang digunakan para
pendidik untuk membantu dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.
Sedangkan Assosiasi Teknologi dan Komunikasi (Association of Education and
Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan yaitu: Media sebagai
segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi. Gagne
(1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa
yang dapat merangsang untuk belajar . Sementara Bringgs (1970) berpendapat bahwa media
adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar
buku, film, kaset adalah contoh-contohnya.

Selanjutnya Mc. Luhan dalam Arif S. Sadiman (1984) berpendapat bahwa media adalah
sarana yang juga disebut channel, karena pada hakekatnya media memperluas atau
memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengarkan, dan melihat dalam
batas-batas jarak, ruang, dan waktu yang hampir tak terbatas lagi.

Dalam kaitannya dengan komunikasi interaksi dalam bentuk organisasi Dr. Oemar Hamalik
(1994) berpendapat bahwa media komunikasi adalah suatu media atau alat bantu yang
digunakan oleh suatu organisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja dengan hasil
yang maksimal.

Dalam dunia pendidikan kita mengenal peragaan atau keperagaan. Ada yang lebih senang
menggunakan istilah peragaan. Tetapi ada pula yang senang yang menggunakan istilah
komunikasi peragaan. Dewasa ini telah mulai dipopulerkan istilah baru yakni Media
Pendidikan.

Beragamnya istilah tersebut, yang mempunyai tekanan sendiri-sendiri, maka akan lebih baik
di salah satu diantaranya yaitu Media pendidikan. Media pendidikan sebagai alat bantu
memiliki ciri-ciri:

1. Media pendidikan identik artinya dengan pengertiankeparagaan yang berasal dari kata
raga, suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati.

2. Tekanan utama terdapat pada benda atau hal-hal yang bisa dilihat dan didengar.
3. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam
pengajaran, antara guru dengan siswa.

4. Media pendidikan sebagai alat bantu belajar mengajar, baik diluar kelas.

5. Berdasarkan (3) dan (4), maka pada dasarnya media pendidikan merupakan suatu
perantara (medium, media) dan digunakan dalam rangka pendidikan.

6. Media pendidikan mengandung aspek; sebagai alat dan sebagai teknik, yang sangat
erat pertaliannya dengan metode mengajar.

7. Karena itu, sebagai tindakan operasional, dalam tulisan ini kita menggunakan
pengertian media pendidikan

Berdasarkan dari ciri-ciri umum media pendidikan tersebut, Dr. Oemar Hamlik (1994)
memberi batasan media pendidikan adalah alat, metode dan teknik digunakan dalam rangka
mengaktifkan komunikasi dan interaksi antar guru dan siswa dalam prose pendidikan dan
pengajaran disekolah.

Dari pengertian media serta batasan-batasan yang dikemukakan oleh para ahli di atas,
terdapat beberapa persamaan diantaranya, bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke sehingga dapat merangsang fikiran,
perasaan, perhatian dan minat perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar
terjadi.

Menurut Gearlach dan Ely dalam Fathurrohman dan Sutikno (2007:65) bahwa media apabila
dipahami secara garis besar adalah manusia, materi/kejadian yang membangun suatu kondisi
yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap.

Menurut Schramm mengemukakan bahwa media dalam pendidikan adalah teknologi


pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu,
Briggs berpendapat bahwa dalam pendidikan adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi
atau materi pembelajaran seperti: buku, film, video, dsb.

B. Rumusan Pengertian Media Komunikasi dalam Pendidikan

Dari beberapa pengertian tentang media dalam komunikasi dapat disimpulkan bahwa
media berasal dari bahasa latin yang berarti perantara atau pengantar. Dalam aktivitas
pembelajaran, media adalah sesuatu yang merupakan bagian di dalam interaksi yang
berlagsung antara pendidik dengan peserta didik. Sedangkan media pendidikan adalah
segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, dan perasaan
dalam interaksi antara pengajar dan pembelajar. Media dalam pendidikan bertindak
sebagai suatu sarana fisik yang dapat mempengaruhi situasi belajar baik di dalam maupun
di luar kelas. Dapat diartikan bahwa media bukan merupakan pelengkap melainkan
adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar. Dengan
menggunakan media seorang guru dapat dengan mjudah menyampaikan materi yang akan
diajarkan kepada siswanya guna tercapainya tujuan pembelajaran. Suatu proses
pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila seorang pengajar menggunakan sebuah
media. Dengan kata lain penggunaan media juga harus tepat guna atau efektif, dan sesuai
sasaran serta membuat proses pembelajaran tidak monoton.

Media itu sendiri memiliki fungsi yang sangat menunjang dalam proses belajar dan
mengajar di dalam kelas. Adapun fungsi fungsi media dalam pendidikan adalah sebagai
berikut :

1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh


peserta didik

2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.

3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta


didik dengan lingkungannya.

4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan.

5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru

7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak dalam belajar


8. Media memberikan pengalaman yang menyeluruh dari yang konkrit sampai ke
yang abstrak.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pemanfaatan media pendidikan ini perlu
persiapan dan perencanaan membuat program media pembelajaran. Persiapan dan
perencanaan tersebut meliputi:

1. Merumuskan tujuan

2. Merumuskan butir butirmateri yang terperinci demi tercapainya tujuan

3. Mengnalisis kebutuhan dan karakter siswa

4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan berupa tes atau tugas kepada siswa

5. Menulis naskah media

6. Mengadakan tes dan revisi

C. Contoh contoh media komunikasi dalam pendidikan

BAB IV

PENUTUP

1. KESIMPULAN

2. SARAN