Anda di halaman 1dari 48

III.

Macam-macam garis dan kegunaannya sebagai berikut ;

A. Garis tebal atau disebut dengan garis tebal kontinyu digunakan untuk membuat garis
tepi, garis gambar dan garis nyata lainnnya

B. Garis tipis kontinyu, digunakan untuk garis-garis ukur, garis arsir, dan garis proyeksi serta
garis bantu lainnya

C. Garis kontinyu bebas, digunakan untuk garis batas dari pemotongan sebagian

D. Garis gores tipis, digunakan untuk menyatakan garis gambar yang tidak terlihat/terhalang

E. Garis Sumbu atau garis strip titik, digunakan untuk garis sumbu gambar

Didalam menggambara teknik ada beberapa jenis garis yang semuanya memiliki
maksud dan arti sendiri sendiri. Penggunaan setiap jenis garis yang dipilih
harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Jenis jenis garis yang dipakai dalam menggambar teknik ditentukan oleh
gabungan bentuk dan tebal garis, berdasarkan standart yang telah ditetapkan
ada empat jenis garis :

* Garis nyata ( garis tidak terputus )


* Garis gores ( garis dengan motif putus putus pendek )
* Garis bergores tunggal ( garis dengan goresan pendek di antara goresan
panjang )
* Garis bergores ganda

Sedangkan berdasarkan tebalnya ada dua macam yaitu garis tebal dan garis
tipis dengan perbandingan 1 : 0.5. Pada umumnya tebal untuk garis tebal adalah
0.5 mm atau 0.7 mm.
Dengan jarak minimum antara garis sejajar ( termasuk garis arsiran ), tidak
boleh kurang dari tiga kali tebal garis yang paling tebal.

Macam macam garis dan penggunaanya :

A. Garis tebal kontinu :


* Garis garis nyata ( gambar )
* Garis garis tepi

B. Tipis kontinu :
* Garis garis berpotongan khayal
* Garis garis ukur
* Garis garis proyeksi
* Garis garis penunjuk
* Garis garis arsir
* Garis garis nyata dari penampang yang diputar ditempat.
* Garis garis sumbu pendek

C. Tipis kontinu bebas :


* Garis garis batas dari potongan sebagian atau bagian yang dipotong, bila
batasnya bukan garis gores tipis.

D. Tipis kontinu dengan zig zag :


* Garis garis batas dari potongan sebagian atau bagian yang dipotong, bila
batasnya bukan garis gores tipis.

E. Garis gores tebal :


* Garis nyata terhalang
* Garis tepi terhalang

F. Garis gores tipis :


* Garis nyata terhalang
* Garis tepi terhalang

G. Garis bergores tipis yang berujung tebal :


* Garis bidang potong

H. Garis bergores tebal :


* Penunjukan permukaan yang diproses khusus

I. Garis bergores tipis :


* Bagian yang berdampingan
* Batas antara dua bagian yang bergerak
* Garis system
* Bentuk semula sebelum dibentuk
* Bagian benda yang berada di depan bidang potong
IV. ETIKET GAMBAR

Title block atau etiket merupakan bagian yang penting dalam gambar teknik. Bagian ini
memuat beberapa informasi berupa data-data yang dibutuhkan dalam gambar seperti judul
gambar (title), creator, legal owner, jenis dokumen, dll. Standar ISO mengatur
pembuatan title block pada standar nomor 7200. Sampai saat ini (Maret 2015), standar
terbaru adalah yang dikeluarkan pada tahun 2004 (sering dituliskan menjadi 7200:2004)
dengan judul Technical product documentation Data fields in title blocks and
document headers.

Gambar 1. Contoh Etiket yang digunakan di Studio Menggambar Mesin


Di standar ISO 7200:2004 data-data dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Untuk
sifat datanya sendiri, ada yang wajib dicantumkan (mandatory) dan ada juga yang
bersifat sebagai tambahan saja (opsional).

1. MANDATORY

Di bawah ini adalah data-data yang bersifat mandatory (harus ada di title block).

1. Bagian berisi data-data untuk fungsi identifikasi (identifying data fields)

1. Nama pemilik sah (legal owner). Contoh: MESIN-FTI , PT INGIN SEJAHTERA,


CV SUGENG RAHAYU, dll.

2. Nomor identifikasi dari gambar (identification number). Contoh: GT-ISO-02

3. Tanggal dikeluarkan gambar (date of issue). Contoh: 15-09-2014

4. Nomor bagian/lembar (segment/sheet number). Contoh: 1, 2, 3, 1/1, 1/10, dll.

2. Bagian berisi data-data bersifat deskriptif (descriptive data fields)

1. Judul gambar (title). Contoh: Menggambar garis, Proyeksi isometri, Kopling,


Poros, Housing, dll.

3. Bagian berisi data-data bersifat administratif (administrative data fields)


1. Nama orang yang menyetujui gambar (approval person)

2. Nama orang yang menggambar (creator)

3. Jenis dokumen (document type). Contoh: Gambar komponen, Gambar rakitan,


dll

2. OPSIONAL

Di bawah ini adalah data-data yang bersifat opsional, tidak wajib dicantumkan
dalam title block.
Beberapa data opsional bisa juga ditaruh di drawing area.
Skala gambar. Contoh: 1:1, 1:2, 5:1, dll.
Tabel toleransi.
Angka kekerasan benda. Angka ini diberikan jika benda yang digambar nantinya
diproses dengan pengerjaan pengerasan (steel hardening). Contoh: 60 HRC, 55
HRC, dll.
Simbol jenis proyeksi (1st angle/3rd angle projection).
Judul tambahan (supplementary title). Bagian ini bisa ditambahkan untuk
memperjelas. Umumnya diletakkan tepat di bawah judul gambar (title).
Ukuran kertas (paper size). Contoh: A4, A3, dll.
Data lain yang sejenis di luar data wajib (mandatory).
Untuk penjelasan lebih lengkap, silakan melihat standar yang bersangkutan (ISO
7200:2004).

Etiket Mengambar Sketsa Teknik Pemesinan Pada gambar sketsa yang mengacu
kepada standarisasi gambar teknik, ketika kita akan melakukan penggambaran
pada sebuah kertas, kita harus mempunyai batas wilayah kerja gambar, yang
dibatasi dengan garis tepi. Batas garis tepi yang dibuat adalah sisi kiri, kanan,
atas dan bawah. Ukuran batas garis tepi sisi kiri biasanya lebih lebar, ini
dimaksudkan agar ketika gambar kerja tersebut berjumlah banyak, maka
diperlukan suatu penjepitan gambar, sehingga ketika gambar tersebut dibundel
atau dijilid, gambar yang dibuat tidak tertutup oleh jilidan tepi kertasnya. Berikut
batas margin dari wilayah penggambaran : Batas Margin kertas gambar Pada
penggunaan posisi kertas gambar, dikenal dengan 2 posisi kertas yaitu
landscape dan portrait. Sedangkan batas dari tepi gambar berubah, yang
terpenting batas kiri kertas lebih lebar dibandingkan batas atas, kanan dan
bawah kertas. Untuk ukuran kertas A4, posisi yang diperbolehkan hanyalah posisi
tegak/portrait, sedang untuk ukuran A3, A2, A1 dan A0, diperbolehkan
menggunakan kedua posisi kertas. Berikut tabel data batas margin yang sesuai
dengan standar ISO Batas Margin kertas gambar type A Kepala gambar/Etiket
Kepala gambar atau etiket adalah suatu identitas yang dapat menjelaskan
berbagai keterangan pendukung sebagai pelengkap gambar. Didalam etiket
biasanya tercantum : nama penggambar, nama pemeriksa gambar, nama
instansi yang mengeluarkan/menerbitkan rancangan gambar tersebut, nomor
gambar kerja, tahun pembuatan gambar, skala dari gambar kerja, ukuran dari
kertas gambar, satuan ukuran yang digunakan, lambang proyeksi yang
digunakan, Judul gambar, kebutuhan material beserta jumlah, jenis dan
ukurannya dan berbagai data yang diperlukan sebagai pelengkap. Berikut contoh
jenis etiket yang sering kita jumpai :
Toleransi Linier dan Sudut
Penulisan Ukuran dan toleransi yang ditentukan dalam ISO 406
Toleransi Dimensi Linier dan Sudut.

Penyimpangan atau toleransi ditulis dalam satuan yang sama dengan


ukuran dasar.
Penyimpangan atas dan bawah harus ditulis dengan jumlah decimal yang
sama (Gambar ), kecuali jika salah satu penyimpangan adalah nol
(Gambar ).
Penulisan penyimpangan menggunakan simbol ISO dicantumkan dengan
urutan sebagai berikut :
Simbol toleransi Jika dari penulisan standar menggunakan simbol ISO
(Gambar ), perlu mencantumkan nilai toleransi atau batas dari ukuran,
informasi tambahan ini harus ditampilkandalam tanda kurung. ( lihat
Gambar Contoh )
Penulisan penyimpangan dengan tidak menggunakan simbol
ISO dicantumkan dengan urutan sebagai berikut :

Ukuran dasar
Nilai penyimpangan 30+ 0,1- 0,2
Jika salah satu nilai penyimpangan adalah nol, maka dapat ditulis hanya
dengan angka nol saja, 30+ 0,1 0
Jika toleransinya adalah simetris dari ukuran dasar, maka nilai
penyimpangan dapat ditulis datu kali saja dengan menggunakan tanda ,
300.1
Penulisan nilai suatu dimensi juga dapat dibatasi hanya dengan satu arah
batas penyimpangan (jika diperlukan), dengan mencantumkan min.
atau max.
30,5 min
Penulisan suatu penyimpangan atau batas ukuran atas harus ditulis di
posisi atas dan batas ukuran bawah ditulis pada bagian lebih bawah,
terlepas dari apakah toleransi lubang atau poros.
Penulisan angka toleransi untuk gambar dari bagian yang dirakit
dengan menggunakan simbol ISO seperti, penulisan simbol toleransi
untuk lubang harus ditempatkan sebelum toleransi untuk poros
Jika diperlukan nilai toleransi dapat ditulis dalam tanda kurung. Untuk
penyederhanaan, dimensi dapat ditulis hanya dengan menggunakan satu
baris dimensi.
Dimensi untuk setiap komponen dari bagian yang dirakit harus didahului oleh
nama atau item referensi dari komponen, kedua contoh tersebut adalah dimensi
untuk lubang yang ditempatkan pada poros.
Aturan yang diberikan untuk indikasi toleransi pada dimensi linier sama-sama
berlaku untuk dimensi sudut, hanya saja perbedaan pada satuan sudut dasar
dan turunannya. Besar penyimpangan harus selalu ditunjukkan, Jika suatu
nilai penyimpangan dinyatakan dalam menit pada sebuah derajat atau dalam
detik pada sebuah derajat maka penulisan penyimpangan haruslah 0, o atau 0
I.MEMAHAMI FUNGSI GAMBAR dan STANDAR GAMBAR TEKNIK

a).Fungsi Gambar Teknik.

Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud, terutama bagi


orang-orang teknik. Oleh karena itu gambar sering juga disebut sebagai bahasa
Teknik. Sebagai bahasa teknik, diharapkan sebuah gambar dapat meneruskan
keterangan-keterangan secara tepat & obyektif.
Dalam bidang otomotif, gambar proyeksi, gambar potongan sering digunakan
untuk menunjukkan bentuk dan nama komponen bagian luar, menunjukkan
bentuk dan nama komponen bagian dalam serta membantu menjelaskan prinsip-
prinsip kerja mesin.
Simbol-simbol, kode-kode dan diagram kerja/rangkaian sistem kelistrikan juga
digunakan pada bidang otomotif. Bahkan pada mobil-mobil baru selalu
disertakan buku manual (manual book) yang berisi gambar-gambar dan
keterangan tentang mobil tersebut. Penunjukkan gambar-gambar dalam buku
manual dapat mempermudah para mekanik dan pemiliki kendaraan untuk
memelihara/servis serta memperbaiki kendaraan.

Gambar teknik mempunyai beberapa fungsi yaitu :

(1) Penyampaian Informasi

Gambar mempunyai tugas menyampaikan maksud dari perancang dengan tepat


kepada pihak lain misalnya perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan dan
perakitan produk/ komponen.
Apabila kita mengamati proses pembuatan produk/komponen mesin, selalu kita
temukan gambar. Gambar tersebut digunakan sebagai petunjuk untuk
menentukan bentuk dan ukuran-ukuran produk/komponen mesin yang akan
dibuat.
Simbol-simbol, kode-kode dalam bentuk diagram rangkaian kelistrikan digunakan
untuk menyampaikan informasi tentang komponen-komponen kelistrikan, jalur-
jalurpengawatan dan sebagainya. Apabila rangkaian kelistrikan digambar dengan
gambar aslinya, maka ilustrasinya akan menjadi rumit dan sulit untuk
dimengerti.

(2) Pengawetan dan Penyimpanan.

Gambar merupakan data teknis yang tepat. Teknologi dari suatu perusahaan
dipadatkan dan dikumpulkan pada gambar. Oleh karena itu gambar bukan saja
diawetkan untuk mensuplai bagian-bagian produk untuk perbaikan, tetapi
gambar-gambar digunakan sebagai bahan informasi untuk perencanaan baru di
kemudian hari. Untuk ini diperlukan cara penyimpanan , kodifikasi nomor urut
gambar dan sebagainya.

(3) Penuangan gagasan dan Pengembangan.

Gagasan-gagasan baru untuk pengembangan pada awalnya masih berupa


konsep abstrak yang terlintas dalam pikiran. Konsep abstrak tersebut kemudian
diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa, kemudian gambar sketsa diteliti,
dievaluasi secara berulang-ulang sehingga didapatkan gambar-gambar baru
yang sempurna.
Dengan demikian gambar tidak hanya melukiskan gambar, tetapi berfungsi juga
sebagai peningkat daya berfikir, sekaligus untuk penuangan gagasan-gagasan
baru untuk pengembangan.

b) Standar Gambar Teknik.

Standar gambar teknik merupakan suatu keseragaman yang telah disepakati


bersama dengan tujuan untuk menghindari salah pengertian dalam komonikasi
teknik. Orang-orang terkait dalam bidang gambar teknik perlu mengetahui
tentang standar. Orang-orang terkait tersebut antara lain siswa pada kelompok
teknologi dan industri, para perencana produk, operator mesin, operator
perakitan, mekanik dan pengontrol mutu dari suatu produk/mesin.
Standar gambar teknik dapat diberlakukan di dalam lingkungan perusahaan,
antar perusahaan/industri di dalam suatu negara, bahkan standar gmbar teknik
dapat diberlakukan pada industri antar negara yang dikenal dengan Standar
Internasional atau disingkat S 1.
Negara-negara yang sudah membuat standar antara lain :

(1) Jepang ( JIS )


(2) Belanda ( NEN )
(3) Jerman ( DIN )
(4) Indonesia ( SII )
(5) Standar Internasional ( ISO )

ISO (Internasional Standardization for organization)bertujuan untuk menyatukan


pengertian teknik antar bangsa dengan jalan membuat standar. Standar yang
dibuat tersebut kemudian dibawa ke forum internasional dengan tujuan :
(1) Memudahkan perdagangan nasional maupun internasional
(2) Memudahkan komunikasi teknik
(3) Bagi negara-negara berkembang, dapat memberi petunjuk-petunjuk praktis
pada persoalan khusus dalam bidang teknik.

III. MEMAHAMI ALAT-ALAT GAMBAR & CARA PENGGUNAANNYA.

Untuk dapat menggambar teknik dengan baik diperlukan alat-alat gambar yang
lengkap dan cara menggunakan, membersihkan dan menyimpan alat-alat
dengan baik.
Alat-alat gambar yang bisa digunakan dalam mengambar teknik antara lain :
a) Kertas gambar dengan standarnya (ukurannya)
b) Pensil, pena atau rapido
c) Jangka dan kelengkapannya
d) Macam-macam mistar (mistar segitiga, mistar)
e) Macam-macam mal
f) Papan gambar dan Meja gambar
g) Penghapus dan pelindung penghapus
h) Mesin gambar

a) Kertas gambar dengan standarnya (ukurannya)

Macam-macam kertas gambar yang digunakan sesuai dengan tujuan gambar


meliputi :
- Kertas gambar untuk tata letak. Untuk gambar tata letak dengan pensil
dipergunakan kertas gambar putih biasa, kertas sketsa atau kertas milimeter.
- Kertas gambar untuk gambar asli. Gambar asli digambar pada kertas kalkir,
karena gambar cetak biru (blueprint) atau cetak kontak dibuat langsung dari
gambar tersebut. Kualitas kertas yang baik adalah tahan lama, tahan lembab,
mudah untuk menggambar pensil/tinta dan mudah dicetak kembali.
- Film gambar dipergunakan untuk gambar yang teliti, dapat disimpan untuk
jangka waktu yang lama dan tidak boleh memuai maupun menyusut.
Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar yang sudah terstandar.
Sesuai dengan sistem ISO(International Standardization for Organization) dan
NNI (Nederland Normalisatie Instituet), ukuran kertas gambar ditentukan sebagai
berikut (lihat tabel 1).

Tabel ukuran kertas gambar

Ukuran
Ukuran Sisi Kiri C (Constant)
Lebar Panjang

A0 841 mm 1189 mm 20 mm 10 mm

A1 594 mm 841 mm 20 mm 10 mm

A2 420 mm 594 mm 20 mm 10 mm

A3 297 mm 420 mm 20 mm 10 mm

A4 210 mm 297 mm 20 mm 5 mm
A5 148 mm 210 mm 20 mm 5 mm

Keterangan :
C (Constan) pada tabel adalah ukuran tepi bawah, tepi atas dan tepi kanan.
Sedangkan tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm hal ini
di maksudkan agar gambar-gambar yang akan dibundel tidak terganggu
gambarnya.
Dari ukuran kertas pada tabel maka untuk mendapatkan ukuran kertas A 1
didapat dari A 0 dibagi dua, ukuran kertas A 2 didapat dari A 1 dibagi dua,
ukuran kertas A 3 didapat dari A 2 dibagi dua dan ukuran kertas A 4 didapat dari
A 3 dibagi dua.

b) Pensil, Pena atau Rapido dan Penggunaannya.


Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam yaitu pensil biasa, pensil
yang dapat diisi kembali, dan pensil mekanik. Ketiga jenis pensil ini memiliki
tingkat kekerasan tertentu mulai dari yang lunak sampai keras. Adapun tingkat
kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2 Tingkat Kekerasan Pensil


Lunak Sedang

Keras

2B B 4H

3B HB 5H

4B F 6H

5B H 7H

6B 2H 8H

7B 3H 9H

Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasannya (semakin besar


angkanya semakin keras). Sedangkan angka di depan huruf B menunjukkan
kelunakannya (semakin lunak, angkanya semakin besar).

Meruncingkan dan Menggunakan Pensil


Untuk meruncingkan pensil jenis biasa, gunakanlah ampelas halus (no. 220 atau
no. 400) atau kikir halus, dengan cara pensil dipegang antara jari telunjuk dan
ibu jari kemudian saat mengasah pensil diputar (Lihat gambar)
Mengasah pensil
Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik
dengan diputar sambil ditekan pelan-pelan, kedudukan pensil 60o terhadap garis
yang akan dibuat (lihat gambar)

Cara menarik garis dengan menggunakan pensil.


Pena gambar digunakan untuk membuat gambar asli yaitu gambar yang ditinta.
Pena gambar ada dua macam, yaitu pena dengan mata/daun dapat diatur (trek-
pen) dan pena dengan ketebalan tetap dengan ukuran yang bermacam-macam
yang biasa disebut dengan nama rapido (lihat gambar )

Gb. Rapidograf dan bagian-bagiannya


Keterangan :
1. Rapido
2. Mahkota/Kepala (luas)
3. Mahkota/Kepala (dalam)
4. Tutup
5. Kunci pembuka pena
6. Tabung tinta
7. Rumah pena
8. Pena
9. Tangkai
b) Penggaris dan cara Penggunaannya.

Untuk menggambar dipergunakan beberapa macam penggaris antara lain :


(1) Penggaris segitiga : sepasang segitiga terdiri dari segitiga siku sama kaki,
dan sebuah segitiga siku-siku 600.
(2) Penggaris T (teken hak) : sebuah penggaris T terdiri dari sebuah kepala
dan sebuah daun. Penggaris T digunakan untuk menarik garis-garis horizontal
dengan cara menekankan kepala Teken hak pada tepi kiri dari meja gambar dan
menggesernya ke atas atau ke bawah.
(3) Penggaris/mistar skala yaitu mistar untuk mengukur dengan ukuran skala,
misalnya skala 1 : 2, 1 : 3 dan seterusnya.
Untuk mengetahui ketiga macam penggaris tersebut perhatikan gambar 1.13.

Penggunaan Penggaris Segitiga.


Sepasang penggaris segitiga dapat digunakan untuk membuat garis tegak lurus
atau garis-garis sejajar, baik tegak maupun mendatar (lihat gambar 1.14 )
caranya sebagai berikut :
(1) Letakkan mistar 45o mendatar dengan posisi 1 !
(2) Letakkan mistar 30o / 60o rapat pada sisi bawah dan peganglah/tekan !
(3) Untuk membuat garis-garis sejajar sumbu x, geserkan mistar 45oke atas atau
ke bawah (lihat anak panah) sesuai dengan kebutuhan !
(4) Untuk membuat garis-garis sejajar sumbu Y atau garis-garis yang tegak lurus
sumbu x, putarkan mistar 45o menjadi posisi 2
(5) Dengan cara menggeser mistar 45o pada posisi 1 dan memutar mistar 45o
ke posisi 2, kita dapat membuat garis-garis mendatar maupun garis-garis tegak

Pemeliharaan Penggaris / Mistar Segitiga.


Yang perlu diperhatikan untuk pemeliharaan penggaris segitiga adalah :
(1) Sebelum digunakan, penggaris harus dibersihkan terlebih dahulu dengan lap
atau jika perlu dicuci. Penggaris yang tidak dibersihkan akan mengotori kertas
gambar.
(2) Penggaris jangan digunakan untuk membantu memotong kertas, ataupun
digunakan untuk mengetok/memukul yang berakibat penggaris menjadi lecet,
sehingga jika dipakai untuk menggambar maka hasil garisnya tidak lurus lagi
(3) Sebelum dipakai penggaris lebih baik diperiksa terlebih dahulu
ketegaklurusannya, yaitu dengan meletakkan penggaris segitiga pada garis lurus
(di atas segitiga lainnya) lihat gambar

Gambar 1.15 Memeriksa ketegak lurusan penggaris segitiga Gb.1.16


Mengampelas penggaris Segitiga

- Tempatkan penggaris segitiga pada posisi 1 dan buatlah garis (m) !


- Kemudian baliklah penggaris segitiga pada posisi 2 dan buatlah garis (n) !
- Jika garis m dan n yang dibuat hasilnya tidak sejajar (berimpit) maka penggaris
tersebut harus diluruskan, yaitu dengan cara menggosokkan penggaris segitiga
yang lengkung tersebut pada ampelas yang diletakkan di atas meja rata atau
meja kaca (lihat gambar 1.16). Periksa kembali penggaris segitiga tersebut
sampai garis yang dihasilkan sejajar/berimpit

c) Jangka dan kelengkapannya.


Jangka adalah alat yang berfungsi untuk membuat lingkaran atau busur
lingkaran baik dengan ujung pensil atau dengan tinta.

Macam macam jangka yang biasa digunakan untuk menggambar terdiri atas :
1) Jangka besar dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter
100 mm sampai 200 mm.
2) Jangka sedang dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter
50 mm sampai dengan 100 mm
3) Jangka kecil (jangka pegas) dipergunakan untuk menggambar lingkaran
dengan diameter 5 mm sampai dengan 50 mm.
4) Jangka orleon dipergunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat
oleh jangka kecil. Jangka orleon ini dapat dipergunakan menggambar lingkaran
dengan diameter 1 mm sampai dengan 5 mm

d) Macam macam Mal.


Macam macam mal yang dipergunakan untuk menggambar teknik terdiri atas
mal huruf, mal busur (kurva), mal lingkaran, mal elips dan mal khusus (tanda-
tanda pengerjaan dan semacamnya).

(1) Mal huruf


Mal huruf dipergunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pensil
mekanik/rapido. Mal huruf mempunyai ukuran 0,25; 0,35; 0,5; 0,7; 1,4; dan 2
mm (lihat gambar )

Gb. Mal huruf

(2) Mal Busur (mal kurva)

Mal busur (mal kurva) dipergunakan untuk membuat lengkungan-lengkungan


yang teratur misalnya lengkungan parabola, hiperbola, epicicloida, hipocicloida
dan semacamnya. Contoh penggunaannya perhatikan gambar . Untuk garis
yang memotong 1, 2, dan 3 mal ditempatkan pada posisi 1, sedangkan untuk
titik-titik 4, 5 dan 6, mal digeser pada posisi 2 sehingga didapat lengkungannya.
Gb. Mal kurva

(3). Mal Elips


Mal elips dipergunakan untuk membuat elips misalnya gambargambar silinder,
cincin poros dan bentukbentuk elips kainnya.

Gb. Mal Elips


Gambar di bawah merupakan contoh gambar yang dibuat dengan pertolongan
mal elips.

Hasil gambar dengan menggunakan mal elips.

(3). Mal / Sablon dengan Bentuk lain


Mal/sablon dengan bentuk lain yang khusus ini mempunyai bentuk bermacam
macam. Misalnya untuk simbolsimbol pengerjaan, tanda pengerjaan, anak
panah, lingkaran, simbolsimbol dan konstruksi pipa, konstruksi listrik dan lain
lain. Salah satu contoh mal dengan bentuk lain adalah mal untuk tanda
pengerjaan (lihat gambar 1.23)
Gb. Mal Khusus

SKALA PADA GAMBAR.

Skala dalam gambar teknik disini lebih berfungsi untuk menjelaskan ukuran gambar yang
juga kaitanya dengan penggunaan huruf dan angka dalam menggambar teknik. Di setiap
gambar otomatis memiliki ukuran yang berbeda beda dengan penerapannya pada dunia
nyata. Dan yang palig sering terjadi adalah gambar pada kertas tidak memiliki ukuran yang
sama dengan gambar aslinya. Sebab itulah, ukuran pada gambra tersebut di perkecil atau
mungkin ketika gambr itu kecil maka ukuran gambar pada kertasnya di perbesar.

Lalu dengan pengertian itulah bisa di simpulkan bahwa skala adalah perbandingan antara
ukuran linier benda A ( gambar pada kertas ), dengan ukuran benda B ( benda sebenarnya).
Lalu untuk skala sendiri di dalam gambar teknik dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

A) Skala Pembesaran
Skala pembesaran di sini di gunakan jika gambar yang di buat tersebut lebih besar, dari
pada benda sebenarnya. Dan biasanya skala ini di gunakan apabila benda sebenarnya itu
kecil dan juga rumit , dan membutuhkan keterangan yang lengkap untuk masalah
ukurannya. dalam mengunakan skala ini lebih di anjurkan dengan keterangan:
X :1 ( ukuran gambar pada kertas : ukuran asli benda )
Standarisasi untuk menggunakan skala ini; 50:1 ; 20:1 ; 10:1 ; 5:1 ; 2:1.

B) Skala Penuh

Skala penuh di gunakan jika gambar pada kertas dengan benda sebenarnya itu memiliki
ukuran yang sama. Dan lebih di anjurkan untuk bisa mengunakan skala ini agar bisa
mambayangkan benda sebenarnya, juga agar memudahkan dalam pemeriksaannya.
standarisai gambar teknik untuk skala ini adalah 1:1 dengan ketentuan gambar sama
dangan benda asli

C) Skala Pengecilan

Skala pengecilan digunakan jika benda asli lebih besar dari pada gambar. Untuk skala ini
lebih sring digunakan dalam menggambar teknik pada umumnya, tapi ingat lebih di anjurkan
lagi menggunakan skala penuh dalam gambar teknik. Dalam menggunakan skala ini
menggunakan keterangan 1 : X ( ukuran gambar pada kertas : ukuran asli benda )
Standarisasi yang dianjurkan ; 1:2 ; 1:5 ; 1:10 ; 1:20 ; 1:50 ; 1:100 ; 1:200 ; 1:500 ; 1:1000 ;
1:2000 ; 1:5000 ; 1:10000 .

4) Huruf, Garis dan Konstruksi Geometri

a) Huruf dan angka

Dalam menggambar teknik, huruf-huruf, angka-angka dipergunakan untuk


memberi ukuran-ukuran, catatan-catatan, judul dan sebagainya. Syarat yang
perlu diperhatikan pada huruf dan angka adalah harus mudah dibaca, mudah
ditulis, jelas dan seragam.
Dalam ISO 3098 / 1 1974 diberikan contoh huruf miring dan huruf tegak.
Penulisan huruf dan angka tegak Penulisan huruf dan angka miring
Dasar ukuran diambil dari tinggi h dari huruf besar. Daerah standar tinggi huruf
adalah sebagai berikut : 2,5, 3,5, 5,7, 14 dan 20 mm. Angka perbandingan tinggi
dan lebar huruf diambil dari perbandingan ukuran kertas yang distandar yaitu
2.
Tinggi h (tinggi huruf besar) dan c (tinggi huruf kecil) tidak boleh kurang dari 2,5
mm. Jika terdapat gabungan antara huruf besar dan kecil, dengan huruf kecil
setinggi 2,5 mm maka h akan menjadi 3,5 mm. Berdasarkan perbandingan tebal
huruf dan tinggi huruf, huruf dan angka dibagi menjadi dua tipe yaitu :
1) Tipe huruf A ( d = h / 14 )
2) Tipe huruf B ( d = h / 10 )
Perbandingan yang dianjurkan untuk tinggi-tinggi huruf kecil, jarak antara huruf-
huruf, ruang minimum antara garis dasar dan jarak antara perkataan dijelaskan
pada tabel 3.

Tabel 3 Perbandingan huruf yang dianjurkan


Huruf A ( d = h/14 )
Sifat Perbandingan Ukuran
Tinggi huruf h
Tinggi huruf besar
Tinggi huruf kecil c
(Tanpa tangkai dan kaki)
(14/14) h
(10/14) h
2,5 3,5 5 7 10 14 20
- 2,5 3,5 5 7 10 14

Jarak antara huruf a


Jarak minimum antara b
garis Jarak minimum antara e
Perkataan (2/14) h
(20/14) h
(6/14) h
0,35 0,5 0,7 1 1,4 2 2,8
3,5 5 7 10 14 20 28
1,05 1,5 2,1 3 4,2 6 8,4
Tebal huruf d
(1/14) h
0,18 0,25 0,35 0,5 0,7 1 1,4

Catatan : Jarak antara dua huruf a boleh dikurangi setengahnya, bila mana ini
memberi efek visual yang lebih baik; seperti misalnya LA, TV dsb., d. h. i. a.
sama dengan tebal huruf d.
Huruf B ( d = h/10 )

Jenis garis, Keterangan dan Penggunaan

A
Tebal kontinu
A1. Garis-garis nyata (gambar)
A2. Garis-garis tepi

B
Tipis kontinu.
(lurus atau lengkung)
B1. Garis-garis berpotongan khayal (imaginer).
B2. Garis-garis ukur.
B3. Garis-garis proyeksi/bantu.
B4. Garis-garis penunjuk.
B5. Garis-garis arsir.
B6. Garis-garis nyata dari penampang yang diputar ditempat.
B7. Garis sumbu pendek.

C.
Tipis kontinu bebas
C1. Garis-garis batas dari potongan sebagian atau bagian yang dipotong, bila
batasnya bukan garis bergores tipis.

D.
Tipis kontinu dengan sig-sag
D1. Sama dengan C1.

E
Garis gores tebal
E1. Garis nyata terhalang.
E2. Garis tepi terhalang.

F
Garis gores tipis
F1. Garis nyata terhalang
F2. Garis tepi terhalang

G
Garis bergores tipis
G1. Garis sumbu.
G2. Garis simetri.
G3. Lintasan.

H
Garis bergores tipis, yang dipertebal pada ujung-ujungnya dan arah perobahan
arah.
H1. Garis (bidang) potong.
J
Garis bergores tebal.
J1. Penunjukkan permukaan yang harus mendapat penangan khusus.

K
Garis bergores ganda tipis
K1. Bagian yang berdampingan.
K2. Batas-batas kedudukan benda yang bergerak.
K3. Garis sistem (pada baja profil).
K4. Bentuk semula sebelum dibentuk.
K5. Bagian benda yang berada di depan bidang potong.

c) Konstruksi Geometri
(1) Membagi Garis Sama Panjang
Caranya :
(a). Gambarkan garis A-B (sembarang) !
(b). Lingkarkan jangka dengan jari-jari r1, dengan titik A sebagai pusatnya !

(3) Membagi Sudut Sama Besar

Caranya :
a) Buat sudut BAC yang akan dibagi dua sama besar !
b) Tentukan r1 dengan jangka dan lingkarkan dengan titik pusat di A, hingga
memotong garis AB di D dan garis AC di E !

Gb. Membagi sudut sama besar

c) Tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di D dan E,


sehingga berpotongan di F !
d) Hubungkan garis dari titik A ke titik F !
Diperoleh sudut BAF = sudut FAC.

(4) Membagi Sudut Menjadi Tiga Bagian


Caranya : lihat gambar
a) Gambarkan sudut BAC yang akan dibagi sudutnya menjadi tiga bagian sama
besar !
b) Perpanjang AC ke kiri sebagai garis pertolongan !
c) Tentukan r1 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di A hingga
berpotongan di E, D, dan F !
d) Tentukan r2 = 2 . r1 dan lingkarkan dari titik pusat E dan F hingga
berpotongan di G !
e) Tarik garis bantu dari D ke G hingga berpotongan di H !
f) Bagi tiga panjang H-E hingga didapat 1 dan 2 !
g) Tarik garis dari G ke 1 dan G ke 2 hingga didapat I dan J pada lingkaran !
h) Hubungkan I dan J dengan A, sehingga didapat 3 sudut sama besar !
Gb. Membagi sudut menjadi 3 bagian

Membuat Sudut 60o


Caranya :
1) tentukan garis OA mendatar !
2) tentukan r (sembarang) dan lingkarkan busur dengan titik pusat di O !
3) Pindahkan jangka yang berjari-jari r 9tidak diubah) dengan titik pusat di B
hingga berpotongan di C 4) Hubungkan O dengan C ! Diperoleh sudut AOC =
60o.

Gambar. Membagi sudut 600 dan 300

(6) Membuat Sudut 30o


Caranya :
a) buat garis OA mendatar !
b) tentukan jari-jari r dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan
di B !
c) pindahkan titik pusatnya ke B hingga berpotongan di C !
d) pindahkan kembali titik pusat ke B dan C hingga berpotongan di E !
e) hubungkan O dengan E hingga didapat AOE mempunyai sudut 30o !

(7) Membuat Sudut 90o


Cara I :
a) tarik garis AO dan perpanjang ke kiri !
b) tentukan r1 dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan di B
dan C !
c) tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di B dan C hingga
berpotongan di D !
d) hubungan O dengan D maka sudut AOD = 90o !

Cara II :
a) tarik garis OA mendatar
b) tentukan r (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga
berpotongan di B !
c) pindahkan lingkaran yang berjari-jari r ke titik pusat B dan berpotongan di C !
d) pindahkan kembali ke titik pusat C dan berpotongan di D !
e) putarkan kembali dengan titik pusat di D dan C hingga berpotongan di E !
f) hubungkan O dengan E maka sudut AOE = 90o.

G
b. Membuat sudut 900

(8) Membuat Sudut 45o


Caranya :
1) Buat garis OA mendatar dan perpanjang ke kiri !
2) Tentukan r1 dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan di B
dan C !
3) tentukan r (sembarang) dan putar dengan titik pusat di B dan C hingga
berpotongan di D !
4) tarik garis bantu dari O ke D hingga berpotongan dengan busur lingkaran r1 di
E!
5) tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di B dan E hingga
berpotongan di F
6) hubungkan O dengan F sehingga didapat sudut AOF = 45o !

Gb. Membuat sudut 450


(9) Membuat segi empat beraturan
Caranya :
1) Tarik garis sumbu AB (mendatar) !
2) Lingkarkan jangka dengan r = sisi segiempat yang dikehendaki (lingkaran
bertitik pusat di O) !
3) Lingkarkan busur dengan jari-jari R (sembarang) dan bertitik pusat di A dan B,
sehingga didapat titik C dan D !
4) Hubungkan C dan D melalui O (sehingga didapat sumbu tegak), memotong
lingkaran di E dan F !

Gb. Segi empat beraturan

5) Tarik garis sejajar AB melalui E dan F !


6) Tarik garis sejajar EF melalui A dan B, hingga berpotongan di titik G, H, I, dan
J!
Maka segiempat GHIJ adalah segiempat beraturan.

(10) Segi lima beraturan


Gb. Segi lima beraturan

Caranya :
1) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dengan titik pusat di O !
2) Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan dengan lingkaran
di A dan B !
3) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r dengan titik pusat di A dan B hingga
berpotongan di C !
4) Tarik garis dari O ke C hingga memotong lingkaran di G !
5). Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dari titik pusat B, hingga memotong
lingkaran di titik D dan E; lalu hubungkan D dengan E hingga memotong sumbu
AB di titik F !
6) Ukurkan jangka dari F ke G (r2 = FG) dan lingkarkan r2tersebut dengan titik
pusat di F hingga memotong sumbu AB di H !
7) Ukur GH dengan jangka (GH = r3) ini merupakan sisi segilima beraturan !
8) Pindahkan r3 berturut-turut dengan titik pusat di I, J, K, dan L !
9) Hubungkan G dengan I, I dengan J, j dengan E, E dengan L, dan L dengan G,
sehingga didapat segilima beraturan !

(11) Segi enam Beraturan


Caranya :
1) Tentukan jari-jari r dan lingkarkan dengan titik pusat di O !
2) Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan dengan lingkaran
di A dan B !
3) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r tadi (tidak dirubah) dengan titik pusat di
A dan titik pusat di B, hingga didapat titik potong dengan lingkaran di C, D, E,
dan F !
4) hubungkan A dengan D, D dengan E, E dengan B, B dengan F, F dengan C,
dan C dengan A, hingga didapat segienam beraturan !
Gbr. Segi enam beraturan

Rangkuman.
1) Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud terutama bagi
orang-orang teknik. Gambar teknik berfungsi sebagai : a) penyampaian
informasi, b) pengawetan dan penyimpanan, c) penuangan gagasan dan
pengembangan.
2) Standar gambar teknik merupakan suatu keseragaman yang telah disepakati
bersama dengan tujuan untuk menghindari salah pengertian dalam komunikasi
teknik.
3) Untuk dapat menggambar teknik dengan baik diperlukan alat-alat gambar
yang lengkap, cara menggunakan alat gambar serta membersihkan dan
menyimpan alat-alat gambar dengan baik. Alat-alat gambar yang biasa
digunakan antara lain: a) kertas gambar, b) pensil, pena atau rapido, c) macam-
macam mistar, d) jangka, e) macam-macam mal, f) penghapus, g) papan
gambar dan meja gambar, h)mesin gambar.
4) Dalam gambar teknik huruf-huruf, angka-angka dan lambang-lambang
dipergunakan untuk memberi ukuran-ukuran, catatan-catatan, judul, dan
sebagainya. Huruf dan angka harus jelas, seragam dan bentuk huruf harus
mudah ditulis dan dibaca. Penulisan huruf dan angka biasanya dalam bentuk
tegak dan bentuk miring. Sedangkan tipe huruf dan angka berdasarkan
perbandingan tinggi huruf dan tebal huruf adalah tipe huruf A (d=h/14) dan tipe
huruf B (d=h/10).
5) Macam-macam garis pada gambar teknik antara lain: a) garis tebal kontinu, b)
garis tipis kontinu, c) garis tipis kontinu bebas, d) garis gores tebal, e) garis
bergores tipis, f) garis bergores tipis yang dipertebal pada ujung-ujungnya.
Masing-masing jenis garis tersebut mempunyai kegunaan sendiri-sendiri.
6) Gambar konstruksi geometri diperuntukkan melatih ketrampilan dalam
menggunakan peralatan gambar. Konstruksi geometri antara lain: a) membagi
garis, b) membagi dan membuat sudut, c) menggambar segi-segi dan elips.
SIMBOL SIMBOL
PROYEKSI

Kata proyeksi secara umum berarti bayangan. Gambar proyeksi berarti gambar bayangan suatu
benda yang berasal dari benda nyata atau imajiner yang dituangkan dalam bidang gambar menurut
cara-cara tertentu. Cara-cara tersebut berkenaan dengan arah garis pemroyeksi yang meliputi sejajar
(paralel) dan memusat (sentral). Arah yang sejajar terdiri atas sejajar tegak lurus terhadap bidang
gambar dan sejajar akan tetapi miring terhadap bidang gambar.

Berdasarkan arah garis pemroyeksi tersebut dikenal berbagai jenis gambar proyeksi. Garis
pemroyeksi yang sejajar tegak lurus terhadap bidang gambar menghasilkan gambar proyeksi
orthogonal yang terdiri dari proyeksi Eropa, proyeksi Amerika, dan proyeksi Aksonometri. Garis
pemroyeksi yang sejajar tetapi miring terhadap bidang gambar menghasilkan proyeksi Oblik (miring).
Sementara garis pemroyeksi yang memusat (sentral) terhadap bidang gambar menghasilkan gambar
perspektif.

Gb.1. Contoh pandangan sejajar tegak

Secara umum berbagai jenis gambar proyeksi dan perspektif tersebut difungsikan sebagai sarana
komunikasi dalam bentuk pictorial. Benda kongkret yang ada, misalnya meja atau kursi, digambarkan
sedemikian rupa sehingga dipahami oleh orang lain. Benda imajiner (khayalan penggambar),
misalnya meja atau kursi yang sebelumnya tidak ada digambarkan sedemikian rupa sehingga
dipahami oleh orang lain misalnya tukang atau pemesan. Gambar proyeksi dan perspektif lebih
banyak menampilkan benda imajiner, oleh karena itu sangat bermanfaat dalam bidang perencanaan.

Proyeksi Amerika.
Proyeksi Amerika biasanya sering disebut sudut ketiga dan juga ada yang menyebutkan proyeksi
kuadran III. Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah
pandanganya. Berikut contoh gambar dibawh ini :
Keterangan :
A : Pandangan depan.
B : Pandangan atas.
C : Pandangan kiri.
D : Pandangan kanan.
E : Pandangan bawah.
F : Pandangan belakang.

Proyeksi Eropa hanya digunakan pada bidang dari suatu benda tiga dimensi agar memberikan
informasi lebih detail, letak bidang yang diproyeksikanya dengan proyeksi Amerika sama dengan
arah pandanganya.
Berikut ini contoh gambar proyeksi Amerika

Proyeksi Eropa.
Proyeksi Eropa disebut juga dengan sudut pertama, dan ada juga yang menyebutkan proyeksi
kuadran i. perbedaan sebuatan ini tergantung dari masing-masing pembaca, dapat diketahui
proyeksi ini merupakan letak proyeksi bidangnya terbalik dengan arah pandanganya, berikut
contoh gambar dibawah ini :
Keterangan :
A : Pandangan depan.
B : Pandangan atas
C : Pandangan kiri
D : Pandangan kanan
E : Pandangan bawah
F : Pandangan belakang.

Proyeksi Eropa hanya digunakan pada bidang dari suatu benda tiga dimensi agar memberikan
informasi lebih detail, letak bidang yang diproyeksi dengan proyeksi Eropa terbalik dengan arah
pandanganya.
Berikut ini contoh gambar Eropa

Untuk pemilihan pandangan depan dari benda yang disajikan dalam gambar adalah sangat
penting, karena pandangan dapat langsung memberikan keterangan bentuk benda yang
sebenarnya dan jumlah pandangan dapat ditentukan oleh pandangan depan tersebut.
Pandangan depan tidak selalu berarti bagian depan dari benda itu sendiri pandangan depan
adalah bagian benda yang dapat memberikan cukup keterangan mengenai bentuk khas dan
fungsinya.
Perbandingan antara proyeksi Amerika dengan Eropa
Untuk menentukan pandangan Eropa sangat rumit dan berbolak balik, hal ini membuat butuh
waktu lama untuk membaca gamabr tersebut, sedangkan proyeksi Amerika sering digunakan
karena memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut : Dari gambar, bentuk gambar bisa kita
bayangkan, dengan pandangan depan sebagai patokan dan bendanya muncul seperti aslinya,
pandangan yang berhubungan diletakan berdekatan, gambarnya mudah dibaca, oleh karena itu
mudah memberikan ukuran, bagi teknisi operator mesin mudah dibaca, dengan proyeksi Amerika
kita bisa menambah kan sebuah ukuran pada pandangan samping atau pun pandangan depan.

2. Gambar Perspektif

Dalam penglihatan kita sehari-hari, benda-benda yang letaknya lebih dekat dengan mata terlihat lebih
besar dan benda-benda yang terletak lebih jauh dengan mata terlihat lebih kecil. Semakin jauh letak
benda dari mata kita, benda itu akan terlihat semakin kecil hingga akhirnya hanya tampak sebagai
titik saja. Demikian juga dua benda atau lebih yang letaknya sejajar dan membujur menjauhi kita,
semakin jauh dari mata, keduanya akan terlihat semakin berdekatan hingga akhirnya saling berimpit
dan akan menjadi satu titik.

Gb. 9. Konstruksi gambar perspektif

Seperti halnya dalam proyeksi Eropa maka dalam gambar perspektifpun diupayakan agar bidang-
bidang yang semula saling berpotongan harus dibentangkan menjadi bidang datar. Pembentangan
tersebut dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini. Bidang mata dibentangkan ke atas menjadi
sejajar dengan bidang tafrir, begitu juga dengan bidang tanah yang dibentangkan ke bawah menjadi
sejajar dengan bidang tafrir.
Gb.10. Bidang hasil pembentangan bidang mata dan bidang tanah menjadi sejajar bidang tafrir.

Selanjutnya, untuk kepentingan menggambar perspektif bidang itu menjadi disederhanakan seperti di
bawah ini

Gb.11. Posisi mata, distansi, tinggi tafrir, garis horizon, dan garis tanah.

Gb.12. Contoh sebuah titik yang diproyeksikan dengan gambar perspektif

1. Perspektif satu titik lenyap (one point perspective)

Sistem perespektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif dekat dengan
mata. Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit,
sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan
horizon dan tegak lurus terhadapnya. Gambar yang demikian sering disebut dengan paralel
perspective sebab banyak menggunakan garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal.
Penerapan gambar ini banyak digunakan pada gambar rancang bangun (desain) interior.

2. Perspektif dua titik lenyap (two point perspective)

Sistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan benda-benda yang letaknya relatif jauh dan
letaknya tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat. Karena posisi pengamat jauh dengan obyek
maka sudut pandang mata melebar, akibatnya garis-garis batas benda akan menuju titik lenyap
sebelah kiri dan kanan. Gambar ini banyak digunakan untuk desain eksterior.
3. Perspektif tiga titik lenyap (three point perspective)

Gambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang diamati jauh di bawah atau ke atas horizon.
Oleh karenanya sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif ini banyak digunakan untuk
menggambar arsitektur bangunan yang serba tinggi.

Jika kita mengamati gambar di atas, titik A pada bidang tafrir yang merupakan titik pertemuan garis
mata dengan kedudukan titik tersebut yang ditarik lurus ke garis tanah kemudian diteruskan ke P
sebagai titik hilang. Memproyeksikan titik sebenarnya dapat melalui 4 cara seperti di bawah ini:

Cara pertama

Cara kedua
Cara ketiga

Cara keempat

Gb.13. Proyeksi sebuah garis yang tegak lurus dengan garis tanah.
Untuk benda-benda yang memiliki dimensi tinggi perhatikan gambar di bawah ini. Garis
ketinggian benda diukur dari garis tanah tepat pada perpanjangan garis benda di garis tanah. Ukuran
garis tinggi benda diukur dengan ukuran sebenarnya

Macam Proyeksi Perspektif.

Dalam penglihatan kita sehari-hari, benda-benda yang letaknya lebih dekat dengan mata
terlihat lebih besar dan benda-benda yang terletak lebih jauh dengan mata terlihat lebih
kecil. Semakin jauh letak benda dari mata kita, benda itu akan terlihat semakin kecil
hingga akhirnya hanya tampak sebagai titik saja. Demikian juga dua benda atau lebih
yang letaknya sejajar dan membujur menjauhi kita, semakin jauh dari mata, keduanya
akan terlihat semakin berdekatan hingga akhirnya saling berimpit dan akan menjadi satu
titik. Secara umum garis perspektif bisa diartikan penggambaran ruang 3 dimensi dam
bidang gambar 2 dimensi dimana garis dalam gambar menjelaskan keberadaan jauh
dekat , besar kecil sebuah benda sebagai object dalam sebuah penggambaran.
Macam-macam proyeksi perspektif Dalam gambar teknik, yaitu :
1. Perspektif dengan satu titik hilang
2. Perspektif dengan dua titik hilang
3. Perspektif dengan tiga titik hilang
1. Perspektif Satu Titik Hilang (one point perspective)
Sistem perespektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif
dekat dengan mata. Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki
sudut pandang yang sempit, sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik
lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan horizon dan tegak lurus terhadapnya. Gambar
yang demikian sering disebut dengan paralel perspective sebab banyak menggunakan
garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal.
Perspektif satu titik hilang merupakan cara menggambar perspektif yang paling mudah,
karena keseluruhan objek pada bidang gambar dapat diukur dengan skala. Walaupun
cara ini yang termudah, gambar perspektif satu titik hilang dapat terlihat alami namun
juga sangat mudah terdistorsi. Konstruksi perspektif satu titik hilang didasari oleh
kenyataan bahwa garis vertikal digambarkan secara vertikal, garis horisontal
digambarkan secara horisontal, dan hanya garis-garis yang menunjukkan kedalaman
perspektif yang bertemu pada satu titik hilang (kecuali garis-garis melintang yang
memiliki sudut selain 0 derajad dan 90 derajad terhadap garis normal/cakrawala).
Perspektif satu titik hilang menggambarkan sebuah objek dengan satu titik pedoman
yang menghubungkan dengan bidang gambar. Metode ini menggunakan hanya satu titik
hilang di mana semua garis perspektif tersebut akan tertuju, serta satu titik ukur yang
berperan pula sebagai titik diagonal.

Perspektif 1 titip hilang

2. Perspektif Dua Titik Hilang (two point perspective)


Sistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan benda-benda yang letaknya relatif
jauh dan letaknya tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat. Karena posisi
pengamat jauh dengan obyek maka sudut pandang mata melebar, akibatnya garis-garis
batas benda akan menuju titik lenyap sebelah kiri dan kanan. Gambar ini banyak
digunakan untuk desain eksterior.

Perspektif dua titik hilang menggambarkan objek dengan menggunakan dua titik hilang
yang terletak berjauhan di sebelah kanan dan kiri pada garis cakrawala. Perspektif dua
titik hilang memberikan kesempatan untuk menggambarkan sudut terdekat atau terjauh
dari sebuah objek atau ruangan. Dalam perspektif dua titik hilang, sudut ruangan atau
tepi sebuah objek digambar terlebih dahulu dan dapat digunakan sebagai skala secara
horisontal dan vertikal, untuk kemudian ditarik garis dari titik hilang.
Seperti dalam perspektif satu titik hilang, garis cakrawala digambarkan secara horisontal
dan ditentukan oleh tinggi mata pengamat. Berbeda dari garis cakrawala dan elemen-
elemen yang terletak di garis cakrawala, tidak ada garis horisontal yang ditemukan pada
perspektif dua titik hilang kecuali pada objek-objek yang memiliki kemiringan 45
derajad, semua garis yang secara nyata terlihat sejajar horisontal akan terlihat miring
menuju ke dua titik hilang.
Hanya ada satu garis horisontal dan vertikal yang digunakan sebagai skala pengukuran,
yaitu garis horisontal dan vertikal pada sudut terdekat atau terjauh dari objek tersebut
(dianjurkan menggunakan garis pada sudut terjauh dari objek tersebut).
Perspektif dua titik hilang sangat sulit untuk digambar secara terukur. Bagaimanapun,
perspektif dua titik hilang menampilkan gambar yang terlihat lebih alami dengan sedikit
distorsi dibanding metode perspektif yang lainnya.

Perspektif 2 titik hilang

3. Perspektif Tiga Titik Hilang (three point perspective)


Gambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang diamati jauh di bawah atau ke
atas horizon. Oleh karenanya sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif
ini banyak digunakan untuk menggambar arsitektur bangunan yang serba tinggi.
Perspektif tiga titik hilang sangat tidak biasa untuk digunakan pada ilustrasi atau
presentasi desain interior. Secara umum, perspektif tiga titik hilang terbentuk dari dua
titik hilang yang terletak di garis cakrawala dan satu titik hilang tambahan yang terletak di
atas atau di bawah garis cakrawala, segaris lurus secara vertikal dengan titik diagonal,
sehingga bila ditarik garis berurutan dari ketiga titik hilang tersebut akan membentuk
segitiga sama sisi, yaitu segitiga yang memiliki sudut yang sama, yaitu 60 derajat.
Perspektif 3 titik hilang

Penggunaan metode tiga titik hilang dapat menyebabkan distorsi yang berlebihan
karena hampir semua garis tertuju pada titik hilang-titik hilang. Ini berarti dalam
menggambarkan perspektif tiga titik hilang membutuhkan kemampuan visualisasi yang
sangat baik. Walaupun begitu, perspektif tiga titik hilang masih dapat diukur, yaitu
dengan menggunakan titik diagonal yang berjumlah tiga buah yang terletak di antara
ketiga titik hilang.
Perspektif tiga titik hilang biasanya digunakan pada benda-benda arsitektural yang
berukuran sangat besar, seperti gedung-gedung bertingkat. Hasil yang ditampilkan
perspektif tiga titik hilang biasa disebut penglihatan mata burung bila titik hilang berada
di bawah garis cakrawala, dan penglihatan mata semut atau penglihatan mata kodok
bila titik hilang berada di atas garis cakrawala.
TOLERANSI DAN SUAIAN
Produk yang dihasilkan dari proses produksi mempunyai ragam atau variasi. Proses duplikasi
produk dengan sempurna tidak akan dicapai, melainkan hanya mungkin dihasilkan produk yang
berbeda-beda karakteristiknya. Hal ini menuntut perancang produk mempunyai kesadaran
bahwa suatu toleransi harus diperhitungkan pada waktu spesifikasi produk ditetapkan.
Memberikan toleransi berarti menentukan bata-batas maksimum dan minimum dimana
penyimpangan produk harus terletak. Dalam hal spesifikasi geometrik mencakup toleransi atas
ukuran, bentuk, posisi serta kekasaran permukaan produk.

Namun tidak semua spesifikasi geometrik menjadi perhatian utama/kritis seperti misalnya tebal
pelat penutup yang tidak memerlukan spesifikasi yang ketat. Bagi elemen yang tidak kritis
toleransi geometriknya tak perlu atau lebih tegasnya jangan diberikan, hal ini bukan berarti
toleransinya nol namun artinya toleransinya terbuka yang artinya spesifiksi geometriknya boleh
menyimpang secara wajar. Lain halnya kalau komponen tersebut kritis maka batas-batas
toleransinya harus pasti.

Toleransi
Berikut ini uraian dan penjelasan mengenai prinsip serta definisi standar ISO.
Toleransi ukuran adalah perbedaan ukuran antara kedua harga batas dimana harga ukuran atau
jarak permukaan/batas geometri komponen harus terletak. Untuk setiap komponen perlu
didefinisikan suatu ukuran dasar sehingga kedua harga batas (maksimum dan minimum) dapat
dinyatakan dengan suatu penyimpangan terhadap ukuran dasar. Ukuran dasar ini sedapat
mungkin dinyatakan dalam bilangan bulat. Dalam penentuan dimensi lobang dan poros
diperlihatkan istilah istilah yang sering digunakan yang diperlihatkan pada gambar berikut.
Untuk tujuan mempermudah penggambaran toleransi maka dibuat diagram secara skematik
denga catatan bahwa sumbu komponen selalu diletakkan di bawah. Misalnya kedua
penyimpangan dari lubang adalah positif dan kedua penyimpangan poros adalah negatif maka
diagram skematik yang menunjukkan pasangan tersebut adalah sebagaimana gambar berikut
ini.

Gambar diagram skematik untuk penggambaran toleransi dimensi/ukuran.

Posisi daerah toleransi baik untuk lubang maupun untuk poros dapat terletak diatas maupun
dibawah garis nol. Pada gambar selanjutnya akan diperlihatkan posisi daerah toleransi poros
beserta notasi-notasi yang menunjukan penyimpangannya.

Gambar posisi daerah toleransi poros terhadap garis nol.

Suaian
Apabila dua buah komponen akan dirakit maka hubungan yang terjadi yang ditimbulkan oleh
karena adanya perbedaan ukuran sebelum mereka disatukan disebut suaian (fit).
Ada tiga jenis suaian :
1. Suaian Longgar.
yaitu suaian yang selalu menghasilkan kelonggaran. Daerah toleransi lubang selalu terletak di
atas toleransi poros.
2. Suaian Paksa (Interference fit)
yaitu suaian yang selalu akan menghasilkan kerapatan. Daerah toleransi lubang selalu terletak
dibawah daerah toleransi poros.
3. Suaian Pas (Transition fit)
yaitu suaian yang dapat menghasilkan kelonggaran ataupun kerapatan. Daerah toleransi lubang
dan daerah toleransi poros berpotongan (sebagian saling menutupi).
Dalam ISO ditetapkan dua buah sistem suaian yang dapat dipilih yaitu sistem suaian berbasis
poros dan sistem suaian berbasis lobang. Pada sistem suaian berbasis poros maka
penyimpangan atas toleransi poros selalu berharga nol (es=0). Sebaliknya untuk sistem suaian
berbasis lubang maka penyimpangan bawah toleransi lubang selalu bernilai nol (EI = 0).

Cara Penulisan Toleransi Dan Dimensi


Berbagai cara penulisan toleransi ukuran yang bisa dan biasa digunakan ditunjukkan pada
gambar di bawah ini.

Bagi dimensi luar (poros) atau dalam (lubang) harganya dinyatakan dengan angka (satuan
dalam mm untuk sistem metrik) yang dituliskan diatas garis tanda ukuran. Jika dilihat sepintas
cara A kurang memberikan informasi dibandingkan dengan cara B & C. Cara D, yang meskipun
tidak secara langsung menyebutkan harga batas-batas penyimpangan, tetapi simbol toleransi
dengan kode huruf dan angka (g7) mengandung informasi lain yang sangat bermanfaat yaitu
sifat suaian bila komponen bertemu pasangannya, cara pembuatan dan metode pengukuran.

Rincian penjelasan cara penulisan toleransi adalah sebagai berikut :


A Ukuran maksimum dituliskan diatas ukuran minimum. Merupakan cara lama yang dipakai di
Amerika dan Inggris (dengan satuan inchi). Cara penulisan yang demikian ini, meskipun
memudahkan penyetelan mesin perkakas yang mempunyai alat kontrol terhadap dimensi produk,
tetapi tidak praktis dipandang dari segi perancangan yaitu dalam hal perhitungan toleransi dan
penulisannya pada gambar teknik.
B Dengan menuliskan ukuran dasar beserta harga-harga penyimpangannya. Penyimpangan atas
dituliskan disebelah atasnya penyimpangan bawah, dengan jumlah angka desimal yang sama
(kecuali untuk penyimpangan nol). Cara penulisan ini lebih baik dari cara A karena memudahkan
baik bagi siperancang untuk menghitung dan menuliskan toleransi maupun bagi si pembuat
(operator mesin) dalam usahanya untuk mencapai dimensi produk yang diinginkan.

C Serupa dengan cara B apabila toleransi terletak simetrik terhadap ukuran dasar. Harga
penyimpangan haruslah dituliskan sekali saja dengan didahului tanda .

D Cara penulisan ukuran (ukuran nominal) yang menjadi ukuran dasar bagi toleransi dimensi
yang dinyatakan dengan kode/simbol anjuran ISO. Cara ini mulai banyak digunakan di negara-
negara industri karena berbagai keuntungan yang bisa diperoleh akibat penerapannya secara
intensif.
Penggunaan standar ISO akan menguntungkan dalam hal :
memperlancar komunikasi sebab dilakukan secara internasional
mempermudah perancangan karena dikaitkan dengan fungsi
mempermudah perencanaan proses sebab menunjukkan aspek pembuatan, dan
memungkinkan pengontrolan kualitas karena acuannya jelas.

STANDARD OPERASIONAL PROSEDURE (SOP)


( Ir. Djalaluddin )

Pengertian SOP :

1. Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan


menggerakkan suatu kelompok/perorangan untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan secara tertulis dan yang harus
dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Tujuan SOP :

1. Agar karyawan menjaga konsistensi dan tingkat kinerja setiap karyawan atau tim
dalam departemen atau unit kerja.
2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam unit kerja.
3. Memperjelas alur kerja/tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap karyawan.
4. Melindungi departemen/unit kerja dan karyawan dari malpraktek atau kesalahan
administrasi lainnya.
5. Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi dalam
setiap proses.
4. Memberikan keterangan tentang dokumen - dokumen yang dibutuhkan dalamsuatu
proses kerja.
5. Memepermudah perusahaan dalam mengetahui terjadinya efisiensi proses dalam suatu
prosedur kerja.

Fungsi :
1. Memperlancar tugas karyawan atau tim/unit kerja
2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4. Mengarahkan karyawan untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
Kapan SOP diperlukan :

1. SOP harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan dilakukan


2. SOP digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan
baik atau tidak
3. Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada perubahan langkah kerja yang
dapat mempengaruhi lingkungan kerja.

Keuntungan adanya SOP :

1. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat ukur, komunikasi
dan pengawasan serta menjadikan pekerjaan dapat diselesaikan secara konsisten
2. Para karyawan akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang
harus dicapai dalam setiap pekerjaan
3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat training dan bisa digunakan
untuk mengukur kinerja setiap karyawan dalam menjalankan operasional perusahaan,
peran karyawan memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena
itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-
sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga
dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan.

4. Memberikan penjelasan tentang prosedur kegiatan secara detail dan terinci dengan
jelas dan sebagai dokumentasi aktivitas proses bisnis perusahaan.
5. Meminimalisasi variasi berbagai kesalahan dalam suatu prosedur operasional kerja.
6. Menyamaratakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak.
7. Membantu dalam melakukan evaluasi dan penilaian terhadap setiap proses
operasional dalam perusahaan.
8. Membantu mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu perubahan
kebijakan.
9. Mempertahankan kualitas perusahaan melalui konsistensi kerja karena perusahaan
telah memilki sistem kerja yang sudah jelas dan terstruktur secara sistematis.
10. Kepuasan Pelanggan/Customer sehingga bisnis perusahaan akan tetap berjalan lancar
dan semakin meningkat.

Definisi SOP (Standard Operating Procedure) :

SOP adalah dokumen tertulis yang memuat prosedur kerja secara rinci, tahap demi
tahap dan sistematis.
SOP memuat serangkaian instruksi secara tertulis tentang kegiatan rutin atau
berulang-ulang yang dilakukan oleh sebuah unit kerja. Untuk itu SOP juga dilengkapi
dengan referensi, lampiran, formulir, diagram dan alur kerja ( flow chart).
SOP sering juga disebut sebagai manual kerja yang digunakan sebagai pedoman
untuk mengarahkan dan mengevaluasi suatu pekerjaan.
Implementasi SOP yang baik, akan menunjukkan konsistensi hasil kinerja, hasil
produk dan proses pelayanan yang kesemuanya mengacu pada kemudahan karyawan
dan kepuasan pelanggan.

Tujuan dari Penerapan SOP, SOP banyak diimplementasikan terutama di


perusahaan, lembaga atau organisasi yang memerlukan kualitas pekerjaan sehingga
dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu SOP dapat juga digunakan
sebagai standar kualitas untuk menuju ke standar internasional (ISO).Penulisan
dokumen dalam SOP perlu diterapkan untuk menghasilkan sistem kualitas dan teknis
yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan dan untuk mendukung kualitas data
informasi pada perusahaan. Penerapan SOP ini akan membantu perusahaan untuk
mempertahankan kualitas control dan kualitas proses sehingga membawa perusahaan
untuk tetap bertahan di persaingan dunia bisnis.
Keteraturan dan kesistematisan dari prosedur ini, akan memudahkan antar satuan
kerja yang ada dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya. hubungan timbal
balik yang lancar akan mewujudkan keseimbangan kerja yang baik bagi karyawan
dan mewujudkan performansi yang handal. Konsistensi terhadap system dapat
terjamin meskipun kunci utama pemegang kerja tersebut resign (keluar) maupun
digantikan dengan orang lain. Peraturan tertulis SOP memudahkan seseorang
melakukan suatu kerja dengan selamat tanpa adanya masalah terhadap keselamatan
diri atau pun pada peralatan yang di gunakan tanpa bantuan orang lain.
Tujuan utama dari penerapan SOP adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam
pengerjaan suatu proses kerja yang dirancang dari SOP. Dari setiap teori telah
dikemukakan, diketahui bahwa tujuan dari SOP adalah untuk memudahkan dan
menyamakan persepsi semua orang yang memanfaatkannya dan untuk lebih
memahami setiap langkah kegiatan yang harus dilaksanakannya dalam setiap proses.

Terima Kasih