Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN CA.

RECTI DI RUANG
BOUGENVILE RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

A. PENGKAJIAN
a. Tanggal : pengkajian dilakukan pada tanggal 27 maret 2017
b. Jam : pukul 15. 30 WIB
1. Identitas Klien
a. Nama : Ny. S
b. Usia : 57 tahun
c. JenisKelamin : perempuan
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
f. Alamat : Penanggungan rt 01 / rw 04 wanayasa banjarnegara
g. No RM : 987772
h. Diagnosa Medis : Adeno Ca. Recti
i. DPJP : dr. Lopo Triyanto Sp. B. Onk.

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri pada daerah anus pada waktu BAB dan keluar darah.
P : Nyeri didaerah anus
Q : Nyeri terasa panas dan perih seperti ditusuk - tusuk
R : Menjalar sampai ke pinggang
S : Skala nyeri 4 ( pengkajian dengan skala numeric dan skala wong blaker )
T : Nyeri hilang timbul pada waktu tertentu dirasakan kurang lebih 2 tahun
belakangan
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poli onkologi rumah sakit RSUD Margono purwokerto pada tanggal
24 Maret 2017 untuk program kemotherapi yang ke 3 dengan keluhan nyeri pada
daerah anus disestai keluar darah pada waktu BAB, keluhan dirasakan pasien sejak 2
tahun yang lalu. Sebelum masuk rumah sakit keluhan nyeri dirasakan semakin
memberat.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Sebelumnya klien pernah mengalami keluhan yang sama sejak 2 tahun yang lalu,
sebelum periksa ke RSMS pasien memeriksakan kesehatanya di RSUD Banyumas
sebanyak 2x. Pasien juga berobat di puskesmas dan RS siaga mediaka sebanyak 3x
sebelum akhirnya dirujuk ke poli onkologi RSMSuntuk penanganan lebih lanjut
tentang pengobatan penyakitnya.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang memiliki penyakit
seperti DM, Hipertensi maupun penyakit yang sama dengannya saat ini.
Genogram

Keterangan :
: Laki-laki : tinggal serumah
: Perempuan : hubungan keluarga
: Meninggal
: pasien
3. Pola Kesehatan Fungsional (Gordon)
a. Pola Manajemen Kesehatan dan pola persepsi kesehatan ( Health perception )
Pasien mengatakan bahwa kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi
dirinya. Hal ini dibuktikan dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan setelah
mengetahui penyakit yang dideritanya baik di puskesmas atau fasilitas kesehatan
lain. Selain dengan pemeriksaan rutin kebiasaan rutin berolahraga, pola istirahat yang
teratur dan makan makanan yang bergizi juga dilakukan klien untuk menjaga
kesehatanya. Klien juga rutin mengkonsumsi multivitamin untuk meningkatkan daya
tahan tubuh yang dimilikinya.
b. Pola Nutrisi dan metabolic ( Nutritional and metabolic )
Pasien mengatakan nafsu makannya berkurang setelah program kemo sebanyak 2x,
makan hanya habis porsi dari yang disediakan. Saat ini klien mempunyai berat
badan 45 kg dan mengalami penurunan selama 6 bulan terakhir. Untuk memperbaiki
kondisi tubuhnya sekarang pasien selalu berusaha memaksakan diri untuk makan 3x
sehari walaupun nafsu makanya tidak ada dengan mengkonsumsi menu makan yang
seimbang. Pasien mengatakan tidak ada keluhan dalam makan baik itu nyeri telan,
kesulitan mengunyah, dll. Untuk menu makan pasien sekarang memperbanyak
dengan sayuran dan buah.
c. Pola Eliminasi ( Ellimination pattern )
Pasien mengatakan sebelum sakit kebiasaan BAK dan BAB tidak mengalami
masalah. Kebiasaan berkemih biasanya dilakukan kurang lebih 4 5 x dalam sehari
tanpa adanya gangguan / keluhan sama sekali. Setelah menjalani program kemo
sebanyak 2x dan dirawat dirumah sakit klien mengatakan kalau frekuensi BAB
meningkat dari biasanya sebanyak 5- 6 x dalam sehari, sedangkan untuk pola BAK
pasien tidaklah mengalami gangguan. Pasien mengatakan jarang BAK di malam hari.
Pasien mengatakan kondisi keringatnya berlebih apalagi setelah dilakukan program
kemo. Pasien mengatakan sering mengalami gejala muntah, mual dan lemas apabila
setelah program kemo.
d. Pola Aktivitas dan Latihan ( Activity Exercise Pattern )
Selama sakit klien mengatakan bahwa untuk kebutuhan ADLs dibantu oleh keluarga
hal ini dikarenakan klien mengeluh lemas dan pusing dalam melakukan aktivitasnya.
Selama sehat pasien mengatakan terkadang sering berolahraga dan mengisi waktu
luang dengan ngerumpi dengan tetangganya.
Kemampuan 0 1 2 3 4
Perawatan Diri
Makan/minum
Mandi
Toileting
Berpakaian
Mobilitas di tempat tidur
Ambulasi/ROM
Keterangan: 0 : mandiri, 1: alat bantu, 2 : dibantu orang lain, 3 : dibantu orang lain
dan alat, 4 : tergantung total.
Kesimpulan: Beberapa aktivitas pasien memerlukan bantuan dari orang lain yaitu
anggota keluarga untuk membantunya.
e. Pola Istirahat dan Tidur ( Sleep-rest pattern )
Sebelum dirawat dirumah sakit klien mempunyai kebiasaan tidur yang teratur sekitar
5- 6 jam pada malam hari dan jarang tidur pada siang hari. Selama dirumah sakit
kebiasaan tidur pasien agak berubah. Pada malam hari durasi tidur sekitar 7-8 jam
pada malam hari dan 2- 3 jam pada siang hari. Pasien mengatakan tidak pernah
mengalami gangguan tidur seperti insomnia ( sulit tidur ), ketindihan ( sleep
paralysis ), terror malam ( night terror ), syndrome kepala meledak ( exploding head
syndrome ), tidur berjalan ( sleep walking ).
f. Pola Persepsi Kognitif ( Cognitive perceptual pattern )
Pasien mengatakan bahwa pendidikan terakhir yang ditempuh adalah lulus SD.
Dalam pengambilan sebuah keputusan klien selalu bermusyawarah dengan anggota
keluarga yang lain apabila terdapat suatu hal yang tidak bias diselesaikan sendiri.
Pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam pendengaran, penglihatan dan
daya ingat. Pasien mengalami orientasi waktu, tempat dan ruang yang baik dan dapat
berkonsentrasi dalam menjawab pertanyaan perawat.
g. Pola Persepsi Diri dan Konsep Diri ( Self perception self concept pattern )
Pasien mengatakan dalam keseharian beliau adalah orang yang ceria dan mudah
bergaul. Beliau sadar bawa sekarang sedang sakit sehingga tidak bias beraktivitas
sebagaimana biasanya, Sekarang beliau berharap penyakitnya cepat sembuh sehingga
bias beraktivitas lagi seperti biasanya. Kontak mata pasien baik saat diajak bicara,
nada bicara yang halus dan postur tubuh serta bahasa yang rileks saat diajak
komunikasi. Pasien adalah orang yang aktif berbicara dan tidak gampang grogi.
h. Pola Peran Hubungan ( Roles- relationships pattern )
Pasien mengatakan berperan sebagai ibu rumah tangga dalam keseharian . Beliau
mempunyai 3 orang anak yaitu 1 orang laki laki dan 2 orang perempuan yang
sekarang tinggal dalam satu rumah bersama, hanya saja anak terakhirnya yang
perempuan telah meninggal dunia karena penyakitnya.
Genogram

Keterangan :
: Laki-laki : tinggal serumah
: Perempuan : hubungan keluarga
: Meninggal
: pasien
Dalam keseharian aktivitasnya keluarga pasien terlihat sangat harmonis hal ini terlihat
dari kebersamaan anggota keluaraga, musyawarah dalam pengambilan keputusan dan
diskusi ataupun candaan yang sering dilakukan oleh para anggota keluarganya.
Pasien adalah orang yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Pasien bekerja
sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab atas perawatan putra dan anggota
keluarga yang lain. Interaksi antar anggota keluarga pada pasien sangatlah baik
karena komunukasi terbuka antara satu dengan yang lainnya.
i. Pola Seksualitas dan Reproduksi ( Sexuality- reproductive pattern )
Dalam keseharian pola seksualitas dan reproduksi pasien tidak mengalami ganguan.
Apabila terjadi beda pendapat biasanya akan langsung dibicarakan dengan suami dan
anaknya. Pasien mengatakan mestruasi terakhir kurang lebih sudah 5 tahun yang lalu.
Selama kehamilan dari ketiga orang anaknya pasien mengatakan tidak ada masalah
yang serius yang pernah dialami berkaitan dengan kesehatan kehamilanya pada waktu
itu.
j. Pola Koping dan Toleransi Stres ( Coping sress tolerance pattern )
Pasien mengatakan apabila mempunyai masalah pasti beliau akan selalu
membicarakan dengan anggota keluarga yang lain untuk minta pendapat dari
pemecahan masalah yang ada. Suami adalah orang yang paling sering diajak
berdiskusi apabila ada masalah.
k. Pola Nilai dan Kepercayaan ( Values beliefs pattern )
Pasien mengatakan beragama islam dan rutin melaksanakan kewajibanya yaitu sholat.
Pasien berasal dari suku jawa. Selama sakit aktivitas keagamaan yang biasa dilakukan
tidak biasa dijalankan sebagaimana mestinya.
4. PemeriksaanFisik
a. Keadaan Umum : keadaan umum cukup
b. Kesadaran : compos metis
c. GCS :E4 M6V5
d. Tanda-tanda Vital
a) Nadi : 106 x/ menit
b) Suhu tubuh : 36,7 C
c) Tekanandarah : 135 / 86 mmHg
d) Respirasi : 26 x / menit
e. TB/BB : 145 cm / 45 kg
f. IMT : 21,40
Keterangan
< 18,5 ( kurang )
18,5 24 ( normal )
25 29 ( lebih )
30 ( obesitas )
g. Kepala:
a) Kepala : bentuk mesochepal, rambut hitam agak rontok tidak ada
jejas luka hasil tes nervus VII ( fasialis ) untuk sensori motorik daerah wajah
normal.
b) Mata : bola mata simetris, pupil isokor diameter 2/2, reflek
cahaya positif, gerakan mata nistigmus, conjunctiva anemis negatif , sclera ikterik
negatif, visus normal 6/6, uji saraf cranial II, III, IV dan VI ( opticus dan
occulomotorius ) dalam batas normal, nyeri tekan tidak ada.
c) Hidung : bentuk simetris, lubang hidung bersih, epistaksis negative,
uji nervus I ( Olfaktorius ) dalam batas normal, tidak ada nyeri tekan.
d) Telinga : bentuk telinga simetris , bersih pada lubang telinga tanpa
serumen, fungsi pendengaran tidak ada gangguan ( tes weber, tes rinne, tes
schwabach dalam batas normal ).
e) Mulut dan faring : tidak terdapat bibir sumbing, komposisi gigi tidak lengkap
terdapat gigi palsu, tidak terdapat stomatisis.
f) Leher : pembengkakan tiroid tidak ada, leher bentuk simetris,
peningkatan JVP tidak ada.
g) Thorak
Paru
Inspeksi : bentuk dada normochest, tipe pernafasan
thoracoabdominal, tidak ada retraksi dinding dada
berlebih, ekspansi paru simetris, kedalaman dan irama
pernafasan normal respirasi 26 x / menit.
Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, vocal fremitus normal pada kedua
lapang paru.
Perkusi : terdengar suara resonan / sonor pada kedua lapang paru
batas paru hepar ICS 4 sampai ICS 6
Auskultasi : suara nafas daasar vesikuler pada semua lapang paru
tanpa adanya suara tambahan dan vocal resonan
normal.
Jantung
Inspeksi : ictus cordis ( denyutan dinding thorak akibat pukulan
ventrikel kiri pada dinding thorak ) noramal berada
pada ICS 5 sinistra linea media clavikularis ( PMI ).
Palpasi : HR 106 x/ menit tanpa adanya murmur atau bising
jantung.
Perkusi : batas kiri jantung ICS 2 3, batas atas kanan jantung
ICS 2 linea sternalis kanan, batas kiri bawah jantung
linea media clavikularis ICS 5 kekiri.
Auskultasi : Terdengar Bj 1 ( T, M ) sama dengan Bj 2 ( A, P ) tanpa
adanya suara tambahan irama gallop dan bising jantung
/ murmur tidak terdengar.
h. Abdomen
Inspeksi : bentuk datar, acites tidak ada, warna kulit ikterik, spider
nevi tidak ada, ukuran lingkar perut dalam batas normal.
Auskultasi : bising usus meningkat 28 x/ menit, gurgles tidak ada
borborigmi positif.
Perkusi : terdengar suara timpani pada 4 kuadran abdomen.
Palpasi
Hepar : hepatomegali negatif, tidak ada nyeri tekan, jejas tidak
ada.
Lien : tidak teraba dan tidak terdapat nyeri tekan.
Ginjal : tidak teraba dan tidak terdapat nyeri tekan.
VU : distensi dan nyeri tekan tidak ada.
Apendik : nyeri tekan tidak ditemukan, tanda rovsing negative, tanda
psoas dan tanda obturator negative.
i. Ekstremitas
Inspeksi : terdapat kesimetrisan antara angota gerak atas dan bawah,
tidak ditemukan adanya kelemahan gerak baik pada
ekstrimitas atas ataupun bawah.
Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan, oedema tidak ditemukan ,
kekuatan otot penuh dan mampu melawan gravitasi pada
keempat ektrimitas dengan nilai 5. Reflek bisep normal,
reflek patella normal, reflek Achilles normal, reflek
platar normal.
Kuku : tidak terdapat sianosis dan clubbing finger, nyeri tekan
tidak ada, capiler refill <2 detik.
Kulit : tidak tedapat lesi, ikterik negatif, turgor kulit elastic, akral
hangat, terlihat kemerahan pada kulit paien.
j. Genetalia : jenis kelamin laki laki, hemoroid positif, fistule tidak ada, pada
anus terdapat benjolan warna kemerahan dan agak lecet serta mengeluarkan
darah.
5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan dilakukan pada tanggal
a. Pemeriksaan darah
Pemeriksaan Hasil Satuan Interpretas Nilai
i normal

WBC (leukosit) 3330 10/l Rendah 4,8-10,8


RBC (Eritrosit) 4, 4 106/l Normal 4,2-5,5
HGB (Hemoglobin) 10,5 g/dl Rendah 12-16
HCT 32 % Rendah 37-47
MCV 73,4 PL Rendah 79,0-99,0
MCHC 23,9 g/dl Rendah 33,0-37,0
Lymphosit 4,2 10/l Normal 0,9-5,2
Monchit 3,1 10/l Tinggi 0,16-1
Eosinofil 0,6 10/l Tinggi 0,045 0,44
Basofil 1,8 10/l Tinggi 0-0,2
Granulosit 780 /l Tinggi
b. Radiologi atau biopsi
Hasil pemeriksaan biopsy pada tanggal 3 februari 2017 adalah
Secara makroskopis sediaan menunjukan jaringan dilapisi epitel skwamosa, didapat
tumor tubular, papilar, sel polimorfi, kolumner, inti bulat, oval, vesikuler, banyak
mitosis.
Kesan : Biopsi : Adenocarsinoma.
6. Terapi
a. Injeksi kemotherapi
Injeksi resta 150
Injeksi 5FU 2500
Injeksi Leukofurin 500
Injeksi Leukokin 1 x 300mg ( IM )
b. Cairan
IVFD Ns 0,9 % 20 tts / menit
B. Analisa Data
N
DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM TTD
O
1 DS : Pasien mengeluh nyeri pada Agen pencedera Nyeri kronis
(00133 )
daerah anus pada waktu BAB dan dan infiltrasi
keluar darah. tumor / kanker.
P : Nyeri didaerah anus
Q : Nyeri terasa panas dan
perih seperti ditusuk -
tusuk
R : Menjalar sampai ke
pinggang
S : Skala nyeri 4 ( pengkajian
dengan skala numeric dan
skala wong blaker )
T : Nyeri hilang timbul pada
waktu tertentu dirasakan
kurang lebih 2 tahun
belakangan
DO : Ekpresi wajah pasien
menahan nyeri, nyeri
dirasakan kurang lebih 2
tahun kebelakang pada
waktu BAB keluar darah,
hemoroid positif, pada
anus terdapat benjolan
warna kemerahan dan agak
lecet serta mengeluarkan
darah.
2 DS : Pasien mengatakan lemas dan Kurang asupan Resiko ketidak
nafsu makan berkurang. makanan dan seimbangan
DO : Pasien tampak lemas, makan
ketidakmampuan nutrisi kurang
hanya habis porsi dari
mengabsorpsi dari kebutuhan
yang disediakan, klien
nutrien tubuh ( 00002 )
mempunyai berat badan 45
kg dan mengalami
penurunan selama 6 bulan
terakhir, pasien sering mual
dan muntah setelah program
kemotherapi.
3 DS : Pasien mengatakan lemas Program Diare ( 00013 )
DO : Pasien tampak lemas, pada pengobatan dan
auskultasi ditemukan bising malabsorbsi usus
usus meningkat 28 x/ menit, karena efek obat
gurgles tidak ada borborigmi kemotherapi.
positif. Selama dirawat
dirawat dirumah sakit klien
mengatakan kalau frekuensi
BAB meningkat dari
biasanya biasanya sebanyak
5- 6 x dalam sehari apalagi
apabila setelah program
kemotherapi.

C. Prioritas DiagnosaKeperawatan
1. Nyeri kronis berhubungan dengan agen pencedera dan infiltrasi tumor / kanker.
2. Diare berhubungan dengan program pengobatan dan malabsorpsi usus karena efekobat
kemotherapi.
3. Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
kurang asupan makanan dan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient.

D. INTERVENSI
Tgl/J No Tujuan Intervensi
D
am
P

21/3/17 1 Setelah dilakukan tindakan Management nyeri ( 1400 )

17.00
keperawatan selama 2 x 8 jam
1. Kaji nyeri dengan melihat PQRST.
diharapkan nyeri berkurang dengan
kriteria hasil: P: tanyakan apa yang memperburuk nyer iatau
Indikator Awal Target ketidaknyamanan?
Mampu 3 5 Q :tanyakan bagaimana jenis nyerinya?
mengontrol R: apakah nyeri menjalar kebagian tubuh yang
nyeri lain? Dan dimananyeri yang dirasakan?
Pasien 2 5 S: berapaskalanyerinya?
T: berapa lama nyeri berlangsung dan apakah
menyebut
kan nyeri hilang timbul atau terusmenerus?
menurun
2. Ajari teknik relaksasi napas dalam dan distraksi
Skala nyeri 2 5
berkurang untuk mengatasi nyeri
TTV normal 5 5
Klien dapat 3 5 3. Monitor TTV
beristirahat
dengan
4. Kolaborasi dalam pemberian obat penurun nyeri

tenang perut.

Keterangan:

1(kuat), 2 (berat),3 (sedang), 4 (ringan), 5


(tidakada)

2 Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama 1 x 1 jam
diharapkan defist perawatan diri : Bantuan perawatan diri : mandi ( 1801 )
mandi teratasi dengan kriteria hasil :
1. Observasi akan adanya pemenuhan kebutuhan
Indikator Awal Target pasien akan perawatan diri
Mampu 3 5
masuk dan 2. Monitoring integritas kebersihan kulit paien
berjalan
keluar 3. Fasilitasi pasien utk melakukan personal hyegien
kamar secara mandiri.
mandi
Pasien 3 5 4. Berikan bantuan sedemikian rupa hingga pasien
mampu dapat melakukan pemenuhan kebutuhanya secara
mencuci mandiri.
badan
bagian atas 5. Anjurkan peran serta keluarga dalam perawatan diri
Pasien 3 5 pasien hingga pasien bias melakukanya secara
mampu
mandiri.
mencuci
badan
bagian
bawah
Klien dapat 3 5
beristirahat
dengan
tenang

Keterangan:

1(sangat terganggu),2 (banyak terganggu),3


(cukup terganggu), 4 (sedikit terganggu), 5
(tidak terganggu)

E. IMPLEMENTASI
Tgl No
D Implementasi Evaluasi Formatif Paraf
Jam P

21/03/2017 1 Mengkaji nyeri dengan melihat PQRST:

17.00 P: apakah yang memperburuk nyeri atauke S : Pasien mengatakan masih nyeri
tidaknyamanan?
O : Pasien sudah tampak sedikit lebih
Q : bagaimana jenis nyeri nya?
R: apakah nyeri menjalar kebagian tubuh yang tenang, skala nyeri tetap 3
lain? Dan dimana nyeri yang dirasakan? A : masalah nyeri belum teratasi
S: berapaskalanyerinya?
T: berapa lama nyeri berlangsung dan apakah P : Ajarkan tekhnik distraksi relaksasi
hilang timbul atau terusmenerus? pada pasien

a Mengukur TTV
18.00 a) Nadi : 105 x/ menit
b) Suhu tubuh : 36,3 C
c) Tekanandarah : 125 / 85 mmHg
b Mengajarkan nafas dalam pada pasien d) Respirasi : 23 x / menit

18.15 c Memberikan sistenol 1 tab


Obat diminum pasien setelah makan

a. Memberikan injeksi ranitidine 50 mg


b. Memberikan injeksi OMZ 40 mg Injeksi masuk melalui intravena
20.00
secara tidak langsung

Observasi ulang tentang nyeri pasien


20.15
a Menanyakan apakah nyeri masih terasa atau tidak?
S :Pasien mengatakan nyeri
b Mengkaji nyerid engan melihat PQRST:
berkurang

P : apakah yang memperburuk nyeri atau ketidak O : pasien tampak tenang, skalanyeri
nyamanan? dari 3 ke 2
Q : bagaimanajenisnyerinya?
R: apakah nyeri menjalar kebagian tubuh yang
A : masalah nyeri yang dialami
lain? Dan dimana nyeri yang dirasakan?
pasien teratasi sebagian
S: berapaskalanyerinya?
T: berapa lama nyeri berlangsung dan apakah
P : intervensi relaksasi nafas dalam,
hilang timbul atau terus menerus?

Melakukan operan jaga tentang kondisi pasien


21. 00
dan respon pasien terhadap nyeri

22/03/2017

14.00
Menerima operan jaga tentang kondisi pasien

14.15
Observasi ulang tentang nyeri pasien
S : Pasien mengatakan nyeri sudah
c Menanyakan apakah nyeri masih terasa atau tidak? hilang

O : Pasien sudah tampak lebih tenang


d Mengkaji nyerid engan melihat PQRST: dan gembira,
A : masalah nyeri teratasi
P : apakah yang memperburuk nyeri atau ketidak
nyamanan? P : Pertahankan suasasna dan
Q : bagaimanajenisnyerinya? lingkungan untuk mengurangi
R: apakah nyeri menjalar kebagian tubuh yang
munculnya nyeri lagi.
lain? Dan dimana nyeri yang dirasakan?
S: berapaskalanyerinya?
Lakukan tekhnik distraksi
T: berapa lama nyeri berlangsung dan apakah
relaksasi dan nafas dalam bila
hilang timbul atau terus menerus?
diperlukan.

a. Nadi : 85x/ menit


18.00 Monitoring hemodinamik pasien b. Suhu tubuh : 36,5 C
c. Tekanandarah : 105 / 85 mmHg
d. Respirasi : 18 x / menit

20.00 Injeksi masuk melalui intravena


Memberikan injeksi ranitidine 50 mg secara tidak langsung
Memberikan injeksi OMZ 40 mg

21.00 Melakukan operan jaga tentang kondisi pasien

F. EVALUASI
Tanggal Diagnosa Evaluasi Paraf
Jam
22-03-2017 Setelah dilakukan tindakan keperawatan S: Pasien mengatakan nyeri sudah hilang
(20.30 selama 2 x 8 jam diharapkan nyeri O: Pasien sudah tampak lebih tenang dan
WIB) berkurang dengan kriteria hasil: gembira, hemodinamik stabil
a. Nadi : 85x/ menit
Indikator Awal Akhir
Mampu 3 5 b. Suhu tubuh : 36,5 C
mengontrol c. Tekanandarah : 105 / 85 mmHg
nyeri d. Respirasi : 18 x / menit
Pasien 2 5
menyebut
kan nyeri
A: masalah sudah teratasi
menurun
Skala nyeri 2 5
berkurang P: lanjutkan intervensi keperawatan
TTV normal 5 5 1. Pertahankan suasasna dan lingkungan
Klien dapat 3 5
untuk mengurangi munculnya nyeri lagi.
beristirahat 2. Lakukan tekhnik distraksi relaksasi dan
dengan nafas dalam bila diperlukan.
tenang

Keterangan:

1(kuat), 2 (berat),3 (sedang), 4 (ringan), 5


(tidakada)