Anda di halaman 1dari 21

PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN

ALBUMIN DALAM SERUM

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Trigliserida adalah salah satu bentuk lemak yang diserap oleh
usus setelah mengalami hidrolisis. Trigliserida kemudian masuk ke
dalam plasma dalam 2 bentuk yaitu sebagai klomikron berasal dari
penyerapan usus setelah makan lemak, dan sebagai VLDL (Very Low
Density Lipoprotein) yang dibentuk oleh hepar dengan bantuan
insulin. Trigliserida ini di dalam jaringan diluar hepar (pembuluh darah,
otot, jaringan lemak), dihidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase. Sisa
hidrolisis kemudian oleh hepar dimetabolisasikan menjadi LDL.
Kolesterol yang terdapat pada LDL ini kemudian ditangkap oleh suatu
reseptor khusus di jaringan perifer itu, sehingga LDL sering disebut
sebagai kolesterol jahat.
Pada saat pemeriksaan laboratorium yang berdasarkan reaksi
kimia dapat digunakan darah, urin atau cairan tubuh lain.
Pemeriksaan serologi adalah pemeriksaan yang menggunakan
serum. Pemeriksaan kimia darah dapat meliputi uji faal hati, jantung,
ginjal, lemak darah, kadar gula darah, kelainan pankreas, elektrolit
dan membantu menegakkan diagnosis anemi.
Trigliserida merupakan penyebab utama penyakit-penyakit arteri
dan biasanya dibandingkan dengan kolesterol dengan menggunakan
lipoprotein elektroforesis. Bila terjadi peningkatan konsentrasi
trigliserida maka terjadi peningkatan very low density lipoprotein
(VLDL), yang menyebabkan hyperlipoproteinemia.
Protein merupakan suatu makromolekul yang dimana tersusun
dari molekul-molekul asam amino yang berhubungan satu dengan
yang lain melalui suatu ikatan yang dinamakan ikatan peptida.
Pemeriksaan protein total dan albumin sebaiknya dilengkapi dengan
pemeriksaan fraksi protein serum dengan cara elektroforesis. Dengan
pemeriksaan elektroforesis protein serum dapat diketahui perubahan
MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA
150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

fraksi protein di dalam darah sehingga dapat diketahui perubahan


fraksi protein lebih teliti dari hanya pemeriksaan protein total dan
albumin serum.
Dalam laboratorium kimia klinik, pemeriksaan tersebut dilakukan
dengan menggunakan alat pemeriksaan kimia otomatis dengan
menjamin mutu hasil pemeriksaan disertai pemantapan kualitas yang
memadai.
I.2 MaksudPraktikum
Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui
dan memahami cara pemeriksaan trigliserida, protein total dan
albumin dalam serum
I.3 TujuanPraktikum
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan
kadar trigliserida, protein total dan albumin dalam tubuh yang
merupakan salah satu penyebab penyakit-penyakit arteri.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

BAB IITINJAUAN PUSTAKA


II.1 Teori Umum
Proses pencernaan lemak dari makanan selain menghasilkan
kolesterol juga menghasilkan trigliserida dan lemak bebeas semua
lemak ini akan diserap oleh tubuh melalui usus ke dalam darah.
Keberadaan kolesterol dan trigliserida dalam darah memang sangat
dibutuhkan oleh tubuh. Jika pengkonsumsian makanan yang
mengandung lemak jenuh berlebihan maka mengakibatkan kadar
kolesterol berlebihan juga. Hal ini akan menimbulkan ancaman dan
masalah yang serius, terutama pada penyakit pembuluh darah yang
disebut aterosklerosis. Penyakit ini dapat memicu timbulnya penyakit
jantung coroner dan stroke (Wijayakusuma, 2003).
Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan
dalam darah dan merupakan hasil uraian tubuh pada makanan yang
mengandung lemak dan kolesterol yang telah dikonsumsi dan masuk
ke tubuh serta juga dibentuk di hati (Ayu, 2011).
Trigliserida diapaki dalam tubuh terutama untuk menyediakan
energy berbagai proses metabolic, suatu fungsi yang hamper sama
dengan fungsi karbohidrat. Akan tetapi, beberapa lipid terutama
kolesterol, fosfolipid dan sejumlah kecil trigliserida, dipakai untuk
membentuk semua membrane sel dan untuk melakukan fungsi sel-sel
yang lain (Guyton, 2003).
Masalah masalah klini pada trigiseria (Joyce, 1997) :
1. Penurunan kadar:-lipoproteinemia kongential, hipertiroidisme,
malnutrisi protein, latihan.
2. Peningkatan kadar : hiperlipoproteinemia, IMA, hipertensi,
hipotiroidisme, sindrom nefrotik, thrombosis serebral, sirosis
alkoholik, DM yang tidak terkontrol, sindrom Downs, stress, diet
tinggi karbohidrat, kehamilan.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Ada beberapa jenis lipoprotein yang sesuai kandungan


lipidanya umumnya dibagi dalam beberapa komponen sbb (Tjay,
2002):
a. Chylomicron yang dibentuk di dinding usus dari trigliserida dan
kolesterol berasal dari makanan. Kemudian TG ini dihidrolisa oleh
lipoproteinlipase dan sisanya diekskresi oleh hati.
b. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) dari hati, yang bersama
dengan chylomicron mengangkut sebagian besar TG dan asam
lemak bebas ke jaringan otot dan lemak. Berat jenis VLDL rendah
sekali.
c. LDL (Low Density Lipoprotein) mengangkut sebagian besar
kolesterol darah dari hati yang memiliki reseptor-reseptor LDL ke
jaringan.
d. HDL ( High Density Lipoprotein) mengankat kelebihan kolesterol
(dan asam lemak) yang tidak dapat digunakan oleh jaringan
perifer kembali ke hati untuk diubah menjadi empedu.
Protein total adalah kadar semua jenis protein yang terdapat
dalam serum/plasma, yang terdiri atas albumin, globulin dan lain
fraksi yang (protein yang kadarnya sangat rendah). Pemeriksaan
protein total berguna untuk memonitor perubahan kadar protein
yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Biasanya
diperiksa secara bersama-sama dengan pemeriksaan lain.
Misalnya kadar albumin, faal hati, atau pemeriksaan elektroforesis
protein. Rasio albumin/globulin diperoleh dengan perhitungan dan
dapat memberikan keterangan tambahan. Kadar protein total
meningkat pada keadaan dehidrasi, multiple myeloma dan penyakit
hati menahun, merendah pada penyakit ginjal dan stadium akhir
gagal hati (Sirajuddin, 2013).
e. Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam
dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa;
ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. Namun, semua
MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA
150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform.
Apabila protein dipanaskan atau ditambah etanol absolut, maka
protein akan menggumpal (terkoagulasi). Hal ini disebabkan etanol
menarik mantel air yang melingkupi molekul-molkeul protein.
Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan
ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya (Almatsier, 2004).
Serum protein merupakan salah satu dari tiga jenis protein di
dalam tubuh yang terbentuk dari asam amino berupa larutan koloidal di
dalam plasma darah. Serum protein tidak mengandung fibrin (bukan
merupakan fibrous protein) sehingga dapat terlarut. Total serum protein
dalam darah sekitar 7,2 - 8 g/dl atau sekitar 7% (Sloane, 2002).
Albumin (normal 0,6-1,5 mg/dl) adalah protein plasma yang
dihasilkan oleh hepar yang bekerja secara osmotik untuk membantu
menahan volume intravaskular di dalam ruang vaskular. Penurunan
albumin serum (hipoalbuminemia)dapat menimbulkan terhadinya
edema karena gerakan air keluar dari ruang vaskular dan masuk ke
ruang interstisial. Edema terlihat pada malnutrisi protein yang terjadi
karena penurunan produksi albumin (Horne, 2000: 46).
Faktor-faktor yang dapat menurunkan albumin serum (Horne,
2000):
a. Penurunan masukan protein: Sebagai contoh malnutrisis protein
b. Penurunan sintesis hepatik : Sebagai contoh sirosis
c. Kehilangan urin abnormal : Sebagai contoh, sindrom nefrotik
Albumin merupakan protein terpenting yang disintesisi oleh hati
dan hati satu-satunya tempat produksi albumin. Albumin mempunyai
berat molekul tinggi (66.000) dan mengandung 584 asam amino.
Albumin serum memberikan indeks terbaik bagi kemampuan hepatosit
melakukan fungsinya. Produksi albumin yang normal dalam rentang
120-200 mg per kg per hari. Waktu paruhnya 17 sampai 20 hari.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Albumin disintesis pada retikulum endoplasma kasar, yang diangkut ke


retikulum endoplasma halus serta alat golgi, dan kemudian disekresi ke
dalam sinosoid. Bila hati dirusak, maka sintesis albumin lebih terkena
dibandingkan katabolisme; tetapi dengan waktu paruh yang lama, maka
beberapa minggu bisa terlewatkan sebelum ada penurunan dalam
albumin serum. Sehingga defisiensi albumin serum biasanya
menunjukkan proses kronis, sedangkan kadar albumin serum yang
rendah relatif jarang pada pasien hepatitis akut. Disamping itu,
hipoalbuminemia dapat disebabkan oleh suplai asam amino tak
adekuat dan dapat terlihat bersama malnutrisi atau malabsorbsi. Hati
juga menghasilkan sejumlah faktor pembekuan darah, yang mencakup
fibrinogen, protrombin serta faktor 5, 7 dan 10.Globulin alfa dan beta
dihasilkan tidak hanya oleh sel hati, tetapi globulin gamma dihasilkan
tidak hanya oleh sel retikuloendotel yang melapisi sinusoid, tetapi juga
oleh limpa dan sumsum tulang. Teknik elektroforesis protein
memudahkan identifikasi kelainan fraksi protein serum. Sebagai contoh,
pasien hepatitis aktif kronika mengalami penurunan albumin serta
peningkatan kadar globulinbeta dan gamma, sedangkan pasien sirosis
bilier primer mengalami penurunan kadar albumin dan peningkatan
globulin beta (Sabiston,1994).
Metode pengukuran menggunakan prinsip spektrofotometri
adalah berdasarkan absorbsi cahaya pada panjang gelombang tertentu
melalui suatu larutan yang mengandung kontaminasi yang akan
ditentukan konsentrasinya. Proses ini disebut absorbsi
spektrofotometri, dan jika panjang gelombang yang digunakan adalah
gelombang cahaya tampak, maka disebut kolorimetri, karena
memberikan warna. Selain gelombang cahaya tampak, spektrofotometri
juga menggunakan panjang gelombang pada gelombang ultraviolet dan
infra merah. Prinsip kerja dari metode ini adalah jumlah cahaya yang
diabsorbsi oleh larutan sebanding dengan konsentrasi kontaminan
MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA
150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

dalam larutan. Prinsip ini dijabarkan dalam hukum lambert-Beet, yang


menghubungkan antara absorbsi cahaya dengan konsentrai pada suatu
bahan yang mengabsorbsi, berdasarkan persamaan berikut (Breysse
dan Less, 2003):
II.2 Uraian Sampel
1. Darah (Watson, 2000)
Volume : Dewasa kira-kira 5 Liter
Komposisi :
Plasma : - Air 90 %
- Protein 7-8 %
- Larutan Lain (1-2%)
Garam anorganik (Na+, K+, Ca++, Mg++,
HCO3+), urea, asam urat, kreatinin,
amonia, asam aminoa, glukosa, lipid, gas-
gas (O2, CO2, N2), hormon-hormon, enzim.
Sel-sel darah : - Leukosit
- Sel-sel darah merah (Eritrosit)
- Trombosit
Kegunaan : Sebagai spesimen sampel.

II.3 Uraian Bahan

1. Aquades (Ditjen POM, 1995)


Nama resmi : AQUADESSTILATA
Nama lain : Air suling
RM / BM : H2O / 18,02
Pemerian : Larutan jernih, tidak berwarna dan tidak
mempunyai rasa dan bau
Kegunaan : Sebagai larutan blanko.
2. Reagen RGT (Anonim, 2015)

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Komposisi : - Pipes buffer (pH 7,5) 50 mmol/L


- 4-klorofenol 5 mmol/L
- 4-amooantypirine 0,25 mmol/L
- Ion magnesium 4,5 mmol/L
- ATP 2 mmol
- Lipase > 1,3 U/ml
- Peroksidase > 0,5 U/ml
- Gliserol kinase > 0,4 U/ml
- Gliserol-3-fosfat oksidase > 1,5 U/ml
- STD 3 ml standar
- Trigleserida 200 mg/dl atau
2,28 mmol/L
Kegunaan : Sebagai reagen pada pemeriksaan
trigleserida.
2. Reagen Albumin (Rusli, 2015)
Komposisi produk : Buffer sitrat 30 mmol/L

Bromkresol hijau 0,26 mmol/L


Standar 50 g/L
Kegunaan : Sebagai reagen pada pengukuran absorban
blanko, standar, dan sampel pada
pemeriksaan albumin.
II.5Prosedur kerja (Anonim, 2015)
1. Pemeriksaan Trigleserida
a. Penyiapan serum
Disiapkan alat dan bahan, dimasukkan darah ke dalam tabung
sentrifuge, lalu disentrifuge selama 15 menit pada kecepatan 6000
rpm, kemudian diambil serum darah dan dimasukkan ke dalam
tabung reaksi.
b. Pengukuran absorban blanko

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Disiapkan alat dan bahan, dipipet 10 L aquadest ke dalam kuvet.


Dimasukkan reagen RGT sebanyak 1000 L. Diinkubasi selama 20
menit pada suhu 250C. Kemudian diukur absorbannya pada
spektrofotometer dengan panjang gelombang 546 nm.
c. Pengukuran absorban standar
Disiapkan alat dan bahan, dipipet 10 L larutan standar ke dalam
kuvet. Kemudian dimasukkan reagen RGT sebanyak 1000 L.
Diinkubasi selama 20 menit pada suhu 250C. Diukur absorbannya
pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 546 nm.
d. Pengukuran absorben sampel
Disiapkan alat dan bahan, dipipet 10 L darah. Dimasukkan reagen
RGT sebanyak 1000 L. Lalu diinkubasi selama 20 menit pada
suhu 250C. Kemudian diukur absorbannya pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 546 nm.
2. Albumin
a. Penyiapan serum
Siapkan alat dan bahan, masukkan darah ke dalam tabung
sentrifuge, sentrifuge selama 15 menit pada kecepatan 6000 rpm,
ambil serum darah dan masukkan ke dalam tabung reaksi.
b. Pengukuran absorben blanko
Siapkan alat dan bahan. Pipet 10l aquades. Masukkan reagen
albumin sebanyak 1000l. inkubasi selama 10 menit pada suhu
250C. ukur absorbennya pada panjang gelombang 546nm.
c. Pengukuran absorben standar
Siapkan alat dan bahan. Pipet 10l larutan standar. Masukkan
reagen Albumin sebanyak 1000l. inkubasi selama 10 menit pada
suhu 250C. Ukur absorbannya pada panjang gelombang 546nm.
d. Pengukuran absorben sampel
Siapkan alat dan bahan. Pipet 10l darah. Masukkan reagen
Albumin sebanyak 1000L. inkubasi selama 10 menit pada suhu
250C. ukur absorbennya pada panjang gelombang 546nm.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

BAB III METODE KERJA


III.1 Alat
Alat yang digunakan adalah kuvet, mikropipet, pipet tetes,
sentrifuge, spektrofotometer, tabung reaksi, dan tabung sentrifuge.
III.2 Bahan
Bahan yang digunakan adalah aquadest, darah, mata mikropipet,
reagen Albumin dan reagen RGT.
III.3 Cara Kerja
1. Pemeriksaan Trigliserida
a. Penyiapan serum
Disiapkan alatdan bahan. Dimasukkan darah kedalam tabung
sentrifuge. Disentrifuge selama 15 menit pada kecepatan 6000
rpm. Diambil serum darah. Dimasukkan kedalam tabung reaksi.
b. Pengukuranabsorbanblanko
Disiapkan alat dan bahan. Dipipet 10 L aquadest kedalam
kuvet. Ditambahkan 1000 L reagen RGT. Diinkubasi pada suhu
250 C selama 20 menit dan diukur absorban pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 546 nm.
c. Pengukuranabsorbanstandar
Disiapkan alat dan bahan. Dipipet 10 L larutan standar
kedalam kuvet. Ditambahkan 1000 L reagen RGT. Diinkubasi
pada suhu 250 C selama 20 menit dan diukur absorbannya pada
spektrofotometer dengan panjang gelombang 546 nm.
d. Pengukuranabsorbansampel
Disiapkan alat dan bahan. Dipipet10 L serum kedalam kuvet.
Ditambahkan 1000 L reagen RGT. Diinkubasi pada suhu 250 C
selama 20 menit dan diukur absorbannya pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 546 nm.

Perhitungan :

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Absorban sampel
Trigliserida = Absorban standar x Konsentrasi standar (mg/dL)

2. Pemeriksaan Albumin

a. Penyiapan serum
Siapkan alat dan bahan, masukkan darah ke dalam tabung
sentrifuge, sentrifuge selama 15 menit pada kecepatan 6000 rpm,
ambil serum darah dan masukkan ke dalam tabung reaksi.
b. Pengukuran absorben blanko
Siapkan alat dan bahan. Pipet 10l aquades. Masukkan
reagen albumin sebanyak 1000l. inkubasi selama 10 menit pada
suhu 250C. ukur absorbennya pada panjang gelombang 546nm.
c. Pengukuran absorben standar
Siapkan alat dan bahan. Pipet 10l larutan standar.
Masukkan reagen Albumin sebanyak 1000l. inkubasi selama 10
menit pada suhu 250C. Ukur absorbannya pada panjang
gelombang 546nm.
d. Pengukuran absorben sampel
Siapkan alat dan bahan. Pipet 10l darah. Masukkan reagen
Albumin sebanyak 1000L. inkubasi selama 10 menit pada suhu
250C. ukur absorbennya pada panjang gelombang 546nm.

Perhitungan :
Absorban sampel
Albumin = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


IV.1 Tabel pengamatan
No. Trigliserida Albumin
Standar Sampel Standar Sampel
1. 0,952 0,058 0,804 0,125
2. 0,952 0,011 0,804 0,240
3. 0,952 0,052 0,804 0,140
4. 0,952 0,030 0,804 0,262

IV.2 perhitungan
a.Trigliserida
Konsetrasi standar = 200 mg/dL = 0,2 g/dL
Kelompok 1

Absorban sampel
Trigliserida = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,058
= 0,952 x 200 mg/dL

= 12,184mg/dL
Kelompok 2

Absorban sampel
Trigliserida = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,011
= 0,952 x 200 mg/dL

= 2,310mg/dL
Kelompok 3

Absorban sampel
Trigliserida = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,052
= 0,952 x 200mg/dL

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

= 10,924 mg/dL

Kelompok 4

Absorban sampel
Trigliserida = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,030
= 0,952 x 200 mg/dL

= 6,302 mg/dL
b.Albumin
Kelompok 1

Absorban sampel
Albumin = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,125
= 0,804 x 200 mg/dL

= 31,094 mg/dL
Kelompok 2

Absorban sampel
Albumin = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,240
= 0,804 x 200 mg/dL

= 59,701 mg/dL
Kelompok 3

Absorban sampel
Albumin = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

0,140
= 0,804 x 200 mg/dL

= 34,825 mg/dL
Kelompok 4

Absorban sampel
Albumin = Absorban standar xKonsentrasi standar (mg/dL)

0,262
= 0,804 x 200 mg/dL

= 65,174 mg/dL

IV.3 Pembahasan

Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan dalam


darah dan merupakan hasil uraian tubuh pada makanan yang
mengandung lemak dan kolesterol yang telah dikonsumsi dan masuk
ke tubuh serta juga dibentuk di hati.
Albumin merupakan protein terpenting yang disintesisi oleh hati
dan hati satu-satunya tempat produksi albumin.
Pada percobaan ini, dimana dilakukan pengujian terhadap kadar
trigliserida dan kolesterol dalam serum. Trigliserida merupakan. lemak
darah yang dibawa oleh serum lipoprotein. Sedang Kolestrol adalah
hasil sintesis lemak darah oleh hepar.
Percobaan ini bertujuan untuk pemeriksaan trigliserida dan
protein total ini yaitu untuk mengetahui keadaan trigliserida dan
protein total dalam darah yang merupakan salah satu penyebab
penyakit-penyakit arteri.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Pada pengambilan darah, darah diambil melaui vena median


cubiti yang terletak di bagian dalam lipatan siku. Sebenarnya terdapat
beberapa tempat pengambilan darah lain yaitu pada pembuluh darah
darah arteri misalnya pada pergelangan tangan, dan darah kapiler
yang berada pada ujung jari. Namun, karena volume sampel darah
yang akan diambil cukup banyak, yakni sekitar 5 mL, maka
pengambilan darah dilakukan dari vena median cubiti.
Sampel darah yang diperoleh kemudian disentrifuge untuk
memisahkan endapan yang mengandung kilomikron, VLDL, dan LDL
dan supernatan. Dimana para pengukuran trigliserida dan kolesterol
ini, digunakan supernatan yang mengandung serum darah dari tiap
probandus.
Pada pemeriksaan trigliserida digunakan reagen RGT karena
reagen RGT adalah reagen yang spesisfik untuk pengukuran
trigliserida pada serum. Sedangkan pada pengukuran kolesterol
digunakan reagen HDL karena reagen HDL juga merupakan reagen
yang spesifik untuk pengukuran Kolesterol.
Pada percobaan, dilakukan juga inkubasi pada suhu ruangan
(25) selama 20 menit, hal ini berguna agar reagen dan sampel dapat
bercampur dengan baik. Sehingga pada saat pengukuran absorban
hasilnyapun sesuai dengan yang diharapkan.
Pada penentuan konsentrasi, dilakukan dengan mengukur
absorbannya pada spektrofotometri UV-Vis. Dimana prinsip
pengujiannya yaitu jumlah cahaya yang diserap melalui suatu larutan
pada panjang gelombang tertentu sebanding denngan konsentrasi zat
tersebut.
Berdasarkan hasil percobaan, maka didapatkan hasil pada
kelompok I untuk pengukuran trigliserida, absorban standarnya
sebesar 0,179; absorban sampel sebesar 0,023; dengan konsentrasi
standar yaitu 200 mg/dl; sehingga didapatkan kadar trigliserida
MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA
150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

sebesar 10,924 mg/dl. Sedangkan untuk pengukuran albumindi


dapatkan absorban standar sebesar 0,804; absorban sampel sebesar
0,140; dengan konsentrasi standar 200 mg/dl; maka didapatkan
kolestrol sebesar 34,825mg/dL.
Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium diantaranya:
a. Diet tinggi lemak sebelum dilakukan pemeriksaan.
b. Sampel darah hemolisis.
c. Cara pengerjaan yang kurang teliti.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa pengukuran trigliserida, absorban standarnya
sebesar 0,179; absorban sampel sebesar 0,023; dengan konsentrasi
standar yaitu 200 mg/dl; sehingga didapatkan kadar trigliserida
sebesar 10,924 mg/dl. Sedangkan untuk pengukuran albumin di
dapatkan absorban standar sebesar 0,804; absorban sampel sebesar
0,140; dengan konsentrasi standar 200 mg/dl; maka didapatkan hasil
albumin sebesar 34,825 mg/dL. Pemeriksaan Serum III menunjukkan
hasil kadar trigliserida normal, dan dapat dilihat dari nilai range normal
trigliserida yang berkisar 10-140 mg/dL, sedangkan nilai albuminnya
masih normal.
V.2 Saran

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Agar alat ataupun bahan yang digunakan dalam percobaan ini


diperlengkap dan diperbanyak, agar pada praktikum berikutnya semua
praktikan dapat mengujikan sampel serum mereka masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2015 .Penuntun Praktikum Kimia Klinik Dasar. Fakultas


Farmasi UMI: Makassar.

Ditjen POM, 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI: Jakarta.

Elsevier.1995. Biochimica Et Biophysica Acta. International journal of


biochemistry and biophysics: British.

Ganiswarna,S. 1995. Farmakologi dan terapi. FK-UI : Jakarta

Kee, J.L.1997. Buku Saku Pemeriksaan Laboratorium dan Diagnostik


dengan Implikasi Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran:
Jakarta

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Lestari, F. 2007. Bahaya Kimia: Sampling & Pengukuran Kontaminan


Kimia di Udara. EGC: Jakarta

Tisnajaja, D. 2000. Bebas kolesterol & Demam Berdarah. Niaga


swadaya: Jakarta.

Tjay, T. H. 2002. Obat-obat Penting. Elex Media Komputindo : Jakarta.

Watson, Roger. 2000. Anatomi Fisiologi Edisi 2. Penerbit Kedokteran


EGC: Jakarta.

LAMPIRAN

SKEMA KERJA
1. Pemeriksaan Trigliserida
a. Penyiapan Serum
Disiapkan alat dan bahan

Dimasukkan darah kedalam tabung sentrifuge

Disentrifuge selama 15 menit dengan kecepatan 6000 rpm

Diambil serum darah

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA
150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

b. Pengukuran absorban blanko


Disiapkan alat dan bahan

Dipipet 10 L aquadest ke dalam kuvet

Ditambahkan reagen RGT sebanyak 1000 L

Diinkubasi pada suhu 250C selama 20 menit

Diukur absorban pada spektrofotometer dengan panjang


gelombang 546 nm
c. Pengukuran absorban standar
Disiapkan alat dan bahan

Dipipet 10 L larutan standar ke dalam kuvet

Ditambahkan reagen RGT sebanyak 1000 L

Diinkubasi pada suhu 250C selama 20 menit

Diukur absorban pada spektrofotometer dengan panjang


gelombang 546 nm

d. Pengukuran absorban sampel


Disiapkan alat dan bahan

Dipipet 10 L serum darah ke dalam kuvet

Ditambahkan reagen RGT sebanyak 1000 L


MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA
150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

Diinkubasi pada suhu 250C selama 20 menit

Diukur absorban pada spektrofotometer dengan panjang


gelombang 546 nm
2. Pemeriksaan Albumin
a. Penyiapan serum
Disiapkan alat dan bahan

Dimasukkan darah ke dalam tabung sentrifuge

Disentrifuge selama 15 menit pada kecepatan 6000 rpm.

Diambil serum darah

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi.


b. Pengukuran absorban blanko
Disiapkan alat dan bahan

Dipipet 10 L aquadest ke dalam kuvet

Ditambahkan 1000 L reagen Albumin

Diinkubasi pada suhu 250 C selama 20 menit

Diukur absorban pada spektrofotometer dengan panjang


gelombang 546 nm.
2. Pengukuran absorban standar
Disiapkan alat dan bahan

Dipipet 10 L larutan standar ke dalam kuvet

Ditambahkan 1000 L reagen Albumin

Diinkubasi pada suhu 250C selama 20 menit

Diukur absorban pada spektrofotometer dengan panjang


gelombang 546 nm.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147
PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA, PROTEIN TOTAL DAN
ALBUMIN DALAM SERUM

3. Pengukuran absorban sampel


Disiapkan alat dan bahan

Dipipet 10 L serum ke dalam kuvet

Ditambahkan 1000 L reagen Albumin

Diinkubasi pada suhu 250 C selama 20 menit

Diukur absorban pada spektrofotometer dengan panjang


gelombang 546 nm.

MOH SHOKIB RHEYTNO A. WABULA


150 2014 0147