Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH SEJARAH

PERANG DUNIA 2 DI EROPA

DISUSUN OLEH :

Muhammad Firdaus Febriansyah

GURU PEMBIMBING :

Ratna juaimi Spd

SMA LTI IGM PALEMBANG

TAHUN PELAJARAN 2016/2017


PERIODE DAN KRONOLOGI
Perang Dunia 2

Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat menjadi PDII
atau PD2), adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939
sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia termasuk
semua kekuatan besar yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang
saling bertentangan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas
dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan
militer. Dalam keadaan "perang total", negara-negara besar memaksimalkan
seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang,
sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai
oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil,
termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini
memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian
ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah
umat manusia.
Kekaisaran Jepang berusaha mendominasi Asia Timur dan sudah
memulai perang dengan Republik Tiongkok pada tahun 1937, tetapi perang
dunia secara umum pecah pada tanggal 1 September 1939 dengan invasi ke
Polandia oleh Jerman yang diikuti serangkaian pernyataan perang terhadap
Jerman oleh Perancis dan Britania. Sejak akhir 1939 hingga awal 1941, dalam
serangkaian kampanye dan perjanjian, Jerman membentuk aliansi Poros
bersama Italia, menguasai atau menaklukkan sebagian besar benua Eropa.
Setelah Pakta Molotov Ribbentrop, Jerman dan Uni Soviet berpisah dan
menganeksasi wilayah negara-negara tetangganya sendiri di Eropa, termasuk
Polandia. Britania Raya, dengan imperium dan Persemakmurannya, menjadi
satu-satunya kekuatan besar Sekutu yang terus berperang melawan blok Poros,
dengan mengadakan pertempuran di Afrika Utara dan Pertempuran Atlantik.
Bulan Juni 1941, Poros Eropa melancarkan invasi terhadap Uni Soviet yang
menandakan terbukanya teater perang darat terbesar sepanjang sejarah, yang
melibatkan sebagian besar pasukan militer Poros sampai akhir perang. Pada
bulan Desember 1941, Jepang bergabung dengan blok Poros, menyerang
Amerika Serikat dan teritori Eropa di Samudra Pasifik, dan dengan cepat
menguasai sebagian besar Pasifik Barat.
Serbuan Poros berhenti pada tahun 1942, setelah Jepang kalah dalam
berbagai pertempuran laut dan tentara Poros Eropa dikalahkan di Afrika Utara
dan Stalingrad. Pada tahun 1943, melalui serangkaian kekalahan Jerman di
Eropa Timur, invasi Sekutu ke Italia, dan kemenangan Amerika Serikat di
Pasifik, Poros kehilangan inisiatif mereka dan mundur secara strategis di semua
front. Tahun 1944, Sekutu Barat menyerbu Perancis, sementara Uni Soviet
merebut kembali semua teritori yang pernah dicaplok dan menyerbu Jerman
beserta sekutunya. Perang di Eropa berakhir dengan pendudukan Berlin oleh
tentara Soviet dan Polandia dan penyerahan tanpa syarat Jerman pada tanggal
8 Mei 1945. Sepanjang 1944 dan 1945, Amerika Serikat mengalahkan Angkatan
Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di Pasifik Barat, menjatuhkan bom
atom di negara itu menjelang invasi ke Kepulauan Jepang. Uni Soviet kemudian
mengikuti melalui negosiasi dengan menyatakan perang terhadap Jepang dan
menyerbu Manchuria. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus
1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat kemenangan total
Sekutu atas Poros.
Perang Dunia II mengubah haluan politik dan struktur sosial dunia.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan untuk memperkuat kerja sama
internasional dan mencegah konflik-konflik yang akan datang. Para kekuatan
besar yang merupakan pemenang perang Amerika Serikat, Uni Soviet,
Tiongkok, Britania Raya, dan Perancis menjadi anggota tetap Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-Bangsa. Uni Soviet dan Amerika Serikat muncul sebagai
kekuatan super yang saling bersaing dan mendirikan panggung Perang Dunia
yang kelak bertahan selama 46 tahun selanjutnya. Sementara itu, pengaruh
kekuatan-kekuatan besar Eropa mulai melemah, dan dekolonisasi Asia dan
Afrika dimulai. Kebanyakan negara yang industrinya terkena dampak buruk
mulai menjalani pemulihan ekonomi. Integrasi politik, khususnya di Eropa,
muncul sebagai upaya untuk menstabilkan hubungan pascaperang.

Kawasan EROPA

Selama Perang Dunia II, Jerman menyerbu sebagian besar wilayah Eropa
dengan menggunakan taktik baru yang disebut "Blitzkrieg" (perang kilat).
Taktik Blitzkrieg mencakup pengerahan pesawat terbang, tank, dan artileri.
Pasukan-pasukan ini akan menerobos pertahanan musuh menyusuri front yang
sempit. Kekuatan udara menghalangi musuh untuk menutupi celah pertahanan
yang lowong. Pasukan Jerman mengepung pasukan lawan dan memaksa mereka
untuk menyerah.

Dengan menggunakan taktik Blitzkrieg, Jerman menaklukkan Polandia


(diserang pada bulan September 1939), Denmark (April 1940), Norwegia (April
1940), Belgia (Mei 1940), Belanda (Mei 1940), Luksemburg (Mei 1940),
Prancis (Mei 1940), Yugoslavia (April 1941), dan Yunani (April 1941). Akan
tetapi, Jerman tidak berhasil mengalahkan Inggris Raya, yang terlindungi dari
serangan darat oleh Terusan Inggris.
Pasukan Jerman menyerang Uni Soviet pada bulan Juni 1941, menusuk
hingga 600 mil lebih ke arah pintu masuk kota Moskwa. Serangan kedua
Jerman pada tahun 1942 mengantarkan serdadu Jerman ke tepi Sungai Volga
dan kota Stalingrad. Akan tetapi Uni Soviet, bersama Inggris Raya dan Amerika
Serikat, yang menyatakan perang terhadap Jerman pada bulan Desember 1941,
membalikkan keadaan perang terhadap Jerman.

Di timur, pertempuran perebutan kota Stalingrad terbukti menjadi titik


balik yang menentukan. Menyusul kekalahan di Stalingrad pada musim dingin
tahun 1942-43, pasukan Jerman mulai melakukan penarikan mundur. Pada
bulan April 1945 pasukan Soviet memasuki Berlin. Di barat, serdadu Sekutu
mendarat pada tanggal 6 Juni 1944 (yang dikenal dengan D-Day) di Normandia,
Prancis. Dua juta lebih serdadu Sekutu meruah ke Prancis. Pada bulan Juli,
pasukan Sekutu bergerak maju dari pantai pendaratan Normandia. Sekutu
melanjutkan serangan hingga ke Jerman. Pada bulan Maret 1945, pasukan
Sekutu melintasi Sungai Rhine dan bergerak maju menuju jantung Jerman.
1 SEPTEMBER 1939

PASUKAN JERMAN SERBU POLANDIA

Satuan-satuan Jerman, yang terdiri dari 2.000 lebih tank dan 1.000
pesawat terbang, menerobos pertahanan Polandia sepanjang perbatasan dan
bergerak maju ke Warsawa dalam suatu pengepungan besar-besaran. Inggris dan
Prancis, yang menepati komitmen mereka untuk mengamankan perbatasan
Polandia, menyatakan perang terhadap Jerman pada tanggal 3 September 1939.
Warsawa menyerah kepada Jerman tanggal 28 September 1939. Angkatan darat
Polandia dikalahkan dalam hitungan minggu pascainvasi Jerman.

9 APRIL 1940

JERMAN TAKLUKKAN NORWEGIA DAN DENMARK

Dalam suatu serangan kilat, pasukan Jerman menyerang Norwegia dan


Denmark. Denmark diduduki dalam satu hari. Pasukan Jerman mendarat di
Norwegia dekat Oslo, ibu kota negara tersebut, serta di tempat-tempat lainnya,
dan merebut wilayah selatan. Jerman juga bergerak merebut pelabuhan Narvik
dan Trondheim di utara. Pasukan Inggris melakukan intervensi dan mendarat di
Narvik, Namsos, dan Andalsnes, namun mereka dipaksa mundur pada minggu
pertama bulan Juni 1940. Norwegia menyerah kepada Jerman pada tanggal 10
Juni.

10 MEI 1940

PASUKAN JERMAN INVASI BARAT EROPA

Pemandangan Rotterdam setelah dibombardir Jerman selama Kampanye Barat pada bulan
Mei 1940. Rotterdam, Belanda, Mei 1940.

Kampanye melawan Negara-negara Rendah dan Prancis berlangsung


kurang dari enam minggu. Jerman memusatkan serangannya lewat Luksemburg
dan Hutan Ardennes di dekat kota Sedan, Prancis. Tank dan infanteri Jerman
menerobos lewat lini pertahanan Prancis dan bergerak maju ke pesisir sehingga
memerangkap angkatan darat Inggris dan Prancis di utara. Sekutu berhasil
mengevakuasi lebih dari 300.000 tentara dari Dunkerque (Dunkirk) ke Inggris,
tetapi Prancis telah dikalahkan secara telak. Paris, ibu kota Prancis, akan jatuh
ke tangan Jerman pada tanggal 14 Juni 1940. Sebagai bagian dari perjanjian
gencatan senjata dengan Jerman yang ditandatangani Prancis pada tanggal 22
Juni, Jerman menduduki utara Prancis sementara selatan Prancis tetap bebas.
Pemerintah baru Prancis (yang berkedudukan di Vichy) menyatakan netralitas
dalam perang tersebut, tetapi berjanji bekerja sama dengan Jerman.
1941

PASUKAN JERMAN INVASI YUGOSLAVIA DAN


YUNANI

Pasukan Jerman menginvasi Yugoslavia dan Yunani, dengan dukungan


dari kontingen sekutu Jerman (Italia, Bulgaria, Hungaria, dan Rumania), dan
dengan cepat menundukkan kawasan Balkan. Pasukan Inggris, yang dikirim
untuk membantu Yunani, dipaksa mundur ke pulau Kreta. Pada pertengahan
bulan Mei, pasukan parasut Jerman mendarat di Kreta, dan setelah pertempuran
hebat mengalahkan pasukan Inggris di sana. Yugoslavia dan Yunani dibagi-bagi
antara para pemenang.

22 JUNI 1941

PASUKAN JERMAN SERANG UNI SOVIET

Lebih dari tiga juta serdadu Jerman, yang diperkuat oleh setengah juta
bantuan serdadu dari sekutu Jerman (pasukan Finlandia, Rumania, Hungaria,
Italia, Slovakia, dan Kroasia, serta kontingen dari Spanyol), menyerang Uni
Soviet sepanjang front yang lebar, dari Laut Balkan di utara sampai ke Laut
Hitam di selatan. Tiga kelompok angkatan darat Jerman menusuk jauh ke dalam
wilayah Soviet. Jutaan serdadu Soviet dikepung dan dipaksa menyerah. Pasukan
Jerman terus bergerak maju sampai ke pinggiran kota Moskwa. Pada bulan
Desember 1941, Uni Soviet melancarkan serangan balasan, yang memaksa
Jerman melakukan penarikan mundur dari Moskwa.
28 Juni 1942

PASUKAN JERMAN TEMBUS KE VOLGA

Pasukan Jerman memulai kampanye baru ke wilayah timur. Kali ini yang
menjadi sasaran adalah daerah pertambangan minyak Kaukasus dan kota
Stalingrad di sisi Sungai Volga. Pada awal bulan Juli, pasukan Jerman
menyeberang Sungai Don sebelum mencapai pinggiran kota Stalingrad pada
pertengahan September. Komandan AD Soviet memutuskan untuk
mempertahankan kota tersebut, apa pun risikonya. Pasukan Soviet bertempur di
setiap jalan di dalam kota. Pada pertengahan bulan November 1942, Jerman
merebut kendali atas sebagian besar kota tersebut, namun pertahanan Soviet
belum terpatahkan. AD Soviet melancarkan serangan balasan terhadap pasukan
Jerman yang digelar di Stalingrad pada pertengahan bulan November 1942.
Dengan cepat mereka mengepung seluruh pasukan AD Jerman, yang
berkekuatan sekitar 250.000 serdadu.

2 FEBRUARI 1943

PASUKAN ANGKATAN DARAT KE-6 JERMAN


MENYERAH DI STALINGRAD

AD Soviet melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Jerman yang


digelar di Stalingrad pada pertengahan bulan November 1942. Dengan cepat
mereka mengepung seluruh pasukan AD Jerman, yang berkekuatan sekitar
250.000 serdadu. Setelah bertempur sengit selama berbulan-bulan dan
menderita banyak korban, pasukan Jerman yang masih selamat, kini hanya
tersisa sekitar 91.000 serdadu, menyerah. Pasukan Soviet memaksa Jerman
mundur ke tepi Sungai Dnieper pada tahun 1943. AD Soviet tetap melancarkan
serangan sepanjang sisa masa perang, meskipun terkadang mengalami
kekalahan sementara.

6 JUNI 1944 (D-DAY)

PASUKAN SEKUTU MENDARAT DI PRANCIS

Lebih dari 150.000 serdadu Sekutu di bawah komando Jenderal AS


Dwight D. Eisenhower mendarat di pantai Normandia, Prancis. Pasukan Sekutu
bergerak maju dari wilayah pendaratan pantai Normandia, dan akan memasuki
Paris pada tanggal 25 Agustus 1944. Mereka membebaskan sebagian besar
wilayah Prancis pada akhir bulan Agustus. Sekutu di wilayah barat dikejutkan
pada bulan Desember 1944 ketika pasukan Jerman menyerang lewat Hutan
Ardennes di Belgia dalam suatu upaya untuk memecahkan dan menghancurkan
pasukan Sekutu. Pasukan udara Sekutu, bersama dengan pertahanan Amerika
yang bertempur sengit, menghalangi gerak maju pasukan Jerman dan memaksa
mereka untuk menyerah. Sekutu meraih kemenangan telak yang lantas dikenal
sebagai sebagai Pertempuran Bulge (Battle of the Bulge), dan melanjutkan
serangan ke dalam Jerman.

22 JUNI 1944

PASUKAN SOVIET LANCARKAN SERANGAN


DAHSYAT

Pasukan Soviet melancarkan serangan hebat sepanjang front timur.


Pasukan Jerman dipaksa mundur sampai hampir mencapai Warsawa menjelang
akhir bulan Juli 1944. Pada bulan Agustus dan September 1944, sekutu Jerman
dari timur Eropa yang masih tersisa (Rumania, Bulgaria, dan Finlandia) mundur
dari perang. Hungaria, yang diduduki Jerman pada bulan Maret, bertahan di
kubu Jerman.
7 MEI 1945

PASUKAN JERMAN MENYERAH

Pada pertengahan bulan April 1945, pasukan Soviet melancarkan


serangan besar-besaran ke Berlin. Pada tanggal 25 April 1945 pasukan Soviet
yang tergabung dengan pasukan Amerika menyerang dari barat Torgau, di
Sungai Elbe, Jerman tengah. Saat pasukan Soviet mendekati bungker
komandonya di Berlin tengah pada tanggal 30 April 1945, Adolf Hitler
melakukan bunuh diri. Berlin menyerah kepada pasukan Soviet pada tanggal 2
Mei 1945. Angkatan bersenjata Jerman menyerah tanpa syarat di wilayah barat
pada tanggal 7 Mei dan di timur pada tanggal 9 Mei 1945. Hari Kemenangan di
Eropa (V-E Day) diproklamasikan pada tanggal 8 Mei 1945.

Negara Terlibat Perang Dunia 2

Lebih dari 70 juta jiwa meninggal dalan perang dunia 2. Korban Militer
meninggal kurang lebih 24 juta jiwa dan lebih dari 49 juta jiwa dari pihak sipil
meninggal. Perang dunia 2 yang terjadi pada tahun 1939 sampai tahun 1945
melibatkan Blok Sekutu dan Blok Poros. Hampir seluruh negara di dunia
terlibat dalam perang terbesar ini.

Blok Poros dan Negara Bonekanya

1. Italia : ( Albania, Ethiopia, Montenegro ). ( tahun 1943 italia memihak Sekutu


).

2. Jerman ( Nazi ) : ( Republik Sosial Italia, Serbia, Slowakia ).

3. Kekaisaran Jepang : ( Burma, Filiphina, Laos, Kamboja, Vietnam ).

4. Bulgaria ( tahun 1944 memihak Sekutu ).


5. Denmark.

6. Findlandia ( tahun 1944 memihak Sekutu ).

7. Hongaria.

8. Irak.

9. Kroasia.

10. Rumania ( tahun 1944 memihak Sekutu ).

11. San Marino.

12. Spanyol.

13. Thailand.

14. Uni Soviet ( tahun 1941 memihak Sekutu ).

15. Yugoslavia ( tahun 1941 memihak Sekutu ).

Blok Sekutu

* Tahun 1939 :

( Afrika Selatan, Australia, Britania Raya, Kanada, Nepal, Perancis, Polandia,


Selandia Baru ).

* Tahun 1940 ( Belanda, Belgia, Luksemburg,Norwegia, Yunani ).

* Tahun 1941 :

( Amerika Serikat, Cekoslowakia, China, Dominika, El Salvador, Guatemala,


Haiti, Honduras, Kerajaan Yugoslavia, Kosta Rika Republik, Kuba, Nikaragua,
Panama, Pemerintahan Sementara Republik KoreaUni Soviet ).
* Tahun 1942 ( Brasil, Ethiopia, Meksiko ).

* Tahun 1943 ( Bolivia, Irak, Iran,Kolombia, Italia (sebelumnya anggota Blok


Poros).

* Tahun 1944 : ( Albania, Finlandia, Liberia, San Marino ).

Bulgaria ( sebelumnya anggota Blok Poros ).

Romania ( sebelumnya anggota Blok Poros ).

* Tahun 1945 :

( Arab Saudi, Argentina, Chile, Ekuador, Lebanon, Mongolia, Paraguay, Peru,


Turki, Uruguay, Venezuela, Hongaria: 20 Januari 1945 (sebelumnya anggota
Blok Poros ).

PETA EROPA
Dampak Perang Terhadap Kerusakan Lingkungan Hidup

Perang dan konflik adalah pada dasarnya memiliki efek


negative yang lebih besar dibandingkan dengan efek
positifnya. Hal ini karena perang bersifat kehancuran. Konflik
dan perang telah terjadi dimana-mana di seluruh dunia ini.
Bumi yang terkotak-kotak menjadi 192 negara dimana lebih
dari 6 milyar manusia hidup didalamnya, ternyata penuh
dengan konflik. Konflik antar manusia, antar golongan, antar
etnis dan antar negara. Steven D. Strauss dalam bukunya
menyatakan bahwa dalam setengah abad terakhir, tidak ada
dari 192 negara di dunia ini yang tidak pernah terlibat konflik.
Setiap negara pernah mengalami konflik baik dalam negeri
maupun luar negeri, satu kali atau bahkan lebih.

Konflik dan perang yang mengakibatkan eksploitasi


lingkungan hidup mengemuka ketika isu lingkungan mulai
menjadi fokus perhatian dalam interaksi sosial antar negara
dan interaksi antar masyarakat. Konflik lingkungan ternyata
dapat pula memicu konflik sosial bahkan perang antar bangsa,
dimana hal ini direfleksikan dengan terjadinya Perang Dunia I
dan II, Perang Pasifik, maupun peperangan yang sedang
berlangsung akhir-akhir ini. Semua perang itu terjadi, karena
berlakunya prinsip umum yang tidak tersuarakan (unvoiceless
general principal) yaitu what lies beneath the surface atau
dalam setiap perang selalu ada perebutan sumber daya alam
dengan motif mengejar profit yang besar didalamnya. Bahkan
tidak menutup kemungkinan konflik dan bentrok yang terjadi
akhir-akhir ini hanya merupakan proxy war untuk
menciptakan security gap agar sumber daya alam kita dapat
dicuri elemen asing tanpa kita dapat mencegahnya karena
disibukkan dengan konflik-konflik tersebut.

Kerusakan lingkungan akibat perang, juga jelas


tergambar dalam Perang Teluk mulai 1990-1991 ketika tentara
Irak sengaja membakar ratusan sumur minyak. Kehidupan
pada ekosistem akibat tumpahan dari 6-8 juta barel minyak ke
Teluk Persia dan Laut Arab membunuh 15,000 Burung laut
dan 30.000 bakau dan terumbu karang terkontaminasi.

Dalam laporan United Nations Environment Programme


(UNEP) berjudul Global Environment Outlook 3. London:
Earthscan (2002), ketika pasukan Serbia menyerbu desa dan
kota-kota di Kosovo pada konflik tahun 1999, menyebabkan
kekurangan pada pasokan air minum yang bersih dan
kerusakan sistem limbah.Dan pada dekade dahulu kekuatan
Amerika membersihkan 325.000 hektar keanekaragaman
hayati dalam Perang Vietnam dengan menyemprot defoliant
Agen Orange, kerugian masih sangat banyak dalam buktinya.
Daerah yang dulu pernah ditutupi oleh hutan dan bakau
sekarang hanya menjadi dataran rendah dengan ditumbuhi
oleh rumput alang-alang.

Sekarang ini tidak ada jalan lain kecuali menghentikan


perang dan konflik bersenjata dan menciptakan pemahaman
dan kesadaran global bahwa perang yang terus menerus akan
merusak lingkungan yang pada akhirnya mempengaruhi food
security (ketahanan pangan) dan energy security (ketahanan
energi), karena tidak menutup kemungkinan persoalan ini juga
dapat menjadi pemantik konflik dan perang mendatang. Inilah
paradoks dunia sekarang ini. Kita terus berperang akan
menciptakan kerusakan lingkungan yang berpengaruh
terhadap food and energy security ke depan, namun disisi
yang lain persoalan food and energy yang semakin langka ke
depan juga akan menjadi pemicu perang dan konflik
bersenjata

DAFTAR PUSTAKA
http://ayomainsamaridho.blogspot.co.id/2012/11/perang-dunia-2-di-eropa.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II#Pecah_di_Eropa_.281939.29

https://halokawan.com/daftar-negara-yang-terlibat-dalam-perang-dunia-2/

http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?
lang=id&id=10235&type=10#.WMni7YVOLVI