Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nur Fitasari

NIM : 06101281621017

Prodi : Pendidikan Kimia

Hidupku Untuk Menjadi Seorang Guru

Halo perkenalkan nama saya Nur Fitasari, saya biasa dipanggil Vita. Saya tinggal di
daerah Plaju khususnya Tangga Takat. Saya anak ke-4 dari 4 bersaudara. Saya memiliki 2 kakak
perempuan dan 1 kakak laki-laki. Keluarga saya orang yang sederhana dan berkecukupan. Ayah
saya seorang wirausaha kopi bubuk dan Ibu saya seorang ibu rumah tangga. Kakak perempuan
yang pertama seorang perawat diRS Bari Palembang, Kakak perempuan kedua seorang perawat
juga diRS Charitas Palembang, dan Kakak laki-laki saya membuka usaha bengkel motor
didaerah bukit.

Saat berumur 6 tahun saya sudah dimasukkan SD tanpa harus TK terlebih dahulu.
Sekolah SD sayapun dekat rumah, SD Negeri 101. Saya dulu pribadi yang sangat tomboy dan
selalu memakai topi kemana-mana, saya suka bersepeda dan memanjat pohon, karena itulah saya
dulu berkhayal saat saya dewasa nanti saya akan menjadi seorang pencinta alam yang selalu
traveling kemana saja.

Saat berumur 11 tahun saya tamat SD dan ikut ujian masuk diSMP Negeri 16. Dan
Alhamdulillah lulus. Waktu SMP dari kelas 7 sampai kelas 9 saya selalu menjadi ketua kelas dan
masuk peringkat 5 besar. Kakak perempuan saya yang pertama dan Kedua masuk diPoltekkes
Palembang Jurusan Keperawatan umum dan Keperawatan gigi, saya jadi bersemangat bercita-
cita menjadi seorang Dokter, terlebih lagi saya sangat menyukai Drama Korea dan selalu
menonton cerita tentang kedokteran yang menolong rakyat pada masa Joseon, membuat saya
sangat semangat untuk menjadi seorang Dokter. Namun, saya dulu juga ingin menjadi seorang
Guru karena dari banyak Drama Korea yang saya tonton tentang anak sekolahan menjadi guru
itu ternyata tidak mudah.

Saat berumur 13 tahun saya lulus SMP dan ikut ujian masuk diSMA Negeri 8 Palembang,
dan Alhamdulillah saya masuk. Sewaktu SMA saya sangat menyukai pelajaran Kimia dan selalu
bersemangat saat pelajaran kimia dimulai. Saya selalu menyimak pelajaran Kimia dengan
sungguh-sungguh meski pasti langsung lupa namun teman-teman selalu berkata kalau saya pintar
Kimia. Waktu acara kelulusan saja saya memakai selempang Queen Of Chemistry Haha saya
sangat malu dan sudah menolak karena menurut saya banyak yang lebih pintar namun teman-
teman bilang mereka pintar namun tidak ingin berbagi dan bagi mereka yang pintar kimia dikelas
XII IPA 2 itu saya. Waktu pemilihan jurusan untuk masuk Universitas pun tiba, saya
berkeinginan menjadi seorang apoteker, karena dari awal saya sangat menyukai sesuatu yang
berbau kimia. Saya ikut ujian masuk diPoltekkes Jurusan Farmasi namun tidak lulus. Waktu itu
saya sangat sedih dan tidak bersemangat untuk kuliah. Tapi teman-teman saya memberitahu
bahwa diUniversitas Sriwijaya ada Jurusan Farmasi diFMIPA. Sayapun ikut test SBMPTN
pilihan pertama Farmasi UNSRI, pilihan kedua Pendidikan Kimia UNSRI, dan yang ketiga
Psikologi UDAYANA Bali. Saya tidak lulus dipilihan pertama namun lulus dipilihan kedua yaitu
Pendidikan Kimia. Saya sholat dan berdoa semoga pilihan yang saya ambil akan dimudahkan
kedepannya. Besoknya saya datang keUNSRI Bukit untuk test wawancara penentapan UKT
dengan harapan uang dan waktu yang orangtua saya berikan tidak menjadi sesuatu yang sia-sia.
Saya sangat menyukai pelajaran Kimia karena menurut saya Kimia adalah sesuatu yang sangat
keren dan menantang, saya dulu juga sempat berkata didalam hati kalau saya tidak rezeki
menjadi Apoteker, saya berharap untuk menjadi seorang Guru namun harus menjadi Guru Kimia,
walaupun saya secara pribadi tidak terlalu pintar. Setelah kegiatan perkuliahan dimulai saya
awalnya di Indralaya karena lulus SBMPTN, namun saya mengurus kepindahan saya ke
Palembang dibantu dengan Pak Effendi.

Menjadi seorang pendidik memang bukan cita-cita saya pada awalnya, namun saya
sangat menyukai sesuatu hal yang dapat kita lakukan untuk membantu orang lain. Menjadi guru,
apoteker ataupun dokter itu sama-sama merupakan pekerjaan yang mulia. Bukankah semua dari
ketiganya sama-sama kita berbagi? Membantu sesame dan mendapatkan pahala? Karena itulah
saya sangat berharap bisa menjadi sosok seorang Guru dimasa depan. Saat PPL nanti saya ingin
ditempatkan diSMA saya sendiri sehingga saya dapat memotivasi adik-adik disana bahwa sosok
yang dulu selalu dicemooh orang bisa menjadi seorang yang dibanggakan. Jika saya dapat lulus
tepat 4 tahun atau kurang dari 4 tahun dengan IPK yang tinggi, saya pasti melamar pekerjaan
diSMA Negeri 8 Palembang untuk menjadi seorang Guru yang selalu mendengar keluh-kesah
siswa, menjadi teman, dan menjadi sosok yang selalu dinanti sehingga mereka ikut menyukai
pelajaran Kimia meskipun itu sulit. Lalu saya akan ikut ujian PNS, saya juga sangat berkeinginan
untuk membuka tempat kursus khusus pelajaran Kimia yang selama ini menjadi momok bagi
semua pelajar, dan membagi penghasilan yang saya dapat untuk sekedar mengajak kedua
orangtua saya berjalan-jalan, makan makanan yang enak, dan membelikan mereka pakaian yang
mahal.

Walaupun sekarang saat pelajaran Kimia saya terkadang bingung dan tidak mengerti,
saya tidak pernah malu untuk bertanya kepada teman yang lebih pintar dan lebih mengerti.
Karena bagi saya menjadi sosok yang tidak baik cukup saat SD, SMP, dan SMA saja. Sekarang
waktunya membanggakan orangtua dan membuat mereka tidak merasa kelelahan untuk mencari
uang ataupun untuk sekedar memberi doa dan restu, dari saya kecil sampai sekarang kata-kata
yang selalu saya ingat dari kedua orangtua saya adalah Bukankah seekor kupu-kupu yang
indah dulunya hanya ulat biasa dengan kalimat itulah saya akan terus berpegang teguh
dengan keputusan yang telah saya buat, biarlah saya bersusah payah dengan semua pelajaran
yang terkadang sulit dimengerti tapi saya akan tahu pada akhirnya saya akan menjadi seekor
kupu-kupu yang indah dan dapat terbang membagi kebahagian kepada semua orang.