Anda di halaman 1dari 26

PROGRAM PROFESI NERS

Nama Mahasiswa : Iqwan Syarif, S.Kep.


Ruangan : Maleo Bed 7
Tanggal Pengkajian : 8 Juni 2015

I. IDENTITAS DIRI KLIEN


Nama : Tn.B
Tempat/Tgl. Lahir : 31 Desember 1945
Umur : 69Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Takalar
Sts. Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Suku : Makassar
Pekerjaan :Wiraswasta

Tgl. Masuk RS : 6Juni 2015


Sumber Informasi : Anak Klien
Keluarga yang dapat dihubungi : Tn. S
Pendidikan : Tamat SD
Pekerjaan : Tukang Batu
Alamat : Takalar

II. STATUS KESEHATAN SAAT INI


1. Keluhan utama : Nyeri saat berkemih
2. Lamanya keluhan
: Klien mengeluh nyeri
Saat berkemih
3. Timbulnya keluhan : Mendadak dan saat malam
hari.
4. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya :
Sendiri : Tidak ada
Oleh orang lain : Keluarga klien membantu memberi kompres pada
klien
5. Diagnosa Medik :
a. ISK pada tgl 23 Maret 2014
III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
1. Penyakit Yang Pernah Dialami.
a. Kanak-kanak : Tidak ada
b. Kecelakaan : Tidak pernah
c. Pernah dirawat : -
d. Operasi : Tidak pernah
2. Alergi
Tidak ada alergi terhadap makanan atau obat-obatan.
3. Imunisasi : Tidak ada
4. Kebiasaan : klien mengatakan waktu masih muda sering
merokok dan minum kopi.
5. Obat-obatan : Tidak ada
6. Pola nutrisi
Sebelum sakit:
- Berat badan :-
- Tinggi badan :-
- Jenis makanan : Nasi, sayur, ikan, telur, tempe/tahu,
- daging
- Makanan yang disukai : Semua makanan disukai oleh klien
- Makanan yang tidak disukai : Tidak ada
- Makanan pantangan : Tidak ada
- Frekuensi : 3 kali sehari
- Nafsu makan : Baik
- Porsi makan : 1 piring di habiskan

Perubahan setelah sakit :


- Jenis diet : Tidak ada
- Rasa mual : Ada
- Nafsu makan : Kurang
- Porsi makan :Tidak dihabiskan
7. Pola Eliminasi
Sebelum sakit :
a. Buang Air Besar
Frekuensi : 1 kali Perhari
Waktu : Tidak menentu
Konsistensi : Padat, warna kuning kecoklatan, berbau
b. Buang Air Kecil
Frekuensi : 7-8 kali perhari
Warna : Kuning jernih
Bau : Kencing tidak berbau
Perubahan Setelah Sakit :
a. Buang Air Besar
Frekuensi : Selama di RS klien hanya BAB 2 kali
Waktu : Tidak menentu
Konsistensi : Padat, warna kuning kecoklatan, berbau
b. Buang Air Kecil
Frekuensi : 10 kali Perhari
Warna : Kuning jernih
8. Pola Tidur dan Istirahat
Sebelum sakit :
- Waktu tidur (jam) : Tidak menentu
- Lama tidur/hari : 6 Jam
- Kebiasaan pengantar tidur : Tidak ada
- Kebiasaan saat tidur : Klien biasanya berdoa sebelum tidur
- Kesulitan dalam tidur : Tidak ada kesulitan dalam tidur

Perubahan setelah sakit :


Klien mengatakan setelah sakit dan berada selama di rumah sakit klien
tidak mengalami gangguan tidur.
9. Pola aktivitas dan Latihan
Sebelum sakit :
a. Kegiatan dalam pekerjaan : Klien hanya melakukan aktivats
sehari-hari di rumah
b. Olahraga : Tidak ada
c. Kegiatan diwaktu luang : Tidak ada

Perubahan Setelah Sakit :


Untuk sementara waktu di RS klien tidak diperbolehkan untuk
mengerjakan pekerjaan seperti sebelum sakit.
10. Pola pekerjaan
Sebelum sakit :
a. Jenis pekerjaan : Wiraswasta
b. Jumlah jam kerja :-
c. Jadwal kerja : Tidak menentu

Perubahan setelah sakit :


Untuk sementara waktu di RS klien tidak diperbolehkan untuk
mengerjakan pekerjaan seperti sebelum sakit.

IV. RIWAYAT KELUARGA


Genogram:

X X X X

X X X X X X X X X

X X X X

X ? ? ? ? ?

69 X

Keterangan:

: Laki-laki : Tinggal serumah


? : Perempuan
: Tidak diketehui

: Meninggal : Klien
X

: Kawin

Komentar:

Generasi I : Kakek dan nenek klien sudah meninggal karena faktor


usia karena penyakit serius.
Generasi II : Orang tua, tante dan om klien sudah meninggal tanpa
penyakityang serius.
Generasi III: Klien berada pada generasi ketiga, klien berumur 69
tahun dan saat ini klien mengalami sakit infeksi saluran
kemih.
Generasi IV : Klien memiliki 2 orang anak dan saat ini dalam keadaan
sehat.

V. RIWAYAT LINGKUNGAN
Kebersihan / Bahaya / Polusi : klien mengatakan keadaan lingkungan
disekitar rumahnya sangat bersih dan jauh dari bahaya / polusi.

VI. ASPEK PSIKOSOSIAL


1. Pola piker dan persepsi
a. Alat bantu yang digunakan : Klien tidak menggunakan
alat bantu
b. Kesulitan yang dialami : Membaca dan menulis
2. Persepsi Sendiri
a. Hal yang amat dipikirkan saat ini : Klien memikirkan tentang
keadaan dan kondisi sakit yang dialaminya sekarang.
b. Harapan setelah perawatan : Klien berharap setelah dirawat di
RS dan menjalankan pengobatan klien dapat sembuh.
c. Perubahan setelah sakit : Klien dapat sembuh total dari
penyakitnya.
3. Suasana hati : Klien merasa tidak nyaman selama berada di RS
Rentang Perhatian : Terarah dan focus
4. Hubungan / Komunikasi
a. ( Ya ) Bersama, yaitu klien tinggal bersama anaknya.
b. Bicara
Jelas
Bahasa Utama : Bahasa daerah
Bahasa Daerah : Bahasa Makassar
c. Kehidupan keluarga
- Adat istiadat yang dianut: Klien menganut adat istiadat Makassar.
- Pembuat keputusan keluarga: Klien .
d. Pola komunikasi : Komunikasi klien setiap hari
bersamakeluarga menggunakanbahasa Makassar
e. Kelukitan dalam hubungan keluarga
- Hubungan dengan orang tua
- Hubungan baik dengan sanak saudara
- Hubungan Perkawinan
5. Kebiasaan seksual
a. Gangguan hubungan seksual disebabkan kondisi : -
b. Pemahaman tentang seksual : -
6. Pertahanan koping
a. Pengambilan keputusan : Klien dapat mengambil keputusan sendiri
tanpa bergantung kepada orang lain, jika tidak dapat
menyelesaikannya klien baru menanyakan kepada anaknya atau
orang yang dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalahnya.
b. Yang disukai tentang diri sendiri: klien tidak ingin selalu merepotkan
keluarga terkait dengan penyakitnya.
c. Yang ingin dirubah dari kehidupan: kebiasaan buruk seperti lebih
menjaga makanan yang dikonsumsi.
d. Apa yang dilakukan perawat agar anda nyaman dan aman :
Menenangkan pasien, mengerjakan teknik manajemen stress seperti (
Teknik relaksasi dan distraksi )
7. Sistem nilai dan kepercayaan
a Siapa atau apa sumber kekuatan : Tuhan dan keluarga
b Apakah Tuhan, agama, kepercayaan pentiing bagi anda : Ya
c Kegiatan agama yang di lakukan ( macam dan frekuensi ) : Sholat
d Kegiatan agama / kepercayaan yang ingin dilakukan di RS : Sholat 5
waktu
8. Tingkat Perkembangan
Usia : Lanjut Usia ( Lansia )
Karakteristik :Klien sudah masuk usia lanjut, rambut beruban,
sulit untuk berjalan dan kulit keriput.

VII. PENGKAJIAN FISIK


1. Kesadaran : Composmentis
GCS : 15
Keadaan Umum : Sakit Sedang
Tanda-tanda Vital :TD: 140/100mmHg N:100 x/i
P: 24 x/i S: 38,9 C
2. Kepala :
a. Inspeksi :
- Bentuk kepala : Bulat
- Kesimetrisan muka : Wajah simestris
- Warna/distribusi rambut/kulit kepala : Warna rambut putih
(uban), rambut tebal, tidak mudah patah/rontok, kulit kepala
tampak bersih, tidak ada peradangan.
b. Palpasi :
- Massa : tidak ada massa/benjolan pada kepala.
- Nyeri tekan: Tidak ada nyeri tekan
c. Keluhan yang berhubungan
- Pusing / sakit kepala : Klien tidak mengeluh sakit kepala/pusing.
3. Mata
a. Inspeksi :
- Kelopak mata : Tidak ada pembengkakan/edema pada palpebra
- Konjungtiva : Normal
- Skelera : Normal
- Ukuran pupil : Kedua pupil isokor, Visus penglihatan baik
- Reaksi terhadap cahaya : Kedua pupil akan mengecil (midriasis)
jika terkena reflex cahaya, gerakan bola mata berputar.
b. Palpasi :
- TIO : Tidak ada peningkatan tekanan intraokuker
- Massa/Tumor : Tidak ditemukan adanya massa/tumor pada massa
- Nyeri tekan: Tidak ada nyeri tekan
c. Lain-lain
Fungsi penglihatan :
- Penglihatan klien kabur tetapi klien tidak menggunakan
kacamata/alat bantu lainnya.
- Rasa sakit : Tidak ada
- Pemerikasaan mata terakhir: tidak pernah
- Operasi : Klien tidak pernah melakukan operasi mata.
4. Hidung :
a. Inspeksi
- Bentuk/kesimetrisan : Hidung tampak simetris
- Bengkak : Tidak ada
- Septum : Tidak ada
- Secret : Tidak ada
b. Palpasi
- Sinus : Tidak ada sinusitis.
- Nyeri tekan/bengkak : Tidak ada
c. Lain-lain :
- Pasase udara : Baik, klien tidak sesak.
- Reaksi alergi : Tidak ada
5. Mulut dan Tenggorokan :
- Gigi geligi : masih utuh
- Caries : Tidak terdapat caries
- Gangguan bicara : Tidak ada gangguan dalam berbicara. Klien
berbicara dengan sangat jelas.
- Kesulitan menelan : Tidak ada kesulitan menelan
- Pemeriksaan gigi terakhir : Tidak pernah melakukan pemeriksaan
gigi.
6. Leher :
a. Inspeksi :
- Bentuk/kesimetrisan : Bentuk leher tampak simetris.
- Mobilisasi leher : Leher dapat digerakkan ke samping kanan dan
kiri, keatas dan kebawah.
b. Palpasi :
- Kelenjar tiroid : Tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid.
- Kelenjar limfe : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
- Vena jugularis : teraba, tidak ada distensi pada vena jugularis.
7. Dada, Paru-paru, Jantung :
a. Inspeksi :
- Bentuk dada : Simetris, mengikuti gerak napas.
- Ekspansi dada : Retraksi dada
b. Palpasi :
- Nyeri tekan : Tidak ada
- Massa/ tumor: Tidak ada
- Taktil fremitus: Tidak ada
- Denyut apeks: ada
c. Auskultasi :
- Suara napas: Normal
- Suara napas tambahan: Tidak ada
- Bunyi jantung I dan II: Reguler.
d. Perkusi :
- Paru-paru : Resonan
- Jantung : pekak
8. Abdomen :
a. Inspeksi :
- Kesimetrisan dan warna sekitar : abdomen tampak simetris, tidak
ada kemerahan, tidak ada pembengkakan/edema, tidak ada
laserasi/peradangan, tampak perut naik turun mengikuti gerak
napas.
b. Auskultasi :
- Peristaltik usus : 6x/i
c. Perkusi :
- Identifikasi batas organ :
Tidak ada pembesaran pada hepar, lien, jantung.
d. Palpasi :
- Ada nyeri tekan pada kuadran atas
- Kulit teraba hangat
- Turgor kulit jelek
9. Genitalia dan Status Reproduksi :
- Kehamilan : Tidak ada
- Buah dada : Tidak ada gangguan pada payudara
- Perdarahan : Tidak ada perdarahan
- Fluor Albus : Tidak ada
- Penggunaan Kateter : Tidak ada
- Nampak menggunakan popok
- Keluarga klien mengatakan mengganti popok klien 4 kali sehari
10. Status Neurologis :
- GCS : E: 4 M: 6 V: 5
- Syncope (-)
- Reflex Patologis : Kernig Sign (-), Laseq Sign (-), Brunsinzky Sign
(-), Babinsky Sign (-), Chaddock Sign (-)
- Reflex Fisiologis : Bisep (-). Trisep (-), Patella (-)
11. Ekstremitas :
- Keadaan ekstremitas:
Ekstremitas atas:pergerakan terbatas pada bagian dekstra karena
terpasang infuse RL.
Ekstremitas bawah: pergerakan terbatas karena penyakit usia
- Kesimertisan: simetris kiri dan kanan
- Atropi: Tidak ada
- ROM: Aktiv
- Edema: Ada pada inguinal
- Chyanosis: Tidak ada
- Akral:(-)
- Kekuatan otot: Baik
- Capillary refilling: 2 detik
- Nyeri: Tidak ada nyeri tekan
- Palpitasi: Tidak ada
- Perubahan warna kulit: Nampak pucat
- Clubbing: (-)
- Baal: (-)
12. Sistem perkemihan
a. Inspeksi:
- Tidak ada kemerahan
- Tidak ada bengkak
- Tidak ada udema
- Tidak ada peradangan
b. Palpasi
- Tidak ada nyeri tekan pada kandung kemih
- Tidak ada massa
c. Perkusi
- Tidak ada pembesaran pada kandung kemih
VIII. DATA PENUNJANG
1. Laboratorium
Tanggal 7 Juni 2015
Nilai Normal
WBC : 30,5 x 10/ L 5000-10.000/mm3
RBC : 3,64 x 106 /L 4.0-5.0 juta/mm3
HGB : 10.6 g/dl 32-34 %
HCT : 29.0 10/mm 37 43%
MCV : 79,7 fl 82 92 U3
MCH :29.1 Pg 27 31 10-12 gram
MCHC : 36,6 g/dl 32 - 37 %
PLT :303 x 10/L

LYMP : 3.5 %
MXD : 5.3 %
NEUT : 91.2 %

RDW 5D : 41.1 fl
RDW- CV : 13.3 %
PDW : 8.0 fl
MPV : 7.2 fl
P LCR : 7.9 %
PCT : 0.22 %

2. Pemeriksaan Urinalis:
Tanggal 7 Juni 2015
Eryth : 5 10
Leuco : +++ 30 - 40
Cylind : ( - ) Neg
Epith Cell : 2 - 3
Bact : Tri comonas vaginalis (+)
Cristal : (-) Neg
3. Radiologi
Tanggal 8Juni 2015
Pemeriksaan USG :Chystisis
IX. TERAPI MEDIS
Obat-obatan:
- Santagesik / 8 Jam IV
- Ranitidine 1 amp / 12 Jam IV
- Cipro / 12 Jam IV
- Crome / 12 Jam IV
Cairan:
- Infus RL 28 tpm

BAGAN PATOFISIOLOGI PENYIMPANGAN KDM

Escherichia Coli Mobilitas menurun Nutrisi kurang

Infasi m.o saluran kemih

Masuk ke PD Mukosa yang rusak


mengalami inflamasi

Limfosit

Urgensi,
Pirogen hestensi

Area preoptik pada


hipotalamus Perubahan pola
(thermoregulator) eliminasi urin

Perubahan status
- as. Arakidonat
kesehatan
- prostaglandin I & II

Set point Reaksi psikologis


termoregulator
meningkat
Vasokontriksi Ansietas
perifer

Lepasan panas
berkurang

Hiperthermi

DATA FOKUS

DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF


- Klien mengatakan demam - Badan klien teraba hangat
- Klien mengatakan sering haus - Klien tampak lemas
- Klien mengeluh sering BAK - Turgor kulit jelek
- Keluarga klien mengatakan sering - TTV: TD: 140/100 mmHg
P: 24 x/i
mengganti popok klien
S: 38,9 C
- Klien sering bertanya tentang
N: 100x/i
penyakitnya - - Pemeriksaan urunalis:
- Klien mengatakan ingin cepat sembuh - Leuco: +++ 30-40
- Klien Nampak memakai popok
- Klien tampak cemas
ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


Keperawatan
1. DS: Escherichia Coli Hiperthermi
-Klien mengatakan demam
-Klien mengatakan sering Masuk ke PD
haus
Limfosit
DO:
Pirogen
-Badan klien teraba hangat
-Klien tampak lemas
-Turgor kulit jelek
Area preoptik pada
-TTV: TD: 140/100 mmHg
hipotalamus
P: 24 x/i
(thermoregulator)
S: 38,9 C
N: 100x/i
as. Arakidonat
prostaglandin I & II

Set point termoregulator


meningkat

Vasokontriksi perifer

DS: Lepasan panas berkurang


-Klien mengeluh sering BAK
Hiperthermi
-Keluarga klien mengatakan
sering mengganti popok
2. Perubahan pola
Infasi m.o saluran kemih
klien eliminasi urin.
DO:
Mukosa yang rusak
-Klien nampak
mengalami inflamasi
menggunakan popok
- Pemeriksaan urunalis
Urgensi, hestensi
Leuco: +++ 30 - 40

Perubahan pola eliminasi


DS:
urin
- Klien sering bertanya
tentang penyakitnya Urgensi, hestensi
- Klien mengatakan ingin
3. Perubahan status kesehatan Ansietas
cepat sembuh
DO:
- Klien tampak cemas Reaksi psikologis
- TTV: TD: 140/100 mmHg
P: 24 x/i Ansietas
S: 38,9 C
N: 100x/i
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Tn B
Ruang : Maleo Bed 7

No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional


1. Hiperthermi b/d proses Suhu tubuh normal, Kaji suhu tubuh klien 1 Mengetahui peningkatan suhu
inflamasi. dengan kriteria hasil: tubuh, memudahkan intervensi.
Ditandai dengan: - Suhu tubuh antara 36-37 Suhu 38,9C - 41,1 C
DS: - Klien mengatakan C menunjukkan proses penyakit
- Turgor kulit baik
demam. 2. Pantau suhu lingkungan batasi infeksius akut.
2 Suhu ruangan / jumlah selimut
- Klien mengatakan atau tambahkan linen tempat
harus diubah untuk
sering haus. tidur sesuai indikasi.
mempertahankan suhu
DO: - Klien tampak lemah
mendekati normal.
- turgor kulit jelek 3. Anjurkan klien untuk banyuak
3 Untuk mengganti cairan tubuh
- TTV: minum air 1500-2000 cc/hari
yang hilang akibat evaporasi.
TD: 140 / 100 mmHg (sesuai toleransi)
4. Anjurkan pasien untuk 4 Memberikan rasa nyaman dan
S: 38,9 C
menggunakan pakaian yang pakaian yang tipis mudah
P: 24 x/ i tipis dan mudah menyerap menyerap keringat dan tidak
N: 100 x/i keringat. merangsang peningkatan suhu
tubuh.
Beri kompres hangat

5 Mengurangi panas dengan


pemindahan panas secara
konduksi. Air hangat mengontrol
Pemeriksaan TTV
pemindahan panas secara
perlahantanpa menyebabkan
7. Kolaborasi pemberian cairan
hipotermi / mengigil.
intravena dan obat sesuai
indikasi. 6 Untuk mengetahui keadaan umum
klien.
7 Pemberian cairan penting dengan
suhu tubuh yang tinggi. Obat
1 Dorong pasien untuk minum
khususnya untuk menurunkan
sebanyak mungkin.
suhu tubuh pasien.

1 Untuk mendukung aliran darah


Klien dapat
renal dan untuk membilas bakteri
2. Perubahan pola eliminasi mempertahankan pola 2 Dorong pasien untuk dari traktus urinarius. Cairan
berhubungan dengan sering eliminasi secara adekuat. berkemih tiap 2 3 jam dan yang dapat mengiritasi kandung
berkemih, urgensi dan Dengan kriteria hasil : bila tiba tiba dirasakan. kemih (mis : kopi, teh, kola,
hesitancy. - Klien dapat alcohol) dihindari.
2 Karena hal ini secara signifikan
Ditandai dengan: berkemih setiap 3 3 Siapkan /dorongan dilakukan
menurunkan jumlah bakteri
DS: jam perawatan perineal setiap
- Klien tidak kesulitan dalam urin, mengurangi status
-Klien mengeluh sering hari.
pada saat berkemih 4 Palpasi kandung kemih tiap 4 urin dan mencegah kekambuhan
BAK
jam infeksi.
-Keluarga klien mengatakan
3. Mengurangi resiko kontaminasi /
sering mengganti popok
peningkatan infeksi.
klien
Do :
1. Kaji tingkat rasa takut pada 4. Untuk mengetahui adanya distensi
- Klien nampak
pasien dan orang terdekat. kandung kemih
menggunakan popok
2. Jelaskan prosedur/asuhan yang
- Pemeriksaan Urinalis
diberikan.
Leuco: Penuh

1. Membantu menentukan jenis


Klien menunjukkan intervensi yang diperlukan
2. Rasa takut akan ketidak tahuan di
3. Ansietas berhubungan keterampilan pemecahan perkecil dengan informasi atau
dengan krisis situasional, masalah dan penggunaan 3. Dorong orang terdekat pengetahuan, perubahan proses
ancaman pada konsep diri sumber secara efektif, berpartisipasi dalam asuhan pikir dan tingginya tingkat
perubahan pada status tampak rileks, dapat sesuai indikasi. ansietas dapat menurunkan
kesehatan/fungsi peran tidur/istirahat dengan ketakuatan.
3. Keterlibatan meningkatkan
DS : tepat.
perasaan berbagi, menguatkan
- Klien sering bertanya Dengan kriteria hasil:
perasaan berguna dan
tentang penyakitnya. - Klien terlihat ceria 4. Dorong dan beri kesempatan
- Klien mengerti memberikan kesempatan individu
- Klien mengatakan ingin untuk pasien atau orang
tentang penyakitnya. dan memperkecil rasa takut atau
cepat sembuh. terdekat mengajukan
ketidaktahuan.
DO : pertanyaan dan menyatakan
Klien tampak cemas masalah. 4. Membuat perasaan terbuka dan
Tanda-tanda vital : kerja sama dalam memberikan
T : 140/100 mmHg informasi yang akan membantu
N : 100 x/menit dalam identifikasi/masalah.
S : 38,90C
P : 24 x/mnt
CATATAN PERKEMBANGAN

Nama klien : Tn.B


Dx Medis : Infeksi Saluran Kemih (I S K)
Ruang rawat : Maleo Bed 7

No. Tanggal / Implementasi Evaluasi


Dx Jam
1. 9/6/2015 1. Observasi TTV: Jam : 07:30
Hasil:
21.05 S: - Klien mengatakan demam
TD: 130/80 P: 24x/i
S: 38,50CN: 100 x/i O: Suhu: 38,50C
2. Menganjurkan klien untuk
A: Masalah hiperthermi belum
banyak minum air 1500-2000
21.10 terarasi
cc/hari (sesuai toleransi)
P: Lanjutkan intervensi:
Hasil:
Klien menghabiskan 800 cc 1. Observasi TTV
3. Menganjurkan pasien untuk 2. Anjurkan klien untuk
menggunakan pakaian yang banyak minum air
tipis dan mudah menyerap 1500-2000 cc/hari
21.15
keringat. (sesuai toleransi)
Hasil: 3. Anjurkan pasien untuk
Klien tidak nampak
menggunakan pakaian
menggunakan pakaian tipis
yang tipis dan mudah
4. Memberi kompres hangat.
Hasil: menyerap keringat.
Keluarga klien beri kompres 4. Beri kompres hangat.
5. Kolaborasi pemberian
air hangatdi dahi klien.
5. Kolaborasi pemberian cairan cairan intravena dan
21.20
intravena dan obat sesuai obat sesuai indikasi.
indikasi.
Hasil:
Cairan RL 28 tpm
Metrodinazole 500 mg
21.25

1. Mendorong pasien untuk


minum sebanyak mungkin.
Hasil:
Pasien di beri minum
airhangat.
S: Klien masih selalu ingin
2. Mendorong pasien untuk
BAK
berkemih tiap 2 3 jam dan
2. 9/6/2015 O:Klien Nampak
bila tiba tiba dirasakan.
21.20 menggunakan popok
Hasil:
A: Masalah perubahan pola
Pasien tidak lagi
eliminasi urin belum
menahanBAK.
teratasi.
3. Menyiapkan /mendorong
21.25 P: Lanjutkan intervensi:
dilakukan perawatan perineal
1. Dorong pasien untuk
setiap hari.
minum sebanyak
Hasil:
mungkin.
Keluarga klien menjaga
2. Dorong pasien untuk
kebersihan tubuh klien.
berkemih tiap 2 3 jam
dan bila tiba tiba
21.30
dirasakan.
1. Mengkaji tingkat rasa takut 3. Siapkan /dorongan
pada pasien dan orang terdekat dilakukan perawatan
Hasil : perineal setiap hari.
Kecemasan klien sedang
2. Menjelaskan prosedur/asuhan S: - Klien mengatakan ingin
yang diberikan. cepat sembuh.
Hasil : O:-Klien nampak cemas.
3. 9/6/2015
Klien mulai memahami
21.35 A:Masalah belum teratasi.
beberapa prosedur tentang
P:Lanjutkan intervensi:
perawatan yang diberikan.
3. Mendorong orang terdekat 1. Kaji tingkat rasa takut
21.40 pada pasien dan orang
berpartisipasi dalam asuhan
sesuai indikasi. terdekat.
2. Jelaskan
Hasil :
prosedur/asuhan yang
Anak klien ikut berpartisipasi
4. Mendorong dan memberi diberikan.
3. Dorong orang terdekat
kesempatan untuk pasien atau
berpartisipasi dalam
21.45 orang terdekat mengajukan
asuhan sesuai indikasi.
pertanyaan dan menyatakan
4. Dorong dan beri
masalah.
kesempatan untuk
Hasil :
pasien atau orang
Klien menanyakan penyebab
terdekat mengajukan
21.50 ISK
pertanyaan dan
1. Observasi TTV:
menyatakan masalah.
Hasil:
TD: 140/80 P: 24x/i
0
S: 38.1 C N: 100 x/i
2. Menganjurkan klien untuk
banyak minum air 1500-2000
cc/hari (sesuai toleransi)
Hasil:
Klien menghabiskan 1000 cc Jam 10:00
3. Menganjurkan pasien untuk S: - Klien mengatakan masih
1. 10/6/2015
menggunakan pakaian yang demam
09.00
tipis dan mudah menyerap O: Suhu: 38,10C
keringat. A:Masalah hiperthermi belum
Hasil:
09.05 Klien nampak menggunakan teratasi
pakaian tipis P: Lanjutkan intervensi:
4. Memberi kompres hangat. 1. Observasi TTV
Hasil: 2. Anjurkan klien untuk
Keluarga klien beri kompres
banyak minum air
air hangat.
5. Kolaborasi pemberian cairan 1500-2000 cc/hari
09.10
intravena dan obat sesuai (sesuai toleransi)
3. Anjurkan pasien untuk
indikasi.
Hasil: menggunakan pakaian
Cairan RL 28 tpm yang tipis dan mudah
Metrodinazole 500 mg
menyerap keringat.
1. Mendorong pasien untuk 4. Beri kompres hangat.
5. Kolaborasi pemberian
minum sebanyak mungkin.
09.15 Hasil: cairan intravena dan
Pasien di beri minum
obat sesuai indikasi.
airhangat.
2. Mendorong pasien untuk
berkemih tiap 2 3 jam dan
09.20
bila tiba tiba dirasakan.
Hasil:
Pasien tidak lagi
menahanBAK.
3. Menyiapkan / mendorong
S: Klien masih selalu ingin
dilakukan perawatan perineal
BAK
setiap hari.
2. 10/6/2015 O: Klien Nampak
Hasil:
09.25 menggunakan popok
Keluarga klien menjaga
A:Masalah perubahan
kebersihan tubuh klien.
eliminasi urin belum
teratasi.
P: Lanjutkan intervensi:
09.30 1. Dorong pasien untuk
minum sebanyak
1. Mengkaji tingkat rasa takut
mungkin.
pada pasien dan orang terdekat
2. Dorong pasien untuk
Hasil :
berkemih tiap 2 3 jam
Kecemasan klien ringan
dan bila tiba tiba
2. Menjelaskan prosedur/asuhan
dirasakan.
09.35
yang diberikan. 3. Siapkan /dorongan
Hasil : dilakukan perawatan
Klien dan keluarga memahami perineal setiap hari.
beberapa prosedur tentang
perawatan yang diberikan.
3. Mendorong orang terdekat
berpartisipasi dalam asuhan S: Klien mengatakan tidak
sesuai indikasi. bertanya lagi tentang
Hasil : penyakitnya.
3. 10/6/2015 Anak klien ikut berpartisipasi O:Klien nampak tenang
09.40 4. Mendorong dan memberi
A:Masalah ansietas teratasi.
kesempatan untuk pasien atau
P: Pertahankan intervensi:
orang terdekat mengajukan
09.45 pertanyaan dan menyatakan 1. Kaji tingkat rasa takut
masalah. pada pasien dan orang
Hasil : terdekat.
2. Jelaskan
tidak ada pertanyaan dari klien
prosedur/asuhan yang
maupun keluarga klien.
diberikan.
1. Observasi TTV: 3. Dorong orang terdekat
Hasil:
09.50 berpartisipasi dalam
TD: 140/80 P: 24x/i
S: 37 0C N: 100 x/i asuhan sesuai indikasi.
2. Menganjurkan klien untuk 4. Dorong dan beri
banyak minum air 1500-2000 kesempatan untuk
cc/hari (sesuai toleransi) pasien atau orang
Hasil:
06.15 Klien menghabiskan 1800cc terdekat mengajukan
3. Menganjurkan pasien untuk pertanyaan dan
menggunakan pakaian yang menyatakan masalah.
tipis dan mudah menyerap
keringat.
Hasil:
Klien nampak menggunakan
pakaian tipis
4. Memberi kompres hangat. Jam 16.30
Hasil:
1. 11/6/2015 Keluarga klien beri kompres S: - Klien mengatakan sudah
14.00 air hangat. tidak demam lagi.
5. Kolaborasi pemberian cairan O: Suhu: 37 0C
intravena dan obat sesuai A: Masalah hiperthermi
indikasi. teratasi
14.05
Hasil:
Cairan RL 28 tpm P: Pertahankan intervensi:
Metrodinazole 500 mg 1. Observasi TTV
2. Anjurkan klien untuk
1. Mendorong pasien untuk banyak minum air
14.10 minum sebanyak mungkin. 1500-2000 cc/hari
Hasil: (sesuai toleransi)
Pasien di beri minum 3. Anjurkan pasien untuk
airhangat. menggunakan pakaian
2. Mendorong pasien untuk yang tipis dan mudah
berkemih tiap 2 3 jam dan menyerap keringat.
bila tiba tiba dirasakan. 4. Beri kompres hangat.
5. Kolaborasi pemberian
Hasil:
14.15 cairan intravena dan
Pasien tidak lagi
obat sesuai indikasi.
menahanBAK.
3. Menyiapkan / mendorong
dilakukan perawatan perineal
14.20
setiap hari.
Hasil:
Keluarga klien menjaga
kebersihan tubuh klien.

S: Klien tidak selalu ingin


BAK
2. 11/6/2015 O: Klien sudah tidak
14.25 menggunakan popok
A:Masalah perubahan
eliminasi urin teratasi.
P: Pertahankan intervensi:
14.30 1. Dorong pasien untuk
minum sebanyak
mungkin.
2. Dorong pasien untuk
berkemih tiap 2 3 jam
dan bila tiba tiba
dirasakan.
3. Siapkan /dorongan
14.35
dilakukan perawatan
perineal setiap hari.