Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara

konsep satu terhadap konsep lainnya dari masalah yang ingin diteliti.

Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan

suatu pengertian. Oleh sebab itu konsep tidak dapat diukur atau diamati

secara langsung. Agar dapat diamati dan dapat diukur, maka konsep

tersebut harus dijabarkan ke dalam variabel-variabel. Kerangka konsep

penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep-konsep atau

variabel-variabel yang akan diamati (diukur) melalui penelitian yang

dimaksud, (Notoatmodjo, 2002). Berikut adalah kerangka konsep yang

akan digunakan pada penelitian ini :


Skema 3.1
Kerangka Konsep Penelitian

Variabel Independen Variabel Dependen


Perilaku Merokok Kejadian Insomnia

Keterangan :
Variabel yang diteliti

B. Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan design

penelitian cross sectional dimana data yang menyangkut variabel

39
40

independen dan variabel dependen akan dikumpulkan dalam waktu yang

sama (Notoatmodjo, 2002).


C. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah. Hipotesis

berfungsi untuk menentukan kearah pembuktian, artinya hipotesis

merupakan pernyataan yang harus dibuktikan (Notoatmodjo, 2002).

Hipotesis dari penelitian ini adalah :


a. H0 : Tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok

dengan kejadian insomnia pada atlet di kelas sepakbola Sekolah Tinggi

Olahraga Metro.
b. H1 : Ada hubungan yang bermakna antara perilaku merokok

dengan kejadian insomnia pada atlet di kelas sepakbola Sekolah Tinggi

Olahraga Metro.

D. Definisi Operasional

Tabel 3.1
Definisi Operasional

Variabel Definisi Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala


Operasional
Variabel dependen
41

Kejadian Gangguan tidur Responden Kuesioner < 10 = Tidak Ordinal


Insomnia ditandai dengan mengisi baku Insomnia
kesulitan masuk ke lembar Kelompok
fase tidur atau sulit kuesioner Studi 10 = Insomnia
mempertahankan tidur Psikiatri
atau kualitas tidur Biologik
yang buruk pada atlet Jakarta- Sumber : KSBPJ-
di kelas sepakbola Insomnia IRS
Sekolah Tinggi Rating
Olahraga Metro Scale
(KSPBJ-
IRS)

Variabel Independen

Perilaku Merokok setidaknya Responden Lembar Perokok kadang- Nominal


Merokok sekali sehari mengisi Pertanyaan kadang
(perokok harian) lembar
atau perokok tidak pertanyaan Perokok harian
setiap hari (perokok
Sumber: Najmah,
kadang-kadang) pada dkk. 2014
atlet di kelas
sepakbola Sekolah
Tinggi Olahraga
Metro

E. Populasi dan Sampel


1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet di kelas

Sepakbola Sekolah Tinggi Olahraga Metro. Populasi dalam penelitian

ini berjumlah 70 orang atlet di kelas sepakbola.

2. Sampel
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total

sampling yang menurut teori Arikunto (2010) menyatakan apabila

populasi kurang dari 100 orang maka semua populasi dapat dijadikan
42

sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu 70

orang atlet dikelas sepakbola Sekolah Tinggi Olahraga Metro.

Kriteria inklusi sampel pada penelitian ini adalah :

1) Bersedia menjadi responden penelitian dengan mengisi lembar

Informed Consent
2) Hadir saat pengumpulan data
3) Memiliki perilaku merokok
F. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas sepakbola Sekolah Tinggi Olahraga

Metro.
G. Waktu Penelitian
Waktu penelitian meliputi peyusunan proposal, pengambilan data dan

pelaporan hasil penelitian. Penyusunan proposal penelitian dimulai pada

bulan Februari 2016, pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2016 dan

pelaporan hasil pada bulan Juli 2016.


H. Etika Penelitian
Semua riset atau penelitian yang melibatkan manusia sebagai subjek

harus mempertimbangkan dan memperhatikan hak dan kewajiban manusia

sebagai subjek penelitian serta menerapkan etika penelitian pada manusia

menurut Muchtan (2009) dan Hidayat (2011). Sehingga dalam melakukan

penelitian ini benar-benar menjunjung tinggi kebebasan manusia atau

responden. Etika penelitian yang akan dilakukan untuk menghindari risiko

yang akan terjadi dalam penelitian ini meliputi :


1. Informed Consent (Lembar persetujuan)
Informed Consent diberikan sebelum melakukan penelitian.

Informed Consent ini berupa lembar persetujuan untuk menjadi

responden dengan tujuan pemberiannya agar responden mengerti

maksud dan tujuan penelitian dan mengetahui dampaknya. Jika


43

responden bersedia, maka responden harus menandatangani lembar

persetujuan dan jika responden tidak bersedia maka peneliti harus

menghormati hak pribadi responden.


2. Anominity (Tanpa Nama)
Anominity menjelaskan bentuk penulisan dengan tidak perlu

mencantumkan nama pada lembar pengumpulan data, tetapi hanya

menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau inisial nama pada

lembar kuisioner yang telah diberikan oleh peneliti.


3. Respect for Privacy and Confidentiality (Menghormati Privasi dan

Kerahasiaan Responden Penelitian)


Setiap responden penelitian mempunyai hak-hak dasar termasuk

privasi dan kebebasan dalam memberikan informasi. Kerahasiaan yang

dimaksud dalam penelitian ini adalah informasi yang diberikan oleh

responden dirahasiakan dan catatan data responden dijaga peneliti dan

hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.


4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing

harms and benefits)


Segala bentuk penelitian dilakukan diharapkan dapat memberikan

manfaat untuk kepentingan manusia. Prinsip ini dapat ditegakkan

dengan cara membebaskan, tidak menjadikan manusia dieksploitasi,

tidak menimbulkan atau memberikan kekerasan pada manusia. Tujuan

utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku

merokok dengan kejadian insomnia, responden akan langsung diberikan

pendidikan kesehatan mengenai dampak merokok terhadap kesehatan

atlet.
44

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

responden berupa pengetahuan. Manfaat bagi perawat dapat menjadi

referensi kinerja bagi perawat komunitas. Penelitian ini dilakukan agar

dapat menjadi sumbangan pengetahuan bagi tempat penelitian.


I. Alat Pengumpulan Data
1. Data Primer
Dalam pengumpulan data primer, peneliti menggunakan kuesioner

yaitu kuesioner insomnia dan lembar pertanyaan perilaku merokok

atlet.

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapatkan dari orang lain. Pada

penelitian ini peneliti mendapatkan data sekunder dari pihak Sekolah

Tinggi Olahraga Metro berupa hasil wawancara.


3. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner.

Arikunto (2010) menjelaskan kuesioner adalah sejumlah pertanyaan

tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden

dalam arti laporan dari hal yang ingin diketahui. Kuesioner yang

digunakan yaitu : kuesioner baku KSPBJ-IRS (Kuesioner baku

Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta-Insomnia Rating Scale)

yang berjumlah delapan pertanyaan. Kuesioner ini menggunakan skala

Likert dengan rentang nilai 0-3. Instrumen lainnya yang digunakan

adalah lembar pertanyaan untuk mengetahui klasifikasi perilaku

merokok yaitu perokok harian dan perokok kadang-kadang.


J. Prosedur Pengumpulan Data
45

Pada prosedur penelitian ini dilakukan melalui tahap persiapan dan

tahap pelaksanaan penelitian.

1. Tahap persiapan

a. Persiapan administrasi
1) Pada tahap adminitrasi peneliti menyerahkan surat adminitrasi ke

pihak Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sriwijaya

(PSIK FK UNSRI) untuk dapat melakukan kegiatan yang

berkaitan dengan penelitian dan ditujukan ke Sekolah Tinggi

Olahraga Metro.
b. Persiapan Peneliti
Pada tahap persiapan, peneliti mulai mempersiapkan instrumen

untuk pengumpulan data. Peneliti melakukan persiapan data dengan

melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut :


1) Menyiapkan semua instrumen penelitian yang diperlukan berupa

lembar persetujuan menjadi responden (informed consent), lembar

kuesioner baku KSPBJ-IRS (Insomnia Rating Scale), dan lembar

pertanyaan perilaku merokok.


2. Tahap pelaksanaan

Penelitian ini akan dilakukan bersama asisten penelitian yang akan

membantu selama penelitian.

a. Peneliti dan asisten peneliti memperkenalkan diri kepada responden

serta menyampaikan tujuan dari penelitian yang dilakukan. Responden

dibagikan lembar persetujuan untuk menjadi responden (informed

consent), kemudian responden dibagikan lembar identitas, dan lembar


46

kuesioner. Responden mengisi kuesioner dan peneliti mengamati

hingga responden selesai mengisi kuesioner.


b. Memberikan reinforcement positif kepada responden atas

partisipasinya dalam penelitian.


c. Data-data yang telah diperoleh dikumpulkan untuk di analisa.

K. Analisa Data

1. Teknik Pengolahan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengolahan data

dengan pendekatan kuantitatif. Langkah-langkah mengolah data

kuantitatif antara lain sebagai berikut :

a) Editing

Data editing adalah kegiatan memeriksa data, kelengkapan,

kebenaran pengisian data, keseragaman ukuran, keterbacaan tulisan

dan konsistensi data berdasarkan tujuan penelitian.

b) Coding

Coding adalah kegiatan mengklasifikasi data dan pemberian

kode pada data yang berskala nominal atau ordinal yang akan

dikembangkan pada saat mengembangkan kuisioner.

c) Entry

Data entry adalah pengetikan kode jawaban responden pada

kuesioner ke dalam program pengolahan data. Dalam penelitian

pemrosesan data yang telah di coding ke dalam program komputer.

d) Cleaning
47

Data cleaning adalah proses pembersihan data sebelum diolah

oleh peneliti secara statistik, itu mencakup pemeriksaan konsistensi

dan perawatan respon yang hilang serta consistency check yaitu

mengidentifikasi data yang keluar dari range, tidak konsisten secara

logis, atau punya nilai extreme.


e) Tabulating
Data tabulating adalah memasukkan data ke dalam tabel

berdasarkan tujuan penelitian (Sulistyaningsih, 2011)


2. Analisis Data
Dalam metode kuantitatif analisis yang digunakan adalah analisis

univariat dan bivariat. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan program

komputer oleh peneliti.


a. Analisis Univariat
Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan setiap

variabel yang akan diteliti dengan gambaran distribusi frekuensi dari

setiap variabel. Pada penelitian ini membahas mengenai gambaran

kejadian insomnia serta gambaran perilaku merokok responden.


b. Analisis Bivariat
Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antar dua

variabel yaitu variabel perilaku merokok dengan variabel kejadian

insomnia. Variabel perilaku merokok menggunakan skala nominal dan

variabel insomnia menggunakan skala ordinal.


Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan analisis chi

square. Cara perhitungannya dibantu dengan menggunakan program

komputer, hipotesis di interpretasikan sebagai berikut :


a. Apabila p value (0,05), Ho ditolak dan menerima H 1

berarti perhitungan statistik bermakna (signifikan) maka dapat

disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku merokok


48

dengan insomnia pada atlet di kelas sepakbola Sekolah Tinggi

Olahraga Metro.
b. Jika p value > (0,05), Ho diterima dan menolak H 1

berarti perhitungan statistik tidak bermakna (signifikan) maka

dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel

perilaku merokok dengan insomnia pada atlet di kelas

sepakbola Sekolah Tinggi Olahraga Metro.