Anda di halaman 1dari 3

MATERI PENYULUHAN

A. Definisi
Diare adalah peningkatan fluiditas atau volume feses dan frekuensi defekasi.diare dengan
definisi hippoerates maka diare adalah buang air besar dengan frekuwensi yang tidak normal
(meningkat) dan konsestensi tinja yang lebih lembek / cair.
B. Jenis diare :
a) Diare akut , adalah diare yang terjadi sewaktu-waktu tetap gejalanya dapat berat . sebagian besar
diare akut (<48-72 jam) di sebabkan oleh infeksi keracunan makanan.
b) Diare kronik adalah diare menahun kejadiannya lebih kompleks secara umum diare d karenakan
infeksi. Sembuh dalam 2-3 minggu dan diare yang berlangsung lebih lama membutuhkan
pemeriksaan lebih lanjut.
C. Etiologi
a) Factor infeksi:
1) Bakteri
2) Virus
3) Jamur
4) Parasit
5) Protozoa
b) Bukan factor infeksi:
1). Alergi makanan
2). Gangguan metabolik atau malabsobsi
3). Iritasi gangguan pada saluran pencernaan
4). Obat-obaatan
5). Abstruse usus
6). Emosional/stress

D. Patofisiologi
Proses terjadinya diare dapat di sebabkan oleh berbagai kemungkinan factor di antaranya ,
pertama factor infeksi proses ini dapat di awali adanya mikroorganisme (kuman) yang masuk
kedalam proses saluran pencernaan yang kemudian berkembang dalam usus dan merusak sel mukosa
usus yang dapat menurunkan daerah permukaan usus . selanjutnya terjadinya prubahan kpasitas usus
yang akhirnya mengakibatkan gangguan fungsi usus dalam absorbs cairan dan elektrolit. Atau juga di
katakan adanya toksin bakteri akan menyebabkan transpor sistem aktif dalam usus sehingga sel
mukosa mengalami iritasi yang kemudian sekresi cairan dan elektrolit akan meningkat.

E. Manifestasi klinik
1). Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer.
2). Terdapat tanda atau gejala dehidrasi. Turgor kulit jelek (insitisitas kulit menurun) ubun-ubun dan
mata cekung membrane mukosa kering.
3). Keram abdominal.
4). Mual dan muntah.
5). Lemah
6). Pucat
7). Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan pernapasan cepat
8). Demam
9). Menurun atau tidak ada perubahan urin.

F. Komplikasi
Komplikasi diare yaitu:
1) Dehidrasi
2) Hipokalemi
3) Hipenarrema
4) Syok hipovolemik
5) Asidosis

G. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan tinja= mikroskopis, PH dan kadar gula.
2) Pemeriksaan darah= darah perifer lengkap, analis gas darah dan elektrolit.
3) Pemeriksaan kadar urin dan kreatinin darah untuk mengetahui foal ginjal
4) Duodenal lutubation untuk mengetahui penyebaba secara kuantitatif dan kualitas pada diare
kronik.

H. Penatalaksanan
a) diare tanpa dehidrasi
Bila terdapat dua tanda atau lebih: keadaan umum baik dan sadar, mata tidak cekung, minum biasa
dan tidak haus, cubitan kulit perut/turgor kembali segera.

Untuk terapi diare tanpa dehidrasi, menerangkan 5 langkang terapi diare dirumah.
1. Beri cairan lebih banyak dari biasanya
2. Beri obat zinc
3. Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi
4. Antibiotic diberikan sesuai indikasi. Misalnya; disentri, kolera dll
5. Nasehati ibu/pengasuh
Untuk membawa anak kembali ke petugas kesehatan bila:
Berak cair lebih sering
Muntah berulang
Sangat haus
Makan dan minum sangat sedikit
Timbul demam
Berak berdarah
Tidak membaik dalam 3 hari.
b) diare dehidrasi ringan/sedang
bila terdapat dua tanda atau lebih: gelisah dan rewel, mata cekung, ingin minum terus dan ada
rasa haus, cubitan kulit perut/turgor kembali lambat.
Untuk terapi diare dehidrasi ringan/sedang,.
1. Jumlah oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama di sarana kesehatan. ORALIT yang di
berikan = 75ml x berat badan anak.
2. Aamati anak secara seksama dan bantu ibu memberikan oraalit:
Tunjukkan jumlah cairan yang harus di berikan.
Berikan sedikit demi sedikit tapi sering dari gelas.
Periksa dari waktu ke waktu bila da masalah.
Bila kelopak anak bengkak, hentikan pemberian oralit dan berikan air masak atau
ASI. Beri oralit sesuai rencana terapi A bila pembengkakan telah hilang.
3. Setelah 3-4 jam, nilai kembali anak menggunakan bagan penilaian, kemudian pilih rencana
terapi A,B atau C untuk melanjutkan terapi.
4. Bila ibu harus pulang sebelum selesai rencana terapi B
Tunjukkan jumlah oralit yang harus di habiskan dalam terapi 3 jam dirumah.
Berikan oralit 6 bungkus untuk persediaan dirumah.
Jelaskan 5 langkang rencana terapi A untuk mengobati anak dirumah.
c) diare dehirasi berat
bila terdapat dua tanda atau lebih, lesu, lunglai/tidak sadar, mata cekung, malas minum, cubitan
kulit perut/turgor kembali sangat lambat.
Untuk terapi diare dehidrasi berat di sarana kesehatan.
Beri cairan intravena segera.ringer laktat atau NaCl 0,9% (bila RL tidal tersedia)
100ml/kg BB.
Nilai kembali tiap 15-30 menit. Bila nadi belum teraba, beri tetesan lebih cepat.
Juga beri oralit (5ml/kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi)
atau 1-2 jam (anak).
Berikan obat zinc selama 10 hari berturut-turut.
Setelah 6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi derajat dehidrasi. Kemudian pilihlah
rencana terapi yang sesuai (A,B atau C) untuk melanjutkan terapi.
Rujuk penderita untuk terapi intravena.
Bila penderita bisa minum, sediakan oralit dan tunjukkan cara memberikannya selam di
perjaalanan.
Mulai rehidrasi dengan oralit malalui nasogastrik/orogastrik. Berikan sedikit demi
sedikit, 20ml/kg BB/jam selama 6 jam.
Nilai setiap 1-2 jam: bila muntah atau perut kembung berikan cairan lebih laambat, bila
rehidrasi tidak tercapai 3 jam rujuk untuk terapi intravena.
Setelah 6 jam nilai kembali dan pilih rencana terapi yang sesuai (A,B atauC)