Anda di halaman 1dari 56

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Asia Tenggara merupakan suatu wilayah yang memiliki kesatuan


negara-negara berdaulat. Secara astronomis Asia Tenggara terletak pada 11o
o
LS 21 LU dan 92o BT 141oBT. Asia Tenggara terdiri atas berbagai
jenis keadaan alam, dan sosial yang beragam, maka di daerah Asia Tenggara
akan dijumpai negara-negara yang memiliki karakteristik ataupun regional
khas disuatu wilayah pada negara tersebut.

Menurut Population Reference Bereau Inc. pada tahun 2015


penduduk Asia Tenggara berjumlah 633.000.000 jiwa yang terdiri atas
ratusan suku bangsa, yang tersebar di seluruh negara Asia Tenggara.
Wilayah Asia Tenggara dihuni oleh berbagai macam etnik yang terdiri dari
penduduk asli dan penduduk pendatang, seperti Cina, India dan Eropa yang
persebarannya juga tidak merata.

Karakteristik bagi suatu negara-negara di Asia Tenggara meliputi


beberapa faktor. Dimana faktor tersebut pada suatu negara diantaranya
meliputi letak astronomis, letak geografis, sistem pegunungan, iklim, pola
aliran,vegetasi dan fauna. Pada suatu negara juga terdapat karakteristik khas
bagi suatu negara yaitu penduduk, pertumbuhan penduduk, etnis atau suku
bangsa dan perekonomian.

Akan tetapi akan lebih mudah mengetahui karakteristik suatu negara


dengan menggunakan suatu konsep. Salah satu konsep yang dapat
digunakan adalah konsep Salter (2006) dengan menggunakan 5 tema dalam
membahas wilayah gografis atau Realm geografis yang meliputi: (1)
Wilayah dan penduduk, (2) mengindentifikasi wilayah, (3) Kebudayaan, (4)
Jumlah penduduk dan penyebarannya dan (5) geografi fisik dan adaptasi
manusia terhadap lingkungannya, sehingga kita dapat mengetahui keadaan

1
dan karakteristik Asia Tenggara serta negara-negara bagian di Asia Tenggara
lebih mudah dan terarah tujuan kajiannya.

Oleh karena itu, tim penulis ingin mengetahui keadaan dan


karakteristik Asia Tenggara serta negara-negara bagian di Asia Tenggara
dengan menggunakan konsep Salter (2006).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja konsep dasar geografi menurut Salter?


2. Bagaimana keadaan dan wilayah Asia Tenggara dan negara-negara
bagian Asia Tenggara?
3. Bagaimana keadaan budaya di wilayah Asia Tenggara dan negara-
negara bagian Asia Tenggara?
4. Berapa jumlah penduduk di wilayah Asia Tenggara dan negara-negara
bagian Asia Tenggara serta penyebarannya?
5. Bagaimana keadaan geografi fisik di wilayah Asia Tenggara dan
negara-negara bagian Asia Tenggara?
6. Bagimana cara adaptasi manusia terhadap lingkungannya di wilayah
Asia Tenggara dan negara-negara bagian Asia Tenggara?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Konsep dasar geografi menurut Salter.


2. Keadaan dan wilayah Asia Tenggara dan negara-negara bagian Asia
Tenggara.
3. Keadaan budaya di wilayah Asia Tenggara dan negara-negara bagian
Asia Tenggara.
4. Jumlah penduduk di wilayah Asia Tenggara dan negara-negara bagian
Asia Tenggara serta penyebarannya.
5. Keadaan geografi fisik di wilayah Asia Tenggara dan negara-negara
bagian Asia Tenggara.
6. Cara adaptasi manusia terhadap lingkungannya di wilayah Asia
Tenggara dan negara-negara bagian Asia Tenggara.

BAB II

PEMBAHASAN

2
2.1 Konsep Dasar Geografi Menurut Salter

Menurut Salter (2006) ada beberapa konsep dasar geografi yang


dapat membantu mempermuda dan memahami materi geografi regional
dunia, yakni sebagai berikut:

1. Mengindentfikasi 6 elemen esensial geografi yaitu (1) Dunia dalam


pengertian keruangan, (2) Tempat dan Wilayah, (3) Sistem Fisik, (4)
Sistem manusia, (5) Masyarakat dan lingkngan, (6) Pengunaan geografi.
2. Menggunakan 5 tema dalam membahas wilayah gografis atau Realm
geografis yang meliputi: (1) Wilayah dan penduduk, (2)
Mengindentifikasi wilayah, (3) Kebudayaan, (4) Jumlah penduduk dan
penyebarannya dan (5) geografi fisik dan adaptasi manusia terhadap
lingkungannya.
3. Dunia dibagi menjadi 9 wilayah utama Geografis yang dikenal sebagai
profil geografis yang di dalamya di jelaskan karakteristik setipa wilayah,
negara, bentang lahan dan penduduk yang mendiami wilayah tsb.
4. Geografi dalam pengertian ini adalah penggambaran bumi dan juga
dikenal sebagai studi bumi sebagai tempat tinggal manusia.
5. Sasaran utama pelajaran geografi regional dunia yaitu (1) memahami
pentingnya masalah-masalah geografis dan potensi pemecahannya (2)
mempunyai kemampuan lebih baik untuk menghubungkan dari berbagai
jenis informasi sebagai alat memahami bumi, (3) Untuk memahami
kejadian-kejadian yang sedang belangsung di dunia, dan (4)
mengembangkan ketrampilan dalam mengintrespeetasi dan pembacaan
bentangalam dan tempat.
6. Peta bagi seorang eografi merupakan alat utama, oleh sebab itu harus
memahami bahasa peta, kudusnya konsep skala, proyeksi peta sitem
koordinat, dan simbolisasi.
7. Budaya dan individu memunculkan keunikan mental map. Wilayah
merupakan dampak dari mental map in yang dapat membantu kita dalam
memahami dunia yang sedemikian kompleks.
8. Pemikiran geografi modern ini berasal dari legalitas intelektual yang
berlangsung lama terutama yang berkaitan dengan interaksi mansia

3
dengan lingkungannya, sehingga muncul pendekatan yan dominan
dalam memahami manusia merubah bentangalam, terutama dalam
pandangan possibilisme, persepsi lingkungan dan determinisme
lingkungan. Disipin geografi dapat dibagi kedalam spesialisasi baik
regional maupun sistimatik.

Dari beberapa konsep diatas, dalam membahas wilayah Asia


Tenggara dapat menggunakan salah satu konsep yang dikemukakan Selter
(2006) tersebut yaitu konsep 5 tema untuk membahas wilayah gografis atau
Realm geografis yang meliputi: (1) Wilayah dan penduduk, (2)
Mengindentifikasi wilayah, (3) Kebudayaan, (4) Jumlah penduduk dan
penyebarannya dan (5) geografi fisik dan adaptasi manusia terhadap
lingkungannya.

2.2 Keadaan dan Wilayah Asia Tenggara

Letak Astronomis Asia Tenggara meliputi suatu wilayah yang


terletak antara 92 BT-141BT dan antara 11LS-29LU. Bagian yang paling
utara dari wilayah ini merupakan wilayah negara Birma (Myanmar),
demikian juga bagian yang paling barat. Sedangkan bagian yang paling
selatan dan paling timur merupakan wilayah negara Indonesia. Luas wilayah
Asia Tenggara beserta wilayah perairannya adalah 4.511.167 km2. Batas
Wilayah Asia Tenggara adalah:

1. Batas utara : Republik Rakyat Tiongkok


2. Batas selatan : Australia dan Samudra Hindia
3. Batas barat : India, Bangladesh dan Samudra Hindia
4. Batas timur : Papua Nugini dan Samudra Pasifik.
Letak wilayah Asia Tenggara sangat strategis karena berada di antara
dua samudra yang menghubungkan negara-negara barat dan timur sehingga
menguntungkan kegiatan perdagangan dan pariwisata di Asia Tenggara.
Wilayah Asia Tenggara dilewati garis ekuator yang melewati negara
Indonesia dan garis balik utara yang melewati negara Myanmar.

4
Wilayah Asia Tenggara secara astronomis terletak antara 11LS-
29LU. Ini berarti wilayah Asia Tenggara berada di daerah beriklim tropis.
Hanya sebagian kecil kawasan Asia Tenggara yang beriklim subtropis yaitu
Myanmar bagian utara. Mempunyai ciri-cirinya sebagai berikut:

- curah hujan tinggi, karena pengaruh adanya angin muson barat;


- suhu udara panas, karena berada di dekat garis ekuator.

Selain iklim matahari, keadaan iklim dapat ditinjau dari keadaan


fisik muka bumi dan wilayah perairan. Keadaan iklim yang ditinjau dari
keadaan fisik muka bumi dan wilayah perairan disebut iklim fisis. Beberapa
iklim fisis di kawasan Asia Tenggara adalah sebagai berikut.

Iklim laut, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin laut. Hal ini terjadi
karena wilayah Asia Tenggara dikelilingi laut yang luas.
Iklim gunung, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya gunung-
gunung tinggi.
Iklim dataran rendah, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh adanya dataran
rendah yang tersebar di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan letak geografis, Asia Tenggara berada di antara benua


Australia dan daratan utama Asia. Wilayah Asia Tenggara berada di antara
tiga daerah perairan, yaitu Samudra Hindia dan Teluk Benggala di bagian
barat, Laut Cina Selatan di utara dan Samudra Pasifik di timur. Secara
geografis, Asia Tenggara dapat dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah
Indo-Cina (Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Laos) dan wilayah
Kepulauan Melayu/Nusantara (Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam,
Malaysia, Timor Leste dan Filipina). Letak Asia Tenggara yang sangat
strategis bagi lalu lintas perdagangan/ perekonomian antara benua Asia,
Australia, dan Afrika, menyebabkan daerah ini mempunyai letak astronomis
yang baik.

2.3 Kebudayaan di Wilayah Asia Tenggara

5
Asia Tenggara, karena letaknya pernah menjadi ajang pertemuan dari
pengaruh kebudayaan-kebudayaan utama didalam sejarah, termasuk agama-
agama besar besaing untuk mendapatkan pengikutnya. Berabad-abad
kebudayaan India dan China meresap kedalam kebudayaan daerah ini.
Banyak sekali adat kebiasaan bangsa-bangsa Asia Tenggara berasal dari
Timur Tengah, Arab, dan Eropa. Pengaruh kebudayaan Jepang juga pernah
melanda daerah ini karena sebagian besar wilayah ini pernah dikuasai oleh
pemerintahan militer Jepang selama bertahun-tahun. Semua gelombang
pengaruh ini menyebabkan adanya suatu campuran berbagai adat kebiasaan
didaerah ini. Walaupun begitu yang tampak paling menonjol adalah adat
kebiasaan aseli daerah mereka masing-masing.

2.4 Jumlah penduduk di wilayah Asia Tenggara Serta Penyebarannya

Berikut ini adalah gambar tabel populasi jumlah penduduk di


Wilayah Asia Tenggara tahun 1955-2016 yang bersumber dari

www.worldometers.info/world-population/south-eastern-asia-population/
Sedangkan persebaran jumlah penduduktahun 2016 di Wilayah Asia Tenggara
dapat dilihat pada gambar tabel berikut ini, yang bersumber dari :

6
www.worldometers.info/world-population/south-
eastern-asia-population/

2.5 Keadaan Geografi Fisik di Wilayah Asia


Tenggara dan Cara Adaptasi Manusia
terhadap Lingkungannya

Kondisi geologi, kawasan Asia


Tenggara keadaan umur batuannya
bervariasi mulai dari kuarter yang paling muda (10 ribu 1,6 juta tahun)
sampai prekambrium yang paling tua (570 juta 4,6 milyar tahun).
Sedangkan bila ditinjau dari kenampakan permukaan buminya, Asia
Tenggara merupakan pertemuan gugusan Pegunungan Muda Mediterania
dan Sirkum Pasifik. Kawasan Asia Tenggara di lalui dua jalur atau
rangkaian gunung api, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Wilayah Asia Tenggara terbagi atas dua bagian utama, yaitu berikut ini.

a. Daratan Berbentuk Semenanjung, wilayah yang berbentuk


semenanjung adalah Myanmar, Thailand, Laos, Kampuchea,
Vietnam, dan wilayah Malaysia bagian barat.
b. Daratan Berbentuk Gugusan Kepulauan, wilayah yang berbentuk
gugusan kepulauan adalah Filipina, Indonesia, wilayah Malaysia
bagian timur, Singapura, dan Timor Leste.

Berikut ini adalah keadaan fisiografis Asia Tenggara:

Dangkalan Sunda
Bagian bumi dimana terbentang Asia Tenggara itu
mempunyai tiga kerangka dasar, yang membaginya menjadi tiga

7
bagian, ialah dangkalan Sunda, dangkalan Sahul dan rangkaian
pegunungan muda yang mengalur dan membelit diantara kedua
dangkalan. Dangkalan Sunda telah mengalami masa stabil yang lama
sekali, tetapi keadaanya sekarang sebagian besar tertutup air,
sehingga bagian-bagiannya yang tinggi saja yangmuncul di atas
permukaan air laut. Perataan dari dangkalan Sunda ini Nampak jelas
apabila kita tinjau dari laut-lautnya yang dangkal yang dalamnya
hampir sama, seperti laut Jawa, selatan Malaka, dan Laut China
Selatan. Pada dangkalan Sunda itu tidak terdapat vulkanisme aktif
atau gempa-gempa bumi, meskipun masih juga terdapat bekas-bekas
kegiatan gempa.
Dangkalan Sahul
Dangkalan Sahul itu diperkirakan adalah kelanjutan dari
masa continental dari benua Australia bagian utara. Sebagian dari
dangkalan ini digenangi air laut Arafuru yang dangkal dan berakhir
di sebelah selatan dari pegunungan yang terdapat di bagian tengah
dari pulau Irian.

Pada umumnya sifat-sifat dari dangkalan Sahul itu sama


dengan dangkalan Sunda kecuali kadar garam lautnya lebih rendah,
karena air sungai yang masuk ke lautnya tidak banyak, yang
disebablan oleh curah hujan yang rendah di Australia utara. Laut
Arafuru dan perluasannya ke teluk Carpentaria tidak dibicarakan
karena bukan lagi masuk wilayah Asia Tenggara.

Sehingga dengan kondisi geografi fisik Asia Tenggara yang seperti


itu, maka setiap wilayah terdapat sumber daya alam yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia. Suatu wilayah ada yang kaya (banyak) akan
sumber daya alam tetapi ada yang miskin (sedikit) sumber daya alamnya.
Sumber daya alamnya dapat digolongkan sebagai berikut ini.

8
1. Tanah, Sumber daya tanah di kawasan Asia Tenggara beraneka
ragam jenisnya sesuai proses pembentukannya. Berikut ini
adalah jenis tanah yang mendominasi kawasan Asia Tenggara.
Tanah Vulkanik, Tanah Vulkanik merupakan jenis tanah hasil
proses vulkanisme (gunung berapi). Tanah jenis vulkanik
bersifat subur. Karena subur maka sangat baik untuk
pertanian. Tanah jenis ini terdapat di Negara Indonesia,
Thailand, Malaysia, dan Myanmar.
Tanah Aluvial (Endapan), merupakan jenis tanah yang
dibawa dan diendapkan oleh aliran air sungai. Karena subur
tanah aluvial maka sangat baik untuk pertanian. Tanah aluvial
terdapat di lembah/tepi aliran sungai dan delta. Di kawasan
Asia Tenggara tanah aluvial terdapat di lembah dan delta
Sungai Nan, Sungai Mekong, dan Sungai Bengawan Solo.
2. Hutan/Flora dan Fauna
Kawasan Asia Tenggara sebagian besar beriklim tropis
dengan curah hujan yang tinggi. Keadaan ini menumbuhkan
hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna. Hutan
menghasilkan kayu dan rotan yang berguna untuk membuat
beraneka macam barang dan bahan bangunan.

3. Perairan
Kecuali Laos, semua negara di kawasan Asia Tenggara
memiliki wilayah laut. Laut merupakan sumber daya alam yang
penting. Dari laut dapat diperoleh manfaat diantaranya sebagai
sumber bahan pangan berupa ikan dan hasil laut lainnya, sebagai
jalur transportasi air, sebagai objek wisata, dari dasar laut sering
ditemukan bahan tambang seperti minyak dan gas bumi, sebagai
jalur perdagangan melihat letak Asia Tenggara yang strategis.

4. Tambang

9
Setiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki hasil
tambang, kecuali Singapura akan tetapi negara Singapura
merupakan Negara Industri dan termasuk Negara Maju.

2.6 Negara-Negara Bagian Asia Tenggara

2.6.1 Indonesia

A. Keadaan dan Wilayah Indonesia

1) Letak astronomi, yaitu suatu daerah berdasarkan garis lintang dan


garis bujur. Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia terletak pada
6 LU-1108LS dan 95 BT-14145 BT. Batas kepulauan Indonesia:
-Barat = pulau We di 95 BT
-Timur = kota Merauke di 141BT
-Utara = pulau We 6 LU
-Selatan = pulau Roti di 11 LS
Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia dilalui oleh garis
equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi
menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equator terletak pada garis
lintang 0.
Akibat dari letak astronomis:

10
Beriklim tropis, yang berakibat temperatur udara rata-rata tinggi,
bermacam jenis flora-fauna
Terdapat 3 daerah waktu, WIB, WITA, WIT, dengan selisih waktu
masing-masing 1 jam. Ketiga daerah waktu tersebut antara lain:
Waktu Indonesia Barat (WIB), meliputi daerah Sumatera,
Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan
pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pusat meridiannya adalah
105 BT dan selisih waktu 7 jam lebih awal dari
Greenwich Mean Time (GMT).
Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa
Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Pulau
Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu
Indonesia Tengah memiliki selisih waktu 8 jam lebih awal
dari GMT.
Waktu Indonesia Timur (WIT), meliputi Kepuluan
Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu
Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu 9 jam lebih
awal dari GMT.
2) Letak geografis, yaitu letak suatu daerah dilihat dari kenyataan di
permukaan bumi. Letak geografis Indonesia adalah antara 2 benua
(Asia dan Australia) dan 2 samudra (Pasifik dan Hindia). Dengan
demikian, wilayah Indonesia berada di posisi silang yang mempunyai
arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomia terutama
bagi negara-negara yang berada di dua benua tersebut.
Akibat letak geografis :
Beriklim muson, sehingga terdapat 2 musim penghujan dan
kemarau
Berada di persimpangan jalan lalu lintas dunia baik jalur pelayaran
maupun penerbangan
Mempunyai iklim baik untuk perkebunan
Mudah menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan Negara
tetangga
3) Letak geologis, yaitu suatu tempat berdasarkan kondisi geologinya
(lapisan batuan/kulit bumi dibawahnya). Wilayah Indonesia terletak

11
pada bagian tenggara dari Lempeng Eurasia, yang di bagian selatan
dan barat berbatasan dengan lempeng Indo-Australia, dan di bagian
timur berbatasna dengan Laut Philipina dan Lempeng Pasifik. Letak
geologis wilayah Indonesia adalah:
- Indonesia merupakan bagian dari dua buah rangkaian pegunungan
besar didunia, yaitu rangkaian Pegunungan Mediteran dan
rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik.
- Indonesia terletak pada pertemuan lempeng litosfer, yaitu lempeng
Indonesia-Australia yang bertumbukan dengan lempeng Asia.
- Indonesia terletak pada tiga daerah dangkalan, yaitu Dangkalan
Sunda, Dangkalan Sahul dan Daerah Laut pertengahan Australia
Asiatis.
4) Letak maritim, yaitu letak suatu tempat ditinjau dari sudut kelautan.
Letak maritim atau letak kelautan Indonesia sangat baik sebab
wilayahnya yang berbentuk kepulauan di kelilingi oleh tiga lautan
besar, yakni:
Bagian timur Indonesia berhadapan dengan Samudera Pasifik.
Bagian selatan Indonesi berhadapan dengan Samudera Hindia.
Bagian utara Indonesia berhadapan dengan Laut Cina Selatan.

B. Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai


identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II
tahun 1998, yakni: Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila
adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan
merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk
mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan
untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional
dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan
Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan
Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199

12
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah
puncak-puncak dari kebudayaan daerah. Kutipan pernyataan ini merujuk
pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin
lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan,
ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang
diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: yang
khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa
mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan
nasional. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah
dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi
orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus
Supriadi, Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional. Wujud
kebudayaan daerah di Indonesia Setiap daerah memilki ciri khas
kebudayaan yang berbeda diantaranya adalah:

1) Rumah adat
1. Aceh: Rumoh Aceh, Rumah Krong Bade,
2. Sumatera Utara: Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon, Omo Sebua (Nias)
3. Sumatera Barat: Rumah Gadang, Uma (Mentawai)
4. Riau: Selaso Jatuh Kembar, Lontiok
5. Kepulauan Riau: Rumah Belah Bubung
6. Jambi: Rumah Panggung, Rumah Betiang
7. Bangka Belitung: Rumah Rakit, Bengkulu: Rumah Bubungan Lima
8. Sumatera Selatan: Rumah Limas, Rumah Ulu
9. Lampung: Nuwo Sesat
10. Jakarta: Rumah Kebaya (Rumah Bapang) dan Rumah Gudang
11. Jawa Barat dan Banten: Rumah Kesepuhan
12. Yogyakarta: Bangsal Kencono
13. Jawa: Joglo (Jawa Tengah dan Jawa Timur), Tanean Lanjhang (Madura)
14. Bali: Gapura Candi Bentar
15. Nusa Tenggara Barat: Rumah Dalam Loka Samawa (Lombok)
16. Nusa Tenggara Timur: Lopo Sao Ata Mosa Lakitana Rumah Musalaki
17. Kalimantan Barat: Rumah Panjang
18. Kalimantan Selatan : Rumah Banjar
19. Kalimantan Tengah: Rumah Betang
20. Kalimantan Timur: Rumah Lamin
21. Kalimantan Utara: Rumah Baloy
22. Sulawesi Selatan: Bola Soba (Bugis Bone), Balla Lompoa (Makassar Gowa),
Tongkonan (Tana Toraja)
23. Sulawesi Tenggara: Istana Buton, Laikas
24. Sulawesi Utara: Rumah Bolaang Mongondow
25. Sulawesi Tengah: Souraja
26. Gorontalo: Bandayo Po Boide, Dulohupa
27. Maluku: Balieu (dari bahasa Portugis)

13
28. Maluku Utara: Sasadu
29. Papua: Honai
30. Papua Barat: Kambik (suku Moi), Rumsram (Biak), Jew (Asmat), Harit
(Maybrat-Teminabuan), Kun (suku-suku sekitar DAS Mamberamo-Sarmi)

2) Upacara Adat
Upacara adat merupakan suatu bentuk tradisi yang bersifat
turun-temurun yang dilaksanakan secara teratur dan tertib menurut
adat kebiasaan masyarakat dalam bentuk suatu rangkaian aktivitas
permohonan sebagai ungkapan rasa terima kasih. Selain itu, upacara
adat merupakan perwujudan dari sistem kepercayaan masyarakat yang
mempunyai nilai-nilai universal, bernilai sakral, suci, religius,
dilakukan secara turun-temurun serta menjadi kekayaan kebudayaan
nasional. Jenis-jenis upacara adat di Indonesia antara lain: Upacara
kelahiran, perkawinan, kematian, penguburan, pemujaan, pengukuhan
kepala suku dan sebagainya. Contoh upacara adat tradisional yang
dilaksanakan masyarakat antara lain Ngaben di Bali, Mitoni, tedak
siti, ruwatan, kenduri, grebegan di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa
Timur.
3) Tari tradisional, bagian dari budaya daerah yang menyusun
kebudayaan nasional Indonesia. Seni tari di Indonesia dibagi kedalam
beberapa golongan, Dalam katagori sejarah, seni tari Indonesia dapat
dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha,
dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat
terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung
kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat
kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam
dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer. Contoh tarian
khas dari Indonesia adalah tari kecak dari Bali, tari jaipong dari Jawa
Barat, tari piring dari Sumatera Barat, tari saman dari Aceh.

4) Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah


lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi
populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat

14
lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi
alias noname. Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun
statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya
memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti
Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku.
Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu
nasional atau lagu patriotik yang dijadikan sebagai lagu penyemangat
bagi para pejuang pada masa perang kemerdekaan. Perbedaan antara
lagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa lagu kebangsaan
ditetapkan secara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu
kebangsaan biasanya merupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara
atau daerah yang menjadi ciri khasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia
adalah Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf
Soepratman.

5) Alat Musik
Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya
Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua
Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya
menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong.
Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda,
seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa
Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali.
Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di
Indonesia yang bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh
17.508 pulaunya memiliki budaya dan seninya sendiri.

6) Pakaian Adat

1. Aceh: Ulee Balang


2. Sumatera Utara: Ulos, Suri-suri, Gotong, Gara Gara/Beka buluh, Baru Oholu
dan rba Sili (Nias)
3. Sumatera Barat (Minang): Anak Daro, Marapule, Minang Roki, Pakaian
Penghulu, Pakaian Bundo Kanduang,
4. Riau/Jambi (Melayu): Baju Kurung, Sarung dan Songkok, Kebaya Laboh,
Cekak Musang, Teluk Belanga

15
5. Kepulauan Riau (Melayu), Baju kurung keke, Cekak musang, Baju gunting
Cina, Kain cual Anambas, Kebaya labuh, Sunting Melayu, Tanjak, Teluk
belanga, Tudung manto
6. Bangka Belitung: Kain Cual, Paksian dan Sungkon
7. Sumatera Selatan: Songket, Aesan Gede
8. Lampung: Tapis Kikat dan Ketupung
9. Jakarta: Baju Koko dan Caping, Kebaya Encim/Hwa Kun dan Kembang
Goyang
10. Jawa: Batik, Beskap dan Blangkon, Kebaya, Dodotan, Baju Pesa'an
(Madura), Kebaya Rancongan (Madura)
11. Bali: Kemben, Kancrik, Kain gringsing
12. Nusa Tenggara Timur: Tenun Ikat, Pakaian Tais, Beti / Taimuti
13. Kalimantan Barat: King Baba, King Bibinge, Burai King Burai
14. Kalimantan Selatan: Sasirangan, Laung
15. Kalimantan Timur: Sarung Samarinda
16. Sulawesi Utara (Minahasa): Wuyang, Pasalongan Rinegetan, Baju Kurai,
Baju Banjang, Baju Ikan Duyung, Tonaas Wangko/Walian Wangko
17. Sulawesi Tengah (Toraja): Kondi Limanan, Kalando Limanan
18. Sulawesi Selatan (Bugis/Makassar): Baju Bodo, Jas Tutup, Baju La'bu
19. Maluku: Baju Cele
20. Papua: Manawou, Koteka/Holim, Yokal dan Sali (suku Dani), Pummi dan
Tok (suku Asmat)
21. Papua Barat: Ewer

7) Makanan
Contoh hidangan Indonesia khas Sunda; ikan bakar, nasi
timbel (nasi dibungkus daun pisang), ayam goreng, sambal, tempe dan
tahu goreng, dan sayur asem. Rendang, yang dikenal dengan makanan
paling enak sedunia

Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya


dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar
6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional
Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya
dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu
kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan
diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan
tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang
berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.

8) Bahasa

16
Kongres Pemuda II yang diadakan pada tanggal 28 Oktober
1928 menghasilkan kesepakatan bersama para organisasi pemuda
nusantara kala itu, yaitu Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda
mengandung 3 (tiga) komitmen para pemuda. Mereka berkomitmen
bahwa tanah air, bangsa, dan bahasa mereka adalah satu, yaitu
Indonesia. Sehingga bahasa nasional Negara Indonesia adalah Bahasa
Indonesia sebagai alat berkomunikasi yang penting bagi masyarakat.

Itulah beberapa wujud kekayaan budaya yang ada di Indonesia


yang secara geografis wilayah Indonesia sangat luas, sehingga negara kita
dikenal sebagai Negara Kepulauan. Ini terbukti dari luas wilayah
Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau,
dengan memiliki 17.000 pulau dengan luas daratan 1.922.570 km 2 dan
luas perairan 3.257.483 km2. Letak geografis ini sangat strategis untuk
negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi
kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini
berpengaruh terhadap kebudayaan yang banyak dipengaruhi oleh
kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama
dengan keanekaragaman suku-bangsa yang kita miliki. Keuntungan
lainnya, seperti pada keanekaragaman budaya. Ini menjadi daya tarik bagi
masyarakat dunia, sehingga Indonesia menjadi suatu wilayah salah satu
tujuan utama untuk berwisata. Dengan kecantikan alam dan
keanekaragaman budaya bangsa kita, maka sektor pariwisata menjadi
salah satu sumber devisa negara.

Akan tetapi, letak geografis Indonesia ternyata tidak selalu


membawa keuntungan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian,
misalnya: pada tatanan kehidupan sosial, masyarakat Indonesia dapat
terpengaruh oleh budaya luar yang diserap tanpa adanya proses
penyaringan (selektif) terhadap budaya yang negatif, sehingga akan
menumbuhkan dampak sosial yang kurang baik. Budaya negatif yang

17
diserap tanpa proses selektif dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia,
seperti: gaya hidup kebarat-baratan, sifat individualisme, dan cara pandang
yang terlampau luas. Budaya negatif ini dapat mengakibatkan rasa hormat
menghormati dan sopan santun antar sesama luntur, budaya lokal kurang
dipertahankan atau mulai ditinggalkan. Selain itu, pengaruh budaya asing
terhadap budaya Indonesia dapat dilihat pada :

- Alat musik tradisional seperti angklung, gamelan, atau tanjidor yang


sudah jarang dimainkan. Pada acara-acara tertentu saja bisa kita dengar
alunannya. Sekarang yang lebih banyak dipakai adalah alat musik
modern.
- Makanan tradisional seperti serabi atau kerak telur kalah tenar dengan
burger dan pizza.
- Egrang, gasing, mobilan kayu, kapal otok-otok, merupakan beberapa
permainan tradisional Indonesia yang sudah jarang ditemukan.
Sekarang kebanyakan permainan dari luar, menggunakan remot
kontrol, terbuat dari plastik.
- Orang-orang Indonesia sekarang lebih senang menggunakan pakaian
yang terbuka, seperti orang barat. Bertolak belakang dengan budaya
timur yang cenderung memakai pakaian tertutup.
- Hiburan seperti film dan kartun yang digemari sekarang juga berasal
dari luar Indonesia. Misalnya : drama Korea, Jepang, Turki, India, dan
lainnya.

C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Indonesia

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak


237.641.326 jiwa, yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di
daerah perkotaan sebanyak 118.320.256 jiwa (49,79 persen) dan di daerah
perdesaan sebanyak 119.321.070 jiwa (50,21 persen).

Dengan rincian jumlah penduduk pada tahun 2010 per-Provinsi


adalah sebagai berikut:

1. 2. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

18
4.494.410 jiwa
3. 4. Provinsi Sumatera Utara 12.982.204 jiwa
5. 6. Provinsi Riau 5.538.367 jiwa
7. 8. Provinsi Kepulauan Riau 1.697.163 jiwa
9. 10. Provinsi Sumatera Barat 4.846.909 jiwa
11. 12. Provinsi Jambi 3.092.265 jiwa
13. 14. Provinsi Bengkulu 1.715.518 jiwa
15. 16. Provinsi Sumatera Selatan 7.450.394 jiwa
17. 18. Provinsi Kep. Belitung 1.223.296 jiwa
19. 20. Provinsi Lampung 7.608.405 jiwa

21. 22. Provinsi Banten 10.632.166 jiwa

23. 24. Provinsi DKI Jakarta 9.607.787 jiwa

25. 26. Provinsi Jawa Barat 43.053.732 jiwa

27. 28. Provinsi Jawa Tengah 32.382.657 jiwa

29. 30. Provinsi D.I Yogyakarta 3.457.491 jiwa

31. 32. Provinsi Jawa Timur 37.467.757 jiwa

33. 34. Provinsi Kalimantan Barat 4.395.983 jiwa

35. 36. Provinsi Kalimantan Tengah 2.212.089 jiwa

37. 38. Provinsi Kalimantan Timur 3.552.143 jiwa

39. 40. Provinsi Kalimantan Selatan 3.626.616 jiwa

41. 42. Provinsi Sulawesi Utara 2.270.596 jiwa

43. 44. Provinsi Gorontalo 1.040.164 jiwa

45. 46. Provinsi Sulawesi Barat 1.158.651 jiwa

47. 48. Provinsi Sulawesi Tengah 2.635.009 jiwa

49. 50. Provinsi Sulawesi Selatan 8.034.776 jiwa

51. 52. Provinsi Sulawesi Tenggara 2.232.586 jiwa

53. 54. Provinsi Bali 3.890.757 jiwa

55. 56. Provinsi NTB 4.500.212 jiwa

19
57. 58. Provinsi NTT 4.683.827 jiwa

59. 60. Provinsi Maluku 1.533.506 jiwa

61. 62. Provinsi Maluku Utara 1.038.087 jiwa

63. 64. Provinsi Papua 2.833.381 jiwa

65. 66. Provinsi Papua Barat 760.422 jiwa

20
67. *) sumber http://sp2010.bps.go.id/ sensus penduduk tahun
2010
68.
69. Penyebaran penduduk menurut pulau-pulau besar adalah:
pulau Sumatera yang luasnya 25,2 persen dari luas seluruh wilayah
Indonesia dihuni oleh 21,3 persen penduduk, Jawa yang luasnya 6,8
persen dihuni oleh 57,5 persen penduduk, Kalimantan yang luasnya 28,5
persen dihuni oleh 5,8 persen penduduk, Sulawesi yang luasnya 9,9 persen
dihuni oleh 7,3 persen penduduk, Maluku yang luasnya 4,1 persen dihuni
oleh 1,1 persen penduduk, dan Papua yang luasnya 21,8 persen dihuni oleh
1,5 persen penduduk.

70. D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia


Terhadap Lingkungannya di Indonesia

71. Fisiografis adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari


suatu wilayah daerah atau negara berdasarkan segi fisiknya. Dengan
Indonesia yang terletak pada koordinat 6 LU-1108LS dan 95 BT-
14145 BT. Akibat dari wilayah Indonesia yang terletak pada lintang
tersebut maka Indonesia beriklim tropis, yang berakibat temperatur udara
rata-rata tinggi, bermacam jenis flora-fauna, dan mempunyai iklim baik
untuk perkebunan. Sehingga berpengaruh pada mata pencaharian
penduduk sekitar. Karena terdapat pada koordinat tersebut matahari akan
bersinar sepanjang tahun, oleh karena itu penduduk Indonesia sebagian
besar bermata pencaharian Pertanian, dan perkebunan. Penduduk yang
tinggal di dataran tinggi dan pegunungan akan bermata pencaharian
sebagai petani, peternak, dan pedagang hasil pertanian. Penduduk di
dataran rendah juga akan memiliki mata pencaharian sebagai petani tetapi
dengan hasil pertanian yang berbeda.

72. Di sisi kelautan kepulauan dikelilingi tiga lautan besar,


yakni: bagian timur Indonesia berhadapan dengan Samudra Pasifik, bagian
selatan Indonesia berhadapan dengan Samudera Hindia, dan bagian utara
Indonesia berhadapan dengan Laut Cina Selatan. Hal ini mempengaruhi
mata pencaharian penduduk, penduduk yang tinggal di dataran tinggi akan
memiliki mata pencaharian yang berbeda dengan penduduk yang tinggal
di dekat pantai. Mata pencaharian penduduk yang tinggal di daerah ini
sebagai besar adalah nelayan, pembuat garam, ataupun pemandu wisata
pantai.

73. Indonesia terletak diantara dua benua yaitu benua Asia dan
benua Australia serta pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yakni
rangkaian Sirkum Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania (Sirkum
Sunda), sehingga banyak gunung dan pegunungan di Indonesia.

74. Secara fisiografis Indonesia didominasi oleh 2 dangkalan


yaitu dangkalan sunda dan dangkalan sahul yang tersusun dari
kenampakan geologi berupa laut dalam, palung, dan busur kepulauan.
Kedua dangkalan tersebut memiliki peranan yang penting dalam menjaga
stabilitas lempeng Benua.

75.

76.

77. 2.6.2 Singapura

78. A. Keadaan dan Wilayah Singapura

79. Singapura berasal dari kata Singa dan pura (bahasa


Sanskerta), artinya Kota Singa. Singapura terletak di Semenanjung
Malaysia.Semula Singapura adalah negara bagian Malaysia, namun tahun
1965 melepaskan diri. Pemisahan Singapura dipicu adanya perbedaan
paham dan kepentingan antara etnis Melayu dan etnis minoritas Cina di
Singapura.

80. Tanggal 9 Agustus 1965, Singapura resmi memisahkan diri


dari Kerajaan Malaysia dan menjadi negara merdeka. Singapura berbentuk
republik, namun Presiden hanya sebagai simbol. Kepala pemerintahannya
seorang perdana menteri. Singapura adalah negara kota. Ibukota sekaligus
kota terbesarnya adalah Singapura.

81. Secara astronomis, Singapura terletak di antara 115LU -


130LU dan 10338BT - 104BT. Negara ini memiliki batas perairan
Selat Johor di sebelah Utara dan Barat, serta Selat Singapura di sebelah
Timur dan Selatan.

82. Singapura adalah negara kecil. Untuk memperluas


wilayahnya, Singapura telah melakukan reklamasi pantai. Hutan bakau
nyaris habis berubah menjadi daratan. Beberapa pulau kecil juga
direklamasi hingga tergabung menjadi pulau yang lebih besar. Reklamasi
telah dimulai sejak tahun 1960-an. Luas wilayah Singapura saat ini
mencapai 719 km2. Luas tersebut diperkirakan masih akan bertambah.

83. Singapura terdiri atas pulau utama (Pulau Singapura) dan


sekitar 50 pulau kecil yang mengelilinginya. Negara ini beriklim tropis
dan mempunyai dua musim, yaitu musim hujan yang sejuk (November-
Maret) dan musim kering yang panas (April - September). Sementara itu,
pada bulan September - November dan bulan Maret - April mengalami
musim pancaroba.

84. Pembangunan di Singapura dilakukan dengan pesat,


sehingga menjadi sebuah negara yang sukses dari segi ekonomi. Dengan
pendapatan perkapita yang setara dengan negara-negara Eropa Barat.
Bahkan mata uangnya termasuk dalam jajaran lima mata uang terkuat
dunia (Poundsterling, US Dollar, Yen, Euro, dan Dollar Singapura)..

85. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Singapura

86. Penduduk Singapura terdiri dari mayoritas etnis Tionghoa


(77,3%), etnis Melayu yang merupakan penduduk asli (14,1%), dan etnis
India (7,3%), dan etnis lainnya (1,3% ). Mayoritas rakyat Singapura
menganut agama Buddha (31,9%) dan Tao (21,9%). 14,9% rakyat
Singapura menganut agama Islam, 12,9% menganut agama Kristen, 3,3%
Hindu, dan lainnya 0,6%, sedangkan sisanya (14,5%) tidak beragama.
Singapura terdiri atas multietnis (Melayu, Cina, India, dan Eropa). Tata
kehidupan masyarakatnya merupakan perpaduan antara budaya Timur dan
budaya Barat.

87. Singapura mempunyai empat bahasa resmi, yaitu Inggris,


Mandarin, Melayu, dan Tamil. Bahasa Melayu adalah bahasa nasional
Singapura tetapi lebih bersifat simbolis.

88. Salah satu aspek yang paling luar biasa dari Singapura
adalah sifat penduduknya yang kosmopolitan, sebuah keuntungan alami
dari posisi geografisnya yang strategis maupun keberhasilan komersialnya.
Dibangun oleh Thomas Stamford Raffles sebagai sebuah pusat
perdagangan pada tanggal 29 Januari 1819, kota kecil tepi laut Singapura
segera menarik para imigran dan pedagang dari negeri Tiongkok, India,
Indonesia, Semenanjung Malaya, dan Timur Tengah.

89. Hampir semua orang di Singapura dapat berbicara lebih


dari satu bahasa, dan banyak yang mampu berbicara dalam tiga hingga
empat bahasa. Sebagian besar anak-anak di Singapura tumbuh dalam dua
bahasa sejak kecil, dan mereka pun mempelajari bahasa lain saat mereka
tumbuh dewasa. Dengan mayoritas populasi yang mampu membaca dan
menulis dalam dua bahasa, bahasa Inggris dan Mandarin merupakan
bahasa yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara bahasa Inggris merupakan bahasa utama yang diajarkan di
sekolah, anak-anak di Singapura juga mempelajari bahasa ibu mereka
untuk memastikan agar tetap tersambung dengan akar budaya mereka. Di
antara dialek bahasa Tionghoa yang berbeda-beda, bahasa Mandarin
dijadikan sebagai bahasa utama etnis Tionghoa dibandingkan bahasa
lainnya seperti Hokian, Tiociu, Kanton, Hakka, Hainan, dan Fuchow.
90. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Singapura

91. Singapura, negara Asia Tenggara yang memiliki lambang


Singa ini berpenduduk 5,5 juta jiwa (0,076% total penduduk dunia)
menurut data per 1 Juli 2015. Penduduk Singapura terdiri dari mayoritas
etnis Tionghoa (77,3%), etnis Melayu yang merupakan penduduk asli
(14,1%), dan etnis India (7,3%), dan etnis lainnya (1,3% ).

92. D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia


Terhadap Lingkungannya di Singapura

93. Singapura berada di ujung Semenanjung Malaysia yang


dipisahkan Selat Johor dari Malaysia. Wilayahnya menyerupai bentuk
intan, terdiri dari sebuah pulau besar, yaitu Pulau Singapura, dan beberapa
pulau kecil, seperti Pulau Tekong Besar, Sentosa, Ubin, dan Eyer Chawan.

94. Karakter fisik wilayah Singapura bervariasi. Bagian utara


dan tengah berbukit-bukit, bagian timur berupa dataran rendah, sedangkan
di bagian barat daya terdiri dari lembah dan rawa.

95. Daerah bukit tengah, bagian utara dan tengah wilayah Singapura
berbukit-bukit dengan puncaknya yang bulat. Beberapa bukit itu
adalah Bukit Timah (178 m), Bukit Gombak (133 m), Bukit Panjang
(154 m), dan Bukit Mandai (129 m). Bukit Timah merupakan titik
tertinggi di Singapura. Di wilayah ini mengalir beberapa sungai, yang
oleh pemerintah telah dimanfaatkan untuk irigasi dan pembangkit
tenaga listrik (dibuat bendungan), serta sebagai sarana transportasi.
96. Daerah dataran timur, bagian timur wilayah Singapura merupakan
dataran rendah, yaitu dataran aluvial dan rawarawa. Sungai yang
mengalir di wilayah ini umumnya pendek, dangkal, dan alirannya
lambat. Akibatnya kurang bermanfaat.
97. Daerah barat daya, karakter wilayah barat daya Singapura
bergelombang serta terdiri atas lembah dan rawa. Di wilayah ini
terdapat beberapa bukit rendah, di antaranya Bukit Faber, Bukit Pasir
Panjang, dan Bukit Sesop. Bukit Faber merupakan lokasi wisata yang
terkenal. Di wilayah ini terdapat beberapa sungai kecil, seperti Sungai
Jurong, Singapura, Kranji, Chua Chu Kang, dan Pandan.

98. Sehingga dapat di simpulkan bahwa wilayah Singapura:


1) Memiliki banyak pulau yang mengelilingi pulau utama.
2) Banyak memiliki waduk yang dapat dimanfaatkan sebagai irigasi dan
sumber energi.
3) Memiliki letak strategis, terutama di jalur pelayaran. Letak Singapura
yang sangat strategis membuat sektor perdagangan dan jasa
berkembang sangat cepat, bahkan terbesar di Asia Tenggara. Singapura
menyediakan berbagai fasilitas penerbangan dan pelabuhan laut
dengan lengkap, sehingga menjadikannya sebagai tempat singgah
sementara (transit) kapal-kapal atau pesawat dari berbagai maskapai
yang hendak melanjutkan perjalanannya. Kondisi politik dan
keamanan yang stabil menjadikan Singapura sebagai tujuan investasi,
khususnya bagi negara-negara Barat yang hendak memperluas
pasarnya di kawasan Asia.
4) Keadaan di daratan utama relatif rata atau datar, sehingga
pembangunan fisik dapat dilaksanakan ke segala arah tanpa adanya
rintangan alam yang berarti. Sehingga Singapura dapat dikatakan tidak
memiliki panorama alam yang cukup indah atau peninggalan-
peninggalan sejarah yang dapat digunakan sebagai objek wisata. Akan
tetapi, wisata yang ditawarkan oleh Singapura adalah wisata belanja.
Singapura ibarat etalase bagi perdagangan dunia, karena menyediakan
berbagai produk hasil industri dari berbagai negara dengan kualitas
yang baik dan dengan harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan
dengan produk-produk dari negara-negara Barat.

99. Meski sumber daya alamnya sangat kurang memadai,


bahkan untuk kebutuhan air perlu mengimpor dari Johor Baru (Malaysia),
Singapura merupakan negara maju sebagai industri atau perdagangan yang
mengimpor berbagai produk bahan mentah dan mengekspornya kembali
sebagai hasil industri yang tlah meningkat nilai gunanya. Minyak mentah
di impor dari Timur Tengah diolah menjadi produk bahan bakar minyak
(BBM) yang diekspor ke Jepang dan juga berbagai negara tetangga.
Produk-produk kehutanan, perkebunan (karet) dan pertanian setelah diolah
lebih lanjut diekspor kembali ke begbagai negara sebagai produk industri
yang nilai gunanya lebih tinggi. Singapura juga mengembangkan berbagai
pusat pelayanan (perbankan, kesehatan, pendidikan) disamping
memanfaatkan juga kedudukannya sebagai pelabuhan transit untuk
mengembangkan pariwisata dan pusat perbelanjaan.

100. Upaya yang ditempuh untuk menjelang masa depan yang


lebih menjamin eksistensi dan pengembangan Singapura untuk menutupi
keterbatasan dan kekerungan yang menjadikan permasalahan ketiadaan
sumberdaya alam, antara lain lewat kebijakan-kebijakan:

- Fokus pertumbuhan pada teknologi informasi, otomasi, bioteknologi


dan pelayanan medis
- Kerjasama dalam pengembang dengan wilayah Johor Baru (Malaysia)
dan Riau (Indonesia) atau dikenal dengan segitiga pengembangan
SIJORI (Singapura-Johor-Riau)
- Membuka pintu bagi pelarian modal dari Hongkong (setelah
penyerahan kembali dari konsesi Inggris ke pemerintah RRC,
termasuk juga menampung uang panas lewat perbankan (pencucian
uang atau money loundring)
- Pengembangan objek wisata (Pulau Sentosa)
- Reklamasi lahan pantai untuk perluasan wilayah industri (Jurong) dan
menghubungkan pulau-pulau
- Perjanjian kesepakatan pertahanan bersama lima negara (bersama
Malaysia, Australia, Inggris, dan Selandia Baru)

101. 2.6.3 Vietnam

102. A. Keadaan dan Wilayah Vietnam


103. Vietnam adalah negara dengan masa penjajahan sangat
lama. Setelah dijajah Cina 1.000 tahun, Vietnam harus melawan
imperialisme (Perancis, Jepang, dan Amerika Serikat). Setelah merdeka dari
Perancis (2 September 1945),Vietnam terpecah menjadi dua, yaitu Vietnam
Utara dengan ibukota Hanoi dan Vietnam Selatan yang beribukota Ho Chi
Minh. Saat ini, kedua negara telah bersatu menjadi Republik Sosialis
Vietnam. Kepala negaranya seorang presiden, dan kepala pemerintahan
adalah perdana menteri. Ibu kota negara adalah Hanoi.

104. Secara astronomis Vietnam terletak antara 8oLU - 22oLU


dan antara 104oBT - 108oBT. Wilayah Vietnam berada di bagian selatan
daratan Cina dengan luas 329.560 km2. Berikut adalah batas-batas
geografis Vietnam.
105. Sebelah utara : RRC (Republik Rakyat Cina).
106. Sebelah timur : Teluk Tonkin dan Laut Cina Selatan.
107. Sebelah selatan : Laut Cina Selatan.
108. Sebelah barat : Laos serta Kamboja.

109. Vietnam beriklim tropis yang mendapat pengaruh curah


hujan dari tiupan angin musim. Curah hujan rata-rata 1.500 mm per tahun.
Daerah Pegunungan Tonkin Barat dan Pegunungan Annam mendapat curah
hujan 4.000 mm per tahun. Akibat tiupan angin taufan tropis selama musim
gugur, daerah di utara 12oLU mendapat curah hujan tambahan terbanyak.
Suhu udara rata-rata pada musim panas 29oC di selatan, dan 30oC di utara.
Pergeseran suhu di musim dingin berkisar 10oC di utara dan 27oC di selatan.
110. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Vietnam

111. Penduduk Vietnam didominasi oleh suku bangsa Vietnam


sehingga masyarakatnya relatif homogen. Vietnam mempunyai sejarah
perjuangan yang panjang dengan karakter masyarakat yang ulet dan
pekerja keras serta penganut agama (terutama Buddha) yang taat. Bahasa
nasional yang digunakan adalah bahasa Vietnam. Kepercayaan agama
yang dianut oleh mayoritas penduduk Vietnam adalah Buddha,
Caodaisme, Hoa Hao, dan Katolik Roma. Lagu kebangsaan adalah or
Ward Soldier.

112. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Vietnam

113. Pada tahun 2008, jumlah penduduk Vietnam mencapai


86.116.559 jiwa, dengan angka pertumbuhan 1,86%. Penduduk asli
Vietnam adalah bangsa Vietnam. Beberapa pendatang berasal dari etnis
Cina, Thai (Thailand), dan Khmer. Lebih dari 80% penduduk tinggal di
wilayah pedesaan.

114. D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia


Terhadap Lingkungannya di Vietnam

115. Wilayah bagian utara didominasi oleh pegunungan. Tanah


Tinggi Tonkin Timur mencapai ketinggian lebih dari 1.000 meter. Puncak
tertingginya adalah Gunung Phan Xi Pang (3.143 m), yang juga
merupakan titik tertinggi di Vietnam. Di wilayah utara tersebut juga
terhampar Delta Sungai Merah (Song Hong), yang dulunya berupa teluk
kecil bagian kawasan Teluk Tonkin. Wilayah dataran seluas 3.000 km2
tersebut, subur dan padat penduduk.

116. Wilayah bagian selatan Vietnam terbujur Pegunungan


Annam. Puncak-puncaknya adalah Gunung Ngoc Linc (2.598 m) dan
Gunung Chu Yang Sin (2.408 m). Hamparan Delta Sungai Mekong
seluas 40.000 km2 mendominasi wilayah selatan berbatasan dengan Laut
Cina Selatan. Banyaknya cabang Sungai Mekong yang bermuara di
wilayah itu, membuat dataran itu bertambah luas setiap tahun, sebab aliran
sungai membawa lumpur aluvial. Sungai-sungai penting di Vietnam, selain
Sungai Mekong dan Sungai Merah, adalah Sungai Songcay, Songgam, dan
Sungai Songcau.
117. Sehingga Vietnam bercorak dua dengan dua inti dan dua
sungai yang kondisinya tidak sama. Wilayah utara yang merupakan
dataran lembah dan muara Sungai Merah sebagai penghasil beras dan
pusatnya kota Hanoi yang sekaligus ibukota Vietnam dikembangkan
dengan gaya komunis Cina (Beijing). Sedang wilayah selatan yang
merupakan dataran delta sungai terpanjang di Asia Tenggara (Sungai
Mekong > 2.500km) yang berasal dari pegunungan tinggi Cina/Tibet (dan
menghidupi banyak penduduk Myanmar, Thailand, Laos, dan Kamboja)
meruppakan wilayah yang lebih maju yang sudah dikembangkan sejak
kolonial denganpusatnya kota Ho Chi Minh (dahulu Saigon) sebagai kota
pelabuhan modern berperan sebagai pusat pertumbuhan yang menarik
banyak investasi dari luar. Perkembangan wilayah selatan yang lebih maju
dimungkinkan oleh beberapa hal: sejak lama telah sebagai pelabuhan laut
yang berhadapan langsung dengan perairan Laut Cina Selatan yang
potensial, iklim investasi yang mendukung perkembangan perekonomian
inti barat.

118. 2.6.4 Myanmar

119. A. Keadaan dan Wilayah Myanmar

120. Semula Myanmar bernama Birma. Negara ini merupakan


bekas jajahan Prancis. Myanmar berdiri menjadi negara merdeka pada
tanggal 4 Januari 1948. Nama Birma kemudian dipakai hingga tahun 1989.
Secara geografis, Myanmar terletak di Teluk Benggala. Secara astronomis,
Myanmar terletak antara 11oLU 28oLU dan 92oBT 101oBT.

121. Luas wilayah Myanmar 678.500 km2 dan memiliki batas-


batas geografis berikut.
122. Sebelah utara : Cina
123. Sebelah selatan : Laut Andaman.
124. Sebelah timur : Laos dan Thailand.
125. Sebelah barat : Teluk Benggala dan India.
126. Tipe iklim Myanmar adalah musim tropis. Musim hujan
berlangsung antara bulan Mei-Oktober dipengaruhi oleh angin musim barat
daya yang banyak membawa uap air dari samudra.

127. Curah hujan tertinggi terjadi di Pegunungan Arakan Yoma


dan sekitar pantai Tennaserin. Musim kemarau terjadi pada bulan
November-April dipengaruhi oleh hembusan angin kering dari daratan
Cina/Asia.Akan tetapi iklim di Myanmar juga dapat dikatan subtropis
terutama pada bian Myanmar utara karena pegunungan tinggi bersalju di
utara dan bagian tengah yang kurang hujan.

128. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Myanmar

129. Kepercayaan yang diyakini oleh mayoritas masyarakat


Myanmar adalah Buddha (89%). Tidak heran bila di Myanmar dapat
dijumpai banyak pagoda. Pagoda yang terkenal antara lain adalah Pagoda
Shwe Dagon di Yangon. Pagoda ini berlapis emas dengan ketinggian 112
meter. Selain Buddha, agama lain yang dipeluk masyarakat Myanmar
adalah Kristen dan Islam. Bahasa resmi Myanmar adalah bahasa Birma.
Namun, dalam pergaulan juga digunakan bahasa Inggris.

130. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Myanmar

131. Pada tahun 2008 jumlah penduduk Myanmar tercatat


47.758.181 jiwa. Angka pertumbuhannya mencapai 0,9%. Sebagian besar
penduduk Myanmar adalah orang Birma, yaitu sekitar 68%. Sisanya
adalah etnis Karen (7%), Shan (9%), Arakan/Rakhine (4%), Chin (3%),
Mon (2%), Indian (2%), dan lainnya 5%.

132. Penduduk utama Myanmar berasal dari tiga gelombang


migrasi, pertama yang berasal dari Asia Tengah lebih dari 2000 tahun yang
lalu (kelompok Mon-Khmer) yang mencapai wilayah Kamboja dan delta
Irawadi hingga Pegunungan Tenasserim di selatan; kedua kelompok Birma
Tibet termasuk kemuadia juga orang-orang Pyu, Birma, Chin dan Kachin;
dan yang paling kemudian kelompok asal Cina Selatan (Shan-Thai) yang
terdesak ekspanssi bangsa Mongol abad 12 dan 13.

133. D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia


Terhadap Lingkungannya di Myanmar

134. Bentuk wilayah yang menyerupai layang-layang pada


bagian wilayah utama yang ada di daratan semenanjung Asia Tenggara
dengan ekornya menjorok hingga tanah genting Kra di Semanjung
Thailand meliputi bagian wilayah-wilayah geografis dengan kondisi iklim
yang berlainan, yaitu dengan hujan mencapai 4.500mm di selatan yang
dekat dengan ekuator, pegunungan tinggi bersalju di utara dan bagian
tengah yang kurang hujan. Dalam Suharyono, 2013:223 secara fisiografi
wilayah Myanmar terdiri atas:

- Di utara merupakan lereng selatan Pegunungan Himalaya dengan


bagian puncak tertinggi Hkakabo Razi di ujung utara mencapai
ketinggian 5.881m
- Bagian rangkaian pegunungan Arakan Yoma di bagian barat yang
memisahkannya dari wilayah Bangladesh dan India yang mencakup
beberapa rangkaian pegunungan dan perbukitan (Chin, Patkai, Naga)
- Plato Shan di timur yang berbatasan dengan wilayah Cina, Laos, dan
Thailand
- Dataran tengah yang kurang hujan dan merupakan pusat perekonomian
- Wilayah delta Sungai Irawadi yang berbatasan dengan Teluk Bengala
dan perairan Laut Andaman
- Pegunungan Tenasserim yang ada di bagian wilayah semenanjung
berbatasan dengan Thailand dan Laut Andaman

135. Oleh sebab pengaruh letak yang dekat ekuator dan


pengaruh muson barat daya, morfologi pegunungan di sekeliling wilayah
dan lintang yang mencapai Pegunungan Himalaya, secara umum Myanmar
memiliki tiga musim yaitu masa hujan basah, musim dingin yang sejuk
dan musim panas yang kering. Hutan meliputi 3/5 wilayah daratan
memberi potensi industri kehutanan besar-besaran yang menjadikan
Myanmar pengekspor jati besar. Variasi iklim dan sungai-sungai (yang
sebagian berasal dari pegunungan salju Himalaya) ditambah adanya tanah
subur memungkinkan dihasilkannya aneka produk pertanian yang
meliputi: padi, jagung, biji-bijian, kacang-kacangan, gula tebu, kapas,
tembakau, sesam (wijen), karet dan buah-buahan tropik maupun
subtropik.wilayah utara Myanmar juga merupakan penghasil candu di
daerah segitiga emas, meski pemerintah tidak menguasai produksi dan
perdagangan tetapi mendapatkan keuntungannya dari pajak. Banyaknya
sungai dan perairan lat memberikan produk industri perikanan.

136. Kekayaan mineral yang melimpah meliputi produk-produk


pertambangan: timbal dan timah, seng, tungsten, tembaga, emas, dan
perak, batu mulia dan minyak bumi. Karena itu, bersama dengan potensi
hasil hutan dan pertanian Myanmar mengembangkan aneka industri
meliputi: semen, tekstil, pupuk, baja, yute, makanan, perkayuan, dan batu
mulia/permata.

137. 2.6.5 Brunei Darussalam

138. A. Keadaan dan Wilayah Brunei Darussalam

139. Ibu kota Negara Bandar Seri Begawan , dengan bentuk


negara kerajaan dan kepala negara Sultan. Pada tahun 1888, negara ini
masih menjadi protektorat (perwalian) Inggris. Tahun 1959, Brunei
memulai pemerintahan sendiri. Namun untuk urusan luar negeri,
keamanan, dan pemerintahan masih menjadi tanggung jawab Inggris.
Tanggal 1 Januari 1984 Brunei memproklamasikan kemerdekaan sebagai
Brunei Darussalam.

140. Brunei Darussalam termasuk salah satu dari negara kecil di


dunia. Meskipun demikian, negara ini termasuk negara makmur di dunia.
Di Asia Tenggara, Brunei adalah negara terkecil. Luasnya hanya 5.770
km2.
141. Secara astronomis berada antara 4oLU 5oLU dan antara
114oBT 115oBT. Batas geografis Brunei di sebelah utara adalah Laut
Cina Selatan, sedangkan di sebelah selatan, barat, dan timur adalah
wilayah negara bagian Serawak (Malaysia). Brunei beriklim tropis
lembab. Suhu rata-rata 27oC dan curah hujan rata-rata 3.040 mm per
tahun. Daerah pedalaman yang berbukit-bukit memiliki curah hujan
sampai 4.000 mm per tahun.

142. Ketika bertiup angin musim barat daya yang lembab (Mei
Oktober), Brunei mengalami musim hujan. Musim kemarau berlangsung
bulan November April, yaitu saat bertiup angin musim timur laut yang
kering.

143. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Brunei Darussalam

144. Agama yang diyakini di Brunei mayoritasnya adalah Islam.


Beberapa agama lain adalah Buddha dan Kong Hu Chu. Sebagian
masyarakat Brunei juga masih menganut animisme. Bahasa resmi yang
digunakan adalah bahasa Melayu. Bahasa lainnya adalah bahasa Cina dan
bahasa Inggris yang terutama digunakan oleh para ekspatriat.

145. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Brunei


Darussalam

146. Pada tahun 2008, jumlah penduduk Brunei mencapai


381.371 jiwa, dengan angka pertumbuhannya 1,94%. Penduduk Brunei
sebagian besar adalah etnis Melayu (69%). Selebihnya adalah etnis Cina,
Dayak, India, dan sebagainya.

147. D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia


Terhadap Lingkungannya di Brunei Darussalam

148. Bentuk wilayah Brunei seperti kantong dalam wilayah


Serawak. Wilayah tersebut terbagi dua dan tidak saling terhubung.
Wilayah bagian timur yang lebih kecil (Temburong) memiliki topografi
bergunung-gunung, dengan ketinggian rata-rata 1.000 m.

149. Di ujung selatan Temburong terdapat bukit yang tertinggi,


yaitu Bukit Pagon. Di wilayah Temburong juga mengalir beberapa sungai,
yaitu Sungai Temburong, Batu Apoi, Belalong, dan Pandaruan. Semua
sungai itu bermuara di Teluk Brunei.

150. Wilayah bagian barat, didominasi oleh dataran. Dari pantai


yang landai di bagian barat laut ke arah pedalaman (selatan),
ketinggiannya semakin meningkat dan tanahnya semakin berbukit-bukit.
Mendekati Serawak, yaitu di wilayah Brunei bagian barat ketinggian bukit
lebih dari 300 m, relatif lebih rendah dibandingkan ketinggian bukit-bukit
bagian timur. Wilayah pantai berupa rawa dengan hutan bakau. Beberapa
sungai di wilayah ini adalah Sungai Belait, Tutong, dan Sungai Brunei.

151. Sehingga, komoditas perekonomian Brunei adalah


kegiatan pertambangan, terutama minyak bumi dan gas. Selain itu Brunei
juga mengandalkan bidang industri. Industri utama adalah industri
pengolahan minyak, gas alam cair, dan konstruksi. Sebesar 71,9 %
pendapatan negara diperoleh dari bidang pertambangan dan industri.
Bidang pertanian hanya menghasilkan 0,9 % dari total pendapatan, dan
hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hasil utama pertanian berupa
padi, dan kelapa, lada, dan buah-buahan. Saat ini Brunei juga tengah
meningkatkan peranan bidang perdagangan, perbankan, serta pariwisata.

152. 2.6.6 Thailand

153. A. Keadaan dan Wilayah Thailand

154. Secara Astronomis Thailand berbatasan dengan Laos dan


Myanmar di sebelah utara, dengan Malaysia dan Teluk Siam di selatan,
dengan Myanmar dan Laut Andaman (Laut Timur) di barat dan dengan
Laos dan Kamboja di timur. Koordinat geografisnya adalah 5-21 LU dan
97-106 BT. Oleh karena itu, Thailand memiliki iklim tropis dengan tiga
musim: panas, hujan, dan dingin. Suhu rata-rata untuk sebagian besar
negara berkisar dari sekitar 18 sampai 35 C, tergantung pada musim dan
elevasi. Curah hujan tahunan bervariasi, berkisar dari sekitar 1.000 mm di
dataran tengah hingga sekitar 5.600 mm di semenanjung selatan.

155. Sebelum tahun 1939, negara Thailand dikenal sebagai


Siam. Thailand dalam bahasa asli disebut Muang Thai, artinya tanah
kebebasan atau negeri orang merdeka. Thailand memang tidak pernah
dijajah oleh bangsa lain. Thailand adalah negara netral, karena itu juga
sering disebut butter staat, artinya negara penyangga atau negara
pemisah. Thailand memisahkan Myanmar (bekas koloni Inggris) di
sebelah barat dengan Laos dan Vietnam (bekas jajahan Perancis) di
sebelah timur . Ibukota negara Thailand adalah Bangkok, yang juga
merupakan kota terbesar. Kota penting lain adalah Chiang Mai, yaitu kota
peristirahatan raja. Negara Thailand berbentuk monarki konstitusional,
yang dikepalai oleh seorang raja. Kepala pemerintahannya adalah
seorang perdana menteri.

156. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Thailand

157. Thailand menggabungkan kepercayaan, budaya dan


karakteristik adat, ke daerah yang dikenal sebagai Thailand modern
ditambah dengan banyak pengaruh dari India kuno, Cina, Kamboja,
bersama dengan tetangga pra-sejarah budaya Asia Tenggara . Hal ini
dipengaruhi terutama oleh Animisme, Hindu, Buddha, serta oleh migrasi
kemudian dari Cina, dan selatan India.

158. Mayoritas penduduk Thailand adalah pemeluk agama


Buddha (90%). Selebihnya adalah pemeluk Islam (terutama etnis Melayu
di daerah selatan), Hindu, Kong Hu Chu, dan Kristen. Bahasa resmi yang
digunakan adalah bahasa Thai.
159. Sebagian besar orang Thailand adalah anggota kelompok
etnis Thai/Lao. Mereka diyakini merupakan keturunan dari orang-orang
yang bermigrasi dari China selatan dan tenggara pada tahun 500-an
Masehi. Ada juga orang-orang keturunan China, Melayu, Khmer
(Kamboja), dan Vietnam. Sejumlah kecil kelompok etnis lain juga ada di
Thailand.

160. Sekitar setengah dari penduduk Thailand tinggal di atau


dekat daerah perkotaan di gedung-gedung modern. Lainnya tinggal di desa-
desa. Rumah desa tradisional dibangun dari kayu atau bambu. Atapnya
terbuat dari rumbia atau seng.

161. Pakaian gaya Barat sekarang umum di Thailand. Tetapi


beberapa orang Thai di daerah pedesaan mengenakan pakaian tradisional.
Baik pria maupun wanita memakai pakaian panjang dan longgar yang
disebut sarung, dan laki-laki kadang-kadang memakai cawat. Dalam rumah-
rumah pribadi, anggota keluarga dan tamu tidak memakai alas kaki.

162. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Thailand

163. Penduduk Thailand pada tahun 2008 mencapai 65,493,298


jiwa, dengan angka pertumbuhannya 1,64%. Penduduk asli Thailand adalah
bangsa Thai. ada masa sekarang telah banyak pendatang dari berbagai etnis.
Suku Thai menduduki jumlah terbanyak dari seluruh penduduk Thailand
(75%). Selebihnya adalah etnis Cina (14%), Khmer (3%), Melayu (4%), dan
lainnya (4%). Sebagian besar penduduk tersebut tinggal di pedesaan,
terutama di daerah-daerah subur.

164. Populasi Thailand didominasi etnis Thai dan etnis Lao,


yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat
komunitas besar etnis Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan
yang besar dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di
selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.
165.D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia Terhadap
Lingkungannya di Thailand

166. Wilayah Thailand memiliki karakter fisiografis yang


beragam. Bagian utara merupakan wilayah bergunung-gunung, bagian
timur berupa dataran tinggi (Plato Khorat), bagian tengah sebagian besar
berupa dataran rendah, bagian tenggara berupa lembah dan perbukitan,
dan sebelah selatan berupa dataran sempit (Tanah Genting Kra) yang
melebar hingga Semenanjung Malaysia. Secara detail karakter wilayah
Thailand dari utara hingga Semenanjung Malaysia dapat digambarkan
sebagai bagian berikut.

1 Daerah pegunungan utara


167. Pegunungan di bagian utara dan barat secara geomorfologi
merupakan kelanjutan Pegunungan Myanmar. Ketinggian rata-rata
1.000 2.000 meter. Puncak tertingginya adalah Gunung Doi Inthanon
(2.595 m), juga merupakan titik tertinggi di Thailand. Puncak-puncak
lainnya adalah Gunung Doi Angka (2.581 m) dan Chieng Dao
(2.482 m).
2 Plato Khorat
168. Plato Khorat terhampar di bagian timur Thailand, dengan
ketinggian bervariasi. Plato tersebut berupa pegunungan kapur tandus
dengan irigasi yang kurang baik. Hamparan plato dibatasi oleh Sungai
Mekong di sebelah timur.
3 Dataran rendah bagian tengah
169. Dataran rendah di wilayah tengah Thailand merupakan
lembah sungai Chao Phraya. Wilayah ini sangat subur, karena dialiri
oleh Sungai Chao Phraya dan beberapa anak sungainya (Sungai Puig,
Wang, Yom, dan Nan) yang bermuara ke Teluk Thailand. Dataran
rendah Chao Phraya merupakan daerah pertanian yang sangat penting
bagi Thailand. Di tepi Sungai Chao Phraya berdiri dua kota penting,
yaitu Bangkok dan Thonburi.
4 Lembah dan perbukitan tenggara
170. Lembah dan perbukitan di bagian tenggara ini merupakan
kelanjutan dari sistem Pegunungan Kamboja yang disebut Pegunungan
Kardamon. Di wilayah itu terdapat dua buah bukit, yaitu Khao
Kampeng dan Dangrek. Puncak tertingginya adalah Gunung Khao Soi
Dhao (1.000 m).
5 Tanah Genting Kra.
171. Bagian selatan Thailand adalah bagian dari Semenanjung
Malaysia, berupa dataran sempit antara Laut Andaman dan Teluk
Siam. Daerah paling sempit di wilayah ini disebut Tanah Genting
Kra, yang semakin melebar ke Semenanjung Malaysia. Di wilayah ini
terdapat beberapa aliran sungai penting, yaitu Sungai Mekong, Mae
Klong, Chao Phraya, dan NamMun.

172. Thailand memiliki dua sistem sungai utama, Chao Phraya


(atau Me Nam) dan Mun. Bersama dengan empat cabang terbesarnya,
Chao Phraya mengalir baik ke Thailand utara maupun ke dataran tengah.
Sungai Mun mengalir di timur laut Thailand. Sungai ini mengalir ke
Mekong, salah satu sungai utama di Asia. Thailand juga memiliki garis
pantai sekitar 3.200 kilometer di sepanjang Teluk Thailand dan Laut
Andaman. Phuket, pulau terbesar di negara itu, ada di lepas pantai barat
daya di Laut Andaman.

173. Tanah yang subur adalah sumber daya alam utama


Thailand. Wilayah daratan tengah adalah salah satu daerah yang paling
produktif di dunia untuk menanam padi. Perairan pesisir Thailand kaya
akan kehidupan laut, meskipun telah habis dalam beberapa tahun terakhir.
Timah adalah mineral yang paling penting dan ekspor utama di negeri ini.
Thailand merupakan produsen tungsten terbesar kedua dan produsen timah
terbesar ketiga di dunia. Deposit mineral lainnya meliputi gas alam, batu
bara muda (brown coal), dan gipsum. Hutan pernah menjadi sumber jati
dan kayu berharga lainnya. Tapi penebangan dan pertanian telah secara
drastis mengurangi wilayah hutan negara. Pembalakan dilarang pada tahun
1989, dan hutan hujan Thailand yang tersisa menjadi sumber obat-obatan
yang semakin penting.

174. 2.6.7 Kamboja

175. A. Keadaan dan Wilayah Kamboja

176. Nama Asli : Khmer


177. Ibu Kota : Phnom Penh
178. Bentuk Negara : Kerajaan
179. Kepala Negara : Raja
180. Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
181. Kamboja berasal dari kata Kampuchea. Nama asli Kamboja
adalah Khmer. Negara ini merdeka pada tanggal 17 April 1983. Angkor
Wat adalah salah satu peninggalan Kekaisaran Khmer. Kerajaan Kamboja
berbentuk monarki konstitusional, merupakan penerus Kekaisaran Khmer.
Kepala negaranya seorang raja, sedangkan kepala pemerintahan adalah
perdana menteri. Ibu kota negara adalah Phnom Penh.
182. Luas wilayah Kamboja 181.035 km2, kirakira seluas
Pulau Sulawesi di Indonesia. Secara astronomis, Kamboja terletak antara
10oLU14oLU dan 104oBT108oBT, tepatnya di bagian barat daya
Semenanjung Indocina. Berikut adalah batas-batas geografis Kamboja.
1. Sebelah utara : Laos dan Thailand
2. Sebelah timur : Vietnam
3. Sebelah barat : Thailand
4. Sebelah selatan : Teluk Thailand

183. Sehingga Kamboja beriklim muson tropis. Suhu rata-rata


per tahun sekitar 27oC. Desember adalah bulan terdingin dan Mei adalah
bulan terpanas. Musim kemarau terjadi pada bulan November Mei, saat
bertiup angin musim timur laut. Musim hujan terjadi bulan JuniOktober,
saat bertiup angin musim barat daya. Saat itu, Pegunungan Elephant dan
Cardamon mendapat curah hujan hingga 3.050 mm per tahun. Dataran
Tonle Sap yang berada di daerah bayang-bayang hujan hanya menerima
curah hujan kurang dari 1.525 mm per tahun. Daerah plato menerima
curah hujan sampai 2.540 mm per tahun. Tidak meratanya suhu dan curah
hujan memungkinkan terjadinya keragaman flora dan fauna di Kamboja.
Daerah pegunungan didominasi oleh hutan hujan tropis yang hijau
sepanjang tahun. Di Battambang barat laut terdapat sabana yang ditumbuhi
rumput-rumputan, dan di sepanjang pantai terdapat hutan bakau.
184.
185. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Kebudayaan Kamboja

186. Agama utama di Kamboja adalah Buddha. Bahasa resmi


yang digunakan di Kamboja adalah bahasa Khmer.

187. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Kamboja

188. Pada tahun 2008, jumlah penduduk Kamboja mencapai


14.241.640 jiwa, dengan angka pertumbuhan cukup tinggi, yaitu 3,08%.
Mayoritas penduduk Kamboja adalah bangsa Khmer (94%). Selebihnya
adalah etnis Cina dan Vietnam.

189. D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia


Terhadap Lingkungannya di Kamboja

190. Secara menyeluruh, bentuk wilayah Kamboja menyerupai


piring. Di bagian tengahnya terdapat dataran besar Tonle Sap, sedangkan
bagian tepi dibentuk oleh deretan pegunungan. Di sebelah utara terdapat
Pegunungan Dong Rek (Phanon Dang Reh) dan di bagian barat terdapat
Pegunungan Cardamon. Barisan pegunungan itu memiliki ketinggian 750
900 meter. Puncak tertingginya adalah Gunung Phnum Aoral (1.771
m). Di bagian timur dapat dijumpai Plato Rotanikiri dan Plato Mondol.
Danau Tonle Sap memiliki ciri geografis yang luar biasa. Air danau berasal
dari Sungai Tonle Sap, yaitu anak Sungai Mekong yang meluap pada bulan
Mei dan Oktober. Dalam bulan-bulan itu cabangcabang Sungai Mekong di
wilayah Vietnam bagian selatan tidak mampu menampung luapan air itu.
Akibatnya, luapan air kembali ke Sungai Bassac dan Sungai Tonle Sap,
sehingga membanjiri daerah sekitar danau. Pada puncaknya, banjir
tersebut akan melipat gandakan luas permukaan air danau. Jika semula
luas permukaannya hanya 3.000 km2, maka oleh luapan banjir akan
menjadi 10.000 km2 lebih. Gejala tersebut menguntungkan bagi kegiatan
perikanan darat di Kamboja. Daerah pantai sepanjang 560 km di tepi Teluk
Thailand berupa tanah berbatu-batu. Dataran pantainya sebagian besar
sempit dan terpotong-potong oleh Pegunungan Elephant yang membujur
ke arah pantai. Wilayah tersebut memiliki pelabuhan alam terbaik yaitu di
Teluk Kompong Som dan beberapa pulau di lepas pantai.
191. Dari keadaan geografi fisik, letak geografis dan letak
astronomi seperti itu maka, masyarakat Negara Kamboja sebagian besar
pertanian menjadi pendukung utama perekonomian. Lebih dari 70%
penduduknya bekerja di bidang pertanian. Hasil utama pertanian adalah
padi, karet, tembakau, jagung, sayuran, dan berbagai jenis umbi. Kegiatan
industri yang mendukung adalah pengolahan hasil pertanian. Industri lain,
misalnya industri rokok (dengan produk tembakau setempat). Kegiatan
ekonomi lain yang dilakukan penduduk Kamboja adalah pertambangan.
Hasilnya antara lain tembaga, besi, mangan, dan emas. Pada daerah Danau
Tonle Sap, usaha di bidang perikanan dan kehutanan. Hasil hutan Kamboja
adalah jati dan mahoni.
192.

193.
194. 2.6.8 Filiphina

195. A. Keadaan dan Wilayah Filiphina

196. Filipina atau Republik Filipina (Republika ng Pilipinas)


adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara Indonesia,
dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak
di Lingkar Pasifik Barat, negara ini terdiri dari 7.107 pulau. Secara
astronomis, Filipina terletak pada 4LU 21LU dan 116BT 128BT.
Secara geografis, negara tersebut terletak di sebelah utara lepas pantai
Pulau Sulawesi. Luas wilayah Negara Filipina sekitar 300.076 km2.

197. Filipina adalah koloni barat pertama yang mendapat


kemerdekaan. Kemerdekaan penuh diterima dari Amerika Serikat pada
tanggal 4 Juli 1946, setelah diduduki selama 50 tahun. Sebelum diduduki
Amerika Serikat, negara ini telah dijajah Spanyol selama tiga abad.
Filipina adalah negara berbentuk republik dengan kepala negara dan
pemerintahan seorang presiden. Ibukota Filipina adalah Manila yang
terletak di Pulau Luzon

198. Pulau-pulau di Filipina antara lain Pulau Luzon, Pulau


Mindano, Pulau Mindoro, Pulau Palawan, dan Pulau Cebu. Batas-batas
geografis wilayah Filipina adalah sebelah utara Selat Luzon, sebelah
selatan Laut Sulawesi, sebelah barat Laut Cina Selatan dan sebelah timur
Laut Filipina dan Samudra Pasifik.

199. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Filiphina

200. Filipina adalah salah satu koloni Eropa pertama di Asia dan
karena itulah telah dipengaruhi oleh budaya Asia dan Barat selama hampir
500 tahun. Wilayah di Asia Tenggara ini diakuisisi pada tahun 1500-an
oleh Spanyol. Orang-orang Spanyol membawa tradisi Eropa dan agama
Kristen. Setelah kekalahan Spanyol dalam Perang Spanyol-Amerika pada
tahun 1898, Filipina diserahkan ke Amerika Serikat, yang dikelolanya
selama 48 tahun. Orang-orang Filipina memperoleh kemerdekaan mereka
pada 4 Juli 1946.

201. Kebanyakan masyarakat Filipina gemar menyanyi serta


menari pada setiap kali pesta keramaian. Salah satunya dengan menari
Tarian bambu memerlukan pergerakan kaki yang cocok.

202. Bahay Kubo merupakan rumah tradisional yang terkenal di


Filipina, yang dibuat dari daun kelapa, nipah, dan bambu. Terdapat
tanglung berbentuk bintang yang digantung di hadapan rumah yang
bernama Parol. Semasa Natal, kebanyakan masyarakat di sana gemar
menjadikan parol sebagai hiasan rumah mereka.

203. Alat Musik Tradisional asal Filiphina salah satunya adalah


Organ bambu, dengan menggunakan lebih kurang 1.000 batang bambuh.
Konon ini adalah satu-satunya organ yang dibuat dari bambu di dunia.

204. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Filiphina

205. Jumlah penduduk Filipina 86,241,697 jiwa pada 2005.


Jumlah tersebut terdiri dari 100 suku bangsa. Penduduk terbesar adalah
keturunan bangsa Spanyol, yang disebut Mestizo.

206. Adapun penduduk asli Filipina adalah bangsa negrito.


Orang-orang Filipina dikenal dengan nama Filipino yang berasal dari
orang aborigin Taiwan, dan bercampur dengan orang-orang Tiongkok
Selatan, Polinesia, dan Spanyol/Amerika. Orang Filipina terbagi dalam 12
kelompok etnolingustik dengan yang terbesar adalah Tagalog, Cebuano,
dan Ilocano.

207.D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia Terhadap


Lingkungannya di Filiphina

208. Filipina adalah negara kepulauan yang wilayahnya


membentang di tepi barat Samudra Pasifik. Kepulauan Filipina terdiri
dari 7.107 pulau, besar dan kecil. Pulau-pulau yang tergolong besar
antara lain Luzon, Mindanau, Palawan, Mindoro, Panay, dan Cebu.
Ribuan pulau tersebut membentuk garis pantai yang berliku-liku dan
panjang. Panjang keseluruhan garis pantai Filipina diperkirakan
mencapai 23.150 km.

209. Ada tiga kelompok pulau utama. Kelompok Luzon di utara


mencakup pulau Luzon dan Mindoro. Kelompok tengah berisi Pulau
Palawan di barat dan Kepulauan Visayan (termasuk Bohol, Cebu, Leyte,
Masbate, Negros, Panay, dan Samar) di timur. Kelompok Mindanao di
selatan terdiri atas Kepulauan Mindanao dan Sulu, yang membentang ke
barat daya menuju Kalimantan..

Luzon adalah pulau terbesar. Luzon utara memiliki pegunungan


tinggi. Luzon tengah adalah dataran yang luas, di mana padi dan
tebu ditanam. Pulau ini juga memiliki banyak gunung berapi yang
aktif. Gunung Pinatubo, di pusat kota Luzon, meletus pada tahun
1991, menyebabkan kerusakan yang luas. Gunung Mayon, di
tenggara, aktif baru-baru ini. Di bagian barat Pulau Luzon kalian
dapat menjumpai Pegunungan Cordillera Central dengan
puncaknya Gunung Pulog (2.918 m). Di bagian timurnya dapat
dijumpai Pegunungan Sierra Madre. Di sisi barat daya terdapat
Pegunungan Zambales, serta Gunung Taal yang berada di tengah
Danau Taal. Gunung Taal merupakan gunung api terendah di
dunia.
Pulau terbesar kedua adalah Mindanao. Gunung Api (2.954
meter), puncak tertinggi di Filipina, berada di sana. Mindanao
memiliki beberapa pelabuhan, seperti Zamboanga dan Davao.
Jagung ditanam di banyak pulau dalam kelompok Visayan.
Visayan merupakan kepulauan yang berada di bagian tengah,
terdiri dari beberapa pulau kecil seperti Panay, Samar, Cebu, dan
Negros. Pulau Mindanau adalah pulau terbesar kedua di selatan.
Secara keseluruhan wilayah Filipina dilalui oleh jalur
Pegunungan Sirkum Pasifik, yang menuju ke Sulawesi.
Akibatnya, di wilayah Filipina dapat dijumpai rangkaian
pegunungan serta banyak gunung api aktif. Wilayah di antara
rangkaian pegunungan tersebut, berupa dataran rendah.
Di Pulau Palawan (yang membujur di bagian barat daya Filipina),
dapat dijumpai Pegunungan Victoria, dengan puncaknya Gunung
Mantalingajan (2.084 m). Di Kepulauan Visayan (berada di
bagian tengah Filipina), dapat dijumpai beberapa gunung aktif.
Misalnya Gunung Baco (2.918 m) dan Gunung Halcon (2.488
m). Bagian tengah Pulau Panay, berupa dataran tinggi. Di Pulau
Mindanao terdapat Gunung Apo (2.954 m) merupakan gunung
api tertinggi di Filipina, dan Pegunungan Diuata yang membujur
di pantai timur. Di wilayah ini dijumpai dataran rendah di
Lembah Sungai Agusan dan Mindanao. Sungai-sungai di wilayah
Filipina umumnya pendek dan berarus deras. Sungai yang biasa
dilayari adalah Sungai Pasing (22 km) yang melalui kota
Manila. Sungai-sungai penting lain adalah Sungai Gagayan,
Pampangan, Agno (di Pulau Luzon), Sungai Agusan dan Sungai
Mindanao (di Pulau Mindanao).

210. Dari keadaan fisik Filipina diatas maka, penduduknya


bekerja di bidang pertanian. Hasil utama pertaniannya antara lain padi,
jagung, sayuran, buah-buahan, tebu, tembakau, abaka, dan kelapa. Dalam
bidang kehutanan, Filipina termasuk penghasil kayu potensial. Jenis kayu
yang dihasilkan antara lain cedar, pinus, eboni, dan mahoni.
Pertambangan Filipina menghasilkan beberapa bahan tambang seperti
emas, perak, nikel, tembaga, besi, dan lain-lain. Industri yang
dikembangkan meliputi industri tekstil, makanan dan minuman, obat-
obatan, perakitan elektronik, dan lain-lain.
211. April dan Mei merupakan bulan terpanas, sedangkan bulan
November Februari adalah saat-saat sejuk. Curah hujan di Filipina
cukup tinggi, yaitu antara 1.275 5.000 mm per tahun. Wilayah Filipina
(seperti Cina dan Vietnam) secara rutin mendapat pengaruh badai ganas
disertai hujan deras dari Samudra Pasifik. Diperkirakan rata-rata ada 20
badai per tahun yang terjadi. Bencana rutin itu menimbulkan banjir,
longsor, dan berbagai kerusakan serta menelan korban jiwa.

212. Akan tetapi, selama ribuan tahun warga kepulauan Filipina


hidup dengan bahagia, dan pekerja keras dengan mengembangkan sistem
cocok tanam Padi yang sangat maju, yang menyediakan makanan pokok
bagi masyarakatnya.

213. 2.6.9 Malaysia

214. A. Keadaan dan Wilayah Malaysia

215. Malaysia merupakan suatu negara yang berada di daerah Asia


Tenggara yang terdiri dari dua bagian yang terpisahkan oleh lautan.
Satu bagian merupakan bekas Federasi Malaya (kecuali Singapura)
berada di Semenanjung Malaya dan disebut dengan Malaysia Barat,
sedangkan satu bagian, yaitu Sarawak berada di pulau Kalimantan
bagian utara yang disebut dengan Malaysia Timur. Secara astronomis,
Malaysia terletak antara 99o BT 119o BT dan 1o LU 7o LU.
Sehingga Malaysia beriklim muson tropis, ditandai dengan curah hujan
yang tinggi sepanjang tahun. Seperti wilayah lain di Asia Tenggara,
keadaan iklim itu dipengaruhi oleh angin musim. Malaysia memiliki
temperatur rata-rata 27oC. Umumnya temperatur di Malaysia Barat
lebih rendah dibandingkan Malaysia Timur. Curah hujan rata-rata per
tahun mencapai 2.500 5.000 mm.

216. Luas dari wilayah Malaysia sendiri secara keseluruhan


meliputi 329.758 km2. Ibu kota Malaysia adalah Kuala Lumpur. Batas-
batas negara Malaysia meliputi 4 wilayah berikut :
217. Sebelah Utara : Negara Thailand dan Laut Cina Selatan
218. Sebelah Timur : Laut Sulu, Laut Sulawesi, dan negara
Indonesia
219. Sebelah Selatan : Negara Indonesia dan Singapura
220. Sebelah Barat : Selat Malaka dan negara Indonesia
221. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Malaysia

222. Mayoritas penduduk Malaysia adalah penganut Islam.


Selebihnya adalah penganut Buddha, Kong Hu Chu, Hindu, dan Kristen.
Bahasa resmi Malaysia adalah bahasa Melayu dan Inggris. Selain itu juga
didukung oleh beberapa bahasa etnis yang ada.

223. C. Jumlah Penduduk dan Penyebarannya di Malaysia

224. Penduduk Malaysia tahun 2008 berjumlah 25,274,133


jiwa, dengan tingkat pertumbuhan 2,98% per tahun. Penduduk asli
Malaysia adalah bangsa Semang dan Sakai (Malaysia Barat), dan bangsa
Bajau, Brunei, Murut, Dayak, dan lain-lain (Malaysia Timur).

225. Etnis pendatang adalah Melayu, Cina, India, Pakistan,


bangsa Eropa, Asia, dan lain-lain. Saat ini persentase jumlah penduduk
adalah 47% Melayu, 32% Cina, 9% Dayak Iban, dan sisanya adalah
pendatang lain.

226.D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia Terhadap


Lingkungannya di Malaysia

227. Pegunungan di Malaysia terbentuk berdasarkan adanya


tenaga dari dalam bumi (endogen) yang dimana terjadi berdasarkan
adanya pergerakan kerak bumi, sehingga membentuk adanya lipatan-
lipatan. Malaysia Barat, terdiri dari bentang alam yang sebagian besar
berupa barisan pegunungan tengah yang diapit oleh dua dataran pantai
yang sempit. Pegunungan tengah terdiri dari beberapa barisan
pegunungan dengan puncaknya yaitu Gunung Tahan (2.190 m).
Sedangkan Malaysia Timur, terdiri dari bentang alam yang sebagian
besar berupa pegunungan. Di sabah terdapat pegunungan Crocker
(Tempayan) dengan puncaknya Gunung Kinabalu (4.101 m), sedangkan
daratan Sabah dan Sarawak yang sebagaian besar berada pada ketinggian
di atas 1.000 m, tanah tinggi yang terdiri dari lereng barat Pegunungan
Kelingkang, Pegunungan Kapuas Atas, dan Pegunungan Iran di
Kalimantan Tengah.

1) Malaysia Timur, Malaysia timur (Sabah dan Serawak) didominasi


pegunungan, di mana 80 persen di antaranya berketinggian >1.400
meter. Di Sabah terdapat rangkaian pegunungan utama yang
membentang sejajar garis pantai. Misalnya, Pegunungan Crooker
dengan puncak tertingginya adalah Gunung Kinabalu (4.101 m).
Gunung Kinabalu juga merupakan titik tertinggi di Malaysia. Dataran
pantai Malaysia Timur umumnya sempit dan berawa-rawa. Di antara
wilayah dataran rendah pantai dan wilayah pegunungan terdapat daerah
bergelombang dan berbukit-bukit, (ratarata berketinggian 800 m).
Sungai di Malaysia Timur mempunyai aliran relatif pendek dan
berbelok-belok. Sungai-sungai penting adalah Sungai Kinabatang (563
km) bermuara ke Laut Sulu, Sungai Rajang (562 km) bermuara ke Laut
Cina Selatan dan Sungai Baram (400 km) bermuara ke Laut Cina
Selatan.
2) Malaysia Barat, Malaysia Barat mencakup bagian selatan Semenanjung
Malaysia. Bagian tengahnya berupa pegunungan rendah, serta melandai
pada sisi timur dan selatan. Pegunungan Titiwangsa, memanjang dari
perbatasan Malaysia dengan Thailand hingga ke perbatasan negara
bagian Malaka. Pegunungan ini adalah yang terpanjang di Malaysia
Barat (483 km). Di sebelah barat pegunungan ini terdapat Pegunungan
Nakawan, Kedah Singgora, dan Bintang. Di bagian timur terdapat
Pegunungan Pantai Timur. Puncak tertinggi di Malaysia Barat adalah
Gunung Tahan (2.190 m). Dataran rendah menjadi karakter wilayah
sisi timur dan selatan. Pada dataran bagian barat, wilayahnya menyempit
di utara dan melebar di selatan. Dataran rendah di sebelah timur
Pegunungan Tahan (Johor, Selangor, Kedah, Kelantan dan Pahang),
berupa rawa, hutan lebat, dan tanah agak tandus. Sungai penting di
Malaysia Barat yaitu Sungai Pahang (9.450 km) dan Klantan (284
km) yang bermuara ke Laut Cina Selatan; dan Sungai Perak (273 Km),
bermuara ke Selat Malaka.

228. Dari segi aspek geografi fisik tersebut maka akan


berdampak dalam kegiatan perekonomian, kebanyakan dari penduduk di
negara Malaysia lebih mengarah kegiatan perekonomian ke agraris atau
pengolahan sumber daya alam. Seperti sektor pertanian, perkebunan, dan
peternakan.

229. Selain itu, perikanan merupakan salah satu bagian dari


kegiatan perekonomian bagi penduduk Malaysia, jenis-jenis ikan yang
didapatkan di perairan Malaysia adalah ikan kembung, tenggiri, ikan krapuh
merah, bawal parang, tuna, ikan teri dan udang. Di daerah perikanan utama
(Semenanjung Malaysia) pusat perikanannya adalah Tumpat, Besut, Kuala
Trengganu, Kungun,Kemaman,Kuantan dan Mersing ( yang seluruhnya
wilayah pantai timur ). Banyak masyarakat Malaysia menjadi seorang
nelayan, hasil dari perikanan masih untuk mencukupi keperluan di dalam
negeri kecuali udang yang sudah dilakukan ekspor ke berbagai negara.

230. Pariwisata di Malaysia menyajikan keindahan dan keunikan


dari Malaysia itu sendiri, bentang alam yang indah, pantai pasir putih yang
indah, budaya penduduk yang unik, dan lainnya akan mengundang
wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung ke Malaysia. Kedatangan
wisatawan ini akan menambah pemasukan bagi pemerintah Malaysia sendiri
dan masyarakat penduduk sekitar yang melakukan usaha-usaha, misal
warung pernak-pernik atau oleh-oleh khas Malaysia.

231. 2.6.10 Laos

232. A. Keadaan dan Wilayah Laos


233. Secara astronomis, Laos terletak antara 14oLU - 22oLU dan
antara 100oBT - 103oBT. Luas wilayahnya mencapai 236.800 km2. Laos
merupakan negara daratan yang berada di antara negara Asia Tenggara
lain. Laos tidak mempunyai batas laut. Berikut adalah batas-batas
geografis wilayah Laos.
1. Sebelah barat laut : Cina dan Myanmar
2. Sebelah timur : Vietnam
3. Sebelah selatan : Kamboja
4. Sebelah barat : Thailand
234. Laos terletak di daerah iklim tropis, dengan suhu rata-rata
26o 28oC. Musim hujan terjadi pada bulan Mei - November, yang
dipengaruhi angin passat barat daya. Curah hujan rata-rata 1.5002.500
mm/ tahun. Musim kemarau berlangsung selama bulan Desember - April.
Pergantian kedua musim tersebut sangat jelas.
235.
236. B. Kehidupan Sosial-Budaya Negara Laos

237. Laos adalah wilayah dengan etnis yang kompleks. Etnis


terbesar adalah Lao (>80%), meliputi Lao Daratan Rendah, Lao Theung,
dan Lao Soung. Etnis tersebut tinggal di pedesaan. Beberapa suku bangsa
lain adalah Meo (Hmong), Yao (Man), dan Thai. Agama utama di Laos
adalah Buddha serta agama tradisional setempat. Bahasa resmi adalah
bahasa Lao.

238. C. Jumlah Penduduk di Laos

239. Pada tahun 2008, jumlah penduduk Laos mencapai


6.677.534 jiwa, dengan angka pertumbuhan cukup tinggi, yaitu 4,5%.

240.D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia Terhadap


Lingkungannya di Laos

241. Seluruh wilayah Laos terhimpit oleh daratan. Wilayah Laos


bagian utara cukup luas dan menyempit di bagian tengah, dan melebar
kembali di bagian selatan. Laos yang terletak di bagian dalam
Semenanjung Indocina memiliki topografi yang bergunung-gunung
dengan hutan-hutan lebat. Di bagian timur terdapat rangkaian
Pegunungan Cordillera Annam. Pegunungan tersebut sebagian besar
menjadi batas fisik Laos dengan Vietnam di sebelah timur. Sebagian
berupa jurang yang cukup dalam. Puncak tertinggi adalah Gunung Phou
Bia (2.820 m) Laos juga memiliki dataran rendah dan dataran tinggi. Di
antaranya adalah dataran rendah yang terhampar di bagian barat
Pegunungan Cordillera Annam.

242. Di bagian barat wilayah Laos mengalir Sungai Mekong.


Sebagaian besar jalur Sungai Mekong menjadi batas fisik Laos dengan
Thailand di sebelah barat. Sungai Mekong menjadi sungai terpenting di
Laos. Selain sebagai prasarana lalu lintas, sungai ini juga dimanfaatkan
untuk irigasi pertanian dan pembangkit listrik (PLTA). Beberapa sungai
lain yang mengalir di Laos adalah Sungai Nam Neun dan Sungai Nam
Chu di utara, serta Sungai Khong dan Sungai Se Donne di selatan.

243. 2.6.11 Timor Leste

244. A. Keadaan dan Wilayah Timor Leste

245. Nama Asli : Republik Demokratik Timor Leste


246. Ibu Kota : Dili
247. Bentuk Negara : Republik
248. Kepala Negara : Presiden
249. Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri
250.
251. Negara Timor Leste terbentuk 30 Agustus 1999 melalui
referendum. Secara resmi Timor Leste dinyatakan merdeka pada tanggal
20 Mei 2002, dengan nama resmi Republik Demokratik Timor Timur.
Sebelum merdeka pada tanggal 20 Mei 2002, Timor Leste merupakan
salah satu provinsi di Indonesia. Timor Leste disebut juga Timor Lorosae
yang artinya tanah matahari terbit.
252. Luas Timor Leste 15.007 km2. Wilayahnya berada di
bagian timur Pulau Timor. Berikut ini, batas-batas geografis wilayah Timor
Leste.
1. Sebelah utara : Laut Banda dan Selat Wetar.
2. Sebelah selatan : Laut Timor.
3. Sebelah barat : Indonesia(NTT).
4. Sebelah timur : Laut Arafuru.
253. Letak astronomis Timor Leste adalah antara 8o LS-10o LS
dan 124o BT-128o BT. Sebagian besar wilayah negara ini mengalami iklim
tropis dengan curah hujan yang kecil. Akibatnya, di wilayah Timor Leste
juga banyak dijumpai sabana karena wilayahnya relatif kering.

254. Timor Leste pernah dijajah Portugis pada abad ke 16 dan


dikenal sebagai Timor Portugis sampai Portugis melepas negara ini. Akan
tetapi Timor Leste amat tergantung secara politik kepada mantan penjajah
Portugal, selain itu Timor Leste mengadopsi mata uang Dolar Amerika
Serikat sebagai mata uang yang mengakibatkan daya beli rakyat jauh
menurun dibandingkan ketika masih menjadi provinsi Indonesia. Saat ini
tiga bank asing memiliki cabang di Dili: ANZ National Bank, Banco
Nacional Ultramarino yang merupakan anak perusahaan dari bank terbesar
Portugal Caixa Geral de Depsitos, dan Bank Mandiri.

255. B. Kehidupan Sosial-Budaya Timor Leste

256. Berdasarkan sensus 2010, 96,9% penduduk beragama


Katolik, 2,2% Protestan, 0,3% Muslim, dan 0,5% lainnya atau tidak
beragama. Agama Katolik telah bercampur dengan tradisi lokal. Jumlah
gereja meningkat dari 100 pada tahun 1974 menjadi lebih dari 800 pada
tahun 1994. Timor Leste menjadi salah satu dari hanya dua negara yang
didominasi oleh umat Katolik Roma di Asia (bersama Filipina), di
beberapa bagian di Indonesia Timur juga mempunyai mayoritas penduduk
beragama Katolik seperti Nusa Tenggara Timur.
257. Timor Leste mempunyai dua bahasa resmi yaitu Portugis
dan Tetun. Bahasa Tetun termasuk rumpun bahasa Austronesian yang
diucapkan di sekitar Asia Tenggara. Selain itu dalam konstitusi disebutkan
pula bahwa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dijadikan bahasa kerja.
Selain itu terdapat pula belasan bahasa daerah, diantaranya: Bekais,
Bunak, Dawan, Fataluku, Galoli, Habun, Idalaka, Kawaimina, Kemak,
Lovaia, Makalero, Makasai, Mambai, Tokodede, dan Wetarese. Dalam
praktek keseharian, masyarakat banyak menggunakan bahasa Tetun
Portugis sebagai bahasa ucap. Sementara bahasa Indonesia banyak dipakai
untuk menulis.

258. Budaya di Timor Leste dipengaruhi oleh banyak budaya


luar, termasuk Portugis, Katolik Roma, dan Indonesia. Budayanya lebih
banyak dipengaruhi oleh legenda Austronesian. Radio adalah media yang
paling populer. Stasiun Radio Televisi Timor Leste diluncurkan pada tahun
2002. Radio publik menjangkau 90% penduduk, sementara TV publik
mempunyai jangkauan yang lebih kecil. Timor Leste mempunyai 2.300
pengguna internet pada bulan Desember 2011. Timor Leste telah
mengikuti berbagai organisasi olahraga seperti International Olympic
Committee (IOC), International Association of Athletics Federations
(IAAF), International Badminton Federation (IBF), Union Cycliste
Internationale, International Weightlifting Federation, International Table
Tennis Federation (ITTF), dan Tim Nasional Sepakbola Timor Leste
bergabung dengan FIFA. Timor Leste juga telah mengikuti berbagai ajang
olahraga internasional seperti SEA Games dan Olimpiade.

259. C. Jumlah Penduduk di Timor Leste

260. Pada tahun 2008, jumlah penduduk Timor Leste mencapai


1.108.777 jiwa, dengan angka pertumbuhan cukup tinggi, yaitu 3,36%.
Penduduk Timor Leste terdiri dari suku-suku seperti Timor, Belu, Galo,
Nombi, Sabu, Rote, dan Telun.
261.D. Keadaan Geografi Fisik dan Cara Adaptasi Manusia Terhadap
Lingkungannya di Timor Leste

262. Wilayah Timor Leste berada di Pulau Timor, terbagi


menjadi dua bagian yang terpisah. Bagian yang lebih luas, mencakup
rupakan sebagian wilayah Pulau Timor. Bagian yang lebih kecil
membentuk kantong di wilayah Wilayah-Wilayah Timor Leste sebagian
besar berupa pegunungan, yang membentang di bagian tengah dan
memanjang dari barat ke timur. Bagian utara dan selatan berupa dataran
rendah pantai.

263. Letak geografis Timor Leste adalah: Di sebelah utara


terdapat Selat Ombai, Selat Wetar, dan Laut Banda. Di sebelah selatan
terdapat Laut Timor dan Australia. Di sebelah barat terdapat Provinsi
Nusa Tenggara Timur yang merupakan bagian dari Indonesia. Di sebelah
timur terdapat Taman Nasional Nino Konis Santana yang berupa hutan
tropis kering. Disana terdapat beberapa spesies tumbuhan dan hewan
unik.

264. Kebanyakan wilayah Timor Leste berupa pegunungan dan


gunung tertinggi di Timor Leste adalah Gunung Tatamailau yang dikenal
sebagai Gunung Ramelau dengan ketinggian 2.963 meter. Timor Leste
beriklim tropis dan umumnya panas dan lembab. Terdapat dua musim
yaitu musim panas dan musim hujan. Ibu kotanya, kota terbesar, dan
pelabuhan utama adalah Dulu, dan kota terbesar kedua adalah Baucau.

265. Sebagai negara baru, Timor Leste relatif sedang merintis


berbagai bidang perekonomian, dari pertanian hingga pertambangan.
Hasil pertanian utama Timor Leste adalah kopi, jagung dan kentang.
Penduduk Timor Leste juga melakukan usaha di bidang perkebunan.
Hasilnya antara lain kopi, kelapa, cengkeh, dan kayu cendana.

266. Hasil tambangnya meliputi emas, perak, dan marmer. Timor


Leste juga memiliki potensi minyak bumi di Celah Timor (Timor Gap).
Namun, eksploitasi belum dapat dilakukan secara mandiri, karena masih
terbatasnya sarana dan prasarana. Eksploitasi dilakukan oleh Australia
dengan pembagian hasil.

267.

268. BAB III

269. PENUTUP

270. 3.1 Kesimpulan

271. Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian


tenggara. Secara astronomis Asia Tenggara terletak pada 11o LS 21 o LU
dan 92o BT 141oBT. Letak wilayah Asia Tenggara sangat strategis karena
berada di antara tiga daerah perairan, yaitu Samudra Hindia dan Teluk
Benggala di bagian barat, Laut Cina Selatan di utara dan Samudra Pasifik di
timur yang menghubungkan negara-negara barat dan timur sehingga
menguntungkan kegiatan perdagangan dan pariwisata di Asia Tenggara.

272. Asia Tenggara merupakan suatu wilayah yang memiliki kesatuan


negara-negara berdaulat. Negara-negara yang berada dalam kawasan ini
adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand,
Kamboja, Laos, Singapura, Vietnam, Timor Leste, Myanmar. Asia Tenggara
dikatakan sebagai suatu regional karena negara-negara di Asia Tenggara
memiliki kesamaan karakteristik, yaitu kesamaan letak geografis, yakni
persimpangan antara Asia Timur dengan Australia, persimpangan antara
Timur Tengah dengan Amerika; Persamaan sosial budaya yakni merupakan
ras rumpun Melayu; persamaan latar belakang sejarah yakni sebagian besar
merupakan bekas jajahan imperialism barat; persamaaan ekonomi yakni
negara-negara di Asia Tenggara merupakan negara-negara berkembang.

273.

274.