Anda di halaman 1dari 7

Enzim dan hormon yang berpengaruh pada sistem pencernaan

dr. Tiwuk Susantiningsih, M.Biomed.


Materi Minilecture Blok GI Angkatan 2012

Pada sistem pencernaan, pencernaan zat-zat makanan dilakukan secara mekanis dan
kimiawi. Secara mekanis dilakukan dengan gerakan, sedangkan secara kimiawi dilakukan
menggunakan enzim-enzim peencernaan yang dihasilkan saluran cerna atau bukan saluran cerna
(contoh: pankreas). Selain mencerna, absorbsi zat-zat makanan dipengaruhi oleh hormon-hormon
(terutama hormon metabolisme) yang bisa berdampak langsung atau tidak langsung.
Untuk mempelajari dan mempermudah klasifikasi, berikut ini adalah klasifikaasi enzim yang
berpengaruh pada sistem pencernaan berdasarkan zat-zat makanan yang akan dicerna

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam tubuh, walaupun energi yang dihasilkan lebih
kecil dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh lemak dan protein, karena karbohidrat lebih
mudah diceerna dan dimetabolisme oleh tubuh kita. Karbohidrat dicerna oleh tubuh dalam bentuk
gula sederhana atau disebut monosakarida. Untuk pembelajaran yang lebih runtut dan sistematis,
berikut adalah enzim enzim yang berperan dalam pencernaan karbohidrat berdasarkan urutan kerja.

Enzim ptialin (amilase mulut/amilase oral)

Enzim ptialin termasuk sebagai enzim -amilase,yaitu enzim yang memecah amilum (polisakarida)
menjadi maltosa (disakarida) dan polimer kecil sakarida lainya . Enzim ini terutama dihasilkan oleh
kelenjar parotis. Tetapi karena makanan berada dalam mulut tidak seberapa lama, tidak sampai 5%
dari amium dapat terhidrolisis disini. Walaupun demikian, kerja ptialin dapat bertahan hingga satu
jam saat makanan memasuki lambung

Manifestasi dari kerja enzim ptialin dapat dirasakan saat kita mengunya nasi atau roti dalam waktu
yang lama, maka makanan tersebut kakn semakin terasa manis dan semakin manis.

HCl

HCl dalah asam lambung yang disekresikan oleh dinding lambung yang merubah pH makanan
menjadi asam agar kuman-kuman yang masuk bersama makanan dapat dibunuh di dalam lambung
sebelum masuk ke duodenum.

Enzim amilase pankreas

Enzim amilase pankreas adalah enzim yangdihasilkan oleh kelenjar pankreas yang strukturnya dan
fungsinya sama dengan ptialin. Enzim ini disekresikan menuju pars descenden duodenum Dengan
enzim ini, polisakarida dirubah menjadi disakarida seperti maltosa, sukrosa dan laktosa. Selanjutnya
perjalanan makanan karbohidrat akan dilanjutkan ke usus halus (jejenum dan illeum).

Enzim enzim epitel usus halus

Telah disebutkan di atas bahwa karbohidrat akan diserap dalam bentuk monosakarida, sedangkan
setelah melewati duodenum, karbohidrat baru berbentuk disakarida. Oleh karena itu, terdapat enzim
enzim pemecah disakarida menjadi monosakarida yang dihasilkan oleh epitel usus. Nama enzim ini
sesuai dengan disakarida yang akan dipecah, yaitu maltase sukrase dan laktase.

Setelah menjadi monosakarida, karbohidrat langsung diserap menju darah dan ditransfer ke hati
untuk di koordinasi penggunaanya.

2. Lemak

Lemak (lipid) berperan penting dalam tubuh manusia, selain sebagai energi cadangan, lemak juga
berfungsi membentuk membran sel dan menghasilkan energi yang paling besar melalui proses
lipolisis dan -oksidase. Lemak akan dicerna dalam bentuk asaam lemak. Berikut ini enzim yang
berpengaruh pada pencernaan lemak.

Lipase gaster

Lipase adalah enzim pemecah lemak, di lambung dihasilkan enzim lipase gaster untuk memecah
lemak, tetapi rata-rata proses ini tidak begitu berarti, karena pencampuran lemak dan enzim mutlak
memerlukan ester-cholesterol yang dihasilkan oleh empedu yang disekresikan ke duodenum.

Lipase pankreas yang dibantu oleh cholesterol yang dihasilakan empedu


Lipase pankreas dihasilkan untuk hidrolisis lemak menjadi asam lemak, tetapi umumnya enzim
bersifat hidro filik dan lemak bersifat hidrofobik sehingga tidak dapat mencampur dan
bereaksi.untuk itu diperlukan ester-cholesterol yang dapat menjadi emulgator agar lemak dan ezim
dapat bercampur

Setelah berhasil lemak akan diserap dan diangkut ke dalam darah. Karena lemak tidak larut air
maka transportasinya memerlukan protein plasma yaitu kilomoikron, LDL (low density lipoprotein)
dan HDL (high density lipoprotein).

3. Protein.

Protein adalah komponen penting pertumbuhan karena sebagian besar sel terdiri dari protein.
Begitupun sistem imun dan protein plasma, semuanya mutlak membutuhkan protein.
Protein diabsorbsi dalam bentuk asam amaino. Berikut ini adalah enzim yang
mempengaruhi pencernaan protein :
Enzim pepsin

Enzim pepsin berfungsi untuk mencerna poli protein menjadi lebih sederhana, pepsin dihasilkan
oleh lambung dan bekerja optimal pada pH asam (2-3) dan tidak bekerja sama sekali dalam pH di
atas 5.

Pepsin memiliki kemampuan untuk mencerna kolagen.

HCl

HCl dalam lambung membantu menesuaikan pH lambung agar pepsin dapat bekerja makasimal.

Tripsin, kimotripsin, dan karboksipolipeptidase

Tripsin, kimotripsin dan karboksi polipeptidase dihasilkan oleh pankreas yang melanjutkan peranan
pepsin dan memecah protein menjadi lebih kecil lagi. Umunya saat meninggalkan lambung, protein
masih berbebentuk proteosa, pepton dan olipeptida besar, kimotripsin dan tripsin dapat memecah
protein menjadi polipeptida kecil dan karboksipolopeptidase dapat menghasilkan asam amino dari
ujung karboksil polipeptida.
Telah disebutkan semua enzim yang mempengaruhi pencernaan karbohidrat, protein dan lemak.
Selain itu terdapat juga enzim lain sepeti renin pada gaster untuk memecah susu, dan enzim karnitin
pada otot untuk memasukan asam lemak bebas hasil lipolisis ke dalam mithondria untuk proses
beta-oksidase.

Telah disebutkan diatas, bahwa pencernaan juga dipengaruhi oleh hormon-hormon. Berikut adalah
hormon hormon yang dapat mempengaruhi pencernaan.

1. Human Growt Hormone (hGH)

hGH dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior yang merupakan hormon pertumbuhan.

hGH memiliki efek untuk cenderung meningkatkan glikogenolisis pada hati, lipolisis
pada jaringan adiposa sehingga menimbulkan kelaparan sel seiring meningkatnya gula
darah. Akan dihasilkan hormon stress yang merangsang rasa lapar.

hGH juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan uptak asam amino pada sel dan
mempercepat pembelahan sel.

2. Hormon tiroid

Hormon tiroid bekerja seiring dengan hormon pertumbuhan, hormon tiroid adalah
hormon metabolisme yang dapat meningkatkan pemakaian karbohidrat, protein dan
lemak untuk metabolisme yang menghasilkan energi, panas, dan ATP. Hormon ini
dihasilkan oleh kelenjar tiroid dengan rangsangan TSH dari hipofisis

Kelebihan hormon tiroid atau hipertiroid dapat menyebabkan metabolisme meningkat,


tubuh menjadi panas, tremor dan kebutuhan makanan meningkat, tetapi berat badan
tetap rendah karena makanan hanya menjadi energi untuk panas dan gerakan pada saat
tremor.

3. Parathormon (PTH)
Patahormon dihasilkan oleh kelenjar paratiroid yang memiliki defek pada pengaturan
kadar kalsium. Saat tubuh kekurangan kalsium, maka parathormon dapat meningkatkan
absorbsi kalsium pada usus halus.

4. Insulin

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk
menurunkan kadar gula darah. Defek insulin pada pencernaan adalah, ketika gula darah
meningkat, maka insulin akan menghambat absorbsi glukosa pada usus halus dan
menginduksi lipogenesis dan glikogenogenesis.

5. Hormon adrenalin, dan nor adrenalin.

Sistem pencernaan dipengaruhi oleh sistem syaraf otonom yang kerjanya dipengaruhi
oleh hormon hormon ini. Efeknya dapat ke syaraf simpatis atau parasimpatis yang dapat
meningkatkan atau menurunkan motilitas usus, meningkatkan atau menurunkan sekresi
asam lambung dan efek efek lainya.

6. hormon lainya

terdapat berbagai hormon yang berefek menghambat atau meningkatkan hormon lainya,
sehingga secara tidak langsung mempengaruhi pencernaan.
HORMON PADA SALURAN PENCERNAAN
Makanan adalah bahan-bahan yang diperlukan tubuh supaya tetap hidup. Agar tetap sehat
makanan harus memenuhi syarat-syarat kesehatan, seperti makanan harus higiensis, artinya tidak
mengandung kuman penyakit dan zat racun. Makanan harus bergizi, yaitu cukup mengandung
karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan air serta makanan harus mudah dicerna.
Pencernaan merupakan proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana.
Prosesnya berlangsung di dalam sistem pencernaan makanan.

Di dalam sistem pencernaan makanan, bahan-bahan makanan dicerna secara mekanis dan
secara kimiawi oleh enzim-enzim dan didukung oleh hormon sebagai perangsang pencernaan.
Enzim pencernaan disekresi pada hampir semua bagian dari mulut sampai ujung distalium
sedangkan sekresi hormon yang mengatur proses pencernaan hanya berlangsung di beberapa organ
pencernaan seperti lambung dan usus halus.

Beberapa hormon yang berperan dalam saluran pencernaan, yaitu sebagai berikut :

1. Gastrin
Gastrin diproduksi di dinding lambung. Distimulus dan disekresikan oleh sel-sel dalam lambung
untuk produksi makanan dalam lambung, dan merangsang produksi asam hidroklorat oleh sel
parietal lambung dan meningkatkan pergerakan dari dinding lambung. HCl dalam lambung
bertanggungjawab untuk mengaktifkan enzim pencernaan terpenting di lumbung, pepsin.
Pengaruh hormon ini dalam mengatur pencernaan sebagai perangsang sekresi terus-menerus
getah lambung dan pengaruhnya kuat untuk mempermudah pengosongan lambung.

2. Enterogastron (sekretin)
Dihasilkan oleh usus halus yang dipicu oleh kehadiran asam pada usus 12 jari. Hormon ini
merangsang pankreas untuk menyekresikan enzim pencernaan termasuk ion bikarbonat umtuk
menetralkan asam. Ion bikarbonat merupakan buffer dari tingkat keasaman bubur makanan
(chyme) yang memasuki usus halus dari lambung. Hal ini penting karena enzim-enzim yang
diperlukan untuk pencernaan di usus halus tidak dapat bekerja dalam lingkungan asam.
Pengaruh hormon ini dalam proses pencernaan yaitu merangsang pankreas untuk mengeluarkan
bikarbonat, yang menetralkan bubur makanan (chime) asam dalam duodenum., merangsang hati
dan kantung empedu untuk mensekresikan empedu.

3. Cholecystokinin (CCK)
Cholecystokinin (CCK) diproduksi di dinding duodenum. Distimulus untuk produksi asam
amino atau asam lemak dalam chime. Pengaruhnya untuk merangsang pankreas mengeluarkan
enzim pankreas ke dalam usus halus, merangsang kantung empedu untuk berkontraksi, yang
mengeluarkan empedu ke dalam usus halus. Hormon ini bekerja sebagai penghambat kompetitif
untuk memblok motilitas lambung yang meningkat yang disebabkan oleh gastrin.

4. Enterogastron lain
Tempat produksi dinding duodenum. Distimulus untuk produksi chime dalam duodenum.
Pengaruhnya menghambat peristalsis (memperlambat masuknya makanan dalam usus halus).

dr. Tiwuk Susantiningsih, M.Biomed.