Anda di halaman 1dari 2

Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan

sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata.

Kolorimetri merupakan teknik analisis kuantitatif yang digunakan untuk menentukan konsentrasi
suatu zat dengan cara membandingkann intensitas cahaya pada larutan sampel dengan larutan
standar.
Factor kunci dari analisis kolorimetri adalah pembentukan senyawa berwarna, senyawa yang
memiliki sifat berwarna ini adalah senyawa komplek. Senyawa komplek adalah senyawa yang
terbentuk melalui ikatan koordinasi, yakni ikatan kovalen koordinasi antara ion/atom pusat
dengan ligan(gugus pelindung). Pada umumnya atom pusat merupakan suatu logam, terutama
logam-logam transisi, sedangkan ligan atau gugus pelindung merupakan ato/ion bagian dari
senyawa koordinasi yang berada dibagian luar sebagai pemberi pasangan electron.
Senyawa komplek dapat berwarna karena senyawa tersebut menyerap energy pada daerah sinar
tampak. Penyerapan energy tersebut digunakan untuk melakukan promosi atau transisi elektronik
pada atom pusat. Pada kompleks yang berkarakter d1-d9 merupakan kompleks yang memiliki
warna dikarenakan adanya transisi elektronik pada orbital d.
Dari percobaan yang telah dilakukan didapat reaksi oksidasi dari Fe2+ menjadi Fe3+ dengan
kalium permanganate sebagai oksidator.
Fe3+ + SCN- [FeSCN]2+
Salah satu aplikasi dari analisis kolorimetri adalah penenetuan ion besi (III). Factor kunci dari
analisis kolorimetri adalah pembentukan senyawa berwarna. Salah satu senyawa yang memiliki
sifat berwarna adalah senyawa komplek. Prinsip analis menggunakan metode kolorimetri yaitu
berdasarkan tercapainya kesamaan besaran warna antara larutan sampel dengan larutan standar
dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dan sumber mata. Keuntungan utama dari
metode kolorimetri ini diantaranya memberikan cara sederhana untuk menetapkan kuantitas zat
yang sangat kecil.
Dalam percobaan sampel yang digunakan adalah zat besi yang terkandung pada suplemen
sangobion yang lalu ditumbuk atau dihaluskan agar mudah dalam penimbangan, setelah
ditimbang selanjutnya sampel ditambah dengan larutan asam sulfat, lalu dilarutkan
menggunakan stirrer. Setelah dilarutkan ditambah dengan larutan kalium permanganate tetes
pertetes hingga mengalami perubahan warna menjadi ungu muda. Larutan yang didapat
dimasukan dalam labu ukur 250mL lalu diencerkan hingga tanda batas. Setelah didapat
pengencerannya, diambil 5mL lalu dilakukan pengenceran kembali. Dari pengenceran yang
terakhir ini lalu diambil sebanyak 10mL dan dimasukan dalam labu ukur lain dan ditambahi
larutan KSCN 10% beserta aquades. Larutan yang didapat selanjutnya dibandingkan dengan
warna seri larutan standar. Hasil yang didapat larutan sampel dari percobaan yang telah kami
lakukan tidak ada kesamaan dengan salah satu seri warna larutan standar yang disebabkan karena
terjadi kesalahan pada saat pengenceran walau telah dilakukan ulang sebanyak dua kali.