Anda di halaman 1dari 3

Laporan Praktikum

Elektronika Fisis Dasar II

PENGUAT GANDENGAN RC

DISUSUN OLEH :

NAMA : MUH RESKY ADIANSYAH


NIM : H21115307
KELOMPOK : SATU (I)
TANGGAL PRAKTIKUM : 7 MARET 2017
ASISTEN : HARDIANTI
RADHA HARTINA PUTRI

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI


DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Suatu penguat pada dasarnya yang dapat menerima sinyal masukan pada
sepasang kutub masukannya dan memberikan sinyal keluaran pada kutub
keluarannya. Sinyal pada kutub keluaran itu lebih besar nilainya ketimbang yang
masuk ke kutub masukannya. secara umum suatu penguat adalah peralatan yang
menggunakan tenaga yang kecil untuk mengendalikan tenaga yang lebih besar.
Dalam contoh kasusnya ialah beberapa parameter tabung elektron dan transistor
juga bergantung kepada frekuensi. Dalam rancangan penguat tanpa penguat jalur
yang lebih luas, langkah-langkah khusus yang di gunakan untuk mengurangi
variasi penguatannya [1].
Pada kebanyakan sumber isyarat dihubungkan dengan masukan melalui
suatu kapasitor penggandeng, agar arus panjar pada basis masuk tidak masuk ke
dalam sumber syarat. Jika ini terjadi tegangan panjar transistor akan terganggu.
Hal ini serupa juga dilakukan pada keluaran, yaitu untuk menghubungkan penguat
dengan suatu beban. Gandengan yang menggunakan kapasitor disebut gandengan
RC [1].
Telah diketahui bahwa untuk penguatan yang relatif besar, maka sulit
didapatkan daerah frekuensi kerja pada jalur yang cukup lebar. Untuk
memperlebar jalur frekuensi kerja ini biasanya digunakan beberapa tahap penguat
dengan faktor penguatan masing-masing yang tidak terlalu besar, sehingga daerah
kerja dari masing-masing penguat relatif cukup besar [1].
Pada percobaan ini diperkenalkan suatu cara menggandengkan dua buah
penguat dengan menggunakan kapasitor sebagai penggandeng. Dengan cara ini
dikatakan kedua penguat bergandengan RC. Karena sifat kapasitor menahan arus
DC, maka arus-arus bias untuk masing-masing tahap penguat tidak saling
mempengaruh, dan diamati tanggapan amplitudo penguat dan kehilangan
tegangan pada penggandengan disebabkan adanya ketidakcocokan impedansi
antara suatu penguat dengan tahap berikutnya.
I.2 Ruang Lingkup
Percobaan ini dibatasi dengan melakukan pengukuran terhadap perubahan
tegangan masukan dan keluaran pada dua rangkaian penguatan yang kemudian
disatukan.

I.3 Tujuan Percobaan


Setelah mengikuti praktikum diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan
untuk :
1. Menentukan titik-titik pengukuran pada rangkaian penguat
2. Mengukur hilangnya tegangan pada penggandengan dua penguat
3. Mengukur tanggapan amplitudo penguat
4. Memahami kegunaan kapasitor coupling, kapasitor decoupling dan kapasitor
pintas serta pengaruhnya terhadap lebar jalur frekuensi kerja.