Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

BENTUK NEGARA KONFEDERASI

Konfederasi adalah bentuk perserikatan antara negara merdeka berdasarkan perjanjian


atau undang-undang misalnya yang menyangkut berbagai kebijakan bersama.

Bentuk konfederasi tidak diakui sebagai negara berdaulat tersendiri dalam


hukum internasional, karena masing-masing negara yang membentuk konfederasi tetap
memiliki kedudukan internasional sebagai negara berdaulat. Contoh dari konfederasi antara
lain Perserikatan Bangsa Bangsa dan ASEAN.

Konfederasi dapat diartikan juga sebagai bentuk perkembangan selanjutnya dari


bentuk Negara Federal. Negara ini dibentuk sebagai perserikatan antara Negara-negara atau
gabungan beberapa Negara untuk membuat sebuah system kehidupan bersama yang lebih
besar lagi. Unsur pembentuknya bukan lagi koloni atau kelompok-kelompok masyarakat
akan tetapi Negara dalam pengertiannya yang harafiah. Dapat dikatakan bahwa Negara
Konfederasi adalah Negara yang berbentuk Negara. Dalam hukum internasional, Negara
konfederasi tidak diakui sebagai Negara berdaulat, karena Negara-negara yang
membentuknya telah memiliki kedudukan internasional sebagai Negara berdaulat
sebelumnya.
Konfederasi merupakan gabungan dari sejumlah Negara melalui sejumlah perjanjian
internasional yang memberikan wewenang tertentu kepada konfederasi. Dalam bentuk
gabungan ini, negara-negara anggota konfederasi masing-masingnya tetap merupakan
negara-negara yang berdaulat dan subjek hukum internasional. Bentuk konfederasi hanya di
bad XIX. Walaupun Swiss secara resmi menamakan dirinya sebagai konfederasi tetapi
semenjak tahun 1848 pada hakekatnya lebih banyak bersifat federal dimana wewenang luar
negeri berada ditangan pemerintah federal.
Pendapat para ahli tentang Negara Konfederasi (Serikat Negara-Negara) :

1. Jellinek
Menurut Jellinek, perbedaan antara Serikat Negara-Negara (Negara Konfederasi) dengan
Negara Serikat (Negara Federal) adalah dalam masalah kedaulatan (souverenitet), yaitu :

Pada Serikat Negara-Negara (Negara Konfederasi) terletak pada negara-negara yang


berserikat.

Pada Negara Serikat (Negara Federal) terletak pada negara secara keseluruhan.

Pendapat Jellinek tersebut berbeda dengan pendapat Kranenburg. Kranenburg


menyatakan, bahwa apabila kedaulatan dipandang dalam arti kata absolut yaitu kekuasaan
mutlak sebagai kelengkapan semua kekuasaan, maka dalam serikat negara-negara (Negara
Konfederasi) kedaulatanpun tidak seluruhnya terletak dalam tangan negara-negara yang
berserikat dan selalu masih terlihat sedikit kekuasaan pada serikat negara-negara (Negara
Konfederasi) tersebut.

2. Kranenburg
Menurut Kranenburg, perbedaan antara Serikat Negara-Negara (Negara Konfederasi)
dengan Negara Serikat (Negara Federal) adalah dapat dilihat dalam ukuran terikat atau
tidaknya rakyat negara-negara yang berserikat secara langsung dengan peraturan-peraturan
dari Negara Konfederasi tersebut, dalam arti :

Pada Serikat Negara-Negara (Negara Konfederasi), alat-alat perlengkapannya


mempunyai kekuasaan-kekuasaan dan kewajiban-kewajiban terhadap negara-negara
yang berserikat yang telah teratur tersebut, tidak terhadap rakyatnya.

Pada Negara Serikat (Negara Federal), alat-alat pusat mempunyai kekuasaan dan
kewajiban langsung mengenai rakyatnya.

Oleh karenanya sistem Serikat Negara-Negara (Negara Konfederasi) lebih lemah dari sistem
Negara Serikat (Negara Federal).
3. L. Oppenheim
Menurut L. Oppenheim, Negara Konfederasi terdiri dari beberapa negara yang
berdaulat penuh yang untuk mempertahankan kemerdekaan ekstern dan intern, bersatu atas
dasar perjanjian internasional yang diakui dengan menyelenggarakan beberapa alat
perlengkapan tersendiri yang mempunyai kekuasaan tertentu terhadap negara anggota
Konfederasi tetapi tidak terhadap warga negara dari negara yang mengadakan Konfederasi
tersebut. (dari buku Ilmu Negara, Moh. Kusnardi, SH dan Bintan R. Saragih, SH)

Perbedaan negaraa konfederasi dengan negara federasi adalah sebagai berikut :


(1) Negara Federasi (Bondstaat), yakni adanya satu negara besar yang berfungsi sebagai
negara pusat dengan satu konstitusi federal yang di dalamnya terdapat sejumlah
negara bagian yang masing-masing memiliki konstitusinya sendiri-sendiri. Konstitusi
federal adalah mengatur batas-batas kewenangan pusat (federal), sedangkan sisanya
dianggap sebagai milik daerah (negara bagian).
(2) Negara Konfederasi (Statenbond), yakni adanya banyak negara, yang memiliki
konstitusi sendiri-sendiri, tetapi bersepakat untuk bergabung dalam perhimpunan
longgar yang didirikan bersama-sama dengan nama konfederasi. Dalam konfederasi
kedaulatan terletak di negara-negara bagian. Keputusan pemerintah federal mengikat
warganegara, tetapi keputusan pemerintah konfederasi tidak. Bentuk negara
konfederasi merupakan gabungan antara negara-negara yang telah berdaulat dengan
mempergunakan satu-satunya perangkat yang dimiliki, yaitu kongres. Artinya,
negara-negara dalam konfederasi itu tetap memiliki kedaulatan dan konstitusinya
sendiri-sendiri (tidak ada pelimpahan wewenang) namun pemerintahan yang berdaulat
di tiap negara itu bersepakat untuk duduk satu meja memikirkan segala sesuatu
kemungkinan kerjasama dalam forum yang dinamakan kongres tersebut. Jadi bentuk
negara konfederasi ini adalah bentuk yang lebih lunak dari federasi. Sementara itu,
antara federasi dengan konfederasi dapat dibedakan dari segi letak kedaulatan negara
dan kewenangan dalam mengambil keputusan yang mengikat warganegara. Dalam
federasi, kedaulatan terletak di pusat. Negara federasi adalah wewenang tertentu
(seperti di Amerika Serikat adalah tiga wewenang) hanya bisa dilakukan oleh
pemerintah federal. Negara konfederasi, wewenang tersebut dapat dilakukan bersama-
sama sesuai dengan pembicaraan bersama. Satu-satunya negara di dunia saat ini yang
masih menganut sistem konfederasi adalah Swiss. Dan Amerika pun pernah
menerapkan sistem konfederasi ini sebelum terbentuknya negara federal.
MAKALAH ILMU NEGARA
BENTUK NEGARA KONFEDERASI

Irham Miftahul Rizky

3016210157
KELAS A
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-nya hingga saat ini.

Perlu diketahui bahwa didunia ini banyak sekali bentuk Negara, salah satunya adalah
Negara konfederasi. Negara Konfederasi akan dibahas pada makalah ini dengan judul Bentuk
Negara Konfederasi. Di dalam makalah ini akan dkupas secara lebih dalam mengenai
pengertian negara konfederasi, menurut ahli mengenai Negara konfederasi, serta perbedaan
Negara Federasi deng Negara Konfederasi.

Sehingga kita dapat memahami maksud dari kalimat Negara konfederasi itu sendiri.
Semoga makalah ini dapat bermnfaat untuk mahasiswa Fakultas Hukum Universitas
Pancasila dan umum.

Jakarta, 3 April 2017


BAB I
PENDAHULUAN

Negara adalah insititusi yang dibentuk oleh kumpulan orang-orang yang hidup dalam
wilayah tertentu dengan tujuan sama yang terikat dan taat terhadap perundang-undangan
serta memiliki pemerintahan sendiri.

Negara dibentuk atas dasar kesepakatan bersama yang bertujuan untuk mengatur
kehidupan anggotanya dalam memperoleh hidup dan memenuhi kebutuhan mereka. Untuk
mengatur bagaimana anggota masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sebagai warga
negara, negara memberikan batasan-batasan dalam wujud aturan dan hukum. Dan setiap
negara memiliki bentuk-bentuk tersendiri.

Bentuk negara adalah merupakan batas antara peninjauan secara sosiologis dan
peninjauan secara yuridis mengenai negara. Peninjauan secara sosiologis jika negara dilihat
secara keseluruhan (ganzhit) tanpa melihat isinya, sedangkan secara yuridis jika
negara\peninjauan hanya dilihat dari isinya atau strukturnya. Sedangkan secara yuridis jika
negara\peninjauan hanya dilihat dari isinya atau strukturnya.

Dalam makalah ini diterangkan tentang Bentuk Negara Konfederasi ada dan pernah di
terapkan didunia ini.
BAB III
PENUTUP

SIMPULAN

Konfederasi adalah bentuk perserikatan antara negara merdeka berdasarkan perjanjian


atau undang-undang misalnya yang menyangkut berbagai kebijakan bersama.

Bentuk konfederasi tidak diakui sebagai negara berdaulat tersendiri dalam hukum
internasional, karena masing-masing negara yang membentuk konfederasi tetap memiliki
kedudukan internasional sebagai negara berdaulat.

Contoh dari konfederasi antara lain Perserikatan Bangsa Bangsa dan ASEAN.

DAFTAR PUSTAKA

http://yhosepha-nainggolan.blogspot.co.id/

http://rafiatunnajahqomariah.blogspot.co.id/2012/07/bentuk-bentuk-negara.html

http://legalstudies71.blogspot.co.id/2016/01/bentuk-negara-konfederasi.html

Jellinek, Allgemene Staatslehre ,1914.