Anda di halaman 1dari 13

PARAGRAF DESKRIPSI

Isi
Paragraf deskripsi berisi uraian atau paparan
tentang suatu objek.
Tujuan
Tujuan penyusunan paragraf deskripsi adalah
memaparkan/menguraikan suatu objek. Objek
yang diuraikan, misalnya, sifat, ciri, bentuk,
fungsi, atau kegunaannya.

Gagasan Pokok (Umum) dan Gagasan


Pengembang (Khusus)
Gagasan pokok = objek yang diuraikan
bagian-bagiannya, misalnya, ciri, ukuran,
bentuk, fungsi, atau kegunaannya.
Gagasan pengembang = uraian bagian-
bagian yang disebutkan dalam gagasan
pokok.
Simpulan = pengulangan gagasan pokok
dengan kalimat lain.

Pola Paragraf Deskripsi


Gagasan pokok = objek yang memiliki tiga ciri/sifat
dan fungsi kalimat topik

Gagasan pengembang =
Ciri dan fungsi (1) kalimat pengembang
Ciri dan fungsi (2) kalimat pengembang
Ciri dan fungsi (3) kalimat pengembang

Simpulan (opsional) kalimat simpulan

Contoh Paragraf Deskriptif


Di Indonesia, perkawinan bawah tangan yang
disebut kawin siri atau nikah siri dilakukan berdasarkan
aturan agama atau adat istiadat. Istilah perkawinan
bawah tangan atau kawin siri tidak dikenal dalam
sistem hukum Indonesia. Dengan demikian, kawin
siri tidak diatur dalam sistem hukum Indonesia. Secara
hukum, perkawinan yang sah harus dicatatkan di
kantor pencatat nikah, yaitu Kantor Urusan Agama
(KUA) bagi yang beragama Islam atau Kantor Catatan
Sipil bagi non-Islam. Jadi, perkawinan yang tidak
tercatat di kantor pencatat nikah tidak memiliki
kekuatan hukum dan dianggap tidak sah secara
hukum.

PARAGRAF ARGUMENTASI
Isi
Paragraf argumentasi berisi pendapat (opini) setuju
dan/atau tidak setuju yang disertai alasan/bukti yang
berupa data/fakta.

Tujuan
Tujuan penyusunan paragraf argumentasi adalah
menyatakan pendapat penulis tentang sesuatu yang
disetujui dan/atau tidak disetujui disertai alasan/bukti
yang berupa data/fakta.

Gagasan Pokok (Umum) dan Gagasan


Pengembang (Khusus)

Gagasan pokok = opini (pendapat) setuju, opini tidak


setuju, atau opini setuju dan tidak setuju.

Gagasan pengembang = alasan setuju, alasan tidak


setuju, atau alasan setuju dan tidak setuju terhadap
pendapat yang terdapat pada gagasan pokok. Alasan-
alasan itu harus didukung dengan data/fakta.

Simpulan (opsional)
simpulan dapat berupa pengulangan/himbauan untuk
meyakinkan pembaca tentang alasan setuju atau
tidak setuju.

Pola Paragraf Argumentasi 1


Gagasan pokok = opini setuju kalimat topik

Gagasan pengembang = alasan setuju disertai


bukti/fakta kalimat pengembang

Simpulan = meyakinkan pembaca tentang alasan


setuju kalimat simpulan [opsional]

Pola Paragraf Argumentasi 2

Gagasan pokok = opini tidak setuju Kalimat topik

Gagasan pengembang = alasan tidak setuju disertai


bukti/fakta kalimat pengembang

Simpulan = meyakinkan pembaca tentang alasan tidak


setuju Kalimat simpulan [opsional]

Pola Paragraf Argumentasi 3


Gagasan pokok = opini setuju dan tidak setuju
Kalimat topik

Gagasan pengembang = alasan setuju disertai


bukti/fakta kalimat pengembang

Gagasan pengembang = alasan tidak setuju disertai


bukti/fakta kalimat pengembang

Simpulan = meyakinkan pembaca tentang alasan


setuju dan tidak setuju kalimat simpulan [opsional]

CONTOH

PARAGRAF ARGUMENTASI (OPINI TIDAK SETUJU)

Masyarakat umum seharusnya tidak diizinkan


memiliki senjata api meskipun kepemilikan senjata api
dilakukan secara legal. Selain senjata api legal, ada
4.000 senjata api ilegal yang dimiliki masyarakat
Jakarta. Menurut Polda Metro Jaya, senjata api ilegal
dipakai untuk merampok karena selama bulan
November 2010 telah terjadi 10 perampokan dengan
senjata api ilegal. Perampok itu tidak segan menembak
korbannya, bahkan seorang bocah yang sedang jajan di
warung terkena peluru nyasar. Sementara itu, senjata
api legal melukai pemilik bengkel karena ia menegur
orang yang buang air kecil sembarangan di dekat
rumahnya dan melukai sopir angkutan kota yang tidak
tertib berkendara hingga menyebabkan jalan macet.
Seharusnya, polisi tidak hanya merazia pemilik senjata
api ilegal, tetapi juga mendata pemilik senjata api
legal.

PARAGRAF SEBAB DAN AKIBAT


Paragraf sebab-akibat berisi sebab yang
menimbulkan akibat atau akibat yang dihasilkan
oleh sebab.
Tujuan
Tujuan paragraf sebab-akibat adalah
menjelaskan sebab yang menimbulkan berbagai
akibat atau akibat yang dihasilkan oleh berbagai
sebab.
Gagasan Pokok dan Gagasan Pengembang
1. Sebab-Akibat
Gagasan pokok = sebab
Gagasan pengembang = berbagai akibat
Simpulan (opsional) = pengulangan sebab dan
akibat-akibatnya
2. Akibat-Sebab
Gagasan pokok = akibat
Gagasan pengembang = berbagai sebab
Simpulan (opsional)= pengulangan akibat dan
sebab-sebabnya

Pola Paragraf Sebab-Akibat

Gagasan pokok = sebab kalimat topik


Gagasan pengembang =
Akibat (1) kalimat pengembang
Akibat (2) kalimat pengembang
Akibat (3) kalimat pengembang

Simpulan kalimat simpulan

Pola Paragraf Akibat-Sebab

Gagasan pokok = akibat kalimat topik

Gagasan pengembang =
Sebab (1) kalimat pengembang
Sebab (2) kalimat pengembang
Sebab (3) kalimat pengembang

Simpulan kalimat simpulan


CONTOH

Paragraf Sebab-Akibat
Menurut hukum Indonesia, perkawinan
bawah tangan dianggap tidak sah sehingga
menimbulkan dampak negatif bagi istri dan anak
hasil perkawinan itu. Karena tidak dianggap
sebagai istri yang sah, istri tidak berhak
menerima warisan jika suaminya meninggal
dunia. Selain itu, istri tidak berhak atas harta
gono-gini jika terjadi perpisahan karena secara
hukum perkawinan itu dianggap tidak pernah
terjadi. Sementara itu, tidak sahnya perkawinan
bawah tangan juga berdampak negatif bagi anak
yang dilahirkan. Anak itu dianggap hanya
mempunyai hubungan perdata dengan ibu.
Karena anak tidak mempunyai hubungan hukum
dengan ayahnya, di dalam akta kelahirannya
hanya tercantum nama ibu yang melahirkannya.
Selain itu, anak tidak berhak menerima warisan
dari ayahnya.
PARAGRAF PERBANDINGAN
Paragraf perbandingan berisi dua atau lebih objek
yang dibandingkan persamaan dan perbedaannya.

Dua atau lebih objek yang dibandingkan harus


memiliki persamaan dan perbedaan yang signifikan.

Tujuan

Tujuan penyusunan paragraf perbandingan adalah


memaparkan/menjelaskan persamaan dan perbedaan
dua atau lebih objek.

Gagasan Pokok dan Gagasan Pengembang

Gagasan pokok = dua atau lebih objek yang


dibandingkan

Gagasan pengembang = persamaan dan


perbedaan dua atau lebih objek

Simpulan = pengulangan persamaan dan


perbedaan atau tujuan membandingkan dua objek
Pola Paragraf Perbandingan 1

Gagasan pokok = dua objek yang dibandingkan


kalimat topik

Gagasan pengembang =

perbedaan dan persamaan (1) kalimat pengembang


perbedaan dan persamaan (2) kalimat pengembang
perbedaan dan persamaan (3) kalimat pengembang

Simpulan kalimat simpulan

Pola Paragraf Perbandingan 2

Gagasan pokok = dua objek yang dibandingkan


kalimat topik

Gagasan pengembang =
Perbedaan (1) kalimat pengembang
Perbedaan (2) kalimat pengembang
Persamaan (1) kalimat pengembang
Persamaan (2) kalimat pengembang
Persamaan (3) kalimat pengembang
Simpulan kalimat simpulan

CONTOH PARAGRAF PERBANDINGAN:


Operasi Zebra 2010 dan Operasi Zebra 2011
yang dilakukan olehPolda Metro Jaya memiliki
persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah (1)
pengendara yang melanggar rambu lalu lintas.
Pengendara yang melanggar rambu lalu lintas
umumnya berupa menerobos lampu merah. (2)
Pengendara yang kebut-kebutan. Berkendara dengan
kecepatan tinggi sehingga membahayakan
pengendara lain. (3) Surat-surat kendaraan tidak
lengkap, misalnya pengendara tidak memiliki SIM atau
STNK. Sementara itu, perbedaannya adalah (1) Dalam
Operasi Zebra 2010, 859 pengendara kendaraan roda
dua kena tilang, sedangkan dalam Operasi Zebra 2011
jumlah pengendara yang kena tilang berkurang hanya
5% dari tahun 2010. (2) Operasi Zebra 2011 juga
menilang angkutan umum yang menurunkan dan
menaikkan penumpang bukan di halte.

PARAGRAF PROSES

Paragraf proses berisi langkah-langkah yang


berkesinambungan/berurutan untuk
menghasilkan sesuatu.
Paragraf proses berisi langkah-langkah yang
berkesinambungan/berurutan tentang
terjadinya sesuatu.
Tujuan
Tujuan penyusunan paragraf proses adalah
memaparkan/menguraikan/menjelaskan
langkah-langkah terjadinya sesuatu atau
langkah-langkah secara berurutan
(berkesinambungan) untuk menghasilkan
sesuatu.

Gagasan Pokok dan Gagasan Pengembang


Gagasan Pokok = objek yang akan diuraikan
proses terjadinya

Gagasan Pengembang = langkah-langkah


(tahapan) proses

Simpulan = pengulangan gagasan pokok.


(opsional)
Pola Paragraf Proses

Gagasan pokok = objek yang akan diuraikan


proses terjadinya Kalimat topik
Gagasan pengembang Kalimat pengembang
Langkah 1
Langkah 2
Langkah 3
Kalimat simpulan

CONTOH: PARAGRAF PROSES


Pengesahan, pengundangan, dan penyebar-
luasan undang-undang dilakukan dengan
langkah-langkah yang berurutan. Pertama,
Menteri Sekretaris Negara menyiapkan rencana
undang-undang (RUU) yang telah disetujui DPR.
Kedua, RUU diajukan kepada Presiden guna
memperoleh pengesahan. Jika terdapat
kesalahan teknik penulisan, Menteri Sekretaris
Negara dapat melakukan perbaikan dengan
terlebih dahulu memberitahukan kesalahan itu
kepada pimpinan DPR. Ketiga, Menteri Sekretaris
Negara mengundangkan undang-undang dengan
menempatkannya dalam lembaran negara.