Anda di halaman 1dari 13

TUGAS CNC / CAM PERANCANGAN DAN PROSES PEMBUATAN BAUT DAN MUR

(Tugas)

Oleh

Muhammad Bagus Dharma Bulan

13120017

Program Studi Teknik Mesin (Strata 1)

TUGAS CNC / CAM PERANCANGAN DAN PROSES PEMBUATAN BAUT DAN MUR (Tugas) Oleh Muhammad Bagus Dharma

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MALAHAYATI

BANDAR LAMPUNG

2016

Langkah-Langkah Perancangan Baut Dan Mur

Buat 1 buah lingkaran dengan diameter 5. Buat 1 buah lingkaran lagi dengan diameter 8. Buat 1 buah polygon dengan jumlah side/sisi 8 dan titik centernya sama dengan titik center lingkaran dan besar radiusnya 4. Ketika ada pilihan seperti gambar dibawah kita pilih Inscribe …, agar polygon berada didalam lingkaran.

Langkah-Langkah Perancangan Baut Dan Mur Buat 1 buah lingkaran dengan diameter 5. Buat 1 buah lingkaran

Apabila proses yang kita lakukan benar maka akan terlihat gambar seperti dibawah, dimana titik A adalah titik center untuk smua objek.

Langkah-Langkah Perancangan Baut Dan Mur Buat 1 buah lingkaran dengan diameter 5. Buat 1 buah lingkaran

Selanjutnya kita extrude ketiga obejk tersebut, cara melakukan extrude tentu kita sudah tahu karena sudah pernah kita coba di tutorial sebelumnya, kalau kita lupa bisa dilihat caranya ditutorial sebelumnya.

Extrude objek lingkaran dengan diameter 5 setinggi 20 Extrude objek lingkaran diameter 8 bersamaan dengan objek polygon dengan tinggi -3 (minus tiga). Apabila proses yang kita lakukan benar maka gambar pada layar akan terlihat seperti dibawah. Setelah itu langkah selanjutnya adalah membuat objek Helix diujung lingkaran berdiameter 5,

Extrude objek lingkaran dengan diameter 5 setinggi 20 Extrude objek lingkaran diameter 8 bersamaan dengan objek

caranya ikuti langkah berikut. Ketik HELIX kemudian tekan SPASI Klik titik center seperti terlihat pada gambar dibawah

Extrude objek lingkaran dengan diameter 5 setinggi 20 Extrude objek lingkaran diameter 8 bersamaan dengan objek

Kemudian masukan angka 2.5 sebagai radius helix bagian bawah lalu tekan SPASI kemudian masukan kembali angka 2.5 sebagai radius helix bagian atas dan tekan SPASI Tekan T lalu SPASI ( T untuk menentukan jumlah TURN dari helix ) Ketik 15 lalu SPASI

Ketik -15 lalu SPASI (-15 adalah tinggi dari Helix – minus mendandakan bahwa helix akan mengarah kearah bawah) Setelah berhasil membuat helix maka tampilan kurang lebih akan seperti gambar dibawah.

Ketik -15 lalu SPASI (-15 adalah tinggi dari Helix – minus mendandakan bahwa helix akan mengarah

Kemudian buat sebuah objek 2 dimensi ukurannya seperti terlihat pada gambar dibawah.

Ketik -15 lalu SPASI (-15 adalah tinggi dari Helix – minus mendandakan bahwa helix akan mengarah

Warnanya

bebas

saja,

warna

merah

diatas

sengaja saya

bedakan

agar

terlihat

jelas.

Setelah selesai kemudian satukan objek yang mirip segitiga

diatas dengan perintah REGION.

  • - Ketik REG lalu SPASI

  • - Seleksi objek yang berwarna merah lalu SPASI

Kemudian kita buat objek Ulirnya, lakukan langkah berikut.

  • - Ketik SWEEP lalu SPASI

  • - Seleksi Objek Yang Merah tadi lalu SPASI

  • - Seleksi Objek Helix yang sudah kita buat lalu SPASI

Setelah melakukan langkah diatas maka sekarang akan terlihat gambar seperti dibawah pada layar.

Kemudian kita buat objek Ulirnya, lakukan langkah berikut. - Ketik SWEEP lalu SPASI - Seleksi Objek

Sampai disini pengerjaan sudah hampir selesai, sekarang kita lakukan editing pada kepala baut bagian bawah, ikuti langkah dibawah.

Buat radius pada sisi objek cylinder yang berdiameter 8 dengan radius 0.3 (contoh gambar saya beri nilai 0.2 tetapi terlalu kecil anda bisa ubah menjadi 0.3 atau 0.4).

  • - Ketik F lalu SPASI

  • - Ketik R lalu SPASI

  • - Masukan 0.3 lalu SPASI (koma menggunakan titik jangan tanda koma)

  • - Klik sisi garis cylinder bagian atas lalu SPASI

  • - Klik sisi garis cylinder bagian bawah lalu SPASI

Kemudian lakukan langkah dibawah untuk membuat objek kepala baut menjadi INTERSECTION. - Ketik IN lalu SPASI

Kemudian lakukan langkah dibawah untuk membuat objek kepala baut menjadi INTERSECTION.

  • - Ketik IN lalu SPASI

  • - Seleksi Objek Polygon dan Objek Cylinder kemudian SPASI. Maka sekarang tampilan dilayar akan berubah seperti terlihat

pada gambar dibawah.

Kemudian lakukan langkah dibawah untuk membuat objek kepala baut menjadi INTERSECTION. - Ketik IN lalu SPASI

Gambar sebelah kiri adalah gambar sebelum intersection dan gambar sebelah kanan adalah gambar sesudah.

Langkah Terakhir kita buat objek pasangan dari baut dengan cara mengcopy objek kepala baut kebagian atas, cara ini mungkin sudah faham semua dan setelah selesai hasilnya akan terlihat seperti dibawah.

Apabila pada layar sudah tampak seperti diatas maka kita sudah selesai membaut objek baut 3 dimensi.

Apabila pada layar sudah tampak seperti diatas maka kita sudah selesai membaut objek baut 3 dimensi. Untuk proses pembuatan material dan rendering, silahkan ikuti saja pada tutorial sebelumnya sudah pernah diajarkan cara membuat material dan melakukan render.

PROSES PRODUKSI MUR DAN BAUT

A. Pendahuluan

Benda kerja yang dibuat oleh manusia umumnya terdiri dari berbagai komponen. Proses pembuatannya tentu melalui proses pengerjaan dan perlakuan yang berbeda sehinggauntuk dapat merangkainya menjadi sebuah benda utuh, elemen penyambung sangatlah diperlukan. Melihat fungsinya, elemen penyambung sudah pasti akan ikut mengalami pembebanan saat benda yang dirangkainya dikenai beban. Ukurannya akan lebih kecil dari elemen yang disambung sehingga akan mengakibatkan beban terkonsentrasi terhadap sambungan tersebut. Ada dua jenis sambungan, yaitu sambungan tetap dan sambungan tidak tetap. Sementara mur dan baut ini merupakan contoh dari sambungan tidak tetap (semi permanent), yaitu sambungan yang dapat dibongkarpasang selagi masih dalam kondisi normal.

B. Proses Pembuatan a. Pembuatan baut

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar dapat

menghasilkan benda kerja berbentuk baut. Langkah-langkahnya

yaitu :

  • 1. Pemotongan benda kerja Ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Silinder pejal dengan diameter 20 cm dan panjang 25 cm dipotong. Pemotongan dilakukan dengan dua alat, yaitu gergaji besi dan gergaji tangan.

Pemotongan

dengan

gergaji

mesin,

benda

kerja

ditempatkan tepat di bawah pisau pemotongnya, kemudian di potong sehingga panjang yang terbentuk adalah 9,5 cm. memotong dengan mesin ini menghasilkan permukaan yang

halus dan memakan waktu yang tidak lama. Sebelumnya, ukur dahulu panjang baut yang akan dibuat dengan menggunakan jangka sorong.

Memotong

menggunakan

mesin

harus

sangat

hati-hati

karena akan menimbulkan percikan api dan suara yang keras.

Maka dari itu, ketika memotong, diharuskan menggunakan APD berupa kacamata dll.

  • 2. Pembubutan

Setelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka sorong dan penggaris. Panjang silinder

yang akan dibubut yaitu 50 mm dengan diameter yang dihasilkan sebesar 10 mm.

Pembubutan

harus

dilakukan secara konstan, yaitu

kecepatan memutar mesin haruslah tetap. Sehingga benda kerja

yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata. Pembubutan dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan diameter 10 mm.

caranya dengan mengatur skala pada mesin bubut. Sebelum melakukan pembubutan, pastikan bahwa benda kerja tepat berada di tengah (center) dan tertancap kuat. Hal ini dilakukan agar ketika pembubutan dimulai, benda kerja tidak akan goyang. Jika posisi baut itu miring, maka baut yang terbentuk pun tidak akan sempurna dan secara ekstetika tidak indah dan bentuknya pun akan menjadi miring sehingga tidak muat untuk dipasangkan mur. Lalu, sebelum menyalakan mesin, goreskan dahulu mata bor kepada benda kerjanya. Selain itu, kita pun harus memberikan air selama proses berlangsung agar mata bor tidak panas.

Dan

hal ini pun terjadi kepada kami. Kesalahan

yang kami

lakukan adalah pemutaran yang tidak konstan, sehingga bubut yang dihasilkan tidak ‘mulus’. Pembubutan yang kami lakukan kira-kira lebih dari lima kali. Hal ini karena baut yang dihasilkan harus memiliki diameter 10 mm, di mana setiap kali membubut, kedalaman pisau yang diatur sebesar 2 mm sehingga pengerjaannya harus berulang.

Setelah dipotong, kemudian silinder dibubut. Sebelumnya ukur terlebih dahulu bagian yang akan dibubut dengan menggunakan jangka
  • 3. Mengikir Mengikir dilakukan setelah silinder selesai dibubut. Bagian yang dikikir yaitu bagian hasil pembubutan. Silinder yang akan dikikir ditempatkan di atas ragum, sehingga pengikiran akan lebih mudah. Dalam mengikir, usahakan dilakukan satu arah agar hasil yang diperoleh akan baik.

  • 4. Membuat ulir

Setelah

permukaan

silinder

halus,

maka

langkah

berikutnya adalah pembuatan ulir. Panjang silinder yang akan diulir yaitu 50 mm. oleh karena itu, harus diukur dan diberi tanda terlebih dahulu. Alat yang digunakan adalah snai. Jadi, baut ditempatkan di atas ragum dengan posisi kepala baut di bawah. Kemudian memasangkan tap dengan ukuran 1.25 kedalam baut. Kemudian diputar mengikuti arah jarum jam. Snai yang digunakan ada tiga buah. Yang pertama yang lancip, lalu agak lancip dan yang terakhir yang tumpul. Ketika menyenai, perlu ditambahkan sedikit oli sebagai pelumas, sehingga ketika memutar snai tidak terlalu sulit. Penyenaian dilakukan hingga batas baut yang akan diulir, setelah selesai putar snai berlawanan jarum jam. Pada saat penggunaan snai harus hati-hati. Karena benda kerja dijepit pada snai, maka harus diperhatikan betul apakah benda kerja terjepit sempurna. Jika tidak terjepit dengan sempurna maka resiko tidak terbentuk ulir dengan sempurna dan resiko sney patah akan terjadi. Snai bisa patah jika kita terlalu kencang memutar snai dan snai tidak terjepit benar.

5. Membuat segi enam Langkah ini merupakan langkah terakhir dari rangkaian pembuatan baut. Sebelumnya, kita membuat pola segi enam di kertas kecil, kemudian ditempelkan di kepala baut. Pembentukan kepala baut ini bias dilakukan dengan dua cara yaitu dengan dikikir ataupun dipotong dengan gergaji. Kelompok kami awalnya menggunakan gergaji, namun hasil yang diperoleh tidak terlalu baik. Sehingga disiasati dengan kikir.

a) Pembuatan mur

Langkah – langkah dalam pembuatan mur hampir sama seperti membuat baut. Yang berbeda yaitu adanya proses pengeboran dan pengetapan dalam membuat mur. Pengeboran dilakukan setelah memotong silinder sehingga menghasilkan 2 bagian yang berukuran kecil, yaitu 12,5 mm. Pemotongannya dilakukan dengan menggunaka gergaji besi. Memang sangat sulit memotong dengan gergaji besi. Kesulitan yang dialami yaitu ketika akan menggoreskannya kepada silinder, juga ketika ditengah-tengah pemotongan sangat berat. Sehingga waktu yang digunakan dalam proses ini cukup lama

dan jika dibandingkan, hasil yang diperoleh dengan gergaji besi tidak sebaik dengan gergaji mesin.

Sebelum dibor, kita

beri

tanda

di

tengah-tengah mur.

Kemudian dititikdengan penitik agar ketika melubangi, mata bor tidak goyang, tapi langsung tepat sasaran. Namun, hasil pengeboran mur kelompok kami tidak pas di center, sedikit

keluar batas. Hal ini mungkin terjadi karena jam terbang yang kurang, sehingga keahlian dalam mengebor masih minim.

Proses

ini

harus

dilakukan dengan pengawasan penuh

hampir sama seperti bubut dan dilakukan dengan kehati-hatian

dalam menentukan kecepatan bor. Hal ini harus diperhatikan karena jika kita mengebor besi dengan kecepatan yang terlalu kencang atau cepat maka resiko mata bor patah akan terjadi

karena mata bor menjadi lebih cepat panas apalagi jika kita tidak memberikan cairan pendingin atau oli pada saat proses pengeboran. Setelah dibor, kemudian dibuat alur di dalam mur tersebut dengan menggunakan tap. Sama halnya dengan membuat ulir dengan snai, mengulir dengan tap pun harus diberikan oli. Dalam proses inikesulitan yang dialami yaitu pada awal pengetapan, agak berat, namun setelah beberapa lama , pengetapan menjadi lebih mudah.

Proses

terakhir

yaitu

membuat

bentuk

segi

enam.

Pembentukannya kali ini menggunakan kikir, sehingga hasil yang diperoleh lebih baik dari baut yang dibuat dengan gergaji.

dalam menentukan kecepatan bor. Hal ini harus diperhatikan karena jika kita mengebor besi dengan kecepatan yang