Anda di halaman 1dari 23

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.....................................................................................................................1
BAB I.................................................................................................................................2
PENDAHULUAN.............................................................................................................2
1.1 LATAR BELAKANG...........................................................................................2
BAB II...............................................................................................................................4
PEMBAHASAN...............................................................................................................4
2.2 PENGERTIAN KOPERASI.....................................................................................6
2.3 CIRI CIRI KOPERSI................................................................................................8
2.4 FUNGSI KOPERASI...............................................................................................12
2.5 PERAN KOPERASI................................................................................................14
2.6 TUJUAN KOPERASI.............................................................16
2.7 LANDASAN KOPERASI.........................................................16
2.8 PRINSIP KOPERASI..............................................................16
2.9 ASAS KOPERASI DAN NILAI...................................................17
3.1 PERMODALAN KOPERASI.....................................................17
3.2 BENTUK-BENTUK KOPERASI.................................................18
3.3 JENIS-JENIS KOPERASI........................................................19
3.4 CARA MENDIRIKAN KOPERASI..............................................20
3.6 SISA HASIL USAHA (SHU).......................................................21
BAB III............................................................................................................................21
PENUTUP.......................................................................................................................21
3.6 KESIMPULAN.........................................................................................................21
3.7 SARAN......................................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................23

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan
suatu kegiatan usaha tertentu dan kegiatan usaha tersebut
diperlukan oleh masyarakat. Kegiatan usaha yang dimaksud
yaitu dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau
perkreditan, kegiatan pemasaran atau kegiatan lain. Pada
tingkatan ini biasanya koperasi menyediakan pelayanan
kegiatan usaha yang tidak diberikan oleh lembaga usaha lain
yang tidak dapat melaksanakannya akibat adanya hambatan
peraturan. Peran koperasi ini juga terjadi jika pelanggan
memang tidak memiliki aksesibilitas pada pelayanan dari
bentuk lembaga lain.
Koperasi telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain.
Faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan
pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan
loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk bersama-sama
koperasi menghadapi kesulitan tersebut. Dan dalam
melaksanakan roda organisasinya koperasi harus tunduk pada
tata nilai tertentu yang merupakan karakteristik koperasi, tata
nilai ini dapat dilihat pada Undang-Undang RI No. 25 Tahun
1992 tentang perkoperasian terutama pasal 2 s/d 5, yang lazim
disebut : Landasan Asas, Tujuan, Fungsi, dan Peran Prinsip-
prinsip Koperasi.

2
1.2 RUMUSAN MASALAH
Makalah ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana ciri-ciri dari Koperasi ?
2. Bagaimana fungsi dari Koperasi ?
3. Bagaimana peran dari Koperasi ?
4. Bagaimana prinsip koperasi ?
5. Apa tujuan, landasan, prinsip, asas dan nilai koperasi ?
6. Bagaimana permodalan koperasi ?
7. Bentuk dan jenis koperasi ?
8. Cara mendirikan koperasi?
9. Sisa hasil usaha (SHU) ?
1.3 TUJUAN MAKALAH
Makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui secara lengkap dari Koperasi

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 LOGO KOPERASI BARU

3
Logo Sekuntum Bunga Teratai bertuliskan KOPERASI INDONESIA

Arti Gambar dan Penjelasan Lambang Koperasi Baru:

1. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar bunga yang


memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap
perkoperasian di Indonesia, mengandung makna

a. bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang,


berwawasan, variatif,
b. inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta
berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi.

2. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat)


sudut pandang melambangkan arah mata angin yang mempunyai
maksud Koperasi Indonesia:

a. Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan


aspirasi;
b. Sebagai dasar perekonomian masional yang bersifat kerakyatan;
c. Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan,
kemandirian, keadilan dan demokrasi;
d. Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.

4
3. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks Koperasi
Indonesia memberi kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan
untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan jaman yang
bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi
Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna
adanya ikatan yang kuat, baik didalam lingkungan internal Koperasi
Indonesia maupun antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya;

4. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi


kesan kalem sekaligus berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak
pada sektor perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu
keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai
kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa
bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya

5. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama


kantor, pataka, umbul-umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda
pengenal pegawai dan emblem untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan
administratif oleh Gerakan Koperasi di Seluruh Indonesia;

6. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup


berkoperasi yang memuat :

a. Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas


lambang.
b. Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut
dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan
satu kuncup dengan kuncup lainnya, menggambarkan seluruh
pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan

5
berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi
Indonesia.

2.2PENGERTIAN KOPERASI
Koperasi mengandung makna kerja sama. Koperasi
(cooperative) bersumber dari kata co-operation yang artinya
kerja sama. Sehingga koperasi dapat diartikan sebagai badan
hukum yang berdasarkan atas asas kekeluargaan yang
anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum
dengan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Secara lebih
ringkas pengertian koperasi adalah organisasi bisnis yang
dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan
bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Pengertian Koperasi Menurut Para Tokoh :
a. Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum, yang memberikan
kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan
bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk
mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
(Arifinal Chaniago)
b. Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang
menjalankan urusniaga secara kumpulan, yang berazaskan
konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-
mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang
dikandung gotong royong . (Munkner)
c. Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib
penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong.
Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh

6
keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan
seorang buat semua dan semua buat seorang. (Moh.
Hatta)

Pengertian Koperasi Menurut Undang-undang :


Menurut UU No 25 Tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha
yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas
asas kekeluargaan.
Berdasarkan batasan koperasi ini, Koperasi Indonesia
mengandung 5 unsur sebagai berikut :
Koperasi adalaha Badan Usaha (Business Enterprise)
Sebagai Badan Usaha, maka koperasi harus memperoleh
laba.
Koperasi adalah kumpulan orang-orang dan atau badan-
badan hukum koperasi
Koperasi Indonesia buka kumpulan modal. Dalam hal ini,
UU Nomor 25 Tahun 1992 memberikan jumlah minimal
orang-orang (anggota) yang ingin membentuk organisasi
koperasi (minimal 20 orang), untuk koperasi primer dan 3
Badan Hukum Koperai untuk koperasi sekunder. Syarat
lain yang harus dipenuhi adalah bahwa anggotanya harus
mempunyai kepentingan ekonomi yang sama.
Koperasi Indonesia adalah koperasi yang bekerja
berdasarkan prinsip-prinsip koperasi
Prinsip koperasi merupakan jati diri koperasi.
Koperasi Indonesia adalah Gerakan Ekonomi Rakyat

7
Koperasi Indonesia merupakan bagian dari system
perekonomian nasional. Sehingga kegiatannya juga
ditujukan untuk masyarakat umum.
Koperasi Indonesia berazaskan kekeluargaan
Inti dari azas kekeluargaan adalah adanya rasa keadilan
dan cinta kasih dalam setiap aktivitas yang berkaitan
dengan kehidupan berkoperasi.

2.3CIRI CIRI KOPERSI


Berikut ini adalah prinsip koperasi yang merupakan cirri
khas atau jati diri koperasi, yang terdapat dalam UU No.25
Tahun 1995.
a. Keanggotaan bersifat sukarela
Prinsip ini mengandung pengertian bahwa,
seseorang tidak boleh dipaksa untuk menjadi anggota
koperasi, namun harus berdasarkan atas kesadaran
sendiri. Dengan keyakinan tersebut, maka partisipasi
aktif setiap anggota terhadap organisasi dan usaha
koperasi akan timbul. Sifat keterbukaan mengandung
makan bahwa, di dalam keanggotaan koperasi tidak
dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk
apapun. Keangotaan koperasi terbuka untuk siapa pun
yang memenuhi syarat-syarat keanggotaan atas dasar
persamaan kepentingan ekonomi atau karena
kepentingan ekonominya dapat dilayani oleh koperasi.
Terdapat 2 makna sifat sukarela dalam keanggotaan
koperasi yaitu:
- Keanggotaan koperasi tidak boleh dipaksakan oleh
siapa pun, dan

8
- Seseorang anggota dapat mengundurkan diri dari
koperasi-nya sesuai dengan syarat yang ditentukan
dalam AD/ART.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
Prinsip pengelolaan secara demokratis didasarkan
pada kesamaan hak suara bagi setiap anggota dalam
koperasi dilaksanakan pada saat rapat anggota. Para
pengelola koperasi berasal dari para anggota koperasi itu
sendiri. Setiap anggota mempunyai hak yang sama untuk
memilih dan dipilih menjadi pengurus dan pengawas. Di
dalam Rapat Anggota-anggota mempunyai hak satu
suara. Kekuasaan berada di tangan anggota, dan bukan
pada pemilik modal.
c. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan
besarnya jasa usaha masing-masing anggota
Dalam koperasi, keuntungan yang diperoleh
disebut sebagai sisa hasil usaha (SHU). SHU adalah
selisih antara pendapatan yang diperoleh dengan biaya-
biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan usaha.
Pendapatan koperasi diperoleh dari pelayanan anggota
dan masyarakat. Setiap anggota yang memberikan
partisipasi aktif dalam usaha koperasi akan mendapatkan
bagian sisa hasil usaha yang lebih besar dari anggota
yang pasif. Anggota yang menggunakan jasa koperasi
akan membayar nilai jasa tersebut terhadap koperasi, dan
nilai jasa yang diperoleh dari anggota tersebut akan
diperhitungkan pada saat pembagian sisa hasil usaha.
Transaksi antara anggota dan koperasi inilah yang
dimaksud dengan jasa usaha.

9
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Anggota adalah pemilik koperasi, sekaligus
sebagai pemodal dan pelanggan. Simpanan yang
disetorkan u tuk melayani anggota termasuk dirinya
sendiri. Tujuan koperasi untuk meningkatkan efisiensi
dalam mencapai kepentingan ekonomi bersama. Modal
dalam koperasi pada dasarnya digunakan untuk melayani
anggota dan masyarakat sekitarnya, dengan
mengutamakan pelayanan bagi anggota. Dari pelayanan
itu, diharapkan bahwa koperasi mendapatkan nilai lebih
dari selisih antara biaya pelayanan dan pendapatan.
Karena itu, balas jasa terhadap modal yang diberikan
kepada para anggota ataupun sebaliknya juga terbatas,
tidak didasarkan semata-mata atas besarnya modal yang
diberikan, tetapi juga akan diberikan sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki oleh koperasi.
e. kemandirian
kemandirian pada koperasi dimaksudkan bahwa
koperasi harus mampu berdiri sendiri dalam hal
pengambilan keputusan usaha dan orgaisasi. Dalam
kemandirian terkandung pula pengertian kebebasan yang
bertanggung jawab, otonomi, swadaya, dan keberanian
mempertanggung jawabkan segala tindakan/perbuatan
sendiri dalam pengelolaan usaha dan organisasi. Agar
koperasi dapat mandiri, peran serta anggota sebagai
pemilik dan pengguna jasa sangat menentukan. Sebagai
pemilik, anggota harus berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan, menyetor simpanan pokok dan simpanan

10
wajib sebagai sumber modal koperasi, dan
mengendalikan/mengawasi gerak langkah koperasi agar
tetap sesuai dengan kepentingan ekonomi anggota.
f. Pendidikan perkoperasian
Keberhasilan koperasi sangat erat hubungannya
dengan partisipasi aktif setiap anggotanya. Seorang
anggota akan mau berpartisipasi, bila yang bersangkutan
mengetahui tujuan organisasi tersebut, manfaatnya
terhadap dirinya, dan cara organisasi itu dalam mencapai
tujuan. Oleh karena itu keputusan seseorang untuk
masuk menjadi anggota haruslah didasarkan akan
pengetahuan yang memadai tentang manfaat
berkoperasi. Agar anggota koperasi berkualitas baik,
berkemampuan tinggia dan berwawasan luas, maka
pendidikan adalah mutlak. Pendidikan perkoperasian
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam
mewujudkan kehidupan berkoperasi, agar sesuai dengan
jati dirinya. Inti dari prinsip ini adalah bahwa
peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi
(SDMK)_adalah sangat vital dalam memajukan
koperasi.
g. Kerja sama antarkoperasi
Koperasi-koperasi ada yang mempunyai bidang
usaha yang sama, dan ada pula usaha yang berbeda serta
tingkatan yang berbeda. Namun pada dasarnya koperasi-
koperasi tersebut mengemban misi yang sama, yaitu
memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya. Untuk mencapai tujuan

11
tersebut, masing-masing koperasi memliki kelebihan dan
kekurangannya. Kerjasama antar koperasi dimaksudkan
untuk saling memanfaatkan kelebihan dan
menghilangkan kelemahan masing-masing, sehingga
hasil akhir dapat dicapai secara optimal. Kerja sama antar
koperasi dapat dilakukan di tingkat local, nasional, dan
internasional. Prinsip ini sebenarnya lebih bersifat
strategi dalam bisnis.

2.4 FUNGSI KOPERASI


Beberapa pandangan mengenai fungsi koperasi, yakni :
Aliran Yardstick
a. Menurut pandangan aliran ini, koperasi sebenarnya tidak
dapat berbuat banyak dalam melakukan perubahan terhadap
sistem dan struktur perekonomian kapitalis.
b. Fungsi dan peranan koperasi menurut aliran ini, pada
dasarnya hanyalah sebagai tolak ukur, dalam arti sebagai
penyeimbang atau sebagai penetralisir terhadap keburukan-
keburukan yang ditimSebab itu, sasaran gerakan koperasi
dalam suatu masyarakat kapitalis, terbatas pada segi
melenyapkan praktek-praktek persaingan yang tidak sehat,
yang sering menyertai sistem perekonomian itu.
c. bukan oleh sistem perekonomian kapitalis.
d. Sebab itu, sasaran gerakan koperasi dalam suatu masyarakat
kapitalis, terbatas pada segi melenyapkan praktek-praktek
persaingan yang tidak sehat, yang sering menyertai sistem
perekonomian itu.

Aliran sosialis

12
a. Pandangan aliran sosialis ini, memandang sistem
perekonomian kapitalis sebagai musuh utamanya, fungsi
koperasi dalam masyarakat kapitalis harus lebih dari hanya
sekedar sebagai tolak ukur atau sebagai penyeimbang.
b. Menurut aliran ini, karena sistem perekonomian kapitalis
adalah suatu sistem perekonomian yang harus segera diakhiri.
c. Kehadiran koperasi dalam masyarakat kapitalis harus
difungsikan sebagai kekuatan untuk mengakhiri sistem
perekonomian kapitalis itu, karena tujuan akhir aliran ini
adalah sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat sosialis.

Aliran persemakmuran
Menurut aliran ini, fungsi dan peran koperasi dalam
kapitalis bukan sekedar sebagai alat, bukan sebagai
penyeimbang, melainkan sebagai alternatif dari bentuk
perusahaan kapitalis.Jadi koperasi harus ditingkatkan
peranannya dan dikembangkan sebagai suatu gerakan
masyarakt untuk mewujudkan suatu masyarakat koperasi.

Menurut Undang-undang
Menurut UU No. 25 Tahun 1992 Pasal 4 fungsi dan
peranan koperasi adalah sebagai berikut :
a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan
ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan
sosialnya
b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi
kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan
dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi
sebagai soko gurunya

13
d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan
perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas
asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

2.5 PERAN KOPERASI


Peran Koperasi dalam Bidang Ekonomi :
a. Menumbuhkan motif berusaha yang lebih berperi-
kemanusian.
b. Mengembangkan metode pembagian SHU yang lebih adil.
c. Memerangi monopoli dan bentuk-bentuk konsentrasi modal
lainnya.
d. Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah.
e. Meningkatkan pengahsilan para anggotanya

f. Menyederhanakan dan mengefesienkan sistem tata niaga:


menguraangi mata rantai perdagangan yang tak
perlu,
melindungi konsumen dari iklan yang
membingungkan, dan
menghilangkan praktek-praktek tata niaga yang
tidak benar dan tidak jujur.

g. Menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam koperasi.


h. Menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran
atau antara kebutuhan dengan pemenuhan.
i. Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya
secara efektif

Peran Koperasi dalam Bidang Sosial :

14
a. Mendidik anggota untuk memiliki semangat bekerjasama
baik dalam menyelesaikan masalah maupun dalam
membangun tatanan sosial yang lebih berperikemanusian.
b. Mendidik anggota untuk memiliki semangat berkorban,
sesuai dengan kemampuannya masing-masing, demi
terwujudnya suatu tatanan sosial yang adil dan beradab.
c. Mendorong terwujudnya suatu tatanan sosial yang
manusiawi, yang tidak dibangun di atas hubungan-hubungan
kebendaan, melainkan atas rasa persaudaraan dan
kekeluargaan.
d. Mendorong terwujudnya suatu tatanan sosial yang bersifat
demokratis, yang menjamin dilindunginya hak dan kewajiban
setiap orang.
e. Mendorong terwujudnya suatu kehidupan masyarakat yang
tentram dan damai.

2.6 TUJUAN KOPERASI


1. Memajukan kesejahteraan anggota.
2. Menyejahterakan dan mencapai kemakmuran masyarakat pada
umum.
3. Ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju,adil dan makmur dengan
berlandaskan kepada pancasila dan UUD 1945.

2.7 LANDASAN KOPERASI


Landasan Idiil adalah pancasila
Landasan Struktural adalah UUD 1945 Pasal 33 ayat 1
Landasan Operasional UU No. 25 th. 1992

15
2.8 PRINSIP KOPERASI
1) Keanggotaan Koperasi bersifat sukarela dan terbuka
2) Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis
3) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding
dengan besarnya jasa masing-masing anggota
4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5) Kemandirian
6) Pendidikan perkoperasian
7) Kerjasama antar koperasi

2.9 ASAS KOPERASI DAN NILAI


Koperasi bekerja dengan berasaskan Kekeluargaan. Nilai-nilai
yang dijunjung tinggi koperasi
a. Nilai yang mendasari kegiatan koperasi, kekeluargaan,
menolong diri sendiri, bertanggung jawab, demokrasi,
persamaan, berkeadilan, dan kemandirian.
b. Nilai yang diyakini anggota koperasi, yaitu kejujuran,
keterbukaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap
orang lain.

3.1 PERMODALAN KOPERASI


Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan
kegiatan usahanya koperasi juga memerlukan modal. Adapun modal
koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman.
Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:

16
Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh
anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan
pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih
menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk
setiap anggota.
Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus
dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan
kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan
yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil
kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan
Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri,
pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi,
dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai
dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat
hibah/pemberian dan tidak mengikat.

3.2 BENTUK-BENTUK KOPERASI


1. Koperasi Primer
Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota
sebanyak 20 orang perseorangan.
2. Koperasi Sekunder

17
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi
serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan
koperasi primer.
Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :
Koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling
sedikit 5 koperasi primer
Gabungan koperasi adalah koperasi yang anggotanya minimal
3 koperasi pusat
Induk koperasi adalah koperasi yang minimum anggotanya
adalah 3 gabungan koperasi

3.3 JENIS-JENIS KOPERASI


Berdasarkan UU RI No. 17 th. 2012 tentang Perkoperasian, jenis-jenis
koperasi adalah sebagai berikut.
a) Koperasi Konsumen
Koperasi Konsumen menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di
bidang penyediaan barang kebutuhan anggota dan nonanggota.
b) Koperasi Produsen
Koperasi Produsen menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di
bidang pengadaan sarana produksi dan pemasaran produksi yang
dihasilkan anggota kepada anggota dan nonanggota.
c) Koperasi Jasa
Koperasi Jasa menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan jasa
nonsimpan pinjam yang diperlukan oleh anggota dan nonanggota.
d) Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Simpan Pinjam menjalankan usaha simpan pinjam sebagai
satu-satunya usaha yang melayani anggota. Koperasi simpan pinjam
harus memperoleh izin usaha simpan pinjam dari menteri.

18
Kegiatannya meliputi, menghimpun dana dari anggota, memberikan
pinjaman kepada anggota, dan menempatkan dana pada koperasi
simpan pinjam sekundernya.

3.4 CARA MENDIRIKAN KOPERASI


Minimal harus memiliki 20 orang anggota
Koperasi Sekunder paling sedikit dibentuk dari 3 koperasi primer
Tahapan-tahapan dalam mendirikan Koperasi
1. Pertama-tama adalah pengumpulan anggota, karena untuk
menjalankan koperasi membutuhkan minimal 20 anggota.
2. Kedua, Para anggota tersebut akan mengadakan rapat anggota,
untuk melakukan pemilihan pengurus koperasi ( ketua,
sekertaris, dan bendahara ).
3. Setelah itu, koperasi tersebut harus merencanakan anggaran
dasar dan rumah tangga koperasi itu. Lalu meminta perizinan
dari negara. Barulah bisa menjalankan koperasi dengan baik
dan benar.
3.5 PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

Dalam Undang-undang RI No. 25 Tahun 1922 tentang Perkoperasian,


bahwa

perangkat organisasi terdiri dari :

1. RAPAT ANGGOTA (RA)

2. PENGURUS

3. PENGAWAS

Ketiga perangkat organisasi koperasi tersebut maupun yang bukan


yaitu manajer merupakan tim manajemen yang mempunyai ikatan
kolektif dalam menjalankan fungsi organisasi

19
3.6 SISA HASIL USAHA (SHU)
Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25 th. 1992, sisa hasil usaha
merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun
buku dikurangi biaya, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam
satu tahun buku yang bersangkutan.

BAB III

PENUTUP

3.6 KESIMPULAN
Koperasi adalah jenis badan usaha yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum.Keanggotaan kopersi terdiri dari
perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota
koperasi.Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang
menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.
Dan banyak sekali manfaat dari koperasi jika kita menjadi
anggota dari koperasi salah satu mamfaat nya adalah,
memenuhi kebutuhan anggota untuk memajukan
kesejahteraannya, mengembangkan aspirasi ekonomi anggota
dan masyarakat di lingkungan kegiatan koperasi, membangun
sumber daya anggota dan masyarakat; dan banyak lagi peran
kopeasi dalam kehidupan anggota nya yang saanggat baik untuk
kesejahteraan angotanya,hal itu juga bisa membantu ekonomi
suatu masyarakat nmun itu juga memelukan ksadaran

20
masyarakat tentang perlu nya koperasi dalam kehidup
bermasyarakat.

3.7 SARAN
Sebaiknya ada kesadaran masyarakat tentang pentingnya
koperasi dalam mebangun ekonomi masyarakat terutara anggota
koperasi tersebut. Dan angota koperasi sebaiknya mampu
memmamfaat kan koperasi dengan sebaik mungkin agar
tercapai tujuan dari koperasi tersebut dengan baik.

21
DAFTAR PUSTAKA

Sitio, Arifin.2001.Koperasi Teori dan Praktik.Jakarta:Erlangga

22
Silvester,H.(2013).I. Pengertian Koperasi, Definisi Koperasi, Prinsip-
prinsip Koperasi, II. Organisasi dan Manajemen Koperasi, dan Pola
Manajemen. (online). Tersedia :

(http://silvesterhotasi.wordpress.com/2013/11/04/i-pengertian-
koperasi-definisi-koperasi-prinsip-prinsip-koperasi-ii-organisasi-dan-
manajemen-koperasi-dan-pola-manajemen/ ), diakses 25 Januari
2015.

( https://latipahrabbani3103.wordpress.com/2014/12/05/tugas-
ekonomi-koperasi-peran-koperasi-persaudaraan-harmonis-dalam-
mensejahterakan-perekonomian-masyarakat/), diakses 25 Januari
2015.

23