Anda di halaman 1dari 119

C

Vol. 8, No.2, November 2014 ISSN: 1978-7103

IVIL SERVICE
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS

SUSUNAN REDAKSI

Pelindung : Kepala Badan Kepegawaian Negara

Pimpinan umum/
Penanggungjawab : Kepala Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian
Pimpinan Redaksi : Novi Savarianti F, S.H., MH. (Hukum Administrasi Negara/BKN)
Wakil Pimpinan Redaksi : Ajib Rakhmawanto, S.IP., M.Si. (Kebijakan Publik/BKN)
Anggota Redaksi : Dr. Muhlis Irfan, S.IP, M.Si. (Manajemen Publik/BKN)
Dr. Janry Haposan U.P. Simanungkalit (Manajemen Publik/BKN)
Mitra Bestari : Prof. Dr. Eko Prasojo (Kebijakan Publik/UI)
Prof. Dr. Yeremias T. Keban (Manajemen Publik/UGM)
Prof. Riset Rusdi Muchtar, MA., APU (Kebijakan Publik/LIPI)
Prof. Dr. Ikrar Nusa Bakti (Politik dan Kebijakan/LIPI)
Dr. Slamet Rosyadi (Manajemen Publik/UNSOED)
Dr. MR. Khairul Muluk (Manajemen Publik/UNIBRAW)
Dr. Hj. R. Ira Irawati (Organisasi Publik & Manajemen SDM/UNPAD)
Penyunting Bahasa : Eka R.D. Situmorang, S.Pd., M.Si.
Sekretariat Redaksi : Seno Hartono, S,Sos.i
Mamat, S.Sos., M.Si.
Sarah Dyba, SE.
Sirkulasi/Distribusi : Heri Noviyanto, A.Md.
Desain Cover/Layout : Santosa
Alamat Redaksi : Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian
Badan Kepegawaian Negara (BKN)
Lantai 2 Gedung Blok II
Jl. May. Jend. Sutoyo Nomor 12 Cililitan, Jakarta Timur
Telp. (021) 80887011, (021) 8093008 ext.2206-2207
Fax. (021) 80887011
e-mail: litbang@bkn.go.id
puslitbang_bkn@yahoo.com

i
C
Vol. 8, No.2, November 2014 ISSN: 1978-7103

IVIL SERVICE
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS

PENGANTAR REDAKSI

Wacana penataan sistem pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjamin kesejahteraan
menjadi topik pembicaraan hangat maupun di kalangan pengamat maupun PNS. Sistem pensiun PNS
saat ini yang menggunakan sistem pay as you go dinilai selalu membebani APBN setiap tahunnya
ditambah lagi dengan jumlah pensiunan PNS semakin bertambah, oleh karenanya mau tak mau
pemerintah selalu menambah anggaran untuk membayar pensiunan PNS. Pemerintah saat ini sedang
melakukan kajian mengenai perubahan sistem pensiun tersebut yang mengacu pada sistem fully funded,
dengan maksud sistem pensiun mengutamakan angsuran para pegawai negeri yang bersangkutan.
Dengan sistem yang demikian, dana yang terkumpul akan dijadikan dana anggaran pensiun pegawai.
Oleh karenanya diperlukan masukan dari beberapa kalangan mengenai analisis dan pendapat-pendapat
mengenai berbagai konsep, pemikiran dan strategi sistem pensiun PNS tersebut yang kiranya dapat
menjadi rekomendasi bagi Pemerintah dalam mengatasi permasalahan sistem pensiun PNS.
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS Vol. 8 No. 2 November 2014 diterbitkan dengan topik
Evaluasi Sistem Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Adapun yang dibahas dalam artikel-artikel tersebut,
yaitu mengenai faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan evaluasi sistem pensiun PNS.
Artikel-artikel dalam jurnal edisi ini diisi oleh para penulis dari kalangan akademisi dan praktisi
yang mengangkat judul sebagai berikut: (1) Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil: Analisis Perspektif
Perbaikan Sistem Pensiun PNS dari Pay As You Go ke Fully Funded, (2) Kebijakan Pensiun Pegawai
Negeri Sipil (PNS) Dalam Pespektif Ekonomi Politik, (3) Reformasi Program Pensiun Pegawai Negeri
Sipil: Studi Kasus Reformasi Sistem Pensiun Pegawai Sektor Publik di Beberapa Negara, (4) Sistem
Paruhan Alternatif Pembayaran Pensiun, (5) Redesain Sistem Pensiun Pegawai Negeri Sipil di Indonesia,
(6) Pensiun Dini Alternatif Solusi Menuju Birokrasi Profesional, (7) Sistem Pensiun PNS: Mewujudkan
Sistem Pendanaan Pensiun Fully Funded, (8) Evaluasi Kebijakan Pensiun Dini Melalui Pendekatan
Sistem Hukum. Artikel-artikel tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam serta
pemikiran baru mengenai Pensiun PNS.
.

Redaksi

ii
C
Vol. 8, No.2, November 2014 ISSN: 1978-7103

IVIL SERVICE
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS

DAFTAR ISI

ARTIKEL

Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil: Analisis Perspektif Perbaikan Sistem Pensiun
PNS dari Pay As You Go ke Fully Funded ....................................................................... 1 - 13
Ajib Rakhmawanto
Kebijakan Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dalam Perspektif Ekonomi Politik ....... 15 - 25
Agus Nugraha
Reformasi Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil: Studi Kasus Reformasi Sistem
Pensiun Pegawai Sektor Publik di Berbagai Negara ...................................................... 27 - 41
Bambang Purwoko

Alternatif Sistem Pembayaran Pensiun Pegawai Negeri Sipil ......................................... 43 - 50


Haniah Hanafie
Redesign Sistem Pensiun Pegawai Negeri Sipil di Indonesia ........................................ 51 - 68
Janry Haposan U.P. Simanungkalit

Pensiun Dini Alternatif Solusi Menuju Birokrasi Profesional ............................................ 69 - 81


Suripto

Sistem Pensiun PNS: Mewujudkan Sistem Pendanaan Pensiun Fully Funded ................ 83 - 92
Suryanto

Evaluasi Kebijakan Pensiun Dini Melalui Pendekatan Sistem Hukum ........................... 93 - 103
Tedi Sudrajat

iii
Vol. 8, No.2, November 2014 ISSN: 1978-7103

Ajib Rakhmawanto (Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara)
Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil: Analisis Perspektif Perbaikan Sistem Pensiun PNS dari Pay as you go ke
Fully Funded
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 1 - 13
Salah satu isu penting dalam konteks penataan manajemen kepegawaian adalah soal pensiun PNS. Pensiun merupakan
jaminan kesejahteraan PNS setelah selesai masa dinasnya sebagai pegawai pemerintah. Perlunya reformasi sistem pensiun
PNS karena didorong oleh perspektif keuangan negara, karena sistem pensiun yang berlaku sekarang telah membebani
keuangan negara, sebagaimana tercermin dari peningkatan alokasi APBN untuk dana pensiun PNS yang terus meningkat
setiap tahunnya. Gagasan untuk mengubah skema pembayaran pensiun PNS, dari sistem pay as you go dengan sistem
fully funded merupakan hal yang harus dilaksanakan. Pay as you go merupakan sistem pendanaan pensiun yang dibiayai
secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun. Sedangkan fully funded adalah
sistem pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan secara bersama-sama oleh PNS sebagai pekerja dan
pemerintah sebagai pemberi kerja dan dana yang terkumpul akan dijadikan sebagai anggaran pensiun.

Kata kunci: pensiun PNS, program pensiun, fully funded system, pay as you go

Agus Nugraha (FISIP Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta)


Kebijakan Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dalam Perspektif Ekonomi Politik
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 15 - 25
Pemerintah berencana untuk mengubah sistem pensiun PNS dari pay as you go ke fully funded, demi mengurangi beban
APBN. Namun rencana kebijakan yang sudah lama diwacanakan tersebut, sampai saat ini belum juga dilakukan, sehingga
beban APBN untuk membayar pensiun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dari perspektif ekonomi politik,
lambatnya pemerintah mengambil keputusan untuk mengubah sistem pensiun sangatlah dimaklumi. Dari sisi ekonomi politik
kelembagaan, pemberlakukaan sistem fully funded untuk mengurangi beban negara, berarti naiknya beban iuran pensiun PNS.
Sementara dibenak para pembuat kebijakan, masih melekat nilai penghargaan dan penghormatan terhadap para PNS yang
telah mengabdi untuk bangsa dan negara, sehingga rasanya tidak tega untuk menambah beban iuran tersebut. Begitu pula
dari pendekatan pilihan publik, tidak bisa dihindari adanya konflik kepentingan antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan
dan juga sebagai calon penerima pensiun. Tentu, para pejabat pemerintah sebagai makhluk pribadi memiliki kepentingan
untuk menghindari penambahan beban bagi dirinya. Untuk itu, agar keputusan perubahan sistem pensiun cepat dilakukan,
maka diperlukan pembuat kebijakan yang keluar dari belenggu nilai balas jasa serta mampu meletakkan kepentingan bangsa
dan negara diatas kepentingan pribadinya.

Kata Kunci: pensiun PNS, ekonomi politik

Bambang Purwoko
Reformasi Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil: Studi Kasus Reformasi Sistem Pensiun Pegawai Sektor Publik
di Berbagai Negara
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 27 - 41

Penyediaan pensiun pegawai negeri di beberapa negara didanai pay as you go sementara pada awal operasinya dikelola
secara terpisah dari sistem nasional, karena pahala pemerintah yang disediakan untuk karyawan karena dedikasi yang
panjang dan terus loyalitas kepada pemerintah selama bertahun-tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan
beberapa masukan yang berguna kepada Pemerintah Indonesia dari apa yang merupakan hasil dari reformasi pegawai
negeri pensiun di beberapa negara apakah akan dilanjutkan secara terpisah dari sistem jaminan sosial nasional atau tidak.
Namun, masalah yang membangkitkan dalam pengoperasian pensiun jaminan sosial yang terutama disebabkan oleh krisis
ekonomi dan penuaan populasi menyebabkan dana kekurangan terjadi di negara-negara industri, sementara solusi untuk
kekurangan ini adalah tawaran mengubah manfaat pasti untuk didefinisikan pensiun iuran seperti pada atas yang ada manfaat
pasti. Dalam prakteknya, pemerintah harus berkontribusi untuk iuran pasti sebagai program tambahan sambil terus menjaga
manfaat pasti bagi anggota sebelumnya kecuali untuk entri baru yang akan berpartisipasi dalam iuran pasti. Metodologi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah untuk meninjau reformasi pensiun pegawai negeri sipil yang telah dipersiapkan oleh
World Bank Pension Team lebih dari 1990-2000 yang dihasilkan dari tiga (3) kategori, yaitu (i) integrasi rencana layanan sipil
dengan sistem jaminan sosial umum, (ii) penyediaan layanan pegawai pemerintah yang terpisah dan atau (iii) penyediaan
program pensiun hari tua kepada karyawan publik saja. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar negara lebih
memilih untuk menggabungkan antara cakupan terpadu PNS jaminan sosial umum dan penyediaan terpisah pensiun pegawai
negeri sementara mengusulkan iuran pasti untuk karyawan publik baru sebagai suplemen tetapi manfaat pasti dengan sedikit
keuntungan terus menjadi diberikan kepada karyawan sebelumnya.
Kata kunci: iuran pensiun, manfaat pasti, rencana didanai, pensiun pay as you go dan dana kekurangan serta penuaan
masalah kependudukan.

iv
Vol. 8, No.2, November 2014 ISSN: 1978-7103

Haniah Hanafie
Alternatif Sistem Pembayaran Pensiun Pegawai Negeri Sipil
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 43 - 50
Setiap individu mengharapkan di usia tua atau masa pensiun hidupnya tenang, aman dan nyaman. Salah satu jaminan
ketenangan tersebut adalah adanya penghasilan yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS), uang pensiun yang diterimanya setiap bulan itulah yang menjadi harapannya. Kini pemerintah selaku
penangungjawab pembayaran uang pensiun pegawai, mencoba melakukan evaluasi dengan sistem pembayaran tersebut,
hal ini mengingat semakin hari sumber daya (resouces) pemerintah sebagai sumber bagi pendapatan negara semakin hari
mengalami penurunan, terutama sumber yang berasal dari minyak. Oleh karena itu, diharapkan sistem pembayaran uang
pensiun pegawai tidak membebani anggaran pengeluaran pemerintah. Terdapat dua alternatif dalam sistem pembayaran,
yaitu sistem pembayaran perbulan atau sekaligus. Kedua alternatif ini memiliki kelemahan dan kelebihannya. Dalam tulisan
ini, diusulkan satu alternatif lain yaitu Sistem Pembayaran Paruhan.

Kata Kunci: uang pensiun, sistem pembayaran perbulan, sistem pembayaran sekaligus, sistem pembayaran paruhan

Janry Haposan U.P. Simanungkalit (Direktorat Kompensasi Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Negara)
Redesign Sistem Pensiun Pegawai Negeri Sipil di Indonesia
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 51 - 68
Permasalahan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia, termasuk di dalamnya permasalahan Pensiun PNS
yang menjadi fokus utama dalam tulisan ini merupakan salah satu permasalahan yang unik dalam sistem kepegawaian negara.
Sudah lama dan sering didiskusikan, namun hingga kini masih belum ada konsep penyelesaian yang jelas dan komprehensif
sesuai harapan. Bertolak dari fenomena tersebut, tulisan ini berupaya mencari solusi alternatif dengan melakukan konstruksi
ulang sistem Pensiun PNS melalui: (1) Reidentifikasi dan deskripsi berbagai permasalahan yang terkait dengan implementasi
Sistem Pemberian Pensiun PNS; (2) Menganalisis pemodelan sistem pensiun PNS sebagai bagian dari sistem manajemen
kepegawaian; dan (3) Memformulasikan rekomendasi kebijakan terkait dengan sistem pensiun PNS ke depan. Terwujudnya
reformasi pensiun PNS ke depan menuntut komitmen (good will) dan konsistensi yang tinggi dari Pemerintah bersama dengan
seluruh stakeholders, yang selaras dengan kaidah dasar dan norma yang seharusnya dilakukan serta sesuai dengan dinamika
lingkungan internal dan eksternal organisasi Pemerintah yang berkembang terkini. Implementasi model pensiun sebagaimana
yang disimulasi dalam tulisan ini haruslah diharmonisasi dengan sub sistem kepegawaian lainnya, sehingga dapat bersinergis
satu sama lain.

Kata kunci: Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiun

Suripto (Puslitbang. SIOAN LAN)


Pensiun Dini Alternatif Solusi Menuju Birokrasi Profesional
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 69 - 81
PNS saat ini masih dilihat sebagai aparatur yang tidak bekerja secara profesional dan produktif. Setidaknya hal ini diakui oleh
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Bahkan, Azwar Abubakar menyatakan hanya 5 persen yang memiliki kompetensi
khusus.Agenda pembenahan kualitas aparatur semakin sulit sejak diterbitkan kebijakan pemerintahan tentang pengangkatan
tenaga honorer sejak 2005. Kuantitas pegawai memberikan dampak pada pengeluaran anggaran aparatur di APBN termasuk
untuk anggaran pensiun. Dimana, peraturan perundangan mengamanatkan dengan fully funded system tetapi implementasinya
menggunakan pay as you go system. Bagaimana mewujudkan aparatur profesional dengan keuangan pensiun yang sehat.
Salah satu wacana nasional dan kebijakan lokal menerapkan program pensiun dini sukarela. Tetapi progam ini tidak
sepenuhnya tetap karena masih tetap memberikan beban dana pensiun yang berat, serta berpotensi kehilangan aparatur
yang kompeten dan profesional. Sebagai saran solusi untuk mewujudkan aparatur yang profesional dan keuangan pensiun
yang sehat antara lain dengan menerapkan fully funded system, menerapkan pensiun dini berdasarkan kinerja aparatur, dan
membenahi peraturan-peraturan yang terkait dengan pensiun dini.

Kata Kunci: profesional, pensiun dini, PNS, anggaran

Suryanto
Sistem Pensiun PNS: Mewujudkan Sistem Pendanaan Pensiun Fully Funded
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 83 - 92
Menikmati masa tua yang sejahtera merupakan harapan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hal ini pulalah yang menjadi
salah satu motivasi ketika mereka melamar kerja, yakni untuk memperoleh pensiun. Pensiun merupakan satu aspek penting
dalam manajemen kepegawaian yang dimaksudkan untuk menghargai dan mensejahterakan PNS ketika mereka memasuki
usia pensiun. Di Indonesia, jaminan sosial dan tunjangan hari tua dikelola oleh PT. TASPEN, sebuah badan usaha milik negara

v
Vol. 8, No.2, November 2014 ISSN: 1978-7103

(BUMN) yang bergerak dalam bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun PNS. Secara konseptual, terdapat dua
sistem pendanaan pensiun yakni sistem pay as you go dan fully-funded. Sistem pay as you go adalah sistem pendanaan
pensiun yang dibiayai secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun.
Sedangkan fully funded adalah sistem pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan secara bersama-sama
oleh PNS sebagai pekerja dan pemerintah sebagai pemberi kerja. Saat ini Indonesia menggunakan sistem pay as you go
dalam membiayai pensiun PNS. Sistem ini bagi organisasi dinilai membebani APBN dan tidak memberikan manfaat pasti bagi
PNS. Berdasarkan hal itu, sistem pendanaan pensiun perlu direformasi dengan mengubah sistem pay as you go ke sistem
fully-funded, dengan kelemahan dan kelebihannya. Penerapan sistem fully-funded mensyaratkan kontribusi pekerja (PNS)
dan pemberi kerja (Pemerintah) serta manajemen kepegawaian yang transparan dan akuntabel.

Kata kunci: manajemen kepegawaian, pensiun, kesejahteraan PNS.

Tedi Sudrajat (Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman)


Evaluasi Kebijakan Pensiun Dini Melalui Pendekatan Sistem Hukum
Civil Service Vol.8. No.2. November 2014 Halaman 93 - 103
Kebijakan pensiun dini dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja pegawai atas dasar profesionalisme yang terkait dengan
kompetensi, yang didalamnya terdapat tingkat penguasaan terhadap ilmu pengetahuan/keterampilan yang diperlukan
oleh jabatan yang akan atau yang sedang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. Jika dalam praktik penataan PNS terdapat
kesenjangan antara yang senyatanya (sein) dengan yang seharusnya (sollen), maka diperlukan evaluasi atas kebijakan guna
mereduksi kesenjangan melalui pendekatan sistem hukum. Berdasarkan analisis, dapat diketahui bahwa saat ini pemerintah
perlu melakukan langkah-langkah kongkrit yang bertujuan untuk mempertautkan antara kepentingan pegawai dengan
organisasi yaitu dengan cara membuat sistem pensiun dini, baik dari aspek substansi, struktur dan budaya hukum guna
mengintegrasikan arah tujuan dan sasaran kebijakan.

Kata kunci : evaluasi kebijakan, pensiun dini, pendekatan sistem hukum

vi
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

PROGRAM PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL:


ANALISIS PERSPEKTIF PERBAIKAN SISTEM PENSIUN PNS
DARI PAY AS YOU GO KE FULLY FUNDED

CIVIL SERVANTS PENSION PROGRAMS:


PERSPECTIVE ANALYSIS OF CIVIL SERVANTS PENSION PROGRAMS
IMPROVEMENT FROM PAY AS YOU GO TO FULLY FUNDED
Ajib Rakhmawanto
Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara
Jl. MayJend Soetoyo Nomor 12 Cililitan Jakarta Timur
e-mail: ajib_mami@yahoo.com

(Diterima 15 Oktober 2014, Direvisi Pertama 17 Oktober 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014 , Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
Salah satu isu penting dalam konteks penataan manajemen kepegawaian adalah soal pensiun PNS. Pensiun merupakan
jaminan kesejahteraan PNS setelah selesai masa dinasnya sebagai pegawai pemerintah. Perlunya reformasi sistem pensiun
PNS karena didorong oleh perspektif keuangan negara, karena sistem pensiun yang berlaku sekarang telah membebani
keuangan negara, sebagaimana tercermin dari peningkatan alokasi APBN untuk dana pensiun PNS yang terus meningkat
setiap tahunnya. Gagasan untuk mengubah skema pembayaran pensiun PNS, dari sistem pay as you go dengan sistem
fully funded merupakan hal yang harus dilaksanakan. Pay as you go merupakan sistem pendanaan pensiun yang dibiayai
secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun. Sedangkan fully funded adalah
sistem pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan secara bersama-sama oleh PNS sebagai pekerja dan
pemerintah sebagai pemberi kerja dan dana yang terkumpul akan dijadikan sebagai anggaran pensiun.

Kata kunci: pensiun PNS, program pensiun, fully funded system, pay as you go

Abstract
One of the key issues in the context of civil service management is the pension of civil servant. Pension is a welfare benefit
after cilvil servants retired. The need of civil servant pension reformation is driven by financial perspectives since the pension
system that applied now has burden the state budget as reflected from the increase in budget allocation for pension funds year
by year. The idea to change the scheme payment of civil servants pension programs from the pay as you go system to fully
funded system must be implemented. Pay as you go is a pension system which is directly funded by the government taken
from the state budget started when the civil servants retired. While fully funded is a pension system where the fund is sourced
from premiums payment taken jointly from civil servants as employees and the government as employers and the collected
funds will be used as the pension budget.

Key words: the pension of civil servants, pension program, pay as you go, fully funded system

PENDAHULUAN memberikan kenaikan gaji pokok PNS yang


secara otomatis juga berdampak pada kenaikan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan gaji pensiun PNS. Namun demikian menurut
penyelenggara negara yang mempunyai tugas Subiyanto (2005) dalam berbagai hal upaya
sebagai pelayan publik (public service) perlu peningkatan kesejahteraan PNS selama ini
dikelola dan diperhatikan kesejahteraannya. belum didasarkan pada hasil penelitian terhadap
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk sistem kesejahteraan yang secara komprehensif
memberikan perbaikan terhadap kesejahteraan sesuai dengan best practices seperti yang
PNS, termasuk kepada pensiunan PNS. Dalam dilakukan oleh negara-negara lain. Sehingga pola
setiap tahun anggaran atau awal periode peningkatan gaji PNS tidak berdampak secara
pemerintahan baru, hampir selalu ada kebijakan signifikan bagi kesejahteraan PNS maupun bagi
pemerintah yang berkaitan dengan masalah pensiunan PNS.
kesejahteraan PNS. Kebijakan tersebut adalah
1
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Sehingga dalam konteks manajemen sangat penting (urgen) untuk diperbaiki. Dengan
PNS yang perlu mendapat perhatian salah melakukan evaluasi terhadap kebijakan Undang
satunya berupa perbaikan sistem penggajian Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun
dan sistem pemberian pensiun PNS. Perbaikan Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai (UU
tersebut menjadi salah satu prioritas mengingat Pensiun PNS) diharapkan dapat memperbaiki
masalah penggajian PNS akan berdampak sistem pensiun PNS ke depan. Evaluasi dan
langsung pada kesejahteraan PNS dan analisis kembali terhadap sistem pensiun PNS
pensiunan PNS. Perbaikan sistem penggajian dirasa sangat penting, karena dampaknya
PNS menjadi hal yang paling urgen bagi PNS telah membebani Angaran dan Pendapatan
sedangkan perbaikan sistem pensiun PNS Belanja Negara (APBN). Persepsi ini didukung
sebagai penentu bagi pensiunan PNS yang sudah oleh fakta bahwa telah terjadi. Pembengkakan
purna bakti. Masalah pensiun pada hakikatnya tunjangan pensiun PNS dalam APBN tahun
adalah memberikan kesejahteraan kepada PNS 2013 dimana pemerintah harus mengalokasikan
yang sudah purna tugas dalam bentuk tabungan/ Rp. 74,3 (tujuhpuluh empat koma tiga) triliun
tunjangan hari tua dan program pensiun. untuk membayar tunjangan pensiun PNS di
Tabungan hari tua merupakan suatu program tahun 2013. Jumlah tersebut dirasakan sangat
asuransi yang terdiri dari asuransi dwiguna yang membebani APBN, terlebih pada setiap tahun
dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan jumlah pensiunan PNS semakin bertambah.
asuransi kesehatan dan kematian. Kebijakan pensiun mulai dari program pensiun,
Dalam hal pendanaan pensiun PNS sifat pensiun, dana pensiun, besaran pensiun,
sebagai upaya untuk memelihara kesinam- dan lembaga pengelola pensiun perlu segera
bungan penghasilan di hari tua, tentunya ditata ulang.
perlu perhatian dan pengelolaan yang lebih Pensiun merupakan hak setiap PNS bagi
baik. Untuk kelangsungan hari tua PNS yang memenuhi syarat, disamping itu pensiun
sebagai penghargaan atas pengabdianya juga merupakan jaminan hari tua dan balas jasa
pada negara telah dikenal dengan istilah dana terhadap PNS yang telah sekian lama mengabdi
pensiun. Sistem pendanaan program pensiun kepada negara sebagai pegawai pemerintah.
ini memungkinkan terbentuknya akumulasi Dalam program pensiun PNS jaminan hari tua dan
dana yang dibutuhkan untuk memelihara balas jasa perlu menjadi perhatian, karena kedua
kesinambungan penghasilan bagi para PNS yang hal ini menjadi kunci guna mendorong semangat
sudah memasuki masa purna bakti. Keyakinan bagi para PNS yang telah memasuki masa purna
adanya kesinambungan penghasilan bagi bakti (pensiun). Permasalahan seputar sistem
pensiunan PNS akan menimbulkan ketentraman pensiun PNS terus menjadi polemik diberbagai
dalam bekerja bagi para PNS yang masih aktif, media masa, mulai dari kalangan pemerintah,
sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja akademisi, praktisi, pengelola dana pensiun
serta dapat membangun iklim kondusif bagi (PT Taspen), anggota DPR, PNS, pensiunan
peningkatan produktivitasnya. Dimensi lebih PNS, dan para birokrat lainya, yang sangat
luas tentang akumulasi dana yang terhimpun intens memberikan statement (pendapat) tentang
dari penyelenggara program pensiun merupakan pensiun PNS. Kebanyakan mereka menuntut
salah satu sumber dana yang diperlukan adanya perubahan dan perbaikan tentang sistem
untuk memelihara profesionalisme dalam pensiun PNS. Isu strategis permasalahan tentang
hal pendanaan pensiun PNS yang sekaligus reformasi sistem pensiun PNS yang banyak
tidak membebani anggaran negara dimasa diwacanakan antara lain;
mendatang. 1. Konsep program pensiun dan tunjangan
Sebagai konsekuensi dari reformasi biro- hari tua yang tidak jelas, apakah menganut
krasi dibidang kepegawaian yang menyangkut pendekatan manfaat pasti atau iuran pasti.
sistem pensiun PNS dengan melihat segala hal Walaupun secara implisit dituangkan dalam
asumsi diatas, masalah peraturan perundang UU Pensiun PNS telah mengamanatkan
undangan sebagai salah satunya yang dianggap program pensiun manfaat pasti, namun
2
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

dalam pelaksanaannya besarnya iuran juga besar ketika sharing APBN naik dari 75%
ditetapkan secara pasti. Akibatnya menurut (tujuhpuluh lima persen) menjadi 79%
Mokhsen (2005) hubungan antara manfaat (tujuhpuluh sembilan persen), dan terakhir
dan iuran menjadi tidak jelas, akhirnya menjadi 82% (delapanpuluh dua persen).
perencanaan anggaran untuk pen-danaan Beban pembayaran pensiun yang semakin
dan pembayaran pensiun sulit di-prediksi besar disebabkan oleh karena adanya
secara cermat/tepat. penyesuaian gaji pokok pensiun sebagai
2. Pengelolaan dana pensiun tidak diarahkan dampak perubahan gaji pokok PNS.
secara berkelanjutan, sekarang sistem dana
pensiun dikelola dengan sistem pay as you Tabel. 1
Komposisi Sharing Pendanaan Pensiun PNS
go maka dari itu ketersediaan dana sangat Antara PT Taspen dan Pemerintah
tergantung pada jumlah dana untuk pensiun SUMBER
yang dialokasikan setiap tahun pada APBN. PEMBIAYAAN
NO PERIODE
Bila praktek seperti ini dipertahankan dan APBN PT.
berlangsung lama, maka dana PNS yang Taspen
sudah terakumulasi dalam PT Taspen akan 1. Sampai dengan Juni 100% 0%
2004
terus menyusut dan habis. Sedangkan pem-
2. Juni 1994 Maret 2007 77,5% 22,5%
bayaran pensiun PNS menurut Mokhsen
(2005) nantinya 100 persen akan tergantung 3. April 1997 Desember 77% 23%
pada APBN, hal ini tentunya akan sangat 1998
membebani keuangan negara. Hal ini 4. Januari 1999 Desember 75% 25%
sebagaimana juga dikatakan Menteri 2002
Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi 5. Januari 2003 Desember 79% 21%
2005
Birokrasi (Menpan) dimana sampai sekarang
6. Januari 2006 Sekarang 82% 18%
ini iuran yang diterima oleh PT. Taspen sekitar
Rp 10 (sepuluh) triliun per tahun tapi yang PT. Sumber: Laporan Kemitraan Partnership dengan
Taspen keluarkan Rp 60 (enampuluh) Triliun, Direktorat Gaji dan Kesejahteraan PNS BKN, 2006,
Reformasi Sistem Pensiun PNS, Jakarta: BKN
sehingga ada gap sebesar Rp 50 (limapuluh)
Triliun yang ditanggung pemerintah.
Penyusutan dana pensiun tersebut juga Tabel. 2
Tren Pembayaran Pensiun PNS
dapat dilihat dari laporan hasil kajian yang
JUMLAH IURAN PNS
dilakukan oleh Kemitraan Partnership TAHUN PEMBAYARAN (4,75%)
dengan Direktorat Gaji dan Kesejahteraan (Milyar Rupiah) (Milyar Rupiah)
PNS BKN tahun 2006, sebagaimana tertera 2006 22,756.09 2,784.90
dalam tabel 1, dan tren kenaikan pembayaran
2007 26,742.00 3,387.40
pensiun PNS pada tabel 2. Dalam laporan
tersebut dijelaskan bahwa penyusutan 2008 33,202.15 4,337.13
dana pembiayaan pensiun PNS ini lebih 2009 40,031.21 5,233.51
disebabkan oleh semakin bertambahnya
2010 44,072.26 5,759.01
jumlah penerima pensiun, maka dari itu
beban APBN untuk membiayai pensiun 2011 51,844.74 6,596.57
semakin bertambah. Meski jumlah sharing 2012 58,184.79 7,319.50
APBN terhadap PT. Taspen berkurang dari
2013 64,676.04 7,729.86
tahun sebelumnya (perubahan dari 77%
(tujuhpuluh tujuh persen) menjadi 75% Sumber: Ermanza (2014), Sistem Pensiun Pegwai
Negeri Sipil dalam makalah Seminar BKN 21 Mei
(tujuhpuluh lima persen) pada Januari 1999) 2014.
bukan berarti beban APBN atas pembiayaan
pensiun semakin berkurang dari periode 3. Lembaga dana pensiun, sebaiknya lembaga
ke periode, bahkan semakin bertambah pensiun bukan dalam bentuk lembaga BUMN
3
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

yang profit oriented, seyogyanya dengan sebagai suatu peran tanpa peran dalam
membentuk lembaga semi pemerintah yang masyarakat yang dibangun berdasarkan etika
secara khusus untuk menangani masalah kerja, dan pensiun merupakan peristiwa penting
pensiun, tidak seperti PT. Taspen yang saat dalam kehidupan seseorang, sedangkan organi-
ini uangnya dari PNS tapi diberlakukan sasi tempat bekerja menurut Fillipo (1984)
seperti BUMN yang harus memberi setoran mempunyai kewajiban dalam memudahkan
kepada pemerintah. pemeliharaan dari suatu tahap ke tahapan yang
4. Besaran pensiun, yang tidak mencerminkan lainnya. Bagi siapapun yang telah memasuki
kesejahteraan bagi penerima pensiun, masa pensiun harus dapat hidup dengan
karena diambil dari prosentase gaji pokok penuh keberhasilan dalam martabat sebagai
PNS yang jumlahnya relatif sangat kecil. Gaji manusia walaupun tanpa mempunyai pekerjaan
PNS dipandang terlalu sangat rendah dan lagi. Program pensiun ini bagi instansi atau
uang pensiun yang mereka terima hanya perusahaan manapun, pada hakikatnya adalah
75% (tujuhpuluh lima persen) dari gaji pokok merupakan suatu hal yang harus terjadi dan
yang justru diinsentifkan bagi mereka para dijalankan. Prinsipnya pensiun adalah program
PNS. Oleh karena itu sebetulnya mustahil yang mempunyai manfaat bagi kelangsungan
kesejahteraan pensiun PNS akan terwujud, organisasi dan wajib bagi seseorang pegawai
apabila sistem reformasi pensiun PNS atau karyawan pada suatu umur tertentu. Adapun
tidak dibarengi dengan reformasi sistem manfaat dilaksanakannya program pensiun ini
penggajian (remunerasi) PNS. sebagaimana dikemukakan Sirait (2006) adalah
Paradigma tersebut telah membawa untuk;
implikasi pada arah perbaikan sistem pensiun 1. Dikelola tanpa adanya komplikasi untuk
PNS, salah satunya dengan cara merubah membuktikan bahwa karyawan yang telah
sistem manajemen pensiun PNS dari pay as lanjut usia sudah tidak lagi memenuhi syarat
you go ke fully funded. Dalam melaksanakan pekerjaan.
evaluasi kebijakan dan perbaikan sistem 2. Menciptakan lowongan-lowongan yang dapat
pensiun PNS harus dilakukan secara cermat membuat bagi karyawan lebih muda untuk
dengan memperhatikan segala aspek, karena maju.
permasalahan ini lebih menyangkut berbagai 3. Mempermudah perencanaan SDM karena
hal yang berkaitan dengan kelangsungan jadwal pensiun telah diketahui.
hidup hari tua para PNS, terutama masalah 4. Memberikan jalan keluar terhormat bagi para
kesejahteraannya. Berdasarkan pada berbagai karyawan yang tidak lagi memenuhi syarat.
permasalahan di atas, maka dalam artikel ini akan 5. Merangsang para karyawan untuk membuat
mencoba mengungkap 2 (dua) permasalahan, rencana-rencana pensiun sebelum mereka
yaitu tentang bagaimana penerapan sistem sampai pada tanggal pensiun yang telah
pemberian pensiun PNS dengan sistem fully diketahui.
funded dan kedua, faktor apa saja yang menjadi Definisi pensiun menurut Arifianto (2004)
kendala bagi penerapan sistem pensiun PNS adalah penghasilan yang diterima oleh penerima
dengan menggunakan sistem fully funded ter- pensiun setiap bulan berdasarkan peraturan
sebut. perundang undangan yang berlaku. Lebih
lanjut dikatakan Arifianto (2004) bahwa program
pensiun yang diberikan kepada PNS telah
PEMBAHASAN memenuhi kriteria; mencapai usia pensiun
56 (limapuluh enam) tahun, meninggal dunia
Pengertian Pensiun pada saat aktif (akan diberikan pada janda/duda
Masa pensiun pasti akan tiba dan terjadi atau anaknya), dan meninggal dunia pada saat
pada siapa saja bagi mereka yang sebelumnya pensiun yang akan diberikan kepada janda/
bekerja baik dalam instansi pemerintah, swasta, duda atau anaknya sebelum mencapai usia 25
maupun lembaga BUMN. Pensiun dirumuskan (duapuluhlima) tahun, atau tidak mempunyai
4
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

penghasilan sendiri, atau belum nikah atau berdasarkan peraturan gaji yang berlaku.
belum pernah menikah. Berdasarkan UU Pensiun Bagi semua orang termasuk PNS
PNS bahwa pensiun pegawai, janda/duda, atau memasuki masa pensiun memang telah me-
anak diberikan sebagai jaminan hari tua dan munculkan berbagai macam problem, terutama
sebagai penghargaan atas jasa-jasa pegawai bagi mereka yang tidak mempersiapkan masa
negeri selama bertahun-tahun bekerja dalam pensiunnya secara dini dengan baik. Problem
dinas pemerintah. Pemberian pensiun hanya yang kadang menimbulkan shock sering terjadi
diberikan kepada para PNS yang diberhentikan pada seseorang yang sebelumnya telah memiliki
dengan hormat karena telah memasuki usia kedudukan atau jabatan strategis/penting. Ketika
pensiun, mengundurkan diri dengan telah pensiun tiba jabatan tersebut ditinggalkan,
memenuhi hak pensiun, atau meninggal dunia hal ini secara otomatis akan berdampak pada
karena tugas. Sedangkan hak pensiun tidak hilangnya penghasilan dari tunjangan jabatannya
diberikan kepada PNS yang diberhentikan tidak tersebut yang tentunya juga terjadi penurunan
dengan hormat karena dipecat atau melanggar pendapatan secara drastis. Untuk menghindari
ketentuan hukum. hal tersebut, adanya persiapan menjelang masa
Dalam Pasal 9 UU Pensiun PNS dijelaskan pensiun baik secara fisik maupun mental sangat
hak atas pensiun pegawai, ayat (1) pegawai yang diperlukan. Persiapan pensiun ini sebaiknya di-
diberhentikan dengan hormat berhak menerima lakukan pada saat seorang masih aktif dalam
pensiun pegawai, jika pemberhentiannya sebagai bekerja atau intens dipersiapkan pasca saat
pegawai negeri; telah mencapai sekurang- masa transisi (paling tidak 5-10 tahun menjelang
kurangnya 50 (limapuluh) tahun dan mempunyai masa pensiun). Persiapan pensiun ini perlu
masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya dilakukan untuk mengantisipasi pengaruh negatif,
20 (duapuluh) tahun, atau tidak dapat bekerja yang diharapkan tidak menimbulkan efek negatif
lagi kerena alasan jasmani atau rohani pada saat orang telah memasuki masa pensiun.
(kesehatan) sehingga tidak dapat menjalankan Banyak orang menganggap bahwa pensiun itu
tugas jabatannya; ayat (2) pegawai negeri adalah masa yang menakutkan dan menyakitkan,
yang diberhentikan atau dibebaskan dari memunculkan asumsi negatif, telah menjadi
pekerjaannya karena penghapusan jabatan, mitos bahwa masa pensiun itu tidak enak, yang
perubahan dalam susunan pegawai, penertiban akibatnya menurut Setiati (2006) ketika orang
aparatur karena alasan dinas lainnya dan tidak telah memasuki masa pensiun akan mengalami
dipekerjakan lagi sebagai pegawai dengan post power syndrome.
ketentuan telah berusia sekurang-kurangnya Post power syndrome adalah gejala-gejala
50 (limapuluh) tahun dan memiliki masa kerja pasca kekuasaan, hal ini diambil dari definisi
sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun; ayat (3) syndrome yang artinya adalah kumpulan gejala
pegawai negeri yang telah menjalankan tugas dan power yang artinya adalah kekuasaan. Gejala
negara tidak di-pekerjakan kembali sebagai ini pada umumnya terjadi pada orang-orang yang
pegawai, dengan ketentuan telah mencapai tadinya mempunyai kekuasaan atau memegang
usia sekurang-kurangnya 50 (limapuluh) tahun jabatan penting dikantornya, kemudian setelah
dan memiliki masa kerja sekurang-kurangnya tidak menjabat lagi muncul gejala-gejala kejiwaan
10 (sepuluh) tahun; ayat (4) apabila pegawai atau emosi yang kurang stabil. Disamping itu
negeri sebagai dimaksud dalam ayat (2) dan gejala ini juga bisa disebabkan oleh masa krisis
ayat (3) telah memiliki masa kerja sekurang- pra pensiunan, dimana seseorang yang semula
kurangnya 10 (sepuluh) tahun namun belum mempunyai power atau kekuasaan semasa
berusia 50 (limapuluh) tahun, maka pemberian memegang jabatan penting, menjadi orang
pensiunnya ditetapkan pada saat ia mencapai yang tidak penting lagi ketika pensiun dan harus
usia 50 (limapuluh) tahun. Adapun dasar pensiun berkumpul bersama masyarakat pada umumnya.
yang dipakai untuk menentukan besarnya Menurut Setiati (2006), orang yang paling takut
pensiun PNS adalah gaji pokok terakhir sebulan menghadapi pensiun dan banyak memunculkan
yang diterima oleh PNS yang berkepentingan syndrome ini adalah para PNS yang dulunya
5
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

bekerja pada instansi pemerintahan. Betapa keluarganya apabila PNS yang bersangkutan
banyak PNS terutama yang dulunya mempunyai meninggal dunia. Adapun sistem jaminan sosial
jabatan setelah habis masa tugasnya atau sekarang ini lebih dikenal dengan istilah program
pensiun mengalami mental shock, yang ditandai tabungan hari tua dan program pensiun serta
dengan kurang kreativitas dan aktivitasnya pada program asuransi kesehatan. Namun demikian
saat menjelang masa pensiun. dalam setiap perkembangan banyak faktor dan
kondisi yang selalu mempengaruhinya. Kondisi
Sejarah dan Kebijakan Pensiun PNS ini menyebabkan program jaminan sosial tidak
Upaya pemerintah untuk memperhatikan berjalan secara mulus, walaupun berbagai
kesejahteraan PNS melalui program pensiun Undang Undang dan peraturan lainnya telah
pegawai dan keluarganya sebenarnya sudah diterbitkan oleh pemerintah.
ada sejak dulu. Pada masa kemerdekaan di Seperti halnya peraturan perundang
tahun 1956, lahir Undang Undang Nomor 11 undangan tentang masalah penyelenggaraan
Tahun 1956 tentang Pembelanjaan Pensiun (UU program tunjangan hari tua dan pensiun banyak
Pembelanjaan Pensiun) yang mengamanatkan diatur dalam beberapa peraturan yang berbeda.
bahwa masalah pensiun pegawai dikelola oleh Untuk program tunjangan hari tua didasarkan
negara. Dalam Pasal 4 UU Pembelanjaan pada Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun
Pensiun tersebut diyatakan bahwa terhitung mulai 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri
tanggal 1 Januari 1951 negara akan membayar Sipil (PP Asuransi Sosial PNS), sedangkan
anggaran belanja pensiun-pensiun bekas untuk program pensiun selain didasarlan pada
pegawai negeri yang hingga sekarang dibayar PP Asuransi Sosial PNS juga didasarkan pada
dari salah satu dana yang dihapuskan. Adapun UU Pensiun PNS. Masalah dana pensiun diatur
dana yang dihapuskan adalah dana-dana dan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992
rekening-rekening pemerintah Hindia Belanda tentang Dana Pensiun (UU Dana Pensiun) dan
diantaranya dana pensiun PNS bangsa Eropa Undang Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang
di Hindia Belanda, dan pensiun PNS Bumiputra Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun
di Hindia Belanda, dana Djanda dan Piatu PNS, 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (UU
dan dana pegawai dari dana-dana pensiun Hindia Kepegawaian) yang ditekankan dalam Pasal
Belanda (Paper Seminar PT Taspen, 2004:4). 32 ayat 1, 2, dan 3. Banyaknya peraturan yang
Dengan dikeluarkan UU Pembelanjaan Pensiun mengatur masalah pensiun, kadang menimbul-
ini, maka pensiun PNS dibiayai oleh negara yang kan berbagai benturan dalam implementasinya.
dibebankan APBN, sedangkan iuran pensiun Dampak dari kesalahan dalam menterjemahkan
ditanggung oleh pemerintah sejak berlakunya beberapa peraturan tersebut, memunculkan
Peraturan Pemerintah Nomor: 29 Tahun 1954 adanya berbagai pelanggaran atas berbagai
Tentang Penanggungan Pajak Peralihan dan peraturan tersebut.
Pajak Upah Bagi Pegawai Negeri Oleh Negara
(PP Penanggungan Pajak PNS). Program dan Asas Pensiun
Masalah pensiun mulai mendapat per- Sebagai aparatur negara, PNS dapat
hatian serius dari pemerintah pada tahun dinilai mempunyai potensi yang menentukan
1960, dengan diselenggarakannya konferensi kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah dan
kesejahteraan PNS yang dilaksanakan pada pembangunan nasional. Untuk mendukung
tanggal 25-26 Juli 1960 di Jakarta. Berdasarkan potensi ini perlu dibina dan dikembangkan
hasil konferensi tersebut, pada tanggal 25 Agustus tingkat kesejahteraannya. Kesejahteraan PNS
1960 dibentuk Sistem Jaminan Sosial (SJS) termaksud antara lain meliputi aspek gaji, cuti,
bagi PNS yang telah purna tugas berdasarkan asuransi kesehatan, tabungan perumahan dan
SK menteri Pertama RI Nomor 338/MP/1960. pensiunnya. Untuk mewujudkan salah satu
Selain itu keputusan tersebut juga memuat aspek kesejahteraan PNS tersebut pemerintah
tentang merencanakan dan melaksanakan telah menetapkan UU Pensiun PNS. Untuk
pembentukan jaminan hari tua bagi PNS dan menindak lanjuti UU Pensiun PNS tersebut,
6
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pemerintah telah menetapkan kebijakan yang peserta yang pensiun.


terkait dengan program pensiun yaitu antara lain Asas keadilan dimaksudkan agar manfaat
menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 iuran yang selama ini dihimpun dapat dikelola
Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS (PP bersama, artinya diketahui secara terbuka oleh
Pemberhentian PNS), PP Asuransi Sosial PNS. para peserta. Keterbukaan dirasa penting karena
Asuransi sosial menurut Peraturan Pemerintah menyangkut masalah tanggung jawab moral dan
ini meliputi dana pensiun dan tabungan hari tua, material terhadap para pensiunan. Sedangkan
sedangkan pengertian pensiun dalam peraturan ini kesederhanaan dimaksudkan agar proses,
didefinisikan sebagai penghasilan yang diterima peraturan, lembaga dibuat secara mudah,
oleh penerima pensiun setiap bulan berdasarkan sederhana, indah, dan menarik (simple but
peraturan perundang-undangan yang berlaku. nice) dengan prosedur yang tidak berbelit-belit.
Pada hakekatnya program pensiun Asas ini dianggap sangat penting karena asas
merupakan program pembayaran tunai berkala merupakan landasan pengarah bagi tercapainya
(anuitas) berjangka panjang bahkan bisa sampai suatu tujuan. Dengan tidak dipahami dan di-
seumur hidup, hal ini dapat dimanfaatkan masyarakatkannya ketiga asas ini, akan dapat
oleh dirinya maupun keluarganya antara lain menyebabkan kecenderungan peserta dapat dan
dalam hal kondisi yang semakin lama semakin mudah dirugikan.
lemah, keadaan tidak dapat bekerja dalam
jabatan apapun atau keluarga yang menjadi Sifat dan Manfaat Pensiun
tanggungannya ditinggal meninggal dunia. Salah satu kewajiban peserta program
International Labour Organitation (ILO) dalam pensiun PNS sebagaimana yang diatur dalam
konvensinya tahun 1967 membedakan 3 (tiga) Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1977
jenis pensiun yaitu pensiun hari tua (old - age tentang Perubahan Dan Tambahan Atas
pension), pensiun cacat (invalidity pension) dan Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1974
pensiun janda/duda serta pensiun yatim piatu tentang Pembagian, Penggunaan, Pemotongan,
(survivors pension), yang ketiga jenis pensiun Cara Penyetoran, Dan Besarnya Iuran-Iuran Yang
tersebut telah diberikan kepada PNS. Dipungut Dari Pegawai Negeri, Pejabat Negara,
Pengelolaan peserta dan iuran dananya Dan Penerima Pensiun (Keppres Perubahan
adalah merupakan salah satu progran Potongan PNS) jo PP Asuransi Sosial PNS
pensiun yang tidak menutup kemungkinan adalah membayar iuran yang dipotong setiap
akan terus bertambah dan berkembang bulan sebesar 4,75% (empat koma tujuhpuluh
secara berkesinambungan sesuai harapan lima persen) dari penghasilan dan ini merupakan
perkembangan usaha serta peningkatan pen- salah satu sumber pendanaan program pensiun
dapatan peserta. Perkembangan akan berjalan PNS. Sehubungan dengan sifat pensiun sebagai
dengan baik apabila program pensiun tersebut jaminan hari tua maka pensiun memberikan
ditopang dengan asas yang bermanfaat dan perlindungan penghasilan setelah menyelesaikan
mudah dimengerti oleh para peserta pensiun. masa bakti sebagai PNS, memberikan perlindungan
Oleh karena itu menurut Siagian (1993) perlu keuangan bagi tanggungan PNS karena terjadinya
adanya atau diciptakannya suatu program kehilangan atau jaminan penghasilan akibat PNS
pensiun dengan berlandaskan tiga asas, yaitu; meninggal dunia atau sebab lain, akan tetapi
kebersamaan, keadilan, dan kesederhanaan. apabila PNS yang bersangkutan diberhentikan
Lebih lanjut menurut Siagian (1993) dengan tanpa hak pensiun, maka akumulasi iuran yang
adanya asas kebersamaan dimaksudkan agar telah disetorkan tiap bulannya tidak dikembalikan
para peserta dan pemberi kerja secara bersama- kepada peserta (PNS). Hal ini berbeda dengan
sama menghimpun dana berbentuk iuran sifat program Tabungan Hari Tua (THT). Untuk
peserta dan iuran pemberi kerja yang dilakukan peserta program THT dalam hal peserta berhenti
secara berkala (idealnya bulanan). Dana ini sebelum mencapai batas usia pensiun, akumulasi
nantinya akan digunakan untuk pembayaran iuran ditambah dengan bunga diberikan kepada
dan cadangan sebagai manfaat pensiun kepada peserta.
7
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Berdasarkan UU Pensiun PNS disebutkan Berdasarkan ketentuan Pasal 11 UU


bahwa sifat pensiun adalah sebagai jaminan hari Pensiun PNS tersebut dinyatakan bahwa
tua dan penghargaan atas jasa-jasa pegawai besarnya pensiun pegawai sebulan adalah
negeri selama bertahun-tahun bekerja dalam 2,5% (dua koma lima) persen dari dasar pensiun
dinas pemerintah. Selanjutnya dalam penjelasan untuk tiap-tiap tahun masa kerja dengan
disebutkan bahwa pemberhentian dengan ketentuan bahwa pensiun pegawai sebulan
hormat merupakan syarat yang mutlak untuk adalah sebanyak-banyaknya 75% (tujuhpuluh
mendapatkan hak pensiun, hal ini sesuai dengan lima persen) dan sekurang-kurangnya 40%
sifatnya bahwa pensiun sebagai penghargaan (empat puluh persen) dari dasar pensiun serta
atas jasa-jasa PNS selama bekerja dalam dinas tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah
pemerintah dan penting untuk membina dan menurut peraturan pemerintah tentang gaji dan
memelihara kesetiaan pegawai terhadap negara pangkat yang berlaku bagi pegawai negeri yang
dan haluan negara yang berdasarkan pancasila, bersangkutan. Sedangkan besarnya pensiun
maka tidaklah pada tempatnya untuk memberikan janda/duda sesuai dengan ketentuan Pasal 17
pensiun kepada pegawai yang diberhentikan UU Pensiun PNS adalah 36% (tigapuluh enam
tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri. persen) dari dasar pensiun dan tidak boleh kurang
Dengan kata lain walaupun persyaratan lainnya dari 75% (tujuhpuluh lima persen) dari gaji pokok
yaitu masa kerja dan usia telah memenuhi syarat terendah. Apabila PNS tewas, maka besarnya
dan sekalipun telah memenuhi kewajibannya pensiun jada/duda adalah 72% (tujuhpuluh dua
sebagai peserta yaitu telah membayar iuran, persen) dari dasar pensiun dan tidak boleh kurang
maka persyaratan diberhentikan dengan hormat dari gaji pokok terendah dengan ketentuan
adalah mutlak. apabila terdapat lebih dari seorang isteri yang
Sedangkan manfaat pensiun PNS se- berhak menerima pensiun janda maka besarnya
bagaimana tertuang dalam UU Dana Pensiun, bagian janda untuk masing-masing isteri dibagi
mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan rata antara isteri-isteri itu. Khusus bagi pegawai
manfaat pensiun adalah pembayaran berkala negeri yang belum memiliki keluarga tewas,
yang dibayarkan kepada peserta pada saat dan maka bagian pensiunnya diberikan kepada
cara yang ditetapkan dalam peraturan dana orang tuanya sebesar 20% (duapuluh persen)
pensiun, sedangkan dalam Pasal 1 ayat (4) PP dari pensiun pokok tewas.
Asuransi Sosial PNS dinyatakan bahwa pensiun
adalah penghasilan yang diterima oleh pensiunan Sistem dan Sumber Dana Pensiun
setiap bulannya berdasarkan peraturan per- Sistem pendanaan pensiun PNS sebagai-
undangan yang berlaku. Beberapa jenis manfaat mana selama ini diterapkan adalah sistem pay
pensiun yang dikenal dalam UU Pensiun PNS as you go, dimana pembayaran pensiun dipenuhi
setidaknya ada 4 jenis manfaat pensiun; dari APBN saat pegawai memasuki masa
1. Manfaat Pensiun Normal (syarat Usia pensiun, besarnya beban APBN sama dengan
50 (limapuluh) Tahun dan Masa Kerja 20 besar manfaat yang akan dibayarkan. Hanya
(duapuluh) Tahun) ada satu sumber dana dan langsung digunakan
2. Manfaat Pensiun Dipercepat (syarat Usia untuk membayar manfaat sehingga tidak ada
50 (limapuluh) Tahun dan Masa Kerja 10 kesempatan untuk melakukan investasi. Adapun
(sepuluh) Tahun) keuntungannya adalah tidak dibutuhkan dana
3. Manfaat Pensiun Cacat, (karena dinas awal yang harus ada pada saat dimulainya
syaratnya adalah PNS, bukan karena dinas suatu dana pensiun dan jika terjadi kenaikan gaji
syaratnya memiliki Masa Kerja 4 (empat) pegawai tidak ada Past Service Liability (PSL).
Tahun), Sedangkan kelemahan pembayaran pensiun
4. Manfaat Pensiun Ditunda (Syarat masa kerja akan meningkat setiap tahun, sehingga anggaran
10 (sepuluh) Tahun usia belum mencapai 50 untuk membayar pensiun akan semakin besar,
limapuluh) Tahun). bahkan pada saatnya dapat melebihi anggaran
untuk membayar gaji pegawai.
8
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Sebagai perbaikan akan ditawarkan pensiun, peningkatan pembayaran akan terjadi


sistem pendanaan pensiun PNS dengan karena lama kehidupan penerima pensiun makin
sistem fully funded yaitu sistem pendanaan panjang, sejalan dengan peningkatan kesehatan
secara penuh yaitu suatu sistem pendanaan masyarakat terutama bila usia pensiun tidak
dimana besarnya dana yang dibutuhkan untuk berubah dan lama pembayaran akan lebih
pembayaran pensiun dimasa yang akan datang panjang karena adanya pembayaran pensiun
dipenuhi dengan cara diangsur selama pegawai bagi tertanggung (isteri/suami dan anak/atau
masih aktif bekerja yang ditampung dalam suatu anak-anak). Merujuk pada sistem tersebut,
tempat, kemudian dikelola dan dikembangkan. maka sistim pendanaan program pensiun PNS
Dalam system ini terdapat dua pendapatan yang sekarang berlaku termasuk kategori sistem
operasi yaitu iuran pemberi kerja dan iuran pendanaan langsung.
pegawai, masuk kedalam kantung penampungan
untuk menyimpan kelebihan pemasukan atas Sistem pendanaan penuh (fully funded
pengeluaran. Pendapatan investasi juga masuk system)
kedalam kantung penampungan. Pembayaran Metode pendanaan penuh (fully funded
manfaat yang menunjukkan besarnya pem- system), dalam metode ini iuran dapat ber-
bayaran dan arus pengeluaran lain yang cukup sumber dari Pemerintah bersama PNS, iuran
potensial adalah biaya untuk pengelolaan dijadwalkan mendahului pembayaran manfaat
dana pensiun. Sedangkan keunggulan sistem pensiun dan tabungan hari tua, iuran pemerintah
pendanaan penuh (fully funded system) pemberi terdiri dari iuran tetap (tahunan) berdasarkan
kerja tidak dibebani biaya untuk pensiunan, pada penghasilan PNS dan atas nama PNS,
karena biaya pensiun telah dipenuhi pada saat dan iuran tambahan bila diperlukan untuk pen-
pegawai masih aktif. Adapun kelemahan adalah danaan, iuran PNS bila ada berdasar bagian
(a) pada saat pembentukan Dana Pensiun harus tertentu dari penghasilan setiap bulannya,
ada dana awal yang besar, (b) jika pemberi kerja alokasi penganggaran iuran sebagai bagian
menaikan gaji pokok harus menyediakan dana dari penghasilan PNS dan untuk memungkinkan
lebih untuk membayar PSL, (c) besar manfaat pengembangan dana, pengelolaan program
pensiun tetap (tidak ada kenaikan). dipisahkan dari pengelolaan Pemerintah.
Keuntungan metode ini antara lain bahwa beban
Sistem pendanaan langsung (pay as you pembayaran, pengelolaan pembayaran dan
go system) penerima pensiun dialokasikan terpisah dari
Istilah pendanaan langsung merujuk beban anggaran pemerintah, beban pemerintah
pada istilah pay as you go atau current untuk pembayaran iuran dapat diprakirakan
disbursement. Metode ini adalah bahwa bersamaan dengan pembayaran penghasilan
iuran pada program hanya bersumber dari PNS pada saat jumlah PNS tidak bertambah,
pemerintah, saat pembayaran iuran bersamaan maka iuran pemerintah hanya akan meningkat
dengan saat pembayaran pensiun, besarnya karena adanya pengaruh penyesuaian inflasi atau
iuran sama dengan pembayaran pensiun, tingkat kehidupan dan beban iuran tambahan
dan sarana pembayaran bersamaan dengan dapat dialokasikan secara terprakirakan dan
pembayaran gaji PNS, dapat melalui media tetap dalam jangka waktu tertentu.
pembayaran yang sama atau berbeda dengan Dalam Pasal 2 UU Pensiun PNS dinyatakan
pembayaran gaji. Keuntungan dari metode ini bahwa pensiun pegawai, pensiun janda/duda
antara lain pengendalian pembayaran terutama dan tunjangan-tunjangan serta bantuan-bantuan
penetapan besar pensiun ditangani pemerintah, diatas pensiun dibiayai sepenuhnya oleh negara
penganggaran pemerintah, berdasar prakiraan menjelang pembentukan dan penyelenggaraan
keadaan nyata (cash basic), adapun kerugiannya suatu dana pensiun yang akan diatur oleh
antara lain peningkatan pensiun dari tahun ke Peraturan Pemerintah. Selanjutnya dalam
tahun, akibat penambahan penerimaan pensiun, Pasal 6 PP Asuransi Sosial PNS dinyatakan
sekalipun tidak terdapat kenaikan gaji atau bahwa peserta wajib membayar iuran setiap
9
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

bulannya sebesar 8% (delapan persen) dari pekerja dan pemerintah sebagai pemberi
penghasilan sebulan tanpa tunjangan pangan, kerja. Dana yang terkumpul akan dijadikan
adapun peruntukannya ditentukan untuk pensiun anggaran pensiun. Dengan fully funded,
4,75% (empat koma tujuhpuluh lima persen) beban APBN untuk dana pensiun akan
dari penghasilan. Sejalan dengan ketentuan berkurang.
pasal 7 huruf a PP Asuransi Sosial PNS 2. Dalam perspektif kesejahteraan pegawai,
tersebut Pemerintah tetap menanggung beban jumlah dana pensiun yang diterima di-
pembayaran sumbangan untuk iuran pensiun anggap memiliki gap yang cukup jauh
PNS yang besarnya akan ditetapkan dengan dengan standar pendapatan yang biasa
Keputusan Presiden. Kemudian PT. Taspen diterima saat masih menjadi pegawai. Saat
selaku pengelola dana pensiun dengan arahan pensiun standar kesejahteraan mereka
investasi dari Pemerintah dalam hal ini Menteri justru menurun. Sebagaimana diketahui,
Keuangan dapat menginvestasikan sebagian perhitungan besarnya pensiun didasarkan
dana pensiun. Dalam Pasal 14 PP Asuransi pada gaji pokok, sementara pada saat masih
Sosial PNS, terhadap penyelenggaraan program aktif menjadi pegawai mereka juga menerima
asuransi sosial tersebut negara memberikan berbagai tunjangan yang jumlahnya lebih
jaminan dengan menyatakan bahwa perusahaan besar dari gaji pokok. Ini berarti sistem
perseroan (persero) tersebut dalam Pasal 13 pensiun yang dipilih harus juga diikuti
ayat (1) tidak dapat memenuhi kewajiban- dengan perbaikan pada sistem dan struktur
kewajibannya terhadap PNS berdasarkan penggajian pegawai.
peraturan ini, maka negara bertanggung jawab 3. Dalam perspektif politik, reformasi sistem
penuh untuk itu. pensiun dimungkinkan karena adanya
Seiring dengan adanya kebijakan dukungan dari sejumlah pihak yang me-
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang mandang penting untuk diwadahi dalam
Aparatur Sipil Negara (UU-ASN) keinginan suatu kebijakan yang reformis. Politik adalah
untuk mereformasi sistem pensiun terasa lebih soal kebijakan, sejauh mana kebijakan itu
menguat. Menurut Agun Gunanjar perlu adanya mampu menyelesaikan masalah yang ada
reformasi sistem pensiun yang didorong oleh sekaligus menyelesaikan tarik menarik
beberapa faktor antara lain: kepentingan di sekitar isu ini diantara
1. Dalam persfektif keuangan negara sistem berbagai stakeholders. Meskipun wacana
pensiun yang berlaku sekarang dianggap tentang reformasi sistem pensiun ini terus
telah membebani keuangan negara, bergulir, namun hal ini bukan berarti proses
sebagaimana tercermin dari peningkatan politiknya akan berjalan sederhana.
alokasi APBN untuk dana pensiun yang Dari berbagai perspektif yang ada
meningkat setiap tahun. Apalagi jika bila tinjau ulang, maka akan terlihat berbagai
diingat bahwa antara kurun 2010 sampai perbedaan itu, atau setidaknya masih me-
dengan 2014 jumlah pegawai yang pensiun nyimpan sesuatu yang masih samar-samar.
akan bertambah sehingga beban APBN Dengan sistem fully funded bisa menjembatani
akan makin berat. Dalam konteks itu ter- gap kesejahteraan bagi pegawai antara sebelum
dapat gagasan untuk mengubah skema dan sesudah pensiun apabila masalah ini tidak
pembayaran pensiun para PNS, dari pay as terpecahkan tentu perubahan sistem ini tidak
you go diganti dengan sistem fully funded. terlalu penting bagi pegawai itu sendiri. Bagi
Pay as you go adalah sistem pendanaan negara mungkin memberi keuntungan karena
pensiun yang dibiayai secara langsung oleh dapat mengurangi beban APBN. Terdapat
pemerintah melalui APBN pada saat pegawai logika pertanyaan terhadap penerapan sisten
memasuki masa pensiun. Sedangkan fully fully funded, seperti kapan sistem ini bisa
funded adalah sistem pendanaan pensiun atau mulai dapat diterapkan, apakah semua
yang bersumber dari iuran yang dilakukan pegawai dengan masa kerja yang berbeda-
secara bersama-sama oleh PNS sebagai beda itu bisa diikutsertakan dalam sistem yang
10
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

baru ini. Secara sederhana, fully funded tentu sistem pensiun bagi PNS ini dalam konteks
memerlukan syarat minimal masa kerja agar penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional
iuran yang disetor pegawai bisa memberi manfaat (SJSN) yang menempatkan pensiun sebagai
pensiun yang nyata. Kemudian bagaimana salah satu subsistem SJSN, di samping program
perlakuan terhadap para pegawai yang sudah jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan
mendekati usia pensiun dengan sistem yang keselamatan kerja dan jaminan kematian.
baru ini, jika sekiranya tidak semua pegawai bisa Menurut Undang-Undang SJSN, terdapat empat
diikutsertakan dalam sistem yang baru ini berarti persero yang ada saat ini yaitu PT. Jamsostek,
untuk beberapa saat akan berlaku dua sistem PT. Taspen, PT. Asabri dan PT. Askes secara
pensiun. Bagaimana pengaturan masa transisi bersama-sama akan menjadi administrator BPJS
ini, karena di satu sisi ada sistem pensiun pay as (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dari
you go, pada sisi lain ada fully funded. program SJSN.
Simulasi terhadap sistem yang baru
ini harus terus menerus diuji coba sebelum Pengelolaan dan Lembaga Pensiun
akhirnya benar-benar diterapkan, dimaksudnya Badan penyelenggara yang mengelola
agar penerapan sistem yang baru fully funded dana pensiun PNS saat ini adalah Badan
menjadi layak diterapkan dan tidak menimbulkan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk
kegoncangan. Pada sisi lain juga perlu diingat, Perusahaan Perseroan dan berdasarkan
penerapan fully funded menuntut adanya Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1981
lembaga pengelola dana pensiun yang lebih tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum
kuat, kredibel, transparan dan profesional. Dana Pensiun Dan Asuransi Pegawai Negeri
Pengumpulan dana pensiun pegawai yang Menjadi Perusahaan Perseroan (PP-
berasal dari iuran pegawai dan pemerintah bisa BUMN), Perusahaan Perseroan yang dimaksud
dikelola secara lebih baik, misalnya dipadukan adalah PT. Taspen (Persero), tujuan dan
dengan kemungkinan pengembangan dananya lapangan usahanya adalah menyelenggarakan
melalui investasi. Maksudnya agar dana yang asuransi sosial termasuk asuransi dana
ada bisa tumbuh dan berkembang secara pensiun dan tabungan hari tua bagi PNS.
signifikan untuk kesejahteraan para pensiun Penyelenggaraan program pensiun PNS oleh
itu sendiri. Hanya saja pemanfaatan peluang PT. Taspen berbeda dengan penyelenggaraan
investasi itu memerlukan kejelian, kejernihan, program tabungan hari tua PNS. Dalam program
ketelitian, ketepatan, insting dan visi bisnis tabungan hari tua PNS pembayaran iuran PNS
yang kuat dan meyakinkan. Jika keliru dalam seluruhnya dikumpulkan melalui PT. Taspen dan
berinvestasi tentu akan menimbulkan persoalan pembayaran manfaat sepenuhnya dibebankan
tersendiri yang tidak ringan. kepada perusahaan dimaksud. Dalam program
Hal yang perlu menjadi catatan pensiun hal ini sepenuhnya tidak berlaku. PT.
masalahnya, apakah lembaga yang ada sekarang Taspen saat ini hanyalah sebagai administrator
cukup memiliki kemampuan dan layak untuk pensiun sedangkan pemerintah bertindak
menjalankan visi semacam itu. Jika lembaga ini sebagai regulator. Sebagai administrator PT.
tidak layak, maka perlu ada sentuhan perubahan Taspen saat ini memberikan kontribusi sebesar
pada lembaga ini, misalnya perubahan badan 25% (duapuluh lima persen) dari pensiun PNS
hukumnya, personalianya, visi dan misinya, atau sedangkan 75% (tujuhpuluh lima persen) dari
bahkan bisa saja dibutuhkian lembaga baru yang pensiun dibebankan Anggaran Pendapatan
sangat berbeda dengan lembaga yang sudah dan Belanja Negara (surat Direksi PT. Taspen
ada saat ini. Disinilah titik konflik kepentingan (Persero) Nomor SRT-375/DIR/092001 tanggal
bisa muncul berupa konflik kelembagaan. Jika 28 September 2001).
aspek kelembagaan ini tidak ikut dibenahi, Sejak tanggal 20 April 1992 pemerintah
mungkin saja reformasi sistem pensiun tidak bisa telah mengundangkan ketentuan-ketentuan
berjalan optimal. Kemudian jika ditarik lebih jauh yang berkenan dengan masalah dana pensiun
lagi, tentang bagaimana menempatkan reformasi yakni UU Dana Pensiun. Dalam Undang Undang
11
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

ini yang dimaksud dengan dana pensiun adalah pendanaan penuh (fully funded system) pemberi
badan hukum yang mengelola dan menjalankan kerja tidak dibebani biaya untuk pensiunan,
program yang menjanjikan manfaat pensiun, karena biaya pensiun telah dipenuhi pada saat
tujuannya adalah memisahkan kekayaan dana pegawai masih aktif.
pensiun dari kekayaan negara dan kekayaan
pengelola. Dari keterangan tersebut diatas
maka terlihat jelas perbedaan dari tujuan kedua DAFTAR PUSTAKA
lembaga tersebut jika PT. Taspen (Persero)
didirikan guna menyelenggarakan asuransi Arifianto, Alex. 2004. Paper Reformasi Sistem
sosial dan fungsinya tidak lebih sebagai juru jaminan Sosial Di Indonesia: Sebuah
bayar sedangkan lembaga dana pensiun Analisis Atas Rancangan Undang
sebagaimana yang dimaksud oleh UU Dana Undang JaminanSosial Nasional (RUU
Pensiun cakupannya meliputi antara lain; (a) dapat Jamsosnas. Jakarta: Lembaga Penelitian
mengelola dan menjalankan program yang SEMERU
menjanjikan manfaat pensiun; (b) memisahkan Ermanza. 2014. Sistem Pensiun Pegawai Negeri
kekayaan dana pensiun dari kekayaan negara Sipil, dalam makalah Seminar BKN 21
dan kekayaan pengelola. Mei 2014.
Flippo, Edwin. B. 1984. Manajemen Personalia:
Edisi Ke-6 Jilid 2. Jakarta: Erlangga
PENUTUP Mokhsen, Nuraida; Layanan Publik, Edisi 6/
Tahun II/Peb-Mar/2005
Perbaikan sistem pensiun PNS yang Setiati, Eni; dkk. 2006. Ketika Pensiun Tiba:
segera dilaksanakan adalah mengganti pay as Seni Menikmati Masa Pensiun. Jakarta:
you go system dengan menerapkan fully funded Wijawiyata Media Utama
system. Sistem pensiun PNS pay as you go Sirait, Justine. T. 2006. Memahami Aspek Aspek
dimana pembayaran pensiun dipenuhi dari APBN Pengelolaan Sumber Daya Manusia
saat pegawai memasuki masa pensiun telah Dalam Organisasi. Jakarta: PT Grasindo
membebani APBN. Disamping itu pembayaran Subiyanto, Achmad. 2005. Reformasi Kesejahteraan
pensiun akan meningkat setiap tahun, sehingga Aparatur Negara. Makalah Seminar
anggaran untuk membayar pensiun akan Tentang Pensiun PNS di DPP KORPRI,
semakin besar, bahkan pada saatnya dapat Jakarta: 1 Juni 2005
melebihi anggaran untuk membayar gaji Laporan Kemitraan Partnership dengan
pegawai. Sebagai perbaikan sistem pendanaan Direktorat Gaji dan Kesejahteraan PNS
pensiun PNS perlu menerapkan sistem fully BKN. 2006. Reformasi Sistem Pensiun
funded yaitu sistem pendanaan secara penuh PNS. Jakarta: BKN
yaitu besarnya dana yang dibutuhkan untuk Paper Seminar. 2004. Sistem Pensiun PNS, PT
pembayaran pensiun dimasa yang akan datang Taspen,
dipenuhi dengan cara diangsur selama pegawai Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor
masih aktif bekerja yang ditampung dalam suatu 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
tempat, kemudian dikelola dan dikembangkan. Negara
Dalam sistem ini terdapat dua pendapatan _______________, Undang-Undang Nomor
operasi yaitu dari iuran pegawai (PNS) dan iuran 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas
pemberi kerja (pemerintah) yang masuk kedalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1974
kantung penampungan untuk menyimpan Tentang Pokok Pokok Kepegawaian
kelebihan pemasukan atas pengeluaran Pensiun _______________, Undang-Undang Nomor 11
PNS. Pembayaran manfaat yang menunjukkan Tahun 1992 tentang Dana Pensiun
besarnya pembayaran dan arus pengeluaran _______________, Undang-Undang Nomor 11
lain yang cukup potensial adalah biaya untuk Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai
pengelolaan dana pensiun. Keunggulan sistem dan Pensiun Janda/Duda Pegawai
12
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

_______________, Peraturan Pemerintah Nomor


25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial
Pegawai Negeri
_______________, Peraturan Pemerintah Nomor
15 Tahun 1963 tentang Pendirian
Perusahaan Negara Dana Tabungan Dan
Asuransi Pegawai Negeri
Sinar Harapan; 29 Agustus 2003
Suara Merdeka; 25 Agustus 2007
www.media_indonesia.com-2014
http://finance.detik.com/read/2012/12/13/17483
0/2117962/4/sistem-uang-pensiun-pns-
bakal-diubah-mulai-2014, diakses tanggal
2 Oktober 2014
http://www.jamsosindonesia.com/cetak/
printout/376-2014, diakses tanggal 2
Oktober 2014
http://www.Prasojo; www.media_indonesia.com/2014,
diakses tanggal 2 Oktober 2014
http://agun-gunandjarsudarsa.com/2014, diakses
tanggal 2 Oktober 2014

13
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

14
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

KEBIJAKAN PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)


DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK

CIVIL SERVANT PENSIONS POLICY IN POLITICAL ECONOMY PERSPECTIVE


Agus Nugraha
FISIP Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta
Jl. Ir. H. Juanda No.95 Ciputat Jakarta Selatan
e-mail: agusan87@yahoo.com

(Diterima 30 September 2014, Direvisi Pertama 2 Oktober 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
Pemerintah berencana untuk mengubah sistem pensiun PNS dari pay as you go ke fully funded, demi mengurangi beban
APBN. Namun rencana kebijakan yang sudah lama diwacanakan tersebut, sampai saat ini belum juga dilakukan, sehingga
beban APBN untuk membayar pensiun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dari perspektif ekonomi politik,
lambatnya pemerintah mengambil keputusan untuk mengubah sistem pensiun sangatlah dimaklumi. Dari sisi ekonomi politik
kelembagaan, pemberlakukaan sistem fully funded untuk mengurangi beban negara, berarti naiknya beban iuran pensiun PNS.
Sementara dibenak para pembuat kebijakan, masih melekat nilai penghargaan dan penghormatan terhadap para PNS yang
telah mengabdi untuk bangsa dan negara, sehingga rasanya tidak tega untuk menambah beban iuran tersebut. Begitu pula
dari pendekatan pilihan publik, tidak bisa dihindari adanya konflik kepentingan antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan
dan juga sebagai calon penerima pensiun. Tentu, para pejabat pemerintah sebagai mahluk pribadi memiliki kepentingan untuk
menghindari penambahan beban bagi dirinya. Untuk itu, agar keputusan perubahan sistem pensiun cepat dilakukan, maka
diperlukan pembuat kebijakan yang keluar dari belenggu nilai balas jasa serta mampu meletakkan kepentingan bangsa dan
negara diatas kepentingan pribadinya.

Kata Kunci: pensiun PNS, ekonomi politik

Abstract
The Government plans to change the civil servants pension system from pay as you go to a fully funded, this to reduce the
burden of the State Budget. Yet, the policy that has been planned long, has not been conducted until now, therefore the state
budget burden to pay a pension from year to year continues to increase. From the political economy perspective, the delay
from the government in making a decision to change the pension system can be understood. From the institutional political
economy point of view, the implementation of fully funded system to reduce the countrys burden means increasing the burden
of civil servant in paying the pension plan premiums. While in the mind of policy makers, there is still a paradigm attached about
respect value to the civil servants who have served to the nation therefore they do not have hearts to burden them with the
pension premium. So did from the public choice approach, a conflict of interest between the Government as a policy makers as
well as potential recipients cannot be avoided. And of course, government officials has a personal interest to avoid additional
burden for themselves. Therefore, to fasten the changing in the pension system, neutral policy makers who are able to put the
national interest above his interests are needed.

Key words: civil service pension, political economy

PENDAHULUAN Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi (Kemenpan-RB) memprediksi pada
Perubahan sistem pengelolaan pensiun tahun 2025 ada tambahan 2,7 (dua koma tujuh)
Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah lama di- juta PNS yang pensiun dan menciptakan beban
wacanakan. Setidaknya sejak tahun 2007, anggaran sekitar Rp. 165 (seratus enampuluh
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara lima) triliun.
(Menpan) Taufiq Effendi telah menyampaikan Perubahan sistem pensiun tersebut, juga
perlunya mengubah sistem pengelolaan pensiun diwacanakan oleh Menpan berikutnya Azwar
ke arah yang lebih efektif dan efisien, sekaligus Abubakar yang menjelaskan bahwa pemerintah
menekan pengeluaran negara. Jika sistem yang tengah menggodok rencana perubahan sistem
berlaku selama ini tidak diubah, Kementerian pembayaran pensiun ntuk mengurangi beban
15
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

APBN. Saat ini, berlaku sistem pay as you go Pemotongan, Penyetoran, Dan Besarnya Iuran-
yakni pendanaan pensiun dibiayai langsung Iuran Yang Dipungut Dari Pegawai Negeri,
oleh negara melalui APBN pada saat pegawai Pejabat Negara, Dan Penerima Pensiun
memasuki masa pensiun. namun, pemerintah (Keppres Potongan PNS) dengan rincian 4,75%
sedang merencanakan sebuah sistem baru yakni (empat koma tujuhpuluh lima persen) untuk iuran
fully funded. Dalam sistem baru ini, pembayaran dana pensiun, 2% (dua persen) untuk iuran
pensiun bersumber dari iuran bulanan, yang asuransi kesehatan (Askes) dan 3,25% (tiga
dilakukan bersama-sama antara PNS dan koma dua lima persen) untuk iuran tabungan
pemerintah sebagai pemberi kerja. Apalagi saat hari tua dan perumahan. Besarnya iuran dana
ini telah ada sistem remunerasi dan sertifikasi, pensiun dan tabungan hari tua dengan jumlah
sehingga besaran pemotongan gaji PNS untuk yang sama dipertegas lagi dalam Peraturan
membayar iuran pensiun bisa lebih besar. Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
Dana yang terkumpul kemudian akan dijadikan 1981 Tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri
anggaran pensiun. Dengan sistem baru ini, PNS Sipil yang telah diperbaharui dengan Peraturan
akan bebas menentukan sendiri jumlah dana Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
pensiun yang ingin dia terima. Berapa yang akan 2013 (PP Asuransi PNS). Namun Pasal 6 yang
didapat nanti bergantung pada berapa yang menetapkan iuran setiap bulan sebesar 8%
ditabung. (delapan persen) dengan rincian 4,75% (empat
Tidak bisa dihindari, beban negara untuk koma tujuhpuluh lima persen untuk iuran dana
membayar pensiun PNS, anggota TNI dan Polri pensiun dan 3,25% (tiga koma duapuluhlima
terus mengalami peningkatan dari tahun ke persen untuk iuran tabungan hari tua dari gaji
tahunnya. Pada tahun 2010, pemerintah telah PNS, tidak mengalami perubahan.
mengalokasikan anggaran Rp 50,9 (limapuluh Dengan tidak adanya peningkatan iuran
koma sembilan) triliun, kemudian meningkat dana pensiun PNS, tentu beban anggaran
menjadi Rp 59,6 (limapuluh sembilan koma enam) negara yang terus mebengkak. Kondisi tersebut,
triliun di tahun 2011 dan Rp 66,5 (enampuluh harus segera diselesaikan melalui perubahan
enam koma lima) triliun di tahun 2012. Begitu sistem pensiun seperti yang telah direncanakan
pula pada tahun 2013 terus meningkat menjadi pemerintah. Yang menjadi pertanyaan kenapa
Rp 74,3 (tujuhpuluh empat koma tiga) triliun, pemerintah begitu sulit membuat keputusan
2014 menjadi Rp. 85,7 (delapanpuluh lima koma untuk memulai sistem pensiun baru yang
tujuh) triliun dan dalam Rancangan Anggaran lebih meringankan APBN? Padahal sistem
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 pensiun fully funded telah lama diwacanakan,
menjadi 92,4 (sembilanpuluh dua koma empat) setidaknya sejak Kabinet Indonesia Bersatu
triliun. Beberapa penyebab meningkatnya Jilid Pertama. Namun sampai akhir masa
alokasi anggaran tersebut karena meningkatnya bakti Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Kedua,
jumlah pegawai negeri yang mencapai batas sistem baru tersebut belum juga dimulai.
usia pensiun, meningkatnya gaji pokok Dengan kata lain, mengapa sudah sejak tahun
pegawai negeri, meningkatnya pensiun pokok 2007 disadari pentingnya perubahan sistem
pegawai negeri, serta adanya pembayaran pembayaran pensiun PNS demi mengurangi
Dana Kehormatan sesuai dengan Peraturan beban negara, akan tetapi sampai saat ini
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2008 tentang Dana tahun 2014 perubahan sistem tersebut tidak
Kehormatan Veteran Republik Indonesia (PP kunjung dimulai? Sehingga pada RAPBN 2015,
Dana Kehormatan Veteran RI). pemerintah harus kembali menganggarkan
Selama ini, gaji PNS dipotong setiap pembayaran pensiun PNS, TNI dan Polri, dengan
bulannya 10 % sesuai dengan Keputusan jumlah sebesar 92,4 (sembilanpuluh dua koma
Presiden Nomor 8 Tahun 1977 tentang empat) triliun, meningkat 6,7 (enam koma tujuh)
Perubahan Dan Tambahan Atas Keputusan triliun dibanding tahun 2014. Kondisi tersebut
Presiden Republik Indonesia Nomor 56 Tahun tentu membuat sempitnya ruang fiskal bagi
1974 Tentang Pembagian, Penggunaan, Cara pemerintahan baru Joko Widodo-Yusuf Kala,
16
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

yang dalam kampanyenya menjanjikan program- pemberiannya menjadi kewajiban pemerintah


program pro-rakyat, diantaranya Indonesia yang diharuskan UU. Sumber pendanaan untuk
Pintar, Indonesia Sehat dan Tol Laut. Sulit, alot menunaikan kewajiban pemberian pensiun
dan lambatnya pemerintah membuat keputusan kepada PNS tersebut, diatur pada Ayat 5 yang
dalam melakukan perubahan sistem pensiun menyatakan: sumber pembiayaan jaminan
PNS, diduga karena adanya sejumlah faktor pensiun dan jaminan hari tua PNS berasal dari
yang turut mempengaruhi. Untuk itu, penelitian pemerintah selaku pemberi kerja dan iuran
ini mencoba untuk menganalisa permasalahan PNS yang bersangkutan. Bagaimana formulasi
pensiun PNS ditinjau dari perspektif ekonomi pengelolaan dana pensiun tersebut, berapa
politik. Perspektif ini dipilih, karena ekonomi prosen porsi iuran PNS dan porsi pemerintah,
politik memiliki cara pandang yang mendasar dan serta apakah diberikan sekaligus dalam bentuk
komprehensif terhadap suatu persoalan. Karakter pesangon atau tetap diberikan rutin setiap
ini sangat tepat digunakan untuk membantu bulan, itu semua akan diatur lebih lanjut dalam
kebijakan publik, dalam memberikan analisis yang Peraturan Pemerintah (ayat 6).
mendalam, lengkap dan menyeluruh. Sehingga Mengingat Peraturan Pemerintah yang
pada gilirannya akan diperoleh suatu kebijakan mengatur tentang pengelolaan program jaminan
yang tepat dan efektif, guna memberikan pensiun sampai saat ini belum diterbitkan, maka
manfaat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa kebijakan pensiun yang selama ini berlaku tetap
dan negara. Penelitian ini menggunakan metode berjalan sesuai dengan Undang-Undang Nomor
penelitian kualitatif dengan pendekatan secara 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan
deskriptif. Pensiun Janda/Duda Pegawai (UU Pensiun PNS).
Hal ini juga ditegaskan Kementerian Keuangan
bahwa sampai saat ini pengaturan pensiun
PEMBAHASAN PNS masih mengacu kepada UU Pensiun PNS,
sehingga belum berlaku pembayaran manfaat
Kebijakan Pensiun PNS pensiun PNS secara sekaligus.
Murut Dye (dalam Islamy, 1997) kebi- Kebijakan pensiun PNS dalam UU
jakan publik merupakan tindakan yang dipilih Pensiun PNS tersebut secara jelas diatur bahwa
pemerintah untuk melakukan sesuatu atau pensiun pegawai dan pensiun janda/duda di-
tidak melakukan sesuatu (whatever government berikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai
choose to do or not to do). Dari pengertian singkat penghargaan atas jasa-jasa pegawai negeri
tersebut menunjukkan bahwa segala tindakan selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas
pemerintah melalui para pejabatnya dalam bentuk Pemerintah (pasal 1). Hak pensiun tersebut di-
apapun, sesungguhnya merupakan kebijakan berikan dalam bentuk gaji atas beban Anggaran
publik. Beragam bentuk tindakan pemerintah Pendapatan dan Belanja Negara (pasal 2).
pada hakekatnya merupakan perwujudan Besarnya gaji pensiun pagawai per bulan adalah
amanat rakyat sebagai pemilik kedaulatan yang 75% (tujuhpuluh lima persen) dari gaji pokok
tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) dan tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah
dan Undang-Undang (UU). menurut Peraturan Pemerintah tentang gaji dan
Tindakan yang harus diambil pemerintah pangkat yang berlaku bagi pegawai negeri yang
terkait dengan pensiun PNS, ditegaskan dalam bersangkutan (pasal 11).
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Model pensiun yang dianut tersebut biasa
Aparatur Sipil Negara (UU-ASN) Pasal 91 Ayat dikenal dengan istilah sistem pay as you go.
3 bahwa jaminan pensiun PNS dan jaminan Dalam sistem ini, sebetulnya ketika PNS masih
hari tua PNS diberikan sebagai perlindungan aktif bekerja dipungut iuran pensiun sebesar
kesinambungan penghasilan hari tua, sebagai 4,75% (empat koma tujuhpuluh lima persen)
hak dan sebagai penghargaan atas pengabdian dari gaji. Namun jika iuran pensiun tersebut
PNS. Dengan demikian, karena jaminan pensiun dijumlahkan, ternyata tidak mencukupi untuk
tersebut merupakan hak PNS, maka tentu membayar uang pensiun bulanan sebesar 75%
17
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

(tujuhpuluh lima persen) dari gaji pokok. Untuk itu, politik saat ini nampaknya memiliki beragam
pemerintah melalui APBN menutupi kekurangan perspektif. Dari lebih 50 (limapuluh) tulisan
dana pensiun tersebut. Mengingat gaji pokok PNS yang telah disurvei dengan judul awal Political
terus mengalami peningkatan, maka otomatis Economy of..., menampilkan pengertian yang
uang pensiun pun mengalami peningkatan berbeda-beda. Bahkan ada kecenderungan,
pula. Sehingga tidak bisa dihindari dana APBN setiap penulis memiliki pengertian sendiri-sendiri.
untuk membayar pensiun dari tahun ke tahun Sehingga bagi Whynes (1984), tidak terlalu
terus mengalami penigkatan. Kondisi inilah penting memperdebatkan beragam pengertian
yang mendorong pemerintah untuk melakukan dari ekonomi politik, ataupun mencari definisi
perubahan sistem pensiun ke fully funded. Yakni yang bisa merangkum atau mempertemukan
sistem yang menekankan pada iuran bulanan perbedaan-perbedaan tersebut. Yang terpenting
untuk menghimpun dana pensiun,semakin harus disadari adalah bahwa telah terjadi
besar iurannya tentu semakin besar pensiunnya. krisis dalam teori ekonomi ortodoks yang lebih
Kalau kebijakan pemberlakuan sistem baru ini berorientasi pada kalkulasi ekonomi semata
dimaksudkan untuk meringankan APBN, maka yang bersifat matematis, dalam memecahkan
konsekuensinya porsi iuran bulanan PNS harus beragam permasalahan ekonomi. Kondisi
ditingkatkan dan iuran yang disubsidi pemerintah tersebut menimbulkan ketidakpuasan, yang
dibatasi. Selain itu pembayaran pensiunnya kemudian mencari bentuk serta metode analisis
harus sekaligus, untuk menghindari kenaikan yang lebih komprehensif dengan melibatkan
gaji pokok PNS yang setiap tahunnya terus berbagai disiplin ilmu lainnya, dan itulah ekonomi
meningkat. politik.
Agar kebijakan yang diambil pemerintah Dalam pandangan Sudarsono (1980),
benar-benar berdaya guna dan berhasil demi ekonomi politik sebagai suatu pendekatan,
kesejahteraan masyarakat, kemajuan bangsa merupakan sintesa yang memadukan ilmu
dan kekuatan negara, maka dalam mendesain politik dan ilmu ekonomi ke dalam suatu
dan mengimplementasikannya perlu bantuan kerangka analisis yang lebih menyeluruh
ekonomi politik. Hal ini dimaksudkan untuk (comprehensive). Ini merupakan suatu usaha
memahami secara komprehensif keterkaitan untuk memadukan antara rasionalisme ekonomi
antara berbagai aspek, proses dan institusi politik dengan kelayakan politik. Istilah ekonomi
dengan kegiatan ekonomi, seperti produksi, politik juga kadangkala digunakan dengan
investasi, pembentukan harga, perdagangan, maksud yang berlainan dan lebih sempit atau
konsumsi dan sebagainya. Penelusuran yang terbatas yaitu dengan merujuk hanya kepada
mendalam dapat dicermati dari format dan pola persoalan fiskal atau persoalan kebijakan dasar
hubungan antara swasta, masyarakat, organisasi ekonomi oleh pihak pemerintah. Dengan itu,
buruh, partai politik, pemerintah, lembaga jelas bahwa unsur ekonomi dan unsur politik
konsumen dan sebagainya. Sehingga menurut tidak dapat dipisahkan.
Deliarnov (2006) hal tersebut bisa ditelaah, siapa Pada masa sekarang ini, ekonomi
mendapatkan apa, siapa yang diuntungkan, politik telah mengalami perkembangan yang
siapa yang dirugikan, serta apa dampaknya sangat pesat dengan cakupan yang sangat
secara luas bagi masyarakat. luas. Deliarnov (2006) memaparkan bahwa
ekonomi politik telah mengalami evolusi, yang
Pengertian dan Kerangka Analisis Ekonomi secara pokok meliputi ekonomi politik liberal
Politik klasik, ekonomi politik sosialisme (marxisme),
Sangat sulit menyusun definisi yang baku neoklasik, strukturalisme, kelembagaan, ekonomi
tentang apa yang dimaksud dengan ekonomi politik baru, neoliberalisme, dan ekonomi politik
politik. Hal tersebut karena begitu banyaknya globalisasi. Dengan demikian nampak jelas
ragam pandangan dalam mengartikan ekonomi bahwa ekonomi politik merupakan bidang yang
politik. Whynes (1984), editor buku What is sangat luas dan kompleks. Ekonomi politik
Political Economy?, menyatakan bahwa ekonomi bukan saja mencakup aspek ekonomi dan politik,
18
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

tetapi juga sosiologi, antropologi, sejarah dan ada orang yang tidak rasional dimana
ilmu-ilmu lainnya. tertarik membeli sesuatu bukan karena
Pada dasarnya ekonomi politik menurut harganya murah tetapi justru karena
Deliarnov (2006) merupakan kajian yang mahalnya. Pendekatan kelembagaan juga
komprehensif, membahas banyak aspek dan dikembangkan dalam bidang sosiologi oleh
bersifat interdisipliner dalam arti tidak hanya tokoh-tokoh seperti Max Weber, Joseph
memadukan ilmu ekonomi dan politik tetapi juga Schumpeter dan Gunnar Myrdal. Ketiganya
bidang ilmu lainnya seperti ilmu sosial, budaya, menurut Deliarnov (2006) lebih menekankan
hukum dan psikologi. Cara pandang ekonomi pentingnya peran wirausahawan dalam
politik yang luas tersebut, diharapkan mampu industrialisasi dan pembangunan.
membantu para pembuat kebijakan publik dalam Dengan demikian, ekonomi politik ke-
mengatasi berbagai persoalan yang pelik, rumit lembagaan lebih memandang para pembuat
dan kompleks. Dalam menelaah kebijakan publik kebijakan sebagaii sosok manusia yang tidak
pensiun PNS ada dua pendekatan ekonomi selalu mampu bertindak rasional, karena
politik yang relevan digunakan : kuatnya pengaruh cita, rasa, selera, budaya,
1. Ekonomi Politik Kelembagaan norma, lingkungan, nilai dan keyakinan. Hal-
Pendekatan ini didasarkan pada suatu hal yang tidak rasional tersebut telah tumbuh
kondisi empirik bahwa sebagian besar mengakar dan bahkan sudah melembaga,
permasalahan ekonomi maupun politik sehingga membelenggu para pengambil ke-
justru penyebabnya berada di luar bidang putusan untuk bertidak cepat sesuai dengan
ekonomi dan politik itu sendiri. Yakni pilihan-pilihan yang telah dikalkulasi secara
adanya kelembagaan yang mengarahkan rasional.
proses kerja suatu perekonomian maupun 2. Teori Pilihan Publik
proses-proses politik. Berbeda dengan ilmu Berbeda dengan ekonomi politik kelembagaan
ekonomi murni yang hanya fokus pada yang melihat para pembuat kebijakan sering
persoalan ekonomi semata, ekonomi politik bertindak tidak rasional, maka teori pilihan
kelembagaan, berusaha mengamati hal- publik justru memandangnya sebagai
hal yang telah terjadi, sekaligus berusaha sosok yang sangat rasional. Pertimbangan
menjelaskan mengapa dan bagaimana rasionalnya berdasarkan pada kepentingan
perihal tersebut terjadi. Disinilah kelembagaan pribadi untuk memaksimalkan peluang-
sebagai aransemen berdasarkan konsensus peluang yang mungkin diperoleh dari suatu
atau pola tingkah laku, nilai dan norma atau pemilihan. Premis dasar teori pilihan publik
konvensi yang telah disepakati bersama adalah bahwa para pengambil kebijakan
memberi arah tindakan kepada individu atau publik dan bisnis bertindak dengan cara
kelompok dalam menentukan pilihannya. yang sama yakni berlandaskan pada
Dengan demikian menurut Deliarnov (2006) kepentingan pribadi. Motivasi para politisi
perlu dianalisis motivasi para aktor dari dari untuk memaksimalkan kesempatan dari
aspek-aspek non-ekonomi, seperti aspek suatu pemilihan (vote maximizers), sama
sosial, politik, budaya, agama dan psikologi. dengan motivasi para pengusaha untuk
Dalam pandangan Veblen, kelembagaan meraih laba maksimal (profit maximizers).
merupakan norma-norma yang membentuk Dalam prakteknya, para pembuat keputusan
perilaku masyarakat baik dalam meng- politik juga harus membuat keputusan private
konsumsi maupun berproduksi. Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
tidak hanya mahkhluk rasional tapi juga Dengan kata lain menurut Deliarnov (2006),
mahluk emosional yang memiliki perasaan, orang yang membeli barang-barang ke-
selera, nilai, dan budaya. Sebagai contoh, perluan sehari-hari (konsumen) adalah juga
menurut teori hukum permintaan jika harga orang yang memilih dalam suatu pemilihan.
turun maka semakin banyak orang yang Dalam model ini, politik tidak dipandang
membelinya. Padahal dalam prakteknya, sebagai arena memperebutkan kekuasaan
19
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

melainkan sebagai permainan yang me- ditanggung pemerintah melalui APBN. Kalau
mungkinkan terjadinya pertukaran sumber tujuan dari kebijakan pensiun baru tersebut
daya diantara para pihak dalam aturan main untuk meringankan beban negara, maka
yang berlaku dengan tujuan memenangkan tentu implikasinya harus meningkatkan iuran
pertandingan. Pendekatan ini memperluas pensiun PNS. Disinilah dilema yang dihadapi
analisis transaksi pasar yang didalamnya pemerintah, seperti pisau bermata dua.
ada produsen, penjual dan pembeli kedalam Kalau iuran pensiun PNS dinaikan, tentu
sektor publik termasuk politik. Sehingga bisa akan mengundang protes jutaan PNS yang
dianalogikan pemerintah adalah produsen, akan menggangu jalannya pemerintahan.
birokrasi bertindak sebagai penjual, dan Sebaliknya, jika tidak dinaikkan keuangan
masyarakat sebagai konsumen, yang negara akan terus terkuras dan membatasi
hubungannya bersifat transaksional. Dalam program-program populis lainnya. Sebagai
konteks ini menurut Deliarnov (2006), teori negarawan, pengambil kebijakan idealnya
pilihan publik tidak mengingkari adanya harus memprioritaskan penyelamatan negara,
kepentingan kolektif dan tindakan kolektif, apapun resikonya. Sehingga tidak perlu
namun hal tersebut pada dasarnya me- ragu dan bertindak cepat untuk mengambil
rupakan akumulasi kepentingan individu. keputusan sesuai dengan kewenangan yang
Teori pilihan publik memberikan perspektif dimilikinya. Namun faktanya, sudah 10
baru dalam menelaah kebijakan publik (sepuluh) tahun atau bahkan 2 (dua) periode
sebagai suatu proses politik. Sehingga adu pemerintahan Presiden Susilo Bambang
kekuatan dalam drama kekuasaan politik Yudoyono memiliki wacana pemberlakukan
yang nampak menyeramkan, dipandang sistem pensiun fully funded digulirkan,
dengan cara yang lebih lembut, sebagai sampai saat ini masih belum juga dimulai.
tawar-menawar harga dalam transaksi Persoalan tersebut akan coba di telaah
bisnis. Ungkapan demi kepentingan rakyat, dari perspektif ekonomi politik, khususnya
bangsa dan negara yang disampaikan oleh ekonomi politik kelembagaan. Pendekatan
para pembuat kebijakan, pada dasarnya ini menekankan pada wujudnya nilai,
adalah untuk kepentingan dirinya sendiri. kebiasaan, norma dan konvensi yang
Dari uraian singkat tentang ekonomi politik melembaga, sehingga membentuk pola
kelembagaan dan teori pilihan publik, keduanya tindakan yang akan dipilih seseorang atau
relevan untuk dijadikan kerangka analisis dalam sekelompok dalam mengambil keputusan.
mengidentifikasi dan menelaah permasalahan Dengan pandangan tersebut, dapatlah
yang terkait dengan kebijakan pensiun PNS. dimengerti kalau perilaku birokrat atau
Analisis ekonomi politik dalam kebijakan pemerintah memiliki pola yang hampir
pensiun PNS, dapat terbagi menjadi: seragam, walaupun para pejabatnya setiap
1. Analisis Ekonomi Politik Kelembagaan saat datang silih berganti, apakah karena
Permasalahan yang terkait dengan kebijakan mutasi, promosi atau pensiun.
pensiun PNS adalah sistem pay as you Lambatnya perubahan sistem pensiun ke
go yang berlaku selama ini, dirasa sangat arah yang lebih meringankan APBN dan
memberatkan keuangan negara. Untuk itu, secara otomatis meningkatkan iuran bulanan
pemerintah sedang merancang kebijakan PNS yang masih aktif bekerja, nampaknya
baru untuk memberlakukan sistem pensiun ada sejumlah nilai yang melekat dan
fully funded. Konsekuensi kebijakan baru bahkan membelenggu pemerintah sebagai
tersebut adalah harus dibuatnya formulasi pembuat kebijakan. Nilai yang dirasa sudah
baru berapa persen porsi iuran pegawai dan melembaga diantaranya adalah bahwa PNS
berapa persen porsi pemerintah. Selama ini itu pahlawan yang telah berjasa pada bangsa
iuran pensiun PNS adalah sebesar 4,75% dan negara. UU Pensiun PNS menyebut
(empat koma tujuhpuluh lima persen) pensiun diberikan sebagai penghargaan
dari penghasilan setiap bulannya, sisanya atas jasa-jasa PNS yang selama bertahun-
20
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

tahun bekerja pada instansi pemerintah. Selain nilai pengabdian, hormat pada para
Begitu pula UU-ASN menyatakan pensiun senior dan mantan pejabat juga mewarnai
PNS sebagai hak dan sebagai penghargaan nilai-nilai pada pemerintahan Indonesia. Nilai
atas pengabdian PNS. yang sudah melembaga mengisyaratkan
Nilai pengabdian yang melekat pada PNS bahwa yang muda harus menghormati yang
relevan pada masa awal kemerdekaan sampai lebih tua. Jika para pengambil kebijakan
dengan masa Orde Baru, karena pada masa dipandang sebagai yunior, maka para
tersebut gaji PNS sangat kecil sekali jauh di pensiunan adalah para senior yang harus
bawah swasta. Pada era profesionalisme dihormati. Apalagi kalau pensiunan PNS
sekarang ini, gaji PNS sudah mengalami juga memiliki hak dan penghargaan
banyak penyesuaian, sehingga setara bahkan yang sama dengan para mantan pejabat
lebih tinggi dibanding gaji swasta pada yang juga mendapatkan pensiun seperti:
umumnya. Dengan demikian, sekarang ini (1) mantan Presiden dan Wakil Presiden
PNS sudah menjadi profesi dan telah diberi sesuai dengan Undang Undang Nomor
imbalan yang sepadan. Sehingga pantaslah 7 Tahun 1978, (2) mantan pimpinan dan
kalau saat ini, dalam PNS melekat nilai-nilai anggota Lembaga Tinggi Negara termasuk
profesionalisme. mantan anggota DPR/MPR diatur dalam
Masih melekatnya nilai pengabdian PNS pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
diri pembuat kebijakan, tentu rasanya tidak 12 Tahun 1980, (3) mantan Menteri sesuai
tega kalau PNS yang bekerja untuk pentingan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50
bangsa dan negara dibebani pungutan Tahun 1980, (4) mantan Prajurit TNI dan
yang besar, walaupun untuk kepentingan Anggota Polri berlandaskan pada Undang-
dirinya pada saat memasuki masa pensiun. Undang Nomor 6 Tahun 1966, (5)mantan
Pada saat PNS berbakti untuk negara, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
maka sepantasnyalah negara memberikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun
penghargaan dengan memberi uang pensiun 1980, dan (6) mantan Duta Besar sesuai
setiap bulannya. Kalau PNS dan pejabat Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1996.
pemerintah lainnya, hidup terlunta-lunta Jika perubahan sistem pensiun dilakukan,
ketika memasuki masa pensiun, maka para pengambil kebijakan khawatir akan
nilai yang masih melekat menganggap mengusik ketenangan para mantan, yang
pemerintah tidak bertanggungjawab. Apalagi sangat dihormatinya.
kalau pembuat kebijakan mantan PNS, Dengan melembaganya nilai penghormatan
birokrat atau ber-karir di TNI Polri, rasanya sulit dan penghargaan terhadap jasa PNS yang
mengambil keputusan untuk meningkatkan sudah berbakti kepada nusa dan bangsa
iuran PNS bulanan, yang tentu menambah serta berkhidmat mengabdi untuk seluruh
beban dan potongan gajinya. rakyat Indonesia, maka sulit sekali bagi pada
Nilai pengabdian PNS terus melembaga, para pembuat kebijakan untuk bertindak
ketika pensiunan PNS terhimpun dengan rasional. Hal-hal yang dapat dikalkulasikan
pensiunan lainya yang memiliki nilai-nilai secara rasional diantaranya: (1) sasaran
kepahlawanan yakni: (1) para Perintis Per- kebijakan adalah PNS aktif yang sudah
gerakan Kebangsaan/Kemerdekaan sesuai mendapat tunjangan kinerja (remunerasi)
dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1964, dan sertifikasi, (2) peningkatan iuran pensiun
(2) mantan Militer Sukarela sesuai Undang- berarti meningkatnya dana yang terhimpun
Undang Nomor 6 Tahun 1966, (3) mantan untuk bekal pensiun nanti, (3) PNS adalah
Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat aparatur birokrasi yang harus tunduk dan taat
sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun kepada kebijakan pemerintah, (4) pemerintah
1980 dan (4) para Veteran Republik Indonesia dibawah Presiden adalah pemegang ke-
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor kuasaan negara, yang memiliki otoritas
34 Tahun 1985. untuk membuat kebijakan publik, (5) tujuan
21
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

kebijakan adalah demi menyelamatkan dianalogikan sebagai produsen, birokrasi


negara dan demi kejayaan bangsa. Dari bertindak sebagai penjual, dan masyarakat
pertimbangan rasional tersebut, semestinya sebagai konsumen yang hubungannya ber-
tidak sulit bagi pemerintah untuk cepat sifat transaksional.
bertindak mengambil kebijakan. Namun Pemerintah sesuai dengan hierarki dan
kenyataannya, sisi rasional tersebut belum kewenangannya, memproduksi atau men-
dimilki secara teguh oleh para pembuat desain kebijakan, baik kebijakan strategis
kebijakan. Hal ini terbukti dengan lambatnya maupun kebijakan operasional. Dalam logika
pemerintah memulai sistem pensiun baru pasar, produksi itu sendiri merupakan respon
yang telah direncanakannya. terhadap permintaan pasar. Sehingga dalam
Dalam konteks ini, relevan pandangan logika tersebut, maka produk kebijakan pada
Veblen seorang tokoh ekonomi politik hakekatnya merupakan hasil dari kalkulasi
kelembagaan, bahwa para pembuat ke- ekonomi dan politik sebagai tuntutan
bijakan sebagai manusia biasa dalam hal-hal masyarakat, dunia usaha dan warga
tentu kadang menjadi tidak rasional bahkan global, khususnya lagi tekanan dari para
menjadi mahluk emosional yang didominasi pemilih (voters). Setelah produk kebijakan
perasaan, selera, nilai, adat istiadat dan tersebut dikeluarkan, maka selanjutnya
budaya. Dalam kaitan tersebut, dapat di- diimplementasikan dan disajikan kepada
pahami apabila para perancang kebijakan masyarakat untuk dibeli dan dikonsumsi.
yang sudah mendesain sistem pensiun Dalam kaitan dengan permasalahan
baru dengan sangat rasional, namun saat pensiun, selama ini anggaran negara
mau diambil keputusan memorinya teringat untuk membayar pensiun terus mengalami
kembali kepada para pahalawan yang telah peningkatan. Alokasi tersebut, mengurangi
banyak berkorban demi bangsa dan negara. porsi anggaran pembangunan sektor publik
Sehingga akhirnya perubahan sistem lainnya yang dituntut oleh masyarakat
pensiun hanyalah sebatas wacara, dan tidak serta dunia usaha, seperti pembangunan
secepatnya diambil keputusan. infrastruktur jalan, jembatan, bendungan,
2. Analisis Pendekatan Pilihan Publik irigasi dan lain sebagainya. Tuntutan dan
Analisis ekonomi politik kelembagaan men- tekanan warga sebagai pemilih tersebut,
coba mengamati kebijakan publik dari hal- tentu harus direspon oleh pemerintah untuk
hal yang tidak rasional yakni nilai, cita, rasa, memproduksi kebijakan yang dapat dijual ke
selera dan budaya yang sudah melembaga. masyarakat. Sehingga masyarakat dengan
Sementara itu, pendekatan pilihan publik senang gembira membelinya, sekaligus
(public choice) justru sebaliknya melihat para memberi dukungan pada pemerintah bahkan
pembuat kebijakan sebagai manusia yang memilihnya kembali untuk memerintah pada
selalu berfikir rasional dalam memenuhi periode berikutnya. Agar pemerintah mampu
kebutuhannya. Dalam arti manusia selalu memproduksi banyak kebijakan yang ber-
bertindak untuk mencapai nilai atau ke- pihak pada tuntutan masyarakat, maka
puasan tertinggi. Kebutuhan tersebut di- alokasi anggaran untuk membayar pensiun
penuhi melalui mekanisme pasar, yang juga secara bertahap harus dialihakan. Disinilah
berdasar pada pilihan rasional. Dengan urgensinya perubahan sistem pensiun
fondasi rasionalitas, maka di pasar akan dari sistem pay as you go yang sangat
terjadi transaksi dengan harga yang efisien. membebani anggaran ke fully funded yang
Dalam transaksi tersebut, pasar melibatkan lebih meringankan APBN.
didalamnya ada produsen, konsumen, Analisis pendekatan pilihan publik, mem-
penjual dan pembeli. Logika dan pola berikan cara pandang lain dalam memahami
transaksi pasar tersebut ditransformasikan suatu kebiijakan pemerintah, khususnya
untuk memahami sektor publik termasuk kebijakan pensiun PNS. Dimana selama ini,
pemerintahan. Sehingga pemerintah bisa kebijakan dipandang sebagai suatu otoritas
22
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

atau kekuasaan pemerintah, yang wajib misalnya untuk membuat sebuah kota yang
ditaati dan diikuti oleh rakyatnya. Padahal maju, bersih dan indah akan membutuhkan
dalam konteks pasar, hubungan antara biaya yang relatif mahal dan harus diikuti
pemerintah sebagai produsen dan birokrasi oleh aparat pemerintah yang tegas, jujur
sebagai penjual dengan masyarakat sebagai dan transparan. Demikian pula masyarakat
pembeli, hubungannya bersifat sukarela dan harus mendukung program-program ter-
transaksional. Sehingga logikanya, kalau sebut, termasuk masyarakat di pinggiran
kebijakan yang diproduk pemerintah tidak bantaran kali harus mau direlokasikan ke
dibeli atau bahkan ditolak masyarakat, maka tempat lain.
pemerintah rugi, karena barangnya tidak Dalam perspektif pilihan publik, rasionalitas
laku dijual. Apalagi dalam alam demokrasi, para pengambil kebijakan dilandaskan
pemerintah seperti itu tentu tidak akan pada kepentingan dirinya untuk mencapai
dipilih lagi oleh masyarakat pada pemilihan nilai tertinggi. Untuk mewujudkan nilai
umum berikutnya. Dengan demikian, agar tersebut, maka dilakukan transaksi dengan
pemerintah selalu mendapat dukungan mekanisme pesar. Jika perspektif tersebut
rakyat, maka pemerintah itu sendiri harus ditransformasikan kedalam kebijakan
inovatif, dengan membuat kebijakan- pensiun PNS, maka ada dua pihak yang
kebijakan yang laris dijual dan enak dinikmati saling bertransaksi. Pertama, pembuat
masyarakat. kebijakan yakni pemerintah dalam hal ini
Analisis ekonomi politik memberikan pan- presiden beserta para menterinya.Kedua,
dangan yang mendasar terhadap kebijakan para calon pensiunan PNS termasuk calon
pensiun PNS. Hal ini tentu akan sangat pensiunan lainnya yaitu: Presiden dan
membantu para pembuat kebijakan, untuk Wakil Presiden, para pimpinan dan anggota
mendesain formula yang tepat dengan Lembaga Tinggi Negara, para Menteri, para
implementasi yang akurat. Dari analisis pimpinan dan anggota TNI serta Polri, para
ekononomi politik yang sederhana, di- Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
peroleh suatu gambaran bahwa langkah- serta para Duta Besar.
langkah kebijakan untuk melakukan sistem Rencana kebijakan pemerintah untuk mem-
pensiun harus segera diputuskan. Hal ini berlakukan sistem pensiun baru fully funded,
untuk mendorong efektivitas dan efisiensi demi mengurangi beban APBN berimplikasi
keuangan negara. Kalau saja di lapangan pada naiknya iuran pensiun diatas 4,75%
terjadi penolakan PNS terhadap perubahan (empat koma tujuhpuluh lima persen) dari
sistem pensiun tersebut, maka analisis penghasilan setiap bulannya. Naiknya iuran
pilihan publik memberi solusi untuk dilakukan tersebut tentu berlaku tidak hanya untuk PNS,
inovasi produk yang menarik sehingga para akan tetapi untuk semua calon penerima
PNS membelinya. Bukan dengan cara pensiun, termasuk para pejabat pemerintah
pendekatan kekuasaan, dimana PNS yang sendiri yang mengambil kebijakan. Dalam
masih aktif dipaksa untuk mengikuti sistem konteks tersebut, tidak bisa dipungkiri para
pensiun baru, sehingga terjadi penolakan dan pembuat kebijakan sebagai mahluk pribadi
demonstrasi, yang akhirnya mengganggu memiliki kepentingan untuk menghindari
pelayanan kepada masyarakat. beban iuran tambahan tersebut. Karena pada
Apabila pendekatan pilihan publik dalam dasarnya fitrah manusia selalu berusaha
konteks mekanisme pasar ditansformasikan untuk memperoleh kesenangan atau ke-
kedalam proses politik, maka akan dihasilkan untungan dan menghindari penderitaan atau
kebijakan-kebijakan publik yang memuaskan kerugian.
bagi masyarakat. Selain itu, implementasi
di tengah masyarakat akan mendapat
dukungan yang positif, baik dari birokrasi
maupun masyarakat itu sendiri. Contoh:
23
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

PENUTUP dan sertifikat sebaiknya dilakukan secara me-


nyeluruh dan terintegrasi dengan gaji bulanan,
Dari keseluruhan uraian diatas, kiranya sehingga kenaikan iuran pensiun dapat secara
dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa otomatis dilakukan. Selain itu, untuk menghindari
lambatnya pemerintah mengambil keputusan konflik kepentingan, pemerintah harus bertidak
untukmengubah sistem pensiun PNS dari pay as sebagai negarawan yang meletakan kepentingan
you go ke fully funded yang lebih meringankan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi
APBN, ditinjau dari perspektif ekonomi politik dan golongan.
disebabkan 2 (dua) hal:
1. Tinjauan ekonomi politik kelembagaan
menunjuk pada adanya nilai yang melekat DAFTAR PUSTAKA
dan bahkan membelenggu pemerintah
sebagai pembuat kebijakan. Nilai yang di- Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik. Erlangga:
rasa sudah melembaga tersebut adalah Jakarta,.
bahwa PNS itu abdi bangsa dan negara, Islamy, M. Irfan. 1997. Prinsip-Prinsip Perumusan
yang tentu jasa-jasanya harus diberikan Kebijkan Negara, Bumi Aksara: Jakarta.
penghargaan oleh pemerintah dalam Sudarsosno, Juwono. 1980. Teori Pembangunan:
bentuk pensiun. Seperti dinyatakan UU-ASN, Sebuah Himbauan untuk Pendekatan
bahwa pensiun PNS merupakan hak dan Ekonomi Politik. Prisma: Jakarta.
penghargaan atas pengabdian PNS. Dengan Whynes. David K. 1984. What is Political
mengakarnya nilai penghargaan terhadap Economy: Eight Perspectives. Basil
jasa PNS yang sudah berbakti kepada nusa Blackwell: United Kingdom.
dan bangsa serta berkhidmat untuk seluruh Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5
rakyat Indonesia, maka berat rasanya bagi Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
pemerintah untuk manambah beban iuran ________________, Undang-Undang Nomor 11
PNS sebagai akibat pemberlakukan sistem Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan
pensiun baru. Pensiun Janda/Duda Pegawai.
2. Pendekatan pilihan publik mengidentifikasi ________________, Peraturan Pemerintah
hadirnya konflik kepentingan dalam diri Nomor 24 Tahun 2008 tentang Dana
pemerintah sebagai pengambil kebijakan Kehormatan Veteran Republik Indonesia.
yang juga sekaligus sebagai calon penerima ________________, Keputusan Presiden Nomor
pensiun. Hal tersebut karena perubahan 8 Tahun 1977 tentang Perubahan dan
sistem pensiun, tidak hanya berlaku untuk Tambahan atas Keputusan Presiden
PNS tetapi untuk semua penerima pensiun Republik Indonesia nomor 56 tahun 1974
termasuk para pejabat pemerintah. Dengan tentang Pembagian, Penggunaan,Cara
demikian, disatu sisi pemerintah harus Pemotongan, Penyetoran dan Besarnya
berupaya mengurangi beban APBN yang Iuran-Iuran yang Dipungut dari Pegawai
terus membengkak, namun pada saat yang Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima
sama mereka adalah mahluk pribadi yang Pensiun.
secara fitrah berusaha untuk menghindari ________________, Peraturan Pemerintah
naiknya iuran pensiun yang akan membebani Republik IndonesiaNomor 25 Tahun 1981
dirinya. Tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri
Untuk mengatasi permasalahan pensiun Sipil.
PNS demi meringankan keuangan negara, ________________, Peraturan Pemerintah
maka mutlak diperlukan pemerintah dalam Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2013
hal ini presiden beserta para menterinya yang tentang Perubahan atas Peraturan
meletakkan PNS sebagai profesional dan tidak Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981 Tentang
terbelenggu dengan nilai pengabdian. Dalam Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil
konteks tersebut, tunjangan kinerja (remunerasi)
24
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

http://mypancasetia.blogspot.com diakses 23
September 2014
http://www.kabar24.com diakses 23 September
2014
http://www.tempo.co diakses 24 September 2014
http://katadata.co.id diakses 24 September 2014
http://finance.detik.com diakses 25 September
2014
http://www.kemenkeu.go.id diakses 25 September
2014

25
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

26
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

REFORMASI PROGRAM PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL:


STUDI KASUS REFORMASI SISTEM PENSIUN PEGAWAI SEKTOR PUBLIK
DI BERBAGAI NEGARA

REFORM OF THE CIVIL SERVICE RETIREMENT PROGRAM:


CASE STUDY OF PUBLIC SECTOR EMPLOYEES RETIREMENT SYSTEM
REFORMATION IN VARIOUS COUNTRIES
Bambang Purwoko
Guru Besar S1-S2-S3 Universitas Pancasila
Jl. Borobudur No.7 Jakarta 10320
e-mail: purwoko_b@yahoo.com

(Diterima 24 September 2014, Direvisi Pertama 26 September 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
Penyediaan pensiun pegawai negeri di beberapa negara didanai pay as you go sementara pada awal operasinya dikelola
secara terpisah dari sistem nasional, karena pahala pemerintah yang disediakan untuk karyawan karena dedikasi yang
panjang dan terus loyalitas kepada pemerintah selama bertahun-tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan
beberapa masukan yang berguna kepada Pemerintah Indonesia dari apa yang merupakan hasil dari reformasi pegawai
negeri pensiun di beberapa negara apakah akan dilanjutkan secara terpisah dari sistem jaminan sosial nasional atau tidak.
Namun, masalah yang membangkitkan dalam pengoperasian pensiun jaminan sosial yang terutama disebabkan oleh krisis
ekonomi dan penuaan populasi menyebabkan dana kekurangan terjadi di negara-negara industri, sementara solusi untuk
kekurangan ini adalah tawaran mengubah manfaat pasti untuk didefinisikan pensiun iuran seperti pada atas yang ada manfaat
pasti. Dalam prakteknya, pemerintah harus berkontribusi untuk iuran pasti sebagai program tambahan sambil terus menjaga
manfaat pasti bagi anggota sebelumnya kecuali untuk entri baru yang akan berpartisipasi dalam iuran pasti. Metodologi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah untuk meninjau reformasi pensiun pegawai negeri sipil yang telah dipersiapkan oleh
World Bank Pension Team lebih dari 1990-2000 yang dihasilkan dari tiga (3) kategori, yaitu (i) integrasi rencana layanan sipil
dengan sistem jaminan sosial umum, (ii) penyediaan layanan pegawai pemerintah yang terpisah dan atau (iii) penyediaan
program pensiun hari tua kepada karyawan publik saja. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar negara lebih
memilih untuk menggabungkan antara cakupan terpadu PNS jaminan sosial umum dan penyediaan terpisah pensiun pegawai
negeri sementara mengusulkan iuran pasti untuk karyawan publik baru sebagai suplemen tetapi manfaat pasti dengan sedikit
keuntungan terus menjadi diberikan kepada karyawan sebelumnya.
Kata kunci: iuran pensiun, manfaat pasti, rencana didanai, pensiun pay as you go dan dana kekurangan serta penuaan
masalah kependudukan.

Abstract:
The provision of civil service pension in some countries was unfunded with pay as you go system while in the beginning of
its operation was managed separately from the national system, because the government reward which was provided for its
employees with reasons of long dedication and years continues loyalty to the government. The objective of this research is
to give some useful inputs to the Government of Indonesia (GOI) on what is the outcome of reformed civil service pension in
some countries whether to be continued separately from the national sosial security system or not. However, the problems
which arouse in the operation of sosial security pension were mainly due to the economic crisis and ageing population causing
funding shortfall to happen in industrial countries while the solution to this shortfall was an offer of transforming defined benefit
to defined contribution pensions as on top of existing defined benefit. In practice, the government shall contribute to defined
contribution as a supplementary program while continuing to keep defined benefit for previous members except for new entry
to be participated in defined contribution. Methodology used in this research is to review civil service spension reforms as
prepared by the World Bank Pension Team over 1990-2000 resulting from three (3) categories, that is (i) integration of civil
Service plan with a general sosial security system, (ii) provision of separate public employees service and or (iii) provision of
pension program to public employees only. The outcome of this research concludes that most countries preferred to combine
between integrated coverage of civil servants to general sosial security and the provision of separate civil service pension while
proposing a defined contribution for new public employees as supplement but defined benefit with little benefit continued to be
given to previous employees.

Key words: defined contribution pension, defined benefit, unfunded plan, pay as you go pension and funding shortfall as well
as ageing population problem.

27
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

PENDAHULUAN Belanja Negara (APBN) sekalipun adanya iuran


tambahan dari PNS akan tetapi iuran tersebut
Penyelenggaraan sistem jaminan sosial tidak mencukupi untuk membiayai hari tua di
khususnya program pensiun bagi pegawai masa datang.
sektor publik di berbagai negara bersifat Menjelang abad 21 yang ditandai dengan
tertutup atau eksklusif (closed-ended-coverage) krisis perekonomian dunia menyusul masalah
sehingga dalam operasionalisasinya tidak di- ledakan usia senja atau aging population
ketahui oleh publik atau media baik dalam hal problem (OECD Report of 2011) yang dinilai
tatakelola pendanaan maupun informasi tentang memberatkan APBN, maka terjadilah proses
program untuk akses penelitian. Program- reformasi jaminan sosial bagi pegawai sektor
program jaminan sosial yang diperuntukkan bagi publik di negara-negara maju. Adanya tuntutan
pegawai sektor publik tidak sama persis seperti dari masyarakat di abad 21 agar program
program jaminan sosial untuk peserta umum pensiun bagi pegawai sektor publik yang selama
yang dalam hal ini untuk pekerja sektor swasta ini dibiayai dengan APBN perlu direformasi
yang bersifat terbuka atau insklusif (open- ke pensiun manfaat pasti dengan pendanaan
ended atau multiple-coverage). Program-program secara penuh oleh peserta. Pensiun manfaat
jaminan sosial bagi pegawai sektor publik pasti sering digunakan untuk pensiun PNS yang
diselenggarakan secara sederhana yang pada selama ini pendanaanya berasal dari APBN,
umumnya mencakup pensiun dan kesehatan sehingga dalam pembayaran manfaat pensiun
apabila dibandingkan dengan program-program mengacu pada sistem anggaran (pay as you
sistem jaminan sosial nasional yang meliputi go). Karena itu dalam reformasi sistem pensiun
layanan kesehatan, kecelakaan-kerja, kematian baik bagi pekerja sektor swasta maupun pegawai
dini, program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sektor publik perlu dilakukan perubahan posisi
sebelum usia pensiun dan manfaat hari tua. unfunded pay as you go menjadi funded pay as
Pada umumnya, pemberian manfaat jaminan you go sehingga mengurangi ketergantungan
sosial dalam hal ini pensiun pegawai sektor dari APBN dalam pembiayaan jaminan sosial
publik merupakan penghargaan yang diberikan bagi pegawai sektor publik. Dengan kata lain,
Pemerintah kepada pegawainya sendiri atas pembiayaan program jaminan sosial khususnya
dedikasi dan kesetiaannya sekurang kurangnya untuk pensiun paling tidak menyerupai sistem
20 (duapuluh) tahun kepada Negara dan Bangsa. jaminan sosial nasional bagi pekerja sektor
Sebagaimana diketahui bersama, bahwa swasta yang pembiayaannya dilakukan secara
program pensiun pegawai sektor publik di- bersama antara pemberikerja dan pekerja.
desain dalam Undang-Undang (UU) sebagai Pengertian pegawai sektor publik sebagaimana
penghargaan bukan sebagai hak peserta. Karena dimaksud dalam penelitian ini mencakup PNS,
itu, pegawai sektor publik yang dipidana karena personil militer dan anggota kepolisian dan atau
pelanggaran hukum pidana akan kehilangan pegawai kerajaan yang bekerja secara langsung
hak pensiun dan atau yang mengundurkan diri di Kementerian atau Lembaga yang terkait
sebelum masa kerja 20 (duapuluh) tahun juga dengan urusan Kerajaan. Demikian halnya
akan kehilangan hak pensiun. Hal ini dibenarkan status PNS di negara-negara federasi seperti
dalam artian bahwa Pemerintah sebagai pem- Amerika Serikat, Australia dan Jerman, bahwa
berikerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak status PNS hanyalah pegawai yang bekerja
melanggar hak asasi manusia, karena pemberian di kementerian-kementerian atau lembaga
manfaat pensiun bagi PNS sebagai penghargaan non-kementerian di pemerintahan federal
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang seperti pegawai kementerian luar negeri,
Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai Kementerian Pertahanan, Personil Militer, CIA
Dan Pensiun Janda/Duda Pegawai (UU dan FBI sedangkan pegawai kementerian di
Pensiun PNS). Sebagai konsekuensinya, maka pemerintahan negara bagian termasuk anggota
pembiayaan program pensiun PNS di negara kepolisian negara bagian tidak sebagai status
manapun berasal dari Anggaran Pendapatan dan PNS, karena perekrutan pegawai-pegawai di
28
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pemerintahan negara bagian menjadi otonomi dalam suatu jabatan pemerintahan. Hal ini berarti
Gubernur Negara Bagian. bahwa definisi PNS tidak sama dengan pengertian
Adapun status PNS di NKRI meliputi peserta dan atau pekerja sebagaimana dimaksud
sejumlah PNS yang bekerja baik di Kementerian- dalam UU-SJSN. Akan tetapi, Pasal 1 ayat (12)
kementerian/Lembaga Non-Kementerian yang UU-SJSN mendefinisikan Pemberikerja termasuk
berada di Pemerintah Pusat, maupun di Dinas- penyelenggara negara yang memperkerjakan
dinas Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pegawai negeri dengan memberikan gaji atau
Kabupaten/Kota hingga Kecamatan/Kelurahan imbalan dalam bentuk lainnya. Hal ini terjadi lack
dari Sabang sampai Merauke. Status PNS di NKRI of specialty dalam menyamakan definisi pegawai
menyerupai status PNS di negara-negara yang ASN sebagai PNS dengan pengertian pekerja
mengadopsi sistem perekonomian komando atau dan atau peserta sebagaimana dimaksud dalam
sistem perekonomian sentral seperti Rusia, Ceko UU-SJSN. Dengan mengacu pada Pasal 1 ayat
dan Rumania, padahal Indonesia merupakan (12) UU-SJSN tentang pengertian pemberikerja
negara yang menerapkan sistem perekonomian termasuk di dalamnya penyelenggara negara,
campuran terlebih lebih telah dilakukan otonomi maka apakah definisi peserta dan atau pekerja
daerah yang semestinya berlaku perampingan dalam UU-SJSN serta merta merupakan pegawai
status PNS agar tidak memberatkan APBN. ASN atau PNS. Adanya interpretasi atas definisi
Karena itu, proses reformasi sistem jaminan tenaga-kerja dan atau pekerja dalam arti luas
sosial PNS berjalan lambat dibandingkan termasuk PNS bahkan personil TNI-Polri bahwa
dengan reformasi sistem jaminan sosial bagi hal itu merupakan pengertian secara ekonomika
pekerja sektor swasta yang berdasarkan yang tidak berdasarkan pada pengertian hukum
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang secara hakiki.
Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU-SJSN). Metodologi yang digunakan dalam
Untuk operasionalisasi UU-SJSN perlu dibentuk penelitian ini berupa deskripsi kualitatif dan
Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang telaah terhadap proses reformasi sistem
berdasarkan UU-SJSN dan kemudian ditindak- jaminan sosial bagi PNS di berbagai negara.
lanjuti dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun Deskripsi dilakukan dengan menguraikan
2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan peristiwa reformasi program pensiun PNS di
Sosial (UU-BPJS) yang terdiri dari BPJS berbagai negara, dan menganalisis apakah
Kesehatan dan BPJS Ketenaga-kerjaan. Dengan dalam reformasi sistem jaminan sosial bagi
diundangkannya UU-SJSN di tahun 2004 dan PNS tetap diselenggarakan secara terpisah
UU-BPJS di tahun 2011, maka status jaminan dengan sistem jaminan sosial tenaga-kerja
sosial PNS khususnya program pensiun yang atau sebatas melakukan reformasi program,
berdasarkan UU Pensiun PNS sebagaimana yaitu transfomrasi program pensiun manfaat
dimaksud dalam Pasal 65 ayat (2) UU-BPJS agar pasti ke program pensiun iuran pasti dan atau
PT. Taspen, (Persero) mengalihkan program tetap mempertahankan pensiun manfaat pasti
pensiun PNS kepada BPJS Ketenaga-kerjaan bagi peserta lama kemudian mengembangkan
paling lambat tahun 2029. pilar kedua dalam bentuk pensiun iuran pasti
Dalam proses transformasi yang dimulai sebagai pelengkap terhadap program pensiun
sejak implementasi UU-SJSN per 1 Januari yang ada. Hasil analisis dalam penelitian ini
2014 masih dalam perdebatan, sekalipun definisi diharapkan memberikan masukan yang ber-
peserta dan atau pekerja dalam Ketentuan Umum harga bagi Pemerintah Indonesia khususnya
sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 8 dan 11 DJSN, Badan Kepegawaian Negara (BKN),
UU-SJSN tidak sesuai dengan Pasal 1 ayat (2) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan
Negara (UU-ASN) yang mendefinisikan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta
pegawai ASN sebagai PNS yang diangkat oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dengan (Kemenakertrans).
perjanjian kerja yang kemudian diserahi tugas
29
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

PEMBAHASAN rata upah di akhir tahun dan rata rata upah 5


(lima) tahun terakhir dan atau upah tertinggi
Tinjauan tentang temuan empirik atas terakhir selama dalam masa kerja. Karena
reformasi sistem pensiun PNS di berbagai keterbatasan rumusan pensiun manfaat
Negara: pasti yang menggunakana rumusan pensiun
1. Tipe Pensiun PNS komersial yang masih mengacu pada
Secara empirik, tipe pensiun yang berlaku lamanya masa kerja dan upah terakhir. Maka
bagi PNS berupa program pensiun manfaat untuk perumusan manfaat pensiun jaminan
pasti yang memberikan manfaat berkala sosial dapat menggunakan rata-rata upah
sebagai pengganti penghasilan yang hilang atau pagu upah tertentu. Definisi referensi
karena pensiun. Selain itu, menurut Purwoko upah begitu beragam dari satu negara ke
(2011) program pensiun iuran pasti juga yang lain. Akan tetapi definisi upah disepakati
tetap diwajibkan sebagai manfaat suplemen sebagai upah nilai tunai plus tunjangan yang
terhadap pensiun manfaat pasti yang tidak lebih dari 100% (seratus persen) dari
bersifat flat dan atau manfaat rata dalam upah dasar. DJSN (2013) mendefinisikan
artian bahwa manfaat yang diberikan relatif baik untuk pengenaan iuran terhadap upah
sama satu sama lain. Belakangan ini, dalam maupun penentuan replacement rate untuk
kajian World Bank Pension Team (1996) JP-SJSN menggunakan asumsi pendapatan
terdapat beberapa negara telah mengadopsi tidak kena pajak (PTKP) katagori lajang yang
pendekatan 2 (dua) pilar pensiun bagi sekarang berlaku PTKP minimum Rp 2 (dua)
PNS sebagai pilihan tambahan apakah juta per bulan sedangkan PTKP maksimum
pensiun iuran pasti dan atau kombinasi sebesar 8 x (delapan kali) PTKP. Fenomena
antara manfaat pasti dan iuran pasti. Akan ini digunakan untuk menghilangkan
tetapi pada saat sekarang sudah banyak penggunaan upah pokok yang begitu
negara yang menetapkan opsi pilihanya dikaitkan dengan tunjangan keluarga
pada pensiun iuran pasti sebagai pilar yang juga rendah sedangkan perhitungan
tambahan yang bersifat wajib. Kebijakan manfaat pensiun yang berlaku di berbagai
tersebut menurut Ekebrand (1996) banyak negara berlaku take-home pay. Dalam kasus
diambil oleh beberapa negara sebagai tertentu, tingkatan upah ril yang digunakan
respon terhadap krisis perekonomian negara sebagai acuan masih dalam perdebatan,
yang memaksa negara untuk melakukan karena dalam perhitungan manfaat pensiun
penyesuaian dalam belanja rutin pegawai. pasti meliputi upah minimum termasuk
Sebagaimana diketahui, bahwa esensi tunjangan yang berlaku hingga sekarang.
pensiun jaminan sosial menurut Purwoko Rasio manfaat terhadap upah untuk
(2013) terlepas untuk pelindungan hari tua manfaat pensiun penuh begitu beragam
bagi PNS dan juga untuk karyawan sektor satu sama lain di berbagai negara. Secara
swasta masih dihadapkan pada rendahnya normal, rasio tersebut bervariasi antara
upah sekalipun karyawan yang bersangkutan 60-80% (enampuluh hingga delapan
berasal dari sektor formal swasta. Rendahnya puluh persen) dari rujukan upah yang
upah akan menjadikan iuran pensiun menjadi disepakati, misalnya rata-rata upah di akhir
kecil, karena upah sebagai satu-satunya tahun dan atau rata rata upah 5 (lima)
acuan dalam baik dalam perhitungan tahun terakhir (ILO: 1988). Rasio manfaat
iuran maupun manfaat. Penggunaan upah pensiun sebesar 100% (seratus persen)
masih merupakan acuan dalam formulasi juga terjadi di beberapa negara akan tetapi
perhitungan pensiun manfaat pasti, yaitu dalam penerapannya didasarkan pada
dalam perhitungan manfaat pensiun masih pagu upah. Di lain pihak, dalam beberapa
dikaitkan dengan upah rendah, sehingga negara ada komponen redistribusi dalam
dalam perhitungan manfaat dengan rujukan perhitungan manfaat pensiun termasuk
upah bervariasi antara upah terakhir, rata- komponen upah terendah akan menerima
30
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

persentasi manfaat pensiun tertinggi duda yang masih mengasuh anak masih
sebagai salah satu bentuk pemerataan berhak mendapatkan manfaat tambahan
pendapatan melalui sistem jaminan sosial. untuk alasan menopang hidup. Pensiun
Hal itu ditujukan untuk memberikan manfaat ahli waris untuk dewasa biasanya diberikan
pensiun minimum walaupun persentasi di- dalam bentuk pensiun duda atau pensiun
kalikan dengan kelipatan yang lebih tinggi janda dan berlaku selama hidupnya kecuali
akan tetapi manfaat pensiun tetap rendah, janda sebagai ibu rumah tangga menikah
karena rendahnya upah yang digunakan lagi. Adapun besarnya manfaat pensiun ahli
untuk perhitungan manfaat pensiun. Di waris bervariasi dari 50-100% (limapuluh
negara negara dimana tunjuangan tidak hingga seratus persen) yang dihitung dari
dimasukkan dalam komponen perhitungan manfaat pensiun hari tua.
manfaat pensiun sesuai referensi upah, Dalam pengelolaan manfaat pensiun di-
karena tunjangan tidak berlaku bagi peserta perlukan penyesuaian besarnya manfaat
yang pensiun sehingga tidak lazim dikaitkan pensiun karena inflasi dengan tujuan untuk
dalam perhitungan manfaat pensiun. Dalam mempertahankan daya-beli para pensiunan.
kasus-kasus seperti ini, tunjangan ditidadkan Adapun besarnya penyesuaian manfaat
dalam perhitungan manfaat pensiun. beragam mulai dari 10% (sepuluh persen)
Dalam banyak hal, hak untuk mendapatkan hingga maksimum 100% (seratus persen).
manfaat pensiun hari tua diperlukan Bahkan indeksisasi manfaat pensiun
ketika PNS mencapai usia pensiun yang merupakan beban yang begitu berat
bervariasi antara 55 (limapuluh lima) dan dibandingkan dengan penetapan manfaat
65 (enampuluh enam) tahun. Di beberapa pensiun, karena penetapan manfaat di-
negara, jatuh tempo pembayaran manfaat lakukan sebelum terjadi inflasi.
pensiun hari tua mengacu pada lamanya Negara-negara yang menyelenggarakan
masa kerja, yaitu antara 30-35 (tigapuluh pensiun manfaat pasti dihadapkan pada
hingga tigapuluh lima) tahun, terlepas usia konsekuensi finansial jangka panjang
pensiun PNS yang bersangkutan belum seperti diperlukan dana kontinjensi yang
mencapai usia 65 (enampuluh lima) tahun. dianggarkan setiap tahun guna mengurangi
Akan tetapi dalam penyelenggaraan sistem beban fiskal apabila terjadi kekurangan
pensiun jaminan sosial berlaku masa iur pendanaan, karena manfaat pensiun
minimum yang bervariasi antara 5-30 dibayarkan pada saat pekerja berhenti
(lima hingga tigapuluh) tahun, akan tetapi membayar iuran dan mencapai usia
kenyataannya terjadi antara 10-15 (sepuluh pensiun hingga meninggal dunia sehingga
hingga limabelas) tahun masa iur. kemungkinan terjadi kekurangan pendanaan
Pemberian manfaat pensiun bagi ahli waris bisa saja terjadi pada saat penerima manfaat
istri dan atau anak di berbagai negara masih hidup. Dalam beberapa kasus,
bervariasi satu sama lain. Di negara negara pensiun manfaat pasti yang dikonversi ke
dimana proporsi partisipasi pekerja wanita pensiun iuran pasti dapat dilakukan dengan
relatif sama dengan proporsi pekerja pria, membayarkan santunan secara sekaligus
maka manfaat pensiun ahli waris diberikan sepanjang program pensiun manfaat pasti
dalam bentuk manfaat anak sebagai sebelumnya didanai secara penuh oleh
tertanggung, yang biasanya tidak dibayarkan peserta. Beberapa negara memberlakukan
pada saat usia anak yang bersangkutan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja yang
melebihi 21 (duapuluh satu) tahun (kadang- akan pensiun untuk menetapkan cara
kadang usia anak 25 (duapuluh lima) pembayaran menfaat apakah berkala atau
tahun masih berhak mendapatkan manfaat sekaligus. Sejumlah negara memberlakukan
pensiun ahli waris sepanjang yang ber- fitur khusus yang disebut sebagai restorasi
sangkutan masih sekolah). Di beberapa porsi dimana para pensiunan diwajibkan
negara, pensiunan lajang atau pensiunan untuk menjalani proses restorasi apabila
31
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

yang bersangkutan bisa hidup dalam yang baik dalam implementasi sistem
beberapa tahun tertentu sejak ditetapkan jaminan sosial. Reformasi sistem jaminan
sebagai pensiunan. Dalam beberapa hal, sosial di abad 21 (duapuluh satu) cen-
pembayaran manfaat pensiun secara berkala derung melanggar normatif bahkan prinsip
sekalipun mengacu pada lamanya harapan seperti prinsip gotong-royong. Bahkan ke-
hidup para pensiunan, akan tetapi dalam pesertaan perorangan dalam hal layanan
operasionalnya dilakukan amortisasi untuk kesehatan diberlakukan seperti kepesertaan
beberapa tahun tertentu yang berbasis pada Jaminan Kesehatan (JK-SJSN) untuk
pendekatan rata-rata harapan hidup agar peserta mandiri. Di negara-negara yang
mengurangi risiko kekurangan pendanaan. berpenghasilan rendah, kebanyakan me-
Dalam hal ini, pembayaran berkala berlaku mulai mengoperasikan tipe pensiun iuran
selama hidupnya tetapi terlebih dulu dibatasi pasti khususnya di negara-negara Afrika
dengan menghitung amortisasi selama bekas jajahan Inggris yang dikenal sebagai
beberapa tahun tertentu terlepas seberapa countries providing provident funds for their
usia pensiun yang terjadi saat dilakukan people in place of retirement benefit.
amortisasi. Sistem pensiun untuk PNS yang meliputi
2. Proses Reformasi Pensiun PNS Personil Militer dan PNS termasuk Anggota
Di negara negara industri seperti Amerika Kepolisian di banyak negara diadakan lebih
Serikat, Jerman, Jepang dan Prancis dimana dulu menyusul beberapa tahun kemudian
sistem jaminan sosial bagi PNS tetap diselenggarakannya sistem jaminan sosial
diselenggarakan secara terpisah, sekalipun umum yang dirancang sebagai pengganti
telah diundangkannya sistem jaminan sosial penghasilan pekerja yang hilang akibat
umum, yaitu jaminan sosial untuk pekerja peristiwa sakit; kecelakaan-kerja; kematian-
sektor swasta di akhir abad 20-an sebagai prematur; PHK dan hari-tua. Hal ini ter-
konsekuensi reformasi dari tipe pensiun jadi, karena sistem jaminan sosial bagi
manfaat pasti ke tipe pensiun iuran pasti pegawai negeri pada umumnya terbatas
untuk pekerja sektor swasta di Chili di tahun pada program pensiun dan kesehatan
1982. Penyelenggaraan program pensiun sebagai penghargaan tetepi bukan sebagai
PNS bahkan tidak tersentuh sama sekali hak sehingga wajarlah bahwa dalam
dengan proses reformasi sistem jaminan penyelenggaraannya dibiayai dari Anggaran
sosial umum akan tetapi sistem jaminan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
sosial khususnya sistem pensiun PNS Dalam tinjauan reformasi sistem jaminan
dengam sendirinya mereformasi diri karena sosial ini dibatasi pada reformasi sistem
problem beban fiskal yang tak terukur di pensiun bagi PNS yang terjadi di Amerika
negara negara industri. Reformasi sistem Serikat, India, Prancis, Inggris dan Jerman
pensiun PNS menurut Purwoko (2011) tetap bahwa pilihan kelima Negara tersebut
berlanjut terlepas mendapatkan kritik yang sebagai illustrasi. Tentu masing-masing
tajam dari ILO dan ISSA, dengan alasan negara memiliki berbagai kendala spesifik
bahwa reformasi tipe manfaat pasti ke iuran dalam mereformasi sistem jaminan sosial
pasti akan menghilangkan prinsip gotong untuk PNS. Hal ini berbeda dengan
royong. Salah satu bentuk reformasi jaminan sistem jaminan sosial PNS yang terjadi di
sosial tenaga kerja menjadi sistem jaminan Amerika Serikat telah terintegrasi dengan
sosial nasional terjadi di Indonesia dengan sistem jaminan sosial untuk pekerja sektor
diundangkannya UU-SJSN. Sebagaimana swasta (US Sosial Security Administration,
diketahui, bahwa lingkup SJSN adalah 2012). Kelancaran dalam reformasi sistem
perluasan kepesertan universal yang ber- jaminan sosial PNS di Amerika Serikat lebih
dasarkan asas-asas keadilan, kemanusiaan disebabkan oleh adanya kesamaan program
dan prinsip gotong royong serta portabilitas antara jaminan sosial bagi pekerja sektor
sebagai bagian penting dari tatakelola swasta dan pegawai sektor publik seperti
32
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

PNS menyusul kesamaan remunerasi peserta sama dengan iuran pensiun iuran
yang tidak jauh berbeda. Status PNS pasti yang berlaku bagi pekerja sektor
termasuk personil militer termasuk anggota swasta. Alasan reformasi sistem pensiun
kepolisian di Amerika Serikat, Inggris dan PNS menurut Bharwaj dan Dave (2005)
Jerman merupakan profesi pekerjaan dari manfaat pasti ke iuran pasti disebabkan
sehingga sistem jaminan sosialnya relatif oleh beban belanja rutin pegawai termasuk
sama dengan program-program yang di- pembayaran manfaat pensiun hingga
selenggarakan dalam sistem jaminan sosial mencapai 2,31% (dua koma tigapuluh
umum. Kalaupun terdapat perbedaan hanya satu persen) PDB sedangkan kewajiban
sebatas prioritas, yaitu sistem pensiun pemerintah dalam penyelenggaraan sistem
PNS dibiayai dengan APBN dalam tahap pensiun PNS merefleksikan hampir 56%
awal pembentukkannya. Secara historis, (limapuluh enam persen) PDB. Apa yang
pemberian manfaat pensiun bagi PNS, dikemukakan oleh Bharwaj dan Dave (2005)
Personil Militer dan Anggota Kepolisian di tentang utang Pemerintah India sebesar
berbagai negara merupakan salah satu 56% (limapuluh enam persen) PDB tidaklah
bentuk penghargaan atas dedikasi dan mendasar karena pembiayaan sistem
kesetiaannya kepada bangsa dan negara. pensiun PNS sebagaimana dimaksud dalam
Lamanya pengabdian kepada negara bagi UU yang berlaku memang didanai melalui
PNS menunjukkan adanya perbedaan APBN, kecuali transformasi pensiun manfaat
manfaat walaupun tidak seberapa, karena pasti pada program pensiun pemberi-
masa dinas telah ditoleransi untuk men- karja ke pensiun iuran pasti perlu dihitung
dapatkan hak pensiun bervariasi antara terlebih dulu besarnya kewajiban aktuaria.
15-20 (limabelas hingga duapuluh) tahun Pengalaman di berbagai negara di dalam
dengan memenuhi usia pensiun dini mereformasi pensiun PNS dari manfaat pasti
sesuai ketentuan yang berlaku. Selain ke iuran pasti berlaku masa transisi dimana
penghargaan, pemberian manfaat pensiun peserta lama masih terikat dengan pensiun
bagi PNS juga ditujukan untuk memberikan manfaat pasti.
daya tarik sendiri agar anggota masyarakat Perubahan sistem pensiun yang cukup
terpanggil untuk menjadi PNS. tegas dan berani sebagaimana terjadi di
Reformasi sistem pensiun PNS di berbagai India di tahun 2004 telah didahului dengan
negara sebagai respon dari proses reformasi reformasi sistem pensiun bagi PNS di
jaminan sosial umum bahwa dalam Inggris Raya, Jerman dan Prancis sejak
kenyataannya reformasi tidak dilakukan tahun 1980an. Reformasi sistem pensiun
sebatas perubahan program tetapi telah PNS telah membawa atmosfir baru dalam
mengarah pada transformasi atau integrasi menata kembali kebijakan perekonomiannya
penyelenggaraan sistem pensiun ke dalam mengingat di negara-negara tersebut
sistem jaminan sosial umum. Penelitian yang menurut World Bank Report of 2011
dilakukan Sane dan Shah (2011) terhadap mengalami defisit neraca pembayaran
proses reformasi sistem pensiun PNS dan menyusul defisit APBN. Reformasi sistem
Militer di India pada prinsipnya merubah dari pensiun menurut Rothenbacher (2004)
manfaat pasti ke iuran pasti yang dilakukan dilakukan karena ledakan usia senja
secara bertahap bahwa perekrutan PNS yang pada akhirnya berdampak terhadap
baru berlaku keikutsertaan dalam pensiun meningkatnya jumlah pensiunan. Adapun
iuran pasit yang bersifat wajib sejak 2004 temuan tentang reformasi sebagaimana
hingga sekarang sedangkan PNS lama dikemukakan oleh Rothenbacher (2004)
masih berlaku pensiun manfaat pasti sampai pada prinsipnya mempertahankan tipe
dengan selesai hak-hak yang akan diberikan pensiun manfaat pasti bagi PNS lama dan
kepada keluarganya. Iuran pensiun iuran memperkenalkan tipe pensiun iuran pasti
pasti berlaku 10% (sepuluh persen) oleh bagi PNS sebagai program wajib. Sebagian
33
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

besar negara masih mempertahankan tipe manfaat pensiun manfaat pasti yang
pensiun manfaat pasti dengan mengurangi ditetapkan sebesar 60-70% (enampuluh
manfaat tetapi memberlakukan wajib hingga tujuhpuluh persen) dikurangi secara
program pensiun iuran pasti sebagai bertahap dengan tetap memberlakukan
suplemen terhadap pensiun manfaat pasti tes kebutuhan bagi para peserta yang
seperti yang terjadi di Australia dengan mengalami kekurangan manfaat pensiun
program super annuation yang dimulai sejak yaitu melalui tes pendapatan berupa penin-
tahun 1992. jauan rekening deposito dan tes kekayaan
Transformasi sistem pensiun PNS ke sistem yang berupa pemeriksaan properti yang
jaminan sosial umum terjadi di banyak negara dimiliki. Hal ini dilakukan agar terjadi
tetapi masih ada yang menyelenggarakan suasana keseimbangan dan keadilan bagi
sistem pensiun PNS secara terpisah dengan para pensiunan, bahwa para pensiunan yang
sistem pensiun untuk pekerja sektor swasta. memiliki properti lebih untuk didaya-gunakan
Reformasi sistem pensiun PNS di berbagai sebagai penghasilan sehingga menambah
negara lebih ditekankan pada tatakelola manfaat pensiun.
penyelenggaraan yang menyerupai program 3. Analisis dan Bahasan tentang Reformasi
jaminan sosial umum, yaitu untuk pekerja Sistem Pensiun Pegawai Negeri
sektor swasta menyusul transformasi Reformasi sistem jaminan sosial pegawai
sistem pensiun yang disatukan dengan negeri atau disebut sistem jaminan sosial
program pensiun jaminan sosial umum publik dimulai sejak dekade 1980-an. Salah
(Tabel 1). Dalam hal ini, Pemerintah sebagai satu bentuk reformasi yang dilakukan yaitu
penyelenggara sekaligus merangkap pem- merombak sistem anggaran dengan sisten
berikerja wajib iur terhadap program pensiun pendanaan penuh khususnya untuk sistem
yang ada pada sistem jaminan sosial untuk pensiun pegawai negeri (PN). Penyatuan
umum. Dalam reformasi sistem pensiun kepesertaan PN ke dalam kepesertaan
memang masih ditemukan adanya resistensi sistem jaminan sosial umum merupakan
khususnya di negara-negara Skandinavian, salah satu bentuk reformasi sistem jaminan
karena dalam sistemnya telah lama sosial di berbagai negara. Pengertian
terikat dengan demogrant program yang PN dalam penelitian ini mencakup PNS
memberikan pensiun sosial yang didanai dari termasuk Anggota Kepolisian dan Personil
sebagian pajak penghasilan. Dalam proses Militer, akan tetapi pengertian PN selalu
reformasi tidak ditemukan adanya resistensi dirujuk sebagai PNS. Persoalan integrasi
di Inggris dan Australia karena pemberlakuan program jaminan sosial publik di Indonesia
tipe pensiun iuran pasti sepenuhnya men- terkait dengan diundangkannya Sistem
jadi tanggungjawab pemberikerja baik Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai
untuk pekerja sektor swasta maupun jaminan sosial umum dengan UU-SJSN
pegawai sektor publik seperti status PNS. kemudian ditindak-lanjuti dengan UU BPJS
Reformasi sistem pensiun PNS sebagai yang mengamanatkan trasnformasi program
respon terhadap bertambahnya belanja Taspen dilakukan paling lama tahun 2029 ke
rutin pegawai dalam APBN, yang pada dalam SJSN.
gilirannya berdampak terhadap beban fiskal Karena itu, analisis dan bahasan dalam
negara, maka diperlukan perubahan secara penelitian ini ditetakankan pada deskripsi
fundamental khususnya dalam pembiayaan bagaimana mengintegrasikan sistem
sistem jaminan sosial. Secara ekonomika, jaminan sosial pegawai negeri dengan
pertambahan belanja rutin pegawai dalam sistem jaminan sosial umum kemudian
APBN mengindikasikan adanya ketidak- melakukan konklusi untuk keperluan tata
efisiensi-an dalam perekonomian nasional kelola penyelenggaraan yang efektif dalam
sehingga perlu dilakukan keseimbangan jangka panjang. Integrasi pensiun PNS ke
dalam pendanaan jangka panjang dimana sistem jaminan sosial umum menjadi tren
34
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

di dekade 1990-an seperti yang terjadi you go) dengan pendanaan penuh (capital-
di Argentina dan Peru, menyusul Eropa formation) agar tidak terjadi kekurangan
dengan mengembangkan pilar tambahan pendanaan dalam jangka panjang. Reformasi
yang pada umum pensiun iuran pasti. sistem pensiun PNS yang mengadopsi
Sekalipun reformasi sistem pensiun PNS tipe manfaat pasti seperti di Amerika
tidak di-sertakan ke dalam sistem jaminan Serikat dan Hong Kong kemudian dilakukan
sosial umum akan tetapi dilakukan tatakelola dengan pendanaan penuh dengan tipe
yang menyerupai tata kelola operasionalisasi pensiun iuran pasti yang memungkinkan
program pensiun pemberikerja. Sebagai terjadinya portabilitas secara penuh di dalam
contoh dalam tatakelola yang menyerupai mendapatkan hak hak pensiun. Berikut
program pensiun pemberikerja mencakup dipaparkan Tabel 1 tentang ringkasan
Inggris Raya, Jepang dan beberapa negara hasil reformasi sistem pensiun PNS yang
industri lainnya. Secara keseluruhan, peru- mencakup 3 katagori, yaitu
bahan tatakelola operasionalisasi pensiun a. melakukan integrasi sistem pensiun
PNS yang menyerupai pensiun pemberikerja PNS dengan sistem jaminan sosial
telah mencapai 60% (enampuluh persen) umum;
yang telah berlangsung selama 1980-1990. b. penyelenggaraan sistem pensiun PNS
Negara-negara seperti Chili, Uruguay, yang masih terpisah dengan sistem
Peru dan Jordania telah menghentikan jaminan sosial umum dan
preferensi sistem pensiun PNS kemudian c. penyelenggaraan sistem pensiun
berpaling pada model pensiun pemberikerja, manfaat pasti hanya untuk PNS yang
yaitu merombak sistem anggaran (pay as terjadi selama periode 1990-1996.

Tabel 1
Beberapa Katagori Reformasi Pensiun PNS
No Integrasi Sistem Pensiun PNS Penyelenggaraan jaminan sosial Penyelenggaraan Pensiun
dengan Sistem Jaminan Sosial publik yang masih terpisah dengan dengan sistem anggaran
Umum Sistem Jaminan Sosial Umum untuk PNS
1 Albania Australia (3); Mauritania Bangladesh
2 Argentina Austria; Mauritius Malawi
3 Amerika Serikat (1) Bahrain; Meksiko Myanmar
4 Belanda Benin; Maroko Sierra Leone
5 Chili Brasil; Nigeria Somalia
6 Fiji (1) Burundi; Pakistan Indonesia (Asabri)
7 Finlandia Kamerun; Panama
8 Hungaria Kongo; Papua New Guine
9 Inggris Raya Pantai Gading; Paraguay
10 Irlandia Dominika; RRC; Luxembourg
11 Jepang El Salvador; Filipina; Thailand
12 Kanada (1) Prancis; Saint Lucia; Turkey
13 Kolombia Gabon; Saudi Arabia; Lebanon
14 Liberia Jerman; Senegal; Madagaskar
15 Nepal Yunani; Singapura (5)
16+ Norwegia Honduras; Solomon Islands
17 Peru India; Afrika Selatan; Malaysia
18 Federasi Rusia (2) Indonesia; Sri Lanka; Vietnam;
19 Siprus Sudan; Mali; Zaire
20 Spanyol Iraq; Suriname
21 Swiss Jordania; Siria
22 Zimbabwe Kenya; Tanzania
Sumber: Tim Pensiun Bank Dunia dengan Data dari Website ILO (Pembiayaan Sistem Jaminan Sosial periode
1990-1996) dan Purwoko (2014).

35
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Tabel 1 memaparkan hasil reformasi pensiun tahankan penyelenggaraan sistem pensiun


PNS yang dikelompokkan menjadi tiga PNS secara terpisah, yaitu Bangladesh,
kategori sebagaimana disebutkan di atas, Malawi, Myanmar, Sierra Leone dan
bahwa negara negara industri yang memulai Somalia termasuk Indonesia khusus dalam
mengintegrasikan sistem pensiun PNS ke program pensiun Personil TNI and Anggota
dalam sistem jaminan sosial umum meliputi Polri, sedangkan program pensiun Taspen
21 (duapuluh satu) negara diantaranya: bagi PNS telah dianulir oleh UU ASN
Amerika Serikat, Belanda, Inggris Raya, untuk bergabung dengan sistem pensiun
Jepang, Kanada dan bahkan Norwegia SJSN. Alasan dipertahankannya sistem
serta Spanyol dan Swiss. Integrasi sistem pensiun PNS secara terpisah mengingat
pensiun PNS di negara-negara industri perbedaan sumber pendanaan yang
tersebut berjalan secara lancar, karena sepenuhnya berasal dari APBN karena
negara-negara industri tersebut telah lama alasan rendahnya upah PNS yang tidak
menerapkan kesamaan sistem jaminan dimungkinkan dengan sistem pendanaan
sosial dengan program yang relatif sama penuh. Perbedaan berikutnya karena adanya
kecuali dibedakan sumber pendanaannya perbedaan yang hakiki bahwa pemberian
antara PNS dan karyawan sektor swasta. sistem pensiun bagi PNS di negara-negara
Sumber pendanaan untuk sistem jaminan tersebut sebagai penghargaan pemerintah
sosial publik pada umumnya berasal dari atas dedikasi dan loyalitasnya kepada
APBN, karena sistem yang dibangun sebagai bangsa dan negara.
bagian dari penghargaan dan hal ini berbeda
dengan sistem jaminan sosial umum sebagai Penyelenggaraan Tipe-Tipe Pensiun Pegawai
bagian hak pekerja yang berdasarkan UU Negeri di Negara-negara OECD sebagai Solusi
Jaminan Sosial. terhadap Ageing Population dan Tingginya
Integrasi sistem pensiun PNS dengan sistem Beban Fiskal Negara
jaminan sosial (pensiun) umum dilakukan Reformasi sistem jaminan sosial publik
sebanyak 21 (duapuluh satu) negara yang dalam bentuk penyatuan kepesertaan ke
dinilai relatif berhasil untuk keseluruhan dalam sistem jaminan sosial umum selama
program termasuk pensiun maupun dan periode 1990-1996 telah mengalami perubahan
jaminan kesehatan. Namun demikian, masih yaitu adanya pergesaran negara yang masih
ada sebanyak 49 (empatpuluh sembilan) mempertahankan eksistensi penyelenggaraan
negara antara lain Austrlia, Austria, Jerman, sistem yang terpisah menjadi terintegrasi dengan
Prancis dan Singapura dan seterusnya yang sistem jaminan sosial umum. Hasil penelitian
masih mempertahankan penyelenggaraan tentang reformasi sistem pendanaan pensiun
sistem jaminan sosial PNS secara terpisah pegawai negeri di OECD yang dilakukan di tahun
dengan sistem jaminan sosial umum dalam 2011 sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian
tahap awal reformasi periode 1990-1996. oleh Tim Pensiun Bank Dunia di tahun 1996
Adapun alasan pemisahan penyelenggaraan (Tabel 2). Program-program pensiun Pegawai
jaminan sosial publik terkait dengan sumber Negeri yang meliputi PNS dan Personil Militer
pendanaan yang berasal dari APBN sehingga diklasifikasikan ke dalam tiga kriteria. Secara
tidak mudah dilakukan integrasi secara finansial, reformasi sistem pensiun pegawai
langsung. Untuk itu diperlukan kajian tentang negeri adalah perombakan tatakelola kombinasi
masa transisi yang tepat, karena menyangkut antara pendanaan penuh dan sistem anggaran
besaran manfaat yang semula dianggarkan atau cadangan pendanaannya oleh pemerintah
menjadi lebih tinggi kemudian dengan agar tidak terjadi kekurangan pendanaan di
sistem pendanaan penuh terjadi perbedaan kemudian hari. Berikut hasil reformasi sitem
manfaat pensiun yang bisa menimbulkan pensiun pegawai negeri di OECD:
diskriminasi pemberian manfaat. Sementara 1. Tatakelola pendanaan sistem pensiun
hanya 5 (lima) negara yang masih memper- secara penuh berlaku bagi para pegawai
36
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pada badan-badan hukum publik yang 3. Katagori lain tentang cadangan pendanaan,
independen untuk melakukan pemupukan yaitu memberlakukan kewajiban pemerintah
iuran sebagai bagian dari aset pensiun atas sebagai utang pemerintah kepada pegawai-
nama peserta, yang berarti merombak dari nya yang dinyatakan dalam neraca sebagai
pensiun manfaat pasti ke iuran pasti. Secara refleksi bahwa iuran pensiun dari pemerintah
tipikal, aset dikelola secara terpisah dari bersifat akrual, agar dengan mudah di-
sponsor dengan penyisihan aset apakah lakukan pemisahan aset pensiun dengan
dalam bentuk cadangan untuk pemenuhan aset pemerintah sebagai sponsor.
kewajiban kepada peserta saat jatuh tempo. 4. Beberapa negara mendanai program pensiun
2. Penyelenggaraan pensiun pegawai negeri bagi pegawai negeri secara parsial, dimana
dengan sistem anggaran berarti dalam pemerintah sebagai sponsor menargetkan
operasionalnya tidak didanai. Untuk tingkat pendanaan lebih dari 100% (seratus
itu diperlukan pembentukan cadangan persen) agar terjadi kelebihan pendanaan
pendanaan oleh pemerintah sebagai (over-funding) atau kombinasi antara sistem
pemberikerja bagi pegawai negeri agar anggaran dan cadangan pendanaan.
penyelenggaraan pensiun tidak terkesan
tidak didanai (unfunded pay as you go).

Tabel 2
Hasil Reformasi Sistem Pensiun Pegawai Negeri di OECD
Integrasi Sistem Penyelenggaraan jaminan
Pensiun PNS dengan sosial publik yang masih Penyelenggaraan Pensiun dengan
No Sistem Jaminan Sosial terpisah dengan Sistem sistem anggaran untuk PNS
Umum Jaminan Sosial Umum
1 2 3 4

1 Amerika Serikat Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan sistem anggaran
jaminan sosial umum untuk yang bersumber dari APBN untuk PN
sebagian besar negara bagian sebelum tahun 1983. PN setelah tahun
1983 disertakan baik manfaat pasti dan
iuran pasti yang bersifat wajib dengan
pendanaan penuh untuk keduanya
2 Australia Tidak disatukan dengan sistem Iuran pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum sebagian sebesar 30% oleh pemerintah
3 Austria Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan sistem anggaran
jaminan sosial umum yang bersumber dari APBN
4 Belanda Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum bersama antara pemerintah dan PN
5 Belgia Tidak disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan sistem anggaran
jaminan sosial umum yang bersumber dari APBN
6 Chili Disatukan dengan sistem Iuran pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum, kecuali penuh sedangkan manfaat pasti
personil militer untuk personil militer dengan sistem
anggaran yang bersumber dari APBN
7 Denmark Disatukan dengan sistem Iuran pasti secara kolektif dengan
jaminan sosial umum pendanaan penuh oleh peserta
8 Finlandia Tidak, tetapi peraturan yang Manfaat pasti dengan sistem anggaran
berlaku sama dengan sistem dan cadangan pendanaan sebesar
jaminan sosial jumum 25% yang bersumber dari APBN

9 Hungaria Disatukan dengan sistem Iuran pasti dengan pendanaan penuh


jaminan sosial umum
10 Inggris Raya Disatukan sebagian dengan Manfaat pasti dengan pendanaan
sistem jaminan sosial umum sebagian oleh PN dan cadangan
pendanaannya oleh pemerintah

37
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

11 Italia Disatukan dengan sistem Iuran pasti dengan pendanaan


jaminan sosial umum bersama antara pemerintah dan PN
12 Jepang Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan sistem anggaran
jaminan sosial umum yang bersumber dari APBN
13 Jerman Tidak disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum sebagian oleh PN dan cadangan
pendanaannya dari pemerintah
14 Korea Selatan Tidak disantukan dengan sistem Manfaat pasti untuk PNS dan Personil
jaminan sosial umum Militer termasuk Profesi Guru/Dosen
dengan sistem anggaran yang
bersumber dari APBN
15 Meksiko Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum khusus penuh untuk PN baru sejak tahun
untuk PN baru sejak tahun 2007 2007 dan manfaat pasti dengan sistem
anggaran untuk PN yang lama
16 Norwegia Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum penuh untuk PN di tingkat negara2
bagian sedang manfaat pasti dengan
pendanan sebagian diperuntukkan
bagi PN di tingkat federal
17 Polandia Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dan iuran pasti dengan
jaminan sosial umum pendanaan bersama secara penuh
oleh PN dan Pemerintah
18 Spanyol Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dan iuran pasti dengan
jaminan sosial umum pendanaan pernuh untuk PN di pusat
dan hanya manfaat pasti dengan
pendanaan penuh untuk PN di daerah
19 Swedia Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dan iuran pasti dengan
jaminan sosial umum pendanaan penuh baik oleh PN
maupun Pemerintah, sedangkan
manfaat pasti dengan sebagian
anggaran dan sebagian pendanaan
oleh peserta berlaku untuk PN lokal.
Pendanaan manfaat pasti dengan
sistem anggaran terjadi sebelum tahun
1997, sedangkan setelah 1997 berlaku
pendanaan sebagian oleh peserta
dan cadangan pendanaannya oleh
pemerintah
20 Swiss Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum penuh yang berlaku bagi PN di pusat
dan PN di daerah
21 Turkey Disatukan dengan sistem Manfaat pasti dengan pendanaan
jaminan sosial umum, kecuali penuh yang berlaku untuk PN, kecuali
untuk Personil Militer untuk Personil Militer masih berlaku
pensiun manfaat pasti dengan sistem
anggaran
22 Yunani Disatukan denga nsistem Manfaat pasti dengan sistem anggaran
jaminan sosial umum yang bersumber dari APBN

Sumber: Ponds et al (May 2011) OECD Paper on Funding in Public Sector Pension Plan-International Evidence

Tabel 2 mengillustrasikan hasil reformasi yang masih mempertahankan penyelenggaraan


sistem pensiun pegawai sektor publik atau secara terpisah dengan sistem jaminan sosial
pegawai negeri yang terdiri dari PNS dan umum yaitu Australia, Belgia, Finlandia, Jerman
Personil Militer yang difokuskan secara khusus dan Korea Selatan. Adapun alasan kelima
pada negara-negara anggota OCD, bahwa dari negara tersebut adalah bahwa sistem jaminan
22 (duapuluh dua) negara yang diamanti oleh sosial di Australia telah lama mengarah pada
Ponds dkk di tahun 2011, hanya lima negara model Demogrant atau Skandinavian yang
38
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

mensyaratkan agar sumber pembiayaannya fiskal negara tidak semakin melebar. Kemudian
baik untuk pekerja sektor swasta maupun alasan integrasi sistem pensiun publik ke sistem
untuk pegawai sektor publik berasal dari pajak jaminan sosial umum terjadi pada negara-negara
panghasilan untuk alasan asas keadilan sekalipun yang sejak lama menerapkan pensiun publik
manfaatnya begitu kecil akan tetapi sejak tahun dengan pendanaan penuh sehingga dengan
1992 Pemerintah Australia mewajibkan kepada mudah dilakukan penyesuaian pendanaan.
seluruh pemberikerja untuk menyertakan Akan tetapi reformasi sistem jaminan
pensiun iuran pasti kepada seluruh pekerjanya sosial yang difokuskan pada perombakan tipe
yang yang dikenal dengan istilah super annuation. pensiun manfaat pasti ke tipe pensiun iuran
Kemudian Belgia dan Finlandia tidak terpengaruh pasti pada dasarnya melanggar asas dan prinsip
untuk melakukan reformasi sistem pensiun jaminan sosial, yaitu asas keadilan dan prinsip
publik, karena kedua negara tersebut telah lama gotong royong. Penerapan tipe pensiun iuran
mengadopsi model Skandinavian tetapi khusus pasti sekalipun bersifat suplemen terhadap
untuk pegawai sektor publik hingga sekarang. sistem yang berlaku pada prinsipnya merupakan
Selanjutnya Jerman dan Korea Selatan masih wilayah pasar asuransi jiwa yang bukan
mempertahankan penyelenggaraan sistem merupakah wilayah sistem jaminan sosial. Akan
pensiun untuk pegawai sektor publik secara tetapi perubahan dari unfunded pay as you go
terpisah dengan sistem jaminan sosial umum, menjadi funded pay as you go yang dilakukan
karena alasan penerapan pensiun manfaat pasti secara bertahap dengan masa transisi tertentu
yang didasarkan pada APBN yang diberlakukan masih dapat diterima dan tidak melanggar asas
sejak pendiriannya sehingga apabila dilakukan keadilan dan prinsip gotong-royong. Berikut
perombakan dari sistem anggaran ke sistem disampaikan kesimpulan pokok tentang hasil
pendanaan penuh dirasakan tidak adil bagi reformasi sitem pensiun pegawai sektor publik ke
peserta baru. sistem jaminan sosial umum:
1. Penyelenggaraan sistem pensiun pegawai
sektor publik atau pegawai negeri yang masih
PENUTUP terpisah dengan sistem jaminan sosial umum
menandakan bahwa adanya keunikan status
Banyak negara melakukan reformasi pegawai negeri sebagai penyelenggara
sistem pensiun pegawai negeri dari model negara sehingga dalam perlakuannya tidak
anggaran (pay as you go) ke pendanaan disamakan dengan pekerja sektor swasta.
penuh atau model formasi kapital. Ada yang 2. Penyelenggaraan sistem pensiun pegawai
melakukannya secara bertahap dari model negeri yang dilakukan secara terpisah
anggaran ke pendanaan secara parsial oleh Australia, Belgia, Finlandia, Jerman dan
peserta dan pemerintah sebagai pemberikerja. Korea Selatan hanya mengindikasikan bahwa
Penelitian yang dilakukan Tim Pensiun Bank sistem pensiun yang diberikan sebagai salah
Dunia selama 1990-1996 menunjukkan bahwa satu bentuk penghargaan atas dedikasi dan
hanya 21 (duapuluh satu) dari 76 (tujuhpuluh loyalitasnya kepada bangsa dan negara.
enam) negara yang bersedia melakukan integrasi Kemudian hal yang serupa terjadi di Korea
antara sistem pensiun pegawai sektor publik atau Selatan dan Chili hanya berlaku bagi profesi-
pensiun publik ke ke sistem jaminan sosial umum, profesi khusus seperti pegawai negeri sipil,
sedangkan sisanya sebanyak 49 (empatpuluh personil militer, guru dan dosen serta aparat
sembilan) negara masih mempertahankan penegak hukum.
pemisahan pensiun publik dengan sistem jaminan 3. PNS di Australia juga memiliki sistem pensiun
sosial umum. Alasan pokok dimana negara yang terpisah dengan penyelenggaraan
melakukan reformasi sistem pensiun publik dari jaminan sosial umum. Sistem pensiun PNS
model anggaran ke model formasi kapital terkait telah lama mengacu pada manfaat pasti,
dengan meningkatnya beban fiskal negara, tetapi dalam reformasi sistem pensiun
sehingga perlu diantisipasi sejak dini agar beban telah diarahkan ke pensiun iuran pasti
39
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

yang juga bersifat wajib bagi PNS bersama diberikan karena pemerintah penghargaan
dengan pekerja sektor swasta tetapi atas dedikasi dan loyalitasnya kepada
penyelenggaraannya dilakukan secara ter- Pemeerintah Indonesia.
pisah. Reformasi sistem pensiun ke iuran 2. Status pegawai negeri yang meliputi PNS
pasti ditujukan sebagai suplemen terhadap dan personil militer tidak sama dengan
pensiun manfaat pasti. Untuk keikutsertaan apa yang terjadi di Amerika Serikat,
dalam pensiun iuran pasti atau disebut Jerman, Inggris Raya dan Australia bahwa
program superannuation di Australia, di- status pegawai negeri di negara tersebut
mana PNS dan Personil Militer wajib iur menggunakan istilah pegawai sektor publik
sebesar 5% (lima persen), sedangkan pem- yang bekerja di Pemerintahan Federal atau
berikerja dalam hal ini Pemerintah wajib iur di lingkungan kerajaan sedangkan di negara
berkisar antara 13-22% (tiga belas hingga negara bagian tidak serta merta istilah status
duapuluhdua persen). PNS seperti di Indonesia berlaku demikian.
4. Reformasi sistem pensiun belakangan ini 3. Untuk Indonesia yang memulai reformasi
yang berlaku di beberapa negara telah dari Jaminan sosial tenagakerja (Jamsostek)
bergeser dari pensiun manfaat pasti ke menjadi Sistem Jaminan Sosial Nasional
pensiun iuran pasti. Pada saat sekarang, yang berdasarkan pada UU-SJSN sebaiknya
hanya persentase kecil dari PNS yang fokus pada perluasan kepesertaan seluruh
masih membayar iuran sehingga sebagian pekerja sektor swasta dengan jumlah lebih
besar PNS tidak iur kecuali pejabat tinggi dari 35 juta pekerja swasta sektor formal
pemerintah seperti di Singapura. dimana pekerja yang bersangkutan belum
5. Skema pensiun non-kontribusi bagi PNS memiliki akses ke program pensiun manfaat
masih berlaku di Singapura. Akan tetapi pasti.
belakangan ini telah dilakukan dikonversi
dari iuran pasti ke manfaat pasti antara
tahun 1973 dan tahun 1987, yaitu dengan DAFTAR PUSTAKA
memberikan opsi bagi peserta khususnya
program tabungan paksa atau central Bharway, G and Dave, S.A, 2005, Towards
provident fund (CPF). Pada saat sekarang, Estimating Indias Impact Pension Debt on
hanya beberapa pejabat baru yang masih Account of Civil Servants, India Economic
menginginkan pensiun manfaat pasti seperti Foundation.
Dinas Administrasi pada Kementerian, Ekebrand, Staffan, 1996, "Designing a Pension
Anggota Kepolisian, dan Dinas Rahasia), dan Scheme for Civil Servants." Public
Pejabat Publik yang diangkat secara politik Management Forum 2.
masih menghendaki pensiun manfaat pasti. International Labour Organization, 1988, "Sosial
Adapun saran yang perlu diberikan security, including sosial protection of
kepada Pemerintah Indonesia di dalam reformasi public employees in respect of invalidity,
sistem jaminan sosial tenaga kerja menjadi sistem retirement and survivors' benefits." Report
jaminan sosial nasional yang menimbulkan III submitted by the Joint Committee on the
konsekuensi transformasi program pensiun PNS Public Service, Fourth Session, Geneva.
sebagai bagian dari jaminan pensiun sistem Ponds, Eduard, Severinson, and Yermo, Yuan,
jaminan sosial nasional sebagai berikut: 2011, Funding in Public Pension Plans
1. Transformasi program pensiun PNS yang International Evidence, OECD Paper in
dikelola Taspen dan program pensiun Paris, May 2011.
Personil TNI dan Anggota Polri yang dikelola Purwoko, Bambang, 2011, Sistem Jaminan Sosial
Asabri tidak perlu dilakukan dalam waktu dalam dimensi Ekonomika, Buku Ajar
dekat, kecuali adanya perbaikan remunerasi untuk Program Studi Magister Administrasi
dan rasionalisasi jumlah PNS. Sebagaimana Kesehatan FKMUI, Kampus Depok.
diketahui, bahwa sistem pensiun PNS
40
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Purwoko, Bambang, 2013, Sosial Security and


Labour Transformation in Indonesia: an
Economic Analysis, Publisher Islamic
University of Indonesia, Yogyakarta.
Sane, Renuka and Shah, Ajay, 2011, Civil
Servants and Military Pensions in India,
Working Paper No 2011-91, National
Institute of Public Finance and Policy in
New Delhi (November 2011)
Rothenbacher, Franz, 2004, The Welfare State
of Civil Servants in Europe: a Comparison
of the Pension System for Civil Servants in
France, UK and Germany, Mennheimer
Zentrum fur Europaische Sozialforshung
(MZES) Universitat Mannheim, Germany.
(2011), OECD Report on Pension System
at a Glance, UK
(2012), US Sosial Security Administration Board
in Washington DC
(1989), "World Labour Report1989, Volume 4",
International Labour Organization (ILO),
Geneva.
(1997), "Civil Service Pension Schemes,
SIGMA Papers: No. 10, Organization for
Economic Cooperation and Development
(OECD), Paris.
(1997), "Federal Employees Retirement System
An Overview of Your Benefits." Prepared
by the Retirement and Insurance Services
and US Office of Personnel Management.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 11
Tahun 1969 tentang Program Pensiun
bagi PNS
_______________, Undang-Undang Nomor
40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional
_______________,Undang-Undang Nomor 24
Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial
_______________,Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

41
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

42
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

ALTERNATIF SISTEM PEMBAYARAN PENSIUN


PEGAWAI NEGARI SIPIL

THE ALTERNATIVE PAYMENT SYSTEM OF CIVIL SERVANT'S PENSION


Haniah Hanafie
Dosen Tetap FISIF-UIN Jakarta
Jl. Ir. H. Djuanda No.95 Ciputat, Tangerang Selatan 15412
e-mail: hani_hanafie@yahoo.com

(Diterima 15 Oktober 2014, Direvisi Pertama 17 Oktober 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
ketenangan tersebut adalah adanya penghasilan yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS), uang pensiun yang diterimanya setiap bulan itulah yang menjadi harapannya. Kini pemerintah selaku
penangungjawab pembayaran uang pensiun pegawai, mencoba melakukan evaluasi dengan sistem pembayaran tersebut,
hal ini mengingat semakin hari sumber daya (resouces) pemerintah sebagai sumber bagi pendapatan negara semakin hari
mengalami penurunan, terutama sumber yang berasal dari minyak. Oleh karena itu, diharapkan sistem pembayaran uang
pensiun pegawai tidak membebani anggaran pengeluaran pemerintah. Terdapat dua alternatif dalam sistem pembayaran,
yaitu sistem pembayaran perbulan atau sekaligus. Kedua alternatif ini memiliki kelemahan dan kelebihannya. Dalam tulisan
ini, diusulkan satu alternatif lain yaitu Sistem Pembayaran Paruhan.

Kata Kunci: uang pensiun, sistem pembayaran perbulan, sistem pembayaran sekaligus, sistem pembayaran paruhan

Abstract
Everyone expects to have a comfort peaceful life in their retirement age. One of the guarantees for that life is a monthly
income to support daily needs. For the civil servant they hope on the pension allowance they receive every month. Now, the
government as the one who is responsible for the civil servant pension try to evaluate the payment system considering the
resources for the state budget derived from oil is declining. Therefore, it is expected that the pension payment system do not
burden the government budget. There are two alternatives in the payment system; monthly payment system or at once. Both
alternatives have strength and weakness. In this writing, it is proposed one alternative that is Halves Payment System.

Key words: pension fund, monthly pension payment system, golden shake hands, halves payment system

PENDAHULUAN Sistem pembayaran pensiun yang di-


bayar setiap bulan, menjadi beban anggaran
Status Pegawai Negeri Sipil (PNS) pemerintah dan kini dirasa perlu untuk ditinjau
sekarang dirubah menjadi Aparatur Sipil Negara kembali, mengingat jumlah orang yang pensiun
(ASN) banyak diminati masyarakat, karena semakin hari semakin bertambah banyak, jumlah
memberikan jaminan di masa tua, yaitu adanya anggaran pensiun yang harus dikeluarkan
dana pensiun. Sistem pensiun dipandang bagus semakin meningkat terus mengikuti kenaikan
karena dapat memberikan rasa aman dan gaji PNS. Sedangkan kemampuan anggaran
nyaman di hari tua. Tanpa bekerja, seorang yang pemerintah semakin terbatas, masih banyak
telah pensiun tetap menerima gaji (penghasilan) pengeluaran yang harus dibiayai pemerintah dan
setiap bulan sampai menjelang akhir hidupnya. seiring dengan itu, resources seperti minyak,
Selain itu, nominalnya dapat bertambah, semakin hari semakin berkurang. Oleh karena
mengikuti kebijakan kenaikan gaji PNS. Namun, itu, pencarian alternatif pilihan dalam sistem
bagi individu dengan gaya hidup yang tidak pembayaran pensiun dirasa perlu untuk dikaji,
terlalu mewah, hasil pensiun dianggap cukup agar pemerintah memperoleh suatu sistem yang
dan menjadi harapan, karena dapat mencukupi lebih proporsional, sehingga tidak merugikan
kebutuhan di masa tua. bagi para pensiun dan juga tidak membebani
43
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pemerintah, sebagaimana dikatakan mantan swasta asing. Dari segi kemampuan, banyak
Menteri Keuangan Republik Indonesia pada ahli perminyakan mengatakan sebenarnya
waktu itu, Agus Martowardoyo, bahwa Dana Pertamina bukan tidak memiliki kemampuan atau
Pensiun jika tidak dikelola dengan baik, maka kalah dengan Perusahaan Exon Mobile, tetapi
akan semakin menjadi beban pemerintah. persoalan ekonomi politiklah yang lebih dominan
Penelitian ini mencoba memaparkan mempengaruhi pengambilan keputusan politik
mengapa sistem pensiun perlu ditinjau kembali, oleh pemerintah, sehingga pengoperasian di
apa kerugian dan keuntungan sistem yang Balongan tersebut diberikan kepada perusahaan
ada dan bagaimana solusi sistem pembayaran swasta asing.
pensiun sebagai pilihan alternatif. Metode Selain liberalisasi ekonomi, birokrasi
yang digunakan dalam penulisan ini adalah pemerintah dan oknum-oknum banyak yang ikut
pemaparan secara deskriptif, yaitu menguraikan bermain dan terlibat dalam distribusi perminyakan
fenomena sistem pembayaran uang pensiun di tanah air. Mereka memanfaatkan kebijakan
yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta. subsidi pemerintah untuk rakyat kecil dengan
Selain itu, terdapat sedikit data pendukung berbagai modus kejahatan, mulai dari menjual
yang berasal dari hasil pengamatan terhadap bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke kalangan
pengalaman orang lain dan hasil penelitian. industri hingga illegal tapping yang dilakukan
secara terang-terangan. Selain itu, ditambah
dengan lemahnya penegakkan hukum, sehingga
PEMBAHASAN mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp.
409 (empatratus sembilan) Miliar sepanjang
Resources Berkurang, Beban Bertambah tahun 2012. Tercatat sebanyak 2 (dua) juta
Sumber pendapatan negara berasal kilo liter BBM subsidi yang diselewengkan dan
dari pajak dan bukan pajak dan Migas adalah tampaknya dari jumlah tersebut masih banyak
salah satu sumber pendapatan negara yang yang belum tercatat. Penyelewengan ini, mem-
terbesar. Migas sebagai resources negara, pengaruhi pendapatan dan pengeluaran negara,
kini mengalami permasalahan, karena selain karena negara harus mengeluarkan biaya lebih
semakin menipisnya sumber yang ada, juga besar dalam membiayai program-program
manajemen pengelolaan perminyakan tidak rutin maun non rutin. Hal ini menjadi beban
menunjukkan performance yang baik. Pada bagi pemerintah, karena pada tahun 2014,
masa Orde Baru, sumber pendapatan dari negara mengklaim defisit anggaran sebesar
minyak menjadi harapan pemerintah, karena dari Rp. 472 (empatratus tujuhpuluh dua) triliun,
pendapatan minyak dapat mensuplai pemasukan berarti sumber pendapatan semakin berkurang,
pendapatan negara yang paling terbesar. Selain sedangkan pengeluaran semakin bertambah,
itu, pembangunan gedung-gedung, khususnya di termasuk pengeluaran untuk pembayaran dana
Ibukota Jakarta, hampir sebagai besar dibiayai pensiun pegawai.
dari sumber pendapatan minyak, sehingga
muncul istilah apabila kita melempar batu dari Perubahan Struktur Penduduk: Bonus
atas, pasti akan mengenai gedung yang dibiayai Demografi
oleh Pertamina pada waktu itu. Negara Indonesia semakin hari bertambah
Dengan adanya liberalisasi dalam penge- maju, laju pertumbuhan penduduk diperkirakan
lolaan sumber alam kita, maka pengelolaan semakin meningkat, sebagaimana terlihat dalam
minyak menjadi incaran pihak investor swasta tabel di bawah:
dan asing. Salah satu bukti adalah pengelolaan
Balongan di Cepu yang diberikan kepada pihak
Exon Mobile dari perusahaan Amerika Serikat.
Pengoperasian Balongan Cepu juga diincar
oleh Pertamina perusahaan milik negara, tetapi
pemerintah justru memberikan kepada pihak
44
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Tabel 1 hampir tidak ada lagi sumber daya alam


Jumlah Penduduk Indonesia (SDA) yang menganggur.
No Tahun Jumlah/Juta 3. Peranan perempuan dalam pembangunan
1. 2010 237,6 Jt
akan semakin meningkat.
Implikasi tersebut di atas, harus mampu
2. 2015 250,4 Jt dikelola sedemikian rupa agar tidak menjadi
3. 2020 261,0 Jt ancaman, tetapi justru sebaliknya dapat menjadi
4. 2025 270,1 Jt anugerah. Hal ini sebagaimana dikatakan Siregar
Sumber: SP10 UN World Population Projection, 2002
(2014) bahwa bonus demografi dapat menjadi
dalam Adioetomo (2012) dalam Makalah FGD anugerah dan ancaman. Bonus demografi
Hermanto Siregar, 11 Oktober 2014. sebagai anugerah, apabila:
1. Pemerintah sejak saat ini serius menaikkan
Namun dari tabel di atas, diperkirakan investasi publik untuk meningkatkan human
terjadi transisi demografi di Indonesia, yaitu capital di perkotaan maupun di pedesaan
terjadi penurunan angka mortalitas (kematian) yang mencakup:
dan fertilitas (kelahiran) yang mempengaruhi a. Pendidikan dengan mewajibkan 12
perubahan struktur penduduk. Penurunan tahun belajar.
mortalitas disebabkan investasi sektor kesehatan b. Pelatihan ketrampilan dan kewira-
meningkatkan status kesehatan dan menurunkan usahaan,
angka kematian bayi dan anak. Sedangkan c. Pelayanan kesehatan merata di seluruh
penurunan fertilitas dikarenakan penurunan pelosok nusantara
angka kematian bayi dan anak meningkatkan 2. Pengendalian jumlah penduduk melalui
harapan hidup sampai usia kerja. Selain itu, program keluarga berencana.
didukung oleh program KB dan peningkatan 3. Pengembangan ekonomi daerah dilakukan
pendidikan perempuan. sesuai potensi sumber daya alam yang
Transisi demografi yang mempengaruhi dimiliki dengan mendorong keterkaitan
perubahan struktur penduduk dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi dengan perusa-
bonus demografi, sebagaimana dikatakan haan (link and match).
Mason (2001) dalam Sri Moertiningsih Adioetomo 4. Pengembangan pertanian sebagai bio
dan Diahhadi Setyonaluri (2014) bahwa bonus industry dan bio business dalam suatu mata
demografi adalah dampak transisi demografi rantai yang kokoh dan pada akhirnya dapat
yang menurunkan proporsi umur penduduk muda menciptakan ketahanan pangan, energi dan
(bayi dan anak) dan meningkatkan proporsi kecukupan air bersih.
penduduk usia kerja (15-64 tahun). 5. Komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah
Perubahan struktur penduduk yang untuk melaksanakan hal-hal tersebut di atas.
melahirkan bonus demografi memberikan Bonus demografi dapat sebagai ancaman,
implikasi ekonomi bagi negara, mengingat jumlah apabila jumlah penduduk usia kerja yang
usia produktif (15-64 tahun ) lebih besar daripada demikian besar tidak mendapat pekerjaan. Hal
usia non produktif (bayi,anak dan lansia). Berikut ini dapat terjadi, apabila:
ini beberapa implikasi ekonomi dari bonus 1. Pemerintah gagal membekali penduduk
demografi (Siregar: 2014), yaitu: usia kerja tersebut dengan ketrampilan
1. Jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan keahlian yang memadai, sehingga pro-
yang besar dan rasio ketergantungan yang duktivitasnya rendah, tidak mampu bersaing
minimal mencerminkan supply tenaga dengan tenaga kerja asing yang masuk
kerja besar sementara jumlah tanggungan sejalan dengan era globalisasi yang semakin
minimal. deras.
2. Jumlah tenaga kerja yang besar akan 2. Industri manufaktur tidak berkembang secara
menggiring pemanfaatan sumber daya alam baik, sehingga tidak mampu memperluas
(SDA) ke arah full potential level, sehingga kesempatan kerja.
45
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

3. Sektor pertanian tidak berhasil dimodernisasi Bonus demografi kini telah dialami negara
dan agroindustri tidak berkembang secara Jepang, karena pertumbuhan lansia Jepang juga
optimal. sangat cepat akhir-akhir ini, sementara anak
Oleh karena itu, salah satu faktor yang dapat muda semakin sedikit dan jumlah anak lahir
menghalau ancaman sebagaimana dikemukakan juga semakin sedikit di Jepang. Oleh karena
di atas, adalah faktor pendidikan. Pendidikan itu, pemerintah Jepang akan meninjau kembali
tidak hanya bersifat formal, tetapi pendidikan dana pensiun dengan meningkatkan perputaran
informal seperti pemberian pelatihan-pelatihan uang pensiun Jepang yang berjumlah 129
ketrampilan dan skill bagi sebagian masyarakat (seratus duapuluh sembilan) triliun Yen, agar
juga diperlukan. Selain itu, pemberdayaan pertumbuhannya semakin cepat dan semakin
masyarakat untuk mengelola potensi-potensi lokal banyak, dalam rangka membantu kesejahteraan
di daerah sangat dibutuhkan, sehingga potensi kalangan usia lanjut di Jepang dan kesejahteraan
lokal dapat dikembangkan dengan baik dan dapat masyarakat Jepang umumnya.
mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang Selain Jepang, negara Perancis telah
eksport dan persoalan import yang dikhawatirkan memulai melakukan perubahan pemberian
dapat diatasi, sebagaimana dikemukakan dalam dana pensiun pegawai. Semula umur 41
dampak berikut ini: (empatpuluh satu) tahun 6 (enam) bulan
1. Tingginya pengangguran dan kemiskinan sebagai usia pensiun, tetapi kini ditetapkan usia
2. Tekanan kuat terhadap lingkungan hidup 43 (empatpuluh tiga) tahun sebagai usia pensiun,
dalam berbagai bentuk, misalnya: meskipun kebijakan ini mendapat penolakan dari
a. Terus berkurangnya area hutan bakau masyarakat Perancis.
dan terumbu karang.
b. Meningkatnya perluasan lahan kritis, Sistem Pensiun: Untung atau Rugi?
polusi, erosi, pendangkalan sungai, Setiap orang pasti mengharapkan dana
danau dan waduk serta bencana alam. pensiun di hari tuanya, memperoleh penghasilan
c. Area pemukiman yang semakin padat, yang dapat menjamin kehidupannya sampai akhir
semakin sulitnya pengelolaan sampah masa hidupnya. Jaminan penghasilan tersebut
dan penyediaan air bersih. dapat diperoleh setiap bulan atau sekaligus.
d. Tingginya masalah-masalah sosial Keuntungan pola pembayaran uang pensiun
seperti konflik horisontal dan vertikal, setiap bulan, dirasakan sangat bermanfaat bagi
kriminal, dan lain-lain. individu yang tidak ingin berspekulatif dengan
3. Berkurangnya kedaulatan bangsa karena pola dan gaya hidup sederhana. Merasa senang,
pemenuhan berbagai kebutuhan penduduk aman dan nyaman dengan penghasilan (uang
yang jumlahnya sekitar 270 (duaratus pensiun) yang diperoleh setiap bulan, meskipun
tujuhpuluh) juta jiwa pada tahun 2025 jumlahnya kecil. Dengan demikian, ada harapan
terpaksa dilakukan dengan impor. memperoleh penghasilan secara rutin untuk
Dari penjelasan di atas, maka pemerintah memenuhi kebutuhan sehari hari, meskipun tidak
perlu mengantisipasi adanya ledakan jumlah usia bekerja. Hal ini menjadi beban bagi pemerintah,
kerja yang semakin bertambah. Semakin banyak karena harus mengeluarkan anggaran pensiun
jumlah usia produktif, maka kemungkinan besar pegawai yang begitu besar setiap bulan dan terus
semakin bertambah beban pemerintah, apabila meningkat jumlahnya. Namun bagi individu yang
tidak diikuti oleh pembukaan lapangan pekerjaan ingin berspekulasi dengan pola dan gaya hidup
oleh pihak swasta atau ketiadaan jiwa wiraswasta di atas standar, lebih suka memperoleh jaminan
(enterpreneur), maka posisi menjadi ASN dapat penghasilan (uang pensiun) tersebut dibayar
menjadi incaran. Dengan demikian, maka beban sekaligus, karena dapat dijadikan modal dalam
pemerintah semakin bertambah karena harus membuka usaha dan atau mengembangkan
menyediakan gaji dan pensiun pegawai. Oleh usaha. Sistem pembayaran uang pensiun
karena itu, sistem pembayaran pensiun sudah sekaligus ini, biasanya diberlakukan di perus-
saatnya dilakukan perubahan. ahaan-perusahaan swasta.
46
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Pola pembayaran uang pensiun sekali- Melihat tabel di atas, menunjukkan bahwa
gus, menjadi resiko bagi individu yang tidak pada tahun 2014, jumlah batas usia pensiun
memiliki kemampuan untuk mengelola uang semakin bertambah sebanyak 2,2 % (dua koma
tersebut, sehingga resikonya bangkrut dan habis. dua persen). Namun pada tahun 2013 berkurang
Sebaliknya, keuntungan bagi si penanggungjawab sebanyak 0,21 % (nol koma duapuluh satu persen)
(pemerintah), karena dengan pemberian uang dan pada tahun 2012 bertambah 3,43 % (tiga
pensiun sekaligus, maka beban tanggungjawabnya koma empat puluh tiga persen). Artinya bahwa
cepat selesai. Meskipun demikian, pemberian pemerintah harus mengantisipasi bahwa jumlah
uang pensiun sekaligus harus diikuti dengan pensiun semakin bertambah.
kesiapan pemerintah menyediakan sejumlah
besar uang cash. Semakin banyak pegawai yang Sistem Paruhan
pensiun, maka semakin banyak pula dana yang Sistem paruhan adalah sistem pemberian
harus disediakan pemerintah. Sistem pemberian uang pensiun secara sekaligus, tetapi hanya
uang pensiun sekaligus, tidak dirasakan sebagai sebagian saja (separuh). Sedangkan sebagian
beban bagi pihak swasta, karena jumlah pegawai lagi diberikan per bulan. Sistem Paruhan ini
yang pensiun hanya sedikit. juga dapat disebut sistem lumpsum dan dapat
digunakan sebagai modal untuk membuka atau
Batasan Kriteria Pensiun mengembangkan usaha manakala pensiun,
Jumlah yang harus dikeluarkan pemerintah sehingga dapat menambah penghasilan. Di
untuk membayar pegawai dan pensiunan terus samping itu, sisanya masih diterima per bulan,
meningkat, bahkan perhitungan uang pensiun meskipun jumlahnya kecil. Dasar pemikirannya
PNS atau ASN dinilai terlalu boros. Sedangkan bahwa uang cash yang diterima tersebut ketika
sumber pendapatan negara semakin berkurang pensiun, nilai uangnya akan tetap, tidak turun.
bahkan mengalami defisit. Oleh karena itu, dana Namun sistem pembayaran ini harus bertumpu
pensiun perlu dikelola dengan baik dan benar. pada asumsi orangnya, apakah orang yang
Salah satu cara pengaturan pemberian pensiun itu mampu mengelola uang tersebut
pensiun adalah pembatasan penerima pensiun. atau tidak. Apabila tidak mampu, maka sia-sia
Perlu dibatasi kriteria penerima pensiun dengan dan percuma uang paruhan itu diberikan, karena
masa kerja tertentu. Tidak semua ASN dapat akan habis dan tidak dirasakan manfaatnya.
menerima pensiun apabila masa kerjanya terlalu Dari sisi pemerintah, harus siap dengan
sedikit, melakukan korupsi dan mengundurkan kemampuan likuiditasnya, sehingga sewaktu-
diri sebelum masa kerjanya habis. waktu harus membayar dengan jumlah banyak
Saat ini jumlah batas usia pensiun kepada sejumlah pegawai yang pensiun. Sistem
(BUP) sudah mencapai 488.494 (empatratus ini telah dilakukan oleh anak perusahaan
delapanpuluh delapan ribu empatratus Pertamina (Pertamina Tongkang) bagi pegawai-
sembilanpuluh empat) pegawai (Tahun 2011- pegawainya yang bekerja di perusahaan-
2014) dengan rincian sebagai berikut: perusahaan kapal (pelaut). Menjelang pensiun,
dapat meminta sebagian (separuh) uang
Tabel 2 pensiunnya dan menjelang pensiun, hanya
Jumlah Pensiun Tahun 2011-2014
menerima sedikit uang pensiun setiap bulan.
No Tahun Jumlah/Pegawai
Selain anak perusahaan pertamina, sebuah
1. 2011 107.418 perusahaan swasta terkenal pada masa Orde
2. 2012 124.175 baru di Jakarta juga telah melaksanakan sistem
3. 2013 123.167 ini, sebagaimana diungkapkan salah satu
pegawainya yang menerima sistem pembayaran
4. 2014 133.734
ini.
Jumlah 488.494 Uang pensiun diberikan pada setiap bulan,
Sumber: www.menpan.go.id.
dapat dimanfaatkan dengan istilah dijual putus
untuk diambil nilai kontannya dari pihak asuransi,
47
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

karena khawatir bahwa lembaga pengurus pegawai dimanipulasi sedemikian rupa sehingga
uang pensiun akan mengalami kebangkrutan dapat diusulkan menjadi PNS. Penyimpangan
(masalah). Selain itu, agar nilai uang tersebut semacam ini, apabila tidak diteliti secara
tidak mengalami inflasi. Sedangkan sistem rinci, maka jumlahnya akan bertambah atau
pembayaran pensiun bulanan, sewaktu-waktu memaksakan sejumlah calon pegawai yang
dapat meminta cash dengan nilai tertentu, dengan semestinya belum memenuhi syarat untuk
cara menjaminkan surat pensiun kepada pihak diangkat. Konsekuensi yang harus dihadapi
bank dan dapat diangsur setiap bulan sesuai pemerintah adalah menyiapkan anggaran untuk
dengan uang pensiunnya. Penjaminan kepada pembayaran gaji maupun pensiun kelak.
bank, tidak menghilangkan pendapatannya Dalam rangka evaluasi sistem pem-
selamanya, karena dibatasi waktu peminjaman. bayaran dana pensiun pegawai, maka sudah
Selain kedua sistem yang dijelaskan di saatnya pemerintah pusat memberi keleluasaan
atas, yaitu sistem paruhan dan bulanan, alternatif tanggungjawab kepada kementerian, lembaga
sistem lainnya dengan membayar sekaligus. dan pemerintah daerah agar dapat menangani
Namun sistem ini harus diikuti dengan kemampuan dana pensiun pegawainya masing-masing,
likwiditas yang tinggi, karena harus menyediakan sehingga kementerian, lembaga dan pemerintah
sejumlah uang untuk membayar pegawai yang daerah dapat merasakan secara langsung
pensiun. Sistem ini memiliki keuntungan dalam bagaimana mengatur dan mengelola dana
jangka panjang, karena animo masyarakat untuk pensiun tersebut. Hal ini dapat berdampak pada
menjadi pegawai negeri menjadi berkurang. perencanaan dan pengaturan dalam penerimaan
Harapan menjadi pegawai negeri menjadi sirna, pegawai baru. Kementerian, lembaga dan
karena tidak berbeda dengan menjadi pegawai pemerintah daerah akan berhati-hati menerima
swasta, apabila uang pensiun ditiadakan. Selama sejumlah aparatur sipili negara (ASN) dan akan
ini, masyarakat mengejar status pegawai negeri, disesuaikan dengan jumlah kebutuhan. Dengan
karena dianggap dapat memberikan jaminan di demikian, analisi jabatan (Anjab) dan analisis
hari tua dengan menerima uang pensiun setiap beban kerja (ABK) benar-benar dilaksanakan
bulan. dalam rekrutmen pegawai baru. Selain itu,
Pembayaran uang pensiun sekaligus, persoalan kompetensi akan benar-benar di-
menjadikan masyarakat lebih memilih menjadi realisasikan, manakala melaksanakan seleksi,
pegawai swasta, karena penghasilan sebagai rotasi maupun promosi pegawai.
pegawai swasta lebih besar jika dibandingkan Berdasarkan hasil penelitian yang dil-
dengan menjadi pegawai negeri. Asumsi semacam lakukan oleh Hanafie (2014) di Kota Tangerang
ini, lambat laun akan mempengaruhi jumlah Selatan, terdapat permasalahan mengenai Anjab
pegawai negeri dan akhirnya mengurangi beban yang belum secara menyeluruh dikerjakan,
pemerintah dalam penyediaan dana pensiun. kompetensi tidak dijadikan sebagai dasar
rekrutmen, rotasi dan promosi pegawai. Hal
Lembaga Pensiun Mandiri tersebut dikarenakan adanya KKN cukup kental,
Seringkali kuota penerimaan pegawai sehingga menimbulkan moral hazard yang tinggi.
ASN yang telah ditetapkan pemerintah, di- Dengan adanya desentralisasi pengelolaan dana
langgar baik oleh kementerian, lembaga pensiun terutama kepada pemerintah daerah,
maupun pemerintah daerah, sehingga jumlah maka pemerintah daerah memiliki kewenangan
penerimaan pegawai baru melebihi kebutuhan. untuk mengelola sumber daya manusianya secara
Hal ini disebabkan praktek kolusi, korupsi dan mandiri. Hal ini dapat mendorong pemerintah
nepotisme (KKN) yang belum dapat dihilangkan daerah berupaya seoptimal mungkin menggali
sama sekali, apalagi kalau menyangkut kerabat potensi-potensi daerah sebagai masukan bagi
para politisi dan pejabat, sehingga data atau pendapatan daerah dalam membiayai belanja
dokumen-dokumen dapat dimanipulasi. Hasil pegawai.
penelitian yang pernah dilakukan pada salah Dengan demikian, sudah waktunya,
satu kota, disinyalir data-data persyaratan pemerintah daerah diberi kewenangan secara
48
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

mandiri untuk mengelola dana pensiun pegawai 10. Unit Penyertaan Reksa Dana dari:
dengan menunjuk lembaga-lembaga dana
pensiun yang kapabel untuk mengelolanya. a) Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana
Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran,
Meskipun saat ini, pengelolaan dana pensiun dan Reksa Dana Saham.
telah diatur oleh pemerintah dalam Undang-
b) Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana
undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana dengan Penjaminan dan Reksa Dana
Pensiun (UU Dana Pensiun) dan Peraturan Indeks.
Pemerintah Nomor 77 Tahun 1992 tentang Dana c) Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi
Pensiun Lembaga Keuangan (PP-DPLK). Kolektif Penyertaan Terbatas.
Pembayaran dana pensiun saat ini di- d) Reksa Dana yang Unit Penyertaannya
kelola oleh lembaga pengelola dana pensiun Diperdagangkan di Bursa Efek.
dalam bentuk perbankan dan lembaga asuransi, 11. Efek Beragun Aset dari Kontrak Investasi Kolektif
sebagaimana diatur oleh peraturan pemerintah Efek
tersebut di atas. Lembaga-lembaga pengelola 12. Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estat
dana pensiun tersebut diatur oleh pemerintah berbentuk Kontrak
pusat dalam hal ini di bawah Kementerian
13. Kontrak Opsi Saham yang tercatat di Bursa Efek
Keuangan Republik Indonesia. Apabila pe- di Indonesia.
ngelolaan dana pensiun diserahkan kepada
14. Penempatan langsung pada saham.
pemerintah daerah, tetapi kontrol tetap dilakukan
oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian 15. Tanah di Indonesia dan/atau
Keuangan dalam rangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). 16. Bangunan di Indonesia
Untuk menghindari kerugian, investasi
dana pensiun dapat ditempatkan pada jenis Sumber: Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/
investasi yang telah ditetapkan pemerintah, PMK.010/2008 Tentang Investasi Dana Pensiun.
sebagaimana telah diatur dalam Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.010/2008
tentang Investasi Dana Pensiun. Untuk lebih PENUTUP
rinci, terlihat dalam tabel berikut ini:
Dari tulisan di atas, dapat disimpulkan
bahwa ketiga sistem pembayaran uang pensiun,
Tabel 2
Jenis Investasi Bagi Dana Pensiun yaitu Sistem Paruhan, Sekaligus dan Bulanan,
masing-masing memiliki untung dan rugi baik bagi
NO Jenis Investasi pemerintah maupun pegawai yang menerima
1. Surat Berharga Negara pensiun. Pemilihan sistem pembayaran pensiun
yang tepat, sangat tergantung pada kemampuan
2. Tabungan pada Bank pemerintah dalam mengatur penerima pensiun
dan kemampuan menyediakan dana pensiun.
3. Deposito berjangka pada Bank
Namun di antara ketiga sistem pembayaran
4. Deposito on call pada Bank pensiun, yaitu Paruhan, Sekaligus dan Bulanan,
maka Sistem Paruhan dapat dijadikan alternatif
5. Sertifikat deposito pada Bank
pilihan, karena dapat meringankan beban
6. Sertifikat Bank Indonesia; pemerintah dan menguntungkan bagi pegawai,
karena dapat digunakan sebagai modal bagi
7. Saham yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia
pengembangan usaha.
8. Obligasi yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia Berdasarkan kesimpulan di atas, maka
pemerintah dapat melakukan beberapa cara
9. Sukuk yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia dalam menerapkan sistem pensiun, agar dapat
meringankan beban pemerintah, yaitu:
49
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

1. Pemerintah perlu meninjau kembali sistem _______________, Peraturan Menteri Keuangan


pembayaran pensiun pegawai Nomor: 199/PMK.010/2008 tentang
2. Pemerintah perlu membuat regulasi baru Investasi Dana Pensiun.
tentang sistem pembayaran pensiun Website : www. menpan.go.id. diakses tanggal 7
pegawai. Oktober 2014
3. Pemerintah perlu mengatur kembali pegawai Website : www. Sindo.Com, diakses tanggal 7
yang berhak menerima pensiun. Oktober 2014
4. Sistem Paruhan dapat dijadikan alternatif Website : www. Berita Satu. Com, diakses tanggal
dalam sistem pembayaran pensiun pegawai. 7 September 2012
5. Kemampuan likwiditas pemerintah harus Website : Tribun News.Com, 7 Oktober 2014
ditingkatkan. Internet : Warga Prancis Tuntut kebijakan Dana
6. Pemerintah perlu meningkatkan kerjasama Pensiun, diakses tanggal 7 Oktober 2014.
dengan lembaga-lembaga bisnis lainnya
yang mampu mengelola dana pensiun
masyarakat, sebagaimana sedang dilakukan
pihak Jepang.
7. Pemerintah dapat mendelegasikan kepada
kementerian, lembaga dan pemerintah
daerah untuk mengelola dana pensiun
pegawai. Apabila tidak memungkinkan, maka
pemerintah daerah saja yang diutamakan
(diprioritaskan) sebagai pembelajaran
kepada daerah agar dapat mandiri mengelola
dana pensiun pegawai di daerahnya masing-
masing.

DAFTAR PUSTAKA

Adioetamo, Sri Murtningsih dan Diahhadi


Setyonaluri. Bonus Demografi dalam
Makalah FGD diselenggarakan oleh
Yayasan Mahkota Insan Cita, Jakarta, 11
Oktober 2014.
Hanafie, Haniah. 2014. Reformasi Birokrasi
Di Kota Tangerang Selatan. Desertasi.
Universitas Brawijaya Malang, Jawa
Timur.
Siregar, Hermanto. Bonus Demografi dan
Implikasi Ekonominya dalam Makalah
FGD diselenggarakan oleh Yayasan
Mahkota Insan Cita, Jakarta, 11 Oktober
2014.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 11
Tahun 1992 tentang Dana Pensiun
_______________, Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 77 Tahun
1992 tentang Dana Pensiun Lembaga
Keuangan.
50
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

REDESIGN SISTEM PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI INDONESIA


REDISIGNING THE RETIREMENT SYSTEM OF CIVIL SERVANT IN INDONESIA
Janry Haposan U.P. Simanungkalit
Direktorat Kompensasi Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Negara
Jl. MayJend. Soetoyo 12 Cililitan Jakarta Timur
e-mail: janryhups@ yahoo.com

(Diterima 3 Oktober 2014, Direvisi Pertama 6 Oktober 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
Permasalahan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia, termasuk di dalamnya permasalahan Pensiun PNS
yang menjadi fokus utama dalam tulisan ini merupakan salah satu permasalahan yang unik dalam sistem kepegawaian negara.
Sudah lama dan sering didiskusikan, namun hingga kini masih belum ada konsep penyelesaian yang jelas dan komprehensif
sesuai harapan. Bertolak dari fenomena tersebut, tulisan ini berupaya mencari solusi alternatif dengan melakukan konstruksi
ulang sistem Pensiun PNS melalui: (1) Reidentifikasi dan deskripsi berbagai permasalahan yang terkait dengan implementasi
Sistem Pemberian Pensiun PNS; (2) Menganalisis pemodelan sistem pensiun PNS sebagai bagian dari sistem manajemen
kepegawaian; dan (3) Memformulasikan rekomendasi kebijakan terkait dengan sistem pensiun PNS ke depan. Terwujudnya
reformasi pensiun PNS ke depan menuntut komitmen (good will) dan konsistensi yang tinggi dari Pemerintah bersama dengan
seluruh stakeholders, yang selaras dengan kaidah dasar dan norma yang seharusnya dilakukan serta sesuai dengan dinamika
lingkungan internal dan eksternal organisasi Pemerintah yang berkembang terkini. Implementasi model pensiun sebagaimana
yang disimulasi dalam tulisan ini haruslah diharmonisasi dengan sub sistem kepegawaian lainnya, sehingga dapat bersinergis
satu sama lain.

Kata kunci: Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiun

Abstract
The welfare issue of civil servant in Indonesia includes the retirement problem that becomes the main focus in this writing which
is a unique problems in the civil service system. It has been often discussed quite some time, yet until now there has been no
clear and comprehensive solution to the draft as expected. Based on that phenomena, this writing is trying to find an alternative
solution by reconstructing the civil servant pension system through: (1) reidentifying and describing various issues related to
the implementation of the civil servant pension system; (2) analyzing the model of the civil servant pension system as a part
of human resources management system; and (3) formulating policies related to the civil servant pension system in the future.
The realization of civil servant pension reformation requires good will and consistency from government and the stakeholders,
which in a line with basic rules and norms and fit the internal and external dynamic of the current situation from government
organization. The implementation of pension model as simulated in this writing should be aligned with other sub-system of civil
service therefore able to make a synergy.

Key words: Civil Servants, pension

PENDAHULUAN pernah menikmati kesejahteraan yang memadai.


Berbagai gejolak bangsa, terutama yang terkait
Permasalahan kesejahteraan Pegawai dengan kondisi sosial-ekonomi yang tidak
Negeri Sipil (PNS) di Indonesia merupakan salah pernah disesuaikan dengan kesejahteraan PNS
satu permasalahan yang unik. Sudah lama dan turut memperparah kondisi kesejahteraan PNS.
sering didiskusikan, namun hingga kini masih Oleh karena itu, tidaklah heran apabila banyak
belum ada konsep penyelesaian (solusi) yang pihak yang berpendapat bahwa kesejahteraan
jelas dan komprehensif sebagaimana yang di- PNS sangatlah rendah. Akibatnya, PNS ter-
harapkan. Bahkan menurut Subianto (2003) paksa mencari tambahan sehingga tidak
terdapat pro dan kontra terhadap berbagai dapat berkonsentrasi penuh pada tugas dan
isu yang terkait dengan kesejahteraan PNS kewajibannya. Hal tersebut bagaimanapun
justru semakin tajam. Sejak Negara Kesatuan dalam kenyataannya turut berkontribusi pada
Republik Indonesia (NKRI) didirikan, PNS belum dorongan (stimulate) terjadinya kebocoran
51
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Keuangan Negara yang berkembang ke arah bagi penerima pensiun dan sudah tidak
tindakan-tindakan yang dikenal dengan KKN sesuai lagi dengan perkembangan perubahan
(korupsi, kolusi, dan nepotisme). struktur penggajian yang diterapkan. Persoalan
Selain itu, tidak memadainya kesejah- berikutnya adalah terkait dengan perencanaan
teraan PNS dalam kenyataannya juga turut atau program pensiun PNS yang diterapkan
berkontribusi pada tingkat produktivitas PNS saat ini tidak sesuai dengan amanat Undang-
(aktivitas pelayanan publik) yang sangat buruk. Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun
Banyak pihak menilai bahwa tingkat produktivitas Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai (UU
PNS sangat rendah. Sinyalemen lainnya me- Pensiun PNS), dimana pembayaran pensiun
nyatakan bahwa sekitar 60% (enampuluh PNS dilaksanakan dengan tidak konsisten.
persen) PNS tidak produktif, sehingga perlu Pemerintah pernah menerapkan dengan metode
dilakukan rasionalisasi. Keraguan tersebut pay as you go, sharing dan kemudian kembali
diperkuat lagi dengan penilaian bahwa sebagian lagi menerapkan metode pay as you go pada
besar PNS kerjanya tidak beres, selalu mangkir, Tahun 2009 sampai dengan sekarang.
KKN, tidak profesional, dan berbagai predikat Penerapan pola tersebut menambah
negatif lainnya. Kondisi atau fenomena tersebut sistem pendanaan yang berlaku yaitu dari sistem
di atas mengundang sejumlah pertanyaan, pendanaan pay as you go ke sistem pendanaan
antara lain apakah kebijakan kesejahteraan Current Cost Financing. Dalam sistem pendanaan
PNS selama ini turut memberikan andil sehingga pay as you go, pembayaran pensiun dibebankan
terjadinya kondisi yang demikian? Dalam hal langsung sebagai biaya dalam Anggaran
ini apakah Pemerintah telah memenuhi semua Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seperti
hak-hak kesejahteraan PNS dalam bekerja? layaknya membayar gaji kepada PNS. Akibat dari
Desain kebijakan yang bagaimanakah yang penerapan sistem pendanaan ini, maka beban
dapat mensejahterakan PNS dan keluarganya, Pemerintah semakin lama semakin besar, karena
sehingga PNS dapat lebih produktif dalam pada saat jumlah penerima pensiun hampir sama
bekerja. dengan jumlah PNS, beban pembayaran gaji dan
Secara juridis, pengaturan tentang pensiun akan berlipat. Jika mempertahankan
kesejahteraan PNS telah dimuat di dalam situasi tersebut, diperkirakan pada tahun 2020
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang APBN akan mengeluarkan biaya sebesar 110
Aparatur Sipil Negara (UU-ASN). Salah satu (seratus sepuluh) triliun, yang tentunya akan
usaha kesejahteraan dimaksud adalah melalui memberatkan APBN.
penyelenggaraan program pensiun. Untuk pe- Di lain pihak, pola pendanaan pensiun
nyelenggaraan program pensiun, sesuai dengan yang umumnya dianut oleh kebanyakan
amanat UU-ASN tersebut pemerintah sebagai penyelenggara program pensiun di dalam
pemberi kerja wajib membayar dan menanggung maupun di luar negeri adalah sistem pendanaan
subsidi dan iuran, dimana besarnya subsidi penuh (fully funded). Dalam sistem ini,
dan iuran dimaksud ditetapkan dengan pemerintah bersama PNS membayar iuran
Peraturan Pemerintah. Dalam kaitannya dengan yang diakumulasikan dalam suatu dana. Iuran
penyelenggaraan pensiun PNS, dalam kenyataan pemerintah merupakan bagian dari pembayaran
di lapangan hingga kini masih ditemukan sejumlah gaji PNS, jadi pembayaran iuran berlangsung
persoalan. Persoalan pertama adalah adanya selama PNS masih bekerja. Pada saat PNS
pengakuan bahwa program pensiun PNS masih memasuki masa pensiun, maka pembayaran
dirasakan belum memenuhi prinsip keadilan iuran pemerintah dan PNS dihentikan, dan
dan kelayakan, terutama dari sisi besaran atau pembayaran pensiun berlangsung dengan
jumlah pensiun yang diterima oleh PNS atau sumber pendanaan dari dana yang merupakan
kecilnya uang pensiun PNS, sehingga belum hasil pemupukan iuran PNS bersama Pemerintah.
mencukupi kebutuhan hidup yang layak (Thoha, Selain itu, belum adanya ketegasan terhadap
2005). Formula atau rumusan besaran pensiun status dana pensiun yang dipungut dari PNS
PNS dianggap mengakibatkan rasa ketidakadilan selama ini, apakah akan dijadikan modal untuk
52
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pembentukan dana pensiun PNS sebagaimana bahwa masa pensiun memunculkan berbagai
yang diamanatkan oleh UU Pensiun PNS atau perubahan dalam kehidupan seseorang yang
hanya semacam iuran pensiun PNS. pensiun (pensiunan/pensioner), seperti per-
Lebih lanjut, belum terwujudnya kontribusi ubahan peran, ketertarikan dan nilai serta
pemerintah selaku pemberi kerja dalam mem- perubahan pada keseluruhan pola kehidupan
berikan subsidi dan iuran dalam program pensiun individu yang mengalaminya. Beberapa pihak
yang menimbulkan rasa ketidakadilan bagi PNS menyebutnya memasuki Karier Kedua. Pensiun
apabila dibandingkan dengan pegawai pada juga merupakan bagian dari komponen paket
perusahaan swasta, dimana pegawai swasta kompensasi (compensation) pegawai yang
dan pemberi kerja sama-sama membayar iuran, menarik yang diterima pegawai dari organisasi
sedangkan Pemerintah selaku pemberi kerja atau perusahaan. Hal tersebut dilakukan melalui
PNS tidak memberikan iuran. suatu pengaturan di dalam perencanaan atau
Mengacu pada latar belakang per- program pensiun (pension/retirement plan/
masalahan sebagaimana yang telah diuraikan program) untuk memberikan orang-orang
sebelumnya, maka dalam penelitian ini dapat (pegawai) dengan suatu pendapatan (income)
dirumuskan tujuan tulisan ini adalah: atau disebut juga dengan manfaat (benefit)
1. Mengidentifikasi dan mendeskripsikan ber- ketika mereka tidak lagi menerima pendapatan
bagai permasalahan yang terkait dengan rutin sebagai pegawai (Milkovich & Newman,
implementasi Sistem Pensiun PNS. 2005). Uang yang dipotong dari gaji pegawai
2. Melakukan analisis pemodelan (modelling) selama bekerja bukanlah merupakan pajak
Sistem Pensiun PNS sebagai bagian dari (taxed), melainkan uang untuk dana pensiun
Sistem Manajemen Kepegawaian ke depan. yang nilainya dapat ditingkatkan melalui berbagai
3. Merumuskan formulasi rekomendasi bentuk investasi.
kebijakan Sistem Pensiun PNS ke depan. Berdasarkan beberapa pengertian dan
Metodologi yang digunankan dalam ilustrasi tentang pensiun sebagaimana yang
penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif diuraikan di atas, secara substansial, pensiun
dapat diartikan sebagai penghargaan (reward)
atau manfaat (benefit) yang diberikan kepada
PEMBAHASAN pegawai (biasanya dalam bentuk uang) yang
mengakhiri masa tugasnya dikaitkan dengan
Pengertian Pensiun pencapaian usia tertentu (usia pensiun) atau
Dalam perspektif manajemen sumber kepada ahli warisnya (apabila pegawai yang
daya manusia (SDM), pensiun (pension/ bersangkutan meninggal dunia) secara rutin
retirement) atau sering diistilahkan dengan atau sekaligus (one lump sum) atas jasa yang
pemisahan (separation) pegawai atau karyawan diberikannya selama bekerja. Penerima pensiun
dalam organisasi merupakan fungsi operasional disebut juga dengan pensiunan (pensioner atau
yang terakhir. Salah satu hal yang menonjol retiree).
diantara proses pemisahan antara pegawai
dan organisasi adalah pensiun. Proses Perencanaan/Program Pensiun
pemisahan antara pegawai dan organisasi Perencanaan pensiun (pension plan) di
selain pensiun adalah pemberhentian (layoff), dalam beberapa referensi disebut juga dengan
pemecatan (discharge), dan penempatan di luar program pensiun (pension program), sehingga
(outplacement) (Sirait, 2006). keduanya sering dipertukarkan. Menurut Peng
Secara umum, Turner dan Helms (1987) (2009), perencanaan pensiun mengacu pada
memberi batasan pensiun sebagai masa suatu program pensiun yang menawarkan
berakhirnya pekerjaan formal seseorang dan suatu kumpulan (set) manfaat (benefit) bagi
memulai peran baru dalam kehidupan. Hal setiap peserta program yang memenuhi syarat
tersebut senada dengan yang dikemukakan (eligible participants). Lebih lanjut Peng (2009)
oleh Schwartz (1974) dalam Hurlock (1980) mengemukakan bahwa suatu perencanaan
53
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pensiun terdiri dari paling sedikit tiga atribut seharusnya. Selain itu, DB Plan juga
penting, yakni: (1) Peserta program pensiun; mengenail istilah Past Service Liability
(2) Manfaat pensiun yang ditawarkan; dan (PSL), dimana pemberi kerja ikut membayar
(3) Pihak yang bertanggungjawab dalam iuran program pensiun dan juga membayar
pembiayaan (financing) manfaat pensiun. pembebanan pada biaya jasa lalu jika diakui
Suatu program pensiun juga harus memiliki masa kerja sebelum pembentukan program
suatu perencanaan pembiayaan (plan sponsor). pensiun.
Dalam organisasi sektor publik, perencanaan 2. Defined Contribution Program (DC
pembiayaan dimaksud adalah entitas Pemerintah Program) atau Program Pensiun
yang mendesain perencanaan pensiun pegawai. Iuran Pasti (PPIP)
Menurut Sudjono (1999), program Dalam Defined Contribution Program atau
pensiun mempunyai tiga fungsi, yaitu: (1) Fungsi sering juga dikenal dengan sebutan Money
Asuransi, yakni memberikan jaminan terhadap Purchase Scheme, manfaat pensiun yang
risiko atau jaminan terhadap ketidakpastian. akan diterima oleh peserta pensiun (payout)
Penyelenggara program pensiun mengandung ditetapkan atau dihitung kemudian (bukan
asas kebersamaan seperti halnya program sejak awal), yakni pada saat peserta
asuransi; (2) Fungsi Tabungan, yakni menyisihkan memasuki usia pensiun atau telah tiba
sebagian pendapatan untuk kesejahteraan di saatnya menerima hak pensiun. Artinya,
kemudian hari; dan (3) Fungsi Pensiun, yakni iuran ditentukan lebih dahulu, baru
memberikan pendapatan masa-masa tidak kemudian dihitung manfaatnya. Pada saat
bekerja lagi karena faktor usia. pensiun atau pada akhir program pensiun,
Secara umum, perencanaan/program dana yang terkumpul akan dibelikan anuitas
pensiun dibagi atas dua jenis, yakni Defined seumur hidup ke Perusahaan Asuransi Jiwa.
Benefit Plan (DB Plan) atau sering diterjemahkan Besarnya hak pensiun dimaksud sesuai
dengan sebutan Program Pensiun Manfaat akumulasi iuran dan hasil pengembangannya
Pasti (PPMP) dan Defined Contribution Program (hasil investasi) yang diperoleh selama
(DC Plan) atau sering diterjemahkan dengan masa penghimpunan iuran. Dalam program
sebutan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) pensiun jenis ini, besarnya manfaat pensiun
atau Program Pensiun berdasarkan Keuntungan. antar peserta pensiun dapat saling berbeda,
Berikut ini penjelasan masing-masing program bergantung pada kontribusi dari masing-
(Cohen & FitzGerald, 2007): masing peserta pensiun.
1. Defined Benefit Plan (DB Plan) atau
Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) Pembiayaan/Dana Pensiun
Dalam Defined Benefit Plan atau sering Dana pensiun (pension fund) dapat di-
juga dikenal dengan sebutan Final Salary definsikan sebagai bentuk-bentuk dana dari
Scheme, manfaat pensiun yang akan di- hasil kontribusi investasi, yang dikumpulkan
terima (payout) oleh peserta pensiun sudah dari para sponsor (peserta pensiun dan
ditetapkan atau dijamin sejak awal pada organisasi) dan penerima manfaat atau ahli
level tertentu, baru kemudian diperhitungkan waris (beneficiaries) untuk memberikan manfaat
besaran iurannya. Di samping itu, besarnya pensiun pada masa yang akan datang (Davis,
pensiun didasarkan pada rumusan tertentu. 1995).Dalam terminologi yang spesifik, dana
Besarnya manfaat pensiun yang diterima pensiun merupakan suatu konsep akuntansi,
oleh peserta pensiun relatif sama karena mengacu pada suatu rekening (account) yang
bersifat kolektif. menyimpan semua aset yang diakumulasi
DB Plan membutuhkan bantuan aktuaris untuk suatu program atau perencanaan pensiun
secara periodik untuk menentukan besarnya tertentu (Peng, 2009). Suatu dana pensiun
nilai kewajiban aktuaria, melakukan analisis disusun sebagai suatu kepercayaan yang tidak
kembali asumsi aktuaria yang digunakan dapat ditarik kembali (irrevocable trust) dalam
dan merekomendasikan tingkat iuran yang pengertian bahwa seluruh aset di dalam dana
54
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pensiun hanya dapat digunakan untuk manfaat Tabel 1.


para peserta program pensiun. Setiap dana Jenis-jenis Sistem/Skema Pensiun.
pensiun harus terkait dengan suatu program Sistem Pendanaan Pensiun
pensiun. Oleh karena itu, suatu program pensiun Jenis Funded Unfunded: Pay
pegawai dapat juga diidentifikasi secara resmi Program as you go
Pensiun
berdasarkan pada suatu dana pensiun yang
dikelola untuk program pensiun dimaksud. Defined Skema yang dikaitkan Banyak
Benefit dengan Pekerjaan diterapkan
Pada umumnya, sistem atau metode atau (Occupational pada Sistem
ada juga yang menyebutnya dengan sebutan Schemes). Pensiun
skema (scheme) pembiayaan pensiun (pension Program Pemberi Sektor Publik.
Kerja (Employer-
funding/financing/scheme) yang digunakan Sponsored Plan).
terdiri dari dua sistem, yakni Funded System
Defined Rekening Individu Beberapa
(Sistem Pendanaan) dan Unfunded System (Individual Accounts) Negara
(Sistem Non Pendanaan). Schwarz (2009) dan dalam Skema Pensiun
Yermo (2002) menjelaskan esensi perbedaan Publik.
Program Pemberi
diantara keduanya sebagai berikut: Kerja (Employer-
1. Funded System, yakni sistem pembiayaan Sponsored Plan)
pensiun yang menggunakan kontribusi dari Sumber: Dimodifikasi dari Sunden (2006).
pegawai saat ini (current workers) sebagai
peserta pensiun untuk meningkatkan Sistem Pensiun Pegawai Negeri Sipil
jumlah atau nilai aset, dimana aset tersebut Pensiun Pegawai dan Janda/duda
digunakan sebagian atau seluruhnya untuk menurut UU Pensiun PNS (Pasal 1) diberikan
membayar manfaat (benefits) pada masa sebagai (sifat pokok pensiun):
depan. 1. Jaminan hari tua.
2. Unfunded System, yakni sistem pembiayaan 2. Penghargaan atas jasa-jasa pegawai negeri
pensiun yang menggunakan kontribusi dari selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas
pegawai saat ini (current workers) secara Pemerintah.
langsung atau dari sponsor maupun provider Syarat pokok untuk memperoleh hak
untuk membayar pensiunan saat ini (current pensiun, yaitu:
retirees) dan memberikan janji (promises) 1. Telah mencapai usia sekurang-kurangnya
untuk melakukan pengembalian hasil 50 (limapuluh) tahun.
(returns) atas kontribusi tersebut pada masa 2. Memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-
yang akan datang. Dalam unfunded system kurangnya 20 (duapuluh) tahun.
dikenal dengan sebutan pembayaran pensiun 3. Telah diberhentikan dengan hormat sebagai
dengan metode current disbursement method PNS.
atau yang paling dikenal dengan istilah Di atas pensiun pegawai, pensiun janda/
metode PAYG atau PAYGO (pay as you go). duda atau bagian pensiun janda/duda diberikan
Metode ini pertama sekali diperkenalkan oleh tunjangan keluarga, tunjangan kemahalan,
Otto von Bismarck pada Abad ke-19 dan dan tunjangan-tunjangan umum atau bantuan-
diadopsi oleh banyak negara sejak Tahun bantuan umum lainnya menurut ketentuan-
1930-an (Modigliani & Muralidhar, 2004). ketentuan yang berlaku bagi Pegawai Negeri
Dalam tulisan ini, sebutan sistem pendanaan (Pasal 8).
unfunded dimaksud adalah sistem PAYG (pay Secara keseluruhan, pensiun diberikan
as you go). kepada (Pasal 3):
Secara ringkas, sistem pendanaan 1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
pensiun dikaitkan dengan program pensiun Jenis-jenis Pensiun PNS terdiri dari:
sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya a. Pensiun Normal, yakni PNS yang ber-
dapat dinyatakan di dalam Tabel 1. sangkutan mencapai atau memasuki
Batas Usia Pensiun (BUP).
55
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

b. Pensiun Dipercepat tahun dan memiliki masa kerja


PNS yang bersangkutan belum men- sekurang-kurangnya 10 (sepuluh)
capai atau memasuki BUP, tetapi ber- tahun.
hak mendapatkan hak-hak Pensiun 3) PNS yang setelah menjalankan
yang dibayarkan pada saat ia mencapai suatu tugas negara tidak dipe-
usia 50 (limapuluh) tahun, bila: kerjakan kembali sebagai Pegawai
1) P N S diberhent i k an den g a n Negeri, berhak menerima hak-hak
hormat dan berhak mendapat-kan pensiun jika telah mencapai usia
pensiun pegawai, jika pada saat 50 (limapuluh) tahun dan memiliki
pemberhentiannya sebagai PNS: masa kerja sekurang-kurangnya 10
a) Telah mencapai usia sekurang- (sepuluh) tahun.
kurangnya 50 (limapuluh) tahun 2. Janda/Duda
dan masa kerja sekurang- Pengertian janda dalam hal ini adalah isteri
kurangnya 20 (duapuluh) yang sah menurut hukum dari PNS atau
tahun, dinyatakan oleh badan/ penerima pensiun pegawai yang meninggal
pejabat yang ditunjuk oleh dunia. Adapun pengertian duda dalam hal ini
Departemen (Kementerian) adalah suami yang sah menurut hukum dari
Kesehatan berdasarkan per- PNS wanita atau penerima pensiun pegawai
aturan tentang pengujian wanita yang meninggal dunia. Jika PNS atau
kesehatan Pegawai Negeri, penerima pensiun pegawai meninggal dunia,
dinyatakan tidak dapat bekerja maka isteri (isteri-isteri)-nya untuk PNS pria
lagi dalam jabatan apapun yang atau suaminya untuk PNS wanita berhak
disebabkan karena ia men- menerima pensiun janda/duda
jalankan kewajiban jabatannya. 3. Anak/Yatim-Piatu
b) Mempunyai masa kerja se- Pengertian anak dalam hal ini adalah anak
kurang-kurangnya 4 (empat) kandung yang sah atau anak kandung/anak
tahun, dinyatakan oleh badan/ yang disahkan menurut Undang-Undang
pejabat yang ditunjuk oleh Negara dari PNS, penerima pensiun atau
Departemen (Kementerian) penerima pensiun janda/duda. Anak atau
Kesehatan berdasarkan per- anak-anak dari PNS. Anak atau anak-
aturan tentang pengujian ke- anak dari PNS yang tewas atau meninggal
sehatan Pegawai Negeri, di- dunia atau penerima pensiun janda/duda
nyatakan tidak dapat bekerja yang meninggal dunia, berhak menerima
lagi dalam jabatan apapun pensiun apabila tidak ada isteri/suami lagi
yang tidak disebabkan karena yang berhak menerima pensiun janda/duda.
ia menjalankan kewajiban Jenis pensiun ini sering juga disebut dengan
jabatannya. jenis pensiun Yatim-Piatu Pensiunan PNS
2) PNS yang diberhentikan atau di- (Survivors Pension).
bebaskan dari pekerjaannya karena 4. Orang Tua
penghapusan jabatan, perubahan Pengertian orang tua dalam hal ini adalah
dalam susunan pegawai, pener- ayah kandung dan/atau ibu kandung PNS.
tiban aparatur negara atau karena Apabila seorang PNS tewas atau meninggal
alasan-alasan dinas lainnya dan dunia dan tidak meninggalkan isteri/suami
kemudian tidak dipekerjakan kem- atau anak yang berhak menerima pensiun
bali sebagai Pegawai Negeri, ber- janda/duda, maka kepada orang tua almar-
hak menerima pensiun pegawai hum diberikan pensiun orang tua. Apabila
apabila ia diber-hentikan dengan tidak ada ayah/ibu kandung dari almarhum
dengan hormat apabila telah ber- PNS tersebut, maka pensiun orang tua
usia sekurang-kurangnya 50 (lima) diberikan kepada ayah/ibu angkatnya.
56
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Program Pensiun Pegawai Negeri Sipil dimana:


Program Pensiun PNS merupakan bagian 1) Pensiun PNS sebulan maksimum
dari program kesejahteraan PNS. Program 75% (tujuhpuluh lima persen) dari
dimaksud sebagaimana yang tertuang di dalam Dasar Pensiun (Gaji Pokok Terakhir).
UU Pensiun PNS yang secara rinci dapat 2) Pensiun PNS sebulan minimum
dijelaskan sebagai berikut: 40% (empat puluh persen) dari
1. Sifat Program Pensiun PNS Dasar Pensiun atau tidak boleh
Pensiun PNS diberikan sebagai jaminan hari kurang dari Gaji pokok terendah
tua dan sebagai penghargaan atas jasa-jasa menurut Peraturan Pemerintah
PNS selama bertahun-tahun bekerja dalam tentang Gaji dan Pangkat Pegawai
dinas Pemerintah. Pemberian pensiun PNS Negeri yang berlaku.
dilakukan setelah memenuhi persyaratan, b. Besaran Manfaat Pensiun Janda/Duda
yakni selain persyaratan masa kerja, usia, Manfaat = 36% x Dasar Pensiun (Gaji
dan telah memenuhi kewajibannya sebagai Pokok Terakhir)
peserta yaitu telah membayar iuran, juga dimana:
harus memenuhi persyaratan diberhentikan 1) Apabila terdapat lebih dari seorang
dengan hormat sebagai syarat mutlaknya. istri yang berhak menerima pensiun
2. Manfaat Program Pensiun PNS janda, maka besarnya bagian
Sesuai dengan UU Pensiun PNS, setidaknya pensiun janda untuk masing-
terdapat empat jenis manfaat pensiun yang masing isteri adalah 36% (tigapuluh
dibayarkan secara berkala kepada peserta enam persen) dibagi rata antara
pensiun PNS, yakni: isteri-isteri tersebut (36% (tigapuluh
a. Manfaat Pensiun Normal (syarat usia enam persen) dari besar pensiun
50 (limapuluh) tahun dan Masa Kerja 20 dibagi banyaknya isteri).
(duapuluh) tahun). 2) Jumlah 36% (tigapuluh enam
b. Manfaat Pensiun Dipercepat (syarat persen) dari pensiun dimaksud
usia 50 (limapuluh) tahun dan masa tidak boleh kurang dari 75%
kerja 10 (sepuluh) tahun). (tujuhpuluh lima persen) dari Gaji
c. Manfaat Pensiun Cacat (karena dinas Pokok terendah menurut Peraturan
syaratnya adalah PNS, bukan karena Pemerintah tentang Gaji dan
dinas syaratnya memiliki masa kerja 4 Pangkat Pegawai Negeri yang
(empat) tahun). berlaku bagi almarhum suami/
d. Manfaat Pensiun ditunda (syarat masa isterinya.
kerja 10 (sepuluh) tahun usia belum 3) Apabila PNS tewas, maka besarnya
mencapai 50 (limapuluh) tahun). pensiun janda/duda adalah 72%
3. Dasar Perhitungan Pemberian Besaran (tujuhpuluh dua persen) dari Dasar
Manfaat Pensiun PNS Pensiun (Gaji Pokok Terakhir),
Dasar Pensiun yang digunakan untuk dengan ketentuan bahwa:
menentukan besarnya pensiun adalah a) Apabila terdapat lebih dari
gaji pokok (termasuk gaji pokok tambahan seorang isteri yang berhak
dan/atau gaji pokok tambahan peralihan) menerima pensiun janda, maka
terakhir sebulan sebelum pegawai yang besarnya bagian pensiun janda
bersangkutan pensiun berdasarkan per- untuk masing-masing isteri
aturan gaji yang berlaku baginya. Berikut ini adalah 72% (tujuhpuluh dua
merupakan rincian besaran manfaat pensiun persen) dibagi rata antara
PNS sesuai dengan jenis-jenis pensiun PNS. isteri-isteri yang bersangkutan
a. Besaran Manfaat Pensiun Pegawai (72% (tujuhpuluh dua persen)
Manfaat = 2.5% x Gaji Pokok Terakhir x dari besar pensiun dibagi
Masa Kerja banyaknya isteri).
57
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

b) Jumlah 72% (tujuhpuluh dua menjelang pembentukan dan penyelenggaraan


persen) dari dasar pensiun suatu dana pensiun yang akan diatur oleh
dimaksud tidak boleh kurang Peraturan Pemerintah. Dalam perkembangannya,
dari Gaji Pokok terendah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25
menurut Peraturan Pemerintah Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai
tentang Gaji dan Pangkat Negeri (PP Asuransi Sosial PNS) tepatnya pada
Pegawai Negeri yang berlaku Pasal 6 dinyatakan bahwa peserta pensiun
bagi almarhum suami/isterinya. (PNS) diwajibkan membayar iuran setiap
c. Besaran Manfaat Pensiun Anak bulannya sebesar 8% (delapan persen) dari
Apabila PNS atau penerima pensiun penghasilan sebulan tanpa tunjangan pangan.
pegawai meninggal dunia sedangkan ia Yang dimaksud dengan penghasilan dalam hal ini
tidak mempunyai isteri/suami lagi yang adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan-
berhak untuk menerima pensiun janda/ tunjangan yang diterima PNS (peserta Program
duda, maka: Pensiun PNS) setiap bulan tanpa tunjangan
1) Pensiun janda diberikan kepada pangan, satu dan lain berdasarkan peraturan
anak-anaknya, apabila hanya ter- perundang-undangan yang berlaku. Dari iuran
dapat satu golongan anak yang sebesar 8% (delapan persen) yang dibayarkan
seayah-seibu. oleh PNS setiap bulan tersebut, peruntukannya
2) Satu bagian pensiun janda diberikan ditentukan untuk pensiun sebesar 4.75% (empat
kepada masing-masing golongan koma tujuh lima persen) dari penghasilan PNS
anak yang seayah-seibu. yang bersangkutan.
3) Pensiun duda diberikan kepada Kewajiban membayar iuran sebagaimana
anak (anak-anaknya). dimaksud di atas dimulai pada bulan peserta
4) Pemberian pensiun kepada anak- menerima penghasilan dan berakhir pada akhir
anaknya yang pada waktu pegawai bulan yang bersangkutan berhenti sebagai
atau penerima pensiun pegawai peserta. Dengan demikian, terdapat peserta
meninggal dunia dengan syarat: yang mengiur, yaitu PNS yang masih aktif
a) Belum mencapai usia 25 bekerja dan peserta yang tidak lagi mengiur yaitu
(duapuluhlima) tahun. para pensiunan. Sejalan dengan ketentuan Bab
b) Tidak mempunyai penghasilan V (Sumbangan Pemerintah) Pasal 7 Peraturan
sendiri. Pemerintah Nomor 25 Tahun 1981, Pemerintah
c) Belum nikah atau belum pernah tetap menanggung beban pembayaran sum-
nikah. bangan untuk iuran pensiun PNS yang besarnya
d. Besaran manfaat pensiun orang akan ditetapkan dengan Keputusan Presiden dan
tua bagian dari pembayaran pensiun bagi penerima
Dalam hal pegawai tewas pensiun yang belum memenuhi masa iuran yang
dan tidak meninggalkan isteri/ telah ditetapkan.
suami ataupun anak, maka Dalam perkembangan selanjutnya,
uang pensiun diberikan kepada Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah
orang tua sebesar: Nomor 26 Tahun 1981 tentang Pengalihan
Manfaat = 20% x Manfaat Pensiun Bentuk Perusahaan Umum Dana Tabungan dan
Janda/Duda Tewas Asuransi Pegawai Negeri menjadi Perusahaan
Perseroan (PERSERO), memberi kewenangan
Pembiayaan/Pendanaan Pensiun Pegawai kepada PT. Taspen (Persero, selanjutnya
Negeri Sipil dalam tulisan ini disebut dengan sebutan PT.
Di dalam UU Pensiun PNS telah diatur Taspen) untuk menyelenggarakan Asuransi
bahwa pensiun pegawai, pensiun janda/duda, PNS, termasuk Asuransi Dana Pensiun PNS
dan tunjangan-tunjangan serta bantuan-bantuan (dan Tabungan Hari Tua/THT PNS). Dalam
diatas pensiun dibiayai sepenuhnya oleh negara pengelolaan Dana Pensiun PNS, PT. Taspen
58
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

hanya sebagai pelaksana (administrator) pensiun Persepektif Komparatif (Benchmarking)


dan Pemerintah bertindak sebagai regulator. 1. Jenis Perencanaan Pensiun: Manfaat
Sedangkan dalam pengelolaan THT PNS, Pasti vs Iuran Pasti
pembayaran iuran PNS seluruhnya dikumpulkan Sudah semacam tradisi, manfaat pensiun
melalui PT. Taspen dan pembayaran manfaat PNS ditetapkan dengan menggunakan jenis
(benefit) sepenuhnya dibebankan juga kepada pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit; DB
persero tersebut. Sebagai pengelola Dana Plan), sebagian lagi menggunakan jenis
Pensiun PNS, PT. Taspen memberikan kon- pensiun Iuran Pasti (Defined Contribution;
tribusi sebesar 25% (duapuluh lima persen) DC Plan). Akhir-akhir ini, beberapa
dari Pensiun PNS, selebihnya yakni 75% negara menggunakan pendekatan multi-
(tujuhpuluh lima persen) dibebankan pada APBN pillar dan menawarkan PNS pilihan untuk
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) menggunakan DB Plan, DC Plan, dan
(Surat Direksi PT. Taspen (Persero) Nomor kombinasi keduanya untuk memberikan
SRT-357/DIR/092001, Tanggal 28 September manfaat pensiun yang lebih komprehensif.
2001). Dalam operasionalisasinya, PT. Taspen Berdasarkan hasil penelusuran data
selaku badan pengelola Dana Pensiun dapat sekunder memperlihatkan bahwa hanya
menginvestasikan sebagian Dana Pensiun PNS dalam jumlah kecil negara-negara yang
dengan arahan investasi dari Pemerintah dalam hanya menerapkan DC Plan sebagai sumber
hal ini Kementerian Keuangan RI. tunggal pendapatan pensiun PNS. Trend
Berdasarkan uraian tersebut di atas, secara reformasi pensiun PNS yang dilakukan
ringkas, sistem pembiayaan atau pendanaan oleh berbagai negara adalah cenderung
pensiun PNS dapat dilihat pada Gambar 2. menerapkan jenis perencanaan atau skema
pensiun ke arah DC Plan . Contohnya
Gambar 2. berdasarkan studi yang dilakukan oleh Bank
Sistem Pembiayaan/Pendanaan Pensiun PNS.
Dunia (Palacios & Whitehouse, 2006) adalah
seperti yang dilakukan di Thailand (1997),
Gaji PNS
PEMERINTAH Panama (1998), Bostwana (2001), Hong
Kong (2001), India (2004), Nigeria (2004),
8 % Gaji dan Australia (2005). Secara rinci, negara-
negara yang menerapkan jenis perencanaan
pensiun PNS, baik yang menggunakan DB
4.75% Gaji 3.25% Gaji Plan maupun DC Plan dapat dilihat pada
Tabel 2.
Dirjen Iuran Program THT
Anggaran Program Pensiun Tabel 2.
Jenis Perencanaan/Skema Pensiun pada Berbagai
Negara.
Manfaat Dana PT.TASPEN
Pensiun Pensiun Year DB DC
started plus only
Manfaat Pensiun DC.
(Dikelola PT. TASPEN
sebagai Asset Terpisah)
Manfaat
AFRICA.
PT.TASPEN
Botswana 2011 X
Pembayaran Current Cost Financing LATIN AMERICA.
Pensiunan
Pensiun Argentina 1994 X
Bolivia 1997 X
Costa Rica. 2000 X
Chile 1981 X
Dominican Republic 1998 X
El Savador. 1999 X

59
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Nicaragua 1997 X kisaran 60% (enampuluh persen) s.d 80%


Panama 1997 X (delapanpuluh persen) dari Gaji Acuan.
Peru 2003 X Namun, pada beberapa negara tingkat
Uruguay 1995 X
penggantian pensiun ada yang mencapai
100% (seratus persen) gaji dan ada juga
HIGH INCOME OECD
yang membatasi pada jumlah tertentu.
Denmark 1993 X
4. Batas Usia Pensiun
Netherlands 1986 X
Secara umum, Batas Usia Pensiun yang
Sweden 2000 X diterapkan pada berbagai negara adalah
Switzerland 1985 X pada kisaran 55 (limapuluh lima) s.d 65
United Kingdom* 1988 X (enampuluh lima) tahun, yang terkait dengan
United States* 1986 X usia harapan hidup penduduk pada masing-
EASTERN AND masing negara, dimana PNS memiliki
CENTRAL EUROPE harapan hidup yang lebih lama dibandingkan
Bulgaria 2002 X dengan usia penduduk lainnya. Kemudian,
Croatia 2002 X rata-rata usia pensiun normal untuk PNS
Estonia 2002 X laki-laki adalah 58 (limapuluh delapan) tahun,
Hungary 1998 X sementara perempuan di atasnya. Pada
Latvia 2001 X beberapa negara, skema pensiun terkait
Lithuania 2002 X dengan masa kerja pensiun atau masa
Macedonia 2003 X pengabdian (length of service), yang pada
Poland 1999 X umumnya pada kisaran 30 (tigapuluh) s.d 35
Russia 2004 X
(tigapuluh lima) tahun. Masa kerja pensiun
minimum pada umumnya berada pada
Slovakia 2005 X
kisaran 10 (sepuluh) atau 15 (limabelas)
ASIA PACIFIC
REGION tahun, meskipun ada juga yang menerapkan
Australia 2006 X 5 (lima) tahun.
5. Penyesuaian Biaya Hidup (Cost-of-Living
Bhutan 2001 X
Adjustments)
Hong Kong 2001 X
Biaya hidup pensiun PNS disesuaikan secara
India 2004 X
otomatis atau didasarkan pada peningkatan
Kazakhstan 1998 X
manfaat pensiun sesuai dengan tingkat inflasi
Thailand 1997 X dan/atau peningkatan tingkat gaji. Ada juga
Sumber: Palacios & Whitehouse (2006). yang melakukannya dengan menetapkan
indeks peningkatannya berdasarkan tingkat
2. Gaji Acuan Dasar Pensiun inflasi atau mengkombinasikan keduanya
Gaji PNS sebagai dasar penghitungan atau ditetapkan secara flat, sehingga
pensiun PNS digunakan dalam formula tidak terdapat hubungan antara inflasi dan
manfaat Pensiun Manfaat Pasti. Dimana peningkatan gaji.
pensiun terkait dengan gaji, yakni gaji bulan 6. Pembiayaan Pensiun
terakhir, rata-rata gaji tahun terakhir atau Mayoritas negara-negara di dunia menerap-
tiga maupun lima tahun terakhir sebelum kan skema pembiayaan pensiun dengan
memasuki usia pensiun atau gaji tertinggi prinsip unfunded pay as you go, dimana
yang diterima PNS selama aktif menjadi permintaan pembayaran pensiun saat ini
PNS. dibiayai dari jumlah penerimaan uang
3. Tingkat/Rasio Penggantian (Replacement saat ini. Tidak ada modal yang disiapkan
Rate) atau diakumulasikan untuk memenuhi
Tingkat penggantian pensiun bervariasi pengeluaran pada masa yang akan datang
pada berbagai negara. Normalnya pada dan semua dimasukkan dalam anggaran
60
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pemerintah tanpa alokasi yang khusus untuk 7. Pengelola Dana Pensiun


pembiayaan pensiun. Sebagian negara memberikan kebebasan
Seiring dengan proses reformasi birokrasi, bagi PNS-nya yang berhak mendapatkan
khususnya reformasi kepegawaian negara pensiun untuk memilih lembaga pengelola
(civil service reform) yang dilakukan oleh dana pensiunnya sendiri yang kompetitif
setiap negara dewasa ini, reformasi pensiun yang dikelola swasta. Sebagai contoh di
PNS juga mendapat prioritas untuk di- Australia, pada umumnya dana pensiun PNS
reform. Untuk lingkup Negara ASEAN, di negara tersebut dikelola oleh pihak Swasta
seperti Singapura dan Malaysia, bahkan sebagai investor pendanaan pensiun.
Thailand dan Filipina telah mulai melakukan
pembenahan sistem kesejahteraan pegawai- Perspektif Kebijakan dan Pembiayaan Serta
nya, termasuk di dalamnya sistem pensiun Manfaat Pensiun
PNS. Negara-negara tersebut berkomitmen Aspek Kebijakan Pensiun
untuk mengganti Sistem pay as you go Implementasi kebijakan pensiun PNS,
dengan fully funded (Sistem Pendanaan yakni sebagaimana yang diatur di dalam UU
Penuh). Dengan Sistem fully funded, Pensiun PNS telah berlangsung selama 41
berarti iuran dana pensiun (dan Tunjangan (empat puluh satu) tahun. Apabila ditinjau
Hari Tua/THT) ditanggung bersama, yakni dari sisi konsideran pembentukan undang-
pekerja (PNS) dan pemberi kerja dalam hal undang tersebut, terdapat 2 undang-undang
ini Pemerintah. yang digunakan, yakni Undang-Undang Dasar
Bahkan negara Malaysia, sistem pensiun 1945 (UUD'45) dan Undang-Undang Nomor
yang diterapkan adalah dengan dual system, 18 Tahun 1961 tentang Ketentuan-ketentuan
yaitu memberlakukan Sistem pay as you Pokok Kepegawaian. Mencermati kedua
go, namun pada saat yang sama sudah konsideran kedua undang-undang tersebut,
membuat rencana untuk melakukan sistem terdapat undang-undang yang sudah tidak
pensiun secara fully funded. berlaku lagi, yakni Undang-Undang Nomor
Tabel 3. 18 Tahun 1961 yang sudah diganti dengan
Iuran Kesejahteraan Jaminan Sosial Beberapa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang
Negara ASEAN dan China. Pokok-pokok Kepegawaian sebagaimana
No. Negara. Peserta. Pemberi Total. yang telah diganti dengan Undang-Undang
Kerja.
ASN. Dengan mempertimbangkan dinamika
1. Filipina:
GSIS 9%-11% 12% 21%-23% dan perkembangan lingkungan internal dan
SSS 2.5% 5.59% 8.09%. eksternal terkait dengan Pensiun PNS serta dari
2.. Thailand: sisi regulasi yang berlaku saat ini, UU Pensiun
GPF 3% 3% 6%
SSO 0.25% 0.5%. 0.75%. PNS tersebut perlu dilakukan penyesuaian atau
3. Malaysia: perubahan yang lebih kompatibel dengan situasi
KWSP 11% 12% 23% dan keadaan terkini.
KWAP 11% 11% 22%
LTAT 10% 15% 25%
Dalam kaitannya dengan kedua undang-
SOCSO. 0.5% 2%. 2.5%. undang tersebut, terdapat beberapa hal
4. Singapura: crucial untuk diperhatikan sebagaimana yang
GPF 20%. 16%. 36% diamanatkan oleh kedua undang-undang ter-
SSS - - -.
sebut adalah:
5. Indonesia:
Taspen 8% - 8% 1. Pemerintah menanggung subsidi dan iuran
ASABRI 8% - 8% untuk penyelenggaraan program pensiun
ASKES 2% 2% 4%
JAMSOSTEK 2% 10.7% 12.7%. PNS.
6. Vietnam: 2. Akan dilakukannya (menjelang) pemben-
VSS 6%. 16%. 22%. tukan dan penyelenggaraan suatu dana
7. China: 8% 20% 28% pensiun yang akan diatur dengan peraturan
Sumber: Subianto (2009). pemerintah dan dibiayai sepenuhnya
61
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

oleh negara, sedangkan pengeluaran- APBN dengan pola sharing, yang dalam jangka
pengeluaran untuk pembiayaan itu di- panjang akan memberatkan keuangan negara.
bebankan atas APBN termaksud (Pasal 2, Selain itu, dalam kaitannya dengan
UU Pensiun PNS). ketentuan hak peserta pensiun sebagaimana
3. Dalam rangka pembentukan dana pensiun, yang diatur di dalam UU Pensiun PNS bahwa
dapat ditetapkan persentase yang lebih tinggi yang diatur hanyalah hak peserta program
dari pada yang telah ditetapkan (Penjelasan pensiun yang telah memenuhi syarat untuk
Pasal 11, UU Pensiun PNS). memperoleh hak pensiun. Namun, hak peserta
Aspek kebijakan lainnya selain sorotan program pensiun yang tidak memenuhi syarat
terhadap UU Pensiun PNS adalah terkait dengan untuk memperoleh hak pensiun tidak diatur
keberadaan Keputusan Presiden Nomor 56 sebagaimana halnya dengan yang telah
Tahun 1974 tentang Pembagian, Penggunaan, memenuhi syarat.
Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Besarnya Lebih lanjut lagi, apabila mengacu pada
Iuran-iuran yang Dipungut dari Pegawai Negeri, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang
Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun dan Surat Sistem Jaminan Sosial Nasional, khususnya
Menteri Keuangan Nomor: S-244/MK.011/1985 pada Pasal 39 ditegaskan bahwa:
Tanggal 21 Pebruari 1985 dan Surat Direktur 1. Jaminan Pensiun diselenggarakan secara
Jenderal Moneter Dalam Negeri, Departemen nasional berdasarkan prinsip Asuransi Sosial
Keuangan Nomor S-199/MK.11/1985 Tanggal atau Tabungan Wajib.
10 April 1985 Perihal penempatan Dana 2. Jaminan Pensiun diselenggarakan untuk
Pensiun Pegawai Negeri Sipil dikaitkan dengan mempertahankan derajat kehidupan yang
keberadaan Peraturan Pemerintah Nomor 25 layak pada saat peserta kehilangan atau
Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai berkurang penghasilannya karena memasuki
Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah 26 Tahun usia pensiun atau cacat total tetap.
1981 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan 3. Jaminan pensiun diselenggarakan berdasar-
Umum Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai kan manfaat pasti.
Negeri Menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)
menimbulkan pertanyaan terhadap eksistensi Aspek Pembiayaan dan Manfaat Pensiun
dan peran PT. Taspen, apakah sebagai 1. Exercise Pembiayaan dan Manfaat
penyimpan dan pembayar dana titipan Pensiun Pensiun
PNS ataukah sebagai pengelola dana titipan Skema pembiayaan Pensiun PNS hingga
Pensiun PNS ? saat ini adalah menggunakan sistem pay as
Selanjutnya, mengacu pada Keputusan you go, yakni sistem pembiayaan pensiun
Presiden Nomor 56 Tahun 1974 tentang dengan cara penyediaan dana sebesar
Pembagian, Penggunaan, Cara Pemotongan, pembayaran pensiun bagi pensiunan dan
dan Besarnya Iuran-Iuran yang Dipungut dari pegawai yang telah jatuh tempo pensiun
Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima saat itu. Dengan skema pembiayaan
Pensiun sebagaimana telah diubah dengan tersebut, pembayaran pensiun PNS dibiayai
Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1977 yang sepenuhnya oleh Pemerintah melalui APBN.
dipertegas dengan Peraturan Pemerintah Nomor Dengan menggunakan Skema Pembiayaan
25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai yang demikian, dalam realitanya sangat
Negeri Sipil, PNS telah dipungut iuran pensiun membebani keuangan negara.
sebesar 4.75% dari penghasilan PNS setiap bulan Kondisi tersebut di atas mencerminkan
(Gaji Pokok + Tunjangan Istri/Suami + Tunjangan bahwa sistem pensiun PNS saat ini tidak
Anak). Namun, hingga saat ini, Pemerintah solvable (kemampuan untuk membayar
belum merealisasikan untuk menanggung iuran utang-utang karena jumlah aktiva melebihi
untuk penyelenggaraan Program Pensiun PNS. utang-utang tersebut). Dugaan utama ter-
Pemerintah hanya memberikan subsidi untuk jadinya hal tersebut disebabkan oleh tidak
pembayaran pensiun yang dibebankan dalam adanya hubungan yang signifikan antara
62
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

besaran iuran dan formula manfaat. (unfunded liability) melalui APBN selama 17
Berdasarkan hasil simulasi antara iuran (tujuh belas) tahun 11 (sebelas) bulan.
dan manfaat dimaksud memperlihatkan Lebih lanjut, ditinjau dari sisi peran iuran
bahwa manfaat pensiun yang terkumpul terhadap manfaat pensiun pada Sistem
dari iuran selama bekerja hanya mencukupi Pensiun PNS, yakni dengan membagi antara
pembiayaan manfaat pensiun selama 11 Total Iuran Berbunga Aktuaria ditambah
(sebelas) bulan, sehingga hubungan antara dengan Bunga Tahun Pertama dengan Total
besaran iuran dan formula manfaat sangat Kebutuhan Manfaat. Berdasarkan hasil
kecil keterkaitannya. Sisanya ditanggung perhitungan diperoleh bahwa peran Iuran
oleh Pemerintah melalui Kas Negara (APBN) terhadap Manfaat Pensiun PNS adalah
selama kurang lebih 18 (delapanbelas) sebesar 5.86%. Artinya, tingkat sensitivitas
tahun. manfaat terhadap perubahan Iuran juga
Hasil pencermatan kondisi demikian mem- masih rendah.
perlihatkan bahwa Jenis Perencanaan Mencermati hasil simulasi sebagaimana
Pensiun PNS yang diterapkan selama ini, yang telah diuraikan sebelumnya, tulisan ini
yakni menggunakan perencanaan pensiun juga melakukan simulasi lanjutan yang di-
manfaat pasti (defined benefit) yang tidak label sebagai simulasi alternatif atau paling
tepat. Hal tersebut menyebabkan Pemerintah tidak mendekati yang ideal. Dalam simulasi
menerapkan Sistem pay as you go. alternatif ini, PNS dan Pemerintah masing-
Kondisinya akan berbeda jika Pemerintah masing mengiur sebesar 14% (empatbelas
mengiur untuk tidak membebani Anggaran persen) dari penghasilan sebulan, sehingga
Negara terlebih lagi akumulasi iurannya total menjadi 28% (duapuluh delapan persen)
diinvestasikan sehingga hasilnya akan ber- dengan manfaat meningkat menjadi 84%
tambah sesuai bunga. Faktanya, Pemerintah (delapanpuluh empat persen) dari gaji pokok.
justru sedang menanggung akumulasi Excercise yang dilakukan di atas adalah
biaya yang terinflasi. Sementara iuran yang menggunakan penghitungan iuran berbunga
terkumpul peruntukannya juga kurang jelas. aktuaria dengan iuran total tahunan
Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan yang langsung dibungakan. Hal tersebut
diperoleh bahwa total beban manfaat dilakukan untuk penyederhanaan proses
pensiun yang harus ditanggung negara penghitungannya. Untuk penghitungan
(unfunded liability) terhadap seorang yang lebih detail, penghitungan iuran ber-
pensiunan tersebut adalah penjumlahan bunga aktuaria dapat dilakukan dengan
(Total Iuran : 2) + Total Kebutuhan Manfaat menggunakan iuran-iuran bulanan yang
dikurangi Total Iuran berbunga Aktuaria dan diinvestasikan sampai akhir suatu tahun
Bunga Tahunan pada saat Pembayaran tertentu dengan asumsi bahwa bunga efektif
Pensiun. Hasil ini juga memperlihatkan pertahun adalah 12% (duabelas persen).
bahwa manfaat pensiun yang terkumpul 2. Pilihan Program/Rencana dan Metode
dari iuran selama bekerja hanya mencukupi Pendanaan Pensiun
pembiayaan manfaat pensiun selama Berdasarkan hasil penggalian data lapangan
22 (duapuluh dua) bulan saja, sehingga diperoleh bahwa sebagian besar PNS
hubungan atau konektivitas antara iuran dan maupun Pensiunan lebih memilih Program
manfaat Pensiun PNS sangat rendah. Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit
Demikian halnya ditinjau dari ketersediaan Program (DB Plan)). Adapun alasan-alasan
akumulasi iuran terhadap waktu pembayaran untuk memilih Program Pensiun Iuran Pasti
manfaat pensiun, cakupan iuran yang ter- (Defined Contribution Program (DC Plan))
kumpul terhadap kewajiban pembayaran adalah sebagai berikut:
manfaat Pensiun PNS hanya berkisar 9.65% a. Dapat mengetahui perkembangan dana
(sembilan koma enampuluh lima persen), pensiun masing-masing PNS setiap
sisanya ditanggung oleh Pemerintah saat, sehingga lebih mudah dikontrol,
63
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pengawasan dan laporannya lebih ter- Sebagian lagi, memilih Sistem Non Pen-
buka, transparan, dan akuntabel. danaan (Unfunded) untuk kedua kelompok
b. Agar mengambilnya lebih mudah responden tersebut. Berikut ini adalah
dalam pengambilan dana pensiun alasan-alasan yang diberikan oleh kedua
(hak pensiun) dengan melalui rekening kelompok responden tersebut untuk memilih
sendiri. Unfunded System:
c. Dana pensiun bisa dikembangkan dan a. Akan lebih menguntungkan pensiun
PNS memperoleh tambahan manfaat. PNS.
d. Diibaratkan seperti menabung. b. Metode ini lebih berpeluang menjawab
e. Lebih menjamin kepastian dalam hal kebutuhan dana pensiun PNS yang
pendanaannya. lebih baik dimasa mendatang.
Selain memilih Program Pensiun Iuran Pasti
(Defined Contribution Program (DC Plan)),
sebagian pihak lagi memilih Program Pensiun PENUTUP
Manfaat Pasti (Defined Benefit Program (DB
Plan)). Adapun alasan-alasan yang diberikan Kesimpulan
untuk memilih Program Pensiun Manfaat Berdasarkan uraian sebagaimana yang
Pasti adalah sebagai berikut: telah disajikan sebelumnya, dapat disimpulkan
a. Kalau menggunakan Program Pensiun beberapa hal pokok yang terkait dengan sistem
Iuran Pasti (Defined Contribution Program pensiun PNS ke depan sebagai berikut:
(DC Plan )) lebih menguntungkan 1. Isu-isu seputar Sistem Pensiun PNS men-
Pengusaha/Pemerintah. cakup isu ketidakadilan dan ketidaklayakan,
b. Agar punya ukuran berapa besaran terutama dari sisi besaran/jumlah pensiun
manfaat pensiun yang akan diperoleh yang diterima oleh PNS (kecilnya uang
dimasa yang akan datang agar tetap pensiun PNS), inkonsistensi penerapan
hidup layak. kebijakan, program/perencanaan pensiun
c. Manfaatnya dijamin oleh undang- (pension plan), metode dan kelembagaan
undang. dana pensiun terhadap peraturan perundang-
d. Para pensiunan PNS langsung dapat undangan yang berlaku serta berbagai
mengetahui manfaatnya dalam per- persoalan terkait lainnya, termasuk yang
aturan dan pensiun. bersumber dari lingkungan eksternal PNS
e. Tidak akan kuatir bila memasuki usia dan Pemerintah.
pensiun karena dananya sudah ada. 2. Secara historis, Sistem Pensiun PNS dengan
f. Adanya kepastian dan jaminan pensiun. pay as you go system yang diterapkan oleh
g. Dalam kaitannya dengan sistem pen- Pemerintah merupakan pilihan alternatif
danaan (funded system) , terdapat Pemerintah untuk terhindar dari kewajiban
alasan-alasan untuk memilih funded untuk membayar iuran (hutang) Pensiun PNS
system adalah sebagai berikut: (ke PT. Taspen). Padahal, pada kebanyakan
h. Ada jaminan bahwa pembayaran gaji negara, termasuk negara-negara ASEAN,
pensiun dapat berjalan dengan lancar. Sistem Pensiun PNS diarahkan pada sistem
i. Eksistensi dana pensiun dan kepe- fully funded, yakni dengan pendanaan
milikan dana pensiun akan lebih kuat, sendiri dengan iuran bersama dari peserta
yakni dari PNS sebagai peserta pensiun program pensiun (PNS) dan pemberi kerja
dan Pemerintah. (Pemerintah).
j. Disesuaikan nilai aset saat PNS 3. Berdasarkan benchmarking yang dilakukan
pensiun. pada beberapa negara dan institusi dalam
k. Untuk mengurangi risiko pengurangan tulisan ini memperlihatkan bahwa trend
jumlah. reformasi pensiun PNS yang dilakukan
oleh berbagai negara adalah cenderung
64
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

menerapkan jenis perencanaan/skema Persero yang diatur dengan Peraturan


pensiun ke arah Perencanaan Pensiun Iuran Pemerintah tersendiri. Terkait dengan
Pasti (DC Plan). Dalam implementasinya, kelembagaan ini, PT. Taspen merupakan
Perencanaan Pensiun yang digunakan pilihan alternatif untuk menjadi lembaga
tersebut terkait erat dengan Batas Usia dimaksud, dengan pertimbangan telah ber-
Pensiun yang diterapkan pada berbagai pengalaman, namun dengan syarat harus
negara, yang pada umumnya pada kisaran mengedepankan transparansi, akuntabilitas,
55 (limapuluh lima) s.d 65 (enampuluh lima) efisiensi, dan efektivitas.
tahun, sesuai dengan usia harapan hidup Berdasarkan kesimpulan yang dihasilkan
penduduk pada masing-masing negara. dalam tulisan ini dapat diusulkan beberapa
4. Dari sisi pembiayaan pensiun, analisis rekomendasi sebagai berikut:
(benchmarking) pada beberapa negara dan 1. Pemerintah bersama dengan seluruh
institusi memperlihatkan bahwa adanya pemangku kepentingan (stakeholders) harus
komitmen untuk mengganti sistem pay memiliki komitmen (good will) yang tinggi
as you go dengan fully funded (sistem untuk melakukan reformasi Pensiun PNS
pendanaan penuh). Dengan sistem fully dan secara konsisten, dengan menerapkan
funded, berarti iuran dana pensiun (dan peraturan perundang-undangan yang ber-
Tunjangan Hari Tua/THT) ditanggung ber- laku yang mengatur tentang Pensiun PNS
sama, yakni pekerja (PNS) dan pemberi sesuai dengan kaidah dasar yang harus
kerja dalam hal ini Pemerintah. dilakukan dan dinamika lingkungan internal
5. Dari aspek pembiayaan dan manfaat dan eksternal organisasi Pemerintah yang
pensiun, hasil simulasi (exercise) yang berkembang terkini (up to date).
dilakukan dalam tulisan ini memperlihatkan 2. Pemerintah perlu segera melakukan per-
bahwa Skema pembiayaan Pensiun PNS baikan/revisi model Pensiun PNS yang
dengan sistem pay as you go dalam mencakup:
realitanya sangat membebani keuangan a. Aspek Perencanaan/Program Pensiun
negara, yang mencerminkan bahwa Sistem PNS:
Pensiun PNS saat ini tidak solvable, Dengan asumsi bahwa Pemerintah
yang disebabkan tidak adanya hubungan tetap menjalankan Sistem Pensiun PNS
yang signifikan antara besaran iuran dan dengan satu tier skema pensiun seperti
formula manfaat Pensiun PNS atau tingkat saat ini (occupational scheme), maka
sensitivitas manfaat terhadap perubahan acuan yang dapat digunakan adalah
iuran sangat rendah. hasil simulasi alternatif (mendekati
6. Dari aspek Kelembagaan Pengelola Dana ideal) yang dilakukan dalam tulisan ini.
Pensiun PNS, amanat UU Pensiun PNS Sehubungan dengan itu, Perencanaan
khususnya Pasal 2 cukup jelas bahwa atau program pensiun PNS yang dapat
Pensiun PNS, Janda/Duda/Anak dibiayai digunakan adalah perencanaan pensiun
sepenuhnya oleh negara, menjelang pem- manfaat pasti atau iuran pasti, dengan
bentukan dan penyelenggaraan suatu Dana mengutamakan keuntungan bagi peserta
Pensiun yang akan diatur oleh Peraturan program pensiun. Untuk Perencanaan
Pemerintah. Mengacu pada PP Asuransi Pensiun Manfaat Pasti, Peserta Program
Sosial PNS Pasal 7 bahwa Pemerintah tetap Pensiun dapat melakukan pengambilan
menanggung beban pembayaran untuk manfaat pensiun per bulan (monthly).
iuran pensiun PNS yang besarnya akan Sedangkan untuk Perencanaan Pensiun
ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Iuran Pasti, Peserta Program Pensiun
Disebutkan juga (Pasal 13) bahwa untuk dapat me-lakukan pengambilan manfaat
menyelenggarakan Asuransi Sosial PNS, pensiun secara lumpsum. Pra-kondisi
termasuk dana pensiun PNS, didirikan untuk memenuhi kedua kondisi tersebut
suatu Badan Usaha Negara yang berbentuk adalah kepemilikan pension account
65
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

bagi setiap peserta program pensiun (berevolusi dengan sendirinya) tetap


PNS, sehingga informasi tentang jumlah menggunakan aturan lama dan PNS
iuran akan terkoneksi, kompatibel, dan masuk dalam model pensiun baru akan
transparan serta akuntabel. menggunakan aturan baru.
Hasil simulasi alternatif (mendekati Penyesuaian Biaya Hidup (Cost of
ideal) yang dilakukan, dimana PNS dan Living) yang terkait dengan inflasi dalam
Pemerintah masing-masing mengiur jangka panjang perlu dipertimbangkan
sebesar 14% (empatbelas persen) dari dengan melakukan penyesuaian dengan
penghasilan sebulan, sehingga total Standar KHL untuk melindungi daya beli
menjadi 28% (duapuluh delapan persen) (purcashing power) pensiunan. Selain
dengan manfaat meningkat menjadi itu, sebaiknya juga mempertimbangkan
84% (delapanpuluh empat persen) dari ekspektasi harapan hidup di masa
Gaji Pokok memperlihatkan bahwa total depan (terkait dengan berapa dana yang
kebutuhan manfaat Pensiun PNS lebih harus ditanggung oleh Pemerintah).
besar dan biaya pembayaran pensiun Pada berbagai negara maju dan
juga lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara berkembang, ter-
kedua simulasi sebelumnya. Dimana dapat kecenderungan terjadi "aging
manfaat pensiun yang terkumpul dari population", yaitu kecenderungan
iuran selama bekerja mampu membiayai bahwa jumlah orang yang hidup sampai
manfaat pensiun sampai akhir hayat usia lanjut semakin banyak. Artinya,
Penerima Pensiun, dimana Pemerintah kalau Indonesia juga mengalami hal
tidak menanggung pembayaran manfaat yang sama di masa depan, seberapa
pensiun karena akumulasi iuran ber- besar kesanggupan Pemerintah dalam
bunga aktuaria mencukupi. Selain itu, menyediakan dana untuk menutupi
peran iuran terhadap manfaat adalah benefit pensiun bagi para pensiunan
100% sesuai dengan tercukupinya yang hidup sampai usia lanjut.
seluruh biaya manfaat yang dicakup c. Aspek Kebijakan Pensiun PNS:
oleh iuran berbunga aktuaria. Lebih Melakukan perubahan/revisi UU
jauh, Pemerintah juga dibebaskan dari Pensiun PNS. Jika perubahan undang-
kewajiban iuran masa lampau (Past undang tersebut relatif sulit dilakukan,
Service Liability/PSL). maka upaya alternatif adalah dengan
b. Aspek Pembiayaan/Pendanaan dan melakukan perubahan terhadap PP
Manfaat Pensiun PNS: Asuransi Sosial PNS dan Keputusan
Sesuai dengan amanat UU Pensiun Presiden Nomor 56 Tahun 1974,
PNS bahwa penyelenggaraan Pensiun khususnya yang terkait dengan iuran
PNS adalah dengan Dual System, yakni pensiun PNS dengan menyesuaikan
Sistem pay as you go sepenuhnya pada exercise yang dilakukan dalam
Beban APBN dan membangun Sistem tulisan ini. harmonisasi kebijakan
Pendanaan Sendiri (fully funded) pensiun PNS dengan kebijakan
dengan iuran bersama dari PNS dan lainnya, terutama kebijakan penggajian
Pemerintah yang apabila menggunakan PNS. Selain itu, harmonisasi yang perlu
Dana Pensiun analog dengan Dana dilakukan adalah dengan Kebijakan
Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dalam Pemberian Jaminan Hari Tua, Jaminan
perspektif Undang-Undang Nomor 11 Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja,
Tahun 1992. Untuk penerapan sistem dan Jaminan Kematian.
ini, perlu diterapkan cut-off date, yakni d. Aspek Kelembagaan Pengelola Dana
menetapkan pengaturan penerapan Pensiun PNS:
sistem atau model tersebut dimana PNS Terkait dengan modal pengalaman
yang sudah diatur dalam aturan lama dalam pengelolaan Pensiun PNS,
66
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

kelembagaan Pengelola Dana Pensiun & Sons Canada, Ltd., Ontario.


PNS tetap dikelola oleh PT. Taspen, Davis, E.P. 1995. Pension Funds, Retirement-
dimana PT. Taspen merupakan Lembaga Income Security and Capital Markets:
Dana Pensiun PNS secara mandiri dan An International Perspective. Oxford
profesional, melalui berbagai perbaikan University Press, Oxford.
berbasis pada Sistem dan Prosedur Gustman, A. A., O. S. Mitchell & T. L. Steinmeier.
Tata Kelola Dana Pensiun yang baku, 1994. The Role of Pensions in the Labor
sehingga terbentuk Good Pension Fund Market: A Survey of the Literature.
Governance (GPFG) dalam pengelolaan Industrial & Labor Relations Review (47):
Dana Pensiun untuk menghindari atau 3: 417 438.
mengeliminasi berbagai penyimpangan Klinger, D. 1983. Public Administration: A
dan hal-hal yang dapat merugikan Dana Management Approach. Houghton Miffin
Pensiun PNS. Co., Boston.
Berhati-hati (prudent) dan cermat dalam Lembaga Manajemen, Fakultas Ekonomi,
mengelola Dana Pensiun terutama dalam Universitas Indonesia. 2001. Program
menghasilkan investasi Dana Pensiun Pendidikan Dana Pensiun. Pelatihan
PNS yang lebih baik, tanpa adanya Akuntansi Program Pensiun, Jakarta.
tekanan dari berbagai kepentingan Milkovich, C. & Newman, J. M. 2005. Compensation.
dan campur tangan politik manapun. 8th Edition. McGraw-Hill International
Selaras dengan pembangunan tata Edition, Singapore.
kelola kelembagaan Pensiun PNS ini Modigliani, F. & Muralidhar, A. 2004. Rethinking
juga dibangun data-base pensiun PNS Pension Reform. Cambridge University
untuk memudahkan dalam perencanaan Press, Cambridge.
dan pengelolaan dana Pensiun PNS ke Palacios, R. & Whitehouse, E. 2006. Civil-Service
depan. Pension Schemes Around the World. The
3. Ke depan, dalam kerangka implementasi World Bank.
Sistem Jaminan Sosial Nasional, upaya Peng, J. 2009. State and Local Pension Fund
peningkatan manfaat Pensiun PNS dapat Management. CRC Press, Boca Raton.
ditempuh dengan menciptakan mekanisme Pranoto, T. 2008. Reformasi Sistem Pensiun
lain (semacam syntetic finance ) selain PNS: Mewujudkan Hari Tua yang Lebih
skema pensiunan PNS itu sendiri, yang Baik. Seri Kertas Kerja Volume VII Nomor
memungkinkan seorang PNS dapat me- 03 Tahun 2008.
nikmati masa pensiunnya secara lebih baik Rozie, C. 2006. Mengoptimalkan Pengelolaan
(tidak hanya tergantung pada benefit pensiun Dana Pensiun Dalam Mewujudkan
PNS-nya). Hal Ini akan memungkinkan PNS Kesejahteraan Pegawai: Kasus Dana
untuk lebih sejahtera (relatif terhadap inflasi) Pensiun Pupuk Kaltim. Makalah Seminar
di hari tuanya. Berkala BKN, Tanggal 16 Mei 2006.
Schwarz, A. M. 2009. Why Consider a Funded
Pension System? Human Development
DAFTAR PUSTAKA Department, Europe and Central Asia
Region, World Bank.
Blinder, A. S. 1982. Private Pensions and Public Simanungkalit, Janry Haposan U. P. 2010.
Pensions: Theory and Fact. NBER Working Konstruksi Model Sistem Pemberian
Paper Series, National Bureau of Economic Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Pusat
Research, Cambridge. Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian,
Cohen, B. & B. FitzGerald. 2007. The Pension Badan Kepegawaian Negara, Jakarta.
Puzzle: Your Complete Guide to Subianto, A. 2003. Prospek Kesejahteraan PNS
Government Benefits, RRSPs, and Dalam Kaitan Peran dan Posisi PT. Taspen.
Employer Plans. 3rd Edition. John Wiley Seri Kertas Kerja Edisi Ulang Tahun Ke-
67
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

55 Badan Kepegawaian Negara. Pusat


Penelitian dna Pengembangan Badan
Kepegawaian Negara, Jakarta.
Subramaniam, N. 1993. Pension Reform in
Developing Countries . International
Labour Review, Vol. 132 No. 2.
Sunden, A. 2006. How Much Do People Need to
Know about Their Pensions and What Do
They Know ? Dalam Pension Reform.
Edited by Holzmann, R. & E. Palmer. The
World Bank, Washington DC.
Thoha, M. 2005. Manajemen Kepegawaian Sipil
di Indonesia. Kencana, Jakarta.
Turner, J. S. & Helms, D. B. 1987. Lifespan
Development. 3rd Edition. Holt, Rinehart
& Winston, New York.
Yermo, J. 2002. Revised Taxonomy for Pension
Plans, Pension Funds and Pension
Entities. Organization for Economic Co-
operation and Development, Paris.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
_______________, Undang-Undang Nomor 11
Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai
dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.
_______________, Undang-Undang Nomor
40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional.
_______________, Peraturan Pemerintah Nomor
25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial
Pegawai Negeri Sipil.

68
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

PENSIUN DINI ALTERNATIF SOLUSI MENUJU BIROKRASI PROFESIONAL

EARLY RETIREMENT, AN ALTERNATIVE SOLUTION TO PROFESSIONAL


BUREAUCRACY
Suripto
Puslitbang. SIOAN LAN
Jl. Veteran No.10 Jakarta Pusat 10110
Email: suripto3x@rocketmail.com / rivto76@yahoo.co.id

(Diterima 5 Oktober 2014, Direvisi Pertama 6 Oktober 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
Menikmati masa tua yang sejahtera merupakan harapan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hal ini pulalah yang menjadi
salah satu motivasi ketika mereka melamar kerja, yakni untuk memperoleh pensiun. Pensiun merupakan satu aspek penting
dalam manajemen kepegawaian yang dimaksudkan untuk menghargai dan mensejahterakan PNS ketika mereka memasuki
usia pensiun. Di Indonesia, jaminan sosial dan tunjangan hari tua dikelola oleh PT. TASPEN, sebuah badan usaha milik negara
(BUMN) yang bergerak dalam bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun PNS. Secara konseptual, terdapat dua
sistem pendanaan pensiun yakni sistem pay as you go dan fully-funded. Sistem pay as you go adalah sistem pendanaan
pensiun yang dibiayai secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun.
Sedangkan fully funded adalah sistem pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan secara bersama-sama
oleh PNS sebagai pekerja dan pemerintah sebagai pemberi kerja. Saat ini Indonesia menggunakan sistem pay as you go
dalam membiayai pensiun PNS. Sistem ini bagi organisasi dinilai membebani APBN dan tidak memberikan manfaat pasti bagi
PNS. Berdasarkan hal itu, sistem pendanaan pensiun perlu direformasi dengan mengubah sistem pay as you go ke sistem
fully-funded, dengan kelemahan dan kelebihannya. Penerapan sistem fully-funded mensyaratkan kontribusi pekerja (PNS)
dan pemberi kerja (Pemerintah) serta manajemen kepegawaian yang transparan dan akuntabel.

Kata kunci: manajemen kepegawaian, pensiun, kesejahteraan PNS.

Abstract
Civil Servant is still seen as an apparatus who does not work professionally and productively. At least it is admitted by the
Empowerment State Apparatus Minister. In fact, Anwar Abubakar said only 5 percent employees who are competent. Changing
the apparatus quality is become harder when the government issued a policy on the appointment of temporary employees in
2005. The quantity of employees impacts the State Budget budget especially the pension budget. Where, legislation mandated
the Fully funded system but its implementation using the Pay as you go System. How to create a professionals apparatus
with healthy pension? One of the national and local policy implement "voluntary early retirement program". Yet this program
is not completely fixed since there is still a chance of burdening the pension funds and loosing the competent and potential
empoyees. As a solution to realize a professional apparatus with healthy pension program is applying Fully funded Pension,
Applying early retirement based on the performance of the apparatus and mending the regulations related to early retirement.

Key words: early pension, Civi Servant, budget, bureaucracy reform

PENDAHULUAN disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan


Aparatur Negara (Menpan) Faisal Tamin pada
Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tahun 2002 yang menyatakan bahwa sekitar 60%
salah satu aktor kunci dalam mewujudkan (enampuluh persen) atau 2,4 (dua koma empat)
tujuan Negara. Oleh karena itu, pemerintah juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak produktif
wajib menciptakan dan mewujudkan ASN dan tidak bekerja dengan baik, dan hanya 1,6
yang memiliki integritas, profesional, netral (satu koma enam) juta yang dinilai bekerja
dan bebas dari intervensi politik, bersih dari secara profesional dan produktif. Kondisi PNS
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta sampai tahun 2011 juga masih belum mengalami
mampu menyelenggarakan pelayanan publik perubahan yang di sampaikan Menpan-RB Azwar
bagi masyarakat. Hal ini tentunya tidak terlepas Abubakar dalam breakfast conversation di Kantor
dari kondisi pegawai negeri sebagai mana Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara
69
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) bahwa keuangan pada APBN tiap tahunnya anggaran
"fakta 50 persen PNS berkompetensi rendah untuk pensiunan terus naik yang awalnya Rp 40,8
menjadi pekerjaan utama kita". Bahkan pada (empatpuluh koma delapan) triliun pada 2009,
tahun 2012, Menpan juga mengatakan hanya naik menjadi Rp 46,5 (empatpuluh enam koma
5% (lima persen) PNS di Indonesia memiliki lima) triliun tahun 2010, dan pada tahun 2012
kompetensi di bidangnya, sedangkan sisanya bertambah mencapai Rp 59 (limapuluh sembilan)
sebanyak 95% (sembilanpuluh lima persen) PNS, triliun. Dan menurut Menpan Azwar Abubakar
tidak memiliki kompetensi khusus di bidangnya jika dengan tambahan pegawai pensiun sekitar
atau hanya memiliki kompetensi umum. Mereka 3 persen per tahun maka beban biaya pensiun
yang mempunyai kompetensi khusus tersebut dalam beberapa tahun lagi dapat menjadi
antara lain fungsional analisis jabatan, fungsional Rp 160 triliun. Peningkatan Anggaran pensiun
analisis kebijakan. Kondisi ini diperburuk dengan tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan jumlah
kebijakan pemerintahan tentang pengangkatan pegawai yang pensiun tetapi juga dipengaruhi
tenaga honorer sejak 2005, dimana kebijakan oleh system penggajian pegawai aktif. Apabila
tersebut cenderung menonjolkan aspek kuantitas gaji pokok pegawai aktif naik, maka gaji pegawai
danbukan faktor kualitas, kental korupsi, kolusi, pensiun juga akan mengalami kenaikan. Dilihat
dan nepotisme, sehingga menambah jumlah PNS dari Rasio belanja gaji pegawai idealnya berada
dengan kompetensi dan produktivitas rendah. di level 10 (sepuluh) persen dari APBN. Saat
Angka PNS yang tidak kompeten ini, rasio belanja pegawai mencapai 16,68
menyebabkan kurang produktifnya kinerja (enambelas kom enampuluh delapan) persen,
pemerintah. Selain itu juga meningkatkatkan sehingga dengan demikian perlu penurunan
beban anggaran belanja pegawai pemerintah. belanja pegawai.
Agus Martowardoyo selaku Menteri Keuangan Berdasarkan data dari PT Taspen, pembayaran
pada tahun 2011 menyampaikan data bahwa pensiun saat ini menggunakan anggaran negara
belanja pegawai di 294 (dua ratus sembilan puluh (pay as you go). Grafik dibawah menunjukkan
empat) kabupaten/kota lebih dari 50% (limapuluh perkembangan pembayaran pension Periode
persen) Anggaran Pendapatan dan Belanja 1994-2008 dengan cost sharing antara dana
Daerah (APBD), sedangkan di 116 (seratus pensiun dan APBN.
enambelas) kabupaten/kota malah mencapai
lebih dari 60% (enampuluh persen). Bahkan, ada
daerah yang mengalokasikan belanja pegawai
lebih dari 70% (tujuhpuluh persen) dari APBD
dengan kata lain bahwa anggaran pembangunan
atau pelayanan publik untuk masyarakat sangat
kecil. Oleh karenanya, pemerintah tengah mem-
buat aturan agar pegawai di pemerintah daerah
tidak memberatkan APBD, yaitu dengan membuat
kebijakan memperbesar rasio anggaran pem-
bangunan dari angggaran belaja pegawai, salah
satunya denganprogram pensiun dini sukarela.
Sebenarnya program tersebut telah diwacanakan
sejak tahun 2009 atau pada saat Sri Mulyani
menjabat Menteri Keuangan, namun karena
suasana politik yang kurang mendukung ini
sehubungan dengan kondisi menjelang Pemilu
2009 sehingga belum dapat diimplemantasikan.
Disisi lain, anggaran yang dibutuhkan
untuk membayar pensiunan semakin meningkat
dari tahun ke tahun. Dalam perhitungan menteri
70
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Grafik 1
Perkembangan chost sharing APBN dan Dana Pensiun

Suber: dimodifikasi dari PT Taspen 2012 (Kajian Pensiun-LAN)

Dilihat dari Grafik 1 terlihat bahwa pertumbuhan pegawai zero growth. Apabila
sebagian besar pembayaan pensiun di bebankan tidak ada perubahan dan perbaikan system,
APBN. Bahkan Dana pensiun hanya mampu maka tahun 2055 akan membutuhkan Rp 1.000
membayar 100% (seratus persen) hanya untuk (seribu) triliun untuk pendanaan pensiun. Akibat
waktu bulan saja, sedangkan pada tahun lainnya terburuk dari sistem ini adalah bangkrutnya
hanya mampu sharing 9-25% (sembilan hingga pemerintah karena terus mengeluarkan daya
duapuluhlima persen). Dan pada tahun 2009 yang tidak produktif.
sampai sekarang pembayaran pensiun kembali Dengan melihat kondisi tersebut, berbagai
dilakukan dengan sistem pay us you go (100% institusi melakukan upaya untuk mencegahnya,
dari APBN). Dengan kondisi tersebut maka maka Hasil study Kementerian Keuangan mengenai
diproyeksikan jumlah peserta dan dana pensiun pensiun dini sukarela menurut Sekretaris
seperti pada Tabel 1. Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad
Badaruddin menyatakan bahwa peminat dari
Tabel 1. program pensiun dini ini cukup besar sebagai
Proyeksi Perkembangan Jumlah Peserta Dana Pensiun
mana dikutip dalam www.kemendagri.go.id/
Proyeksi news "Ini kan program sukarela, tergantung
Tahun berapa nanti yang mendaftar, cukup banyak
Jumlah yang berminat karena program itu cukup baik
Pembayaran (Rp)
Peserta
untuk diberikan kepada yang bersangkutan",
2012 2.421.375 60.602.332.112.457 Sambutan yang positif dari PNS dikarenakan
program ini bukan hanya untuk pensiun dini saja
2013 2.525.261 62.787.229.114.211 tetapi juga termasuk pengembangan potensi
pegawai. Program yang terintegasi dengan
2014 2.639.359 65.980.475.947.721
memberikan peluang dan kesempatan potensi
2015 2.764.809 69.499.123.923.173 lainnya untuk tetap meningkatkan ekonomi
Sumber: PT. Taspen 2012 (Kajian Pensiun - LAN) keluarganya. Program ini dikembangkan dengan
bekerja sama dengan perbankan, franchise dan
Proyeksi tersebut dengan asumsi lain sebagainya.
kenaikan gaji pokok PNS sebesar 7,5% (tujuh Tanggapan PNS yang cukup tinggi pada
koma lima persen) per tahun, kenaikan pensiun pensiun dini tentunya akan menimbulkan
pokok sebesar 5% (lima persen) per tahun dan beberapa permasalahan dalam kepegawaian
71
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

maupun keuangan negara. Dalam aspek kepe- organisasi dan diberhentikan dengan hormat
gawaian beberapa kekhawatiran antara lain serta mendapatkan hak-hak kesejahteraannya.
adalah pegawai yang memiliki kompetensi akan Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1969
memilih pensiun dini dan sebaliknya pegawai tentang Pensiun Pegawai dan Janda/Duda
yang kurang memiliki kompetensi akan tertinggal Pegawai (UU Pensiun) Pasal 1 menyatakan
tetap menjadi pegawai negeri. Apabila kondisi bahwa Pensiun diberikan sebagai jaminan hari
tersebut yang terjadi maka kondisi kualitas tua dan sebagai penghargaan atas jasa-jasa
PNS akan semakin terpuruk. Sehingga harapan pegawai negeri selama bertahun tahun bekerja
Kemenpan-RB bahwa Pensiun dini disiapkan dalam dinas Pemerintah. Artinya setiap pegawai
untuk abdi negara yang tidak kompeten dan akan mendapatkan tunjangan dan bantuan atas
disebut hanya menjadi beban Negara sulit pensiun dari Negara. Ini sesuai dalam Pasal 32
terwujud. Selain itu, ditinjau dari sisi keuangan, ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 43
pemerintah harus menyiapkan anggaran yang Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-
sangat besar untuk program pensiun dini. Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Sebagaimana disampaikan menpan bahwa Kepegawaian (UU Kepegawaian) menetapkan
aturan pembayaran pensiun yang sedang dikaji bahwa untuk meningkatkan kegairahan bekerja,
pemerintah saat ini bisa menyerupai pembayaran diselenggarakan usaha kesejahteraan Pegawai
pensiun seperti swasta. Cara ini memungkinkan Negeri Sipil. Usaha kesejahteraan meliputi
para PNS mendapatkan pensiun hanya sekali program pensiun dan tabungan hari tua, asuransi
atau pay as you go. Dengan melihat dampak kesehatan, tabungan perumahan dan asuransi
negative yang akan timbul maka perlu dirancang pendidikan bagi putra-putri Pegawai Negeri Sipil.
metode dan strategi pensiun dini yang mampu Demikian juga hal tersebut selaras dengan Bab
mempertahankan pegawai yang kompeten VI Pasal 21, Undang-undang Nomor 5 Tahun
seperti disampaikan Wakil Menpan Eko Prasodjo 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU-ASN)
bahwa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang menyatakan PNS memperoleh beberapa
telah disiapkan dengan mempertimbangkan hak sebagai berikut:
kemudian "dihitung berapa biayanya, siapa saja 1. Gaji, tunjangan, dan fasilitas;
yang dipensiunkan dini, apakah pakai kuota/ 2. Cuti;
ketersediaan anggaran". 3. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua;
Berdasarkan permasalahan tersebut 4. Perlindungan; dan
diatas, maka penelitian ini akan bertujuan 5. Pengembangan kompetensi.
untuk menganalisis mengenai bagaimana Jenis pemberhentian PNS secara umum
program pensiun dini dapat mewujudkan pada prinsipnya mulai dari UU Pensiun sampai
apartur yang professional dengan keuangan dengan UU-ASN tidak berubah, karena Pasal
pensiun yang sehat? Dengan meningkatkan 87 UU-ASN menyebutkan bahwa PNS dapat
atau mempertahankan pegawai yang memiliki diberhentikan dengan cara pemberhentian dengan
kompetensi dan mengurangi yang kurang hormat, meninggal dunia, atas permintaan sendiri,
kompeten serta meningkatkan rasio belanja mencapai batas usia pensiun, perampingan
aparatur dengan kinerja pegawai. Metode yang organisasi atau kebijakan pemerintah yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengakibatkan pensiun dini, atau tidak cakap
menggunakan metode kualitatif. jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat
menjalankan tugas dan kewajiban. Batas
pensiun sesuai secara normal, dalam UU-
PEMBAHASAN ASN dibedakan menjadi tiga yaitu 58 (limapuluh
delapan) tahun bagi Pejabat Administrasi dan 60
Konsep Pensiun (enampuluh) tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi,
Pensiun merupakan sebuah proses dalam sedangkan Pejabat Fungsional sesuai dengan
manajemen kepegawaian, dimana pegawai ketentuan peraturan perundang-undangan
dalam waktu tertentu telah bekerja dalam sebuah yang berlaku. Selanjuntya Batas Usia Pensiun
72
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Pejabat Fungsional dalam Pasal 2 Peraturan yakni untuk PNS yang telah mencapai usia
Pemerintah Nomor 21 Tahun 2014 Tentang sekurang-kurangnya 50 (limapuluh) tahun dan
Pemberhentian PNS Yang Mencapai Batas mempunyai masa kerja untuk pensiun sekurang-
Usia Pensiun Bagi Pejabat Fungsional (PP BUP kurangnya 20 (duapuluh) tahun. Prosedur penga-
Fungsioanl) sebagai berikut: juan pensiun dini dan berkas kelengkapan admi-
1. 58 (limapuluh delapan) tahun bagi Pejabat nistrasi yang harus dilengkapi sebagai berikut:
fungsional Ahli Muda dan Ahli Pertama serta 1. PNS yang bersangkutan mengajukan per-
Pejabat fungsional Keterampilan; mohonan pensiun dini kepada Menteri
2. 60 (enampuluh) tahun bagi Pegawai Negeri Sekretaris Negara, u.p. Deputi Menteri
Sipil yang memangku: Sekretaris Negara Bidang Sumber Daya
a. Jabatan Fungsional Ahli Utama dan Ahli Manusia dilampiri dengan berkas kelengkapan
Madya; administrasi pensiun dini;
b. Jabatan Fungsional Apoteker; 2. penelitian, pemeriksaan, dan pemilahan
c. Jabatan Fungsional Dokter yang di- berkas kelengkapan administrasi pensiun
tugaskan secara penuh pada unit dini oleh staf Biro Kepegawaian;
pelayanan kesehatan negeri; 3. penyiapan:
d. Jabatan Fungsional Dokter Gigi yang a. Surat Menteri Sekretaris Negara kepada
ditugaskan secara penuh pada unit Presiden tentang usul pemberhentian
pelayanan kesehatan negeri; dengan hak pensiun sebagai PNS;
e. Jabatan Fungsional Dokter Pendidik b. Rancangan Keputusan Menteri Sekre-
Klinis Muda dan Pertama; taris Negara beserta memorandum
f. Jabatan Fungsional Medik Veteriner; penjelasannya tentang pemberhentian
g. Jabatan Fungsional Penilik; dengan hak pensiun sebagai PNS.
h. Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah; Sedangkan, untuk pensiun yang di-
i. Jabatan Fungsional Widyaiswara Madya tetapkan Presiden RI untuk PNS yang
dan Muda; atau berpangkat Pembina Utama Muda (IV/c)
j. Jabatan Fungsional lain yang ditentukan sampai dengan Pembina Utama (IV/e),
oleh Presiden. dan keputusan Menteri Sekretaris
3. 65 (enampuluh lima) tahun bagi Pegawai Negara, untuk PNS yang berpangkat
Negeri Sipil yang memangku: Juru Muda (I/a) sampai dengan Pembina
a. Jabatan Fungsional Peneliti Utama dan Tk.I (IV/b).
Peneliti Madya yang ditugaskan secara
penuh di bidang penelitian; Program Pensiun
b. Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari
Klinis Utama dan Madya; Tua PNS sebagai mana diatur dalam UU-ASN
c. Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama; diberikan sebagai perlindungan kesinambungan
d. Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi penghasilan hari tua, sebagai hak dan sebagai
Utama; penghargaan atas pengabdian PNS. Jaminan
e. Jabatan Fungsional Perekayasa Utama; tersebut meliputi jaminan pensiun dan jaminan
f. Jabatan Fungsional Pustakawan Utama; hari tua yang diberikan dalam program jaminan
g. Jabatan Fungsional Pranata Nuklir sosial nasional. Pengaturan pembiayaan dan
Utama; atau pengelolaan program jaminan pensiun dan jaminan
h. Jabatan Fungsional lain yang ditentukan hari tua PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah,
oleh Presiden. yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun
Selanjutnya, untuk pengaturan pember- 1981 tentang Asuransi Sosial PNS (PP Asuransi
hentian atas permintaan sendiri atau pensiun Sosial PNS) pada pasal 13 menyatakan
dini diatur dalam persyaratan dan prosedur menyelenggarakan Asuransi Sosial ini didirikan
penanganan administrasi pemberhentian dengan suatu Badan Usaha Negara yang berbentuk
hak pensiun. Persyaratan usia atau masa kerja Perusahaan Perseroan (persero). Untuk itu,
73
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pada tahun 1963 dibentuk Perusahaan Negara pensiun sesaat sebelum meninggal dunia.
Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri 3. Peserta meninggal dunia lebih dari 10
yang disingkat men-jadi PN Taspen dan saat ini (sepuluh) tahun sebelum dicapainya usia
telah berubah menjadi PT Taspen. Tugas Badan pensiun normal, manfaat pensiun yang
Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai dengan dibayarkan kepada janda/duda yang sah
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1963 sekurang-kurangnya 60% (enampuluh
tentang Pembelanjaan Pegawai Negeri (PP persen) dari yang seharusnya menjadi
Belanja PNS) dan Peraturan Pemerintah Nomor haknya apabila ia berhenti bekerja.
10 Tahun 1963 tentang Tabungan Asuransi (PP 4. Dalam hal tidak ada janda/duda yang sah
Asuransi) dan Pegawai negeri adalah mengelola atau janda/duda meninggal dunia, manfaat
Program Asuransi Sosial yang terdiri dari Program pensiun dapat) dibayarkan kepada anak
Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT). yang belum dewasa dari peserta.
Program Pensiun adalah setiap program 5. peserta meninggal dunia sebelum dimulai-
yang mengupayakan manfaat pensiun bagi nya pembayaran pensiun, maka manfaat
peserta. Sedangkan, PT. Taspen (Persero) pensiun yang dibayarkan kepada janda/duda
mendefinisikan program pensiun sebagai yang sah adalah sebesar 100% (seratus
jaminan hari tua berupa pemberian uang setiap persen) dari jumlah yang seharusnya menjadi
bulan kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah hak peserta apabila ia berhenti bekerja
memenuhi kriteria (Taspen Corporate Site 2011). Selanjutnya, pengaturan hak pensiun atas
Iuran Dana Pensiun Pemberi Kerja berupa iuran permintaan sendiri atau diberhentikan sebelum
pemberi kerja dan peserta atau iuran pemberi masa purna tugas, dalam pasal 9 mengenai Hak
kerja. Manfaat Pensiun sebagaimana diatur atas pensiun pegawai ayat 4 UU Pensiun PNS
dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 mengatur bahwa pada saat ia diberhentikan
tentang Dana Pensiun (UU Dana Pensiun) sebagai pegawai negeri telah memiliki masa kerja
adalah pembayaran berkala yang dibayarkan untuk pension sekurang-kurangnya 10 (sepuluh)
kepada peserta pada saat dan dengan cara yang tahun akan tetapi pada saat itu belum mencapai
ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. Yang usia 50 (limapuluh) tahun, maka pemberian
berhak mendapatkan manfaat pensiun adalah pensiun kepadanya ditetapkan pada saat ia
peserta yang memenuhi persyaratan berhak atas mencapai usia 50 (limapuluh) tahun. Selanjutnya
manfaat pensiun normal, atau manfaat pensiun nilai pensiun yang berhak diterima adalah
cacat, atau manfaat pensiun dipercepat, sebesar 75% (tujuhpuluh lima persen) dari dasar
atau pensiun ditunda, yang besarnya dihitung pensiun. Selain itu nilai pensiun pegawai sebulan
berdasarkan rumus yang ditetapkan dalam tidak boleh kurang darigaji-pokok terendah
peraturan dana pensiun. program pensiun menurut peraturan pemerintah tentang gaji dan
manfaat pasti sebagaimana diatur dalam pasal pangkat yang berlaku bagi pegawai negeri yang
22 dan 23 UU Dana Pensiun memberikan bersangkutan.
manfaat sebagai berikut: Selanjutnya, jika dibandingkan dengan
1. Pensiunan meninggal dunia, manfaat pensiun pengaturan kompensasi diberhentikan sebelum
yang dibayarkan kepada janda/duda yang purna tugas dalam sebelum waktunya dalam
sah sekurang-kurangnya 60% (enampuluh Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
perseratus) dari manfaat pensiun yang telah Ketenagakerjaan (UU Naker) sebagai berikut :
dibayarkan kepada pensiunan 1. uang pesangon dan atau uanag penghargaan
2. Peserta meninggal dunia dalam jangka masa kerja dan uang penggantian hak yang
waktu 10 (sepuluh) tahun sebelum di- seharusnya diterima sebagai berikut:
capainya usia pensiun normal, manfaat a. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, 1
pensiun yang dibayarkan kepada janda/ (satu) bulan upah;
duda yang sah sekurang- kurangnya 60% b. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih
(enampuluh persen) dari yang seharusnya tetapi kurang dari 2 (dua) tahun, 2 (dua)
dibayarkan kepada peserta apabila peserta bulan upah;
74
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

c. Masa kerja 2 (tiga) tahun atau lebih tersebut dengan menyisipkan Bab VA pasal 8 A,
tetapi kurang dari 3 (tiga) tahun, 3 (tiga) mengatur bahwa Biaya yang diperlukan untuk
bulan upah; pelaksanaan rasionalisasi Pegawai Negeri Sipil
d. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih melalui Program Pensiun Dini, dibebankan pada
tetapi kurang dari 4 (empat) tahun, 4 APBD Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Pemerintah
(empat) bulan upah; Kota Bogor juga mengelurarkan Surat Edaran
e. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bogor
tetapi kurang dari 5 (lima) tahun, 5 (lima) Nomor 841.2/1537-BKPP tertanggal 5 Juni 2012
bulan upah; tentang Penawaran Pensiun Dini. Beberapa hal
f. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih, yang diatur antara lain:
tetapi kurang dari 6 (enam) tahun, 6
(enam) bulan upah; 1. Usia 51-52 tahun, akan memperoleh
g. Masa kerja 6 (enam) atau lebih tetapi kompensasi 24 kali gaji pokok.
kurang dari 7 (tujuh) tahun, 7 (tujuh) 2. Usia 53-54 tahun, akan memperoleh
bulan upah; kompensasi 18 kali gaji pokok.
h. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih 3. Bagi pejabat fungsional, batas usianya 50-
tetapi kurang darai 8 (delapan) tahun, 8 53 dan 54-57 tahun.
(delapan) bulan upah; 4. Masa kerja minimal 20 tahun.
i. Masa kerja 8 (delapan) tahun atau lebih, Akan tetapi, Penawaran pensiun dini
9 (sembilan) bulan upah. di lingkungan pemerintah tersebut dihentikan
2. Perubahan perhitungan uang pesangon, melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
perhitungan uanag penghargaan masa kerja 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah
3. Komponen upah yang digunakan sebagai Tahun Anggaran 2013. Dalam peraturan tersebut
dasar perhitungan uang pesangon, uang tertuang hal-hal khusus lainnya yang perlu
penghargaan masa kerja, dan uang diperhatikan, khususnya yang menyatakan
pengganti hak yang seharusnya diterima Pemerintah daerah tidak diperkenankan untuk
yang tertunda, terdiri atas : menganggarkan belanja tali asih kepada PNSD
a. Upah pokok; dan penawaran kepada PNSD yang pensiun
b. Segala macam bentuk tunjangan yang dini dengan uang pesangon, mengingat tidak
bersifat tetap yang diberikan kepada memiliki dasar hukum yang melandasinya.
pekerja/buruh dan keluarganya, ter-
masuk harga pembelian dari cuti yang Metode Pembayaran Pensiun
diberikan kepada pekerja/buruh secara Metode pembayaran pensiun dibedakan
cuma-cuma, yang apabila cuti harus menjadi dua yakni pay as you go system (current
dibayar pekerja/buruh dengan subsidi, cost method) dan fully funded system. pay as
maka sebagai upah dianggap selisih you go system merupakan sistem pembayaran
antara harga pembeli dengan harga pensiun dengan pendanaan dipenuhi sepenuhnya
yang harus dibayar oleh pekerja/buruh. oleh pemberi kerja. Metode ini tidak memberikan
Pengaturan pensiun dini atau pember- kewajiban pegawai membayar iuran pensiun,
hentian sebelum purna tugas juga dikeluarkan tetapi disisi lain juga tidak memiliki kepastian
oleh beberapa pemerintah daerah. Salah satunya pembayaran pensiun dan jika perusahaan
adalah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan bangkrut maka akan kehilangan manfaat
Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 100 pensiun. Konsisi ini sangat mungkin terjadi karena
Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan dari waktu ke waktu dana pensiun semakin
Gubernur Jawa Barat Nomor 81 Tahun 2009 besar seiring dengan bertambahnya jumlah
tentang Rasionalisasi Pegawai Negeri Sipil pensiunannya. Sedangkan fully funded system
Melalui Program Pensiun Dini Di Lingkungan adalah sistem yang melibatkan pemberi kerja dan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perubahan pegawai untuk bersama-sama mengumpulkan
75
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

atau mengasur dana pensiun selama aktif Pemerintah ini diundangkan ;


bekerja. Pengumpulan dana tersebut dapat 3. Bagian dari pembayaran pensiun bagi
dilakukan oleh pemberi kerja, asuransi, atau penerima pensiun yang belum memenuhi
Lembaga mandiri dibentuk sebagai pengelola masa iuran yang telah ditetapkan.
dana pensiun. Model ini memberikan manfaat Fully funded system selanjutnya di-
perlindungan kepada pemberi kerja dan pegawai perkuat dengan Pasal 32 UU Kepegawaian
untuk mendapatkan manfaat pensiun. sebagai berikut:
Metode pensiun PNS mengalami berapa 1. Untuk meningkatkan kegairahan bekerja,
perubahan dari pay as you go system (current diselenggarakan usaha kesejahteraan
cost method) ke arah fully funded system. UU Pegawai Negeri Sipil.
Pensiun PNS menggunakan pendekatan pay 2. Usaha kesejahteraan meliputi program
as you go system, hal ini terlihat dari Pasal pensiun dan tabungan hari tua, asuransi
2 yang mengatur bahwa Pensiun pegawai, kesehatan, tabungan perumahan, dan
pensiun-janda/duda dan tunjangan-tunjangan asuransi pendidikan bagi putra-putri Pegawai
serta bantuan-bantuan di atas pensiun dibiayai Negeri Sipil.
sepenuhnya oleh negara. Dimana meliputi 3. Untuk penyelenggaraan usaha kesejah-
pegawai negeri/bekas pegawai negeri yang teraan Pegawai Negeri Sipil wajib membayar
terakhir sebelum berhenti sebagai pegawai iuran setiap bulan dari penghasilannya.
negeri atau meninggal dunia, berhak menerima 4. Untuk penyelenggaraan program pensiun
gaji atas beban Anggaran Pendapatan dan dan penyelenggaraan asuransi kesehatan,
Belanja Negara. Sedangkan, bagi pegawai Pemerintah menanggung subsidi dan iuran.
negeri/bekas pegawai negeri yang tidak 5. Besarnya subsidi dan iuran ditetapkan
termasuk akan dibiayai oleh suatu dana pensiun dengan Peraturan Pemerintah.
yang di bentuk dengan dan penyelenggaraannya
diatur dengan Peraturan Pemerintah. Iuran Rightsizing Organisasi
dibayar sejak mulai menjadi peserta sampai saat Rightsizing organisasi merupakan
berhenti sebagai PNS atau berhenti sebagai suatu upaya untuk mengoptimalkan organisasi.
pegawai bagi peserta lain. Penghasilan disini Rightsizing organisasi tidak selalu berbentuk
adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan- perampingan organisasi tetapi juga pengem-
tunjangan yang diterima peserta setiap bulan bangan organsiasi. Namun demikian, Rightsizing
tanpa tunjangan pangan. Sedangkan pendekatan organisasi yang sering menimbulkan dampak
fully funded system dapat dilihat dari PP Asuransi negative adalah pada saat perampingan
PNS, dimana hal ini tegas terlihat pada Bab V organisasi. Permasalahan ini juga dapat terjadi
Kewajiban Peserta dan Bab VI Sumbangan lingkungan birokrasi baik tingkat pusat maupun
Pemerintah. Pada pasal 6 ayat 1 menyebutkan daerah. Setidaknya, hal ini terdapat di beberapa
bahwa Peserta wajib membayar iuran setiap perundangan seperti Undang-Undang Nomor
bulan sebesar 8% (delapan persen) dari 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara
penghasilan sebulan tanpa tunjangan pangan, (UU Kementerian Negara) dan Undang-unadng
dimana 4 3/4% (empat tigaperempat persen ) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
untuk pensiun dan 3 1/4 % (tiga seperempat Daerah (UU Pemda). Pasal 21 Bagian ketiga
persen) untuk tabungan hari tua. Besarnya iuran UU Kementerian Negara menyebutkan bahwa
dan peruntukannya akan ditetapkan dengan Kementerian dapat dibubarkan oleh Presiden
Keputusan Presiden. Sedangkan, sumbang dengan meminta pertimbangan Dewan Per-
pemerintah diatur pasal 7 yakni wakilan Rakyat, kecuali kementerian yang
1. Pembayaran sumbangan untuk iuran pensiun menangani urusan agama, hukum, keuangan,
Pegawai Negeri Sipil yang besarnya akan dan keamanan harus dengan persetujuan
ditetapkan dengan keputusan Presiden; Dewan Perwakilan Rakyat. Sedangkan dalam
2. Pembayaran pensiun dari seluruh penerima Pasal 4 ayat (3) UU Pemda menyatakan
pensiun yang telah ada pada saat Peraturan bahwa pembentukan daerah dapat berupa
76
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

penggabungan beberapa daerah atau bagian 1. Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan


daerah yang bersandingan atau pemekaran Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek);
dari satu daerah menjadi dua daerah atau 2. Perusahaan Perseroan (Persero) Dana
lebih. Selain itu, masih terdapat rightsizing pada Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri
organsiasi pemerintah lainnya seperti Lembaga (Taspen);
Pemerintah Non Kementerian (LNPK), Lembaga 3. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi
Non Struktural (LNS) dan lain sebagainya. Sosial Angkatan Bersenjata Republik
Dengan terbukanya kemungkinan perampingan Indonesia (ASABRI); dan
organisasi atau kebijakan pemerintah yang 4. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi
mengakibatkan pensiun dini sebagaimana ter- Kesehatan Indonesia (ASKES).
tuang dalam Pasal 87 ayat (1) huruf d UU-ASN, BPJS memberikan program jaminan
maka negara telah melindungi pegawai dengan sosial meliputi;
undang-undang untuk mendapat Jaminan 1. Jaminan kesehatan;
Pensiun dan Jaminan Hari Tua. Pasal 9 ayat (1) 2. Jaminan kecelakaan kerja;
UU-ASN juga menyebutkan bahwa PNS yang 3. Jaminan hari tua;
berhenti bekerja berhak atas jaminan pensiun 4. Jaminan pensiun; dan
dan jaminan hari tua PNS sesuai dengan 5. Jaminan kematian.
ketentuan peraturan perundang-undangan. Jaminan hari tua diselenggarakan
Namun demikian, kebijakan pensiun dini akan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi
diputuskan setelah penataan pegawai dilakukan sosial atau tabungan wajib. Jaminan hari tua
seperti penempatan pada instansi lainnya yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin
membutuhkan. agar peserta menerima uang tunai apabila
memasuki masa pensiun, mengalami cacat total
Pengelolaan Pendanaan Pensiun tetap, atau meninggal dunia.Jaminan pensiun
Pengelola dana pensiun yang dapat diselenggarakan secara nasional berdasarkan
menyelenggarkan pensiun iuran pasti diatur prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib.
dalam UU Dana Pensiun meliputi bank dan Jaminan pensiun diselenggarakan untuk mem-
perusahaan asuransi jiwa dapat bertindak pertahankan derajat kehidupan yang layak
sebagai pendiri Dana Pensiun Lembaga pada saat peserta kehilangan atau berkurang
Keuangan (DPLK). Sedangkan, pengelolaan penghasilannya karena memasuki usia pensiun
dana pensiun pegawai negeri saat ini dikelola atau mengalami cacat total tetap. Jaminan
oleh PT. Taspen berdasarkan Keputusan pensiun diselenggarakan berdasarkan manfaat
Departemen Keuangan Nomor: S-199/ pasti. Usia pensiun ditetapkan menurut ketentuan
MK.11/1985. PT Taspen diserahi kewenangan peraturan perundang-undangan.
untuk mengumpulkan dana iuran peserta
pensiun dan mengelola dananya. Tetapi tidak Praktek Pensiun Dini
diberi kewenangan untuk menggunakan atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat
memanfaatkan dana tersebut. Kewenangan Pada tahun 2010 menjadi momen paling
pemanfaatan dana pensiun masih dipegang berharga bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
oleh Kementerian Keuangan. Sehingga dalam karena melaksanakan program rasionalisasi
masalah kelembagaan pengelola pensiun ini ada PNS dalam rangka meningkatkan kualitas dan
dua Lembaga yang diserahi tugas mengelola. kuantitas sumber daya manusia yang handal.
Kondisi ini berdampak tidak maksimalnya Sehingga, Provinsi Jawa Barat akan mampu
pengelolaan dana pensiun. meningkatkan kualitas pelayanan aparatur
Pengelolaan dana pensiun dalam per- Pemprov Jabar agar semakin profesional,
kembangannya diatur Pasal 5 ayat 3 Undang- proaktif, produktif dan bertanggungjawab.
undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Badan Dasar rasionalisasi dengan Peraturan Gubernur
Penyelenggara Jaminan Sosial (UU-BPJS) Jawa Barat Nomor 81 Tahun 2009 yang diubah
meliputi: menjadi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor
77
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

100 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas (dua belas) kali gaji pokok. Mereka juga masih
Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 81 Tahun memperoleh tabungan hari tua dari Taspen, dan
2009 tentang Rasionalisasi Pegawai Negeri Sipil tetap memperoleh hak pensiun.
Melalui Program Pensiun Dini di Lingkungan Pemerintah Kota Bogor
Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya, Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan
berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah Surat Edaran Nomor: 841.2/1537-BKPP ter-
Provinsi Jawa Barat, jumlah PNS per Januari tanggal 5 Juni 2012 mengenai penawaran
2010 sebanyak 15.133 (limabelas ribu seratus pensiun dini PNS Kota Bogor. Persyaratan
tigapuluh tiga) orang, sedangkan berdasarkan pengajuan pensiun dini untuk pejabat struktural
analisis kebutuhan pegawai hanya dibutuh- adalah usia 51-54 (limapuluh satu hingga
kan sebanyak 11.755 (sebelas ribu tujuh limapuluh empat) tahun, sedangan untuk
ratus limapuluh lima) orang. Artinya masih fungsional berusia 50-57 (limapuluh hingga
kelebihan pegawai sebanyak 3.378 (tigaribu limapuluh tujuh) tahun atau berusia minimal 20
tigaratus tujuhpuluh delapan) orang, selain itu (duapuluh) tahun. Kompensasi pejabat struktural
Permasalahan lainnya sebanyak kurang lebih 40 dengan usia 50-52 (limapuluh hingga limapuluh
(empatpuluh) persen berpendidikan SLTA. dua) sebesar 24 (duapuluh empat) kali gaji dan
Kepala BKD Provinsi Jabar menyebutkan usia 53-54 (limapuluh tiga hingga limapuluh
bahwa rasionalisasi tahun 2010 telah dilaksana- empat) sebesar 18 (delapanbelas) kali gaji
kan kepada 53 (limapuluh tiga) orang PNS, pokok. Besaran komprensasai sesuai dengan SK
anggarannya mencapai Rp 50 (limapuluh) miliar. Walikota Bogor Nomor: 900.45-368 tahun 2011
Untuk tahun 2011 telah direalisasikan pada 83 tentang Penetapan Standar Biaya Pengelolaan
(delapanpuluh tiga) PNS dengan anggaran Rp kegiatan di Lingkungan Pemkot Bogor tahun
9,9 (sembilan koma sembilan) miliar. Untuk tahun 2012, sebagai berikut :
2012, disediakan anggaran Rp 9.535.200.000.-
(sembilan miliar limaratus tigapuluh lima juta Masa Kerja Masa Kerja
duaratus ribu rupiah) dan, target pengurangan No. Gol Masa Kerja
11-20 thn 21-30 thn
pegawai dalam lima tahun atau 2010-2015
sebanyak 450 orang. Disatu sisi, tahun 2012 1. Gol I Rp 2 Juta Rp 3 Juta Rp 4 Juta
sekitar 200 orang yang berminat untuk pensiun
2. Gol II Rp 3 Juta Rp 4 Juta Rp 5 Juta
dini sehingga dilakukan seleksi pensiun dini.
PNS yang akan mengambil pensiun dini harus 3. Gol III Rp 4 Juta Rp 5 Juta Rp 6 Juta
memenuhi beberapa persyarat sebagai berikut
berusia sekurang-kurangnya 50 (limapuluh) 4. Gol IV Rp 5 Juta Rp 6 Juta Rp 7 Juta
tahun, masa kerja minimal 20 (duapuluh) tahun,
tidak dalam proses atau terlibat kasus hukum, Namun setelah Permendagri Nomor 37
diprioritaskan yang ber-pendidikan SLTA ke bawah Tahun 2012, seluruh pemerintah daerah di larang
serta tidak memiliki kompetensi teknis,wajib uang kompensasi kepada pegawai yang pensiun
mengembalikan rumah, kendaraan dinas atau karena Batas Usia Pensiun (BUP) Karena dinilai
barang inventaris lain, uang atau surat-surat dilandasi alasan tidak memiliki dasar hukum.
berharga serta dokumen-dokumen milik pemda. Disatu sisi lain menurut Kabid Formasi, Tyas
Pensiun dini tidak berlaku bagi PNS yang telah Ajeng Fitriani Penawaran pensiun dini tahun ini
mencapai batas usia 55 tahun, diberhentikan mungkin akan menjadi penawaran yang terakhir.
dengan hormat karena tidak dapat bekerja lagi Padahal program ini signifikan mengurangi
dalam jabatan. Hak setiap PNS pensiun dini beban APBD.
memperolehmemperoleh uang kompensasi,
yang dihitung berdasarkan perkalian sisa masa Birokrasi Peofesional dan Efisiensi Anggaran
kerja dikalikan gaji pokok. Misalnya bila normal Pemerintah telah menerapkan Visi
pensiunnya lima tahun lagi, karena mengikuti reformasi birokrasi Terwujudnya Pemerintahan
program ini, mereka mendapatkan lima kali 12 Kelas Dunia yakni pemerintahan yang pro-
78
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

fesional dan berintegritas tinggi yang mampu mempertahankan pegawai yang kompeten dan
menyelenggarakan pelayanan prima kepada bukan sebaliknya. Disisi lain, proyeksi jumlah
masyarakat dan manajemen pemerintahan peserta pensiun akan sangat meningkat dan pasti
yang demokratis agar mampu menghadapi akan melebihi dari proyeksi PT Taspen seperti
tantangan pada abad ke-21 (duapuluh satu) pada Tabel 1. Konsekuensinya adalah kebutuhan
melalui tata pemerintahan yang baik pada tahun anggaran untuk pembayaran juga akan sangat
2025. Untuk mencapai visi tersebut, salah satu meningkat dan akan membebani APBN secara
sub misinya adalah melakukan penataan dan keseluruhan, dimana diketahui sejak 2009
penguatan manajemen sumber daya manusia sampai sekarang pembayaran pensiun kembali
aparatur, mind set dan culture set aparatur. Untuk dilakukan dengan sistem pay-us-you-go (100%
mewujudkan biro-krasi yang profesional juga di dari APBN). Meskipun, dalam berbagai peraturan
dukung UU-ASN. Program Reformasi Birokrasi menyebutkan bahwa system pensiun dengan
pada tahun 2014, semestinya telah mencapai fully funded system.
penguatan penyelenggaraan pemerintahan Pensiun Dini Sukarela dengan kom-
yang baik, bersih, bebas korupsi, kolusi, dan pensasi menarik sebagaimana diwacanakan
nepotisme, profesionalisme SDM aparatur yang Kementerian keuangan memiliki potensi meng-
didukung oleh sistem rekrutmen dan promosi hilangkan pegawai yang kompeten. Alasan
aparatur yang berbasis kompetensi, transparan, ini sangat sederhana karena pegawai yang
dan mampu mendorong mobilitas aparatur antar kompten akan sangat memiliki kesempatan
daerah, antar pusat, dan antara pusat dengan untuk mendapatkan pekerjaan kembali,
daerah, serta memperoleh gaji dan bentuk sedangkan pegawai yang tidak kompeten akan
jaminan kesejahteraan yang sepadan. memiliki tetap menjadi PNS sampai purna
Salah satu tantangan mencapai visi tugas. Namun jika tidak dengan kompensasi
tersebut selain melalui rekrutmen aparatur yang menarik, maka pegawai juga tidak akan
baru yang memeiliki potensi terbaik, juga perlu memilih pensiun dini dengan suka rela. Jika
melakukan pengurangan pegawai yang kurang kompensasi pensiun dini menarik, maka
memiliki kompetensi. Sebagaimana diungkapkan yang perlu diperhatikan adalah persayaratan
Menpan, Azwar Abubakar mengatakan hanya pengajuan yang perlu diperbaiki karena terlalu
5% (lima persen) yang memiliki kompetensi sederhana. Sebagaimana dijelaskan di atas,
(fungsional analisis jabatan, fungsional analisis bahwa persyaratan dan prosedur penanganan
kebijakan). Sedangkan sisanya sebanyak 95% administrasi pemberhentian dengan hak pensiun
(sembilan puluh lima persen) dinilai tidak memiliki yakni PNS yang telah mencapai usia sekurang-
kompetensi khusus. Senada dengan hal tersebut, kurangnya 50 (limapuluh) tahun dan mempunyai
BKD Provinsi Jawa Barat mengungkapkan masa kerja sekurang-kurangnya 20 (duapuluh)
bahwa tahun 2010 memiliki kelebihan pegawai tahun. Provinsi Jawa Barat menambahkan per-
sebanyak 3.378 (tigaribu tigaratus tujuhpuluh syaratan pensiun dini sebagai berikut tidak dalam
delapan) orang serta kompetensi kurang lebih proses atau terlibat kasus hukum, diprioritaskan
40% (empatpuluh persen) berpendidikan SLTA. yang berpendidikan SLTA ke bawah, wajib
Wakil Gubernur DKI Jakarta juga menyatakan mengembalikan rumah, kendaraan dinas atau
akan melakukan perombakan besar-besaran barang inventaris lain, uang atau surat-surat
dengan merampingkan PNS sehingga pada berharga serta dokumen-dokumen milik pemda.
tahun 2016 hanya tersisa 50.000 (limapuluh ribu) Pensiun dini tidak berlaku bagi PNS yang telah
pegawai, dimana saat ini masih berjumlah sekitar mencapai batas usia 55 (limapuluh lima) tahun,
72.000 (tujuhpuluh duaribu) PNS. diberhentikan dengan hormat karena tidak dapat
Program Pensiun Dini menjadi pisau bekerja lagi dalam jabatan.
bermata dua, dimana program tersebut dapat Perbaikan sistem pensiun dini untuk
mempercepat membuat komposisi aparatur mewujudkan birokrasi yang ideal dan professional
yang professional atau sebaliknya. Untuk serta meringankan APBN perlu dilakukan antara
itu sistem program pensiun dini harus mampu lain dengan:
79
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

1. Sistem pensiun dini bukan sukarela tetapi Provinsi Jawa Barat. Persyaratan lainnya
berdasarkanperampingan organisasi atau yang mungkin dapat dipertimbangkan adalah
kebijakan pemerintah yang mengakibatkan tidak mendapatkan kompensasi pensiun dini
pensiun dini. Penataan organisasi dapat dan seluruh tanggungan pegawai seperti
diawali dengan analisa beban kerja dan perjanjian masa kerja karena mendapatkan
analisa kebutuhan pegawai. Sebagaimana beasiswa harus diselesaikan terlebih
di lakukan oleh Provinsi Jawa Barat, Kota dahulu. Untuk mempertahankan pegawai
Bogor dan Provinsi DKI yang melakukan professional dan kompeten tentunya perlu
analisis beban kerja dan analisa kebutuhan diimbangi dengan kompensasi yang memadai
pegawai. Perhitungan analisa beban kerja seperti pemberian tunjangan-tunjangan dan
dapat menggabungkan atau membuat klaster kompensasi non finansial lainnya.
baru untuk setiap jabatan tergantung beban 3. Menerapkan Fully funded System, ini
kerjanya, sehingga pada akhirnya harus tentunya tidak terlepas dari Permasalahan
melakukan pembenahan dan penataan system saat ini yang menggunakan fully
organisasi. Setelah ini, dalam menentukan funded system, tetapi seluruh dana pensiun
pegawai yang harus didasarkan kebutuhan dibebankan seluruhnya kepada APBN.
kompetensi dankinerjapegawai. Kompetensi Untuk menghindarkan dari kebangkrutan
pegawai tentunya harus dilakukan dengan APBN, maka perlu menjalankan fully funded
pemotretan profil pegawai yang dapat system secara benar. Pembenahan ini dapat
dilakukan dengan assessment pegawai. dilakukan dengan pengelola dana pensiun
Sedangkan untuk mengetahui tingkat kinerja PNS secara terbuka, dimana saat ini
dapat dilakukan dengan penilaian kinerja diketahui bahwa pengelolaan dana pensiun
pegawai. hanya dikelola oleh PT Taspen. Sedangkan
Dengan demikian pensiun dini bukan meng- dalam UU Dana Pensiun dapat dikelola
gunakan system sukarela tetapi dengan oleh bank dan perusahaan asuransi. Hal ini
system seleksi kompetensi dan kinerja dalam tentunya akan memunculkan kompetisi para
rangka penataan organsiasi. Oleh karena itu, pengelola dana pensiun secara profesional
perlu dibuat aturan pemberhentian pegawai dan menguntungkan.
negeri sipil dalam program pensiun dini
dalam rangka penataan organisasi. Aturan
tersebut dapat berupa peraturan pemerintah PENUTUP
sebagai aturan pelaksana dari UU-ASN.
Namun demikian, yang perlu diperhatikan Dengan berbagai gambaran diatas,
program pensiun dini ini adalah jangan Sistem pensiun PNS saat ini dapat dikatakan
sampai pegawai yang mendapat pensiun dalam kondisi kacau, dimana antara system
dini menjadi pengangguran baru, sehingga dan implementasinya sangat berbeda. Sehingga
sulit memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh system yang telah dipilih tidak dapat berjalan
karena itu, pegawai yang mendapat pensiun secara optimal. Kondisi tersebut membawa
dini harus diperhatikan hak-haknya seperti ekses pada kebangkrutan APBN karena
uang pesangon, pembekalan ketrampilan, mengeluarkan anggaran yang tidak produktif.
penyaluran kerja ke tempat kerja lainnya, Sebagai upaya perbaikan system pensiun untuk
dan lain sebagainya. mewujudkan aparatur yang professional dan
2. Persyaratan pensiun dini sukarela/per- keuangan pensiun yang sehat dapat disarankan
mintaan sendiri perlu disempurnakan. beberapa hal sebagai berikut :
Sebagaimana disebutkan diatas, tidak 1. Menerapkan Fully funded System
hanya usia pegawai 50 (limapuluh) tahun 2. Menerapkan pensiun dini berdasarkan
dan masa kerja 20 (duapuluh) tahun, tetapi kinerja aparatur
perlu juga ditambahkan persayaratan 3. Membenahi peraturan-peraturan yang terkait
lainnya sebagaimana yang telah diatatur di dengan pensiun dini.
80
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

DAFTAR PUSTAKA ide-pns-pensiun-dini-sejak-era-menkeu-


sri-mulyani/#.VDVrK1dL9yI, diakses tgl 2
Pusat Kajian Kinerja SDA, 2011, Kajian Pensiun, Oktober 2014
Jakarta Lembaga Administrasi Negara http://www.kemendagri.go.id/news/2012/05/27/
Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 5 pemerintah-jalankan-program-pensiun-
tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dini-pns-tahun-ini, diakses tgl 2 Oktober
_______________, Undang-undang Nomor 39 2014
Tahun 2008 tentang Kementerian Negara http://www.merdeka.com/uang/hanya-jadi-
_______________, Undang-undang Nomor 32 beban-negara-pns-siap-siap-pensiun-
Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dini.html, diakses tanggal 2 Oktober 2014
_______________, Undang-Undang Nomor 40 http://celebrity.okezone.com/
Tahun 2004 tetang Sistem Jaminan Sosial read/2014/10/02/20/1049519/pemerintah-
Nasional siapkan-program-pensiun-dini-pns,
_______________, Undang-Undang Nomor 13 diakses tgl 2 Oktober 2014
Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan http://www.menpan.go.id/cerita-sukses-rb/806-
________________, Undang-Undang Nomor pensiun-dini-ala-jawa-barat, diakses tgl 2
43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Oktober 2014
Kepegawaian http://siskum.kotabogor.go.id/index.php/84-
_______________, Undang-Undang Nomor 11 berita-dan-artikel/berita-hukum/160-
Tahun 1992 tentang Dana Pensiun pemkot-bogor-tawarkan-pensiun-dini-
hingga-2012, diakses tgl 2 Oktober 2014
_______________, Undang-Undang Nomor 1 PNS DKI Pasrah Kena Pensiun Dini https://
Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai id.berita.yahoo.com/pns-dki-pasrah-
dan Janda/Duda Pegawai kena-pensiun-dini-063728832.html,
_______________, Peraturan Pemerintah Nomor diakses 2 Oktober 2014
21 Tahun 2014 tentang Pemberhentian http://www.jpnn.com/read/2011/08/25/101579/
Pegawai Negeri Sipil Yang Mencapai Belanja-Pegawai-Kecil,-Pemda-Boleh-
Batas Usia Pensiun Bagi Pejabat Terima-CPNS, diakses tgl 3 Oktober 2014
Fungsional http://news.liputan6.com/read/42057/menpan-
_______________, Peraturan Pemerintah Nomor 60-persen-pns-tak-produktif, diakses tgl 3
25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Oktober 2014
Pegawai Negeri Sipil http://www.jpnn.com/read/2011/12/16/111459/50-
_______________, Peraturan Presiden Nomor Persen-PNS-Kompetensinya-Rendah-#,
81 Tahun 2010 tentang Grand Design diakses tgl 3 Oktober 2014
Reformasi Birokrasi 2010-2025 http://www.rmol.co/read/2012/08/01/73102/
http://www.rmol.co/read/2012/08/01/73102/ Anggaran-Pensiun-PNS-Sudah-Di-Atas-
Anggaran-Pensiun-PNS-Sudah-Di-Atas- 50-Triliun, diakses tgl 3 Oktober 2014
50-Triliun, diakses tgl 1 Oktober 2014
http://www.rmol.co/read/2012/08/01/73102/
Anggaran-Pensiun-PNS-Sudah-Di-Atas-
50-Triliun- diakses tgl 1 Oktober 2014
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/484/
jbptunikompp-gdl-wahyuputer-24161-
1-unikom_w-i.pdf, diakses tanggal 1
Oktober 2014
http://www.tribunnews.com/nasional/2012/03/01/
hanya-5-persen-pns-penuhi-kompetensi
akses tgl 2 Oktober 2014
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1663142/
81
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

82
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

SISTEM PENSIUN PNS:


MEWUJUDKAN SISTEM PENDANAAN PENSIUN FULLY FUNDED

CIVIL SERVANT PENSION SYSTEM;


REALIZATION OF FULLY FUNDED PENSION SYSTEM
Suryanto
Pusat Kajian Kinerja Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara (PKKOD LAN) Jakarta
JL. Veteran No:10 Jakarta 10110
e-mail: suryokusumo170172@yahoo.com

(Diterima 16 September 2014, Direvisi Pertama 18 September 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak

Menikmati masa tua yang sejahtera merupakan harapan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hal ini pulalah yang menjadi
salah satu motivasi ketika mereka melamar kerja, yakni untuk memperoleh pensiun. Pensiun merupakan satu aspek penting
dalam manajemen kepegawaian yang dimaksudkan untuk menghargai dan mensejahterakan PNS ketika mereka memasuki
usia pensiun. Di Indonesia, jaminan sosial dan tunjangan hari tua dikelola oleh PT. Taspen, sebuah badan usaha milik negara
(BUMN) yang bergerak dalam bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun PNS. Secara konseptual, terdapat dua
sistem pendanaan pensiun yakni sistem pay as you go dan fully-funded. Sistem pay as you go adalah sistem pendanaan
pensiun yang dibiayai secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun.
Sedangkan fully funded adalah sistem pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan secara bersama-sama
oleh PNS sebagai pekerja dan pemerintah sebagai pemberi kerja. Saat ini Indonesia menggunakan sistem pay as you go
dalam membiayai pensiun PNS. Sistem ini bagi organisasi dinilai membebani APBN dan tidak memberikan manfaat pasti bagi
PNS. Berdasarkan hal itu, sistem pendanaan pensiun perlu direformasi dengan mengubah sistem pay as you go ke sistem
fully-funded, dengan kelemahan dan kelebihannya. Penerapan sistem fully-funded mensyaratkan kontribusi pekerja (PNS)
dan pemberi kerja (Pemerintah) serta manajemen kepegawaian yang transparan dan akuntabel.

Kata kunci: manajemen kepegawaian, pensiun, kesejahteraan PNS.

Abstract
Enjoy a prosperous retirement is the wish of all civil servants and this was the main motivation when they applied the job;
to get the benefit of the pension. Pension is one important aspect in the civil service management aimed to appreciate and
prosper the civil servant when they reach their retirement age. In Indonesia, the sosial security and pension fund are managed
by PT. Taspen a State Owned Company that engaged in the field of insurance and civil servant pension. Conceptually, there
are two ways of how pension is funded; pay as you go and fully-funded, Pay as you go is a pension system which is directly
funded by the government taken from the state budget started when the civil servants retired. While fully funded is a pension
system where the fund is sourced from premiums payment taken jointly from civil servants as employees and the government
as employers. At the moment, Indonesia is applying the pay as you go system (this system is considered to burden the
State Budget and does not provide the exact benefit to the civil servant). Based on that the pension fund systems needs
to be reformed by changing the system from pay as you go to fully-funded with their advanteges and disadvantages. The
implementation of the fully-funded system requires a contribution from the civil servant as the employees and the government
as the employer as well as a transparent and accountable civil service management.

Key words: civil service management, pension, civil servant welfare.

PENDAHULUAN ratusan juta pekerja di Asia menghadapi usia tua


yang tidak jelas karena buruknya sistem pensiun.
Dalam buku berjudul Pensions Systems Bahkan negara kaya anggota persemakmuran
in East and Southeast Asia: Promoting Fairness seperti Malaysia dan Singapura dinilai belum
and Sustainability (Sistem Pensiun di Asia memiliki sistem pensiun yang layak bagi
Timur dan Tenggara: Meningkatkan Keadilan penduduknya. Pensiun sebenarnya merupakan
dan Keberlanjutan) yang ditulis oleh Tim Asia konsep yang sangat luas, bukan hanya bagi
Development Bank (ADB) disebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun juga bagi
83
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

karyawan swasta, bahkan bagi warga negara (ASABRI) sesuai dengan Peraturan Pemerintah
secara keseluruhan bila dikaitkan dengan Nomor 67 Tahun 1991 tentang Asuransi Sosial
terminologi perwujudan jaminan sosial nasional. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PP
Pernyataan tim ADB yang menyebutkan ASABRI) yang merupakan perubahan atas
system pensiun di dua negara ASEAN yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1971
Malaysia dan Singapura mungkin dimaksudkan tentang Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata.
pada lemahnya kondisi jaminan sosial nasional Bank Dunia telah menetapkan lima
secara keseluruhan (bukan hanya pegawai pilar jaminan sosial yakni: 1) jaminan sosial
negerinya) yang sampai saat ini baru ter- dasar/nasional-daerah, 2) jaminan sosial untuk
cover sekitar 10% (sepuluh persen) dari total para professional dengan profesi PNS, TNI,
penduduk. Hal ini tentu saja sudah lebih baik, jika pekerja swasta, dan BUMN, 3) Jaminan sosial
dibandingkan dengan kondisi jaminnan sosial di untuk individual yang diatur dalam UU usaha
Indonesia yang baru diundangkan pada tahun Perasuransian dan Dana Pensiun, 4) jaminan
2004 yang didasarkan pada Undang-undang sosial lainnya, seperti perumahan, pendidikan,
Nomor 20 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan tabungan untuk ibadah haji, dan sebagainya, dan
Sosial Nasional (UU-SJSN). SJSN merupakan 5) pilar zero mencakup bantuan sosial yang
program negara yang bertujuan memberi selama ini sudah diberikan oleh Kementerian
kepastian perlindungan dan kesejahteraan Sosial. Penelitian ini mencoba menganalisi
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama mengenai sistem pensiun PNS yang telah ber-
beberapa dekade terakhir ini, Indonesia telah langsung selama ini dan bagaimana penataan
menjalankan beberapa program jaminan sosial. sistem pensiun yang lebih baik pasca terbitnya
Undang-undang yang secara khusus mengatur Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
jaminan sosial bagi tenaga kerja swasta adalah Aparatur Sipil Negara (UU-ASN). Metodologi
Undang-Undang Nomor 3 tahun 1992 tenang penelitian yang digunakan adalah penelitian
Jaminan Tenaga Kerja (UU Jamsostek), yang kualitatif yang pembahasannya menggunakan
mencakup program jaminan pemeliharaan teknik deskriptif.
kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan
hari tua dan jaminan kematian.
Untuk PNS, telah dikembangkan program PEMBAHASAN
Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri
(Taspen) yang dibentuk dengan Peraturan Pensiun Dalam Konteks UU-ASN
Pemerintah Nomor 26 Tahun 1981 tentang Pada awal 2014 telah diterbitkan UU-ASN
Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum Dana yang menyebutkan bahwa aparatur sipil Negara
Tabungan Dan Asuransi Pegawai Negeri Menjadi (ASN) merupakan suatu profesi, dimana pegawai
Perusahaan Perseroan (PP Dana Tabungan ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan
dan Taspen) dan program Asuransi Kesehatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(ASKES) yang diselenggarakan berdasarkan (PPPK). Di dalam UU-ASN usia pensiun PNS
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991 ditetapkan 58 (limapuluh delapan) tahun untuk
tentang Pemeliharaan Kesehatan Pegawai pegawai pada jabatan administrasi, sedang
Negeri Sipil, Penerima Pensiun, Veteran, Perintis pada jabatan pimpinan tinggi ditetapkan 60
Kemerdekaan Beserta Keluarganya (PP Askes) (enampuluh) tahun.
yang bersifat wajib bagi PNS/Penerima Pensiun/ Selengkapnya sebagaimana tertuang
Perintis Kemerdekaan/Veteran dana anggota dalam Pasal 2 ayat (2) Peraturan Pemerintah
keluarganya. Untuk prajurit Tentara Nasional Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pemberhentian
Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Republik Pegawai Negeri Sipil Yang Mencapai Batas Usia
Indonesia (POLRI), dan PNS Departemen Pensiun Bagi Pejabat Fungsional, mengenai
Pertahanan/TNI/POLRI beserta keluarganya Batas Usia Pensiun (BUP) yaitu:
telah dilaksanakan program Asuransi Sosial 1. 58 (limapuluh delapan) tahun bagi Pejabat
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Fungsional Ahli Muda dan Ahli Pertama serta
84
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Pejabat Fungsional Keterampilan; Usia Pensiun (BUP) PNS tertanggal 17 Januari


2. 60 (enampuluh) tahun bagi Pegawai Negeri 2014, keresahan tersebut dapat diatasi. Adanya
Sipil yang memangku: perubahan BUP PNS dari 56 (limapuluh enam)
a. Jabatan Fungsional Ahli Utama dan Ahli tahun menjadi 58 (enampuluh delapan) tahun
Madya, bagi Jabatan Administrasi (eselon III ke bawah),
b. Jabatan Fungsional Apoteker, dan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (eselon II
c. Jabatan Fungsional Dokter yang di- dan I) menjadi 60 (enampuluh) tahun, sekitar 11
tugaskan secara penuh pada unit (sebelas) ribu PNS tertahan masa pensiunnya.
pelayanan kesehatan negeri, Sebagai bentuk penghargaan atas
d. Jabatan Fungsional Dokter Gigi yang pengabdiannya, PNS yang berhenti bekerja
ditugaskan secara penuh pada unit berhak atas jaminan pensiun dan jaminan
pelayanan kesehatan negeri, hari tua sesuai dengan ketentuan peraturan
e. Jabatan Fungsional Dokter Pendidik perundang-undangan (Pasal 91 ayat (1) UU-
Klinis Muda dan Pertama, ASN). Sedang sumber pembiayaan jaminan
f. Jabatan Fungsional Medik Veteriner, pensiun dan jaminan hari tua PNS berasal dari
g. Jabatan Fungsional Penilik, pemerintah selaku pemberi kerja dan iuran PNS
h. Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah, yang bersangkutan (Pasal 91 ayat (5) UU-ASN).
i. Jabatan Fungsional Widyaiswara Madya
dan Muda, atau Pensiun dan Harapan Setiap PNS Menuju
j. Jabatan Fungsional lain yang ditentukan Sejahtera
oleh Presiden; Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu
3. 65 (enampuluh lima) tahun bagi Pegawai motivasi menjadi PNS adalah karena pekerjaan
Negeri Sipil yang memangku: ini memiliki pensiun ketika menjalani purna bhakti
a. Jabatan Fungsional Peneliti Utama dan atau purna tugas pada saat usia memasuki 58
Peneliti Madya yang ditugaskan secara (limapuluh delapan) tahun atau 60 (enampuluh)
penuh di bidang penelitian, tahun sesuai dengan jenang jabatan yang
b. Jabatan Fungsional Dokter Pendidik diemban. Khusus untuk pensiunan PNS diatur
Klinis Utama dan Madya, dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969
c. Jabatan Fungsional Widyaiswara Utama, tentang Pensiunan Pegawai dan Pensiun Janda/
d. Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi Duda Pegawai (UU Pensiun PNS). Berdasarkan
Utama, UU Pensiun PNS ini, pensiun diberikan kepada
e. Jabatan Fungsional Perekayasa Utama, janda/duda pegawai dan dilanjutkan kepada
f. Jabatan Fungsional Pustakawan Utama, anak dari pegawai pensiunan yang masih dalam
g. Jabatan Fungsional Pranata Nuklir masa tanggungan. Hal ini berarti pensiun PNS
Utama, atau dilaksanakan secara berjenjang sampai tiga
h. Jabatan Fungsional lain yang ditentukan tingkat yakni kepada PNS yang bersangkutan dan
oleh Presiden. dua ahli waris yaitu janda/duda serta anaknya.
Namun pada saat pemberlakuan UU-ASN Sementara itu, besaran dana pensiun
ini pada tanggal 15 Januari 2014 terjadi keresahan yang diberikan kepada pensiunan sebesar
dari kalangan PNS yang pensiun 1 Februari 2014, 75% (tujuhpuluh lima persen) dari gaji pokok
hal ini karena UU-ASN baru berlaku setelah 30 Artinya jika gaji pokok terakhirnya sebesar
(tigapuluh) hari sejak diundangkan. Sekretaris Rp. 4.000.000,- (empatjuta rupiah) maka
Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi besaran pensiun yang diterima adalah sebesar
(Menpan) menyatakan bahwa PNS yang akan Rp. 3.000.000,- (tigajuta rupiah). Jumlah uang
pensiun pada 1 Februari 2014 secara otomatis pensiun tersebut sangat kecil terutama jika
usia pensiunnya diperpanjang dua tahun lagi, dibandingkan dengan pendapatan yang di bawa
yang selengkapnya diatur dengan Surat Edaran pulang ke rumah (take home pay) pada saat
(SE) Kepala Badan Kepegawaian Negara masih menjadi pegawai aktif.
(BKN) Nomor: K.26-30/V.7-3/99 tentang Batas Sebagai ilustrasi, seorang PNS dengan
85
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

jabatan struktural/fungsional tertentu memiliki pensiunan menembus angka di atas Rp. 50


take home pay yang cukup besar saat masih (limapuluh) triliun.
aktif sebagai PNS karena terdapat komponen
pendapatan lainnya berupa tunjangan-tunjangan Pembiayaan Pensiun PNS: Pay as you go
yang justru lebih besar dari gaji pokoknya. Namun ataukah Fully Funded?
setelah pensiun, seluruh tunjangan tadi hilang Fakta membengkaknya anggaran
dan tidak menjadi komposit dari perhitungan pensiun telah menjadi perhatian Lembaga
dana pensiun yang diterima pensiunan, meski Administrasi Negara (LAN), Kemenpan dan
terdapat tambahan tunjangan keluarga dan RB serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
tunjangan bahan pangan. untuk mereformasi sistem pensiun agar
Keprihatinan akan rendahnya nilai man- lebih memberikan manfaat pasti bagi para
faat pensiun ini sebenarnya telah disampaikan stakeholders-nya. Pada tahun 2013 lalu, LAN
sejumlah pihak agar segera dilakukan pena- dalam hal ini Pusat Kajian Kinerja Sumber
taan terhadap system pensiun PNS yang Daya Aparatur telah bekerjasama dengan
mensejahterakan para pensiunan PNS. Tidak PT. Taspen (Tabungan dan Asuransi Pegawai
kurang, Prof. Sofian Effendi, Guru Besar Negeri) untuk melakukan kajian. Hasil kajian
Universitas Gadjah Mada, yang pernah menjabat merekomendasikan agar uang pensiun dibayar
Rektor UGM dan Kepala BKN menyayangkan dengan sistem/mekanisme fully funded (dibiayai
rendahnya nilai pensiun di Indonesia. oleh negara dan peserta program), bukan pay
Menurutnya, uang pensiun yang diterima kecil as you go seperti yang berlaku saat ini. Namun
tersebut disebabkan dua hal, Pertama sistem ternyata, alternatif system pembayaran pensiun
penggajian memakai struktur sangat komplek, ini belum dapat dilaksanakan karena masih
bahkan menjadi yang terkomplek di dunia. Yaitu mempertimbangkan kendala di antaranya
gaji, yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan terkait menyangkut peralihan sistem yang memerlukan
dengan gaji pokok, tunjangan fungsional dan persiapan matang.
tunjangan struktural serta berbagai macam honor. Banyak pihak yang belum mengetahui
Kedua, dalam sistem pensiun mana pun di dunia, makna istilah pay as you go dan fully funded
premi pensiun merupakan kewajiban dari pegawai dalam pembayaran pensiun. Pay as you go
dan majikan yang mempekerjakan pegawai. adalah sistem pendanaan pensiun yang dibiayai
Dalam hal ini Pemerintah RI sebagai majikan secara langsung oleh pemerintah melalui
tidak pernah melaksanakan kewajibannya. Di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Malaysia, gaji pensiun yang diterima memang (APBN) pada saat pegawai memasuki masa
lebih kecil yakni sebesar 50% (limapuluh persen) pensiun. Sedangkan fully funded sebagaimana
dari gaji pokok yang diterima selama ini, namun disebutkan di atas adalah sistem pendanaan
komponen penggajiannya berbeda dengan yang pensiun yang bersumber dari iuran yang dilakukan
diterapkan di Indonesia. secara bersama-sama oleh PNS sebagai pekerja
Mencermati rendahnya jumlah uang dan pemerintah sebagai pemberi kerja dana yang
pensiun yang diterima ternyata disebabkan terkumpul akan dijadikan anggaran pensiun.
oleh kealpaan pemerintah untuk memberikan Dengan fully funded, beban APBN untuk dana
kontribusi/iuran selaku pemberi kerja atau selaku pensiun akan berkurang.
majikan. Selama ini, uang pensiun dibayar Pembiayaan pensiun dengan system
dari iuran peserta (PNS) sebesar 4% (empat pay as you go dinilai membebani anggaran
persen) setiap bulan ditambah dengan dana negara, karena dana pensiun dianggarkan
Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) setiap tahun sekali dalam APBN, bukan setiap
yang dianggarkan setiap tahun. Kenapa perlu bulan sebagaimana premi yang dibayarkan oleh
dukungan dari APBN, karena iuran dari peserta peserta program, Dengan jumlah PNS sebanyak
tidak cukup untuk membayar total dana pensiunan 4,64 (empat koma enampuluh empat) juta orang
yang semakin lama semakin meningkat, bahkan (2011) maka jumlah PNS yang akan pensiun
saat ini uang yang dibutuhkan untuk membayar semakin bertambah. PNS yang pensiun setiap
86
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

tahunnya sekitar 50 (limapuluh) ribu orang. Di sendiri belum berkontribusi (belum memberikan
banyak negara, sistem pay as you go sudah mulai iuran) untuk mendanai pensiun PNS. Idealnya,
ditinggalkan dan beralih ke sistem fully funded. kontribusi pemerintah sebesar 2X lipat iuran
Perbedaan kedua sistem pensiun tersebut dapat yang diberikan peserta, yakni 8% (delapan
dijelaskan pada tabel berikut. persen). Dalam sistem pay as you go yang
berlangsung selama ini tidak terjadi akumulasi
Tabel 1. dana dan tidak menciptakan cadangan nasional.
Perbedaan Sistem Pensiun Pay as you go dan Fully
Funded Sementara itu dalam sistem pay as you go juga
akan memberatkan pemberi kerja (pemerintah),
Pay as you go Fully Funded tidak menaikkan PDB, tidak mampu menciptakan
1. Sumber Dana Subsidi dari Dikumpulkan lapangan kerja dam tidak menciptakan modal
pemberi kerja dari iuran produktif karena kontribusinya segera disalurkan.
(pemerintah/ bersama,
pengusaha) peserta dan
pemberi kerja Menuju Sistem Pembiayaan Pensiun
Fully Funded
2. Dampak Tidak terjadi Terjadi Keinginan untuk melakukan perubahan
akumulasi akumulasi
dana dana pendanaan pensiun dari sistem pay as you go
sehingga menurut Ermanza (2014) sesungguhnya telah
menjadi dituangkan dalam UU Pensiun PNS, Pasal 2
tabungan
masa depan huruf a: , menjelang pembentukan dan
penyelenggaraan suatu dana pensiun yang
3. Cadangan Tidak Menciptakan akan diatur dengan Peraturan Pemerintah;
keuangan menciptakan cadangan
nasional cadangan keuangan dibiayai sepenuhnya oleh negara, sedangkan
keuangan nasional pengeluaran-pengeluaran untuk pembiayaan itu
nasional dibebankan atas anggaran dimaksud (pay as
4. Dampak Memberatkan Meringankan you go menuju fully funded).
jangka pemberi kerja pemberi kerja Ermanza (2014), selanjutnya, menyebut-
panjang kan bahwa sistem pay as you go merupakan
5. Product Tidak Menaikkan pembayaran pensiun dari APBN saat pegawai
Domestic menaikkan PDB memasuki masa pensiun, besarnya beban
Bruto/PDB PDB
APBN sama dengan besar manfaat yang akan
6. Dampak Tidak Menciptakan dibayarkan. Dalam hal ini hanya ada satu sumber
terhadap menciptakan lapangan
lapangan lapangan kerja dana dan langsung digunakan untuk membayar
kerja kerja manfaat sehingga tidak ada kesempatan
7. Dampak Tidak Menciptakan untuk melakukan investasi. Sementara, sistem
terhadap menciptakan productive pendanaan penuh atau fully funded merupakan
productive productive capital karena suatu sistem pendanaan dimana dana yang
capital capital karena kontribusinya
kontribusinya dikumpulkan dibutuhkan untuk pembayaran pensiun di masa
segera yang akan datang dipenuhi dengan cara di-
disalurkan angsur selama pegawai masih aktif bekerja
yang ditampung dalam suatu tempat, kemudian
Sumber: Subianto, Achmad, 2010, Sistem Jaminan Sosial
Nasional dikelola dan dikembangkan (diinvestasikan).
Ilustrasi mengenai sistem pensiun pay as you go
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tersebut terlihat sebagaimana gambar berikut:
sistem pensiun pay as you go menuntut kon-
tribusi (iuran) dari pemerintah selaku pemberi
kerja. Pada kenyataannya, sampai saat ini iuran
pensiun baru diberikan oleh PNS yaitu sebesar
4% (empat persen), sementara pemerintah
87
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Gambar 1.
Sistem Pensiun PNS: Pay as you go/Unfunded Berdasarkan UU Pensiun PNS dan PP 25/1981

PEMERINTAH

100%

penyerahan dana

1/5 hr Rp. 2,4 T


Rp. 2,4 T

100% pembayaran
pensiun pertama dan
bulanan

PENGELOLA SEBAGAI JURU BAYAR PENSIUNAN


DARI PROGRAM JAMINAN SOSIAL
PENSIUN DAN THT

Gambar di atas mengandaikan anggaran negara melainkan melalui tabungan/asuransi


pensiun sebesar RP 2,4 (dua koma empat) wajib pegawai baik pegawai pemerintah, swasta
triliun, maka Pemerintah selaku pemberi kerja bahkan pekerja di sector informal pun dapat
menyerahkan 100% (seratus persen) dana menjadi peserta EPF (employee provident fund)
pensiun tersebut kepada pengelola sebagai atau disebut Kumpunan Wang Simpanan Pekerja
juru bayar PT. Taspen selanjutnya membayarkan (KWSP). Oleh karena sifatnya tabungan wajib,
dana pensiun tersebut 100% (seratus persen) maka dana akan terkumpul dalam jumlah sangat
untuk pembayaran pensiun pertama dan bulanan besar, dan berdasarkan kesepakatan tertentu
kepada para pensiunan. Dengan kata lain, dana antara pengelola dengan negara maka dana
pensiun yang diserahkan oleh pemerintah tidak tersebut dapat diinvestasikan sehingga nilainya
akan membentuk cadangan keuangan nasional akan semakin membesar. Belum lagi, pemerintah
karena dananya tidak mengendap (bersifat pass- (Malaysia) pun menyetorkan anggaran untuk
on). membayar pensiunan.
Hal ini sangat berbeda dengan system Hal inilah yang dikenal dengan system
pensiun di Malaysia misalnya, dimana pendanaan Fully funded, sebagaimana dapat dilihat pada
pensiun bukan dibebankan sepenuhnya kepada ilustrasi sebagai berikut:

Gambar 2.
Sistem Pensiun PNS: Fully funded Berdasakan UU Pensiun PNS dan PP 25/1981

PEMERINTAH Gaji
PENSIUNAN
Past service
liabilities
(kekurangan
iuran pemberi pendanaan)
kerja 10-12%
iuran peserta 8%

Rp. Komite
Investasi
pasar
modal
Rp.
20-30 thn

pasar uang
Investasi

PEMBAYARAN properti
PENGELOLA SEBAGAI JURU BAYAR 1. pensiun
PENSIUNAN pertama dan
DARI PROGRAM JAMINAN SOSIAL
PENSIUN DAN THT bulanan
2. THT

88
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Dari ilustrasi di atas terlihat dengan untuk buruh/karyawan swasta. PT. Taspen
jelas bahwa sumber pendanaan jaminan sosial merupakan kependekan dari Tabungan dan
pensiun berasal dari kedua belah pihak yaitu Asuransi Pensiun. PT. Taspen merupakan BUMN
pekerja dan pemberi kerja, PNS dan Pemerintah. yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari
Besaran iuran pemerintah lebih besar dari iuran tua dan dana pensiun PNS.
PNS, sehingga akan meningkatkan akumulasi Dalam konteks good corporate governance
dana pensiunnya. Tidak hanya itu, dana pensiun (GCG), maka pengelola dituntut untuk mampu
pegawai pun dapat diinvestasikan baik ke melaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan peru-
dalam pasar modal (saham), pasar uang (valuta sahaan yang baik. Menurut www.adpi.or.id, The
asing), maupun property. Sistem fully funded ini Principles of Good Corporate Governance atau
akan mampu membentuk cadangan keuangan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik
nasional. Menurut Samuelson dan Nordhaus tersebut meliputi:
National saving is the sum of personal, 1. Administrator Responsibilities (tanggung
government and business savings. When nation jawab pengelola)
save a great deal, its capital stock increases 2. Governance Objectives (tujuan pengelolaan)
rapidly and its enjoy rapid growth in its potential 3. Delegated Role and Responsibility (pende-
output. When nations saving rate is low, its legasian peran dan tanggung jawab)
equipment and factories become absolute and its 4. Performance Measure (ukuran/penilaian
infrastructure begins rot away. Negara dengan kinerja)
cadangan keuangan nasional yang besar dan 5. Knowledge and Skill (pengetahuan dan
kuat itu mencerminkan bahwa kesejahteraan keterampilan)
bangsa dan negara tersebut semakin baik dan 6. Availability of Information (ketersediaan
makmur. informasi)
Dalam perspektif politik, perlunya refor- 7. Control Of Risk (pengendalian risiko)
masi system pensiun PNS dari pay as you go 8. Oversight and Compliance (pengawasan
ke fully funded akan mengurangi beban APBN. dan kepatuhan)
Masalahnya, apakah jika diterapkan system fully 9. Tranparency and Accountability (transparansi
funded akan menjamin kesejahteraan pegawai? dan akuntabilitas)
Menurut Sudarsa (2013), jika pegawai tidak 10. Code of Conduct and Conflict of Interest
mendapat manfaat pasti dari penerapan fully (kode etik dan benturan kepentingan).
funded mana penerapan system ini tidak terlalu Selanjutnya, karena pentingnya peran
penting lagi. Secara sederhana, bagaimana dan kedudukan Dana Pensiun, Organisation
system fully funded memerlukan syarat minimal for Economic Co-operation and Development
masa kerja agar iuran yang disetor pegawai (OECD) menetapkan The OECD Guidelines For
bisa memberi manfaat pensiun yang nyata. Pension Fund Governance, atau pedoman bagi
Pada sisi lain, penerapan fully funded menuntut tata kelola dana pensiun, yang terbagi dalam
adanya lembaga pengelola dana pensiun yang pedoman dari aspek stuktur dan aspek proses
lebih kuat, kredibel, transparan dan profesional. atau mekanisme.
Pengumpulan dana pensiun pegawai yang Pedoman tata kelola dari aspek struktur
berasal dari iuran pegawai dan pemerintah bisa meliputi: 1) Identification of responsibilities
dikelola secara lebih baik, misalnya dipadukan (identifikasi tanggung jawab), 2) Governing body
dengan kemungkinan pengembangan dananya (pengurus), 3) Expert advice (penggunaan tenaga
melalui investasi. ahli), 4) Auditor (auditor), 5) Actuary (aktuaris),
Membangun Lembaga Pengelola Dana 6) Custodian (penerima titipan), 7) Accountability
Pensiun Yang Transparan dan Akuntabel (tanggung gugat), dan 8) Suitability (kecukupan
Pengelolaan dana pensiun di Indonesia di- kemampuan/profesionalisme). Sedangkan
amanatkan kepada perusahaan yakni PT. pedoman tatalaksana dari aspek proses atau
Taspen untuk PNS, PT. ASABRI untuk prajurit mekanisme meliputi: 1) Internal Controls
TNI dan anggota POLRI dan PT. Jamsostek (pengawasan internal), 2) Reporting (Pelaporan),
89
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

3) Disclosure (keterbukaan pengungkapan), dan pendanaan pensiun yang bersumber dari iuran
4) Redress (hak usul perbaikan peserta). yang dilakukan secara bersama-sama oleh
Mengelola uang yang sangat besar dan PNS sebagai pekerja dan pemerintah sebagai
milik orang banyak memerlukan profesionalitas pemberi kerja. Selanjutnya, dana yang terkumpul
dari para pengelolanya. Amanah adalah kata akan dijadikan anggaran pensiun. Terbitnya UU-
kunci yang harus senantiasa dipegang oleh para ASN juga ikut andil dalam memberikan harapan
pegawai di lembaga-lembaga pengelola tersebut. terwujudnya sistem pensiun yang manusiawi.
Menurut Suwendi (2009), kasus-kasus malpraktik Pengelolaan dana pensiun diarahkan
manajemen yang pernah melibatkan PT. Taspen menggunakan sistem fully funded sehingga
pada masa lalu menunjukkan bukti keroposnya akan membentuk cadangan keuangan nasional.
mental pengelola dana pensiun. Sebagai contoh, Mengapa bisa? Dengan menggunakan sistem
kasus korupsi dana pensiun sebesar Rp. 98 fully funded akumulasi dana pensiun akan cepat
(sembilan puluh delapan) miliar yang melibatkan terkumpul dalam jumlah besar karena berasal
Kepala Kantor Kas Bank Mandiri Rawamangun dari dua sumber: pekerja dan majikan. Dalam
(Agoes Rahardjo) dan dua rekannya. Modus kaitan ini kontribusi pemberi kerja (Pemerintah)
yang digunakan adalah penggelapan, yaitu dana adalah dua kali lipat atau minimal lebih besar
Rp 110 (seratus sepuluh) miliar yang seharusnya dari kontribusi pekerja (PNS). Guna memberikan
didepositokan di Bank Mandiri Rawamangun manfaat pasti, dana pensiun yang terakumulasi
ternyata oleh pelaku hanya disetorkan Rp 12 tadi dapat diinvestasikan pada usaha yang
(duabelas) miliar, sedangkan sisanya dibawa menguntungkan, apakah di pasar modal, pasar
kabur oleh Agoes Rahardjo dan rekannya, untuk uang, maupun property. Terlebih jika investasi
kerjasamanya ini Agoes Rahardjo mendapat tersebut berupa investasi aktif (bukan pasif
komisi 2,415 (dua koma empat satu lima) miliar seperti deposito) maka dana pensiun tadi
rupiah. akan membawa memberikan keuntungan bagi
Dari contoh tersebut menjadi jelas bahwa pengelola (PT. Taspen). Untuk mendapatkan
untuk dapat melakukan investasi baik di pasar keuntungan (profit) yang diharapkan, diperlukan
modal, pasar uang maupun property dibutuhkan lembaga dan SDM pengelola yang transparan
pelaku-pelaku yang amanah (dapat dipercaya) dan akuntabel. Bukan karena ketidakpercayaan
dengan memegang teguh prinsip dan pedoman kepada pengelola dana pensiun, tetapi hal ini
tata kelola dana pensiun yang baik. Kasus dilakukan untuk menghindari terjadinya kasus-
penggelapan sebagaimana yang pernah terjadi kasus penyelewengan dana milik pensiunan.
pada tahun 2007-2008 tersebut menurut Sudarsa Tindakan korupsi yang dilakukan oleh orang
(2013) dapat diungkap secara cepat apabila dalam maupun rekanan lembaga pengelola dana
terdapat pengawasan internal yang memadai Taspen-merupakan kejahatan luar biasa yang
dan penegakkan (code of conduct). harus diproses secara hukum. Oleh karenanya,
prinsip-prinsip good corporate governance
(GCG) harus dilaksanakan dan ditegakkan bagi
PENUTUP para pelanggarnya.
Banyak cerita sedih mengenai kehidupan
Sistem jaminan sosial pensiun PNS para pensiunan PNS yang hingga hari ini belum
merupakan salah satu bagian sistem jaminan dapat merasakan manfaat dana pensiun secara
sosial nasional, sebagaimana diatur dalam optimal. Jumlah uang pensiun yang diterima pada
UU-SJSN. Dalam hal ini terdapat dua sistem saat memasuki purnabhakti sangat terbatas, pun
pembayaran jaminan sosial pensiun PNS yaitu uang pensiun yang diterima setiap bulannya. Ke
pay as you go dan fully funded. Pay as you go depan jika hal-hal seperti ini tidak ingin terulang,
adalah sistem pendanaan pensiun yang dibiayai maka perlu dilakukan reformasi sistem pensiun
secara langsung oleh pemerintah melalui yang mengedepankan kesejahteraan rakyat
APBN pada saat pegawai memasuki masa yakni melalui perubahan sistem dari pay as
pensiun. Sedangkan fully funded adalah sistem you go menjadi fully funded, pengelolaan dana
90
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pensiun yang amanah, dan yang terpenting dalam aspek struktur maupun mekanisme yang
adalah penegakan sanksi secara adil dan lebih baik ke depannya untuk kesejahteraan
proporsional. pensiunan.

Rekomendasi Penataan Pensiun PNS di


Masa Depan DAFTAR PUSTAKA
Pertama, persoalan belum optimalnya
dana pensiun PNS bagi para pensiunan Achmad, Subianto. 2010. Sistem Jaminan
sebenarnya bukan pada jumlah yang diterima, Sosial Nasional, Jakarta: Penerbit Gibon
namun pada besaran gaji pokok selama Books & Yayasan Bermula Dari Kanan
aktif sebagai PNS. Seyogyanya, komponen- (BERIKAN).
komponen tunjangan dan honor dimasukkan Agun, Gunanjar Sudarsa, 2013, Reformasi
menjadi komponen gaji pokok, sehingga Sistem Pensiun dalam Perspektif Politik
ketika pensiun mereka menerima nilai pensiun disampaikan pada Seminar Nasional
bulanan yang memadai. Dengan kata lain, untuk Grand Design Pensiun: Reformasi Sistem
meningkatkan besaran nilai pensiun bulanan Pensiun PNS di Indonesia, Jakarta: Pusat
kiranya perlu reformasi system penggajian di Kajian Kinerja Sumber Daya Aparatur
Indonesia. LAN.
Kedua, penerapan system fully funded. Ermanza, 2014. Transformasi Sistem Pensiun
Sistem pendanaan pensiun ini sebenarnya PNS disampaikan pada Seminar Nasional
telah diperintahkan dalam UU-ASN yakni Pasal Kepegawaian dalam rangka Hutlan ke-
91 ayat (5), yaitu bahwa sumber pembiayaan 66 BKN, Jakarta: Pusat Pengkajian dan
jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS Penelitian BKN
berasal dari pemerintah selaku pemberi kerja Sulastomo. 2010, Reformasi Jaminan Pensiun,
(Pemerintah) dan iuran pekerja (PNS) yang dalam Harian Kompas, 19 Juni 2010.
bersangkutan. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5
Ketiga, untuk dapat melaksanakan Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
pengelolaan dana pensiun secara ideal maka _______________, Undang-Undang Nomor 11
diperlukan lembaga pengelola yang transparan Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai
dan akuntabel, atau sebutan lain yaitu lembaga dan Janda/Dudanya.
yang amanah. Lembaga atau organisasi berisi _______________, Peraturan Pemerintah Nomor
orang-orang profesional yang bertindak sebagai 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial
pengelola, maka dari itu diperlukan orang-orang Bagi PNS.
yang amanah dalam mengelola dana pensiun. http://id.wikipedia.org/wiki/Taspen, diakses
Program investasi yang dijalankan hendaknya pada tanggal 16 September 2014.
bersifat active income sehingga lebih progresif http://www.adpi.or.id/index.php?option=com_
dalam pencapaian keuntungan maupun lebih content&view=article&id=101:tat
mandiri dibanding passive income melalui pasar akelola-yang-baik-dana-pensiun-
saham, pasar uang (jual beli valas), dan bisnis &catid=8:download&Itemid=7, diakses
properti. pada tanggal 15 September 2014.
Keempat, selain lembaga dan SDM http://suwendi-online.blogspot.com/
pengelola yang amanah, juga penerapan sanksi 2009/04/dana-pensiun-pensiun-swasta.
yang tegas bagi siapapun yang melanggar html, diakses pada tanggal 16 September
dan mengagalkan terwujudnya pensiun yang 2014.
manusiawi yang menjadi harapan para pensiunan http://sistemjaminansosial.blogspot.
di tanah air. com/2011/10/sistem-jaminan-sosial-di-
Kelima, mendorong pengelola agar malaysia.html, diakses pada tanggal 16
mampu dan konsisten menerapkan prinsip- September 2014.
prinsip GCG dan pedoman tata kelola CCG baik
91
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

h t t p : / / w w w. k a b a r 2 4 . c o m / n a s i o n a l /
read/20140122/66/209308/uu-aparatur-
sipil-negara-usia-pensiun-diperpanjang-
11-ribu-pns-tertahan-masa-pensiunnya,
diakses pada tanggal 16 September 2014.

92
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

EVALUASI KEBIJAKAN PENSIUN DINI MELALUI PENDEKATAN


SISTEM HUKUM

EARLY RETIREMENET POLICY EVALUATION THROUGH LEGAL SYSTEM


APPROACH
Tedi Sudrajat
Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman
Jalan H.R. Boenyamin No.708, Grendeng, Purwokerto 53122
e-mail: t_sudrajat@yahoo.com

(Diterima 13 September 2014, Direvisi Pertama 16 September 2014, Direvisi Kedua 20 Oktober 2014,
Direvisi Ketiga 3 November 2014, Diterbitkan 17 November 2014)

Abstrak
Kebijakan pensiun dini dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja pegawai atas dasar profesionalisme yang terkait dengan
kompetensi, yang didalamnya terdapat tingkat penguasaan terhadap ilmu pengetahuan/keterampilan yang diperlukan
oleh jabatan yang akan atau yang sedang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. Jika dalam praktik penataan PNS terdapat
kesenjangan antara yang senyatanya (sein) dengan yang seharusnya (sollen), maka diperlukan evaluasi atas kebijakan guna
mereduksi kesenjangan melalui pendekatan sistem hukum. Berdasarkan analisis, dapat diketahui bahwa saat ini pemerintah
perlu melakukan langkah-langkah kongkrit yang bertujuan untuk mempertautkan antara kepentingan pegawai dengan
organisasi yaitu dengan cara membuat sistem pensiun dini, baik dari aspek substansi, struktur dan budaya hukum guna
mengintegrasikan arah tujuan dan sasaran kebijakan.

Kata kunci : evaluasi kebijakan, pensiun dini, pendekatan sistem hukum

Abstract
Early retirement policies intended to evaluate employees performance based on professionalism which associated with
competency, that includes the mastery level of knowledge and skill required for the position occupied by civil servants. If in the
civil servant management there are gaps between sein and sollen then an evaluation of the policy is required to reduce the gap
through the legal system. Based on the analyses it can be seen that the government should take concrete measures aimed to
join the interests of employees and the organization by creating an early retirement system, both from the substance aspect,
the structure and legal culture in order to integrate the direction of the objectives and policy targets.

Key words: policy evaluation, early retirement, legal system approach

PENDAHULUAN kerja PNS. Namun ironisnya, persoalan efektivitas


dan efisiensi kerja, yang akar masalahnya adalah
Secara konseptual, hukum kepegawaian rendahnya profesionalisme tidak pernah terjawab
selalu diarahkan dalam konteks pembentukan dalam tataran praktik di tubuh birokrasi Indonesia.
sikap dan perilaku Pegawai Negeri Sipil (PNS). Atas dasar itulah, maka wajar ketika hasil PERC
Pola pikir pengembangan ini memiliki arti Ltd, menempatkan Indonesia di urutan ke-10 dari
sebagai pergeseran paradigma dalam sistem 12 negara di Asia dalam hal efisiensi kerja.
pemerintahan dalam rangka menjamin ter- Riyadi (2008) menjelaskan bahwa dalam
selenggaranya tugas-tugas umum pemerintahan tubuh birokrasi akan selalu terkait dengan dua
dan pembangunan secara berdaya guna sumber permasalahan yang kompleks, yaitu per-
dan berhasil guna. Orientasi pada aspek masalahan dari faktor internal maupun eksternal.
pembangunan kemudian menciptakan peran Faktor internal berkaitan dengan perilaku admi-
PNS sebagai pelaksana peraturan perundang- nistratif maupun perilaku organisasi. Adapun
undangan, pelaksana fungsi manajemen pela- faktor eksternal menyangkut kepercayaan
yanan publik dan pengelola pemerintahan. Ketiga masyarakat yang rendah terhadap birokrasi.
peran inilah yang seharusnya menjadi tuntutan Sumber permasalahan tersebut sebenarnya
akan tumbuhnya profesionalisme di lingkungan mengarahkan pada tujuan berupa reformasi
93
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

birokrasi berupa perubahan kinerja birokrasi telaah lebih lanjut guna mengantisipasi ragam
dalam bentuk peningkatan profesionalisme dan persoalan kedepannya, baik dari aspek penataan
kualitas pelayanan publik serta dihapuskannya SDM maupun pendanaannya. Dasar pemikiran
praktik-praktik penyelewengan birokrasi. dari evaluasi atas sistem pensiun dini meliputi :
Dalam perjalanan di era reformasi, telah 1. PNS seharusnya dapat menjadi competitive
banyak upaya yang dilakukan oleh lembaga advantage dan added value bagi organisasi
kepegawaian untuk menjawab tuntutan reformasi. melalui penempatan SDM yang ahli dan
Konsepsi yang acapkali didengungkan adalah handal guna menghasilkan value added
good governance melalui langkah-langkah bagi organisasi. Idealnya, penempatan
strategis yang didukung oleh kebijakan dari yang proporsional dan professional akan
masing-masing pemegang kewenangan. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang kom-
tataran praktis, konsep ideal tersebut terbelenggu petitif, namun praktiknya tidak semua PNS
oleh dua faktor penghambat yaitu Pertama, dapat mengikuti ritme kompetisi sehingga
kepentingan lembaga. Masing-masing lembaga hasil evaluasi kinerja akan dapat menjadi
memiliki wewenang untuk membuat kebijakan, dasar penerapan kebijakan pensiun dini;
akibatnya adalah kebijakan yang sektoral, tidak 2. Kuantitas tidak selalu linier dengan kualitas
terintegrasi dan tidak menemui sasaran; Kedua, SDM. Secara menahun, kuantitas yang besar
Sumber Daya Manusia Aparatur yang tidak akan menambah beban pengeluaran bagi
mampu untuk menerapkan kebijakan. pemerintah. Problematika ini terjadi ketika
Berdasarkan kajian hukum, faktor kepen- beban pengeluaran APBN dan APBD banyak
tingan lembaga sudah dapat terjawab dengan terserap untuk belanja pegawai. Apabila
dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun pemerintah konsisten dengan konsep minus
2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU-ASN) growth system dalam pengadaan PNS, maka
yang secara tegas membagi kewenangan dalam seharusnya beban pengeluaran belanja
pembuatan kebijakan di bidang kepegawaian, pegawai setiap tahunnya semakin berkurang
baik bagi Badan Kepegawaian Negara (BKN), karena input pegawai lebih rendah dibanding
Lembaga Administrasi Negara (LAN) maupun output. Realitasnya, evaluasi manajemen
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara kepegawaian tidak berjalan sesuai konsep
dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Adapun dan menciptakan organisasi yang gemuk
faktor Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur namun miskin fungsi. Permasalahan ini
dapat terjawab melalui proses dalam manajemen perlu diberikan solusi dengan menciptakan
kepegawaian, khususnya dalam hal penataan organisasi ramping dan kaya fungsi dengan
PNS guna memperoleh kuantitas, kualitas, memperketat proses pengadaan dan
komposisi dan distribusi pegawai yang tepat melakukan pembinaan SDM aparatur. Jika
sesuai dengan kebutuhan organisasi, sehingga proses telah dilaksanakan namun sasaran
dapat mewujudkan visi dan misi organisasi belum tercapai, maka diperlukan evaluasi
menjadi kinerja nyata. Apabila telah dievaluasi, internal dari aspek SDM yang mengarahkan
namun PNS yang bersangkutan tidak memenuhi pada pemberdayaan SDM yang kompeten
kriteria sebagaimana dimaksud dalam Peraturan dan mereduksi SDM yang dianggap kurang
Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor berperan dengan menerapkan pensiun dini.
37 Tahun 2011 tentang Pedoman Penataan Dewasa ini, memasuki situasi transisi
Pegawai Negeri Sipil (Perka BKN Penataan dan perubahan yang sangat cepat, kebijakan
PNS), maka terdapat alternatif akhir dalam fase di Indonesia memiliki banyak catatan untuk
evaluasi kebijakan yaitu pemberian pensiun yang dikaji. Dalam kaitan tersebut, maka kebijakan
dipercepat atau seringkali dinamakan pensiun harus dicermati sebagai sebuah tatanan,
dini. baik transedental, sosial dan politik yang
Dalam konteks manajemen kepegawaian, pengkajiannya secara utuh (holistik) dan dinamis,
kebijakan pensiun dini merupakan solusi yang baik secara evolutif maupun revolusioner. Salah
menimbulkan implikasi, karenanya diperlukan satu kebijakan yang perlu ditindaklanjuti secara
94
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

tepat adalah kebijakan pensiun dini bagi PNS. PEMBAHASAN


Guna menerapkan kebijakan ini, terdapat pokok
masalah berupa Pertama, walaupun program Dalam konteks hukum, kebijakan pensiun
pensiun dini terkandung dalam norma, namun dini merupakan bagian dari permasalahan
substansi kebijakan ini masih bernuansa yang timbul di masyarakat sebagai agenda
politis dan sektoral. Untuk mengantisipasi per- tetap bagi pembuat kebijakan untuk mencari
masalahan trersebut diperlukan argumentasi dan solusi yang terbaik dalam pemecahannya.
rasionalisasi hukum yang dapat menciptakan Pembuat kebijakan yang dimaksud adalah
kepastian, keadilan dan kemanfaatan; Kedua, para pejabat-pejabat publik termasuk pegawai
program ini masih menciptakan dilema senior pemerintah (public bueruecrats) yang
bagi pemerintah karena disatu sisi akan ber- tugasnya tidak lain adalah untuk memikirkan dan
imbas pada berkurangnya SDM Aparatur, memberikan pelayanan demi kebaikan publik/
namun disisi lain akan menambah beban kemaslahatan umum (public good). Nugroho
pengeluaran. Problematika ini memerlukan (2003) mengungkapkan jenis-jenis dari kebijakan
solusi yang komprehensif, baik dari aspek SDM, yang terbagi menjadi dua, yaitu kebijakan
ketatalaksanaan dan kelembagaan. Mencermati dalam bentuk peraturan-peraturan pemerintah
kedua pokok masalah di atas, maka tujuan yang yang tertulis dalam bentuk peraturan-peraturan
diharapkan adalah : pemerintah yang tertulis dalam bentuk peraturan
1. Menguraikan ragam persoalan kebijakan perundangan, dan peraturan-peraturan yang
pensiun dini bagi PNS dari aspek substansi, tidak tertulis namun disepakati, yaitu yang disebut
struktur dan budaya hukum; sebagai konvensi-konvensi. Nugroho (2003)
2. Rasionalisasi kebijakan pensiun dini bagi menjelaskan pula ciri-ciri khusus yang melekat
PNS dalam perspektif hukum kepegawaian. dalam pada kebijakan negara adalah:
Mencermati problematika yang terjadi, 1. Kebijakan negara lebih merupakan tindakan
maka penelitian ini akan menganalisis mengenai yang mengarah pada tujuan daripada
kebijakan pensiun dini melalui pendekatan sistem sebagai perilaku atau tindakan yang serba
hukum yang meliputi substansi, struktur dan acak dan kebetulan, dan merupakan
budaya hukum. Pemahaman secara komprefensif tindakan yang direncanakan;
akan mengarahkan kebijakan ini sebagai sarana 2. Kebijakan pada hakikatnya terdiri atas
untuk menjawab problematika kualitas SDM tindakan-tindakan yang saling terkait dan
aparatur, melalui konsep-konsep hukum dan berpola mengarah pada tujuan tertentu yang
hubungannya yang independen dengan asas- dilakukan oleh pejabat-pejabat pemerintah
asas dan nilai-nilai non hukum. Penelitian ini dan bukan merupakan keputusan-keputusan
didasarkan pada pendekatan sistem hukum, baik yang berdiri sendiri;
telaah dari aspek substansi, struktur dan budaya 3. Kebijakan bersangkut paut dengan apa yang
yang melihat hukum sebagai manifestasi dari senyatanya dilakukan pemerintah dalam
makna-makna simbolik dan mencari hubungan bidang-bidang tertentu;
antara faktor hukum dan faktor non-hukum. 4. Kebijakan mungkin berbentuk positif,
Analisis yang digunakan secara kualitatif, yang mungkin pula negatif. Dalam bentuknya
dimaksudkan untuk menelaah tentang kebijakan yang positif, kebijakan negara mungkin
pensiun dini yang selaras dengan norma akan mencakup beberapa bentuk tindakan
hukum, teori hukum dan doktrin hukum serta pemerintah yang dimaksudkan untuk mem-
aspek non-hukum lainnya. Untuk menemukan pengaruni masalah tertentu; sementara
makna hukumnya digunakan beberapa model dalam bentuknya yang negatif, kebijakan
interpretasi, baik secara gramatikal maupun kemungkinan meliputi keputusan-keputusan
sistematis. pejabat pemerintah untuk tidak melakukan
tindakan apapun dalam masalah-masalah
di mana campur tangan pemerintah justru
diperlukan.
95
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Mencermati hal di atas, maka kebijakan system? a kind of still photograph, which
selalu bersangkut paut dengan apa yang freezes the action.
senyatanya dilakukan pemerintah dalam bidang- Dalam kaitannya dengan proses hukum,
bidang tertentu dan bentuknya berupa hukum struktur hukum di sini berupa lembaga-
dalam arti yang luas. Pada prinsipnya, hukum lembaga negara dan pemerintahan yang
merupakan sebuah proses yang dipengaruhi lingkup tugasnya terkait dengan pelaksaan
oleh suatu sistem. Dalam hal ini sistem hukum. Di dalam lembaga itu bekerja para
diartikan oleh Purwadarminta (1982). sebagai aparat penegak hukum dan pemerintahan
sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya) yang menjadi tulang punggung bekerjanya
yang bekerja bersama-sama untuk melakukan sistem hukum. Dalam konteks kepegawaian,
suatu maksud (Definisi yang kurang lebih sama keberadaan lembaga-lembaga seperti
diberikan oleh Blacks Law Dictionary (1990), Komisi Aparatur Sipil Negara, Inspektorat
yang mengartikan sistem sebagai Orderly Jenderal adalah contoh konkret dari struktur
combination or arrangement, as of particulars, hukum dalam penerapan hukum. Setiap
parts, or elements into a whole; especially such lembaga di atas memiliki peran sesuai
combination according to some rational principle. dengan kewenangan masing-masing.
Mertokusumo (1991) mengibaratkan sistem 2. Komponen kedua dari sistem hukum
hukum sebagai gambar mozaik, yaitu gambar adalah substansi, yaitu ... the actual rules,
yang dipotong-potong menjadi bagian-bagian norms, and behavior patterns of people
kecil untuk kemudian dihubungkan kembali, inside the system. Definisi ini menunjukkan
sehingga tampak utuh seperti gambar semula. pemaknaan substansi hukum yang lebih
Masing-masing bagian tidak berdiri sendiri lepas luas daripada sekadar stelsel norma formal
hubungannya dengan yang lain, tetapi kait- (formele normenstelsel). Friedman (1984)
mengait dengan bagian-bagian lainnya. Tiap memasukkan pula pola-pola perilaku sosial
bagian tidak mempunyai arti di luar kesatuan itu. dan norma-norma sosial selain hukum,
Di dalam kesatuan itu tidak dikehendaki adanya sehingga termasuk juga etika sosial seperti
konflik atau kontradiksi. Kalau sampai terjadi asas-asas kebenaran dan keadilan. Dalam
konflik, maka akan segera diselesaikan oleh dan konteks kepegawaian, substansi hukum ini
di dalam sistem itu sendiri. meliputi peraturan perundang-undangan
Berbicara tentang sistem hukum berarti yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang
berbicara tentang sesuatu yang berdimensi berwenang. Namun bukan itu saja, asas-asas
sangat luas. Secara mudah sistem hukum dapat hukum yang tertulis maupun tidak tertulis
dibedakan menjadi tiga komponen, yakni: juga termasuk kriteria ini. Apa yang disebut
1. Komponen pertama adalah struktur hukum. dengan kebiasaan dalam pemerintahan
Menurut Friedman (1984), yang dimaksud adalah cerminan dari substansi hukum
dengan suatu struktur sistem hukum adalah: sepanjang berakar pada pandangan hidup
... its skeleton or framework, the durable part, (falsafah) yaitu Pancasila.
which gives a kind of shape and definition 3. Komponen ketiga dari sistem hukum adalah
to the whole.... The structure of a legal budaya hukum, yang diartikan oleh Friedman
system consists of elements of this kind: the (1986) sebagai:
number and size of courts; their jurisdiction ... peoples attitudes toward law and legal
(that is, what kind of cases they hear, and system? their beliefs, values, ideas, and
how and why); and modes of appeal from expectations. The legal culture, in other
one court to another. Structure also means words, is the climate of sosial thought and
how the legislature is organized, how many sosial force which determines how law is
members..., what a president can (legally) used, avoided, or abused.Without legal
do or not do, what procedures the police culture, the legal system is inert? a dead fish
department follows, and so on. Structure, in lying in a basket, not a living fish swimming
a way, is a kind of cross section of the legal in its sea.
96
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Budaya hukum juga dapat diberikan batasan terdapat pendekatan moral. Pendekatan moral
yang sama dengan kesadaran hukum. terhadap hukum menegaskan bahwa hukum
Konsep kesadaran hukum ini dibedakan adalah berakar pada kepercayaan-kepercayaan
oleh J.J. von Schmid (dalam Hartono: tentang karakter alami manusia (the nature
1976) dengan konsep perasaan hukum. of human being) dan juga berdasarkan pada
Menurutnya, perasaan hukum merupakan kepercayaan tentang apa yang benar dan apa
produk penilaian masyarakat secara spontan yang tidak benar. Perhatian terhadap hukum
yang tentu saja bersifat subjektif, sedangkan adalah terfokus pada tuntutan bahwa hukum
kesadaran hukum lebih merupakan hasil harus mengekspresikan suatu moralitas umum
pemikiran, penalaran, dan argumentasi yang (a common morality) yang didasarkan pada
dibuat oleh para ahli, khususnya ahli hukum. suatu konsensus tentang apa yang secara
Kesadaran hukum adalah abstraksi (para moral dianggap salah dan benar. Berdasar hal
ahli) mengenai perasaan hukum dari para tersebut, maka perlu adanya penataan kembali
subjek hukum. Dalam konteks pembicaraan secara simultan mengenai ekonomi, politik dan
tentang sistem hukum ini, tentu saja yang membangun budaya hukum yang dilandasi oleh
dimaksud dengan budaya hukum ini adalah nilai-nilai dasar negara yang terumus secara
kesadaran hukum dari subjek-subjek hukum normatif. Selain itu, Warassih (2005) mengatakan
suatu komunitas secara keseluruhan. dalam mengimplementasikan nilai-nlai dasar itu
Mencermati ketiga sistem tersebut, pun tidak boleh mengabaikan aspek realien der
terdapat unsur-unsur yang dapat mewujudkan gesetzgebung, berupa kenyataan sosial ditingkat
sistem hukum berupa: domestik maupun internasional.
1. Unsur idiil. Unsur ini terbentuk oleh sistem
makna dari hukum, yang terdiri atas aturan- Analisis Substansi Kebijakan Pensiun Dini
aturan, kaidah-kaidah, dan asas-asas. Unsur Dalam konsep negara hukum, pemerintah
inilah yang oleh para yuris disebut sistem dan lembaga-lembaga negara lain dalam
hukum.; menjalankan aktifitasnya harus dilandasi oleh
2. Unsur operasional. Unsur ini terdiri atas hukum dan dapat dipertanggungjawabkan
keseluruhan organisasi-organisasi dan secara hukum. Hukum disini adalah dalam
lembaga-lembaga, yang didirikan dalam arti luas, tidak semata-mata undang-undang
suatu system hukum. Yang termasuk ke termasuk didalamnya hukum hukum tidak
dalamnya adalah juga para pengemban tertulis. Negara hukum Indonesia bukanlah
jabatan (ambtsdrager), yang berfungsi dalam konsep negara hukum dalam pengertian hukum
kerangka suatu organisasi atau lembaga; formal, melainkan negara hukum dalam arti
3. Unsur aktual. Unsur ini adalah keseluruhan materil, yang didalamnya tercakup pengertian
putusan-putusan dan perbuatan-perbuatan bahwa negara tidak hanya melindungi segenap
konkret yang berkaitan dengan sistem bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki kewajiban
makna dari hukum, baik dari para pengemban untuk memajukan kesejahteraan umum dan
jabatan maupun dari para warga masyarakat, mencerdaskan kehidupan bangsa.
yang di dalamnya terdapat sistem hukum itu. Salah satu bentuk kongkrit penerapan
Berdasarkan sistem hukum tersebut, hukum untuk kesejahteraan umum adalah
maka hukum sebagai gejala sosial mengandung memberikan pelayanan publik oleh pemerintah.
berbagai aspek, faset, ciri, dimensi waktu dan Dalam kaitan ini, PNS sebagai alat pemerintah
ruang serta tatanan abstraksi yang majemuk. (aparatur pemerintah) memiliki keberadaan
Oleh karena itu, hukum dapat dikaji secara yang sentral dalam membawa komponen
rasional, sistematikal dan metodikal dari berbagai kebijaksanaan-kebijaksanaan atau peraturan-
sudut pandang dan pendekatan. Pendekatan ini peraturan pemerintah guna terealisasinya tujuan
lebih melihat hukum sebagai bangunan sosial nasional. Komponen tersebut terakumulasi oleh
(sosial institution) yang tidak terlepas dari Hartini (2008) dalam bentuk pendistribusian
bangunan sosial lainnya, termasuk didalamnya tugas, fungsi dan kewajiban PNS. Dengan adanya
97
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

pergeseran paradigma dalam pelayanan publik, menjelaskan bahwa PNS akan mendapatkan
secara otomatis hal tersebut akan menciptakan jaminan pensiun dengan syarat :
perubahan sistem dalam hukum kepegawaian 1. telah mencapai usia sekurang-kurangnya
dengan adanya penyesuaian-penyesuaian 50 (limapuluh) tahun dan mempunyai masa-
dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewajiban kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20
dari PNS meliputi penataan kelembagaan (duapuluh) tahun;
birokrasi pemerintahan, sistem, dan manajemen 2. Oleh badan/pejabat yang ditunjuk oleh
kepegawaian. Kementerian Kesehatan (Tim Penguji
Tujuan Penataan PNS adalah untuk Kesehatan PNS) dinyatakan tidak dapat
memperbaiki, komposisi dan distribusi PNS pada bekerja lagi dalam semua jabatan negeri
setiap instansi Pusat dan Daerah sehingga PNS karena keadaan jasmani atau rohani yang
dapat didayagunakan secara optimal dalam disebabkan oleh dan karena ia menjalankan
rangka meningkatkan kinerja instansi pemerintah. kewajiban jabatannya;
Adapun sasaran yang ingin dicapai berupa : 3. mempunyai masa-kerja sekurang-kurangnya
1. Terjadinya kesesuaian antara jumlah empat tahun dan oleh badan/pejabat yang
dan komposisi PNS dengan kebutuhan ditunjuk oleh Departemen Kesehatan ber-
masing-masing organisasi yang telah ditata dasarkan peraturan tentang pengujian
berdasarkan visi dan misi sehinga setiap kesehatan pegawai negeri, dinyatakan tidak
PNS mempunyai kejelasan tugas dan dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun
tanggung jawab; juga karena keadaan jasmani atau rokhani,
2. Terciptanya kesesuaian antara kompetensi yang tidak disebabkan oleh dan karena ia
yang dimiliki PNS dengan syarat jabatan; menjalankan kewajiban jabatannya;
3. Terdistribusnya PNS secara proporsional di 4. PNS yang mengalami penyederhanaan
instansi Pusat dan Daerah sesuai dengan organisasi, telah selesai menjalankan
beban kerja masing-masing; kewajiban negara namun tidak dipekerjakan
4. Tersusunnya program pendidikan dan kembali sebagai PNS ataupun karena
pelatihan yang mendukung peningkatan alasan-alasan dinas lainnya dapat diber-
kompetensi jabatan; hentikan dengan hak pensiun jika telah
5. Tersusunnya sistem penggajian yang adil, memiliki usia minimal 50 tahun dan memiliki
layak, dan mendorong peningkatan kinerja; masa kerja pensiun minimal 10 tahun. Untuk
6. Terlaksananya sistem penilaian kinerja yang pemberhentian jenis ini, PNS tersebut dapat
objektif. terlebih dahulu diberikan uang tunggu
Apabila tujuan dan sasaran tidak dapat Konsepsi jaminan pensiun diarahkan pada
terlaksana, khususnya dalam hal menilai proporsionalitas antara hak (prestasi) dengan
kompetensi dan kinerja dari PNS, maka terdapat kewajiban (kontraprestasi) melalui alat ukur
salah satu langkah alternatif sebagai tahap akhir berupa pemberhentian dengan hormat karena:
evaluasi yaitu memberikan pensiun. Dalam a. meninggal dunia; b. atas permintaan sendiri
lingkup manajemen kepegawaian, pensiun dengan usia dan masa kerja tertentu; c. mencapai
merupakan bagian dari hak pegawai sebagai batas usia pensiun; d. perampingan organisasi
jaminan kesejahteraan dan perlindungan atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan
kesinambungan penghasilan hari tua, sebagai pensiun dini; atau e. tidak cakap jasmani dan/
hak dan sebagai penghargaan atas pengabdian atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan
PNS. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua tugas dan kewajiban. Mengenai definisi pensiun
sebagaimana dimaksud mencakup jaminan dini, sebenarnya dalam Pasal 9 UU Pensiun PNS
pensiun dan jaminan hari tua yang diberikan tidak disebutkan secara tegas, namun dalam
dalam program jaminan sosial nasional. Lampiran Kepmenpan Nomor: Kep/23.2/M.
Pasal 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun Pan/2004 dijelaskan bahwa pensiun dini adalah
1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun pemberhentian dengan hak pensiun bagi PNS
Janda/Duda Pegawai (UU Pensiun PNS) yang belum mencapai Batas Usia Pensiun.
98
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Mencermati hal diatas, maka terdapat b. Melakukan tindak lanjut hasil penilaian
permasalahan tafsir dan cara pandang dari kompetensi dengan memberlakukan PP
pensiun dini yang belum diatur secara tegas Pemberhentian PNS dengan alternatif
dalam peraturan. Permasalahan tafsir yang sebagai berikut :
muncul meliputi: 1) Bagi PNS yang telah mempunyai
1. Tidak adanya kejelasan syarat dari pensiun masa kerja minimal 10 tahun dan
dini. Jika dianalisis lebih dalam, unsur-unsur usia minimal 50 (limapuluh) tahun,
yang harus dipenuhi dalam pensiun dini dapat langsung dipensiunkan
adalah permohonan pemberhentian atas dengan memperoleh hak pensiun.
permintaan sendiri, usia dan masa kerja 2) Bagi PNS yang belum mempunyai
yang memenuhi syarat, dan belum men- masa kerja 10 (sepuluh) tahun,
capai BUP. Mendasarkan unsur tersebut, namun telah mencapai usia minimal
pensiun dini dapat diberikan jika ketiga 45 (empat puluh lima) tahun di-
unsur tersebut dipenuhi dengan disertai berikan uang tunggu selama 1 (satu)
alasan yang tepat. Untuk menguraikan tahun dan dapat diper panjang
alasan, maka diperlukan kondisi lain yang sampai 5 (lima) tahun. Apabila
mendukung dikeluarkannya kebijakan, dapat dalam masa menerima uamg tunggu
berupa perampingan organisasi atau ke- PNS yang bersangkutan telah
bijakan pemerintah yang mengakibatkan mencapai usia 50 (limapuluh) tahun
pensiun dini; atau tidak cakap jasmani dan mempunyai masa kerja minimal
dan/atau rohani sehingga tidak dapat 10 (sepuluh) tahun, maka yang
menjalankan tugas dan kewajiban sebagai- bersangkutan dapat dipensiunkan
mana dijelaskan dalam Peraturan Peme- dengan memperoleh hak pensiun.
rintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Apabila sampai berakhir masa uang
Pemberhentian PNS (PP Pemberhentian tunggu, PNS yang bersangkutan:
PNS). Artinya, titik tolak pemberian pensiun a) Sudah mempunyai masa kerja
dini adalah penilaian dari pembuat kebijakan 10 tahun tetapi belum mencapai
bukan dari syarat pengajuan pensiun dini. usia 50 (limapuluh) tahun,
Karena itu, pengaturan tentang ukuran maka yang bersangkutan di-
(penilaian) pemberian pensiun dini harus pensiunkan namun pensiunnya
terjabarkan secara detail baik kuantitatif baru diterima saat yang ber-
maupun kualitatif guna memberikan ke- sangkutan telah mencapai usia
pastian, keadilan dan kemanfaatan bagi 50 (limapuluh) tahun.
seluruh PNS ; b) Belum mempunyai masa kerja
2. Berdasarkan Lampiran Perka BKN Penataan 10 (sepuluh) tahun dan belum
PNS ditafsirkan bahwa : mencapai usia 50 (limapuluh)
a. Pemerintah melaksanakan program tahun, dapat diberhentikan
pensiun dini melalui kegiatan sebagai sebagai PNS tanpa mem-
berikut : peroleh hak pensiun.
1) Melakukan identifikasi PNS yang Jika dianalisis substansi aturan diatas, maka
akan mengikuti program diklat dan sepertinya pemerintah kesulitan mem-
mengikuti program pensiun dini bedakan antara pemberhentian dengan
berdasarkan PP Pemberhentian hormat atas permintaan sendiri dengan pem-
PNS; berhentian tidak dengan hormat. Seharusnya
2) Melaksanakan program pensiun terdapat kebijakan yang tegas bahwa yang
dini dengan menggunakan PP dimaksudkan dengan pensiun dini hanya
Pemberhentian PNS khususnya diperuntukan bagi PNS yang dinilai layak
mengenai kelebihan PNS dalam diberikan jaminan kesejahteraan (hak
organisasi. pensiun) berdasarkan kompetensi, namun
99
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

terdapat kondisi (internal dan ekstenal) yang tentang sistem pensiun, yang didalamnya
mempengaruhi kinerja. Karena itu, syarat terdapat bagian tentang pensiun dini.
pensiun dini adalah adanya permohonan
pensiun atas permintaan sendiri yang Analisis dari Aspek Struktur Hukum
diobyektifkan dengan penilaian pembuat Permasalahan pensiun dini bukan
kebijakan. Adapun PNS yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan substansi yang masih
memenuhi syarat dan dianggap tidak kom- abstrak, namun berkaitan pula dengan struktur
peten diberhentikan dengan tidak hormat (kelembagaan) dalam proses (pengajuan dan
dan tidak diberikan hak pensiun. Hal ini penilaian permohonan) pensiun dini. Struktur
didasarkan pada pemikiran bahwa PNS hukum dalam konteks kepegawaian adalah
tersebut dianggap tidak kompeten, walaupun pejabat berwenang yang memberikan penilaian,
telah diberikan pembinaan secara masif. meliputi:
Karena itu, pemerintah yang membuat 1. Presiden,
kebijakan memberhentikan PNS karena 2. Menteri,
tidak membutuhkan jasanya, bukan atas 3. Gubernur,
dasar permohonan pengajuan pensiun atas 4. Bupati/walikota,
permintaan sendiri. 5. Perwakilan RI di luar negeri
3. Secara substansial, kebijakan pensiun dini Melihat dan menyikapi poin-poin di atas,
dapat diberikan sepanjang PNS tersebut maka dapat diketahui bahwa dalam proses
dianggap tidak kompeten dan menambah penilaian pensiun dini, pejabat di lingkungan
beban pemerintah. Artinya, pensiun dini pusat dapat mendelegasikan kewenangannya
bukan masalah usia dan masa kerja, kepada kementerian atau instansi dibawahnya.
namun lebih pada profesionalisme kerja Adapun dalam konteks otonomi, setiap daerah
sehingga titik tekan dalam pensiun dini diberikan kewenangan untuk membuat kebi-
adalah kompetensi. Seharusnya, sistem jakan kepegawaiannya masing-masing. Melalui
pensiun dini dapat terbagi dua format yaitu mekanisme secara berjenjang, pejabat yang
pegawai yang usianya 50 (limapuluh) tahun berwenang menilai adalah atasan langsung dari
dan sudah bekerja di instansi pemerintah PNS. Artinya, penilaian dilakukan oleh pejabat
selama 20 (duapuluh) tahun, atau PNS yang yang notabene merupakan bagian dalam
belum berusia 50 (limapuluh) tahun dan lingkungan kerja. Hal ini menimbulkan asumsi
belum bekerja di instansi pemerintah selama bahwa si pejabat yang menilai dan PNS yang
20 (duapuluh) tahun dengan syarat berupa mengajukan pensiun dini merupakan bagian
kompetensi dan standar jabatannya sudah dalam sistem yang mempunyai ikatan emosional
tidak dibutuhkan oleh organisasi. Hal ini dan psikologis dalam lingkungan kerjanya.
berarti pula PNS yang sudah memiliki masa Hal ini akan menimbulkan permasalahan
kerja 20 (duapuluh) tahun dan berusia lebih dalam hal penilaian yang cenderung ke arah
dari 50 (limapuluh) tahun diperbolehkan subjektivitas, apalagi ditambah tidak adanya
pensiun dini, karena yang diperbolehkan kriteria/parameter dalam hal penilaiannya.
hanya pegawai yang tidak dibutuhkan oleh Karena itu, proses pengajuan pensiun dini
organisasi, atau pegawai tersebut tidak masih bersifat parsial, artinya kebijakannya
bisa diredistribusikan ke unit-unit organisasi dikembalikan pada masing-masing organisasi
lain. Karena itu, dalam mengajukan pensiun yang membawahi PNS yang bersangkutan,
dini harus terdapat rasionalitas dalam tanpa disertai kewenangan, mekanisme, dan
menyampaikan suatu alasan secara tepat jangka waktu. Hal ini kemudian menciptakan
dan berdasar pada fakta, norma dan implikasi hukum berupa standar yang berbeda
penilaian secara obyektif oleh pejabat yang antara organisasi satu dengan lainnya. Karena
berwenang; itulah didalam struktur hukum diperlukan
Berdasarkan analisis substansi di atas, maka kewenangan yang jelas sehingga dapat diukur
diperlukan kebijakan berbentuk peraturan keabsahan hukumnya.
100
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Berdasar hal tersebut, maka dalam berwenang) dan substansi hukum bekerja dan
konteks struktur hukum perlu dibangun sistem berlaku untuk seluruh PNS, tetap saja terbuka
yang netral dan independen. Apabila di analisis kemungkinan adanya perbedaan tentang pola
dari perspektif hukum, program pensiun dini kerja dan penerapan hukumnya. Hal ini menurut
memang memberikan celah karena sifat Sudrajat (2008), terjadi karena ada interaksi
pengaturannya yang masih abstrak dan antara pejabat, hukum yang berlaku, dan budaya
dalam penerapannya belum terbentuk sistem kerja yang terbangun. Dalam hal ini, faktor
yang terintegrasi, baik dari aspek planning, budaya kerja PNS dapat dikategorikan sebagai
implementing dan evaluating. Hal ini terlihat jelas permasalahan yang harus diberikan perhatian
dengan tidak adanya aturan yang bersifat teknis- khusus dalam sistem kepegawaian Indonesia.
mekanis tentang pensiun dini. Seharusnya, Atas dasar substansi dan struktur yang
sebelum menerapkan kebijakan diperlukan belum tegas pengaturannya, maka secara
pola hubungan melalui dasar penentuan tugas sosiologis menimbulkan implikasi dalam bentuk
dan wewenang dari masing-masing pemegang sikap tindak PNS yang banyak memanfaatkan
kebijakan. Konsep ini dapat menjadi pengukur celah hukum untuk mengajukan pensiun dini
apakah hak dan kewajiban telah dijalankan melalui cara :
sebagaimana mestinya atau telah terjadi 1. Alasan usia yang memenuhi persyaratan.
tindakan melampaui wewenang (detournement PNS yang telah berusia minimal 50
de pouvoir), atau telah terjadi penyalahgunaan (limapuluh) tahun dan memiliki masa kerja
wewenang (misbruik van recht). Sebaliknya, minimal untuk pensiun sekurang-kurangnya
hak dan kewajiban memungkinkan pejabat 20 (duapuluh) tahun dapat diberhentikan
atau pemangku jabatan melakukan tindakan- dengan tetap mendapatkan hak pensiun
tindakan, baik tindakan hukum atau tindakan pegawai meskipun dia belum mencapai Batas
konkrit tertentu (recht-en feitelijke handelingen). Usia Pensiun (BUP), sepanjang usianya
Tanpa hak dan kewajiban, segala tugas dan telah mencapai minimal 50 (limapuluh) tahun
wewenang tidak dapat diwujudkan secara konkrit dan memiliki masa kerja pensiun minimal 20
(dalam bentuk tindakan-tindakan). (duapuluh) tahun. Dalam pengertian ini, jika
Adapun segala sesuatu yang tidak di- seorang PNS telah memenuhi batasan usia,
wujudkan dalam suatu bentuk tindakan konkrit, maka secara administratif telah memenuhi
tidak akan dapat dipertanggungjawabkan pengajuan pensiun dini;
atau dimintakan pertanggung-jawaban. Hal 2. Ketika alasan pertama sudah terpenuhi,
inilah yang membawa konsekuensi, selain ada maka dimungkinkan PNS menggunakan
pemangku jabatan harus ada pula pranata alasan berupa kesehatan yang menurun
dalam jabatan sehingga pola hubungan yang yang mengakibatkan terhambatnya aktivitas
didalamnya terkandung hak dan kewajiban dapat kerja sehingga aktivitas menjadi tidak
diidentifikasi dari aspek hukum. efektif dan menimbulkan implikasi berupa
terganggunya pekerjaan;
Analisis dari Aspek Budaya Hukum 3. Alasan efesiensi kelembagaan. Guna men-
Menurut Darmodiharjo dan Shidarta ciptakan efisiensi kerja, saat ini banyak
(1996), budaya hukum dapat diberikan batasan terjadi perampingan personalia (downsizing),
yang sama dengan kesadaran hukum. Kesadaran akibat adanya organisasi yang lebih datar
hukum adalah abstraksi (para ahli) mengenai (flat organization). Organisasi pyramidal
perasaan hukum dari para subjek hukum. Dalam dengan 7-10 lapis kini mulai disederhanakan
konteks pembicaraan tentang sistem hukum ini, menjadi hanya 3-4 lapis. Bentuk piramida
tentu saja yang dimaksud dengan budaya hukum kini dianggap kuno, tradisional, out of style,
menurut J.J. von Schmid (dalam Hartono: 1976) rantai komando semakin tidak diikuti. Atas
adalah kesadaran hukum dari subyek-subyek dasar itulah kemudian dijadikan alasan untuk
hukum suatu komunitas secara keseluruhan. pensiun dini.
Jadi, sekalipun struktur hukum (pejabat yang
101
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Ketiga alasan diatas adalah akibat atas substansi, struktur dan budaya. Berdasarkan
sebab pengajuan pensiun dini yang dipengaruhi analisis substansi, kebijakan pensiun dini hanya
oleh faktor budaya di lingkungan kerja yang mengacu pada aturan lama yang menciptakan
didasarkan pada lingkungan kerja yang bersifat ragam penafsiran dan cara pandang yang
toleran (permisif). Hal ini bermakna bahwa berbeda. Implikasinya adalah pemerintah masih
terdapat suatu pengaruh yang signifikan antara kesulitan untuk mengidentifikasi makna pensiun
kondisi lingkungan kerja dengan budaya kerja. dini dan kesulitan menentukan penilaian,
Motivasi yang kurang dari PNS dikarenakan karena tidak adanya batasan/parameter
sistem yang tidak mewajibkan setiap pegawai yang terstandarisasi. Dalam konteks struktur
untuk bekerja mengejar keuntungan bagi hukum, perlu di bangun sistem yang netral,
organisasi sehingga tidak menuntut mereka independen dan kelembagaannya terintegrasi
untuk saling memberikan prestasi. Ini ke- sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak
mudian berimbas pada kinerja yang hanya bersifat parsial dan sektoral. Adapun dari aspek
berorientasi pada hasil, dan bukan pada proses budaya, pemerintah perlu menerapkan prinsip
penyelenggaraan pemerintahan yang menuntut meritokrasi dimana inti dari prinsip ini adalah
adanya totalitas dalam pelaksanaan tugasnya. jenis penguatannya (reinforcement) melalui
Pengaruh dari kurangnya motivasi tersebut reward dan punishment. Prinsip tersebut akan
membuat pihak penyelenggara pemerintahan mengarah pada penilaian yang natural dan
hanya menjalankan formalitas tugasnya untuk berimbang, yang didalamnya akan terkandung
mengisi jadwal kehadiran kerja dan bekerja aspek kompetisi dan aspek peningkatan kualitas
dalam artian mengejar dateline suatu tugas tanpa SDM aparatur yang berorientasi pada pelayanan
memperhatikan tujuan yang diharapkan. Menurut pada masyarakat.
Barthos (1990), budaya kerja orang Indonesia Saran
yang selama ini pernah diamati serta diteliti, 1. Kedepannya perlu dibuat pengaturan
masih kurang menghargai efisiensi dan disiplin yang jelas tentang sistem pensiun, yang
kerja. Apabila implikasi budaya kerja tersebut didalamnya terdapat bagian tentang
dibiarkan, maka kondisi ini akan menciptakan pensiun dini. Adapun bentuk yang ideal
kebijakan pensiun dini hanya sebagai sarana berdasarkan Undang-undang Nomor 12
untuk menikmati jaminan kesejahteraan purna Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan
tugas bagi PNS. perundang-undangan adalah Peraturan
Berdasarkan hal di atas dapat diketahui Pemerintah sebagai aturan pelaksana dari
bahwa aspek struktur, substansi dan budaya UU-ASN. Substansi yang perlu diatur meliputi
hukum memiliki satu kesatuan makna dalam definisi, prinsip, kewenangan, kelembagaan,
sebuah tatanan, baik hukum dan non hukum yang mekanisme, dan akibat hukum;
pengkajiannya dilakukan secara utuh (holistik) 2. Dalam konteks struktur hukum, perlu di-
dan dinamis. Oleh karena itu, paradigma yang bangun sistem yang netral dan independen
dibangun dalam hukum kepegawaian haruslah dalam hal menciptakan penilaian yang
dirubah sesuai dengan konteks yang kekinian. obyektif. Sistem ini menuntut adanya
kelembagaan yang memiliki kewenangan
untuk membuat kebijakan pensiun, dimulai
PENUTUP dari perencaaan sampai dengan penilaian.
Kedudukan lembaga ini terintegrasi di
Dalam pendekatan sistem, hukum hendak- dalam struktur organisasi di BKN yang
lah dilihat sebagai suatu proses sosial yang mencetak kebijakan dengan standarisasi
melibatkan lingkungannya, dalam pengertian dan penerapan yang seragam, baik di pusat
bahwa hukum sebagai kegiatan yang menarik maupun daerah;
lingkungan ke dalam proses tersebut, maupun 3. Dalam konteks budaya hukum, diperlukan
yang harus menerima pembatasan-pembatasan sistem pengawasan yang berjenjang
dalam bekerjanya disebabkan oleh aspek sebagai sarana efektif mengantisipasi
102
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

penyimpangan/pelanggaran pelaksanaan Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor


kerja guna meminimalisir gap antara peren- 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
canaan dengan pelaksanaan. Pengawasan Negara.
yang baik akan menciptakan penilaian yang ________________, Undang-Undang Nomor
obyektif terhadap kinerja PNS dan me- 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai
lakukan evaluasi serta membuat kebijakan dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.
pensiun dini. Kompas, Rabu 10 September 2014, Birokrasi
Butuh Langkah Ekstrem, Jakarta

DAFTAR PUSTAKA

Barthos, Bashir, 1990, Manajemen Sumber


Daya Manusia, Suatu Pendekatan Makro,
Jakarta : Bumi Aksara
Black, Henry Campbell, 1990, Blacks Law
Dictionary, ed. 6. St. Paul:West Publishing
Darmodiharjo, Darji dan Shidarta, 1996,
Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila dalam
Sistem Hukum Indonesia. Jakarta: Raja
Grafindo Persada
Friedman, Lawrence M., 1984, American Law: An
Introduction New York:W.W. Norton & Co
Hartini, Sri, Setiajeng Kadarsih, Tedi Sudrajat,
2008, Hukum Kepegawaian di Indonesia,
Jakarta:Sinar Grafika
Hartono, C.F.G. Sunaryati, 1976, Peranan
Kesadaran Hukum Masyarakat dalam
Pembaharuan Umum. Bandung: Binacipta
Mertokusumo. Sudikno, 1991, Mengenal Hukum
(Suatu Pendahuluan), ed. 3. Yogyakarta:
Liberty
Nugroho, D. Riant, 2003, Kebijakan Publik:
Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi,
Jakarta:Elex Media Komputindo
Purwadarminta, W.J.S., 1982, Kamus Umum
Bahasa Indonesia, cet. 5. Jakarta: Balai
Pustaka
Riyadi, Volume 5 No.1 Maret 2008, Reformasi
Birokrasi dalam Perspektif Perilaku
Adminitrasi , Bandung: Jurnal Ilmu
Administrasi STIA LAN
Sudrajat, Tedi, Volume 8 No.3 September 2008.
Problematika Penegakan Hukum Disiplin
Pegawai Negeri Sipil, Purwokerto:Jurnal
Dinamika Hukum FH Univeristas Jenderal
Soedirman
Warassih, Esmi, 2005, Pranata Hukum : Sebuah
Telaah Sosiologis, Semarang:Suryandaru
Utama
103
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

INDEKS

Indeks Penulis Setiati, Eni 5


Siagian 7
Achmad. Subianto 87 Sirait, Justine. T. 4
Adioetamo, Sri Murtningsih dan Diahhadi Siregar, Hermanto 45
Setyonaluri 45 Subianto, A 51
Arifianto, Alex 4 Sudarsono, Juwono 18
Sudrajat, Tedi 101
Barthos, Bashir 102 Sunden, A 55
Bharway, G and Dave, S.A 33
Black, Henry Campbell 96 Thoha, M 52
Turner, J. S. & Helms, D. B 53
Cohen, B. & B. FitzGerald 54
Warassih, Esmi 97
Darmodiharjo, Darji dan Shidarta 101 Whynes. David K 18
Davis, E.P 54
Deliarnov 18 Yermo, J 55

Ekebrand, Staffan 30
Ermanza 3, 87 Indeks Kata

Fillipo, Edwin. B 4 Pensiun 2


Friedman, Lawrence M 96 Definisi pensiun 4
manfaat pensiun 8
Hanafie 48 pengertian pensiun 53
Hartini, Sri, Setiajeng Kadarsih, Tedi Sudrajat 97 sifat pensiun 7
Hartono, C.F.G. Sunaryati 97, 101
Pengelolaan dan Lembaga Pensiun 11, 61
Islamy, M. Irfan 17 permasalahan pensiun 17, 22, 24, 100
Metode pensiun PNS 75
Mertokusumo. Sudikno 96 tipe pensiun PNS 30
Milkovich, C. & Newman, J. M. Modigliani, F. &
Muralidhar, A 55 Reformasi Sistem Pensiun 30, 39
Mokhsen, Nuraida 3 pay as you go ke fully funded. 4, 75
Perbaikan sistem pensiun 4
Nugroho, D. Riant 95 pemberian manfaat pensiun 31
proses reformasi pensiun 32
Palacios, R. & Whitehouse, E 59
Peng, J 53, 54 Sistem pendanaan pensiun 8
Ponds, Eduard, Severinson, and Yermo, Yuan 38 sistem pay as you go 8, 9, 17, 52, 62, 86
Purwadarminta, W.J.S 96 sistem fully funded 9, 52, 75, 86
Purwoko, Bambang 30,32,35 Sistem Paruhan 47

Riyadi 93 Perencanaan/program pensiun 53, 57


Rothenbacher, Franz 33 manfaat pasti 54, 59
Sane, Renuka and Shah, Ajay 33 iuran pasti 54, 59
Schwarz, A. M 53 dasar pensiun 60
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

UCAPAN TERIMA KASIH

Jurnal Civil Sevice Kebijakan dan Manajemen Kepegawaian PNS mengucapkan terima kasih atas partisipasi Mitra
Bestari atau Reviewer yang memberikan kontribusi dalam edisi Vol 8 No.1, Juni 2014, yaitu:

Prof. Dr. Eko Prasojo, Ahli bidang Kebijakan Publik


Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia

Prof. Dr. Yeremias T. Keban, Ahli bidang Manajemen Publik


Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gajah Mada

Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti, Ahli bidang Politik


Jurusan Manajemen Publik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Dr. Slamet Rosyadi, Ahli bidang Manajemen Publik


Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Soedirman

Dr. MR. Khairul Muluk, Ahli bidang Manajemen Publik


Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya

Dr. Hj. R. Ira Irawati, Ahli bidang Organisasi Publik dan Manajemen SDM
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Padjadjaran

Dr. Endah Setyowati, Ahli bidang Manajemen Sumber Daya Aparatur


Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Dr. Adi Indrayanto, Ahli bidang Manajemen Sumber Daya Manusia


Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Jenderal Soedirman
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

BIODATA PENULIS

Ajib Rakhmawanto, S.IP, M.Si, lahir di Yogyakarta tanggal 10 April 1972. Menamatkan pendidikan
Sarjana/S1 (S.IP) Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(UMY) pada tahun 1997. Pendidikan Pascasarjana/S2 (M.Si) dari Program Pascasarjana Jurusan Ilmu
Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diselesaikan pada tahun 2003, saat
ini sedang melanjutkan pendidikan S3 Fisip di Universitas Padjajaran. Sekarang bekerja sebagai peneliti
(researcher) pada Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN)
Jakarta.

Agus Nugraha, Drs., MA, lahir di Tasikmalaya Jawa Barat tanggal 1 Agustus 1968. Menyelesaiakan
pendidikan S1 Administrasi Negara di FISIP Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1992, S2 Bidang
Sains Politik di University Kebangsaan Malaysia pada tahun 1998, dan sekarang sedang melanjutkan S3
Administrasi Publik FIA Universitas Brawijaya Malang. Saat ini bekerja sebagai Dosen FISIP Universitas
Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, FISIP Univeritas Muhammadiyah Jakarta, dan Sekolah Tinggi
Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI).

Prof. Dr. H. Bambang Purwoko, SE, MA, lahir di Cilacap tanggal 1 Januari 1956. Menamatkan
pendidikan Sarjana/S1 Ekonomi Manajemen Universitas Nasional Jakarta pada tahun 1982 (Lulus Ujian
Negara Sarjana Ekonomi tahun 1983). Pendidikan Pascasarjana/S2 Ekonomi Perencanaan Universitas
Negeri Antwerpen di Belgia pada tahun 1986. Telah menamatkan S3 Ekonomi Jaminan Sosial Universitas
Sydney di Australia pada tahun 1995. Sekarang bekerja sebagai Guru Besar S1-S2-S3 Universitas
Pancasila dan juga sebagai Nara-sumber tetap tentang stem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Dra. Haniah Hanafie, M.Si lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 24 Mei 1961. Menamatkan
pendidikan S1 Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1986 dan S2) Universitas Indonesia Jakarta
pada Tahun 1996 . Sekarang sedang menempuh pendidikan S3 Administrasi Publik, Universitas Brawijaya
Malang, Bekerja sebagai Dosen Tetap FISIP-UIN Jakarta.

Dr. Janry Haposan U. P. Simanungkalit, S.Si, M.Si, lahir di Belawan, Sumatera Utara, pada
tanggal 9 Januari 1975. Menamatkan pendidikan Sarjana Sains (SSi./S1) Jurusan Matematika, elektif
(minor) Sosial-Ekonomi, FMIPA, IPB Bogor pada tahun 1998 dan Magister Sains (MSi./S2) Program Studi
Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) pada Tahun 2003 juga dari IPB Bogor. Telah
menamatkan Program Doktor (S3) Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik di Universitas Indonesia pada
tahun 2012. Bekerja sebagai Kasi Gaji Pejabat Negara dan PPPK pada Direktorat Kompensasi Aparatur
Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta.

Suripto, S.Sos, MAB, lahir di Kebumen tanggal 13 November 1976. Menamatkan pendidikan S1
pada tahun 2001 dan S2 pada tahun 2010 keduanya di STIA LAN Jakarta. Saat ini bekerja sebagai
Peneliti Muda pada Puslitbang. SIOAN Lembaga Administrasi Negara dengan Kepakaran Administrasi
Negara.

Suryanto, S.Sos, M.Si, lahir di Cilacap pada 17 Januari 1972, mendapatkan gelar sarjana Fakultas
Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Diponegoro Semarang pada tahun
1996. Kmeudian melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas
Indonesia Jakarta dan lulus pada tahun 2005. Saat ini bekerja sebagai Peneliti Madya pada Pusat Kajian
Kinerja Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara (PKKOD LAN) Jakarta.
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Tedi Sudrajat, SH., MH, lahir di Bogor tahun 1980. Menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum di
Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, menyelesaikan pendidikan S2 Ilmu Hukum di Fakultas
Hukum Universitas Jenderal Soedirman S1 dan S2 diselesaikan di UNSOED. Saat ini sedang melanjutkan
pendidikan S3 Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran (UNPAD). Saat ini aktif sebagai Dosen Fakultas
Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan penyunting ahli di Jurnal Dinamika Hukum Fakultas Hukum
UNSOED (terakreditasi).
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Civil Service Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS menerima tulisan naskah tentang hasil penelitian,
gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tinjauan kepustakaan dan resensi buku dalam bidang
kebijakan dan manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

CIVIL SERVICE
Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS

Civil Service merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian
BKN. Jurnal ini diterbitkan dua kali setiap tahun dan berisi tulisan-tulisan hasil penelitian, pengkajian,
telaah pustaka, maupun ulasan yang berkaitan dengan kebijakan dan manajemen kepegawaian.
Naskah penulisan yang sesuai dapat dikirim ke:
Redaksi Civil Service Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Pusat Pengkajian dan Penelitian Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara
Lt. 2 Gd. Blok II BKN
Jl. May Jend Sutoyo No. 12 Cililitan, Jakarta Timur
Telp. (021) 80887011, (021) 8093008 ext. 2206-2207
Fax. (021) 80887011
e-mail: litbang@bkn.go.id
puslitbang_bkn@yahoo.com

Pedoman penulisan jurnal ini antara lain:


1. Naskah belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain, diketik dengan menggunakan kertas A4,
huruf Arial Narrow 12 spasi tunggal, minimal 15 halaman, dan diserahkan dalam bentuk soft copy
paling lambat tanggal 30 April 2014 melalui email: litbang@bkn.go.id atau puslitbang_bkn@yahoo.
com
2. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual,
kajian dan aplikasi teori, dan tinjauan kepustakaan, yang sesuai dengan tema dari jurnal edisi kali ini
yaitu Evaluasi Sistem Pensiun Pegawai Negeri Sipil
3. Sistematika setiap tulisan adalah sebagai berikut: (a) Abstrak dan judul ditulis dalam dua bahasa
Indonesia dan Inggris, (b) Pendahuluan yang berisi: latar belakang, masalah, tujuan, tinjauan
pustaka, (c) Pembahasan yang berisi: metode penelitian, analisis permasalahan dan tujuan yang
dicapai, (d) Penutup yang berisi: kesimpulan dan saran, (e) Daftar pustaka, (f) Menyertakan biodata/
curriculum vitae penulis.
4. Daftar pustaka disajikan sesuai dengan kaidah dari APA (American Psychological Association) dan
diurutkan secara alfabetis. Contoh format penulisannya adalah sebagai berikut:
Jika bersumber dari buku:
Robbins, Stephen P. 2001. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Jakarta:
Prenhalindo.
Bacal, Robert. 1999. Performance Management. New York: McGraw Hill.
Jika bersumber dari jurnal:
Hamel, G., & Prahalad, C.K. (1985). Do you really have a global strategy? Harvard Business
Review, July-August, hal. 139-148.
Strohmeier, S. 2007. Research in e-HRM: Review and implication. Human Resources
Management Review, hal. 19-37.
Jika bersumber dari Peraturan Perundang-undangan:
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.
, Keputusan Presiden Nomor 95 Tahun 1999 Tentang Badan Kepegawaian
Negara.

Jika bersumber dari artikel atau tulisan di internet:


Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS VOL. 8, No.2, November 2014

Effendi, Taufik. 2007. Agenda Strategis Reformasi Birokrasi Menuju Good Governance. https://
www.setneg.go.id/, diakses 12 Juni 2008, 14.45 WIB.
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia#Rekrutmen_.26_Seleksi.
Diakses 10 Oktober 2012, 11:59 WIB.
Jika bersumber dari makalah presentasi atau seminar:
Effendi, Sofian. 2006. Reformasi Aparatur Negara Untuk Melaksanakan Pemerintahan Demokratis
dan Ekonomi Global. Makalah disampaikan pada seminar nasional MIPI. 3-4 Mei di Hotel
Santika, Medan.
Thoha, Miftah. 2004. Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Makalah disampaikan dalam
Diskusi PPSK. 1 Juli di Yogyakarta.
5. Naskah diketik dengan memperhatikan aturan penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam
pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
6. Para Penulis diharapkan benar-benar memperhatikan format dan tata cara penulisan dengan baik.