Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah yang memiliki 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan, diantaranya adalah Kelurahan Sekayu Kecamatan Semarang Tengah. Kampung Sekayu merupakan permukiman
padat penduduk yang terletak di tengah ....... oleh karena itu dimungkinkan munculnya permasalahan di Kampung Sekayu

Metode
Penulis menggunakan metode observasi, wawancara langsung dan kepustakaan dalam membuat makalah ini

Tujuan pembahasan
Tujuan pembahasan adalah untuk membahas tentang permasalahan di Kampung Sekayu dan memberikan saran perbaikan atas permasalahan-permasalahan tersebut. Hal ini juga dimaksudkan untuk menambah
pengetahuan dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua

Batasan Pembahasan
Mengulas Permukiman Sekayu beserta permasalahan yang ada didalamnya, kemudian memberikan saran untuk mengatasinya

Sistematika

BAB II

KAJIAN TEORI
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia yang dipimpin oleh walikota Drs. H Soemarmo HS. MSj dan wakil wali kota Hendrar Prihadi SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah
timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[3] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di
selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.

Kota Semarang sendiri mengalami perkembangan yang sangat pesat setelah diduduki oleh Kolonial Belanda. Letaknya yang strategis membuat Kota Semarang menjadi di kota transit dan pusat sirkulasi yang
sangat penting di provinsi Jawa Tengah. Kondisi ini memberi pengaruh yang sangat luas bagi perkembangan Struktur Ruang Kota Semarang, terutama pada sirkulasi perdagangan dan jasa serta pengadaan sarana dan
prasarana kota yang mampu menampung berbagai kegiatan fungsional kota.
Perkembangan struktur tata ruang Kota Semarang selama 3 periode, yaitu periode pasca Kolonial (Orde Lama), periode Orde Baru, dan periode sekarang (Reformasi Pembangunan). Perkembangan Struktur
Ruang Kota Semarang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal (pesatnya pertumbuhan penduduk dan berkembangnya wilayah industri yang memacu perkembangan aktivitas lain) dan eksternal (urbanisasi dan
pertumbuhan penduduk sebagai akibat daya tarik kota). Pada masa orde lama perkembangan Struktur Ruang Kota Semarang menunjukkan fungsi yang semakin kuat dengan difokuskannya pembangunan pada kawasan
pusat kota. Perkembangan yang terjadi pada masa ini bersifat konsentris dan linier. Perkembangan yang sangat pesat terjadi pada masa orde baru dan reformasi pembangunan, dimana pembangunan dilaksanakan secara
terencana diseluruh Bagian Wilayah Kota. Perkembangan struktur ruang pada masa ini bergerak linier, melompat, mirip dengan Teori inti berganda

Pada Perda 04 tahun 2005 Bab II menjelaskan tentang kondisi fisik dan non fisik kota Semarang, yang mencakup didalamnya adalah :

1. Kondisi Geografis Kota Semarang - Jumlah perkembangan dan kepadatan penduduk


- Geografis, topografi, dan hidrologi kota Semarang - Pendidikan
- Pola Tata Guna Lahan - Kesehatan
- Pembagian beberapa Kawasan di Kota Semarang yang berfungsi untuk perkembangan - Pendidikan
- Ketenagakerjaan
kota Semarang, diantaranya adalah Kawasan Pusat Perkantoran, Kawasan perdagangan,
5. Prasarana dan Sarana daerah
Kawasan industri, dan kawasan Pendidikan dan Olah raga - Perumahan
2. Pembagian wilayah pengembangan kota Semarang - Pelayanan fasilitas pendidikan
3. Perekonomian daerah - Pelayanan fasilitas kesehatan
- Pertumbuhan Ekonomi - Jaringan transportasi
- Produk Domestik Regional Bruto - Jaringan air bersih
- Inflasi - Jaringan drainase
- Pendapatan Daerah - Jaringan sampah
- Belanja Daerah - Jaringan listrik
- Investasi 6. Pemerintahan Umum
- Pinjaman Daerah - Organisasi & aparatur pemerintah
4. Sosial Budaya Daerah - Pelayanan publik

7.
8. Salah satu Kelurahan di kota Semarang yang akan kami bahas disini adalah Kelurahan Sekayu. Kampung Sekayu terletak di Jalan Thamrin, Kelurahan Miroto Kecamatan Semarang utara. Pada
awalnya daerah ini merupakan daratan berawa. Seiring berjalannya waktu jumlah penduduk di daerah tersebut makin meningkat dan kemudian kebutuhan akan tempat tinggal pun makin meningkat. Karena
keterbatasan lahan dan makin meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal maka akhirnya daratan berawa tadi sedikit demi sedikit diurug tanah hingga rata, lalu dibangun rumah diatasnya. Semakin lama
semakin banyak dilakukan pembangunan disana sampai pada akhirnya munculah permukiman disana. Masa pengurugan sendiri kurang lebih dilakukan selama 40 tahun. Kampung Sekayu terletak di daerah
yang strategis, yaitu di pusat perekonomian kota. Sekayu terletak diantara bangunan bangunan moderen, yaitu mall paragon dan thamrin square.
Mall Paragon
9.

10. \
11.
Thamrin Square

12. Kampung Sekayu merupakan permukiman organis, yaitu permukiman yang spontan ada karena faktor sekitar. Jadi permukiman Sekayu tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya perencanaan
sebelumnya dari pemerintah ataupun pihak pengembang

13.
14.
15.
16.
17. Menurut teksturnya permukiman Sekayu sendiri merupakan permukiman dengan pola angular dan merupakan permukiman yang menyebar dan kecenderungan kacau.
18.
19.
20.
21. Void yang ada di permukiman hanya berupa jalan karena padatnya permukiman
maka sudah hampir tidak ada lahan kosong / lahan hijau yang tersisa. Void
22. menggunakan sistem tertutup linear (linear closed system)
23.
24. Solid yang ada berupa bangunan-bangunan yang tertata secara edge defining block
25. (blok yang mendefinisi sisi)
26. Pola permukiman angular (mengikuti pola jalan & kali Semarang)
27.
Tatanan bangunan menyebar dan kecenderungan kacau karena merupakan
permukiman tanpa perencanaan
28.

29. Untuk Enclosure Sekayu :

30. Enclosure Alami : Sungai Semarang


31. Enclosure Buatan : Jalan Raya & Jalan kampung
32.
33.
34. Utara berbatasan dengan Jalan Pemuda
35.
36. Timur berbatasan dengan Jalan Husni Thamrin
37.
38.
39.
40.
41. Barat berbatasan dengan Jalan Bedakan
42.
43.
44.
45.
46.
47. Selatan berbatasan dengan Sungai Semarang
48.
49.
50.
51.
52.
53. Prosentase lingkungan Sekayu yang dibatasi oleh massa adalah 3:1
54. 75% Dibatasi oleh massa bangunan
55. 25% Dibatasi oleh Sungai Semarang

Perbandingan besaran rumah

Rumah Sedang
Rumah Besar
Rumah Kecil

56.
57. Perbandingan Elemen spacial bangunannyadalah 2 : 1
58.
59.
60.
200 Rata-rata bangunan di Sekayu berbentuk persegi panjang dengan
61.
62. perbandingan 2:1, apabila panjang bangunan 200 maka lebarnya adalah 100
63. (setengah dari panjangnya)

100
64.
65.
66.
67.
68.
69.

70. Bentuk rumah Kampung Sekayu mayoritas sudah direnovasi, jadi bangunan asli sekayu sudah jarang. Karena padatnya penduduk dan keterbatasan lahan rumah-rumah di Sekayu relatif kecil,
dengan lebar jalan kampung 150cm, hal ini menyebabkan permukiman di Sekayu tampak kumuh.
71. Syarat-syarat dasar Permukiman sendiri terangkum dalam SNI 03-1733-2004, isinya :

1. Perencanaan kebutuhan sarana hunian


2. Perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana hunian

- Sarana pemerintahan dan pelayanan umum - Prasarana/ Utilitas Jaringan drainase


- Sarana pendidikan dan pembelajaran - Prasarana/ Utilitas Jaringan air bersih
- Sarana kesehatan - Prasarana/ Utilitas Jaringan air limbah
- Sarana peribadatan - Prasarana/ Utilitas Jaringan persampahan
- Sarana perdagangan dan niaga - Prasarana/ Utilitas Jaringan listrik
- Sarana kebudayaan dan rekreasi - Prasarana/ Utilitas Jaringan telepon
- Sarana ruang terbuka, taman dan lapangan olah raga - Prasarana/ Utilitas Jaringan transportasi lokal
- Prasarana/Utilitas Jaringan jalan
-
- Untuk utilitas lingkungan, sarana dan prasarana di Sekayu terangkum dalam peta dibawah
-

- BAB III
- PENDATAAN
-
- Kota Semarang
-

-
-
- Sejarah
- Geografis

- Kota Semarang merupakan daerah administrasi yang terdiri dari 16 wilayah Kecamatan dengan 177 Kelurahan dan merupakan Pusat Pemerintahan Propinsi Jawa Tengah.
- Secara geografis Kota Semarang terletak pada 6o51 - 7 o10 LS (Lintang Selatan) dan 109 o50 110 o35 BT (Bujur Timur). Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Semarang, sebelah barat
berbatasan dengan Kabupaten Kendal, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Demak, dan sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa.
- Pada umumnya topografis Kota Semarang bergelombang dengan ketinggian antara 0,75 m sampai dengan 348 m dpl. Keadaan ini membagi Kota Semarang menjadi 2 daerah, yaitu Semarang Atas
yang merupakan dataran tinggi dan Semarang Bawah yang merupakan dataran rendah. Topografi yang demikian menyebabkan daerah Semarang bawah rawan terjadi banjir karena pengaruh rob dari Laut
Jawa dan limpahan air dari daerah atas.
- Iklim Kota Semarang masuk dalam kategori tropis lembab (Humids Tropios) dan Heternik dengan ciri-ciri banyak mengandung air dan kelembabannya relatif tinggi. Daerah dataran rendah di Kota
Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan,
banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati,Tembalang
dan Banyumanik.
-
-
-
-
- Tabel 1. Ketinggian Tempat Wilayah Kota Semarang
-
- - Bagian Wilayah - Ketinggian (m
No dpl)
- - Daerah pantai - 0.75
1
- - Pusat Keramaian Kota - 2.45
2
- - Simpang Lima - 3.49
3
- - Candi Baru - 90.56
4
- - Jatingaleh - 136.00
5
- - Gombel - 270.00
6
- - Gunung Pati -
7 - - Sebelah Barat - 259.00
- - Sebelah Timur Atas - 348.00
- - Mijen ( Bagian Atas) - 253.00
8
-

- Tabel 2. Jenis Tanah dan Sebarannya di Kota Semarang


-

- N - Jenis Tanah / Kelompok - Sebaran - Prosentase


o

- 1 - Mediteran Coklat Tua - Tugu, Ngaliyan, Banyumanik, - 30%


Gunungpati, Gajah Mungkur, Gayamsari,
Candisari dan Semarang Selatan.

- 2 - Latosol coklat tua - Mijen, Gunung Pati - 26%


kemerahan
- Aluvial Hidrosat
- 3 - Grumusol kelabu - Tugu, Genuk, Mijen, Gunungpati dan - 22%
tua Semarang Timur
- Latosol coklat tua
- Regusol kelabu tua

- 4 - Aluvial kelabu dan Coklat - Genuk, Pedurungan, Semarang Timur, - 22%


tua Semarang Barat (dataran rendah

-
-
-
- Demografis
- Jumlah Penduduk Kota Semarang pada tahun 2006 (data terbaru dari BPS) sebesar 1.434.025 jiwa. Dengan jumlah tersebut Kota Semarang termasuk 5 besar Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah
penduduk terbesar di Jawa Tengah. Jumlah penduduk pada tahun 2006 tersebut terdiri dari 711.761 penduduk laki-laki dan 722.264 penduduk perempuan. Kecamatan yang paling padat penduduknya adalah
Kecamatan Semarang Selatan sebesar 14.470 orang per km2, sedangkan yang paling kecil adalah Kecamatan Mijen sebesar 786 orang per km2. Jumlah usia produktif cukup besar, mencapai 69.30% dari jumlah
penduduk. Ini menunjukkan potensi tenaga kerja dan segi kuantitas amat besar, sehingga kebutuhan tenaga kerja bagi mereka yang tertarik menanamkan investasinya di sini tidak menjadi masalah lagi. Belum
lagi penduduk dari daerah hinterlandnya. Sementara itu jika kita lihat mata pencaharian penduduk tersebut tersebar pada pegawai negeri, sektor industri, ABRI, petani, buruh tani, pengusaha; pedagang,
angkutan dan selebihnya pensiunan. Dari aspek pendidikan dapat kita lihat, bahwa rata-rata anak usia sekolah di Kota Semarang dapat melanjutkan hingga batas wajar sembilan tahun, bahkan tidak sedikit yang
lulus SLTA dan Sarjana. Meskipun masih ada sebagian yang tidak mengenyam pendidikan formal, namun demikian dapat dicatat bahwa sejak tahun 2003 penduduk Kota Semarang telah bebas dan 3 buta (buta
aksara, buta angka dan buta pengetahuan dasar). Dengan komposisi struktur pendidikan demikian ini cukup mendukung perkembangan Kota Semarang, apalagi peningkatan kualitas penduduk yang selalu
mendapat prioritas utama didalam upaya peningkatan kesejahteraan. Tingkat kepadatan penduduk memang belum merata. Penduduk lebih tersentral di pusat kota. Pertumbuhan penduduk rata-rata 1,43%/tahun.
Ini berarti laju pertumbuhan penduduk dapat ditekan, setidaknya terkendali dan kesejahteraan umum segera terealisasi
- Selain itu kota Semarang memiliki berbagai macam suku yaitu suku jawa, tionghowa, arab dll.
sehingga kepercayaan yang dianut oleh masyarakatnya juga beragam seperti islam, Kristen, katolik, hindu, Buddha. Rata rata mereka menggunakan bahasa jawa dan Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Kota
yang terletak di tengah tengah pulau jawa ini menggunakan WIB sebagai zona waktu. Sesuai ketentuan SNI,semarang disingkat dengan huruf SMG.
Penduduk Semarang umumnya adalah suku Jawa dan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar.
Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur erat dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun silam.
-
-
lokasi kota Semarang di Jawa Tengah
- Kota Semarang teletak pada Koordinat: 6580S 110250E / 6.96667LS 110.41667BT dan beriklim tropis dengan memiliki dua musim, yaitu musim penghujan dan kemarau.
Luas Kota Semarang secara keseluruhan yaitu 373,67 km2. Dengan total populasi 1.268.292 dan kepadatan penduduk sebesar 3.929/km.
-
-
-
-
- Kota Semarang terdiri atas 16 kecamatan dan 177 kelurahan

-
-
- -

- Keca - Kelurahan
matan
- Banyu - Pudakpayung, Gedawang, Jabungan,
manik Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan,
Pedalangan, Sumurboto, Srondol Kulon,
Tinjomoyo, Ngesrep
- Candi - Candi, Jatingaleh, Jomblang, Kaliwiru,
sari Karanganyar Gunung, Tegalsari, Wonotingal
- Gajah - Bendang Duwur, Bendan Ngisor, Bendungan,
mung Gajahmungkur, Krangrejo, Lempongsari,
kur Petompon, Sampangan
- Gaya - Gayamsari, Kaligawe, Pandean Lamper,
msari Sambirejo, Sawahbesar, Siwalan, Tambakrejo,
- Genuk - Bangetayu Kulon, Bangetayu Wetan,
Banjardowo, Gebangsari, Genuksari,
Karangroto, Kudu, Muktiharjo Lor, Penggaron
Lor, Sembungharjo, Terboyo Kulon, Terboyo
Wetan, Trimulyo
- Gunun - Cepoko, Gunungpati, Jatirejo, Kalisegoro,
gpati Kandri, Mangunsari, Ngijo, Nongkosawit,
Pakintelan, Patemon, Plalangan, Pongangan,
Sadeng, Sekaran, Sukorejo, Sumurejo
- Mijen - Bubakan, Cangkiran, Jatibaran, Jatisari,
Karangmalang, Kedungpani, Mijen, Ngadirgo,
Pesantren, Polaman, Purwosari, Tambangan,
Wonolopo, Wonoplumbon,
- Ngaliy - Bambankerep, Beringin, Gondoriyo, Kalipancur,
an Ngaliyan, Podorejo, Purwoyoso, Tambak Aji,
Wonosari
- Pedur - Gemah, Kalicari, Muktiharjo Kidul, Palebon,
ungan Pedurungan Kidul, Pedurungan Lor,
Pedurungan Tengah, Penggaron Kidul,
Plamongan Sari, Tlogomulyo, Tlogosari Kulon,
Tlogosari Wetan,
- Semar - Bojongsalaman, Bongsari, Cabean, Gisikdrono,
ang Kalibanteng Kidul, Kalibanteng Kulon,
Barat Karangayu, Kembangarum, Krapyak, Krobokan,
Manyaran, Ngemplaksimongan,
Salamanmloyo, Tambakharjo, Tawangmas,
Tawangsari
- Semar - Barusari, Bulustalan, Lamper Kidul, Lamper
ang Lor, Lamper Tengah, Mugassari, Peterongan,
Selata Pleburan, Randusari, Wonodri
n
- Semar - Bangunharjo, Brumbungan, Gabahan, Jagalan,
ang Karangkidul, Kauman, Kembangsari, Kranggan,
Tenga Miroto, Pandansari, Pekunden, Pendrikan Kidul,
h Pendrikan Lor, Purwodinatan, Sekayu
- Semara - Bugangan, Karangtempel, Karangturi, Kebonagung,
ng Kemijen, Mlatibaru, Mlatiharjo, Rejomulyo, Rejosari,
Timur Sarirejo, Bandarharjo
- Semara - Bulu Lor, Dadapsari, Kuningan, Panggung Kidul,
ng Panggung Lor, Plombokan, Purwosari, Tanjungmas
Utara
- Tembala - Bulusan, Jangli, Kedungmundu, Kramas, Mangunharjo,
ng Meteseh, Rowosari, Sambiroto, Sendangguwo,
Sendangmulyo, Tandang, Tembalang
- Tugu - Jerakan, Karanganyar, Mangkang Kulon, Mangkang
Wetan, Mangunharjo, Randu Garut, Tugurejo
-
monument tugumuda bukti sejarah semarang pada tahun 1770
pertempuran 5 hari di smearing
- Kecamatan Semarang Tengah
- Kelurahan Sekayu
- Kelurahan Sekayu terletak di JalanThamrin Kecamatan Semarang Tengah
-
-