Anda di halaman 1dari 7

RISIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN

A. Tingkat Pengembalian dalam Pasar Uang


Dalam pasar uang dimana saham dan obligasi dijual, para

pengguna uang, seperti perusahaan yang melakukan investasi,

harus bersaing satu sama lain untuk mencari modal. Untuk

memperoleh pembiayaan atas proyek yang akan member

keuntungan bagi pemegang saham perusahaan. Perusahaan

harus menawarkan kepada investor tingkat pengembalian yang

kompetitif dan alternative investasi terbaik berikutnya yang

tersedia bagi investor. Tingkat pengembalian dan alternative

berikutnya dikenal sebagai biaya kesempatandana (opportunity

cost of funds).

B. Hubungan Antara risiko dan tingkat pengembalian.


Contoh dalam perusahaan Ibbotson Associates

memberikan tingkat pengembalian tahunan yang didapat pada

berbagai jenis investasi surat berharga yang berbeda sejak tahun

1926. Mereka meringkas diantaranya, pengembalian tahunan

untuk lima porofolio surat berharga dari :


1) Saham biasa perusahaan kecil
2) Saham biasa perusahaan biasa
3) Obligasi jangka panjang perusahaan
4) Obligasi jangka panjang pemerintah AS.
5) Treasury bill.
Saham biasa perusahaan besar lebih berisiko dibanding

dengan obligasi korporasi, saham perusahaan kecil menjadi lebih

berisiko dibandng dengan portofolio saham perusahaan besar.


C. Pengaruh Inflasi Pada tingkat pengembalian da efek

fisher.
Suku bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi

tingkat inflasi yang diharapkan selama jatuh tempo surat- surat

berharga berpenghasilan tetap. Ini menunjukkan peningkatan

yang diharapkan dalam daya beli sesungguhnya dari investor.


Tingkat inflasi berpengaruh pada tingkat pengembalian

nominalyang diterima seorang inevestor pada investasinya.

Artinya, bagian dari pengemalian investasi adala untuk menjaga

investor dari kehilangan daya beli saat memiliki sebuah

investasi.

Krf = K* + IRP + ( K* x IRP)

Krf : tingkat bunga nominal


K* : jumlah tingkat bunga riil
IRP : tingkat inflasi

D. Stuktur hubungan dari tingkat bunga


Hubungan antara tingkat pengembangan atas hutang surat

berharga dan lamanya sampai jatuh tempo hutang tersebut.

Contoh : jika obligasi jangka panjang pemerintah menawarka

tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibanding treasure bill

AS, maka kurva hasil merupakan garis miring yang menaik.

Tetapi jika treasure bill AS membayar suku bunga yang lebih

tinggi disbanding obligasi obligasi jangka panjang, maka kurva

hasil mirng kebawah.


E. Pengembalian yang diharapkan
Dalam ketidak pastian dunia, jika tidak dapat membuat

ramalan dengan sebuah kepastian. Jadi, bila harus berbicara

dalam kaitannnya dengan peristiwa yangdiinginkan.

Pengembalian yang diharapkan pada suatu investasi bisa

dinyatakan dalam bentuk aritmatik atau rata- rata dari semua

hasil yang mungkin dinilai oleh masing- masing kemungkinan

yang akan terjadi.

F. Risiko
Risiko adalah pengembalian actual akan menyimpang dari

expected return . risiko, merupakan prospek dari suatu hasil

yang baik dan mungkin terukur oleh standar deviasi. Standar

deviasi merupakanukuran penyebaran atau disperse disekitar

mean (rata-rata).
n
= ( K iK ) P ( K i )
i=t

= standar deviasi

n= jumlah dari hasil yang mungkin atau tingkat

pengembalian yang berbeda pada investasi

Ki = nilai dari ke-i tingkat pengembalian yang mungkin

K = tingkat pengembalian yang dihaapkan


P (K i) = kemungkinan atau probabilitas bahwa hasil ke-i akan

terjadi

G. Risiko dan diversifikasi


Risiko perusahaan yang spesifik atau perusahaan unik

(risikon dapat didiversivikasikan atau risiko tak sistematis)

merupakan variasi dalam pengembalian investasi yang dapat

dihilangkan melalui diversifikasi oleh investor. Risiko yang dapat

didiversifikasikan ini merupakan hasil dari factor faktor yang

unik dengan perusahaan tertentu ini.


Risiko yang terkait dengan pasar ( risikon yang tak

dapat didiversifikasikan atau risiko sistematis) merupakan bagian

dari variasi-variasi dalam pengembalian investasi yang tak dapat

dihilangkan melalui diversifikasi oleh investor. Variasi ii berasal

dari berbagai factor yang mempengaruhi seluruh saham.

H. Mengukur risiko pasar.


Risiko pasar surat berharga diwakili oleh beta,

kemiringan dari garis karakteristik. Beta mengukur rata-rata daya

reaksi dari suatu pengembalian surat-surat berharga untuk

pergerakan pada pasar umum, seperti S&P 500. Jika beta adalah

1, penembalian surat berharga bergerak sama dengan

pengembalian pasar.
Jika beta sebesar 1,5, pengembalian surat berharga

bereraknak turun, 1,5 persen dari setiap 1 persen perubahan

pada pengembalian pasar.


Pt
Kt = Pt 1 1

Kt = pengembalian selama periode kepemilikan dalam bulan t

untuk perusahaan tertentu.


Pt = harga saham perusahaan pada akhir bulan t
n n

pengembalian dalamt (Kt )


Pengembalian rata-rata = t =1
= t =1
jumlah bulan n

Standar deviasi =

( penembaliandalam bulant penembalianratarata )2


t=1

jumlah bulan1

=
( Kt )2
t =1
n1

Garis karakteristik merupakan garis yang paling sesuai

melalui deretan pengembalian pasarnya. Kemiringan garis

tersebut kerap disebut beta yang mewakili pergerakan rata-rata

pengembalian saham perusahaan sbagai tanggapan terhadap

pergerakan dalam pengembalian pasar.

Beta merupakan suatu ukuran dari hubungan antara

pengembalian investasi dan pengembalian pasar. Ini merupakan

suatu ukuran dari risiko investasi nondiversivikasi.

I. Mengukur Beta suatu portofolio


Beta suatu portofolio merupakan rata-rata tertimbang

beta saham masing-masing, dimana tertimbang adalah

persentase dana yang diinvestasikan pada setiap saham. Beta

portofolio mengukur respon rata-rata dari pengembalian portfolio

pada pererakannya dipasar umum.


n

portofolio = ( persentase investasi dalam sa h am i ) x ( sa h am i)


t =1

J. Tingkat pengembilian yang diinginkan investor


Tingkat pengembalia minimum yang diperlukan untuk

mencari investor agar membeli atau memiliki surat berharga

tertentu. Ini merupakan tingkat diskonto yang menyamakan nilai

arus kas saat ini dengan surat berharga tersebut.


K = Kkrf + Krp
K = tingkat pengembalian yang diinginkan investor
Kkrf = tingkat pengembalian bebas risiko
Krp = premi risiko
K. Mengukur tingkat pengembalian yang diinginkan
Model penetapan harga asset modal ( Capital asset

pricing model CAPM) suatu persamaan yang menyatakan

bahwa tingkat pengembalian yangdiinginkan dari suatu investasi

merupakan fungsi dari :


1) Tingkatbebas risiko
2) Risiko investasi yang sistematis
3) Premi risiko yang diharapkan untuk portofolio pasar

dari semua surat-surat berharga yang berisiko


L. Pengembalian investasi
V 1v 0+ D1
Rp = V0
V1 = nilai pasar dari portofolio pada akhir interval
V0 = nilai pasar dari portofolio pada awal interval
D1 = distribusi distribusi kas yang diterima investor selama

interval investasi.

DAFTAR PUSTAKA
J. keoun, Arthur, dkk. Manajemen keuangan. Jakarta : PT. Indeks.
2008.
Fabuzzi Frank J, dkk. Pasar dan lembaga keuangan. Jakarta :
Penerbit selemba empat. 1999.