Anda di halaman 1dari 3

BAB II

SISTEM PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN

2.1 Sistem Penambangan

Cebakan emas sekunder atau yang lebih dikenal sebagai endapan emas alluvial

merupakan emas yang diendapkan bersama dengan endapan sedimen. Endapan sedimen

adalah endapan yang terbentuk dari proses pengendapan dari berbagai macam mineral yang

telah mengalami pelapukan dari batuan asalnya yang kemudian terakumulasi dan

tersedimentasikan pada suatu tempat. Cebakan emas sekunder / aluvial di Indonesia terdapat

terutama pada pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Sebaran

emas aluvial berada pada permukaan atau dekat permukaan, dengan spesifik emas berupa

warna dan kilap yang sangat menarik, sehingga keberadaan emas aluvial mudah dikenali dan

umumnya mudah ditemukan dan ditambang oleh rakyat dengan menggunakan peralatan

sederhana.

Cebakan emas aluvial dengan sebaran berada pada permukaan atau dekat permukaan

mudah dikenali, dengan karakteristik endapan sedimen bersifat lepas, dan emas sudah dalam

bentuk logam (native), cukup diolah dengan cara pemisahan secara fisik.

Secara umum penambangan emas aluvial dilakukan berdasarkan atas prinsip :

1. Butir emas sudah terlepas sehingga bijih hasil galian langsung mengalami proses

pengolahan.
2. Berdasarkan lokasi keterdapatan, pada umumnya kegiatan penambangan dilakukan

pada lingkungan kerja berair seperti sungai-sungai dan rawa-rawa, sehingga dengan

sendirinya akan memanfaatkan air yang ada di tempat sekitarnya.

Karakteristik dari endapan emas aluvial akan menentukan sistem dan peralatan dalam

melakukan kegiatan penambangan. Optimalisasi pemanfaatan potensi emas aluvial dapat


dilakukan dengan menyesuaikan kelayakan sekala usaha yang tepat disesuaikan dengan potensi

sebaran cebakan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat setempat, serta berwawasan

lingkungan. Cebakan dengan potensi sebaran relatif kecil tidak bisa menggunakan peralatan

berat tetapi dapat dikembangkan untuk pertambangan sekala kecil atau pertambangan rakyat

menggunakan peralatan sederhana. Berdasarkan karakteristik endapan emas tersebut.

metode penambangan terbuka yang umum diterapkan pada perusahaan dengan

menggunakan peralatan berupa :

1. Pendulangan ( panning )

Penambangan dengan cara pendulangan banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat di

sungai atau dekat sungai. Cara ini banyak dilakukan oleh penambang perorangan dengan

menggunakan nampan pendulangan untuk memisahkan konsentrat atau butir emas dari mineral

pengotornya.

2. Tambang semprot ( hydraulicking )

Pada tambang semprot digunakan alat semprot (monitor) dan pompa untuk

memberaikan batuan dan selanjutnya lumpur hasil semprotan dialirkan atau dipompa ke instalasi

konsentrasi ( sluicebox / kasbok ). Cara ini banyak dilakukan pada pertambangan skala kecil

termasuk tambang rakyat dimana tersedia sumber air yang cukup, umumnya berlokasi di atau

dekat sungai.

Beberapa syarat yang menjadikan endapan emas aluvial dapat ditambang menggunakan

metode tambang semprot antara lain :

1. Kondisi/jenis material memungkinkan terberaikan oleh semprotan air.


2. Ketersediaan air yang cukup.
3. Ketersediaan ruang untuk penempatan hasil cucian atau pemisahan bijih.
Metode penambangan ini umum diterapkan diberbagai daerah operasi pertambangan

rakyat di Indonesia salah satu perusahaan yang menggunakan metode ini adalah PT. Panca

Logam Makmur, Tbk. Yang terdapat pada daerah Bombana Sulawesi Tenggara.