Anda di halaman 1dari 5

DIAGNOSIS

DSM-IV
Kriteria Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan umum yaitu kekhawatiran dan ketegangan berlebih dan tidak
realistis, walaupun tidak ada atau hanya sedikit yang memprovokasi kecemasan. Diagnosis
dibuat menggunakan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV (teks Revision)
juga disebut DSM-IV-TR. Manual meletakkan kriteria untuk diagnosis dari masing-masing jenis-
jenis gangguan kecemasan. Jika kriteria tersebut terpenuhi untuk setidaknya 6 bulan, diagnosis
dapat dilakukan. Karena gangguan kecemasan sering hidup berdampingan dengan gangguan
kejiwaan lain, diagnosis dapat menjadi tantangan.

Sebagai contoh, hampir 60% dari pasien dengan gangguan kecemasan umum memiliki
menyertai gangguan panik atau gangguan depresi. Lebih lanjut kondisi dapat disertai dengan
penyalahgunaan alkohol atau obat.
Gangguan Anxietas didiagnosis jika secara jelas terdapat perasaan cemas yang dialami
secara subjektif. DSM-IV-TR mengajuan enam kategori utama : fobia, gangguan panik,
gangguan anxietas menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stres pasca trauma, dan
gangguan stres akut. Terkadang seseorang yang menderita satu gangguan anxietas juga
memenuhi kriteria diagnostik gangguan lain, sebuah situasi yang disebut komorbiditas.

Memenuhi
Kriteria DSM-IV Gambaran Subjek
Ya Tidak
A. Kriteria untuk gangguan kecemasan Lima gejala karakteristik
umum meliputi: dibawah ini telah terpenuhi
Kehadiran kecemasan yang yaitu:
berlebihan tentang peristiwa atau a) gelisah, merasa tegang atau
kegiatan yang terjadi di hampir campuran keduanya,
setiap hari selama setidaknya 6 b) gampang letih,
bulan c) sukar berkonsentrasi atau
Kehilangan kontrol atas intensitas pikiran kosong,
khawatir d) irritable,
Setidaknya tiga gejala termasuk e) tegang otot,
gelisah atau jumpiness, kelelahan, f) gangguan tidur (sulit tertidur
kurangnya konsentrasi, mudah atau mempertahankannya,
marah, ketegangan otot dan terasa kurang atau tidak
masalah tidur puas).
Signifikan gangguan gejala dengan
sosial dan pekerjaan terkait
berfungsi atau menuju signifikan
tertekan
Tidak ada gangguan suasana hati
atau masalah psikiatri

Catatan: hanya 1 saja gejala untuk


diagnosa pada anak-anak.
B. Disfungsi sosial: Kecemasan,
kekhawatiran atau gejala-gejala fisik
diatas menyebabkan penderitaan dan
hambatan bermakna klinis dalam fungsi
sosial, pekerjaan atau area fungsional
penting lainnya.
C. Durasi: Kecemasan dan kekhawatiran
berlebihan (harap-harap cemas) pada
berbagai kejadian atau kegiatan (seperti
disekolah, tempat kerja) yang
berlangsung lebih dari 6 bulan.
D. Inti kecemasan dan kekhawatiran
berlebihan ini mengambang, tidak jelas
seperti gambaran gangguan axis-I.
Contohnya kecemasan dan
kekhawatiran bukan tentang akan
mengalami serangan panik (gangguan
panik), akan dipermalukan dimuka
umum (phobia sosial), tercemar
(OCD), jauh dari rumah atau saudara
dekat (gangguan cemas perpisahan),
menjadi gemuk (anorexia nervosa),
mengalami berbagai gangguan somatis
(gangguan somatisasi), memiiliki suatu
penyakit serius (hipokondriasis) dan
tidak terjadi hanya selama gangguan
cemas pasca trauma.
E. Kecemasan, kekhawatiran atau gejala-
gejala fisik diatas menyebabkan
penderitaan dan hambatan bermakna
klinis dalam fungsi sosial, pekerjaan
atau area fungsional penting lainnya.
F. Gangguan ini tidak disebabkan oleh
efek fisiologis langsung dari zat
(medikasi, penyalahgunaan obat, atau
terapi lainnya) atau kondisi medis
umum (misal, hipertiroid) dan tidak
terjadi hanya selama gangguan mood,
psikotik atau suatu gangguan
perkembangan pervasif.

Ketakutan yang nyata dan menetap dari 1 atau lebih situasi atau penampilan dimana yang
bersangkutan terpapar dengan orang-orang yang tidak dikenal atau merasa ditelanjangi oleh
orang lain. Ketakutan-ketakutan individu yaitu dia akan bertingkah (atau menunjukan gejala
ansietas) yang akan dihina atau dipermalukan.Catatan. pada anak- anak. harus ada bukti-bukti
kapasitas hubungan sosial yang sesuai dengan orang yang dikenal dan ansietasnya harus terjadi
dalam konteks kelompok anak seumurnya bukan hanya dengan orang dewasa.
Ansietas hampir selalu tercetus ketika terpapar dengan situasi-situasi sosial terkait yang
ditakutkan yang mungkin saja merupakan predisposisi terhadap serangan panik. Catatan; pada
anak-anak, ansietas mungkin ditunjukan lewat menangis, meledak kemarahannya, kaku terdiam,
atau menjauhkan diri dari situasi-situasi dengan orang-orang tak dikenalnya.
Ketakutan mana disadari yang bersangkutan sebagai berlebihan atau tidak
beralasan. Catatan; pada anak-anak, gambaran ini mungkin tidak ada.
Situasi-situasi sosial atau penampilan yang ditakuti dihindarinya atau dijalani dengan
ansietas yang kuat atau menderita karenanya.
Penghindaran, kecemasan antisipatif atau penderitaan dalam situasi-situasi sosial atau
penampilan yang ditakuti menginterfensi secara bermakna dalam rutinitas noramal, fungsi
okupasi (akademik) atau hubungan-hubungan dan aktifitas sosial pasien atau adnya penderitaan
yang nyata mengalami fobia ini, pada individu berusia <18 tahun, durasi sedikitnya 6 bulan.
Ketakutan atau penghindaran tidak disebabkan efek fisilogis langsung dari zat (drug
abuse, medikasi) atau suatu kondisi medis umum dan tidak dapat digolongkan pada gangguan
mental lainnya (misal; Gangguan Panik dengan/tanpa Agorafobia, Cemas Perpisahan, Dismorfik,
Perkembangan Pervasif, Kepribadian Schizoid). Jika terdapat suatu kondis medis umum atau
gangguan mental lainnya maka hal ini tidak berhungan dengan ketakutan pada kriteria A (contoh.
Ketakutan pada gagap, kegentaran pada Parkinson atau menunjukan perilaku makan abnormal
pada Anorexia atau Bulimia Nervosa).
Tentukan jika;
Menyeluruh: jika ketakutan terjadi pada semua situasi-situasi sosial (pertimbangkan juga
diagnosis tambahan Gangguan Kepribadian Menghindar).
DAFTAR PUSTAKA

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition, Text Revision. Copyright
2000 American Psychiatric Association