Anda di halaman 1dari 26

1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Fisiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari segala proses yang

berlangsung dalam tubuh makhluk hidup, baik organism bersel satu tunggal

maupun bersel banyak, baik energetic maupun metabolik. Secara terminologis

istilah fisiologi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu physis (alam, pekerjaan, atau

sifat) dan logos (cerita atau ilmu). Jadi, secara garis besar fisiologi adalah ilmu

yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup. Pada

ilmu fisiologi ikan, yang dipelajari hanyalah masalah fisiologi pada ikan, tetapi

untuk mempermudah dalam pemahaman, proses fisiologi yang tejadi pada

makhluk lain seperti manusia serta vertebrata yang lainnya akan digunakan

sebagai pembanding. (Windarti et al, 2012)

Ikan air tawar adalah ikan yang hidup di air tawar seperti danau, sungai,

rawa, serta danau atau sawah yang tergenang air. Ikan air tawar sangat banyak

macamnya. (Igo, 2006). Ikan memiliki ciri khas yaitu hidup di air,merupakan

hewan berdarah dingin,berenang menggunakan sirip,bernafas dengan

insang,termasuk binatang bertulang belakang (vertebrata) serta memiliki linea

lateralis.

Pengetahuan terhadap anatomi (anatomi macroskopik dan mikroskopik)

dan fisiologi tubuh akan sangat membantu dalam pemahaman pato fisiologi serta

dalam diagnosa dan penanganan penyakit (BBL Lampung, 2000).

Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Darah terdiri dari sel-sel

(frakmen-frakmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat
2

seperti air. Sel-sel dan frakmen-frakmen sel merupakan unsur-unsur darah. Sel-sel

ini cukup besar sehingga dapat diamati dengan mikroskop biasa. Pada dasarnya

sel-sel darah dapat dibagi atas tiga unsur erytrosit, leukosit dan trombosit.

Diantara tipe tersebut, sel-sel darah merah merupakan yang paling banyak

jumlahnya (Raharjo, 1980).

Ikan air tawar sangat banyak macamnya. (Igo, 2006). Ikan memiliki ciri

khas yaitu hidup di air,merupakan hewan berdarah dingin,berenang menggunakan

sirip,bernafas dengan insang,termasuk binatang bertulang belakang (vertebrata)

serta memiliki linea lateralis.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia dan kebutuhan akan

bahan pangan dan gizi yang lebih baik,permitaan ikan terus meningkat dari tahun

ke tahun.Permintaan ikan yang meningkat tentunya memilki makna yang positif

bagi pengembangan perikanan terlebih bagi negara kepulauan Indonesia

(Widodo,2006).

1.2 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari praktikum Rupa Darah Secara Makroskopik dan

Mikroskopik Sebelum dan Sesudah Haemolisis dan Menentukan Tahanan

Osmotik Sel-Sel darah Merah adalah untuk memberikan pengetahuan kepada

praktikan, khususnya ikan Mas tentang rupa darah ikan secara makroskopik dan

mikroskopik sebelum dan sesudah haemolisis dengan bantuan mikroskop dan

menentukan tahanan osmotik sel-sel darah merah dari ikan yang telah dijadikan

sebagai objek pengamatan bagi praktikan secara lebih jelas dan terperinci.
3

Manfaat dari pratikum ini adalah praktikan dapat mengetahui rupa darah

ikan serta jenis-jenis sel darah merah ikan dan dapat menentukan tahanan osmotik

ikan tersebut secara tepat dan benar.


4

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ikan merupakan binatang terbanyak dari pada jenis-jenis binatang yang

lain (Endang,2000).

Ikan merupakan organisme yang hidup di air sebagian besar ikan

melakukan semua kegiatan hidupnya di dalam air. Karena didalam tubuh ikan

terdapat air dan kulit ikan merupakan suatu membrane yang semi permeable

terhadap air serta materi-materi yang ada didalamnya, maka interaksi antara air

yang ada didalam tubuh ikan dan air yang ada diluar tubuh ikan mungkin terjadi

(Pulungan , 2010 ).

Fisiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari segala proses yang

berlangsung dalam tubuh makhluk hidup baik organisme bersel tunggal maupun

bersel banyak, termasuk interaksi antarsel, jaringan, organ serta semua

komunikasi intersellular, baik energetic maupun metabolitik.(Pulungan,, et al,

2010 ).

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele

mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta

memiliki "kumis" yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip

anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor,

menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di

bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung

moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat

berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernapasan
5

tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni

duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa

patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi

jika orang tak sengaja terkena patil tersebut (Agus, 2005).

Sistem peredaran darah pada semua organisme merupakan proses

fisiologis yang sangat penting. Sistem peredaran darah ikan bersifat tunggal

artinya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Mulai dari jantung ,darah

menuju insang untuk melakukan pertukaran gas.Selanjutnya darah dialirkan ke

dorsal aorta dan terbagi kesegenap organ-organ tubuh melalui saluran-saluran

kecil .Selain itu ,sebagian darah dari insang. Pertama, sebelum dihubungkan ke

sistem vena,peranan kedua organ ini mungkin sebagai ventilasi kontrol dan untuk

seksresi gas kearah cairan mata (Fujaya,2004).

Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung ,vena,arteri dan

kapiler. Fungsi peredaran darah yaitu sebagai lattranspor antara lain

transporoksigen, karbondioksida, sari sari makanan maupun hasil metabolisme.

Selama bereaktivitas, peredaran darah akan mengangkut lebih banyak oksigen ke

otot dan segera menghabiskan sistem energi anaerobik dan akhirnya menyebabkan

keletihan akibat terbentuknya asam laktat.


6

III. BAHAN DAN METODE

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum Fisiologi Hewan Air tentang Rupa Darah Secara Makroskopik

dan Mikroskopik Sebelum dan Sesudah Haemolisis dan Menentukan Tahanan

Osmotik Sel-Sel Darah Merah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 06 Maret

2017, pada jam 14.00-16.30 WIB bertempat di Laboratorium Biologi Perikanan

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Pekanbaru.

3.2 Bahan dan Alat

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum mengenai Rupa

Darah Secara Makroskopik dan Mikroskopik Sebelum dan Sesudah Haemolisis

dan Menentukan Tahanan Osmotik Sel-Sel darah Merah" adalah ikan lele, darah

ikan yang dijaga agar tidak menggumpal, aquades, EDTA/Heparin, NaCl 3%,

ethanol murni, pewarna giemsa.

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah spuit, jarum suntik

untuk mengambil darah, tabung reaksi, rak tabung reaksi, mikroskop untuk

melihat sel darah, objek glass untuk tempat meletakkan ulasan darah yang akan di

amati, cover glass, test tube, pipet tetes untuk memindahkan darah ikan, nampan

untuk meletakan ikan, laporan berupa buku laporan sementara untuk tempat

menggambarkan ikan dan menuliskan hasil praktikum yang dibawa, buku

penuntun pratikum, serbet untuk membungkus ikan, dan tisu gulung untuk

membersihkan tangan serta alat tulis pensil dan pena untuk menggambar dan

menulis keterangan gambar serta penghapus dan peruncing serta pensil.


7

3.3 Metode Praktikum

Metode yang digunakan pada praktikum ini adalah metode pengamatan

langsung dengan mengamati dan mengenali langsung objek praktikum dengan

mengikuti petunjuk yang terdapat di dalam buku penuntun praktikum.

3.4 Prosedur Praktikum

Pada praktikum ini menggunakan 2 ekor ikan khususnya ikan Lele. Ikan

dibius dengan minyak cengkeh secukupnya sekitar 5 tetes . Kemudian ambil darah

ikan dengan mneggunakan jarum suntik yang telah dibasahi EDTA 10% lalu darah

tersebut dimasukkan kedalam tabung eppendorf yang sudah dibasahi EDTA 10% .

Kemudian ambil 1 cc darah dan masukkan ke dalam 3 buah tabung reaksi

yang telah diberi label A , B dan C. pada tabung A tambahkan 1cc aquades,pada

tabung B tambahkan 1cc NaCl 3% dan pada tabung C tidak ditambahkan,masing-

masing tabung dikocok dan dibiarkan selama 5 menit. Sementara itu buat preparat

ulas yaitu ambil 1 tetes darah,teteskan pada bagian ujung dari objek glass.

Lalu ambil objek glass lain, ssntuhkan salah satu ujungnya pada tetesan

darah tersebut dan geser sepanjang objek glass(objek glass untuk menggeser darah

dalam posisi sudut 45 terhadap objek glass tempat darah datang). Kemudian

angkat objek glass dengan ulasan darah tersebut dan terawang pada cahaya datang

(dasar hitam) dan cahaya tembus (dasar putih ada huruf).

Selanjutnya pada tabung A tadi tambahkan 1cc NaCl 3%,tabung B

tambahkan 1cc aquades,perhatikan larutannya bersifat tembus cahaya atau tidak

dan catatlah hasilnya pada laporan sementara.

Pada pengamatan jenis darah,preparat ulas dari darah ikan yang murni tadi

dikeringkan sekitar 5 menit, kemudian dicelupkan pada ethanol murni, lalu


8

keringkan sekitar 5 menit, setelah itu celupkan pada larutan giemsa lalu keringkan

sekitar 5 menit. Kemudian preparat tersebut dicuci dengan air hingga larutan

giemsa bersih dan keringkan lagi, amati dengan mikroskop.

Pada pengamatan tentang menentukan tahanan osmotik sel-sel darah

merah yang dilakukan adalah sediakan 8 tabung reaksi dan buat larutan NaCl

0,3%; 0,5%; 0,6%; 0,7%; 0,8%; 0,9%; 1%; 3%. Isilah tiap tabung dengan larutan

NaCl dengan konsentrasi yang berurutan, misalnya tabung 1 diisi dengan NaCl

0,3% dan seterusnya. Lalu teteskan 10 tetes darah ikan yang tersedia ke dalam

tabung, campurkan dengan hati-hati dan biarkan kurang lebih 10 menit. Setelah

10 menit amati kondisi lapisan merah di permukaan air. Ambillah dari tiap-tiap

tabung satu tetes campuran darah dan larutan NaCl, teteskan diatas objek glass

dan tutup dengan cover glass. Kemudian lihatlah di bawah mikroskop dan

gambarkan dibuku laporan sementara dan beri penjelasan.


9

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan yang dilakukan diperoleh

suatu hasil yaitu darah setelah ditambahkan aquades sel-sel darah merahnya

mengembang dan warnanya merah pekat. Sedangkan darah setelah ditambahkan

larutan NaCl sel-sel darahnya sel-sel darahnya mengkerut, dan tembus cahaya,

dan warnanya merah kurang pekat. Untuk darah yang dijadikan sebagai kontrol

bentuk sel-sel darahnya normal. Berikut cara membuat sampel untuk preparat

darah yang mengalami hemolisis :

1 ml darah ikan+1 ml + 1 ml Nacl 3%


aquades
Perbandingan darah
+Nacl 3% + aquades
Darah terlihat dengan B sama. Bagian
mengencer dan tembus atas larutan
cahaya menggumpal, bagian
bawah encer

1 ml darah ikan+1 ml +1 ml aquades


Nacl 3%
Perbandingan darah
+Nacl 3% + aquades
Darah menggumpal di dengan A sama. Larutan
bagian dasar tabung dan terbagi atas 3 lapisan
terlihat pekat dimana bagian bawah
lebih pekat-merah-pink
muda

1 ml darah ikan kontrol


tanpa perlakuan
10

Hasil pengamatan 1 cc darah ikan + 1 cc aquades + 1 cc NaCl 3 % adalah

darah kembali normal. Hasil pengamatan 1 cc darah ikan + 1cc NaCl 3 % + 1 cc

aquades adalah darah kembali normal. Berikut adalah rupa darah yang diamati

dengan menggunakan preparat ulas darah dibawah mikroskop:

Gambar 2. Rupa darah control

Gambar 3. Rupa darah setelah ditambah 1 cc aquades

Gambar 4. Rupa darah setelah ditambah 1 cc NaCl 3 %


11

Gambar 5. Rupa darah setelah ditambah 1 cc aqudes dan 1 cc NaCl 3 %

Gambar 6. Rupa darah setelah ditambah 1 cc NaCl dan aquades


12

1 ml darah ikan+ 0,3 % 1 ml darah ikan+ 0,5 %


Nacl Nacl
Darah sedikit Darah lebih
menggumpal dan menggumpal dari pada
mengendap. Masih 0,3 % dan mengendap.
terlihat / tembus cahaya. Preparat di bawah
Preparat di bawah mikroskop : Tembus
mikroskop : tembus Cahaya
cahaya (terawang)

1 ml darah ikan+0,6 % 1 ml darah ikan+0,7 %


Nacl Nacl
Darah menggumpal dan Darah menggumpaldan
mengendap. Cahaya mengendap. Cahaya
sedikit tembus tidak tembus sama sekali
Preparat di bawah Preparat di bawah
mikroskop : tidak mikroskop : tidak
tembus cahaya, terang tembus cahaya, agak
terang
1 ml darah ikan+0,8 % 1 ml darah ikan+0,6 %
Nacl Nacl
Darah menggumpal dan Darah menggumpal di
mengendap di bagian bagian bawah tabung
bawah tabung Preparat di bawah
Preparat di bawah mikroskop : pekat, tidak
mikroskop : tidak tembus cahaya dan
tembus cahaya menggumpal

+ 1 ml Nacl 1 % + 1 ml Nacl 3 %
Darah menggumpal dan Darah menggumpaldan
mengendap, pekat mengendap, sangat
cahaya tidak tembus pekat dan tidak tembus
sama sekali cahaya sama sekali

Hasil pengamatan 8 buah tabung yang berisi Larutan NaCl (0,3%; 0,5%;

0,6%; 0,7%; 0,8%; 0,9%; 1%; 3%) + 10 tetes darah setiap tabung sebagai

berikut : Larutan NaCl 0.3% + 10 tetes darah, darahnya mengumpal dan tembus

cahaya. Larutan NaCl 0,5% + 10 tetes darah, darahnya kurang cerah dan sedikit
13

mengumpal. Larutan NaCl 0,6% + 10 tetes darah, darahnya agak kental. Larutan

NaCl 0,7% + 10 tetes darah, darahnya agak cerah dan mengumpal. Larutan NaCl

0,8% + 10 tetes darah, darahnya tembus cahaya dan cerah.larutan NaCl 0,9% + 10

tetes darah, darahnya tidak tembus cahaya dan sedikit mengumpal. Larutan NaCl

1% + 10 tetes darah, darahnya tembus cahaya. Larutan NaCl 3% + 10 tetes darah,

darahnya tidaj tembus cahaya dan lebih padat. Larutan NaCl 0% sebagai control.

4.2 Pembahasan
14

Pada praktikum ini dapat terlihat bahwa darah kontrol masih dalam

keadaan ukuran yang normal dan susunan darahnya rapi. Darah yang ditambah

aquades terlihat di bawah mikroskop sel darahnya mengalami pembengkakan atau

membesar karena aquades masuk kedalam sel dan jarak antar sel darah berjauhan

atau pecah sel darahnya. Sedangkan darah yang ditambahkan NaCl 3% terlihat di

bawah mikroskop rupa sel darahnya mengkerut ini terjadi akibat sifat dari NaCl

yang dapat menyerap air sehingga cairan sel di dalam sel tertarik keluar sehingga

sel darah menjadi mengkerut dan jarak antar sel menjadi rapat. Darah yang diberi

aquades kemudian diberi NaCl 3% akan membuat rupa sel darah agak mengkerut,

sedangkan darah yang diberi NaCl 3% dan kemudian diberi aquades membuat

rupa darahnya pecah.

Pada tabung A 1 ml darah ikan ditambahkan 1 ml aquades warna larutan

merah bening dan tembus cahaya. Pada tabung B1 ml darah ikan yang

ditambahkan 1 ml Nacl 3% warna larutannya merah keruh dan tidak tembus

cahaya. Pada tabung C 1 ml darah ikan warna larutannya merah pekat.

Pada larutan NaCl 0,3% yang ditambahkan 1ml darah ikan warna

larutannya merah cerah dan tembus cahaya. Pada larutan NaCl 0,5% yang

ditambahkan 1ml darah ikan wrna larutannya merah keruh dan tidak tembus

cahaya. Pada larutan NaCl 0,6% yang ditambahkan 1ml darah ikan warna larutan

merah tua dan tidak tembus cahaya. Pada larutan NaCl 0,7% yang ditambah 1ml

darah ikan warna larutan merah tua, ada gumpalan dan tidak tembus cahaya.Pada

larutan NaCl 0,8% yang ditambahkan 1ml darah ikan warna larutan merah keruh,

ada endapan dan tidak tembus cahaya. Pada larutan NaCl 0,9% yang

ditambahkan 1ml darah ikan warna larutan merah bening, ada endapan dan
15

tembus cahaya. Pada larutan NaCl 1% yang ditambah 1ml darah ikan warna

larutan merah keruh, ada endapan dan tidak tembus cahaya. Pada Larutan NaCl

3% yang ditambah 1ml darah ikan warna Larutan merah keruh dan tidak tembus

cahaya.

Bila sel-sel darah dimasukkan kedalam suatu cairan yang hypertonis atau

hypotonis terhadap cairan interaseluler, maka terjadi proses osmasa dan difusi.

Bila tekanan osmosa cairan diluar sel sama dengan didalam sel , maka sel darah

tidak mengalami perubahan. Jika cairan didalam sel hypertonis terhadap cairan

didalam sel maka sel-sel akan kehilangan cairan sehingga mengakibatkan sel

mengalami pengkerutan (Windarti,et al, 2012)

Membran sel darah merah sifatnya permiabel terhadap air, glukosa dan

urea, tetapi impermiabel terhadap garam-garam. Air dapat mengalir melalui

membran sel, oleh karena itu bila darah dimasukan kedalam larutan yang

hipotonis maka sel darah merah akan pecah. Peristiwa pecahnya sel darah merah

hingga isinya menyebar keseluruh larutan disebut Haemolisis. Namun apabila

darah dimasukkan kedalam larutan yang isotonis (larutan fisiologis untuk ikan

NaCl 0,6%) maka sel darah tidak akan mengalami perubahan (Fujaya, 2004).

Pada matrik cairan darah terdapat sel sel darah. Sel yang menyangkut

oksigen disebut eritrosit. Sel yang berperan dalam kekebalan dan pertahanan

tubuh disebut leukosit dan sel yang berperan dalam homeostatis disebut trombosit.

(Hendra, 2008).

V. KESIMPULAN DAN SARAN


16

5.1 Kesimpulan

Berdasarakan percobaan yang dilakukan didapatkan kesimpulan yaitu :

1. Darah ikan yang tidak diberi larutan (darah kontrol) masih dalam keadaan

ukuran yang normal dan susunan darahnya rapi.


2. Darah yang ditambah aquades terlihat di bawah mikroskop sel darahnya

mengalami pembengkakan atau membesar karena aquades masuk kedalam sel

dan jarak antar sel darah berjauhan atau pecah sel darah. Sedangkan darah

yang ditambahkan NaCl 3% terlihat di bawah mikroskop rupa sel darahnya

mengkerut ini terjadi akibat sifat dari NaCl yang dapat menyerap air sehingga

cairan sel di dalam sel tertarik keluar sehingga sel darah menjadi mengkerut

dan jarak antar sel menjadi rapat.


3. Darah yang diberi aquades kemudian diberi NaCl 3% akan membuat rupa sel

darah agak mengkerut dan terjadi difusi, sedangkan darah yang diberi NaCl

3% dan kemudian diberi aquades membuat rupa darah sel darahnya pecah dan

mengalami osmosis.
4. Beberapa sel darah yang telah diberi larutan NaCl yang dapat tembus cahaya

yaitu pada konsentrasi larutan NaCl 0,3% dan 0,9%. Sedangkan konsentrasi

larutan NaCl lainnya tidak tembus cahaya.

5.2 Saran

Sebaiknya saat akan dilaksanakannya praktikum, usahakan kondisi ikan

tidak mati sehingga dapat mengambil darah ikan tersebut setelah di

pingsankan.Praktikan juga harus berhati hati dalam mencampurkan larutan serta

jangan lupa untuk membasahi alat praktikum dengan EDTA agar darah ikan tidak

beku.
17

Praktikan sebaiknya menyediakan segala perlengkapan praktikum sebelum

jadwal praktikum dimulai. Lalu praktikan juga harus menguasai materi agar tidak

terjadi kerancuan pada saat praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
18

Agus,Rochdianto, 2005. Analisis Finansial Usaha Pembenihan Ikan Lele (Clarias

bathacus) di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Skripsi

S1 FE, Universitas Tabanan.

Cahyono, B.2000. Budidaya Ikan Air Tawar. Yoyakarta:Kanisius.

Endang, Sri Mulyani. 2000 Menggalakkan Perikanan Laut. Bandung: Sarana

Cipta Ilmu

Fujaya,Yushinta.2004.Fisiologi Ikan.Bogor: Rineka Cipta

Hendra, eka putra . 2008 . Sistem Peredaran Darah Pada Vertebrata. Jakarta:

Gramedia Pustaka

Igo.2006.Mengenal Jenis Ikan .Bandung: Titian Ilmu.

Mudjiman, A. 2001.Makanan Ikan Dan Sistem Darah. Jakarta: PT. Penebar

swadaya.

Pulungan, C. P., Windarti,efrizal, deniefizon,.yuliati 2010. Buku Ajar Fisiologi

Hewan Air. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.Universitas Riau.

Pekanbaru.70 Halaman (tidak diterbitkan).

Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyology. Diktat Perkuliahan Fakultas Pertanian Bogor.

Bogor. 113 hal

Widodo,Johannes. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut.Yogyakarta:

Gajah Mada University.

Windarti, et al, 2011. Buku Ajar Fisiologi Hewan Air. Pekanbaru: Universitas

Riau
19

LAMPIRAN

Lampiran 1. Alat-alat Yang Digunakan


20

Mikroskop Serbet

Tabung reaksi (test tube) Pipet Tetes

Tabung reaksi yang telah diberi Jarum Suntik dan Ikan Lele
label (Clarias batrachus)

Buku Penuntun Praktikum Darah Ikan + Aquades


21

Darah Ikan + Nacl Darah Ikan + Aquades + Nacl

Preparat Ulas Darah


22

DAFTAR ISI

Isi Halaman

KATA PENGANTAR............................................................................... i

DAFTAR ISI............................................................................................. ii

DAFTAR GAMBAR................................................................................ iii

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................ iv

I. PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1. Latar Belakang.......................................................................... 1
1.2. Tujuan dan Manfaat................................................................... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA

III. BAHAN DAN METODE


3.1. Waktu dan Tempat..................................................................... 6
3.2. Bahan dan Alat........................................................................ 6
3.3. Metode Praktikum..................................................................... 7
3.4. Prosedur Praktikum................................................................... 7
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil.......................................................................................... 9
4.2. Pembahasan............................................................................... 14
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan................................................................................ 16
5.2. Saran.......................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
23

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas

segala berkat dan kasihNya yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan

laporan praktikum Rupa Darah Secara Makroskopis dan Mikroskopis Sebelum

dan Sesudah Haemolisis dan Menentukan Tahanan Osmotik Sel-Sel Darah

Merah. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada

dosen pembimbing dan asisten yang telah bersedia menjadi pembimbing penulis,

serta semua pihak yang telah membantu penulis selama penyusunan Laporan

Praktikum fisiologi hewan air.

Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

membangun dari semua pihak, karena masih banyak kesalahan yang terdapat

didalam laporan ini.

Pekanbaru, 10 Maret 2017

Penyusun
24

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Rupa Darah Kontrol............................................................................... 10

2. Rupa Darah Setelah Ditambah 1 cc Aquades......................................... 10

3. Rupa Darah Setelah Ditambah 1 cc Nacl 3 %....................................... 11

4. Rupa Darah Setelah Ditambah 1 cc Aquades dan 1 cc Nacl 3 %........... 11

5. Rupa Darah Setelah Ditambah 1 cc Nacl dan Aquades......................... 11


25

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Alat-alat yang digunakan ....................................................................... 20


26