Anda di halaman 1dari 11

RISK AND RETURN

I. Risk (Risiko)
I.1 Pengertian
Risiko dapat dikatakan sebagai suatu peluang terjadinya kerugian atau
kehancuran. Risiko adalah kemungkinan bahwa return sesungguhnya dari suatu investasi
akan tidak sesuai dari return yg diharapkan.
Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald Ebert, risiko adalah uncertainty about
future event, adapun Joel G.Siegel dan Jae K.Sim mendefinisikan risiko pada 3 hal:
1. Keadaan yang mengarah kepada sekumpulan hasil khusus dimana hasilnya dapat
diperoleh dengan kemungkinan yang telah diketahui oleh pengambilan keputusan
2. Variasi dalam keuntungan penjualan atau variabel keuangan lainnya
3. Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja operasi
perusahaan atau posisi keuangan

I.2 Tipe-tipe Risiko

RISK

PURE SPECULAT
IVE

STATIC DYNAMIC STATIC DYNAMIC

OBJECTIVE SUBJECTIVE OBJECTIVE SUBJECTIVE OBJECTIVE

Keterangan :
1. Pure Risk (Risiko Murni) adalah suatu ketidakpastian terjadi, maka kejadian tersebut
pasti menimbulkan kerugian. Risiko murni dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe
risiko, yaitu:
a. Risiko aset fisik adalah risiko yang berakibat timbulnya kerugian pada aset fisik
suatu perusahaan/organisasi.
b. Risiko Karyawan adalah risiko yang disebabkan karena apa yang dialami oleh
karyawan yang bekerja di suatu perusahaan atau organisasi.
c. Risiko Legal adalah risiko dalam bidang kontrak yang mengecewakan atau
kontrak tidak berjalan sesuai dengan rencana.
2. Speculative Risk (Risiko Spekulatif) adalah suatu ketidakpastian akan terjadinya
untung atau rugi. Risiko ini dapat dikelompokkan menjadi 4 tipe yaitu:
a. Risiko pasar adalah risiko yang terjadi dari pergerakan harga pasar.
b. Risiko kredit adalah risiko yang terjadi karena counter party gagal memenuhi
kewajibannya kepada perusahaan.
c. Risiko likuiditas adalah risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan kas.
d. Risiko operasional adalah risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional yang
tidak berjalan lancar.
3. Static Risk (Risiko Statis) adalah mungkin sifatnya murni atau spekulatif asalnya dari
masyarakat yang tidak berubah yang berada dalam keseimbangan stabil.
4. Dynamic Risk (Risiko Dinamis) adalah mungkin sifatnya murni atau spekulatif
timbul dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
5. Subjective Risk (Risiko Subyektif) adalah berkaitan dengan kondisi mental seseorang
yang mengalami keragu-raguan dan kecemasan akan terjadinya kejadian tertentu.
6. Objective Risk (Risiko Obyektif) adalah probabilitas penyimpangan aktual dari yang
diharapkan sesuai dengan pengalaman.

I.3 Perhitungan Risk (Risiko)


Risiko dari suatu aset dapat dilihat dengan dua cara:
1. On a stand alone basis (risiko tunggal )
2. In a portfolio context (risiko aset dalam suatu portfolio)

I.3.1 On a stand alone basis (risiko tunggal)


Mengukur risiko tunggal di lakukan dengan tiga cara:
1. Return yang diharapkan
Merupakan rata-rata tertimbang dari distribusi probabilitas.

Rumus:

n
k = ki. Pi
i=1

Keterangan:
k = tingkat keuntungan yang diharapkan
ki = tingkat keuntungan pada kondisi i
pi = probabilitas kondisi i terjadi
2. Deviasi standar return
Untuk mengukur kerapatan distribusi probabilitas, digunakan deviasi standar ().
Rumus:

= (ki k )2 . p i

3. Koefisien variasi
Terdapat dua pilihan investasi, yaitu A dengan return yang diharapkan lebih tinggi
dan B mempunyai deviasi standar lebih rendah.
Rumus:

CV = / k

Perhitungan
1. Return yang diharapkan

Keadaan Probabilitas Rate of Return on Stock


Ekonomi Kejadian PT Samsung PT Nokia
Booming 0.3 100% 20%
Normal 0.4 15% 15%
Resesi 0.3 (70)% 10%

Samsung R = (100%x0.3) + (15%x0.4) + (-70%x0.3) = 15%


Nokia R = (20%x0.3) + (15%x0.4) + (10%x0.3) = 15%

2. Deviasi standar return


Probabilita Rate of Return (ki) (ki-k)2 (ki-k)2 x pi
s Kejadian Samsun Samsun Samsun
Nokia Nokia Nokia
(pi) g g g
0.3 100% 20% 0.723 0.003 0.217 0.001
0.4 15% 15% 0.000 0.000 0.000 0.000
0.3 (70)% 10% 0.723 0.003 0.217 0.001
Total 0.434 0.002
Standar Deviasi 65.88 4.47
Expected Return (k) 15%

3. Koefisien variasi
Samsung Nokia
Return yang diharapkan 15% 15%
Deviasi standar 65.88% 4.47%
Koefisien variasi 65.66/15 = 4.38 4.47/15 = 0.30

4.38 > 0.30 berarti PT Samsung lebih berisiko daripada PT Nokia


I.3.2 In a portfolio context (risiko aset dalam suatu portofolio)
Dalam konteks portfolio, risiko dari suatu asset dibagi menjadi dua komponen:
1. Diversifiable risk
Disebabkan oleh kejadian-kejadian random seperti mogok kerja, sukses atau
gagalnya marketing program. Efek dalam portfolio dapat dihilangkan dengan
diversifikasi.
2. Market risk
Disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi seperti inflasi, naiknya harga
bbm, perang, resesi, dan lain-lain.
I.4 Alternatif alternatif Menghindari Risiko
Untuk menghindari risiko yang timbul terhadap aktivitas investasi yang
dilakukan, perlu dilakukan alternatif-alternatif dalam pengambilan keputusan. Alternatif
keputusan yang diambil adalah dianggap realistis dan tidak akan menimbulkan masalah
nantinya. Tindakan seperti ini dianggap sebagai bagian strategi investasi. Bahwa berbagai
keputusan-keputusan strategis akan menghasilkan nilai yang lebih besar bagi perusahaan.
Dimana tindak lanjut dari keputusan strategis ini adalah dengan melibatkan secara
maksimal sumber daya yang ada untuk mengimplementasikan keputusan yang dimaksud
dan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas implementasi ini. Artinya
adalah risiko yang timbul merupakan bentuk dari realita yang terjadi, yang mana risiko
itu selalu saja sulit untuk dihindari namun diusahakan risiko itu terjadi dalam jumlah
yang sangat minim.

I.5 Mengelola Risiko


Dalam aktivitas yang namanya risiko adalah pasti terjadi dan sulit untuk dihindari
sehingga bagi sebuah lembaga bisnis seperti perbankan sangat penting untuk memikirkan
bagaimana mengelola risiko tersebut. Dalam mengelola risiko pada dasarnya ada 4 cara
yaitu :
1. Memperkecil risiko, dengan cara tidak memperbesar setiap keputusan yang
mengandung risiko tinggi tapi membatasinya bahkan meminimalisirnya agar risiko
tersebut tidak menambah menjadi besar dan diluar kontrol manajemen perusahaan.
2. Mengalihkan risiko, dengan cara mengalihkan risiko yang kita terima tersebut
ketempat lain seperti mengasurasikan bisnis guna menghindari terjadinya risiko yang
sifatnya tidak tentu waktunya
3. Mengontrol risiko, dengan cara melakukan kebijakan mengantisipasi terhadap
timbulnya risiko sebelum terjadi, seperti memasang alarm terhadap mobil,
menempatkan satpam pada siang atau malam hari
4. Pendanaan risiko, dengan cara menyediakan dana cadangan (reserve) guna
mengantispasi timbulnya risiko dikemudian hari, seperti perubahan terhadap nilai
tukar dolar dipasaran maka kebijakan sebuah bank adalah harus memiliki dana
cadangan dalam bentuk dolar
II. Return (Pengembalian)
II.1 Pengertian
Return atau pengembalian adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan,
individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukan. Menurut R. J. Shook,
return merupakan laba investasi, baik melalui bunga atau deviden.
Beberapa pengertian return yang lain :
1. Return on equity atau imbal hasil atas ekuitas merupakan pendapatan bersih dibagi
ekuitas pemegang saham.
2. Return of capital atau imbal hasil atas modal merupakan pembayaran kas yang tidak
kena pajak kepada pemegang saham yang mewakili imbal hasil modal yang
diinvestasikan dan bukan distribusi deviden. Investor mengurangi biaya investasi
dengan jumlah pembayaran.
3. Return on investment atau imbal hasil atas investasi merupakan membagi pendapatan
sebelum pajak terhadap investasi untuk memperoleh angka yang mencerminkan
hubungan antara investasi dan laba.
4. Return on invested capital atau imbal hasil atas modal investasi merupakan
pendapatan bersih dan pengeluaran bunga perusahaan di bagi total kapitalisasi
perusahaan.
5. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi.
6. Return on network atau imbal hasil atas kekayaan bersih merupakan pemegang saham
yang dapat menentukan imbal hasilnya dengan membandingkan laba bersih setelah
pajak dengan kekayaan bersihnya.
7. Return on sales atau imbal hasil atas penjualannya merupakan untuk menentukan
efisiensi operasi perusahaan, seseorang dapat membandingkan presentase penjualan
bersihnya yang mencerminkan laba sebelun pajak terhadap variable yang sama dari
periode sebelumnya.
8. Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di
masa mendatang.
9. Total return merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode
tertentu.
10. Return realisasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return realisasi
masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio tersebut.
11. Return ekspektasi portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari return-return
ekspektasi masing-masing sekuritas tunggal di dalam portofolio.

II.2 Investment Return


Salah satu cara menghitung return dari suatu investasi
Rumus:

In dollar terms:
Dollar return = amount received amount invested

Tapi ada dua masalah dalam dollar terms, yaitu:


1. Besarnya perubahan investasi
2. Waktu sampai kita mendapatkan return (timing)

Sebagai solusi dari permasalah ini kita memakai rate of return atau % return
Rumus:

Rate of return = (Amount received Amount invested)


Amount invested

Rate of return umunya banyak dipakai untuk mengukur kinerja dari suatu
investasi

III. Investasi Portfolio


III.1 Pengertian
Portfolio adalah suatu kombinasi dua atau lebih investasi.

III.2 Tujuan
Tujuannya adalah untuk meminimumkan risiko dengan cara diversifikasi.

III.3 Portfolio Risk


Diukur dengan deviasi standar portfolio. Tetapi tidak dihitung atau dicari dengan
menggunakan rata-rata tertimbang deviasi standar masing-masing sekuritas dalam
portfolio. Apabila menggunakan itu berarti mengabaikan korelasi antara sekuritas-
sekuritas yang ada di dalam portfolio. Korelasi antara sekuritas-sekuritas tersebut
mempengaruhi besarnya deviasi standar portfolio.

Market and Diversifiable Risk


Dalam suatu kondisi tertentu, mengkombinasikan sekuritas dalam portfolio
mengurangi risiko tapi tidak menghasilkan risiko. Apa yang terjadi apabila kita
memasukan lebih dari dua saham di portfolio?
Kurva market and diversifiable risk:
Diversifiable Risk

Market Risk

Risiko
Total
Deviasi Standar Portfolio

Jumlah Sekuritas Dalam Portfolio

Risiko dari portfolio akan berkurang seiring dengan bertambahnya jumlah saham di
portfolio.

III.4 Portfolio Return


Return yang diharapkan dari suatu portfolio adalah rata-rata tertimbang dari semua
return yang diharapkan dari sekuritas-sekuritas dalam portfolio.
Rumus:
kp = w1k1 + w2k2 + + wnkn

Perhitungan
Expected Return (ki) Nilai Investasi (wi)
Samsung 14% 25.000
Nokia 13% 25.000
Sony Ericson 20% 25.000
Motorola 18% 25.000

Berapakah return yang diharapkan dari portfolio ini?


Kp = w1k1+w2k2+w3k3+w4k4
= 0,25(14%)+0,25(13%)+0,25(20%)+0,25(18%)
= 16,25 %

IV. CAPM
IV.1 Pengertian
Sebuah model yang menggambarkan hubungan antara risiko dan return yang
diharapkan, model ini digunakan dalam penilaian harga sekuritas. Kesimpulan dari
CAPM adalah risiko yang relevant dari suatu saham adalah kontribusi risiko saham
tersebut pada risiko portfolio. CAPM digunakan untuk menganalisa risk dan rate of
return.

IV.2 Persamaan CAPM


Persamaan risiko dan perolehan adalah:

Rs = Rf + Rp

Rs = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rp = Risk premium
Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) dengan
memasukan faktor dinyatakan sebagai:

Rs = Rf + s (Rm Rf)

Rs = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rm = Expected return on the stock market as a whole

s = Stocks beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu

IV.3 BETA dalam CAPM


Koefisien BETA adalah jumlah risiko dari suatu saham yang dikontribusikan
untuk portfolio pasar. Saham dengan deviasi standar tinggi akan mempunyai BETA yang
tinggi pula. Oleh karena itu saham dengan stand alone tinggi akan mengkontribusikan
banyak risiko untuk portfolio.
adalah ukuran dari hubungan paralel dari sebuah saham biasa dengan seluruh
tren dalam pasar saham.
Bila nilai = 1 artinya adanya hubungan yang sempurna dengan kinerja seluruh
pasar seperti yang diukur indek pasar (market index).
Bila nilai > 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada
pasar.
Bila nilai < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah daripada
indek pasar secara umum (general market index).

Perhitungan
Suatu sekuritas x yang mempunyai Expected Return 0.27 (27% per tahun) dan
nilai betanya 1.2, apakah sekuritas x ini layak di beli atau tidak?

Rs = Rf + s (Rm Rf)

Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per tahun)

Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah 0.26 (26% per tahun,
didapatkan dengan cara memprediksi return)
s = 1.2

Sehingga
Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 0.06)
Rs = 0.06 + 1.2 (0.2)
Rs = 0.06 + 0.24
Rs = 0.3 (30%)

Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang diperoleh hanya 27%,
maka harga sekuritas terlalu mahal, karena return wajarnya adalah 30%