Anda di halaman 1dari 94

HALAMAN JUDUL

RANCANG BANGUN PROTOTIP TURBIN ANGIN


HORIZONTAL UNTUK SKALA KECEPATAN ANGIN
RENDAH

Skripsi

Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1


Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Nama : Yusuf Bachtiar


NIM : 5201410031
Program Studi : Pendidikan Teknik Mesin, S1

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi saya yang berjudul


Rancang Bangun Prototip Turbin Angin Horizontal untuk Skala Kecepatan
Angin Rendah disusun berdasarakan hasil penelitian saya dengan arahan dosen
pembimbing. Sumber informasi atau kutipan dari karya yang diterbitkan telah
disebutkan dalam teks dan tercantum dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi
ini. Skripsi ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar program sejenis di
perguruan tinggi manapun.

Semarang, 2015

Yusuf Bachtiar
5201410031

ii
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi ini diajukan oleh:
Nama : Yusuf Bachtiar
NIM : 5201410031
Program Studi : Pendidikan Teknik Mesin S1
Judul : Rancang Bangun Prototip Turbin Angin Horizontal untuk Skala
Kecepatan Angin Rendah
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji dan diterima sebagai
persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan
Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Panitia Ujian
Ketua : Dr. M. Khumaedi, M.Pd (..........)
NIP. 196209131991021001

Sekretaris : Wahyudi, S. Pd, M. Eng (..........)


NIP. 1980031192005011001

Dewan Penguji
Pembimbing : Drs. Winarno Dwi R., M.Pd (..........)
NIP. 195210021981031001

Penguji Utama I : Dr. Basyirun, M.Pd (..........)


NIP. 196806241994031003

Penguji Utama II : Drs. Pramono (..........)


NIP. 195809101985031002

Penguji Pendamping : Drs. Winarno Dwi R., M.Pd (..........)


NIP. 195210021981031001
Ditetapkan di Semarang
Tanggal :
Mengesahkan
Dekan Fakultas Teknik

Drs. Muhammad Harlanu, M.Pd


NIP. 196602151199102001

iii
ABSTRAK
Yusuf Bachtiar. 2015. Rancang Bangun Prototip Turbin Angin Horizontal untuk
Skala Kecepatan Angin Rendah. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik
Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.

Penelitian ini bertujuan membuat prototip turbin angin horizontal untuk


skala kecepatan angin rendah. Diawali dengan merancang desain blade atau
baling-baling menggunakan software Qblade. Setelah memperoleh desain blade
atau baling-baling tersebut di buat ke dalam bentuk nyata. Setelah jadi prototip
turbin angin horizontal dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh variasi
kecepatan angin rendah dengan putaran rotor dan power output generator.
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode eksperimen.
Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan prototip turbin
angin horizontal, tahap mendesain dan mensimulasikan menggunakan software
Qblade, tahap pembuatan prototip turbin angin horizontal, sampai tahap pengujian
laboraturium prototip turbin angin horizontal. Pengambilan data dari penelitian ini
didasarkan pada hasil pengujian prototip turbin angin horizontal yang untuk
mengetahui pengaruh variasi kecepatan angin rendah, yaitu: 2; 2,5; 3; 3,5; 4
terhadap putaran rotor dan power output generator.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) dari penggunaan software Qblade dapat
digunakan sebagai media perancangan blade atau baling-baling prototip turbin
angin horizontal untuk skala kecepatan angin rendah yang menggunakan NACA
6409 dengan jumlah 3 buah. Dimensi dari blade atau baling-baling panjang 220
mm, tinggi 20 mm, lebar 40 mm, dan puntiran 17o.(2) prototip turbin angin
horizontal dibuat berdasarkan blade atau baling-baling yang dihasilkan dari
software Qblade. Prototip ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu: blade atau
baling-baling, hub, poros, bearing, gearbox, generator, lampu, nacelle, tiang
penyangga, dan landasan. (3) dari pengujian dari prototip turbin angin horizontal
untuk skala kecepatan angin rendah, variasi kecepatan angin berpengaruh terhadap
putaran rotor dan power output generator pada prototip turbin angin untuk skala
kecepatan angin rendah. Besarnya nilai putaran rotor dan power output generator
meningkat sebanding lurus dengan meningkatnya nilai variasi kecepatan angin.
Peningkatan putaran rotor mencapai nilai maksimal sebesar 199,53 rpm pada
kecepatan angin 4 , sedangkan power output generator mencapai nilai maksimal
sebesar 3,20 watt pada kecepatan angin 4 .

Kata kunci: rancang bangun, prototip, turbin angin horizontal, kecepatan angin
rendah

iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Keluarga adalah tempat yang bisa menerima kita apa adanya.

Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sngguh pasti akan berhasil.

Man shobaru zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung.

Man yazro yahsud, siapa yang menanam, maka akan menuai yang ditanam

PERSEMBAHAN

Saya persembahkan karya ini untuk:

1. Kedua orang tua saya Nur zabidi dan Kaswati

yang tiada henti menyayangi, mencintai dan

mendukung saya.

2. Adikku tersayang Baihaqi al kharis yang selalu

memberikan dukungan dan semangat.

3. Yohana herawati yang selalu ada, selalu

memberikan semangat dan selalu memberikan

semua yang terbaik untuk saya.

v
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, dengan rahmat dan hidayah dari Allah SWT penulis dapat

menyelesaikan skripsi dengan judul Rancang Bangun Prototip Turbin Angin

Horizontal untuk Skala Kecepatan Angin Rendah. Skripsi ditulis dalam rangka

menyelesaikan studi Strata 1 untuk mendapat gelar Sarjana Pendidikan di Fakultas

Teknik Universitas Negeri Semarang.

Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan, bantuan dan motivasi

dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan penuh kerendahan hati disampaikan

ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam

penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

2. Ketua Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri

Semarang, serta sebagai pembimbing dan penguji pendamping yang telah

memberikan bimbingan, arahan, motivasi dan saran kepada penulis

3. Wahyudi, S.Pd, M.Eng, Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Mesin

Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, serta sebagai dosen wali

yang telah memberikan masukan dan motivasi kepada penulis.

4. Drs. Winarno Dwi R., M.Pd, Dosen pembimbing yang telah memberikan

waktu, bimbingan dan petunjuk dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. Dr. Basyirun, M.Pd, Dosen penguji utama I yang telah memberikan waktu,

kritik dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Drs. Pramono, Dosen penguji utama II yang telah memberikan waktu,

kritik dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.

vi
7. Kriswanto, S.Pd, M.T yang memberikan banyak masukan dan ide-ide

dalam pembuatan skripsi serta dalam pelaksanaan penelitian.

8. Sahabat perjuangan Andi, Amir, Umam, Eko, Rizki, Zuniar, Malik, Yudis,

Mahally dan Listyawan atas kebersamaannya dan semua motivasi kepada

penulis.

9. Teman-teman Program Studi Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2010 dan

teman-teman kumpulan dirumah serta teman-teman di GINI kos yang telah

memberikan motivasi dan saran kepada penulis.

10. Para kakak angkatan dan adik angkatan Program Studi Teknik Mesin yang

telah memberikan pengalaman dan saran serta telah membantu penulis.

11. Semua pihak yang telah memberikan motivasi, saran dan masukan kepada

penulis.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari

kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

membangun dalam rangka menambah wawasan penulis. Semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan dunia pendidikan pada khususnya.

Semarang, Januari 2015

Penulis

vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................... i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI..................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................... iii
ABSTRAK .................................................................................................... iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN............................................................... v
KATA PENGANTAR.................................................................................. vi
DAFTAR ISI................................................................................................. viii
DAFTAR TABEL ........................................................................................ x
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xiv

BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah..................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ........................................................................... 5
C. Batasan Masalah................................................................................. 5
D. Rumusan Masalah .............................................................................. 6
E. Tujuan Penelitian ............................................................................... 6
F. Manfaat Penelitian ............................................................................. 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ....................................................................... 8


A. Kajian Penelitian yang Relevan ......................................................... 8
B. Kajian Teori ....................................................................................... 9
1. Energi Angin ................................................................................... 9
2. Turbin Angin ................................................................................... 13
3. Turbin Angin Horizontal ................................................................. 18
4. Rancangan Blade atau Baling-baling .............................................. 25
5. Software Qblade .............................................................................. 27
C. Kerangka Berpikir Penelitian............................................................. 28
D. Pertanyaan Penelitian ......................................................................... 30

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 31


A. Bahan penelitian................................................................................. 31
B. Alat Pengujian.................................................................................... 34
C. Prosedur Penelitian............................................................................. 38

viii
1. Diagram Alir.................................................................................... 38
2. Proses Penelitian.............................................................................. 39
3. Data Penelitian ................................................................................ 40
4. Analisis Data ................................................................................... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN................................................................... 42


A. Hasil Penelitian .................................................................................. 42
1. Penelitian Software Qblade ............................................................. 42
2. Prototip Turbin Angin Horizontal ................................................... 49
3. Eksperimen Prototip Turbin Angin Horizontal ............................... 56
B. Pembahasan........................................................................................ 59
C. Keterbatasan Penelitian...................................................................... 61

BAB V PENUTUP........................................................................................ 62
A. Simpulan ............................................................................................ 62
B. Saran................................................................................................... 63

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 64

LAMPIRAN.................................................................................................. 66

ix
DAFTAR TABEL
.Tabel 1. Pengelompokan potensi energi angin, pemanfaatan dan lokasi
potensial (Bapedda Kabupaten Bantul, 2010: 4) ........................... 2
Tabel 2. Ikon-ikon yang ada di software Qblade........................................... 28
Tabel 3. Pengambilan data putaran rotor dengan variasi kecepatan angin .... 40
Tabel 4. Pengambilan data power output generator dengan variasi
kecepatan angin ............................................................................. 41
Tabel 5.Hasil pengujian putaran rotor dengan variasi kecepatan angin......... 57
Tabel 6. Hasil pengujian power output generator dengan variasi
kecepatan angin ............................................................................. 58

x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Profil kecepatan angin melewati penampang rotor ...................... 11

Gambar 2. Turbin angin horizontal (Burton, dkk, 2001: 5) ........................... 15

Gambar 3.Macam-macam tipe turbin angin vertikal (Latif, dkk, 2008: 2).... 16

Gambar 4.Bagian-bagian airfoil..................................................................... 17

Gambar 5. Airfoil NACA 6409 ....................................................................... 18

Gambar 6. Komponen-komponen dari turbin angin horizontal ..................... 19

Gambar 7. Istilah pada roda gigi lurus (Dahlan, 2012: 267).......................... 22

Gambar 8. Kerangka berpikir......................................................................... 30

Gambar 9. Desain blade atau baling-baling................................................... 31

Gambar 10. Desain hub.................................................................................. 32

Gambar 11. Desain poros............................................................................... 32

Gambar 12. Desain gear atau roda gigi ......................................................... 33

Gambar 13. Desain nacelle ............................................................................ 33

Gambar 14. Desain tiang penyangga ............................................................. 34

Gambar 15. Desain landasan.......................................................................... 34

Gambar 16. Tachometer digital ..................................................................... 35

Gambar 17. Multitester ................................................................................. 35

Gambar 18. Kipas angin................................................................................. 36

Gambar 19. Anemometer digital.................................................................... 37

Gambar 20. Laptop atau komputer................................................................. 37

Gambar 21. Alur penelitian............................................................................ 38

Gambar 22. Skema pengujian prototip turbin angin horizontal..................... 40

xi
Gambar 23. Tampilan awal software Qblade ................................................ 42

Gambar 24. Tampilan desain airfoil NACA 6409 pada software Qblade ...... 43

Gambar 25. Tampilan data analisis airfoil NACA 6409................................. 43

Gambar 26. Tampilan data polar.................................................................... 45

Gambar 27. Data dan desain blade atau baling-baling HAWT ..................... 45

Gambar 28. Data hasil simulasi rotor blade ................................................. 46

Gambar 29. Data hasil Multi Parameter BEM Simulation ............................ 47

Gambar 30. Data hasil simulasi turbin HAWT.............................................. 48

Gambar 31. Desain blade atau baling-baling................................................. 48

Gambar 32. Dimensi blade atau baling-baling............................................... 49

Gambar 33. Blade atau baling-baling............................................................. 50

Gambar 34. Hub ............................................................................................. 50

Gambar 35. Poros........................................................................................... 51

Gambar 36. Bearing ....................................................................................... 51

Gambar 37. Gear atau roda gigi ..................................................................... 52

Gambar 38. Generator.................................................................................... 52

Gambar 39. Lampu LED ................................................................................ 53

Gambar 40. Nacelle........................................................................................ 53

Gambar 41. Tiang penyangga ........................................................................ 54

Gambar 42. Landasan..................................................................................... 54

Gambar 43. Prototip turbin angin horizontal ................................................. 55

Gambar 44. Pengujian prototip turbin angin horizontal................................. 56

xii
Gambar 45. Grafik hasil pengujian putaran dengan variasi kecepatan

angin.......................................................................................... 58

Gambar 46. Grafik hasil power output generator dengan variasi kecepatan

angin.......................................................................................... 59

xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Perhitungan................................................................................ 66

Lampiran 2. Desain prototip turbin angin horizontal..................................... 68

Lampiran 3. Desain blade atau baling-baling ................................................ 69

Lampiran 4. Desain hub ................................................................................. 70

Lampiran 5. Desain poros .............................................................................. 71

Lampiran 6. Desain Nacelle........................................................................... 72

Lampiran 7. Desain tiang penyangga............................................................. 73

Lampiran 8. Desain landasan ......................................................................... 74

Lampiran 9. Lembar pengambilan data prototip turbin angin horizontal ...... 75

Lampiran 10. Data hasil pengujian prototip turbin angin horizontal ............. 76

Lampiran 11. Foto pengujian. ........................................................................ 80

xiv
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada masa sekarang orang-orang sudah mulai menyadari sumber energi

minyak bumi tidak akan bertahan selamanya. Akan tetapi kebutuhan penggunaan

energi semakin meningkat seiring dengan laju pertambahan penduduk,

pertumbuhan ekonomi, dan pola konsumsi energi di suatu negara. Peningkatan

kebutuhan energi ini kebanyakan terjadi di negara maju maupun negara yang

masih berkembang.

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang masih berkembang.

Perkembangan suatu negara dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya

ketersedian sumber energi. Tidak mengherankan peningkatan laju kebutuhan

energi di Indonesia sangat cepat, tetapi tidak diimbangi dengan produksi energi

yang masih kurang.

Menurut jenis energinya, permintaan energi saat ini masih didominasi oleh

BBM (38,3%) diikuti biomassa (26,5%), batubara (12,3%), gas (10,4%), listrik

(8,8%), LPG (3,0%), dan BBN (0,1%) (Kementrian ESDM, 2012: 51).

Permintaan sumber energi fosil masih sangat dominan dibandingkan dengan

sumber energi lain. Sumber energi tersebut tidak terbarukan dan memiliki batas

dalam penggunaan. Ketergantungan terhadap energi fosil di Indonesia sangat

besar, maka diperlukan upaya untuk menekan penggunaan energi tersebut.

Pemanfaatan sumber energi yang lain sebagai sumber energi alternatif masih

1
2

kurang.Padahal negara Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak

sumber energi non fosil yang sangat melimpah.

Energi angin yang terbarukan dan bersih dapat menjadi salah satu pilihan

yang tepat dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar yang kotor dan

mempunyai batas (Rachman, dkk, 2013: 365). Salah satu sumber energi potensial

di Indonesia yang dapat dimanfaatkan adalah energi angin. Indonesia merupakan

negara kepulauan dan salah satu negara yang terletak di garis khatulistiwa. Hal itu

merupakan salah satu faktor Indonesia memiliki potensi energi angin yang

melimpah.

Energi angin merupakan sumber daya alam yang dapat diperoleh dengan

mudah, cuma-cuma, dengan jumlah yang melimpah dan tersedia terus menerus

sepanjang tahun. Negara Indonesia ini memiliki banyak pulau dan memiliki garis

pantai yang panjang, sehingga potensi energi angin sangat melimpah. Kecepatan

angin yang dimiliki setiap wilayah negara Indonesia berbeda dapat dilihat pada

Tabel 1.

.Tabel 1. Pengelompokan potensi energi angin, pemanfaatan dan lokasi potensial


(Bapedda Kabupaten Bantul, 2010: 4)

KELAS Kec. Angin Daya Spesifik Kapasitas Lokasi


(m/s) (W/m2) (kW)
Jawa, NTB,
Skala Kecil 2,5 - 4,0 < 7,5 s/d 10 NTT, Maluku,
Sulawesi
Skala NTB, NTT,
4,0 - 5,0 7,5 - 150 10 100
Menengah Sulsel, Sultra
Sulsel, NTB,
NTT, Pantai
Skala Besar >5,0 >150 > 100
Selatan Jawa
3

Angin bergerak karena panas dari matahari yang menyebabkan perbedaan

pemanasan di permukaan bumi (Burton, dkk, 2001: 12). Matahari menyinari

permukaan bumi secara tidak merata, sehingga di bagian permukaan bumi satu

dengan yang lain tidak sama. Hal tersebut mengakibatkan udara di daerah

khatulistiwa menjadi panas, mengembang menjadi ringan, kemudian naik ke atas

dan bergerak ke daerah yang lebih dingin. Sedangkan udara di daerah kutub yang

dingin, udaranya menjadi dingin dan turun ke bawah. Karena pemanasan itu udara

bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Pemanfaatan energi angin telah dilakukan sejak lama. Pertama kali

digunakan untuk menggerakkan perahu di sungai Nil sekitar 5000 SM (Ajao dan

Mahamood, 2009: 17). Penggunaan kincir angin sederhana telah dimulai sejak

permulaan abad ke-7 dan tersebar diberbagai negara seperti Persia, Mesir, dan

Cina dengan berbagai desain. Di Eropa, kincir angin mulai dikenal sekitar abad

ke-11 dan berkembang pesat saat revolusi industri pada awal abad ke -19. Kincir

angin digunakan untuk kebutuhan pertanian, seperti untuk penggilingan biji dan

menggerakkan pompa untuk irigasi. Saat ini kincir angin atau disebut turbin angin

masih berkembang di seluruh dunia. Turbin angin saat ini lebih sering digunakan

sebagai sumber energi listrik dengan tenaga angin.

Pada dasarnya energi yang dihasilkan angin belum dapat langsung

dipergunakan, oleh karena itu diperlukan mesin yang dapat mengubah energi

kinetik pada angin menjadi energi mekanik sehingga dapat diteruskan menjadi

energi listrik (Napitupulu dan Mauritz, 2013: 50). Alat yang digunakan untuk

mengubah energi kinetik pada angin menjadi energi listrik adalah turbin angin
4

atau kincir angin. Turbin angin pada saat ini digunakan untuk sumber energi

listrik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik untuk pabrik atau

kebutuhan rumah tangga.

Salah satu tipe turbin yang digunakan untuk memanfaatkan energi angin

adalah turbin angin dengan poros horizontal atau horizontal axis wind turbine.

Bentuk sudu dibuat menyerupai sayap pesawat atau airfoil untuk menghasilkan

gaya dorong yang dapat memutar rotor.

Ketika udara melewati airfoil, udara bergerak lebih cepat di bagian atas

daripada di bagian bawah airfoil (Ajao dan Adeniyi, 2009: 82). Karena itu

tekanan udara yang melewati di bagian atas blade atau baling-baling lebih rendah

daripada di bagian bawah.

Ada banyak penelitian tentang turbin angin pada kecepatan angin rendah

anatar lain oleh Vendan, dkk. (2012: 1) menganalisis profil blade untuk

menangkap energi angin pada daerah-daerah yang memiliki kecepatan angin

rendah. Penelitian tersebut bertujuan untuk merancang sebuah turbin angin untuk

menangkap kecepatan angin rendah di daerah perkotaan. Penelitian lain oleh

Musyafa (2012: 5) menganalisis skala kecil perbandingan desain turbin angin

pada kecepatan angin tingkat rendah. Penelitian tersebut melakukan tes simulasi

dan pengujian pada prototip turbin angin. Diameter blade sepanjang 2 meter

dengan menggunakan tiga buah blade dengan airfoil NREL S83n.


5

B. Identifikasi Masalah

Turbin angin horizontal adalah mesin energi angin yang mengkonversikan

energi angin menjadi energi mekanik atau energi listrik. Turbin jenis ini

mempunyai sumbu putar sejajar dengan tanah. Ada banyak desain turbin angin

horizontal yang sudah ada, diharapakan penelitian ini dapat membuat turbin angin

horizontal yang mampu beroperasi secara efisien dan optimal pada skala

kecepatan angin rendah.

C. Batasan Masalah

Agar penelitian yang dilakukan jelas, maka peneliti membatasi masalah

yang diangkat dalam penelitian ini, antara lain:

1. Bentuk airfoil atau baling-baling menggunakan NACA 6409 untuk skala

rendah yang berjumlah 3 buah dengan sudut .

2. Pada penelitian ini terfokus pada blade atau baling-baling dengan media

perancangan desain menggunakan software Qblade.

3. Menggunakan gear dengan ratio 3 : 1 untuk meningkatkan putaran poros

supaya dapat menghasilkan spesifikasi daya generator sebesar 7 watt.

4. Pengujian dilakukan di Laboraturim Pneumatik Teknik Mesin, Fakultas

Teknik Universitas Negeri Semarang.

5. Menggunakan variasi kecepatan angin rendah, yaitu: 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4

6. Kecepatan angin dianggap konstan dan dianggap satu arah, yaitu dari depan

prototip turbin angin horizontal dengan sumber angin yang berasal dari

kipas angin.
6

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah:

1. Bagaimanakah desain blade atau baling-baling turbin angin horizontal

dengan menggunakan software Qblade?

2. Bagaimanakah prototip turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin

rendah berdasarkan software Qblade?

3. Bagaimanakah putaran rotor dan power output generator pada prototip

turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin rendah?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka tujuan

penelitian ini adalah:

1. Menghasilkan desain blade atau baling-baling turbin angin horizontal

dengan menggunakan software Qblade.

2. Menghasilkan prototip turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin

rendah software Qblade.

3. Mengetahui putaran rotor dan power output generator pada prototip turbin

angin horizontal untuk skala kecepatan angin rendah.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan tentang turbin angin horizontal

untuk skala kecepatan angin rendah.


7

2. Bagi pembaca dapat memberikan informasi dan menambah ilmu

pengetahuan tentang dalam pengembangan turbin angin horizontal untuk

skala kecepatan angin rendah.

3. Bagi universitas penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi

lembaga atau dosen mengenai turbin angin horizontal untuk skala kecepatan

angin rendah untuk kelak dapat digunakan dalam proses pembelajaran

mengenai inovasi-inovasi baru di bidang teknologi di universitas.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Penelitian yang Relevan

Dalam penelitian Martinus, dkk. (2013: 332) yaitu tentang pengaruh

variabel kecepatan angin terhadap turbin angin horizontal. Profil airfoil blade

yang digunakan adalah NACA 2418. Penelitian ini menggunakan software

Autodesk Invertor Profesional 2013 Student Version - Falcon Flow Simulation.

Software tersebut digunakan untuk membantu dalam proses simulasi airflow yang

terjadi sehingga diperoleh data-data turbin angin horizontal.

Dalam penelitian lain tentang turbin angin oleh Marten, dkk. (2013: 264)

menggunakan software Qblade untuk mendesain dan mensimulasikan turbin

angin horizontal maupun turbin angin vertikal. Software ini akan mempermudah

dalam membuat desain turbin angin dan mensimulasikan turbin angin yang

sebelumnya dibuat tanpa mengambil, mengubah, dan memproses data dari sumber

lain.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, penelitian ini dilakukan untuk

membuat prototip turbin angin horizontal yang difokuskan pada skala kecepatan

angin rendah. Pada penelitian ini menggunakan software Qblade untuk mendesain

blade turbin angin horizontal. Sehingga dapat dibuat desain prototip turbin angin

horizontal yang efektif dan efisien, sebelum membuat prototip yang sebenarnya.

8
9

B. Kajian Teori

1. Energi Angin

Angin merupakan udara bergerak yang disebabkan radiasi matahari

diberbagai bagian bumi dengan kecepatan yang berbeda pada siang dan

malam hari. Hal tersebut mengakibatkan ada daerah yang mengalami tekanan

udara lebih tinggi atau lebih rendah dari rata-rata. Perbedaan tekanan udara

menyebabkan angin mengalir dari atmosfir wilayah tekanan tinggi menuju

atmosfir wilayah tekanan rendah (Johnson, 2001: 1).

Energi angin sering disebut sebagai energi kinetik dapat diubah

menjadi energi listrik atau mekanik dengan menggunakan turbin angin.

Energi kinetik yang terdapat pada angin pada umumnya dapat dituliskan

dalam persamaan berikut (Napitupulu dan Mauritz, 2013: 50) :

(2.1)

Dimana:
E = energi kinetik (Joule)

m = massa angin (kg)

v = kecepatan angin (m/s)

Volume udara per satuan waktu yang bergerak dengan kecepatan v dan

melewati daerah seluas A adalah :

(2.2)

Massa udara yang bergerak dalam satuan waktu dengan kerapatan , adalah :

(2.3)
10

Untuk daya angin yang dihasilkan dari energi kinetik pada angin yang

bergerak dalam satuan waktu dapat dituliskan dalam persamaan berikut:

(2.4)

Dimana:

= daya angin (Watt)

= densitas udara ( = 1,225 kg/m3 pada 1 atm)

A = luas penampang turbin (m2)

v = kecepatan angin (m/s)

Energi kinetik yang berada di dalam angin tersebut yang digunakan

oleh turbin angin untuk menggerakkan rotor. Besar daya angin yang

dirumuskan di atas adalah daya yang dimiliki oleh angin sebelum dikonversi

atau sebelum melewati turbin angin. Dari daya tersebut tidak semuanya dapat

dikonversi menjadi energi mekanik oleh turbin.

a. Teori Momentum Elementer Betz

Albert Betz adalah seorang aerodinamikawan yang berasal dari

Jerman. Dia adalah orang pertama yang yang memperkenalkan teori

tentang turbin angin. Ia mengasumsikan bahwa suatu turbin mempunyai

sudu-sudu yang tak terhingga jumlahnya dan tanpa hambatan. Selain itu

dia mengasumsikan bahwa aliran udara di depan dan di belakang rotor

memiliki kecepatan yang seragam (aliran laminer) (Reksoatmojo, 2004:

67).
11

Energi mekanik turbin diperoleh dari energi kinetik yang tersimpan

dalam aliran udara, itu berarti tanpa perubahan yang terjadi pada aliran

massa udara, kecepatan aliran udara di belakang turbin harus mengalami

penurunan dan saat bersamaan luas penampang yang dilewati angin harus

lebih besar. Jika = kecepatan angin di depan rotor, = kecepatan angin

di belakang rotor, dan = kecepatan angin saat melalui rotor (Gambar 1)

maka berdasarkan persamaan kontinuitas:

(Reksoatmojo, 2004: 67).

Gambar 1. Profil kecepatan angin melewati penampang rotor

Perbandingan Antara daya mekanik turbin dan daya keluaran

teoritik, yang biasa disebut sebagai faktor daya (Cp) adalah :

(2.5)

(Napitupulu dan Mauritz, 2013: 52)

Cp maksimum diperoleh jika yang menghasilkan

nilai sebesar 0,593. Ini berarti, dimana aliran dianggap tanpa gesekan dan

daya keluaran dihitung dengan tanpa mempertimbangkan jenis turbin yang

digunakan. Daya maksimum yang bisa diperoleh dari energi angin sebesar

adalah 59,3% yang dapat dikonversikan menjadi daya listrik atau mekanik.
12

Nilai maksimum yang dicapai dari koefisien daya dikenal sebagai faktor

Betz dan sampai saat ini belum ada turbin angin yang mampu melebihi

nilai ini (Burton, dkk, 2001: 45).

b. Reynold Numbers

Reynolds numbers atau angka Reynolds hanya terjadi di aliran

fluida. Kondisi aliran fluida akan sangat bergantung dari kecepatan aliran

fluida, semakin tinggi kecepatan akan mempengaruhi pola aliran, kondisi

aliran akan berubah dari laminar menjadi turbulen. Besaran yang dapat

menghubungkan antara kecepatan aliran (v), kondisi fluida yaitu viskositas

absolut dinamis udara ( , kondisi kerapatan (densitas fluida) ( dan

kondisi penampang diameter pipa (D) adalah angka Reynold (Re) (Raharjo

dan Karnowo, 2008: 33) . Perumusannya adalah sebagai berikut :

(2.6)

Angka Reynold akan mewakili kondisi aliran, untuk angka Reynold

adalah:

Re < 2000 = Aliran Laminar

2000 < Re < 3500 = Aliran Transisi

Re < 3500 = Aliran Turbulen

c. Tip Speed Ratio

Tip speed ratio (TSR) adalah perbandingan antara antara kecepatan

rotasi ujung pisau dengan kecepatan angin (Musyafa, 2012: 7). Pada

kecepatan angin tertentu tip speed rasio akan berpengaruh pada kecepatan

rotor yang dihasilkan. Besar kecilnya tip speed ratio itu tergantung pada
13

tipe turbin angin, misalnya turbin angin tipe lift akan memiliki speed ratio

yang lebih besar dibandingkan dengan turbin angin tipe drag. Dan

besarnya tip speed ratio dapat dihitung dengan persamaan (Schubel dan

Crossley, 2012: 3430) :

(2.7)
Dimana:
= Tip speed ratio (TSR)

= Kecepatan rotasi (rad/s)

r = Radius (m)

Vw = Kecepatan angin (m/s)

2. Turbin Angin

Turbin angin adalah perangkat untuk mengekstraksi energi kinetik

dari angin (Burton, dkk, 2001: 41). Turbin angin mengkonversikan energi

angin menjadi energi mekanik yang digunakan untuk menggerakkan

generator. Oleh generator energi mekanik tersebut dikonversi menjadi energi

listrik.

Pemanfaatan kincir angin sederhana pertama kali digunakan di Persia

pada abad ke-7 untuk irigasi dan penggilingan biji-bijian (Ajao dan

Mahamood, 2009: 17). Turbin angin pada awalnya digunakan untuk

memenuhi kebutuhan petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan

irigasi dan keperluan yang lain. Di Denmark, Belanda, dan Negara-negara

Eropa lainnya banyak menggunakan turbin angin yang lebih dikenal dengan

windmill.
14

a. Jenis Turbin Angin

Desain yang ada saat ini secara umum terbagi terbagi menjadi 2,

yaitu turbin angin poros horizontal atau horizontal axis wind turbine

(HAWT) dan turbin angin poros vertikal atau vertical axis wind turbine

(VAWT).

1) Turbin angin poros horizontal atau horizontal axis wind turbine

(HAWT)

Jenis turbin ini mempunyai rotor yang sejajar dengan tanah.

Rotor sumbu horizontal berbasis gaya angkat mempunyai sudu yang

ramping, dan kecepatan putar yang tinggi (Atmadi dan Fitroh, 2008:

41). Perkembangan turbin jenis ini sangat pesat pada saat ini. Banyak

negara maju maupun berkembang yang menggunakan turbin jenis ini

untuk memanfaatkan energi angin. Sehingga menghasilkan sumber

energi listrik dari energi angin.

Turbin angin poros horizontal mempunyai efisiensi yang lebih

tinggi, awalan yang mudah, fluktuasi torsi rendah dan kecepatan rotasi

yang lebih tinggi dari pada turbin angin vertikal (Rachman, dkk, 2013:

365). Kelebihan tersebut yang dimiliki oleh turbin angin poros

horizontal. Sehingga turbin angin jenis ini dapat memanfaatkan energi

angin secara optimal. Turbin jenis ini digunakan untuk skala kecepatan

angin menengah atau tinggi. Tenaga yang dihasilkan turbin poros

horizontal lebih tinggi daripada turbin angin poros vertikal.


15

Gambar 2. Turbin angin horizontal (Burton, dkk, 2001: 5)

2) Turbin angin poros vertikal atau vertical axis wind turbine (VAWT)

Turbin angin sumbu vertikal merupakan turbin angin yang

sumbu rotasi rotornya tegak lurus terhadap permukaan tanah

(Napitupulu dan Mauritz, 2013: 51). Turbin ini sering dipasang lebih

dekat ke dasar tempat diletakkannya, seperti tanah atau puncak atap

sebuah gedung. Kecepatan angin lebih pelan pada ketinggian yang

rendah, sehingga yang tersedia adalah energi angin yang sedikit.

Turbin angin poros vertikal mempunyai mekanisme yaw yang

konstan, kebisingan kurang, biaya produksi yang rendah, lebih mampu

menangkap angin dan keselamatan pada operasional yang lebih baik

dari turbin angin poros horizontal (Rachman, dkk, 2013: 365). Turbin

jenis ini lebih sederhana daripada turbin angin poros horizontal.

Biasanya digunakan untuk skala kecepatan angin rendah. Pada

kecepatan angin rendah turbin angin ini dapat menghasilkan energi

listrik dari tenaga angin.


16

Ada tiga tipe rotor pada turbin angin jenis ini, yaitu: Savonius,

Darrieus, dan H-Rotor. Turbin Savonius memanfaatkan gaya drag

sedangkan Darrieus dan H-Rotor mamanfaatkan gaya lift.

Gambar 3.Macam-macam tipe turbin angin vertikal (Latif, dkk,


2013: 2)

b. Daya Turbin Angin

Jumlah daya ditransfer ke turbin angin sebanding lurus dengan

luas sapuan rotor densitas udara dan kecepatan angin (Adejumobi, dkk,

2011: 134). Daya yang dihasilkan turbin angin terjadi karena rotor

turbin mendapatkan daya dari hembusan angin. Hal itu mengakibatkan

rotor berputar sehingga turbin angin menghasilkan daya.

Setiap jenis turbin angin mempunyai karakteristik aerodinamika

yang berbeda, maka faktor daya sebagai fungsi dari TSR untuk setiap

jenis turbin angin juga berbeda. Dengan memasukkan faktor , gaya

mekanik aktual yang dapat diperoleh dari energi kinetik pada angin

menjadi:

(2.8)
17

Dimana:

Daya turbin angin (W)

Koefisien daya

Densitas udara ( rata-rata: 1,2 kg/m3 pada 1 atm)

Luas area sapuan rotor (m2)

Kecepatan angin (m/s)

(Adejumobi, dkk, 2011: 134)

c. Airfoil

Arfoil adalah bentuk aerodinamika yang dianggap sangat efektif

untuk menghasilkan gaya angkat (lift) (Arismunandar, 2000: 100).

Airfoil memberikan nilai koefisien drag yang kecil jika dibandingkan

dengan lift yang diberikan. Terdapat beberapa variabel yang dinyatakan

dengan lift yang memberikan gambaran bentuk dari airfoil diantaranya

panjang profil airfoil (chord), ketebalan (thickness) dan lengkungan

(chamber).

Gambar 4.Bagian-bagian airfoil

Bentuk airfoil untuk turbin angin pada umumnya melengkung

pada bagian atas dan lebih datar atau bahkan cekung pada bagian
18

bawah, ujungnya tumpul pada bagian depan dan lancip pada bagian

belakang. Bentuk tersebut yang menyebabkan kecepatan udara yang

melalui sisi atas akan lebih tinggi dari sisi bawah sehingga tekanan

udara di bagian atas akan lebih kecil daripada kecepatan udara pada

bagian bawah.

Ada berbagai macam airfoil yang digunakan untuk skala

kecepatan angin rendah yang salah satunya NACA 6409 seperti pada

Gambar 5.

Gambar 5. Airfoil NACA 6409

3. Turbin Angin Horizontal

Turbin angin horizontal ini mempunyai rotor yang sejajar dengan

tanah. Rotor sumbu horizontal mempunyai sudu yang seperti sayap pesawat.

Agar rotor dapat berputar dengan baik, arah angin harus sejajar dengan poros

turbin dan tegak lurus terhadap arah putaran rotor.

Biasanya turbin jenis ini memiliki blade atau baling-baling berbentuk

airfoil seperti bentuk sayap pada pesawat. Pada turbin ini, putaran rotor

terjadi karena adanya gaya lift (gaya angkat) pada blade yang ditimbulkan

oleh aliran angin. Turbin jenis ini pula yang banyak dikembangkan berbagai

negara.

Pada turbin angin poros horizontal jumlah blade bervariasi, mulai dari

satu blade, dua blade, tiga blade, dan banyak blade (multi blade) yang
19

penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi angin. Secara

umum semakin banyak jumlah blade, semakin tinggi putaran turbin.

a. Komponen-Komponen Turbin Angin Horizontal

Sistem mekanika pada turbin tidak sederhana karena dalam satu

turbin mamiliki banyak komponen-komponen yang memiliki fungsi

yang berbeda dan saling melengkapi seperti Gambar 6.

Gambar 6. Komponen-komponen dari turbin angin horizontal

1) Rotor Blade

Komponen ini berfungsi untuk menangkap energi kinetik dari

angin, sebelum disalurkan ke poros. Bentuk dari komponen ini seperti

sayap pesawat. Setiap turbin angin horizontal memiliki bentuk blade

atau baling-baling berbeda-beda sesuai dengan fungsi dari blade atau

baling-baling.
20

2) Hub

Komponen ini berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan

blade atau baling-baling turbin angin horizontal. Hub memiliki

beberapa lubang yang berjumlah sesuai dengan jumlah blade atau

baling-baling. Komponen ini berputar dengan poros saat blade atau

baling-baling berputar karena energi kinetik dari angin.

3) Poros

Poros adalah bagian mesin yang digunakan untuk

mentransmisikan daya dari satu bagian ke bagian lain (Dahlan, 2012:

95). Poros menerima energi kinetik dari energi angin, kemudian

diubah menjadi energi gerak putar. Poros meneruskan putaran menuju

gearbox. Gearbox meningkatkan putaran dari poros tersebut yang

kemudian menuju ke generator. Sehingga turbin angin menghasilkan

tenaga listrik.

Apabila poros menerima torsi saja, maka ukuran poros dapat

ditentukan dengan persamaan (Dahlan, 2012: 96):

(2.9)

Dimana:

Torsi atau momen putar yang bekerja pada poros

Momen inersia polar atau poros

Tegangan puntir dari bahan poros

Jarak terjauh dari sumbu ke sisi luar


21

dan adalah diameter poros

Untuk poros bulat atau pejal:

(2.10)

sehingga persamaan (2.10)

(2.11)

atau
(2.12)

Untuk menentukan diameter poros datap diperoleh dengan

menggunakan persamaan:

(2.13)
4) Gearbox

Komponen ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah dari

menjadi tinggi dari poros satu ke poros lain pada turbin angin.

Gearbox terdiri dari beberapa gear atau roda gigi yang saling

berhubungan pada sebuah box.

Roda gigi pada gearbox memiliki ratio perbandingan roda gigi

terterntu yang berfungsi menaikkan putaran dari satu poros ke poros

yang lainnya. Komponen ini merupakan bagian dari gearbox yang

memiliki keunggulan dibandingkan alat transmisi lainnya.

Dibandingkan dengan berbagai alat transmisi daya (misal: transmisi

sabuk dan rantai), roda gigi mempunyai keunggulan tahan sangat lama
22

dengan efisiensi sangat tinggi sekitar 98%. Tapi roda gigi lebih mahal

dibanding transmisi sabuk dan rantai (Dahlan, 2012: 267).

Gambar 7. Istilah pada roda gigi lurus (Dahlan, 2012: 270)

Jumlah putaran roda gigi, jumlah gigi dan diameter roda gigi dapat

digunakan untuk mengetahui perbandingan roda gigi satu dengan yang

lain dengan persamaan:

(2.14)
Dimana:

n1 = Putaran roda gigi I

n2 = Putaran roda gigi II

z1 = Jumlah gigi roda gigi I

z2 = Jumlah gigi roda gigi II

D1 = Diameter roda gigi I

D2 = Diameter roda gigi II

5) Generator

Generator adalah suatu mesin yang menggunakan magnet

untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik (Latif, dkk,

2013: 2). Generator mendapatkan putaran yang bersumber dari poros.


23

Putaran dari poros ditingkatkan oleh gearbox yang kemudian

diteruskan menuju ke generator.

Generator menghasilkan energi listrik dari putaran yang

diterima dari gearbox. Prinsip kerja generator, konduktor

menghasilkan tegangan gerak gaya lurus (ggl) secara induksi apabila

konduktor bergerak pada medan magnet sehingga akan memotong

garis-garis gaya magnet.

Power output generator yang dihasilkan oleh generator dapat

ditentukkan dengan persamaan (Anonim, 1995: 16):

(2.15)

Dengan mensubstitusikan hukum ohm (V= R x I) dapat menentukan

persamaan power output yang dihasilkan generator:

(2.16)

(2.17)

(2.18)

Dimana:

P = Power output generator

V = Tegangan yang dihasilkan generator

I = Arus listrik yang dihasilkan generator

R = Tahanan dari generator


24

6) Nacelle

Komponen ini berfungsi sebagai tempat untuk poros, gearbox,

dan generator. Nacelle dibuat kokoh supaya dapat menopang

komponen-komponen tersebut. Komponen ini disangga tiang

penyangga pada ketinggian tertentu untuk mendapatkan energi angin.

7) Tiang Penyangga

Tiang penyangga adalah bagian struktur dari turbin angin

horizontal yang memiliki fungsi utama penopang dari komponen

sistem. Dibutuhkan ketinggian tertentu untuk dapat mendapatkan

energi angin agar dapat menggerakkan blade atau baling-baling turbin

angin horizontal.

8) Landasan

Landasan berfungsi sebagai tempat untuk berdirinya tiang

penyangga. Landasan dibuat kokoh untuk dapat menjadikan tiang

penyangga berdiri untuk menopang nacelle. Komponen ini lebih berat

dibandingkan dengan komponen supaya turbin angin tidak goyang

pada waktu menangkap energi angin.

b. Keuntungan dan Kerugian Turbin Angin Horizontal

Setiap jenis turbin angin pasti mempunyai keuntungan dan

kerugian, yaitu:

1) Keuntungan Turbin Angin Horizontal, antara lain:

Memberikan kinerja yang baik pada produksi energi

dibandingkan dengan turbin angin poros vertikal.


25

Memerlukan tempat yang kecil.

Cut-in wind speed rendah.

Efisiensi yang lebih tinggi.

Awalan yang mudah.

Fluktuasi torsi rendah.

Kecepatan rotasi yang lebih tinggi dari pada turbin angin

vertikal.

2) Kerugian Turbin Angin Horizontal, antara lain:

Memerlukan kecepatan angin yang lebih tinggi untuk bisa

memproduksi listrik.

Memerlukan menara yang tinggi untuk menangkap kecepatan

angin yang cukup.

Desain yang agak rumit karena rotor hanya dapat menangkap

angin satu arah sehingga dibutuhkan pengarah angin.

4. Rancangan Blade atau Baling-baling

Blade atau baling-baling merupakan perangkat terpenting yang

terdapat pada turbin angin. Komponen ini memiliki fungsi untuk

mengkonsevasikan energi angin. Perbandingan tenaga mekanik poros dengan

tenaga angin melewati luas sapuan blade turbin angin merupakan koefisien

prestasi dari turbin angin.pada sebuah turbin memiliki nilai optimum ideal

koefisien prestasi atau faktor Betz adalah 0,59 pada waktu turbin angin

beroperasi. Koefisien prestasi dipengaruhi oleh parameter aerodinamik,


26

utamanya kecepatan ujung desain, kualitas airfoil, dan jumlah blade atau

baling-baling (Ginting, 2010: 136).

a. Parameter Desain Aerodinamik

Desain atau rancangan blade atau baling-baling dilakukan dengan

proses optimasi aerodinamik yang memiliki beberapa batasan seperti aspek

struktur, rigiditas, dan praktek pembuatan blade untuk turbin angin

horizontal. Parameter dalam mendesain blade dengan proses optimasi

sebagai berikut:

1) Kecepatan angin operasional.

2) Diameter blade pada turbin angin.

3) Jumlah blade atau baling-baling yang digunakan pada turbin angin.

4) Bentuk airfoil dengan melihat perbandingan gaya angkat dan gaya

dorong pada bentuk airfoil yang mempengaruhi koefisien prestasi

turbin angin.

5) Perbandingan kecepatan ujung blade dengan kecepatan angin yang

biasa disebut tip speed ratio.

6) Perbandingan luas blade dengan arah datangnya angin dan luas

sapuan rotor.

b. Karakteristik Blade atau Baling-Baling

Karakteristik blade atau baling-baling merupakan bentuk, prestasi

dan material yang digunakkan untuk mendesain blade pada turbin angin

yang dapat diuraikan sebagai berikut:


27

1) Kurva blade yang ideal mempunyai geometri yang kompleks

(distribusi chord dan sudut twits).

2) Bentuk blade yang digunakan dengan mempertimbangkan distribusi

chord.

3) Koefisien prestasi aerodinamik blade.

4) Karakteristik material blade yang digunakan pada turbin angin.

5. Software Qblade

Qblade adalah salah satu software yang digunakan untuk mendesain

dan mensimulasikan turbin angin. Qblade buat di Universitas Berlin di

Jerman yang dipimpin oleh Prof. Dr. Christian Oliver Paschereit. Software

Qblade ini digunakan untuk mendesain, dan mensimulasikan aerodinamika

suatu airfoil dan turbin angin. Software ini dapat menunjukkan semua

hubungan dasar dan konsep antara twist, chord, airfoil, pengontrolan turbin,

jenis dan grafik daya dengan cara yang lebih mudah (Marten dan Wendler,

2013: 7)

Fungsi dari software Qblade, antara lain (Marten, dkk, 2013: 264):

a. Desain airfoil dan analisis.

b. Lift dan drag polar extrapolation.

c. Desain dan optimasi blade.

d. Definisi turbin dan simulasi.


28

Tabel 2. Ikon-ikon yang ada di software Qblade

No Nama Fungsi

1 Airfoil Design Digunakan untuk menentukan airfoil

2 Xfoil Direct Analysis Digunakan untuk menganalisis airfoil yang


sudah dipilih
3 Polar Extrapolation 3600 Digunakan untuk membuat polar atau ujung
dari blade

4 HAWT Rotor Blade Digunakan untuk membuat blade

Design
5 Rotor BEM Simulation Digunakan untuk mengukur koefisien daya
(Cp), koefisien putaran (Ct), koefisien momen
(Cm)
6 Multi Parameter BEM Digunakan untuk mengukur kekuatan keluaran
(power output), putaran, torsi rotor, TSR,
Simulation kecepatan angina
7 Turbine BEM Simulation Digunakan untuk mengukur kekuatan keluaran
(power output), putaran, torsi, TSR, kecepatan
angin, momen bending, sudut picth

C. Kerangka Berpikir Penelitian

Turbin angin horizontal adalah jenis turbin angin dengan poros horizontal.

Poros dan generator pada turbin angin ini ditempatkan di puncak menara dan

diarahkan sesuai dengan arah angin untuk memanfaatkan energi angin.

Perencanaan yang matang sebelum proses pembuatan adalah salah satu

faktor penting yang diperlukan dalam proses pembuatan suatu produk. Sama

halnya dengan perencanaan dalam pembuatan prototip turbin angin horizontal.

Diperlukan perencanaan yang matang untuk menghasilkan prototip turbin angin

horizontal yang diharapkan.


29

Proses mendesain turbin angin horizontal menggunakan software Qblade.

Software ini dapat mendesain turbin angin horizontal yang dikehendaki, kemudian

menguji dan mensimulasikan turbin angin horizontal dengan memasukkan data-

data yang dibutuhkan software tersebut. Sehingga mendapatkan desain turbin

angin horizontal yang paling optimal.

Setelah mendapat desain, kemudian proses pembuatan prototip turbin

angin horizontal dilakukan sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Proses ini

menjadi lebih mudah apabila direncanakan dengan matang. Setelah prototip turbin

angin selesai dibuat, kemudian masuk ke tahap pengujian laboraturium prototip

turbin angin horizontal untuk mendapatkan hasil yang diharapkan dan optimal.

Indikator pada pengujian adalah putaran rotor dengan satuan rpm dan

power output generator dengan satuan watt yang dihasilkan dari pengujian

prototip turbin angin horizontal pada variasi kecepatan angin rendah, yaitu: 2; 2,5;

3; 3,5; 4 . Setelah proses pengujian laboraturium didapatkan data-data putaran

rotor dan power output generator pada variasi kecepatan angin. Data-data yang

diperoleh pada saat pengujian prototip turbin angin horizontal untuk skala

kecepatan angin rendah diolah sebagai hasil penelitian.

Untuk mempermudah memahami penjelasan mengenai pemikiran-

pemikiran diatas, maka digambarkan dengan skema dibawah ini:


30

Perencanaan pembuatan prototip turbin


angin horizontal

Mendesain turbin angin horizontal


menggunakan softwareQblade

Pembuatan prototip turbin angin horizontal

Pengujian laboraturium prototip turbin


angin horizontal

Gambar 8. Kerangka berpikir

D. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir di atas, pertanyaan

penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimanakah dimensi desain blade atau baling-baling turbin angin horizontal

manggunakan software Qblade?

2. Komponen-komponen apa saja yang ada pada prototip turbin angin horizontal

untuk skala kecepatan angin rendah yang berdasarkan software Qblade?

3. Bagaimanakah variasi kecepatan angin rendah berpengaruh pada putaran rotor

dan power output generator prototip turbin angin horizontal?


BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen. Metode

penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan

untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang

dikendalikan (Sugiyono, 2011:72). Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini

meliputi perencanaan prototip turbin angin horizontal, tahap mendesain dan

mensimulasikan menggunakan software Qblade, tahap pembuatan prototip turbin

angin horizontal, sampai tahap pengujian laboraturium prototip turbin angin

horizontal. Untuk pengambilan data dari penelitian ini didasarkan pada hasil

pengujian prototip turbin angin horizontal yang berupa putaran rotor dan power

output generator.

A. Bahan penelitian

1. Blade atau baling-baling

Gambar 9. Desain blade atau baling-baling

31
32

Bahan : Fiber
Jumlah : 3 buah
2. Hub

Gambar 10. Desain hub

Bahan : Alumunium
Jumlah : 1 buah
3. Poros

Gambar 11. Desain poros

Bahan : Stainless stell


Jumlah : 1 buah
4. Bearing
Jenis : Bearing bola
Jumlah : 3 buah

5. Gear atau roda gigi


33

Gambar 12. Desain gear atau roda gigi

Bahan : Plastik
Ratio :1:3
Jumlah : 1 Pasang
6. Generator
Jenis : Generator DC
Kapasitas : 7 watt
Jumlah : 1 buah
7. Lampu
Jenis : Lampu LED
Jumlah : 2 buah
8. Nacelle

Gambar 13. Desain nacelle

Bahan : Kaca akrelik


Jumlah : 1 buah
34

9. Tiang Penyangga

Gambar 14. Desain tiang penyangga

Bahan : Pipa PVC


Jumlah : 1 buah
10. Landasan

Gambar 15. Desain landasan

Bahan : Kaca akrelik dan plat siku


Jumlah : 1 buah
B. Alat Pengujian

1. Nama alat : Tool set (drei, tang, kunci pas 8 dan 12)

Fungsi : Digunakan sebagai alat bantu untuk bongkar pasang

bagian-bagin prototip turbin angin horizontal.

2. Nama alat : Tachometer digital


35

Fungsi : Digunakan untuk mengukur putaran rotor dalam rpm pada

prototip turbin angin horizontal.

Gambar 16. Tachometer digital

3. Nama alat : Multitester

Fungsi : Digunakan untuk mengukur tegangan dan arus listrik yang

dihasilkan generator prototip turbin angin horizontal.

Gambar 17. Multitester


36

4. Nama alat : Busur

Fungsi : Digunakan untuk untuk mengatur sudut blade prototip

turbin angin horizontal.

5. Nama alat : Kipas angin

Fungsi : Digunakan untuk memutar blade prototip turbin angin

horizontal.

Gambar 18. Kipas angin

6. Nama alat : Anemometer digital

Fungsi : Digunakan untuk mengukur kecepatan angin yang

dihasilkan oleh kipas angin.


37

Gambar 19. Anemometer digital

7. Nama alat : Laptop atau komputer

Fungsi : Digunakan untuk mendesain dan mensimulasikan blade

prototip turbin angin horizontal yang dibuat menggunakan

software Qblade.

Gambar 20. Laptop atau komputer


38

C. Prosedur Penelitian

1. Diagram Alir

Mulai

Studi Pustaka

Perencanaan
Produk

Mendesain dan Mensimulasikan


Produk Menggunakan SoftwareQblade

Pembuatan Produk

Pengujian Produk

Data Hasil
pengujian
Produk

Analisis data dan


Pembahasan produk

Produk
Akhir

Simpulan

Selesai

Gambar 21. Alur penelitian


39

2. Proses Penelitian

Langkah pengujian dalam penelitian sebagai berikut:

a) Menyiapkan prototip turbin angin horizontal yang akan diuji.

b) Menyiapkan alat-alat untuk pengujian, seperti tool set, kipas angin,

anemometer dan lain-lain.

c) Melakukan pengukuran kecepatan angin dari kipas angin menggunakan

anemometer untuk mendapatkan variasi kecepatan angin rendah yaitu: 2 ;

2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4 dengan cara mengatur jarak kipas angin dengan

prototip turbin angin horizontal.

d) Mengarahkan kipas angin ke prototip turbin angin horizontal

e) Melakukan pengambilan data putaran rotor dan power output generator

pada variasi kecepatan angin rendah yaitu: 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4

menggunakan tachometer dan multitester.

f) Mencatat hasil pengukuran yang berupa putaran rotor dan power output

generator.

g) Melakukan pengulangan pengujian pada no. e sebanyak tiga kali untuk

memastikan validitas hasil pengukuran.

h) Melakukan pengolahan data sehingga didapat data putaran rotor dan

power output, kemudian mengaitkan data tersebut dalam bentuk grafik

sehingga mudah untuk dianalisis.

i) Membuat kesimpulan hasil penelitian.


40

Gambar 22. Skema pengujian prototip turbin angin horizontal

3. Data Penelitian

Pengambilan data putaran rotor dan power output dilakukan tiga kali

pengulangan untuk memastikan validitas penelitian. Berikut ini tabel

pengambilan data putaran rotor dan power output yaitu:

Tabel 3. Pengambilan data putaran rotor dengan variasi kecepatan angin

Pengujian I Pengujian II Pengujian III


Kecepatan Angin
No. Putaran Rotor Putaran Rotor Putaran Rotor
(rpm) (rpm) (rpm)
1 2,0
2 2,5
3 3,0
4 3,5
5 4,0
41

Tabel 4. Pengambilan data power output generator dengan variasi kecepatan


angin

Pengujian I Pengujian II Pengujian III


Kecepatan
No. Power output Power output Power output
Angin
generator (watt) generator (watt) generator (watt)
1 2,0
2 2,5
3 3,0
4 3,5
5 4,0

4. Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, statistik deskriptif

adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara

mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul

sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku

untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2011: 147). Teknik analisis data

hasil penelitian digunakan untuk mengetahui putaran rotor dan power output

pada prototip turbin angin horizontal variasi kecepatan angin rendah yaitu: 2

; 2,5 ; 3 ; 3,5 ; 4 .

Fenomena yang terjadi selama penelitian digambarkan secara grafis

dalam bentuk polygon yang menggambarkan hubungan antara kecepatan

angin rendah dengan putaran rotor dan power output pada prototip turbin

angin horizontal.
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

1. Penelitian Software Qblade

a. Pengoperasian software Qblade

Langkah pengoperasian software Qblade dalam penelitian ini

memiliki beberapa langkah, langkah-langkahnya antara lain:

1) Membuka software Qblade, sehingga akan muncul tampilan seperti

Gambar 23.

Gambar 23. Tampilan awal software Qblade

2) Menentukan airfoil yang akan digunakan dengan menekan tombol

Airfoil Desain dilanjutkan menekan tombol Foil > Naca Foils dan

42
43

kemudian memasukkan tipe airfoil yaitu NACA 6409 dalam

mendesain blade atau baling-baling.

Gambar 24. Tampilan desain airfoil NACA 6409 pada software Qblade

Gambar 25. Tampilan data analisis airfoil NACA 6409


44

3) Langkah berikutnya adalah menganalisis airfoil NACA 6409 dengan

menekan tombol XFOIL Desain Direct dilanjutkan menekan

tombol Analysis di toolbar atas untuk menganalisis airfoil NACA

6409 dan periksa Checkbox di sebelah kanan kemudian tekan

Analyze. Sehingga secara otomatis akan keluar data airfoil NACA

6409 seperti pada Gambar 25.

4) Kemudian ke langkah pembuatan polar yaitu bentuk yang

berhubungan langsung poros. Langkah pertama tekan tombol Polar

Extrpolation kemudian pilih Radio Montgomery dan tekan Create

New Polar. Pada A dan B diatur dengan menggeser titik yang

ada di pengaturan dan tekan Save 360 Polar. Sehingga akan muncul

data polar yang telah tadi dibuat seperti pada Gambar 26.

5) Langkah berikutnya pembuatan blade atau baling-baling HAWT

dengan menekan tombol HAWT Rotor blade Desain kemudian

menekan New Blade, masukkan data blade atau baling-baling pada

tabel seperti Gambar 27 dan apabila sudah tekan save untuk

menyimpan desain blade atau baling-baling HAWT.


45

Gambar 26. Tampilan data polar

Gambar 27. Data dan desain blade atau baling-baling HAWT


46

6) Setelah mendesain blade atau baling-baling kemudian

mensimulasikan dengan menekan tombol Rotor BEM Simulasi

untuk mensimulasikan rotor blade yang sudah dibuat. Kemudian

tekan Define Rotor simulation, masukkan parameter yang dibutuhkan

kemudian tekan Create. Atur juga tip speed ratio dari 2 sampai 5 dan

kenaikan 0,5. Terakhir tekan Start BEM untuk dapat memunculkan

data simulasi rotor blade.

Gambar 28. Data hasil simulasi rotor blade

7) Langkah selanjutnya memeriksa desain HAWT lebih menyeluruh

dengan parameter lain yaitu menekan tombol Multi Parameter BEM

Simulation , kemudian tekan tombol Define Charactheristic

Simulation dan masukkan parameter yang dibutuhkan. Atur

kecepatan angin dari 2 sampai 4 dengan kenaikan 0,5 , kecepatan


47

rotasi dari 1 sampai 10 dengan kenaikan 2, dan pitch dari 0 sampai 10

dengan kenaikan 1. Setelah itu tekan tombol Start Characteristic

Simulation. Sehingga akan muncul data seperti pada Gambar 29.

Gambar 29. Data hasil Multi Parameter BEM Simulation

8) Langkah selanjutnya simulasi turbin HAWT dengan cara menekan

tombol Turbine BEM Simulation , tekan Create untuk mengisi

data-data turbin HAWT. Setelah data-data dimasukkan tekan save.

Kemudian tekan Define Turbine Simulation, masukkan parameter

yang dibutuhkan setelah itu tekan Create , atur juga kecepatan angin

dengan mulai 2 berakhir 4 dengan kenaikan 0,5. Terakhir tekan Start

BEM sehingga akan muncul data-data simulasi turbin HAWT seperti

pada Gambar 30.


48

Gambar 30. Data hasil simulasi turbin HAWT

b. Hasil Desain Software Qblade

Penelitian ini menggunakan software Qblade untuk mendesain

dan mensimulasikan blade. Bentuk Airfoil yang digunakan NACA 6409

dengan berjumlah 3 buah. Dari hasil menggunakan software Qblade

diperoleh desain blade sebagai berikut:

Gambar 31. Desain blade atau baling-baling


49

Berdasarkan desain yang telah dibuat menggunakan software

Qblade, bentuk dimensi blade sebagai berikut:

Panjang (a) : 220 mm

Tinggi (b) : 20 mm

Lebar (c) : 40 mm

Puntiran (d) :

Gambar 32. Dimensi blade atau baling-baling

2. Prototip Turbin Angin Horizontal

Prototip turbin angin horizontal dibuat dengan dasar penggunaan

software Qblade. Setelah mendesain menggunakan software Qblade

diperoleh desain yang kemudian dibuat ke dalam bentuk prototip turbin

angin horizontal untuk skala kecepatan angin rendah. Prototip ini terdiri

dari beberapa komponen yang dirakit menjadi satu.

a. Komponen-Komponen Prototip Turbin Angin Horizontal

Komponen-komponen yang ada pada prototip turbin angin

horizontal, yaitu:
50

1. Blade atau baling-baling

Gambar 33. Blade atau baling-baling

Bahan : Fiber

Berat : 30 gram

Ukuran : 220 x 40 x 20 mm

Jumlah : 3 buah

2. Hub

Gambar 34. Hub

Bahan : Alumunium

Berat : 25 gram

Ukuran : 30 x 20 x 20 mm

Jumlah : 1 buah
51

3. Poros

Gambar 35. Poros

Bahan : Stainless stell

Berat : 40 gram

Ukuran : 115 x 10 x 10 mm

Jumlah : 1 buah

4. Bearing

Gambar 36. Bearing

Jenis : Bearing bola

Berat : 20 gram

Jumlah : 3 buah

5. Gear atau roda gigi


52

2
1

Gambar 37. Gear atau roda gigi

Bahan : Plastik

Ratio : 3:1

Berat : 5 gram

Jumlah : 1 Pasang

6. Generator

Gambar 38. Generator

Jenis : Generator DC

Kapasitas : 7 watt

Berat : 50 gram

Jumlah : 1 buah
53

7. Lampu

Gambar 39. Lampu LED

Jenis : Lampu LED

Ukuran : 30 x 15 x. 15 mm

Jumlah : 2 buah

8. Nacelle

Gambar 40. Nacelle

Bahan : Kaca akrelik

Berat : 40 gram

Ukuran : 100 x 70 x 40 mm

Jumlah : 1 buah
54

9. Tiang Penyangga

Gambar 41. Tiang penyangga

Bahan : Pipa PVC

Berat : 25 gram

Ukuran : 30 x 26 x 26 mm

Jumlah : 1 buah

10. Landasan

Gambar 42. Landasan

Bahan : Kaca akrelik dan plat siku

Berat : 40 gram

Ukuran : 150 x 15 x 106 mm

Jumlah : 1 buah
55

b. Langkah Perakitan Prototip Turbin Angin Horizontal

Langkah perakitan prototip turbin angin ini memiliki beberapa

langkah untuk dapat menjadi sebuah prototip turbin angin horizontal

untuk skala kecepatan angin rendah. Langkah perakitannya yaitu:

1. Memasang poros, gearbox, generator dan lampu pada necelle.

2. Kemudian nacelle dipasangkan ke tiang yang sudah terpasang pada

landasan.

3. Sedangkan ketiga blade ke hub dengan sudut 20o.

4. Kemudian memasang hub ke poros yang berapa pada nacelle.

Setelah semua terpasang maka akan diperoleh bentuk prototip

turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin rendah seperti pada

Gambar 43.

Gambar 43. Prototip turbin angin horizontal


56

3. Eksperimen Prototip Turbin Angin Horizontal

a. Pengujian prototip turbin angin horizontal

Proses selanjutnya adalah pengujian prototip turbin angin

horizontal. Pengujian ini membandingkan putaran rotor dan power

output generator pada setiap kondisi kecepatan angin rendah, yaitu 2;

2,5; 3; 3,5; 4 . Alat-alat yang digunakan untuk pengujian ini antara

lain: anemometer, multitester, tachometer, dan kipas angin. Langkah

pengujian prototip turbin horizontal seperti pada Gambar 44.

Gambar 44. Pengujian prototip turbin angin horizontal

b. Hasil Pengujian Prototip Turbin Angin Horizontal

Berikut ini adalah data hasil penelitian yang dilakukan di

Laboraturium Pneumatik Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas

Negeri Semarang pada prototip turbin angin horizontal dengan

menggunakan tachometer dan multitester. Indikator yang diteliti adalah

putaran rotor dengan satuan rpm dan power output generator dengan
57

satuan watt yang dihasilkan oleh prototip turbin angin horizontal pada

setiap kondisi kecepatan angin rendah, yaitu: 2; 2,5; 3; 3,5; 4 .

Data hasil penelitian dicatat pada lembar observasi yang

dilaksanakan selama dua hari, menghasilkan data penelitian prototip

turbin angin horizontal yang meliputi putaran rotor dan power output

generator pada variasi kecepatan angin rendah.

Tabel 5.Hasil pengujian putaran rotor dengan variasi kecepatan angin

No. Variasi Kecepatan Angin (m/s) Putaran Rotor (Rpm)


1 2,0 138,23
2 2,5 143,20
3 3,0 145,33
4 3,5 172,76
5 4,0 199,43

Tabel 5 berisi tentang perbandingan putaran rotor pad avariasi

kecepatan angin. Hasil pengujian ini diperoleh dengan menggunakan

anemometer untuk mengatur variasi kecepatan angin dan tachometer

untuk mengukur putaran rotor. Perbandingan besarnya nilai putaran

rotor pada Tabel 5 dapat dijabarkan dalam bentuk grafik hubungan

antara putaran rotor dengan variasi kecepatan angin.


58

250

200

Putaran Rotor (rpm) 150

100

50

0
2 2,5 3 3,5 4
Variasi Kecepatan Angin (m/s)

Gambar 45. Grafik hasil pengujian putaran dengan variasi kecepatan angin

Tabel 6. Hasil pengujian power output generator dengan variasi


kecepatan angin

No. Variasi Kecepatan Angin (m/s) Power Output Generator


(Watt)
1 2,0 0,83
2 2,5 1,25
3 3,0 1,82
4 3,5 2,88
5 4,0 3,20

Tabel 6 berisi tentang perbandingan power output generator

pada variasi kecepatan angin. Hasil pengujian ini diperoleh dengan

menggunakan anemometer untuk mengatur variasi kecepatan angin dan

multitester untuk mengukur power output generator. Perbandingan

besarnya nilai power output generator pada Tabel 6 dapat dijabarkan

dalam bentuk grafik hubungan antara power output generator dengan

variasi kecepatan angin.


59

3,5

Power Output Generator (Watt)


3

2,5

1,5

0,5

0
2 2,5 3 3,5 4
Variasi Kecepatan Angin (m/s)

Gambar 46. Grafik hasil power output generator dengan variasi


kecepatan angin
B. Pembahasan

Berdasarkan penggunaan software Qblade didapatkan desain blade untuk

skala kecepatan angin rendah menggunakan airfoil NACA 6409. Blade atau

baling-baling yang digunakan dalam software Qblade ini berjumlah 3 buah. Dari

hasil mendesain menggunakan software Qblade diperoleh desain blade yang

mempunyai dimensi panjang 220 mm, tinggi 20 mm, lebar 40 mm, dan puntiran

. Setelah mendapatkan desain blade tersebut, kemudian dibuat dalam bentuk

nyata.

Berdasarkan desain blade atau baling-baling yang sebelumnya dihasilkan

dari software Qblade. Prototip turbin angin horizontal yang sesuai untuk skala

kecepatan angin rendah dapat dibuat ke dalam bentuk nyata. Prototip ini terdiri dari

beberapa komponen yang dirakit menjadi satu. Prototip ini terdiri dari beberapa

komponen, yaitu: blade atau baling-baling, hub, poros, bearing, gearbox, generator,

nacelle, lampu, tiang penyangga, dan landasan.


60

Berdasarkan grafik pada Gambar 37 menunjukkan hubungan putaran rotor

dengan variasi kecepatan angin pada setiap kondisi kecepatan angin rendah, yaitu:

2; 2,5; 3; 3,5; 4 . Dalam grafik terlihat putaran rotor mengalami peningkatan

sebanding lurus dengan peningkatan kecepatan angin. Putaran rotor pada

kecepatan angin 2 sebesar 138,16 rpm mengalami peningkatan serta untuk

putaran rotor pada kecepatan angin 2,5 dan angin 3 juga mengalami

peningkatan tetapi peningkatan tersebut tidak terlalu signifikan. Putaran rotor

meningkat menjadi 143,10 rpm pada kecepatan angin 2,5 dan 145,26 rpm

pada kecepatan angin 3 . Terjadinya peningkatan putaran rotor yang

signifikan terdapat pada kecepatan angin 3,5 sebesar 172,73 rpm dan pada

kecepatan angin 4 sebesar 199,53 rpm. Peningkatan putaran rotor mencapai

nilai maksimal sebesar 199,53 rpm pada kecepatan angin 4 .

Berdasarkan grafik pada Gambar 38 menunjukkan hubungan power output

generator dengan variasi kecepatan angin pada setiap kondisi kecepatan angin

rendah, yaitu: 2; 2,5; 3; 3,5; 4 . Dalam grafik terlihat power output generator

mengalami peningkatan sebanding lurus dengan peningkatan kecepatan angin.

Power output generator pada kecepatan angin 2 sebesar 0,80 watt

mengalami peningkatan serta untuk power output generator pada kecepatan angin

2,5 dan angin 3 juga mengalami peningkatan. Power output generator

meningkat menjadi 1,25 watt pada kecepatan angin 2,5 dan pada kecepatan

angin 3 meningkat menjadi 1,80 watt. Terjadinya peningkatan power output

generator yang signifikan terdapat pada kecepatan angin 3,5 sebesar 2,88
61

watt. Peningkatan power output generator mencapai nilai maksimal sebesar 3,20

watt pada kecepatan angin 4 .

C. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan

angin rendah terhadap putaran rotor dan power output generator. Dalam penelitian

ini terdapat beberapa keterbatasan sehingga kemungkinan hasil yang didapat

kurang sempurna. Keterbatasan tersebut diantaranya adalah :

a. Bentuk prototip turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin rendah ini

masih kurang optimal. Pengerjaan bagian-bagian prototip tirbin angin

horizontal kurang halus.

b. Penelitian ini menggunakan airfoil NACA 6409 dengan sudut 20o pada blade

atau baling-baling.
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut:

1. Software Qblade dapat digunakan sebagai media perancangan desain blade atau

baling-baling prototip turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin

rendah. Bentuk blade atau baling-baling menggunakan airfoil NACA 6409 untuk

skala kecepatan angin rendah dengan jumlah sudu 3 buah. Dengan dimensi

panjang 220 mm, tinggi 20 mm, lebar 40 mm, dan puntiran .

2. Prototip turbin angin horizontal yang sesuai untuk skala kecepatan angin rendah

dapat dibuat berdasarkan software Qblade. Setelah mendesain menggunakan

software Qblade prototip turbin angin dibuat ke dalam bentuk yang nyata.

Prototip ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu: blade atau baling-baling, hub,

poros, bearing, gearbox, generator, lampu, nacelle, tiang penyangga, dan

landasan.

3. Variasi kecepatan angin berpengaruh terhadap putaran rotor dan power output

generator pada prototip turbin angin untuk skala kecepatan angin rendah.

Besarnya nilai putaran rotor dan power output generator meningkat sebanding

lurus dengan meningkatnya nilai variasi kecepatan angin. Peningkatan putaran

rotor dan power output generator mencapai nilai maksimal sebesar 199,53 rpm

dan 3,20 watt pada kecepatan angin 4 .

62
63

B. Saran

1. Pada saat perancangan agar lebih detail supaya dapat memperoleh hasil

penelitian yang optimal dan mengurangi adanya kesalahan pada saat

pengujian.

2. Untuk penelitian yang sejenis agar mevariasikan sudut blade atau baling-

baling pada berbagai kecepatan angin rendah dan saat pengujian menggunakan

terowongan angin supaya hasil pengujian lebih optimal.

3. Agar dapat menghasilkan daya listrik untuk kebutuhan rumah tangga dapat

dikembangkan dalam skala yang lebih besar.


DAFTAR PUSTAKA
Adejumobi, I. A., S. G. Oyagbinrin, F. G. Akinboro dan M. B. Olajibe. 2011.
Hybrid Solar and Wind Power: An Essential for Information
Communication Technology Infrastructure and People in Rural
Communities. International Journal of Research Review in Applied
Sciences 9(1): 130-138

Ajao, K.R., dan M. R. Mahamood. 2009. Wind Energy Conversion System: The
Past, The Present And The Prospect. Journal of American Science 5(6):
17-22

Ajao, K.R., dan J. S. O. Adeniyi. 2009. Comparison of Theoretical and


Experimental Power output of Small 3-bladed Horizontal-axis Wind
Turbine. Journal of American Science 5(4): 79-90

Anonim. 1995. New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT. Toyota-Astra Motor

Arismunandar, W. 2000. Pengantar Turbin Gas dan Motor Propulsi. Jakarta:


Dirjen Dikti Depdiknas.

Atmadi, S., dan A. J. Fitroh. 2008. Pengembangan Metode Parameter Awal Rotor
Turbin Angin Sumbu Vertikal Tipe Savonius. Jurnal Teknologi
Dirgantara 6(1): 41-50

Bapedda Kabupaten Bantul. 2010. Menggapai Indonesia Bisa Teknologi


Energi Listrik Hibrid di Bantul, DIY. Bantul: Kementrian Riset dan
Teknologi

Burton, T., D. Sharpe, N. Jenkins dan E. Bossanyi. 2001. Wind Energy Handbook.
Chichester. John Wiley and Sons LTD.

Dahlan, D. 2012. Elemen Mesin. Jakarta: Citra Harta Prima

Ginting, D. 2010. Rancangan Awal dan Analisis Bentuk Sudu Turbin Angin 50
KW. Jurnal Teknologi Dirgantara 8(2): 136-143

Johnson, G. L. 2001. Wind Energy Systems. Manhattan: KS

Kementrian ESDM. 2012. Kajian Indonesia Energy Outlook. Jakarta: Pusat Data
dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral

64
65

Latif, M., R. Nazir, dan H. Reza. 2013. Analisa Proses Charging Akumulator pada
Prototip Turbin Angin Sumbu Horizontal di Pantai Purus Padang. Jurnal
Nasional Teknik Elektro 2(1): 1-8

Marten, D., dan J. Wendler. 2013. Qblade Guidelines. Berlin. Universitas Berlin

Marten, D., J. Wendler, G. Pechlivanoglou, C. N. Nayeri dan C. O. Paschereit.


2013. Qblade: An Open Source Tool for Design and Simulation of
Horizontal and Vertical Axis Wind Turbines. International of Emerging
Technology and Advanced Engineering 3(3): 264-269

Martinus, A. M., A. Riza, dan S. Darmawan. 2013. Pengaruh Variable Kecepatan


Angin Terhadap Turbin Angin Horizontal Aksial dengan Profil Airfoil
Blade Sesuai Standar NACA 2418. Seminar Nasional Mesin dan Industri
(SNMI8). Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas
Tarumanegara: 332-339

Musyafa, A. 2012. Comparative Analysis of Small-Scale Wind turbine Design for


the Low Rate Wind Speed. Asian Journal of Natural and Applied Sciences
1(3): 5-17

Napitupulu, F. H., dan F. Mauritz. 2013. Uji Eksperimental dan Analisis Pengaruh
Variasi Kecepatan dan Jumlah Sudu Terhadap Daya dan Putaran Turbin
Angin Vertikal Axis Savonius dengan Menggunakan Sudu Pengarah.
Jurnal Dinamis 2(12): 49-59

Raharjo, W. D., dan Karnowo. 2008. Mesin Konversi Energi. Semarang. UNNES
PRESS

Rachman, A., L. A. Muhtar, dan S. Levi dan N. Salae. 2013. An Experiment on


Horizontal and Vertical Wind Turbines with Incorporation of Rounded
Shroud Device Using Wind Simulation in a Vehicle. International Journal
of Innvation and Applied Studies 3(2): 365-374

Reksoatmodjo, T. N. 2004. Vertical Axis-Differential Drag Windmill. Jurnal


Teknik Mesin 6(2): 65-70

Schubel, P. J. dan R. J. Crossley. 2012. Wind Turbine Blade Design. Journal


Energies 5(9): 3425-3449

Sugiono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:


Alfabeta

Vendan, S. P., S. A. Lovelin, dan M. Manibharathi. 2012. Analysis of a Wind


Turbine Profile for Tapping Wind Power at the Regions of Low Wind
Speed. International Journal of Mechanical Engineering 2(2): 1-10
LAMPIRAN
Lampiran 1. Perhitungan

POROS

Diketahui :

T = 50000 Nmm (Torsi didapatkan dari software Qblade)

= 241 Nmm2 (Tegangan puntir izin dari bahan poros steinless steel)

Ditanya:

Diameter poros (d)....?

Dijawab:

Jadi diameter poros yang didapatkan adalah 10 mm.

66
RODA GIGI

Diketahui :

z1 = 44 gigi

z2 = 14 gigi

Ditanya:

Ratio roda gigi....?

Dijawab:

Jadi perbandingan ratio roda gigi adalah 3 : 1

67
Lampiran 2. Desain prototip turbin angin horizontal

68
Lampiran 3. Desain blade atau baling-baling

69
Lampiran 4. Desain hub

70
Lampiran 5. Desain poros

71
Lampiran 6. Desain Nacelle

72
Lampiran 7. Desain tiang penyangga

73
Lampiran 8. Desain landasan

74
Lampiran 9. Lembar pengambilan data prototip turbin angin horizontal

LEMBAR PENGAMBILAN DATA PROTOTIP TURBIN ANGIN


HORIZONTAL

Tabel 1. pengujian putaran rotor dengan variasi kecepatan angin rendah


Pengujian I Pengujian II Pengujian III
Kecepatan Angin
No. Putaran Rotor Putaran Rotor Putaran Rotor
(rpm) (rpm) (rpm)
1 2,0 136,82 139,30 138,55
2 2,5 142,40 143,32 144,19
3 3,0 143,53 146,83 145,76
4 3,5 171,84 171,19 174,43
5 4,0 199,51 198,67 200,29

Tabel 2. pengujian putaran rotor dengan variasi kecepatan angin rendah


Pengujian I Pengujian II Pengujian III
Kecepatan Angin
No. Power output Power output Power output
generator (watt) generator (watt) generator (watt)
1 2,0 2,0 / 9,0 2,5 / 11,5 2,0 / 9,0
2 2,5 2,5 / 11,5 3,0 / 15,0 3,0 / 15,0
3 3,0 3,0 / 15,0 3,5 / 19,0 3,0 / 15,5
4 3,5 3,5 / 19,0 4,0 / 19,5 4,0 / 19,0
5 4,0 4,0 / 19,5 4,5 / 20,5 4,0 / 20,0

75
Lampiran 10. Data hasil pengujian prototip turbin angin horizontal

Data putaran rotor dengan variasi kecepatan angin rendah dari hasil
pengujian prototip turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin
rendah

Tabel 1. data hasil pengujian putaran rotor dengan variasi kecepatan angin
rendah
Pengujian I Pengujian I Pengujian I
Kecepatan Angin
No. Putaran Rotor Putaran Rotor Putaran Rotor
(rpm) (rpm) (rpm)
1 2,0 136,82 139,30 138,55
2 2,5 142,40 143,32 144,19
3 3,0 143,53 146,83 145,76
4 3,5 171,84 171,19 174,43
5 4,0 199,51 198,67 200,29

1. Grafik putaran rotor dengan variasi kecepatan angn rendah pada


pengujian I

Pengujian I
250

200
Putaran Rotor (rpm)

150

100 Pengujian I

50

0
2 2.5 3 3.5 4
Kecepatan Angin (m/s)

Gambar 1. Data hasil putaran rotor pada pengujian I

76
2. Grafik putaran rotor dengan variasi kecepatan angn rendah pada
pengujian II

Pengujian II
250

200
Putaran Rotor (rpm)

150

100 Pengujian II

50

0
2 2,5 3 3,5 4
Kecepatan Angin (m/s)

Gambar 2. Data hasil putaran rotor pada pengujian II

3. Grafik putaran rotor dengan variasi kecepatan angn rendah pada


pengujian III

Pengujian III
250

200
Putaran Rotor (rpm)

150

100 Pengujian III

50

0
2 2,5 3 3,5 4
Kecepatan Angin (m/s)

Gambar 3. Data hasil putaran rotor pada pengujian III

77
Data power output generator dengan variasi kecepatan angin rendah dari
hasil pengujian prototip turbin angin horizontal untuk skala kecepatan angin
rendah

Tabel 2. data hasil pengujian putaran rotor dengan variasi kecepatan angin
rendah

Pengujian I Pengujian I Pengujian I


Kecepatan Angin
No. Power output Power output Power output
generator (watt) generator (watt) generator (watt)
1 2,0 0,70 1,03 0,80
2 2,5 1,05 1,26 1,55
3 3,0 1,73 1,93 1,85
4 3,5 2,78 2,98 2,87
5 4,0 3,05 3,32 3,25

1. Grafik power output generator dengan variasi kecepatan pada pengujian I

Gambar 4. Data hasil power output generator pada pengujian I

78
2. Grafik power output generator dengan variasi kecepatan pada pengujian II

Pengujian II
3,5
Power Output Generator (watt)

2,5

1,5
Pengujian II
1

0,5

0
2 2,5 3 3,5 4
Kecepatan Angin (m/s)

Gambar 5. Data hasil power output generator pada pengujian II

3. Grafik power output generator dengan variasi kecepatan pada pengujian


III

Gambar 6. Data hasil power output generator pada pengujian III

79
Lampiran 11. Foto pengujian.

80