Anda di halaman 1dari 8

Proses Metabolisme Lemak pada Manusia

Adelita Ayu Karlinawati- 102013080

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jalan Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510

e-mail: adelita.2013fk080@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak : Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan,
hewan, dan manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia adalah lipid. Lipid
adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid dan mempunyai sifat
tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut non polar misalnya eter dan kloroform.
Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen yang penting, yang terdapat baik
dalam membrane sel maupun mitokondria, dan juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid
dalam darah.

Kata kunci : lipid, kombinasi lipid

Abstract : One of a group of organic compounds found in plants, animals, and humans
and is very useful for human life is a lipid. Lipids are a heterogeneous group of compounds,
including fats, oils, steroids and have the nature insoluble in water but soluble in nonpolar
solvents such as ethers and chloroform.

The combination of lipids and proteins (lipoproteins) is an important constituent, contained in


both the cell membrane and mitochondria, and also acts as transporter of lipids in the blood.
Keywords : lipids, lipid combinations

Pendahuluan

Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan, dan
manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia adalah lipid. Lipid adalah
sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid dan mempunyai sifat tidak
larut dalam air tetapi larut dalam pelarut non polar misalnya eter dan kloroform. Senyawa ini
merupakan konstituen makanan yang penting tidak saja karena nilai energinya yang tinggi,
tetapi karena vitamin larut-lemak dan asam lemak esensial yang terkadung dalam lemak
makanan alami. Lemak disimpan dijaringan adiposa, tempat senyawa ini juga berfungsi
sebagai isolator panas dijaringan subkutan dan sekitar organ tertentu. Kombinasi lipid dan
protein (lipoprotein) adalah konstituen yang penting, yang terdapat baik dalam membrane sel
maupun mitokondria, dan juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid dalam darah.
Pengetahuan tentang biokimia lipid diperlukan untuk memahami banyak bidang biomedis
penting, misalnya obesitas, diabetes mellitus, aterosklerosis dan peran berbagai asam lemak
tak jenuh ganda dalam gizi dan kesehatan.

Lipid

Klasifikasi Lipid

1. Lipid sederhana
Lipid sederhana adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan menghasilkan asam
lemak dan gliserol. Contohnya: fat/minyak (TAG/trigliserida).1
2. Lipid kompleks (majemuk).
Lipid kompleks adalah golongan lipid yang jika dihidrolisis akan menghasilkan asam
lemak dan berbagai senyawa lainnya. Contohnya: fosfolipid dan glikolipid.
Fosfolipid + H2O menghasilkan asam lemak + alkohol + asam fosfat + senyawa nitrogen.
Glikolipid + H2O menghasilkan asam lemak + karbohidrat + sfingosin.1
3. Lipid turunan
Lipid turunan adalah senyawa-senyawa yang dihasilkan bila lipid sederhana dan lipid
kompleks mengalami hidrolisis. Contohnya: asam lemak, gliserol, alkohol padat, aldehid,
keton bodies. Secara klinis, komponen lipid utama yang dapat dijumpai dalam plasma
adalah:

Trigliserida (lemak netral)


Trigliserida merupakan asam lemak yang dibentuk dari esterifikasi tiga molekul
asam lemak menjadi satu molekul gliserol. Jaringan adiposa memiliki simpanan
trigliserid yang berfungsi sebagai gudang lemak yang segera dapat digunakan.
Dengan masuk dan keluar dari molekul trigliserida di jaringan adiposa, asam-asam
lemak merupakan bahan untuk konversi menjadi glukosa (glukoneogenesis) serta
untuk pembakaran langsung untuk menghasilkan energi.1
Asam Lemak
Asam lemak dapat berasal dari makanan, tetapi juga berasal dari kelebihan
glukosa yang diubah oleh hati dan jaringan lemak menjadi energi yang dapat
disimpan.Lebih dari 95% lemak yang berasal dari makanan adalah trigliserida. Proses
pencernaan trigliserida dari asam lemak dalam diet (eksogenus), dan diantarkan ke
aliran darah sebagai kilomikron (droplet lemak kecil yang diselubungi protein).2
Kolesterol
Kolesterol berasal dari makanan dan sintesis endogen di dalam tubuh. Sumber
kolesterol dalam makanan seperti kuning telur, susu, daging, lemak (gajih), dan
sebaginya terutama dalam keadaan ester. Kolesterol penting dalam struktur dinding
sel dan dalam bahan yang membuat kulit kedap air. Kolesterol digunakan tubuh untuk
membentuk garam empedu sebagai fasilitator untuk pencernaan lemak dan untuk
pembentukan hormon steroid (misal kortisol, estrogen, androgen) oleh kalenjar
adrenal, ovarium, dan testis.
Fosfolipid
Fosfolipid, lesitin, sfingomielin, dan sefalin merupakan komponen utama pada
membrane sel dan juga bekerja dalam larutan untuk mengubah tegangan permukaan
cairan (misal aktifitas surfaktan cairan di paru). Fosfolipid dalam darah berasal dari
hati dan usus, serta dalam jumlah kecil sintesis di berbagai jaringan. Fosfolipid dalam
darah dapat ikut serta dalam metabolisme sel dan juga dalam koagulasi darah.1

Sumber Lipid
Lemak memiliki 2 sumber yaitu hewan dan tumbuhan. Lemak yang hewani adalah:
susu, lemak sapi, minyak ikan. Lemak yang nabati atau tumbuhan : Minyak kelapa, minyak
kelapa sawit, minyak kedelai, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak biji bunga
kapas, minyak zaitun.1

Fungsi Lipid
Lemak memiliki beberapa fungsi yaitu: sebagai sumber energi (1 gram lemak
menghasilkan 9 kalori), sumber gliserida dan kolesterol yang tidak dapat diproduksi oleh
tubuh bayi sampai usia 3 bulan, memberikan rasa kenyang karena lemak meninggalkan
lambung secara perlahan selama 3,5 jam, pelarut vitamin (A,D,E dan K), menjaga suhu
tubuh, berfungsi dalam pembentukan sel otak (asam linoleat dan linolenat), komponen mayor
pada membran fosfolipid dalam retina, jaringan korteks otak, testis dan sperma (DHA atau
Docosahexaenoic Acid yang termasuk asam lemak omega 3) dan komponen mayor pada
mielin sel saraf yaitu asam oleat (omega 9) yang merupakan monounsaturated fatty acid.2,3

Metabolisme lemak di dalam tubuh meliputi metabolisme


1. Asam lemak jenuh
Asam lemak jenuh dapat masuk ke dalam sel untuk mengalami oksidasi. Di
dalam sel, oksidasi asam lemak akan terjadi di dalam mitokondria. Namun asam
lemak yang masuk ke dalam mitokondria umumnya berukuran kecil. Bila jumlah
atom C pada asam lemak lebih dari 12, maka akan ada molekul pembawa yang
disebut sebagai karnitin yang akan membawa asam lemak jenis ini masuk untuk
mengalami oksidasi di dalam mitokondria. Di dalam mitokondria, jenis oksidasi asam
lemak jenuh ini ialah oksidasi beta.4 Oksidasi ini merupakan oksidasi utama yang
terjadi di dalam mitokondria. Senyawa awal dari proses metabolisme ini ialah asil ko-
A yang merupakan bentuk aktivasi dari molekul asam lemak bebas. Pada proses
oksidasi ini memerlukan koenzim NAD dan FAD yang akan menghasilkan energi
melalui rantai pernapasan. Oksidasi asam lemak jenuh dapat meghasilkan asetil ko-A
dan propionil ko-A (bila jumlah atom C ganjil). Asetil ko-A dapat masuk ke dalam
siklus asam sitrat. Selain itu proses oksidasi asam lemak jenuh dapat berlangsung di
peroksisom. Namun proses ini tidak dapat menghasilkan ATP. Asam lemak rantai
panjang umumnya mengalami oksidasi di peroksisom. Pada oksidasi ini dihasilkan
oktanoil-koA dan asetil ko-A. Proses oksidasi alfa asam lemak dapat berlangsung di
jaringan otak. Proses ini juga tidak menghasilkan ATP dan tidak perlu pengaktifan
oleh asil ko-A.
Oksidasi omega berlangsung di hepar. Dimana proses oksidasi ini memerlukan
NADPH dan dikatalisis oleh sitokrom P-450 serta dapat menghasilkan asam
dikarboksilat.5

2. Asam lemak tidak jenuh


Pada reaksi ini jumlah ATP yang dihasilkan lebih sedikit dibanding asam lemak jenuh.
Hal ini dikarenakan akan dipakai 2 ATP pada reaksi oksidasi beta yang merupakan
bagian dari reaksi yang menghasilkan FADH2. Produk oksidasinya sama dengan
oksidasi asam lemak jenuh, akan tetapi jumlah ATP berbeda.

Asam lemak juga dapat disintesis dengan menggunakan jalur sintesis de novo maupun
pemanjangan gugus asam lemak. Jalur sintesis de novo merupakan jalur ekstramitokondria
yang mengubah asetil ko-A menjadi asam palmitat. Jalur ini akan berlangsung bila ada
kelebihan kalori makanan. Sumber utama jalur ini ialah karbohidrat. Melalui proses glikolisis
dan oksidasi piruvat akan dihasilkan asetil Ko-A. Awalnya asetil ko-A akan diubah ke
malonil ko-A dengan bantuan asetil ko-A karboksilase. Selanjutnya malonil ko-A akan masuk
ke kompleks enzim untuk menghasilkan asam palmitat. Kompleks enzim ini terdiri dari 7
enzim yang akan menambah 2 atom C pada setiap kerja enzimnya.5
Metabolisme triasilgliserol
Sintesis triasilgliserol terjadi di hati, jaringan adiposa dan mukosa usus. Proses ini
terutama terjadi di mikrosom.6
Proses di mukosa usus terjadi melalui reaksi berikut:
2-monoasilgliserol + 2 asil ko-A triasilgliserol + 2 koA
Triasilgliserol diangkut dalam khilomikron ke limfe untuk masuk ke dalam darah.
Proses di hati terjadi melalui reaksi berikut:
Gliserol 3-P + 3 asil-koA triasilgliserol + 3 koA + Pi
Gliserol 3-P bisa didapat melalui gliserol maupun glukosa melalui proses
glikolisis. Namun gliserol disini tidak dapat dipakai karena keaktifan glikokinase
yang rendah.
Proses di jaringan adiposa melalui :
Gliserol 3-P + 3 asil-koA triasilgliserol + 3 koA + Pi
Tidak seperti di hati dan mukosa usus, triasilgliserol yang terbentuk disini akan
disimpan di jaringan adiposa.
Sedangkan proses katabolisme triasilgliserol terutama terjadi di jaringan adiposa
dengan jalan memotong asam lemak satu per satu hingga tersisa gliserol. Enzim yang
berperan yaitu triasil gliserol lipase, diasil gliserol lipase dan monoasil gliserol lipase.
Sedangkan triasilgliserol yang terdapat di dalam VLDL dan khilomikron dihidrolisis oleh
lipoprotein lipase yang terdapat pada dinding pembuluh darah.6

Metabolisme dan transpor lipoprotein


Metabolisme lipoprotein terjadi melalui dua jalur, yaitu jalur eksogen dan jalur
endogen. Jalur eksogen terjadi di mukosa usus halus melalui pembentukan kilomikron,
sedangkan jalur endogen terjadi di hati.6

Kolesterol ester yang berasal dari makanan diabsorpsi oleh mukosa usus dalam bentuk
kolesterol bebas. Di dalam sel mukosa usus, kolesterol bebas diubah menjadi kolesterol ester
dengan bantuan enzim ACAT. Kolesterol ester ini kemudian bergabung dengan trigliserida
yang berasal dari makanan membentuk kilomikron. Kilomikron meninggalkan usus ke dalam
sistem sirkulasi, kemudian diuraikan oleh LPL di sel endotelial pembuluh darah menjadi
kilomikron remnant, trigliserida, fosfolipid, Apo C, Apo A dan kolesterol ester. Trigliserida
dibawa ke jaringan adiposa dan otot sebagai cadangan makanan, kilomikron sisa berikatan
dengan reseptor LDL di hati, sedangkan fosfolipid, Apo C, Apo A dan kolesterol ester
ditransfer ke HDL.

Di hati, kolesterol ester dari kilomikron remnant dihidrolisis menjadi kolesterol bebas
oleh enzim NCEH dan di dalam lisosom diubah kembali menjadi kolesterol ester oleh enzim
ACAT. Kolesterol ester bergabung dengan trigliserida membentuk VLDL. VLDL kemudian
meninggalkan hati dan masuk ke sistem sirkulasi. Di dalam sistem sirkulasi, VLDL diubah
menjadi IDL oleh LPL dan kemudian menjadi LDL. IDL dan LDL yang terbentuk di dalam
pembuluh darah dapat masuk ke bagian endotel pembuluh darah atau langsung kembali ke
hati. LDL yang teroksidasi difagositosis oleh sel-sel makrofag. Di dalam makrofag, kolesterol
ester dihidrolisis menjadi kolesterol bebas. Kolesterol bebas dibawa ke permukaan membran
sel makrofag dan kemudian ditangkap oleh HDL. Kolesterol bebas dalam HDL diubah
dengan bantuan enzim LCAT menjadi kolesterol ester yang dibawa ke hati.6

Jenis Lipoprotein Plasma

a.Kilomikron

Kilomikron dibentuk di mukosa usus, berperan dalam transpor lemak dari usus ke
hati. Komponen utama kilomikron adalah trigliserida, sedangkan apolipoprotein dominan
sebelum kilomikron masuk ke sirkulasi adalah Apo B-48, Apo A-I, Apo A-II, dan Apo A-
III.

Kilomikron meninggalkan usus melalui sistem limfatik dan masuk ke sistem sirkulasi
melalui vena subclavian kiri. Di dalam pembuluh darah, kilomikron berikatan dengan
Apo C-II dan Apo E dari HDL plasma. Di dalam kapiler jaringan adiposa dan otot, asam
lemak yang terdapat dalam kilomikron dilepaskan dari trigliserida melalui aktivitas
lipoprotein lipase (LPL) yang terdapat di permukaan sel endotel. Sebagian fosfolipid,
Apo A dan Apo C ditransfer ke HDL. Kilomikron hasil penguraian oleh LPL disebut
kilomikron remnant, mengandung kolesterol, Apo E dan Apo B-48 yang akan berikatan
dengan reseptornya di hati.7

b. Very Low Density Lipoprotein (VLDL)

VLDL dibentuk di hati, berperan dalam transpor trigliserida ke berbagai jaringan di


dalam tubuh. Komponen VLDL terdiri dari trigliserida, kolesterol bebas, kolesterol
ester, fosfolipid dan apolipoprotein (Apo B-100, Apo C-I, Apo C-II, Apo C-III dan Apo
E).

Bagian asam lemak dari VLDL dilepaskan ke jaringan adiposa dan otot melalui cara
yang sama dengan kilomikron. Aktivitas LPL mengubah VLDL menjadi IDL dan
VLDL remnant, dimana IDL akan berubah menjadi LDL.7

c.Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL dibentuk dari IDL yang kehilangan sebagian trigliseridanya akibat aktivitas
LPL, berperan dalam transpor kolesterol ke berbagai jaringan di dalam tubuh. Komponen
LDL terdiri dari kolesterol bebas, kolesterol ester, fosfolipid, trigliserida dan Apo B-100
sebagai apolipoprotein utama. LDL masuk ke dalam sel melalui proses endositosis yang
diperantarai oleh reseptornya. Proses ini terjadi terutama di hati, adrenal dan jaringan
adiposa. Di dalam sel, apoprotein diuraikan oleh enzim lisosom dan kolesterol ester
dihidrolisis oleh enzim netral cholesterol esters hydrolase (NCEH) menjadi kolesterol
bebas.7

d. High Density Lipoprotein (HDL)

HDL disintesis di hati dan usus halus sebagai partikel yang kaya protein, berperan
dalam transpor kolesterol menuju hati. HDL terdiri dari kolesterol bebas, kolesterol ester,
fosfolipid, trigliserida dan apolipoprotein (Apo A-I, Apo C-I, Apo C-II dan Apo E).
Kolesterol bebas dalam HDL dan dari jaringan perifer diesterifikasi oleh LCAT menjadi
HDL3. Penambahan kolesterol dari jaringan ke HDL3 akan membentuk HDL2. HDL2 juga
dapat dibentuk dari katabolisme kilomikron dan VLDL. HDL 2 dapat dikonversi kembali
menjadi HDL3 oleh enzim hepatik lipase dan transfer kolesterol ke hati.7

Eruptive Xanthomas

Xanthoma berasal dari kata yunani xanthos yang berarti kuning. Xanthoma adalah
deposit kekuningan yang dibentuk dari lipid (kolesterol) yang berada di bawah kulit yang
menonjol, lunak, dan berwarna kekuningan. Xanthoma dapat terjadi pada setiap bagian
tubuh, tetapi paling sering muncul di siku, sendi, tendon, lutut, tangan, kaki, dan bokong.
Mekanisme pembentukan xanthoma di bawah kulit mirip dengan pembentukan aterosklerosis
pada pembuluh darah, yaitu adanya LDL yang berlebih dalam plasma, lalu LDL tersebut
teroksidasi sehingga menarik monosit yang berubah menjadi makrofag, LDL yang telah
teroksidasi difagositosis oleh makrofag sehingga terbentuklah sel busa (foam cell), kemudian
terjadi ekstravasasi lipid dari pembuluh darah ke ruang interstitial pada jaringan ikat sehingga
sel busa (foam cell) terdeposit dalam jaringan dermis kulit.8

Eruptive xanthoma lesi berbentuk papula, berwarna kuning, biasanya terdapat pada
ekstremitas bawah, seperti betis dan bokong. Jenis xanthoma ini terjadi pada penderita
hipertrigliserida.8

Kesimpulan

Lipid merupakan komponen organik yang umumnya tidak larut di dalam air. Di dalam tubuh,
lipid berfungsi sebagai sumber cadangan energi, komponen struktur sel, sintesis hormon dan
salah satu perlindungan tubuh. Dari semua pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
ketika terjadi gangguan metabolisme lemak dapat menyebabkan terjadinya penyakit seperti
pada kasus skenario yaitu dari hasil pemeriksaan menunjukan eruptive xhanthomas yang
disebabkan oleh adanya LDL yang berlebih dalam plasma.

DaftarPustaka

1. Murray RK, Granner DK, Mayes PA. Biokimia harper edisi 27. Jakarta: EGC; 2009
2. Kuchel P, Ralston GB. Biokimia. Jakarta: Erlangga; 2002.h.96-8.
3. Harjasasmita. Ikhtisar biokimia dasar B. Jakarta: FKUI; 2003.
4. Poedjiadi A. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press;
2007.
5. Hardjono S, Sulaiman I, Moersintowarti B.N. Gagal Tumbuh (Failure To Thrive).
Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak No.32 2002; h. 54-67.
6. Murray R.K, Granner D.K, Rodwell VW. Bokimia Harper. edisi 27. Jakarta: EGC
2009. h.217-228
7. Philip W.K, Gregory B.R. Schaums Easy Outlines Biokimia. Jakarta: Penerbit
Erlangga. 2010; h. 70-72
8. Tierney , Lawrence M, Stephen J. McPhee, Maxine A.P. Current Medical Diagnosis
and Treatment, 44th Ed. New York: Lange Medical Books/ McGraw-Hill.2005. Hal.
1211-12.