Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN

KOMUNITAS
KELOMPOK KHUSUS DEWASA DENGAN DIABETES MELITUS
DI RW 2/RT 1, RT 2 & RT 3 DI DUSUN GINTUNGAN DESA GOGIK
KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG

OLEH
DEFRIANO B. TAFULI
070115A012

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO
UNGARAN
2015
A. Tinjauan Literatur
1. Pengertian
Masa ini sering disebut adult, masa dewasa, masa dimana usia sudah berkisar ke
angka di atas 21 tahun. Masa dewasa merupakan periode yang penuh tantangan,
penghargaan dan krisis. Selain itu masa dimana mempersiapkan masa depan,
penentu karier dan masa usia memasuki dunia pekerjaan dan masa dunia
perkarieran, masa mempersiapkan punya keturunan dan masa usia matang, masa
penentuan kehidupan, dan prestasi kerja di masyarakat, masa merasa kuat dalam
hal fisik, masa energik, masa kebal, masa jaya dan masa merasakan hasil
perjuangan. Masa dewasa ditandai kemampuan produktif dan
kemandirian.Menurut Prof. Dr. A.E Sinolungan (1997), masa dewasa dapat di
bagi dalam beberapa pase
a. Fase Dewasa awal
Fase dewasa awal (20/21-24 tahun), seorang mulai bekarya dan mulai
melepaskan ketergantungan kepada orang lain. Tugas-tugas perkembangan
pada masa dewasa awal yaitu.
1) mereka mendapat pengawasan dari orang tua
2) mereka mulai mengembangkan persahabatan yang akrab dan hubungan
yang intim di luar
3) mereka membentuk seperangkat nilai pribadi
4) mereka mengembangkan rasa identitas pribadi
5) mereka mempersiapkan untuk kehidupan kerja
b. Fase Dewasa tengah
Fase dewasa tengah (25-40 tahun) ditandai sikap mantap memilih teman
hidup dan membangun keluarga. Dewasa tengah menggunakan energy sesuai
kemampuannya untuk menyesuaikan konsep diri dan citra tubuh terhadap
realita fisiologis dan perubahan pada penampilan fisik. Harga diri yang tinggi,
citra tubuh yang bagus dan sikap posiif terhadap perubahn fisiologis muncul
jika orang dewasa mengikuti latihan fisik diet yang seimbang, tidur yang
adekuat dan melakukan hygiene yang baik.
c. Teori-teori tentang masa dewasa tengah
1) Teori Erikson
Menurut teori perkembangan Erikson, tugas perkembangan yang utama
pada usia baya adalah mencapai generatifitas (Erikson, 1982).
Generatifitas adalah keinginan untuk merawat dan membimbing orang
lain. Dewasa tengah dapat mencapai generatifitas dengan anak-anaknya
melalui bimbingan dalam interaksi sosial dengan generasi berikutnya. Jika
dewasa tengah gagal mencapai generatifitas akan terjadi stagnasi. Hal ini
ditunjukkan dengan perhatian yang berlebihan pada dirinya atau perilaku
merusak anak-anaknya dan masyarakat.
2) Teori Havighurst
Perkembangan Pencapaian tanggung jawab social orang dewasa untuk
orang dewasa tengah (Havighurst, 1972). Tugas perkembangan tersebut
meliputi:
a) Menetapkan dan mempertahankan standar kehidupan
b) Membantu anak-anak remaja tanggung jawab dan bahagia
c) Mengembangkan aktivitas luang
d) Berhubungan dengan pasangannya sebagai individu
e) Menerima dan menyesuaikan perubahan fisiologis pada usia
pertengahan
f) Menyesuaikan diri dengan orang tua yang telah lansia.
g) Tahap-tahap perkembangan
Perubahan ini umumnya terjadi antara usia 40-65 tahun. Perubahan
yang paling terlihat adalah rambut beruban, kulit mulai mengerut dan
pinggang membesar. Kebotakan biasanya terjadi selama masa usia
pertengahan, tetapi juga dapat terjadi pada pria dewasa awal. Penurunan
ketajaman penglihatan dan pendengaran sering terlihat pada periode ini.
d. Perkembangan kognitif
Perubahan kognitif pada masa dewasa tengah jarang terjadi kecuali karena
sakit atau trauma. Dewasa tengah dapat mempelajari keterampilan dan
informasi baru. Beberapa dewasa tengah mengikuti program pendidikan dan
kejuruan untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja atau perubahan
pekerjaan
e. Perkembangan psikosial
Perubahan psikososial pada masa dewasa tengah dapat meliputi kejadian yang
diharapkan, perpindahan anak dari rumah, atau peristiwa perpisahan dalam
pernikahan atau kematian teman. Perubahan ini mungkin mengakibatkan
stress yang dapat mempengaruhi seluruh tingkat kesehatan dewasa.
f. Fase dewasa akhir
Fase dewasa akhir (41-50/55tahun) ditandai karya produktif, sukses-sukses
berprestasi dan puncak dalam karier. Sebagai patokan, pada masa ini dapat
dicapai kalau status pekerjaan dan sosial seseorang sudah mantap. Masalah-
masalah yang mungkin timbul yaitu:
1) Menurunnya keadaan jasmaniah
2) Perubahan susunan keluarga
3) Terbatasnya kemungkinan perubahan-perubahan baru dalam bidang
pekerjaan atau perbaikan kesehatan yang lalu
4) Penurunan fungsi tubuh
Selain itu, masa dewasa akhir adalah masa pensiun bagi bagi pegawai
menghadapi sepi dan masa masamemasuki pensiun. Biasanya ada PPS
( Post Power Sindrom) misalnya biasa seseorang menjabat kemudian
tidak, rasanya ada perasaan down sindrom
Faktor faktor yang mempengaruhi pengawasan tugas perkembangan
ini, individu mengalami PPS. Misalnya penghalangnya adalah:
1) Tingkat perkembangan yang mundur
2) Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan
3) Tidak ada motivasi
4) Kesehatan yang buruk
5) Cacat tubuh
6) Tingkat kecerdasan yang rendah
7) Tingkat adaptasi yang jelek
g. Selain itu, masa dewasa akhir adalah masa pensiun bagi bagi pegawai
menghadapi sepi dan masa masamemasuki pensiun. Biasanya ada PPS ( Post
Power Sindrom) misalnya biasa seseorang menjabat kemudian tidak, rasanya
ada perasaan down sindromAdanya penyakit kronis Tingkat ketidakmampuan
dan persepsi klien pada penyakit dan ketidakmampuan menentukan sampai
mana perubahan gaya hidup akan terjadi.
1) Tingkat kesejahteraan
Perawat mengkaji status kesehatan pada klien dewasa tengah. Pengkajian
tersebut member arah untuk merencanakan asuhan keperawatan dan
berguna dalam mengevaluasi keefektifan intervensi keperawatan.
2) Membentuk kebiasaan sehat yang positif
Kebiasaan adalah sikap atau perilaku seseorang yang biasa dilakukan. Pola
perilaku ini didorong oleh seringnya pengulangan sehingga menjadi cara
perilaku individu yang biasa.
h. Tugas perkembangan masa dewasa awal
1) Memilih pasangan hidup
2) Belajar hidup dengan suami atau istri
3) Memulai kehidupan berkeluarga
4) Membimbing dan merawat anak
5) Mengolah rumah tangga
6) Memulai suatu jabatan
7) Menerima tanggung jawab sebagai warga negara
8) Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menarik
i. Konsep keperawatan
Konsep ini adalah suatu bentuk peleyanan kesehatan yang bersifat
profesional dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia yang dapat
ditunjukkan kepada individu,keluarga atau masyarakat dalam rentang sehat
sakit.dengan demikian konsep ini memandang bahwa bentuk pelayanan
keperawatan yang diberikan pada klien dalam bentuk pemberian asuhan
keperawatan adalah dalam keadaan tidak mampu,tidak mau dan tidak tahu
dalam proses pemenuhan kebutuhan dasar.
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA KELOMPOK KHUSUS DEWASA
DENGAN DIABETES MELITUS DI DUSUN GINTUNGAN DESA GOGIK
KEC.UNGARAN BARAT KAB. SEMARANG

B. Penerapan Proses Keperawatan


1) Pengkajian
a. Kisi-kisi pengkajian
1. Data Inti
Desa Gogik dusun gintungan merupakan daerah pegunungan yang
terletak dibawah lereng gunung ungaran. Pada RW 02 Dusun Gintungan
terdapat 7 RT, tetapi untuk kelompok 1 megelola 3 RT dengan jumlah
penduduk 824 orang, degnan distribusi Laki-laki sebanyak 409 orang (49%)
dan perempuan sebanyak 415 orang (51%)
N Jumlah Penduduk Frekuensi Persentas
o
1 RT 01 233 28%
2 RT 02 198 24%
3 RT 03 393 48%

Jenis Kelamin
RT 01, RT 02, RT 03

Laki-Laki Perempuan

51% 49%

Kegiatan asuhan keperawatan komunitas dimulai dengan tahap persiapan yang


merupakan tahap awal dari semua kegiatan yang akan dilakukan oleh penulis
selama melakukan keperawatan Komunitas. Tahap persiapan diawali dengan
sosialisasi dengan masyarakat yaitu dengan cara pendekatan dengan tokoh
masyarakat baik formal maupun informal dan perijinan terhadap kegiatan
asuhan keperawatan di Dusun Gintungan Pengkajian pada kelompok usia
dewasa dilakukan pada tanggal 14 Desember 2015 sampai dengan tanggal 16
Desember 2015 di dusun Gintungan desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat
dari RT 01-02-03 di RW 02.
Tahap persiapan ini dimulai tanggal 11 Desember 2015, yaitu
mempersiapkan perencanaan pengkajian kelompok khusus dewasa :
1. Menyiapkan aspek aspek yang akan di kaji ke kelompok khusus dewasa
2. Memilih metode atau instrumen pengkajian komunitas yang akan
digunakan
3. Membuat kuesioner pengkajian kelompok khusus dewasa

1. kisi-kisi kajian

Aspek Sub. Aspek Metode Sumber


Riwayat Lama menderita penyakit Diabetes Wawancara Warga
penyakit Mellitus
Riwayat keluarga menderita Diabetes
Mellitus
Penanganan saat muncul tanda-tanda
Diabetes Mellitus
Nutrisi Kebiasaan makan Wawancara Warga
Jenis makanan
Makanan favorit
Jumlah konsumsi makan dalam 1
hari
Pengetahuan Pengetahuan tentang penyakit yang Wawancara Warga
dialami:
pengertian
Penyebab
Tanda dan gejala & Komplikasi
Penatalaksanaan
Gaya hidup Kebiasaan hidup tidak sehat Wawancara Warga
(konsumsi kopi, rokok, alcohol, dll)
Akttifitas olahraga atau senam.
Pelayanan Aktif menggunakan pelayanan Wawancara Warga,
kesehatan kesehatan atau tidak Bidan,
Pelayanan kesehatan di dusun Ketua RW.
setempat
Akses pelayanan kesehatan

2. Hasil kajian
Dari hasil pengkajian wawancara yang dilakukan pada warga usia dewasa dan
wawancara kader didapatkan informasi sebagai berikut :
1) Data Sekunder
Jumlah dewasa :
Jumlah dewasa dari hasil pengkajian RW 02 dusun Gintungan berjumlah
455 orang.
Hasil pengkajian dari jumlah populasi 455 Dewasa didapatkan
jumlah sempel 82 menggunakan rumus slofi dengan RUMUS:

N
n= 2
1+ N . e
Ket: n: Jumlah sempel
N: Jumlah populasi
e: Batas toleransi 10%
a. Keluhan & penyakit yang dirasakan oleh dewasa
Dari pengkajian terdapat 17 orang yang hasil tekanandarah nya diatas
normal, atau termasuk kategori Hipertensi, 13 orang menderita
diabetes milutus, 3 orang yang menderita asam urat, 1 orang yang
menderita sakit gigi, lain-lain 48 orang.
No Masalah Kesehatan Jumlah Persentasi
1 Hipertensi 17 Orang 21%
2 Diabetes Melitus 13 Orang 16%
3 Asama Urat 3 Orang 4%
4 Sakit Gigi 1 Orang 1%
5 Lain-lain 48 Orang 58%

Masalah Kesehatan
RT 01, RT 02, RT 03
Hiepertensi Diabetes Melitus Asama Urat Sakit Gigi

21%

Lain-lain 58% 16%


4%
1%

2) Data Subyektif
a. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kader kesehatan dusun
Gintungan banyak yang mengalami penyakit Diabetes Melitus.
b. Dari Hasil Wawancara dengan ketua Dusun Gintungan, mengatakan
bahwa di Desa Gigik Dusun Gintungan belum pernah di lakukan
penyuluhan kesehatan terutama di kalangan dewasa.

3) Data Obyektif
a. Riwayat Penyakit
Hasil Pengkajian yang dilakukan kepada warga dusun Gintungan dari
13 memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus, 7 diantaranya
memiliki riwayat keturunan dan 6 diantaranya dikarenakan pola hidup
yang tidak sehat.

Riwayat Penyakit

Faktor Genetik Pola Hidup Yang Tidak Sehat


44%
56%

Hasil pengkajian yang dilakukan kepada warga dusun Gintungan dari 13


yang memiliki riwayat Diabetes Melitus, 6 orang diantaranya mengeluh
sering merasa kelelahan dan kesemutan, 7 diantaranya jarang merasakan
hal tersebut.

Riwayat Penyakt

Merasakan Tanda-tanda Diabetes Melitus

44%
56%
Tidak Merasakan Tanda-tanda Diabetes Melitus
b. Pengetahuan dewasa dan keluarga tentang penyakit
Dari hasil Kuesioner didapatkan 63 dewasa dan keluarganya
mengatakan tidak mengetahui tentang cara mengatasi penyakit dan
keluhan yang diderita oleh dewasa pada keluarga tersebut, sedangkan
19 orang diantaranya menyatakan cukup tahu tentang cara merawat
keluarga yang sakit.

Pengetahuan Dewasa
dan Keluarga Tentang Penyakit

Cukup Tahu Tidak Tahu


23%

77%

c. Nutrisi dewasa
Dari hasil Kuesioner diperoleh data bahwa 64 dewasa menyatakan
tidak mengetahui makanan yang tidak dianjurkan dan yang dianjurkan
sedangkan 18 dewasa cukup mengetahui makanan yang
dianjurkandantidakdianjurkan untuk penderita Diabetes Melitus.

Pengetahuan Tentang Nutrisi

Tahu 22% Tidak Tahu

78%
d. Pemanfaatan pelayanan kesehatan
Sebagian besar warga dewasa saat mengeluh ada tanda-tanda penyakit
menyatakan berobat ke bidan setempat yaitu sebanyak 40 warga
lainnya menyatakan membeli obat diwarung sebanyak 22 orang dan 20
menyatakan tidak berobat (dibiarkan saja)

Pemanfaatan YanKes
Berobat Ke Bidan Membeli Obat di Warung

25%

48%
Dibiarkan
27%
C. Diagnosa Keperawatan
1. Analisis data dan rumusan diagnosis
MASALAH
NO DATA SUBYEKTIF DATA OBYEKTIF ETIOLOGI
KEPERAWATAN
1 Ketua Rw Didapatkan yang Resiko tinggi Kurang
setempat menderita peningkatan pengetahuan ttg
menyatakan bahwa Hipertensi penyakit DM di penyakit (DM)
keluhan atau sebanyak 17 orang, Dusun
penyakit yang 13 orang DM, 3 Gintungan
sering terjadi orang asam urat
dimasyarakat dan 1 orang sakit
dusun Gintungan gigi, lain-lain 48
adalah DM, orang.
Hipertensi, asam
Urat.
Kepala Dusun
Gintungan
menyatakan belum
pernah ada
penyuluhan
tentang kesehatan.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko tinggi peningkatan penyakit Diabetes Melitus di RW 2 Dusun Gintungan

Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kab. Semarang berhubungan dengan


kurangnya informasi tentang penyakit di tandai:
- Kepala Dusun Gintungan menyatakan belum pernah ada penyuluhan tentang

kesehatan
- Didapatkan yang menderita Hipertensi sebanyak 17 orang, 13 orang DM, 3
orang asam urat dan 1orang sakait gigi, lain-lain 48 orang
D. PERENCANAAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
- Satu diagnosis keperawatan yang ditemukan pada kelompok dewasa dengan resiko DM akan diselesaikan dengan
jangka waktu berdasarkan program Puskesmas yaitu satu tahun program (juni 2015 juni 2016) dengan berbagai jenis
intervensi yang meliputi: pencegahan primer, pencegahan sekunder, pencegahan tertier, kerjasama lintas sektor, kerjasama
lintas program dan pemberdayaan masyarakat. Rencana keperawatan tergambar dalam table berikut:
- Perencanaan Keperawatan Pada Kelompok Dewasa Dengan Resiko DM
-
- Diagnosa Tu
- No Dx Keperawatan -
Komunitas - Jangka - Crit
- Jangka Pendek
Panjang eria
- Resiko tinggi - Setelah - - Mandiri:. - - 90 %
a. Ajarkan latihan fisik -
peningkatan penyakit diberikan asuhan dewasa dengan
-
( senam DM ) pada
Diabetes Melitus di keperawatan pada - resiko DM
dewasa dengan -
RW 2 (RT 1, RT 2, RT dewasa dengan mampu:
-
resko DM. 1. Mempraktikan
3) Dusun Gintungan, resiko DM di RW -
b. Jika dewasa dengan
- senam DM
Desa Gogik, 2, Dusun
resko DM belum -
yang baik dan
Kecamatan Ungaran Gintungan, Desa -
bisa melakukan
- benar.
Barat, Kab. Semarang Gogik, Kecamatan
senam DM dengan - 2. Mampu
berhubungan dengan Ungaran Barat -
efektif anjurkan menyebutkan
-
kurangnya informasi selama 1 x 2
untuk membuat - pengertian,
tentang penyakit di minggu, -
jadwal rutin senam tanda gejala,
-
tandai dengan tidak ada diharapkan tidak a. Meningkatnya
DM - komplikasi
penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pengetahuan c. Berikan penyuluhan - DM dan diit
-
dan masyarakat tidak penyakit DM pada Dewasa dengan kesehatan pada yang tepat
-
mengetahui tentang dewasa di dusun resiko DM dewasa dengan - untuk DM.
-
Diabetes Melitus. Gintungan RT 1, b. Mengatur gaya resiko DM -
-
d. Berikan pengobatan
- RT 2, RT 3 hidup (pola makan, -
tradisional untuk -
diit) untuk penderita
-
DM
resiko DM -
-
-
c. Mengetahui tentang
- Kelompok
resiko penyakit
- Motivasi
Diabetes Melitus
dewasa dengan resiko
-
DM untuk
a.
mempraktikan senam
DM di rumah setiap
hari.
-
- Kerjasama
- Bekerja sama
dengan kader kesehatan
dalam upaya
meningkatkan
pengetahuan tentang
senam DM.
-
-
E. PLAN OF ACTION

-A. Penyuluhan - -
- - 16.
kesehatan, pengertian,
-
30
penyebab, tanda dan -
-
-
gejala, kompilasi dan -
-
-
penanganan DM
-
B. Berika pengobatan
tradisional untuk DM
-
C. Ajarkan Senam DM
pada penderita resiko
DM
-
D. Memberikan
konseling pada
dewasa dengan resiko
DM

-
-
-
-
E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

- Hasil Implementasi Keperawatan Komunitas Di Dusun Gintungan Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang

- - -F.Penyuluhan kesehatan, - 1 Sebanyak 80% ibu bayi


-
- - pengertian, penyebab, mengetahui pengertian ASI
-
- - tanda dan gejala, - eksklusif dan penyimpanan
-
- - kompilasi dan ASI
-
2 Sebanyak 90% ibu bayi
- - penanganan DM -
- mengerti tentang
- -
-
pemberian ASI yang baik.
- - -
3 Sebanyak 70% ibu bayi
-
- -
- mengerti tentang
- - -
pemberian ASI esklusif
-
- -
- pada ibu yang bekerja
- - -
-
-
- -
- -
- - -
-
-
- -
-
- - -
-
- -
-
- - -
-
- -
-
- - -
- - -
- - -
- - -
-
-
-
- -
- -
- -
- -

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
- - - - - -
-
- -
-
- - -
-
- -
-
- - -
-
- -
-
- - -
-
- - -
-
- - -
-
- -
-
- - -
-
- -
-
- - -
-
- -
- -
- -
- -
-
-

-
-
-
-
-
-
-

-
-
G. EVALUASI HASIL KEGIATAN

-
RE

- - Penyuluhan -
kesehatan, pengertian, Ev
penyebab, tanda dan
a. Kegiatan telah direncanakan seminggu sebelum
gejala, kompilasi dan
kegiatan dilaksanakan
penanganan DM ( Diit
b. Undangan penyuluhan disebarkan satu hari
DM )
sebelum acara dilaksanakan
- c. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Penanggung
-
jawab kelompok khusus dewasa yaitu Haeroni
-
-
-
- Ev
-
-
a. Kegiatan berlangsung dengan lancar meskipun
-
- jumlah undangan yang datang tidak semuanya
sesuai undangan yang disebarkan
b. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dikuti oleh
para dewasa.
c. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dikediaman
ibu kadus Dusun Manikmoyo
d. Kegiatan ini difokuskan pada para dewasa yang
mengalami hipertensi agar dapat
memanfaatkan buah wortel sebagai sarana obat
untuk membantu menurunkan tekanan darah.
-
Ev

a. Sasaran sudah sedikit paham tentang hipertensi


dan cara penangannya dengan menggunakan
jus wortel, buah melon dan buah mentimun.
b. Sasaran sudah mengetahui cara menggunakan
jus wortel, melon dan buah mentimun. untuk
menurunkan tekanan darah.

-
- - Ajarkan Senam -
DM pada penderita Ev
resiko DM
a. Penanggungjawab kegiatan ini adalah hendra
- -
- julianto
b. Undangan disebar 1 hari sebelum kegiatan
- -
Ev

a. Kegiatan berlangsung dengan lancar


-
-
Ev

-
Par

- - Memberikan -
konseling pada dewasa Ev
dengan resiko DM -
a. Kegiatan telah direncanakan seminggu sebelum
-
kegiatan dilaksanakan
b. Penanggung jawab kegiatan ini adalah haeroni
c. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Pak hamim.
-
Ev

a. Kegiatan berlangsung dengan lancar


b. Kegiatan penanganan untuk mencegah
terjadinya hipertensi di ikuti oleh para warga
dusun manikmoyo yang menderita atau
memiliki riwayat hipertensi.
-
Ev
a. Pasien sangat antusias dan mengikuti
kegiatan dengan baik.
-
-
-
-
-
-
-