Anda di halaman 1dari 4

KARYA TULIS ILMIAH

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INDONESIA


SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPAHIANG
DENGAN MENGGUNAKAN ROLE PLAY

Oleh :

NURHAYATI, S.Pd
NIP. 195808151986032007
(Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kepahiang)

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KEPAHIANG

2014
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Judul Penelitian Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jerman


Dengan Menggunakan Role Play Siswa Kelas XI
Bahasa SMA Negeri 3 Sidoarjo
Identitas Peneliti
a. Nama Lengkap DRA. ERNESTA DWI WINASIS PUJIASTUTI
b. Jenis Kelamin Wanita
c. Pangkat/Gol/NIP Pembina / IV a / 131 901 072
d. Asal Sekolah SMAN 3 Sidoarjo
e. Alamat Kantor dan Jl. Dr Wahidin 130 Sidoarjo
No.Telp (031) 8961625
f. Alamat Rumah dan Pondok Sidokare Indah D 17 Sidoarjo
No.Telp (031) 8945389 / Flexi (031) 71960938
Lama Penelitian 3 bulan : September s.d. November 2006
Biaya yang diperlukan Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah)
Sumber Dana Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang

Mengetahui Sidoarjo, 15 November 2006


Kepala SMAN 3 Sidoarjo Peneliti

Drs. H. Subagyo, MSi. Ernesta Dwi Winasis P


NIP 130 934 642 NIP 131 901 072

Menyetujui
Ketua Lemlit Universitas Negeri Malang

Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd


NIP.131 652 225
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan berkat yang
dianugerahkan kepada kami sehingga penulisan karya tulis yang berjudul
Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Sastra (Analisis Deskriptif Novel Gadis
Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer) telah selesai.
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini ini untuk memenuhi syarat
kenaikan pangkat dan pemngembangan profesi guru.
Ucapan terima kasih kepada seluruh rekan sejawat di SMA Negeri 1
Kepahiang yang telah memerikan dukungan dan bantuan yang tak terhingga.
Semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca khususnya para
guru dalam mengemban tugas mulia sebagai pendidik.

Kepahiang, 15 November 2014

Penulis

ABSTRAK

iii
Ernesta Dwi Winasis Pujiastuti. 2006. Meningkatkan Kemampuan Berbicara
Bahasa Jerman Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Sidoarjo Dengan
Menggunakan Role Play.

Kata Kunci : Bahasa Jerman, Berbicara, Role Play

Bahasa Jerman merupakan salah satu bahasa asing yang termasuk dalam
program pilihan yang ditawarkan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tahun 2006 bagi siswa SMA.
Pemerolehan bahasa asing pada siswa SMA masih tergolong baru,
sehingga materi pelajaran yang diperoleh masih sangat sederhana, yakni tentang
perkenalan dan kehidupan di sekolah. Materi tersebut memang kurang menarik
jika dibandingkan dengan pemerolehan bahasa Inggris yang sudah mereka pelajari
sejak di bangku taman kanak-kanak bahkan play group. Ketidaktertarikan siswa
terhadap pembelajaran juga didukung adanya kondisi siswa yang masuk program
bahasa, hanya tiga orang dari 17 siswa yang murni memilih kelas propram bahasa
sedangkan lainya karena tidak lulus kriteria masuk kelas program IPA maupun
IPS. Kondisi seperti ini menimbulkan berbagai kendala, misalnya siswa yang
pasif, hanya memilih diam dan kurang motivasi.
Kendala-kendala yang terjadi memotivasi peneliti untuk mengadakan
sebuah penelitian dengan harapan dapat memberi variasi pembelajaran. Peneliti
mencobakan teknik Role play untuk mengatasi kendala tersebut. Role Play
memang mempunyai daya tarik tersendiri. Banyak hal yang dipelajari oleh siswa
sebelum role play dilaksanakan. Pertama siswa menyiapkan sebuah narasi.
Disinilah siswa belajar memproduksi kalimat, secara tidak langsung siswa belajar
memilih kosakata yang tepat, menggunakan tatabahasa yang benar serta
melafalkan ujaran dengan tepat, di samping belajar bermain peran yang
bermanfaat untuk latihan tampil percaya diri didepan kelas.
Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI Bahasa SMAN 3 Sidoarjo, dengan
jumlah siswa sebanyak 17 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus. Setiap siklus membutuhkan dua kali
pertemuan dan setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahapan, yakni perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan siswa terhadap Bahasa
Jerman mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi melalui
pengamatan visual maupun hasil perekaman. Dengan role play perbendaharan
kosakata siswa meningkat, begitu juga dengan penggunaan tatabahasanya.
Semakin banyak kosakata yang dimiliki, dan semakin terampil menggunakannya
dalam kalimat, maka mereka akan semakin terampil berbicara.

iv