Anda di halaman 1dari 23

SYARATSYARAT TEKNIS PEKERJAAN

Pasal 1. JENIS PEKERJAAN


Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah :
DED REVITALISASI SDN 006 TAGARAJA KEC. KATEMAN
dengan jenis pekerjaan sesuai dengan Bill Of Quantity (BOQ) Pekerjaan.

Pasal 2. PENGGUNAAN SYARAT-SYARAT DAN TEKNIS


Penggunaan Syarat-syarat dan Teknis ini adalah :
1. Jika terdapat perbedaan antara Rencana Kerja dan Syarat -syarat dengan
Gambar Kerja, maka yang berlaku adalah ketentuan yang ada dalam Rencana
Kerja dan Syarat -syarat (RKS) dengan persetujuan Direksi/Pengawas
Lapangan.
2. Jika ada perbedaan pada gambar -gambar atau ukuran-ukuran maka gambar
dalam skala besar yang harus diikuti, atau ada kemungkinan lain suatu
pengecualian dengan Persetujuan Direksi.
3. Gambar Detail dan gambar penjelasan lainnya yang memungkinkan diperlukan
pada pelaksanaan pekerjaan ini harus dibuat oleh Penyedia Jasa/Kontraktor.
4. Untuk hal-hal yang menyangkut masalah Teknis yang belum jelas, Penyedia
Jasa/Kontraktor diwajibkan berkonsultasi dengan pihak Direksi dan tidak
diperkenangkan mengambil keputusan tanpa persetujuan Direksi.

Pasal 3. SYARAT-SYARAT UMUM


1. Peraturan-peraturan yang dinyatakan berlaku dalam pekerjaan ini adalah :
Peraturan-peraturan dalam A.V. (Algemeene Voorwarden voor de Aanneming bij
openbare werken in Indonesia) 28 Mei 1941 Nomor 9 Bijblad No. 14571.
Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan-Bahan Bangunan (PUBB 1956).
Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)
1
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Peraturan SNI 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Kayu Untuk Bangunan
Gedung.
Peraturan SNI 7394-2008 Tata Cara Perencanaan/Pelaksanaan Struktur Beton
Untuk Bangunan Gedung.
Peraturan SNI 03 - 1729 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk
Bangunan Gedung.
Peraturan SNI 07-2052-2002 Baja Tulangan Beton
Peraturan-Peraturan Umum untuk Instalasi Arus Kuat di Indonesia (Algemeene
Voorschriftteen voor Electrische Sterk Stroom Instalation in Indonesia disingkat
AVE).
PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik).
Standar SK.SNI T 1728 1989 Tentang Pelaksanaan Mendirikan Bangunan.
Standar SK.SNI T 5-04-1989 Tentang Spesifikasi Bahan Bangunan ( Bukan
Logam).
Standar SK.SNI T 15-1990 03 Tentang Pembuatan Rencana campuran beton
Normal.
Standar SK.SNI T 18-1990 03 tentang spesifikasi bahan tambah untuk beton.
Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung (PPPURG)
1987
Peraturan-peraturan Pemerintah setempat menyangkut pekerjaan ini.
2. Jika terdapat ketidak cocokan antara peraturan -peraturan tersebut dalam pasal
3 point a dengan Rencana Kerja dan Syarat serta tidak terdapat dalam
Penawaran, maka harus di konsultasikan dengan Direksi untuk mengambil
Keputusan.

Pasal 4. PENETAPAN SITE UKURAN-UKURAN DAN PERSIAPAN


1. Penyedia Jasa/Kontraktor harus membuat Gudang Bahan untuk penyimpangan
Bahan dan Alat, sesuai kebutuhan hingga selesainya pekerjaan.
2. Penyedia Jasa/Kontraktor harus menyiapkan kotak pertolongan kecelakaan

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


2
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
P3K di kantor Direksi
3. Penyedia Jasa/Kontraktor harus menyediakan Konsumsi Direksi Pengawas
selama masa pelaksanaan Kegiatan, dan sewaktu-waktu Pejabat Pembuat
Komitmen maupun Kuasa Pengguna Anggaran meninjau pekerjaan atau tamu
yang berkepentingan atas pelaks anaan pekerjaan.
4. Penyedia Jasa/Kontraktor bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan,
bentuk, ukuranukuran dan mutu yang tercantum dalam rencana kerja dan
syarat - syarat (RKS) pekerjaan.
5. Penyedia Jasa/Kontraktor berkewajiban mencocokkan ukuran ukuran satu
sama lain dan segera memberitahukan/berkonsultasi dengan Direksi bilamana
terdapat perbedaan ukuran ukuran satu sama lainnya.
6. Peil 0,00 ditetapkan sesuai gambar dilapangan serta kondisi dan keinginan pada
waktu rencana awal pelaksanaan dan dicantumkan dalam Berita Acara Peninjauan
Lapangan.
7. Penyedia Jasa/Kontraktor diwajibkan membuat tetap untuk ukuran peil 0,00 diatas
patok yang kuat dan pemeliharaannya selama waktu pekerjaan berlangsung dan
patok tersebut telah disetujui oleh direksi.
8. Penyedia Jasa/Kontraktor diwajibkan menyediakan air bersih yang memenuhi syarat
untuk kontruksi hingga selesainya pekerjaan dan mendapat persetujuan Konsultan
Pengawas.

Pasal 5. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR


1. Sebelum pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa/Kontraktor harus mengadakan
Pembersihan/Mengupas Lapisan tanah permukaan, meliputi segala macam
tumbuhan dan tanaman, sampah dan bahan-bahan lain yang dapat merusak
bangunan.
2. Pekerjaan tanah meliputi :
Galian tanah pondasi, dan saluran keliling dengan ukuran sesuai dengan
gambar rencana.
Timbunan kembali tanah bekas galian pondasi dan dipadatkan.
Dan jika tanah galian yang berlebih dari timbunan maka penyedia jasa wajib
mengeluarkan dari lokasi pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari direksi.
Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)
3
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
3. Pekerjaan Urugan meliputi :
Urugan pasir dibawah pondasi setebal 10 cm atau disesuaikan gambar rencana
Timbunan pasir setebal 10 cm dibawah lantai selasar keliling
Urugan pasir dibawah lantai drainase setebal 10 cm atau dapat dilihat dalam
gambar rencana.
4. Bahan dasar urugan adalah pasir dari sungai yang sudah bersih dan bebas dari zat
organik lainnya atau lumpur.
5. Pekerjaan pemadatan urugan pasair harus dilaksanakan lapis demi lapis maksimum
per 20 cm, dengan menggunakan mesin soil compactor (mesin stamper atau alat
sederhana yang disetujui oleh pengawas) dan dibantu dengan air pada saat
pemadatan.

Pasal 6. PEKERJAAN PASANGAN PONDASI


1. Sebelum pemasangan Pondasi, Penyedia Jasa/Kontraktor harus mengecek ulang
posisi bouwplank/patok tetap, Penyedia Jasa/Kontraktor juga menyempurnakan
Benang sebagai alat kontrol, menimbang dengan alat sederhana seperti selang air
dan kontrol siku dengan alat sederhana dari mistar segi tiga yang dibuat dengan
komposisi 100 x 80 x 60 cm.
2. Penyedia Jasa/Kontraktor harus betul-betul memperhatikan siku bangunan dan harus
disetujui oleh Direksi.
3. Sebelum memasang Cerucuk, Penyedia Jasa/Kontraktor diwajibkan konsultasi
dengan Pengawas/Direksi tentang benarnya kedalaman/lebar galian pondasi.
4. Bahan kayu cerocok yang digunakan adalah kayu mahang/kayu bakau dengan
diameter 10 15 cm panjang 7 meter. Apabila kayu yang diadakan Penyedia Jasa
tidak mendapat persetujuan dari pengawas maka bahan tersebut harus dikeluarkan
dari lokasi pekerjaan.
5. Pondasi lajur lebar 1 meter jumlah baris melintang kayu cerocok 4 baris dan baris
memanjang jarak 30 cm antar as ke as cerocook
6. Pondasi lajur lebar 1,2 meter jumlah baris melintang cerocok 4 baris dan baris
memanjang dengan jarak 30 cm antar as ke as cerocook
7. Pemasangan kayu cerocok menggunakan alat bantu hammer khusus untuk
pemasangan cerocok atau dengan tenaga manusia yang mendapat persetujuan dari
direksi pengawas. Dan jika panjang cerocok tidak mampu lagi untuk dipancangkan
penyedia jasa harus konsultasikan dengan pengawas sebelum dilakukan

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


4
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
pemotongan kayu cerocok.

Pasal 7. PEKERJAAN BETON


1. Material Bahan Beton
a. S e m e n
Semen yang digunakan adalah terdiri dari suatu jenis Merk dan Mutu yang baik
atas persetujuan Direksi, ditetapkan harus memakai produk Lokal atau yang
setara. Kemudian Semen yang tidak boleh digunakan adalah :
Semen yang telah mengeras sebahagian maupun seluruhnya
Kantong Zaknya telah sobek
Semen yang tertumpah
Semen yang telah dipakai untuk mencampur kering dan sudah bermalam
Semen yang sudah lama dijemur atau kena matahari.
Keamanan tempat menyimpan semen harus diusahakan sedemi kian rupa
sehingga bebas dari kelembaban lantai dan percikan air.
b. Pasir Beton
Pasir Urugan dan Pasir Pasangan yang digunakan adalah pasir dari jenis
yang baik serta bersih dan tidak tercampur dengan tanah liat atau kotoran
dan bahan organis lainnya.
Pasir berupa pasir alam atau pasir buatan yang dihasilkan dari alat alat
pemecah batu.
Pasir untuk campuran Beton dipakai yang berbutir kasar dan bersih dari
lumpur serta bahan organis lainnya.
Pasir harus terhindar dari batu-batu tajam dan keras. Butir-butir halus bersifat
kekal, tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca.
Pasir tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan terhadap
berat kering).
Pasir laut tidak boleh dipakai untuk semua mutu beton. Selanjutnya pasir
harus memenuhi syarat-syarat SNI 7394-2008.
c. Krikil/Batu Pecah Beton
Krikil dapat berupa krikil alam atau batuan-batuan yang diperoleh dari
pemecahan batu.
Bahan ini harus terdiri dari butir -butir yang keras dan tidak berpori, bebas
dari bahan-bahan yang dapat merusak fungsinya terhadap konstruksi.

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


5
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Dalam segala hal, syarat-syarat ini disesuaikan dengan ketentuan dalam
SNI.
Krikil harus disimpan diatas permukaan besih dan keras serta dihindarkan
terjadinya pengotoran serta tercampur adukan.
Krikil / Batu Pecah beton, sebelum digunakan harus dicuci dengan air sampai
bersih. Penumpukan bahan krikil / batu pecah beton harus dipisahkan
dengan material lain.
d. A i r
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan jernih tidak mengandung
minyak, asam, garam, alkohol atau bahan lain yang dapat merusak beton.

e. Takaran Material Beton


Takaran/ukuran perbandingan material beton tidak diperbolehkan hanya
menggunakan skop/diperkirakan saja. Takatan yang diperbolehkan adalah
ukuran dan bahan yang sama seperti : ember, drum plastik atau takaran
dibuat dari kayu dengan standar yang telah ditentukan yakni dengan ukuran
campuran 1 : 2 : 4 atau disesuaikan pada gambar rencana dan RAB.
Testing dilakukan sesuai dengan SNI 7394-2008 termasuk slump test
maupun compression test. Bilamana beton tidak memenuhi kubus (job mix
formula) maka seluruh adukan tidak boleh digunakan dan harus dibuang
keluar oleh Penyedia Jasa/Kontraktor.
Apabila tidak memenuhi compression test maka prosedur SNI 7394-2008
untuk perbaikan beton yang harus dilakukan. Campuran beton harus sesuai
dan pengecoran harus membuat mixed design untuk ditujukan dan disetujui
Direksi sebelum mulai dengan pengecoran dan pada tiap perubahan sumber
pengambilan agregat.
f. Besi Beton
Besi beton yang digunakan adalah mutu yang sesuai dengan spesifikasi
dan kekuatan konstruksi yang diperlukan yaitu Baja dengan mutu U-36
Tulangan Pokok dan U-24 Sengkang/Beughel sesuai SNI 7394-2008.
Besi beton harus bersih dari lapisan minyak lemak, karat dan bebas dari

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


6
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
cacat - cacat seperti serpih dan sebagainya, serta berpenampang bulat dan
memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam SNI 7394-2008.
Dimensi dan ukuran penampang, bulat besi beton harus sesuai dengan
petunjuk gambar kerja dan memenuhi batas toleransi minimal seperti yang
dipersyaratkan pada SNI 7394-2008.
Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari
lokasi pekerjaan dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Direksi
dan biaya menjadi tanggungan Penyedia Jasa/Kontraktor.
Batang Baja/Besi Beton harus bebas dari karat dan cacat perubahan bentuk.
Ha- rus disimpan terlepas dari tanah serta tidak diperbolehkan ditempat
terbuka untuk jangka waktu panjang.
Besi Beton harus bersih dari lapisan minyak, karat dan bebas dari cacat
seperti retak, bengkok-bengkok dan lain-lain sebagainya serta harus
berpenampang bulat dan memenuhi syarat yang tercantum dalam SNI 7394-
2008.
2. Pekerjaan Pembesian Beton
a. Pembesian atau rakitan besi beton dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana
untuk diameter, jarak, jumlah tulangan yang digunakan harus benar-benar sesuai
detail gambar rencana. Jika terdapat kekeliruan penyedia jasa harus
mengkonsultasikan dengan direksi pengawas.
b. Ikatan Besi Beton harus menjadi pembesian hingga tidak berubah tempat selama
pengecoran dan selimut betonnya harus sesuai dengan syarat yang ditentukan
dalam SNI 7394-2008.
c. Besi beton yang dipasang lebih dari satu lapis harus diberi antara dengan
potongan besi minimal sama dengan diameter besi tersebut.
d. Jarak pemasangan besi beton harus dapat dilalui oleh material beton
dengan SNI adalah minimal 2,5 cm antara besi.
e. Ketentuan-ketentuan lain adalah mengikuti syarat yang tercantum dalam SNI
7394-2008.
f. Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lokasi
pekerjaan dalam waktu 1 x 24 jam setelah adanya perintah tertulis dari Direksi.
3. Jenis dan Mutu Beton
a. Mutu Beton untuk beton bertulang perbandingan campuran beton 1Pc : 2Ps : 4Kr
digunakan untuk Pondasi, Sloof, Kolom, Balok, Ring Balok, Plat Lantai dan

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


7
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Tangga atau dapat dilihat dalam masing-masing analisa pekerjaan sesuai dengan
item-itemnya.
b. Beton campuran 1Pc : 3Ps : 5Kr, digunakan untuk lantai kerja atau beton yang
sifatnya bukan untuk struktur.
c. Mutu beton yang digunakan adalah sesuai dipersyaratkan dengan standar
komposisi bahan.
4. Pengecoran dan Perawatan Beton
a. Semua beton harus diaduk dalam beton molen, dengan Kapasitas minimal 0,25
m3 yang bekerja berdasarkan perbandingan berat. Bila digunakan pengaduk
berdasarkan volume, maka Penyedia Jasa/Kontraktor harus menghitung
perbandingan material dalam volume dengan membagi berat tiap bahan oleh
obsorpsi air dan kadar kelembaban.
b. Angker Untuk Dinding
Semua sambungan vertikal antara kolom beton dengan tembok harus dilengkapi
dengan batang-batang baja dan ditekuk pada satu ujungnya dan dimasukkan
kedalam beton, yang lainnya dibiarkan berupa stok panjang 25 cm untuk
penyambungan dengan dinding. Angker-angker tersebut dipasang pada jarak 50
150 cm diatas sloef pondasi atau plat.
c. Lubang-lubang serta Klos Kayu dan lain-lain
Penyedia Jasa/Kontraktor harus menentukan tempat serta membuat lobang
-lobang, klos-klos kayu, angker-angker dan sebagaimana yang diperlukan untuk
jalan pipa, pemasangan alat - alat penyambung dan sebagainya. Apabila
kemudian ternyata tempatnya tidak sesuai maka harus dipindahkan sesuai
dengan petunjuk Direksi dan perlengkapan lainnya harus dilakukan agar dicapai
tujuan yang disyaratkan.
d. T o l e r a n s i
1) Toleransi untuk beton kasar
Bagian-bagian pekerjaan beton harus tepat dengan toleransi hanya 1 CM
dengan syarat toleransi ini tidak boleh komulatif. Ukuran-ukuran bagian harus
dalam batas ketelitian 0,3 dan +0,5 cm.
2) Toleransi untuk beton dengan permukaan rata.
Toleransi untuk beton adalah 0,6 cm untuk penempatan bagian -bagian dan
Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)
8
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
antara 0,00 dan 0,2 cm untuk ukuran-ukuran bagian.
Pergeseran bekesting pada sambungan-sambungan tidak boleh melebihi 0,1
cm penyimpangan terhadap kelurusan bagian harus dalam batas 1% tetapi
toleransi ini tidak boleh komulatif.
e. Pemberitahuan sebelum penegcoran
Sebelum pengecoran beton untuk bagian-bagian yang penting Penyedia
Jasa/Kontraktor diwajibkan memberitahukan Direksi serta mendapatkan
perstujuan.
Apabila hal ini dilalaikan atau pekerjaan persiapan untuk pengecoran tidak
disetujui oleh Direksi, maka Penyedia Jasa/Kontraktor diwajibkan membongkar
beton yang sudah dicor dengan biaya sendiri.
g. Pengangkutan dan pengecoran beton
Beton harus diangkut dengan menghindari terjadinya penguraian dari
komponen-komponennya serta tidak diperkenangkan untuk dicor dari ketinggian
melebihi 2 m kecuali disetujui Direksi. Pada kolom yang panjang, pengecoran
dilakukan lewat lubang pada bekesting dalam menghindari hal tersebut. Semua
kotoran dan lain-lain harus dibersihkan sebelum pengecoran dimulai. Permukaan
bekesting yang menghadap beton harus dibasahi dengan minyak bekisting
sebelum pengecoran. Semua peralatan yang bersangkutan harus bersih serta
bebas dari beton keras, lunak dan sebagainya.
Pengecoran Beton dalam bekesting harus diselesaikan sebelum beton
mengeras, yaitu sebelum 30 menit pada keadaan normal. Pengecoran harus
dilakukan secara kontinyu untuk satu bagian pekerjaan, pemberhentian
pengecoran tidak dibenarkan tanpa persetujuan Direksi. Sambungan-sambungan
pengecoran yang terjadi harus memenuhi persyaratan didalam SNI 7394-2008.
Pengecoran tidak boleh dilakukan pada waktu hujan kecuali apabila Penyedia
Jasa/Kontraktor telah mengadakan persiapan-persiapan untuk itu serta disetujui
oleh Direksi.
5. Pemadatan Beton
Beton harus dipadatkan dengan fibrator yang sudah disetujui dan mempunyai

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


9
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
frekuensi minimum 3000 putaran permenit. Tak ada bagian beton yang boleh
dipadatkan lebih dari 20 detik, kecuali disarankan oleh Direksi. Bagian beton yang
telah mengeras tidak boleh digetarkan baik langsung maupun melalui penulangan.
Pemadatan beton harus memenuhi peraturan-peraturan dalam SNI 7394-2008.
6. Proses Pengerasan
Penyedia Jasa/Kontraktor wajib melindungi beton yang baru dicor terhadap matahari,
angin dan hujan sampai beton tersebut mengeras secara wajar dan menghidarkan
pengeringan yang terlalu cepat dengan cara sebagai berikut :
a. Semua bekesting yang mengandung beton yang baru dicor harus dibasahi
secara teratur sampai dibongkar.
b. Semua permukaan beton tidak terlindungi harus dibasahi selama 2 (dua) minggu
setelah pengecoran.
c. Semua permukaan lantai beton harus dilindungi terhadap pengeringan
dengan memberi penutup yang basah.
d. Tidak dibenarkan untuk menimbun barang atau mengangkut barang diatas
beton yang menurut Direksi belum cukup mengeras.
7. Pembongkaran Bekisting
a. Tidak dibenarkan untuk membongkar bekisting sebelum mencapai kekuatan
sesuai SNI 7394-2008.
b. Apabila pembongkaran bekisting menyebabkan sebagian pekerjaan beton
mendapat tekanan melebihi perhitungan, maka tidak dibenarkan untuk
membongkar bekistingnya untuk jangka waktu selama keadaan itu berlangsung.
Harus ditekankan bahwa tanggung jawab terhadap keamanan beton sepenuhnya
pada Penyedia Jasa/Kontraktor serta harus memenuhi peraturan mengenai
pembongkaran bekisting pada SNI 7394-2008.
c. Penyedia Jasa/Kontraktor wajib memberitahukan Direksi pada waktu akan
membongkar bekisting bagian-bagian pekerjaan beton yang penting serta
mendapatkan persetujuan Direksi, tetapi hal ini tidak mengurangi tanggung
jawab atas hal tersebut.
d. Pembongkaran bekisting /mall beton dapat dibongkar setelah berumur 3 (tiga)
minggu, kecuali beton praktis, bila dianggap perlu dapat dibongkar setelah
berumur 3 7 hari dengan persetujuan Direksi.

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


10
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Pasal 8. PEKERJAAN DINDING
1. Pasangan Tembok
a. Bahan pasangan tembok adalah Batu Bata ukuran minimal 50 x 100 x 200 mm
yang berkualitas baik, terbakar matang, cukup keras dan tidak keropos serta
tidak pecah-pecah melebihi 5%, mempunyai kekuatan tekan 60 80 Kg/cm2.
b. Pasangan trasram dengan campuran 1 Pc : 3 Ps, digunakan untuk kaki tembok
mulai dari pasangan diatas sloef beton sampai diatas permukaan lantai dan
semua pasangan batu bata yang berhubungan langsung dengan tanah.
c. Semua batu bata harus direndam atau disiram sebelum dilakukan pemasangan
d. Semua pasangan harus tegak lurus, rata secara horizontal maupun vertikal, dan
di lakukan dengan menggunakan tarikan benang yang dipasang tidak lebih dari
30 cm diatas pasangan sebelah bawahnya dan batu bata yang patah tidak boleh
digunakan.
e. Spesi pasangan dibuat dengan tebal 2 cm untuk yang datar dan 1,5 cm untuk
tegak, kecuali jika ditentukan lain.

Pasal 9. PEKERJAAN PLESTERAN


1. Plesteran adukan 1 Pc : 3 Ps, digunakan untuk tembok trasram sesuai dengan bar
rencana atau dengan ketinggian 40 cm diatas Sloof.
2. Plesteran adukan 1 Pc : 4 Ps, digunakan untuk Dinding Utama bangunan dengan
ketebalan 1,5 cm.
3. Sebelum melaksanakan pekerjaan plesteran terlebih dahulu diadakan
penyiraman sampai jenuh pada daerah yang akan diplester.
4. Pelasteran yang dihasilkan harus benar-benar rata dan halus jika terdapat pekerjaan
yang tidak sesuai yang diinginkan direksi pengawas maka penyedia jasa wajib
memperbaiki atau membongkar pelasteran tersebut.

Pasal 10. PEKERJAAN KOSEN PINTU /JENDELA DAN KACA


1. Lingkup pekerjaan :

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


11
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-
alat bantu lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil
pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
b. Pekerjaan pembuatan kosen ini meliputi seluruh detail yang dinyatakan dalam
gambar.
c. Untuk masing-masing tipe pintu dan jendela menguikuti gambar rencana dan
analisa masing-masing item pekerjaan
2. Bahan-bahan :
a. Bahan kosen pintu, jendela dan ventilasi menggunakan aluminium warna coklat
atau spesifikasi sesuai dengan daftar harga satuan bahan dan upah. Dan ukuran
kosen sesuai dengan gambar rencana.
b. Bahan bingkai jendela dan ventilasi menggunakan bahan aluminium warna
caoklat
c. Daun Pintu menggunakan pintu panel kayu klas III yang benar-benar rapat dan
rata atau menggunakan kayu meranti.
d. Daun jendela dan ventilasi menggunakan bingkai aluminium dan kaca bening
tebal 5 mm
e. Untuk ukuran pintu dan jendela dapat dilihat dalam gambar rencana dan untuk
alat-alat penggantung seperti engsel, kunci tanam, dll dapat dilihat dalam analisa
masing-masing tipe jendela dan pintu.

Pasal 11. PEKERJAAN RANGKA KUDA-KUDA, GORDING DAN LITSPLANK


1. Pekerjaan Rangka Kuda -kuda dan Gording
a. Jenis pekerjaan rangka kuda-kuda menggunakan baja ringan dengan desain
yang telah dilakukan oleh pabrikasi dan dijamnin terhadap dimensi yang
digunakan dan tidak mengubah desain awal sesuai dengan gambar rencana.
b. Gording dan sekor-sekor kuda-kuda semua menggunakan baja ringan.
c. Jika penyedia jasa melaksankan pekerjaan kuda-kuda menggunakan jasa pihak
ketiga maka penyedia jasa wajib menjamin bahwa hasil pekerjaan kuat dan.
d. Listplank menggunakan GRC dengan lebar 30 cm.
e. Singap ukir motif melayu menggunakan bahan GRC yang dipsang kokok pada
baja ringan.
f. Selembayung motif Melayu Riau menggunakan bahan GRC

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


12
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Pasal 12. PEKERJAAN PENUTUP ATAP, TALANG DAN NOK
1. Bahan Penutup Atap menggunakan genteng metal tebal 0,30 mm
2. Perabung dan Nok menggunakan bahan yang sama dengan Gengteng Metal yang
digunakan.
3. Sedapat mungkin tidak melakukan penyambungan pada setiap lajurnya.
4. Sistim pemasangan :
Sistim pemasangan mengikuti arah kemiringan dan sebelum dipasang harus
dicek /ditimbang (elevasi) rata dan tidak bergelombang pada permukaan.
Sambungan antara atap yang saling bersinggungan harus sesuai dengan
petunjuk teknis pemasangan jenis atap yang digunakan.
5. Pekerjaan atap dianggap selesai apabila semua bekas -bekas guntingan telah
dibersihkan.
6. Jika terjadi kebocoran pada pemasangan atap maka penyedia jasa wajib
memperbaiki pekerjaan atap tersebut.

Pasal 13. PEKERJAAN PLAFOND


1. Rangka plafon dan piri-piri menggunakan bahan baja ringan dan pemasanganya
harus benar-bear kokoh dan kuat. Denagn ukuran disesuaikan dengan gambar
rencana.
2. Plafond/langit-langit dari bahan Gypsun board tebal 9 mm.
3. Piri-piri menggunakan bahan kayu kelas III ukuran 2/10 cm dan kayu harus
diserut/diketam rapi.
4. Pada pertemuaan antar dinding dan plafond diberi list plafon gypsun dengan
motif disesuaikan dengan permintaan direksi/pemilik kegiatan.
5. Cara pelaksanaan :
Sebelum pemasangan rangka plafon harus dileveling terlebih dahulu dengan
menggunakan alat bantu dan diukur sesuai dengan ketentuan yang
digunakan.
Sebelum rangka plafon dipasang terlebih dahulu baja ringan benar-benar
bahan yang lurus dan rata agar hasil plafond mendapat elevasi yang benar-
benar datar.
Rangka plafond harus kuat dan tidak mudah melendut terutama pada bagian
tengah, untuk menghindari hal tersebut maka gantungan rangka plafond
harus diperhatikan dengan menggantungkan pada gording dan kuda -kuda

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


13
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
atau pada stek besi bila pemasangan plafond dibawah plat beton.
Pemasangan plafond harus rata dan rapih, bentuk dan ukuran sesuai
gambar.

Pasal 14. PEKERJAAN LANTAI


Lingkup pekerjaan ini adalah permukaan lantai seluruh bangunan
sebagimana yang dinyatakan dalam gambar kerja.
1. Bahan lantai dan dinding KM/WC menggunakan kramik yang berkualitas
baik, siku, rata serta tidak pecah dan warna dikonsultasikan dengan pemilik
kegiatan.
2. Lantai bangunan utama dan selasar menggunakan kramik ukuran 40/40 cm
3. Tangga menggunakan kramik 30/30 cm dan tepi bagian bawah tangga
dipasang keramik sesuai denagn gambar rencana.
4. Lantai KM/WC menggunakan kramik 20/20 cm
5. Dinding KM/WC menggunakan kramik 20/25 cm setinggi 150 cm
6. Untuk pemasangan lantai kramik menggunakan spesi kramik campuran 1 Pc :
4 Ps tebal 3 - 5 cm.
7. Nat kramik yang diizinkan adalah 1 mm harus rata dan lurus dan
pemasangannya harus dileveling dengan memakai waterpass.
8. Nat keramik di isi dengan semen warna.
9. Semua kramik yang digunakan adalah produksi dalam Negeri yang sekualitas
dengan produksi ASIA atau INA (KW1).
10. Cara pemasangan kramik :
a. Sebelum pekerjaan lantai dilaksanakan, Penyedia Jasa/Kontraktor harus
mengadakan persiapan yang baik terutama pemadatan pasir urug yang
menggunakan mesin stamper dengan baik. Permukaan yang akan dipasang
kramik harus bersih, cukup kering dan rata air dan disetujui oleh
Direksi/Pengawas Lapangan, baik kontrol rencana peil lantai yang diinginkan
maupun leveling.
b. Tentukan patokan dengan mempertimbangkan letak-letak ruang, beda tinggi
lantai yang telah direncanakan.
c. Sebelum kramik dipasang, terlebih dahulu harus direndam dalam air.
d. Setiap jalur pemasangan kramik sebaiknya ditarik benang dan rata air.
e. Adukan semen kental untuk permukaan dasar kramik harus penuh dan rata.
f. Perbandingan adukan yang dianjurkan untuk lantai 1 Pc : 4 Ps dengan

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


14
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
ketebalan rata-rata 3 5 cm diatas lantai.
g. Adukan pengisi Nat dari semen spesial hingga terisi penuh dan dioles dengan
jari tangan atau dengan menggunakan bahan dari karet atau gabus agar
permukaan menjadi mulus dan mengkilap.
h. Pemasangan semen nat, dilaksanakan paling cepat 24 jam setelah
pemasangan kr a- mik lantai.
i. Pemotongan kramik sedapat mungkin dihindari, bila terpaksa harus dipotong,
maka potongan terkecil tidak boleh kurang dari ukuran keramik. Pemotongan
harus dilakukan dengan hati-hati dan memakai alat pemotong elektrik.
j. Penggunaan Kramik dari setiap unit bangunan berdasarkan RAB dan Gambar
k. Apabila mutu dan cara pemasangan tegel kramik tersebut tidak memenuhi
mutu standar atau contoh yang telah disepakati, maka Direksi/Pengawas wajib
melakukan perintah pembongkaran secara tertulis kepada pelaksana Penyedia
Jasa/Kontraktor dilapangan.

Pasal 15. PEKERJAAN SANITAIR DAN INSTALASI AIR


A. Sanitair
1. Kloset Jongkok yang berkualitas baik setara dengan Merk KIA/Amerikan
Standar,
2. Kran-kran air kamar mandi menggunakan kran bahan pelastik yang berkualitas
baik
3. Floor drain (saringan pembuang) menggunakan bahan pelastik yang
berkualitas baik.
4. Setiap kamar mandi/WC memilik 1 buah ember kap. 20 ltr dan memiliki 1 buah
timbah.
5. Septiktank memakai bahan pasangan batu bata, yang diplester licin dengan
campuran kedap air dan menggunakan perembesan/peresapan yang tidak
mencemari wilayah sekitarnya.
B. Instalasi air terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut :
1. Air Bersih
a. Semua Instalasi air bersih maupun sambungan-sambungannya
menggunakan Pipa PVC yang berkualitas AW, dan setara dengan produksi
Maspion atau Wavin.
b. Pipa PVC diameter untuk daerah KM/WC dan tertanam, Untuk pipa
PVC diameter dan 1 digunakan pada pipa distribusi dan suplay air

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


15
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
bersih.
c. Penggunaan lem pada sambungan pipa PVC memakai bahan EX
Jepang dalam kaleng.
2. Air Kotor / Air Buangan
Instalasi air kotor terdiri atas 2 (dua) jenis yaitu air Padat dan air buangan cair
dengan uraian sebagai berikut :
a. Instalasi air kotor padat
Instalasi air kotor padat menggunakan pipa PVC diameter 4 dengan
standar ketebalan D dan sambungan menggunakan ketebalan AW.
Penggunaan lem pada sambungan, pemasangannya seperti uraian
pada pipa airbersih (point 1).
b. Instalasi air kotor cair
Instalasi untuk KM/WC baik vertikal maupun horizontal menggunakan
pipa PVC diameter 3 dengan standar ketebalan D dan sambungan
menggunakan ketebalan AW.
3. Seluruh instalasi tersebut diatas harus ditempatkan pada jalur yang telah
ditetapkan (Shap) dan memperhatikan kemiringan serta arah buangan air
tersebut sesuai petunjuk Direksi/Pengawas.

Pasal 16. PEKERJAAN PENGUNCI DAN PENGGANTUNG


1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pengunci dan penggantung dipasang pada semua daun pintu dan
jendela, selanjutnya pada jendela dipasang grendel dan hak angin.
2. Persyaratan Bahan
a. Engsel-engsel dari Kuningan untuk jendela 3 dan pintu 4
b. Kunci pintu dipasang setara merek Yale, Union 2 slaag (dua kali putar).
c. Grendel (sloot), tarikan jendela dan hak angin berkwalitas baik.
d. Grendel panjang merek alpha atau setara
3. Pedoman Pelaksanaan
a. Setiap daun pintu dipasang kunci tanam 2 (dua) slaag yang berkwalitas baik.
b. Engsel pintu dipasang 3 (tiga) buah setiap lembaran daun pintu. Pemasangan
dilakukan dengan mur khusus untuk pintu, tidak dibenarkan melengketkan
engsel ke pintu dan kozen dengan menggunakan paku. Penguncian mur
harus dilakukan dengan memutarnya dengan obe g, sehingga seluruh batang
masuk dan menempel kuat ke kayu yang dipasang.
c. Untuk alat-alat tersebut diatas sebelum dipasang, Penyedia Jasa/Kontraktor

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


16
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
wajib memperlihatkan contoh terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan
Konsultan pengawas.
d. Apabila pada waktu pemasangan alat-alat tersebut tidak sesuai dengan yang di
s- yaratkan, maka Konsultan pengawas berhak untuk menyuruh bongkar
kembali dan diganti dengan alat-alat yang disyaratkan atas biaya Penyedia
Jasa/Kontraktor.
e. Grendel dan hak angin dipasang 2 (dua) buah untuk setiap daun jen dela.
Pasangan harus rapi dan dapat bekerja dengan baik. Untuk melengketkan alat
tersebut ke daun jendela harus menggunakan mur.
f. Grendel panjang dipasang pada daun pintu buka dua (dua lembar daun pintu
pada satu pintu.

Pasal 17. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK


1. U m u m
a. Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan, baik
dalam spesifikasi ini maupun yang tertera dalam gambar kerja dimana
bahan -bahan dan peralatan yang dipergunakan harus sesuai dengan
ketentuan pada spesifikasi ini.
b. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang
dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan, maka merupakan kewajiban
pemborong untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai
dengan ketentuan pada pasal ini tanpa ada ketentuan tambahan biaya.
2. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan
dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.
b. Garis besar lingkup pekerjaan listrik yang dimaksud adalah :
Sekring Kast dan MCB serta kelengkapannya.
Pentanahan/Grounding
Pengadaan dan Pemasangan kabel-kabel serta instalasi yang tertanam
dalam tembok, plat beton, plafond dan lain -lain.
Pengadaan dan Penyambungan Daya Listrik termasuk intalasi luar
c. Pelaksanaan pekerjaan ini adalah menyala.
3. Jenis Bahan
a. Panel tegangan rendah
Panel tegangan rendah harus mengikuti standar VDE/DIN serta mengikuti

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


17
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
peraturan IEC dan PUIL.
Panel harus dibuat dari plat besi dengan tebal 2 MM dan seluruhnya harus
di Zinchromat di duco 2 kali dengan cat bakar, warna abu -abu, pintu dari
Panel tersebut harus dilengkapi dengan Master Key.
Konstruksi dalam panel serta letak dari komponen -komponen harus
diatur sedemikian rupa sehingga apabila diperlukan pada waktu perbaikan
dan penyambungan komponen-komponen yang dimaksud dapat
dengan mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen yang lainnya.
Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan
keperluan dan komponen-komponen pengaman yang digunakan harus
sesuai dengan gambar.
b. Kabel - kabel
Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan
minimal 0,6 KA dan 0,5 KV untuk kabel NYM dari merk yang lolos standar
yang diizinkan.
Pada perinsipnya, kabel-kabel daya yang dipergunakan adalah jenis NYM
dan NYA untuk kabel penerangan.
Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus
dimintakan persetujuan terlebih dahulu pada Direksi.
Penampang kabel minimum yang dapat dipergunakan adalah 2,5 MM.
c. Sakelar dan Stop kontak
Sakelar dan stop kontak yang akan dipasang pada dinding tembok adalah
type pemasangan masuk / Inbow dan kotak-kotak Inbow dipasang
pada dinding sesuai gambar.
Stop kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 10 A dan
mengikuti Standar VDE sedangkan Stop Kontak khusus 1 (satu) Phase
(inbow), mempunyai rating 15 A.
Stop kontak khusus 3 (tiga) phase (inbow) harus mempunyai rating minimal
15 A.
Stop kontak dinding dan Sakelar dipasang setinggi 150 CM dari permukaan
lantai.
d. Grouding
Kawat Grounding dapat dipergunakan kawat telanjang (BBC = Bare
Copper Condector).

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


18
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Besarnya kawat Grouding yang dapat digunakan, minimal berpenampang
sama dengan penampang kabel masuk (incoming feeder).
Electrode Pentanahan untuk Grounding digunakan pipa Galvanized
dengan dia meter minimal 1. Diujung pipa tersebut dipasang Copp er Rod
sepanjang 0,5 M.
Electrode Pentanahan dipantek kedalam tanah, minimal sedalam 6 M atau
sampai menyentuh permukaan air tanah.
4. Persyaratan Teknis Pemasangan
a. Panel-panel
Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari Pabrik pembuatannya
dan rata secara horizontal.
Setiap kabel yang masuk /keluar dari panel harus dilengkapi dengan Gland
dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.
Panel harus di-tanah-kan.
b. Kabel-kabel
Semua kabel pada kedua ujungnya harus diberi tanda dengan Cable Merk
yang jelas dan tidak mudah lepas, untuk mengidentifikasi arah beban.
Setiap Kabel Daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk
mengidentifikasi phasenya dengan PUIL.
Kabel Daya yang dipasang harus di Klem dan disusun dengan rapih
Setiap tarikan kabel tidak diperkenangkan adanya penyambungan, kecauli
pada kabel penerangan.
Seluruh kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton, harus
dibuatkan sleeve dari pipa PVC dengan diameter minimum 2,5 kali
penampang kabel.
c. Lampu-lampu penerangan
Pemasangan lampu penerangan harus disesuaikan dengan rencana
Plafond dan artistik serta disetujui oleh Direksi/Pengawas Lapangan.
Lampu tidak diperkenangkan memberikan beban kepada rangka plafond.
Penggunaan lampu harus sesuai gambar kerja.

Pasal 18. PEKERJAAN PENGECATAN


1. Ketentuan Umum
a. Sebelum memulai pekerjaan, bidang-bidang yang akan dilapisi/ dicat terlebih
dahulu disiapkan dengan baik.

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


19
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
b. Bidang harus mempunyai permukaan yang rata dan lurus atau mempunyai
kemiringan sesuai dengan gambar rencana, bebas dari segal macam kotoran,
tidak retak atau pecah dan tidak lembab.
c. Pelaksanaan pekerjaan baru dapat dilaksanakan setelah bagian tersebut
diperiksa oleh Pengawas dan diizinkan pelaksanaannya.
d. Pelaksana harus mengajukan contoh-contoh bahan untuk disetujui oleh
Pengawas. Bahan yang digunakan harus sesuai dengan contoh yang telah
disetujui dan dalam keadaan baru, dikemas dalam kaleng-kaleng yang masih
disegel serta tidak pecah atau bocor.
e. Penggunaan bahan-bahan harus sepengetahuan pengawas dan pelaksana
bertanggung jawab atas keaslian dari warna dan bahan yang digunakan.
f. Pelaksana harus memberikan jaminan tertulis bahwa hasil pekerjaan
pengecatan tidak menggelembung, mengelupas dan cacat-cacat lainnya
selama 2 tahun sesudah penyerahan pekerjaan.
2. Pengecatan Kayu
a. Semua sambungan-sambungan kayu, penampang ujung balok bagian yang
akan melekat pada tembok, harus dicat meni dengan kualitas setara dengan
produksi Glotex.
b. Cat kayu mengkilat digunakan merk Glotex., Avian atau berkualitas setara dan
sebelumnya harus menggunakan cat Dasar, Palmir dan Dempul. Tata laksana
pengecatan harus mengikuti patent atau petunjuk dari Pabrik.
c. Bagian-bagian yang akan di cat Kayu adalah :
List-list profil kayu plafon
Lesplank papan, konsol-konsol dan segala pekerjaan yang nampak.
d. Pelapisan cat dasar dilakukan minimal 2 (dua) kali jalan, kemudian diplamir dan
di ampelas lagi sampai rata sehingga lubang-lubang serat kayu sudah tertutup.
Pengecatan akhir dilakukan minimal 3 (tiga) kali dengan selang waktu minimal
6 (enam) jam sampai didapat permukaan yang halus dan warna yang rata
tanpa cacat.
3. Pengecatan Tembok dan Plafond
a. Cat tembok yang dapat dipergunakan adalah jenis cat bekualitas setara
dengan produksi Mowilex, Dulux (Ex. Indonesia) dan tata laksana pengecatan
harus mengikuti patent atau petunjuk Pabrik/analisa satuan atau stara SNI.
b. Sebelum dinding dicat, terlebih dahulu harus diplamir dengan plamir tembok

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


20
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
kemudian diamplas hingga halus, selanjutnya dilakukan pengecatan.
c. Bagian yang akan dicat tembok adalah :
Seluruh permukaan tembok yang nampak dan telah rata.
Seluruh permukaan beton yang nampak (kolom, balok, dinding) dan lain-
lain
Pengecatan 2 atau 3 kali sampai merata, warna yang digunakan harus
disetujui oleh Direksi atau Pengawas Lapangan.
Warna akan ditentukan kemudian oleh Direksi atau Bouwheer.

Pasal 19. PEKERJAAN RABAT BETON


1. Urugan menggunakan pasir urug yang bagus dan dipadatkan dengan ketebalan
sesuai gambar rencana.
2. Beton yang digunakan untuk Rabat Beton yaitu beton camp. 1 : 2 : 4, dengan tebal
10 cm dan dengan elevasi miring 2% sehingga air dapat mengalir kesaluran
keliling.
3. Semua bahan yang digunakan harus berkualitas baik, Agregat halus, Agregat kasar
dan juga Semen yang digunakan sesuai dengan standar SNI.

Pasal 20. PEKERJAAN SALURAN KELILING


1. Galian saluran menyesuaikan dengan gambar rencana.
2. Urugan menggunakan pasir urug yang bagus dan dipadatkan dengan ketebalan
sesuai gambar rencana.
3. Lantai draniase menggunakan beton tumbuk camp. 1 : 3 : 5, dengan tebal 5 cm dan
diratakan dengan diberi keminingan agar saluran dapat mengalirkan air ke saluran
induk.
4. Dinding saluran menggunakan pasangan bata batu camp spesi 1 : 4 dengan
ukuran ketinggian menyesuaikan dengan gambar rencana.
5. Dinding saluran dipelaster dengan perbandingan camp 1 : 3 dengan ketebalan 1,5
cm
6. Setelah draniase selesai tanah galian dikembalikan agar posisi dranase benar-
benar kuat dan terjepit.

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


21
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
Pasal 21. PEKERJAAN LAIN LAIN DAN PEMBERSIHAN
1. Setelah pelaksanaan pembangunan selesai dikerjakan, maka Penyedia
Jasa/Kontraktor harus membersihkan semua kotoran dan sisa-sisa material akibat
kegiatan pelaksanaan tersebut.
2. Memperbaiki kembali semua kerusakan-kerusakan, baik jalanan, maupun fasilitas
lainnya akibat pekerjaan ini.
3. Dalam masa Pemeliharaan, pembersihan tersebut harus tetap dilaksanakan
sampai Serah Terima Kedua.

Pasal 22. KETENTUAN TAMBAHAN


A. Halaman harus dibersihkan dari semua kotoran, bekas bekas bangunan dan tanah
disekeliling bangunan dan harus diratakan kembali.
B. Pekerjaan bangunan sudah harus dalam keadaan siap untuk digunakan, dan
penyerahan pertama dapat dilaksanakan apabila :
1) Seluruh bagian bagian dari gedung sudah lengkap sesuai spesifikasi gambar
gambar rencana dan memenuhi syarat syarat teknis.
2) Lantai, kaca, cat - cat, pekerjaan atap, saluran, perataan tanah / halaman dan
seluruh kotoran telah dibersihkan.
3) Instalasi listrik sudah siap untuk disambung KWH induk
4) Setiap Pintu dan jendela sudah dapat dibuka dengan baik
5) Pekerjaan cat sudah selesai dalam garis besarnya, yang tinggal cuma untuk
penyempurnaan saja.
6) Telah melakukan finising dan perbaikan apabila saat pemeriksaan penyerahan
pertama oleh Tim peneliti terdapat kekurangan mutu dan kualitas dapat
diperbaiki dengan baik.
7) Penyedia Jasa bertanggung jawab apabila terdapat cacat tersembunyi pada
saat pemeliharaan masih belum habis (selama 180 hari kalender)

Pasal 23. PENUTUP

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


22
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG
1. Walaupun dalam bestek ini tidak lengkap satu persatu, baik mengenai Keur Bahan -
bahan dan sebagainya, tetapi tercantum dalam A.V. maka pekerjaan itu harus
dikerjakan dan bukan merupakan pekerjaan tambahan.
2. Semua pekerjaan yang tercantum dalam bestek, rencana Anggaran biaya dan
Gambar, serta Risalah-risalah/berita acara Aanwidjzing adalah merupakan kesatuan
pekerjaan yang ditawar dan wajib dilaksanakan sempurna seluruhnya oleh
Kontraktor tanpa dalih.

Tembilahan, Nopember 2015


Diperikasa Oleh : Konsultan Perencana
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan CV. PRIMA PONDAS Engineering Consultant

HANADIS, SST M. GASALI. M, ST, MT


NIP 19641225 199603 1 001 Direktur

Diperikasa Oleh : Disetujui Oleh :


Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

HERY RASYIDIN, ST ANSORI, S.Pd


NIP 19780316 200501 1 005 NIP 19591227 198303 1 005

Spesifikasi TekniS/Rencana dan Syarat-Syarat Kerja (RKS)


23
DED REVITALISASI SDN 001 GAUNG KEC. GAUNG