Anda di halaman 1dari 86

BAB IV

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Untuk pelaksanaan proyek yang dapat dilaporkan selama Praktek Kerja


Lapangan tertanggal 22 Agustus sampai dengan 14 Oktober 2016 pada proyek
Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) Pulau Bintan Pulau Dompak yakni
sebagai berikut :
1. Pekerjaan Struktural Edge Beam P.7-P.8
- Pekerjaan Pemasangan Pot Bearing Type PCC-RM 750-460
- Pekerjaan Pembesian dan Pengecoran Edge Beam
- Pekerjan Pembesian dan Pengecoran Slab Edge Beam
- Pekerjaan Post-Tensioning
Pekerjaan Penusukan Kabel Strand
Pemasangan Block Anchor dan Wedges
Penarikan Kabel (Stressing)
Pekerjaan Stressing Record
2. Pekerjaan Balok Pelengkung (Arch) Beton P.6-P.7
- Pekerjaan Pembesian
- Pekerjaan Pemasangan Bekisting
- Pekerjaan Pengecoran
- Pekerjaan Stressing Sepatu Arch (Loop Tendon)
3. Pekerjaan Parapet P.7-P.7A
- Pekerjaan Pembesian
- Pekerjaan Bekisting
- Pekerjaan Pengecoran
4. Pekerjaan Pedestrian P.7-P.7A
- Pekerjaan Bekisting
- Pekerjaan Pembesian
- Pekerjaan Pengecoran

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
Berikut adalah uraian mengenai metoda pelaksanaan dari masing
masing kegiatan yang telah dilaksanakan :
4.1. Pekerjaan Struktural Edge Beam P.7-P.8
Edge Beam Adalah alternatif struktur hasil perubahan pendesainan dari
bentuk box balanced cantilever menjadi simple beam solid pada segmen P.7-P.8
akibat adanya kegagalan struktur yang terjadi sebelumnya.

Mula
i

Pengecoran Konsol P.7

Instal Pot Bearing


Type PCC- RM 750-460

Pembesian dan
pengecoran struktur Edge
Beam

Pembesian dan
Pengecoran Slab Edge
Beam

Persiapan Post
Tensioning dan Curing

Post Tensioning

Selesa
i
Gambar 4.1. Flowchart Pekerjaan Struktural Edge Beam P7-P.8
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
4.1.1. Pekerjaan Pemasangan Pot Bearing Type PCC RM 750-460
Pekerjaan ini dilakukukan setelah tahapan pekerjaan pengecoran konsol
pada antara Piertable P.7 dan Edge Beam section C.3-C.4

Mulai

Survey Koordinat X, Y, Z
posisi Pot Bearing No
No

Marking (penandaan) pada


lubang dan acuan perletakan

Yes

Pengangkutan Pot Bearing


ke lapangan oleh Crane

Pemasangan perletakan Pot


Bearing sesuai dengan
marking hasil survey

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Selesai

Gambar 4.2. Flowchart Pelaksanaan Pot Bearing Edge Beam

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
1. Peralatan
- Meteran
- Bor Mesin Beton
- Truck Crane
- 1 Set Alat Las TIG
- 1 Set Alat Survey Theodolit
2. Material
- Pot Bearing Type PCC-FM 750-460
3. Tenaga Kerja
- 2 orang Inspector Konsultan MK
- 1 orang Pelaksana Utama Lapangan
- 1 orang Pelaksana Lapangan
- 1 Orang Surveyor
- 1 Orang Asisten Surveyor
- 3 Orang Pekerja
4. Metode Pelaksanaan
1. Pekerjaan ini dimulai setelah melaksanakan pengecoran konsol pada
segmen P.7

Gambar 4.3. Konsol P.7 yang telah dicor


Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
2. Melakukan Survey Koordinat Actual X, Y, Z dengan menggunakan
Total Station oleh Tim Survey berdasarkan gambar rencana dan juga
memberi marking acuan untuk pekerja agar tidak terjadi penyimpangan
antara rencana dan pelaksanaan posisi instal pot bearing

Gambar 4.4. Survey Koordinat Instal Pot Bearing


3. Setelah melakukan Survey Koordinat oleh Tim Survey, Selanjutnya
pekerja melakukan pembuatan lubang angkur kedudukan pot bearing
sesuai dengan hasil marking (pemberian tanda) dengan menggunakan
bor mesin beton dan juga pengelasan sistem TIG

Gambar 4.5. Lubang Kedudukan Angkur Pot Bearing


Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
4. Mengangkat material pot bearing type PCC FM 750-460 ke lokasi
instal dengan menggunakan Truck Crane berdasarkan arahan dari
pelaksana lapangan3

Gambar 4.6. Proses Pengangkutan Material di Lapangan


5. Melakukan pemasangan pot bearing dilapangan oleh pekerja
berdasarkan acuan dari tim surveyor dan arahan dari pelaksana
lapangan

Gambar 4.7. Pot Bearing di Lapangan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
4.1.2. Pekerjaan Pembesian dan Pengecoran Edge Beam P.7-P.8
Pekerjaan Pembesian dan Pengecoran pada Edge Beam terbagi atas dua
pekerjaan yaitu pada Struktur utama edge Beam, Pada Susut Edge

Mulai

Fabrikasi Pembesian sesuai


dengan barlist shop drawing No

Pendistribusian Pembesian
ke Lapangan

Checklist Pembesian
dilapangan oleh konsultan
MK

Yes

Perangkaian
Pembesian Struktur
Edge Beam

No

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Pemasangan Bekisting
check kekuatan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
A

Perhitungan Volume
pekerjaan Pengecoran beton

Mixer dan CP didatangkan


dari batching Plan
No

Pemeriksaan Nilai Slump


oleh QC dan konsultan MK
di lapangan

Yes

Pengambilan Sample untuk


Uji kuat tekan

Pengecoran

Selesa
i
Gambar 4.8. Flowchart Pelaksanaan Pembesian dan Pengecoran
Edge Beam

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
1. Peralatan
- Bar Bender
- Bar Cutter
- Kaka Tua
- Meteran
- Crane
- Flat Bed Truck
- Dumptruck
- Compressor
- Ready Concrete Mixer
- Concrete Pump
- 1 set Kerucut Abraham Slump
- 3 Kubus Benda Uji
2. Material
- Besi D13
- Besi D16
- Besi D19
- Besi D32
- Beton Ready Mix K-500
- Kawat Bendrat
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor Pembesian
- 1 Mandor Pemasangan Bekisting
- 5 Pekerja Pembesian
- 5 Pekerja Pengecoran
- 5 Pekerja Bekisting
- 3 Pekerja Ready mixer
- 2 Pekerja Concrete Pump
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri
4. Metode Pelaksanaan
A. Pekerjaan Pendahuluan
1. Melakukan Fabrikasi Pemotongan dan pembengkokan sesuai dengan
barlist pembesian Shop Drawing dengan bar bender dan bar cutter.

Gambar 4.9. Proses Fabrikasi Pembesian


2. Pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk mengangkut,
memindahkan material hasil fabrikasi pembesian dengan bantuan
Crane, Flat Bed Truck dan Dumptruck ke lapangan untuk dilakukan
proses perangkaian pembesian struktural Edge Beam

Gambar 4.10. Pengangkutan Material hasil Fabrikasi ke Lapangan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
3. Pelaksana lapangan bersama mandor pembesian melakukan checklist
pemeriksaan tulangan yang telah didistribusikan bersama inspector
konsultan manajemen konstruksi sebelum dilaksanakan perangkaian
pembesian dilapangan.
4. Apabila checklist pemeriksaan pembesian telah sesuai maka pelaksana
lapangan mengarahkan kepada mandor pembesian untuk melaksanakan
perangkaian pembesian
B. Pekerjaan Perangkaian Pembesian & Pengecoran Struktur Edge
Beam
Pekerjaan Pembesian dan pengecoran pada struktur Edge Beam yaitu
pada seluruh bagian penampang utama seperti Bottom, Web, Top dan susut.
1. Pelaksana lapangan beserta Mandor pembesian melakukan pembacaan
penggambaran Shop Drawing dari tampak atas, detail, dan potongan dari
struktur Edge Beam untuk memberi instruksi kepada pekerja.
2. Pekerja Melaksanakan perangkaian dan pengikatan tulangan sesuai
dengan arahan dan pengawasan dari Pelaksana lapangan dan mandor
pembesian.
3. Mandor pembesian melaporkan kepada pelaksana bahwa pekerjaan
pembesian utama telah selesai dilaksanakan untuk segera dilakukan
pemeriksaan bersama inspektor konsultan manajemen konstruksi.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.11. Pekerjaan Pembesian Struktur Edge Beam
4. Apabila pekerjaan pembesian struktur edge beam telah diperiksa dan
sepakati oleh inspektor konsultan mk maka pekerjaan pembuatan bekisting
dapat dilaksanakan.

Gambar 4.12. Pekerjaan Bekisting Struktur Edge Beam


5. Pelaksana Lapangan mengarahkan pekerja untuk membersihkan lokasi
yang akan dicorkan dan menguatkan bekisting sebelum dilakukan
pengecoran dilapangan.
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
6. Pelaksana utama lapangan menghitung volume pengecoran dilapangan
melalui Shop Drawing untuk pemesanan beton ready mix K-500
7. Beton ready mix K-500 yang telah dipesan, didatangkan menggunakan
Truk Mixer ke lapangan bersamaan dengan Concrete Pump. Selanjutnya
inspector konsultan mk melaksanakan pengujian slump dilapangan dengan
syarat nilai slump 18 2 cm.

Gambar 4.13. Pengujian Slump sebelum pengecoran


8. Apabila telah sesuai dengan nilai syarat minimum nilai slump maka
selanjutnya Inspector konsultan mk mengarahkan kepada pelaksana
lapangan untuk mengarahkan petugas mixer dan Concrete Pump
mempersiapkan peralatan pelaksanaan pengecoran.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.14. Persiapan Concrete Pump sebelum pengecoran
9. Melaksanakan pengecoran dan penggetaran dengan Vibrator pada
struktur Edge Beam tersebut dengan tahapan sebagai berikut :
a. Tahapan I : dilaksanakan pada bagian Bottom
b. Tahapan II : dilaksanakan pada bagian Web

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.15. Pengecoran dan penggetaran Struktur Edge Beam

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
4.1.3. Pekerjaan Pembesian dan Pengecoran Slab Edge Beam P.7-P.8
Pekerjaan Pembesian dan Pengecoran pada Slab Edge Beam terbagi atas
dua pekerjaan yaitu pada Top Slab Edge Beam & Bottom Slab Edge Beam.

Mulai

Fabrikasi Pembesian sesuai


dengan barlist shop drawing No

Pendistribusian Pembesian
ke Lapangan

Checklist Pembesian
dilapangan oleh konsultan
MK

Yes

Perangkaian
Pembesian Slab
Edge Beam

No

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Persiapan Pekerjaan Post-


Tension

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
A

Persiapan instal tendon

Instal Angkur Mati dan No


Angkur Hidup

Pemeriksaan Oleh Konsultan


MK

Yes

Pengecoran Top & Bottom


Slab Edge Beam

Perawatan Beton (Curing)

No

Pengujian Kuat tekan


dilaboraturium

Yes

B
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Penusukan Kabel dengan
busro Stressing
No

Pemasangan Angkur Blok


dan Wedges

Stressing

No

Analisa Stressing

Yes

Grouting

Yes No

Analisa Grouting

Selesai

Gambar 4.16. Flowchart Pelaksanaan Pembesian, Pengecoran


Stressing dan Grouting Slab Edge Beam

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-

Analisa Grouting Record


1. Peralatan
- Bar Bender dan Bar Cutter
- Kaka Tua
- Meteran
- Crane
- Flat Bed Truck
- Compressor
- Ready Concrete Mixer dan Concrete Pump
- 1 set Kerucut Abraham Slump
- 3 Kubus Benda Uji
- Busro
- Hydraulic Pump
- 1 Set Jack strand (Multi dan mono jack)
2. Material
- Besi D13
- Besi D16
- Besi D19
- Beton Ready Mix K-500
- Strand isi 4 dia 0,5 dan isi 19 dia 0,6
- Kawat Bendrat
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor Pembesian
- 1 Mandor Pemasangan Bekisting
- 5 Pekerja Pembesian
- 5 pekerja pengecoran
- 3 Pekerja Ready mixer
- 2 Pekerja Concrete Pump
- 3 Pekerja Stressing
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
4. Metode Pelaksanaan
A. Pekerjaan Pendahuluan Pembesian Slab Edge Beam
1. Melakukan Fabrikasi Pemotongan dan pembengkokan sesuai dengan
barlist pembesian Shop Drawing dengan bar bender dan bar cutter.

Gambar 4.17. Proses Fabrikasi Pembesian


2. Pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk mengangkut,
memindahkan material hasil fabrikasi pembesian dengan bantuan
Crane, Flat Bed Truck dan Dumptruck ke lapangan untuk dilakukan
proses perangkaian pembesian struktural Edge Beam

Gambar 4.18. Pengangkutan Material hasil Fabrikasi ke Lapangan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
3. Pelaksana lapangan bersama mandor pembesian melakukan checklist
pemeriksaan tulangan yang telah didistribusikan bersama inspector
konsultan manajemen konstruksi sebelum dilaksanakan perangkaian
pembesian dilapangan.
4. Apabila checklist pemeriksaan pembesian telah sesuai maka pelaksana
lapangan mengarahkan kepada mandor pembesian untuk melaksanakan
perangkaian pembesian
B. Pekerjaan Perangkaian Pembesian Slab Edge Beam di Lapangan
Pekerjaan Pembesian dan pengecoran pada Slab Edge Beam yaitu pada
Top dan Bottom slab edge beam
1. Pelaksana lapangan beserta Mandor pembesian melakukan pembacaan
penggambaran Shop Drawing dari tampak atas, detail, dan potongan dari
slab Edge Beam untuk memberi instruksi kepada pekerja.
2. Pekerja Melaksanakan perangkaian dan pengikatan tulangan sesuai
dengan arahan dan pengawasan dari Pelaksana lapangan dan mandor
pembesian.
3. Mandor pembesian melaporkan kepada pelaksana bahwa pekerjaan
pembesian utama telah selesai dilaksanakan untuk segera dilakukan
pemeriksaan bersama inspektor konsultan manajemen konstruksi.

Gambar 4.19. Pekerjaan Pembesian Slab Edge Beam


Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
4. Apabila pekerjaan pembesian slab edge beam telah diperiksa dan sepakati
oleh inspektor konsultan mk maka pekerjaan post-tension dapat
dilaksanakan
C. Pekerjaan Post-Tension Slab Edge Beam di Lapangan
Pekerjaan Install Tendon
1. Pelaksana lapangan beserta inspector lapangan mengarahkan kepada
pekerja untuk instal tendon berdasarkan Shop drawing dengan langkah :
a. Menginstall sesuai dengan profil (baik kelurusan/alignment dan
elevasi)
b. Memasang support bar pada setiap interval 1 m
c. Mengisolasi sambungan (celah) antar coupler ducting dan antara duct
dengan anchor.
d. Mengisolasi dengan baik sambungan antara cast in place joints.
e. Mengecek kembali elevasi dan alignment

Gambar 4.20. Pekerjaan Instal Tendon

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
2. Setelah semua tahapan install telah dilaksanakan, selanjutnya pelaksana
lapangan bersama inspektor memeriksa pekerjaan tersebut, apabila telah
sesuai maka dapat dilaksanakan tahapan pengecoran
Pekerjaan Pengecoran
1. Pelaksana Lapangan mengarahkan pekerja untuk membersihkan lokasi
yang akan dicorkan untuk menjaga mutu pekerjaan.
2. Pelaksana utama lapangan menghitung volume pengecoran dilapangan
melalui Shop Drawing untuk pemesanan beton ready mix K-500
3. Beton ready mix K-500 yang telah dipesan, didatangkan menggunakan
Truk Mixer ke lapangan bersamaan dengan Concrete Pump. Selanjutnya
inspector konsultan mk melaksanakan pengujian slump dilapangan
dengan syarat nilai slump 18 2 cm.

Gambar 4.21. Pengujian Slump sebelum pengecoran


4. Apabila telah sesuai dengan nilai syarat minimum nilai slump maka
selanjutnya Inspector konsultan mk mengarahkan kepada pelaksana
lapangan untuk mengarahkan petugas mixer dan Concrete Pump
mempersiapkan peralatan pelaksanaan pengecoran.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.22. Persiapan Concrete Pump dan ready mix
5. Pelaksana lapangan bersama inspector konsultan mengarahkan kepada
pekerja untuk melaksanakan pengecoran dan melakukan penggetaran
dengan Vibrator pada Slab Edge Beam secara bertahap

Gambar 4.23. Pengecoran Slab Edge Beam


Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
6. Selanjutnya pekerja melakukan perataan pada permukaan yang telah
dicor dan digetarkan menggunakan alat bantu manual/ruskam agar sesuai
dengan elevasi dengan konsol yang ada

Gambar 4.24. Perataan permukaan pengecoran


7. Setelah semua tahapan telah dilaksanakan, selanjutnya melakukan
perawatan terhadap pengecoran beton hingga mencapai kuat tekan
rencana.
Pekerjaan Penusukan Kabel Strand
Dalam masa perawatan beton (curing) pekerjaan penusukan kabel strand
dapat dilaksanakan baik untuk arah Transversal maupun arah Longitudinal
dengan tahapan :
1. Pelaksana lapangan mengarahkan kepada pekerja stressing untuk
melakukan penusukan kabel strand arah Transversal maupun arah
Longitudinal dengan mengggunakan busro
Catatan :
a. Kabel Strand untuk arah Transversal isi empat buah strand ukuran 0,6
dengan kapasitas masing masing strand 26,503 ton
b. Kabel strand untuk arah Longitudinal isi sembilan belas buah strand
ukuran 0,6 dengan kapasitas masing masing strand 26,503 ton

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.25. Penusukan kabel dengan busro
2. Apabila penusukan kabel strand telah selesai dilaksanakan, selanjutnya
inspektur konsultan mk bersama pelaksana lapangan memeriksa hasil
pekerjaan, apabila telah sesuai maka dapat dilaksanakan pekerjaan
pemasangan blok angkur dan wedges.
Pekerjaan Pemasangan Block Angkur dan Wedges
Block angker berfungsi memindahkan gaya prategang yang diberikan
untuk ditranformasikan ke beton. Sedangkan wedges berfungsi menahan
kabel strand pada saat penarikan. Adapun tahapan pelaksanaan dilapangan
yaitu :
1. Pekerja memberikan Gel khusus seperti gomok/oli untuk setiap lubang
pada block angker tersebut untuk mempermudah pekerjaan

Gambar 4.25. Pemberian Gel pada Block Angkor

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
2. Selanjutnya pekerja memasukan kawat strand kedalam blok angker
tersebut kemudian menguncinya dengan Wedges

Gambar 4.25. Pelaksanaan Pemasangan Blok Angkur dan Wedges


Pekerjaan Penarikan Kabel (Stressing)
Penarikan dilakukan setelah beton mencapai umur 80 % dari kekuatan
rencana, adapun tahapan sebagai berikut :
Arah Longitudinal
1. Pekerja mengisi duct dengan strand kemudian menyatukan kedalam
Hydraulic Multistrand Jack

Gambar 4.26. Pelaksanaan dengan Hydraulic Multistrand Jack

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
2. Selanjutnya pekerja memasang ring blok angkur dan wedges pada
Hydralic Jack

Gambar 4.27. Pelaksanaan pemasukan ke Hydraulic Multistrand Jack


3. Selanjutnya pekerja melakukan penarikan 75 % dari total gaya sesuai
dengan data perencanaan elongasi dan jacking force dari perencana

Gambar 4.28. Pelaksanaan pemasukan Strand dengan Hydraulic Pump

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Arah Transversal
1. Setelah pemasukan kabel dengan menggunakan busro, pekerja
melakukukan penarikan dengan menggunakan alat monostrand strand
terhadap masing masing strand yang ada.

Gambar 4.29. Pelaksanaan Penarikan dengan Monostrand Jack


Pekerjaan Stressing Record
Pencatatan perpanjangan kabel (elongasi) yang terjadi akibat gaya
prategang yang diberikan, dimaksudkan untuk melihat tingkat keberhasilan
pekerjaan penarikan di lapangan dengan cara membandingkan perpanjangan
yang terjadi dilapangan dengan hasil perhitungan desain. Kesalahan dalam
penarikan biasa terjadi dalam penarikan kabel prategang. Hal ini bisa
diakibatkan karena kesalahan yang terjadi pada saat pemasangan tendon yang
tidak tepat dengan gambar rencana. Besarnya tingkat kesalahan yang masih
dapat ditolerir yakni tidak lebih dari 7 %. Adapun Tahapan sebagai
berikut :
1. Pekerja melakukan pencatatan gaya penarikan ke dalam form data setiap
kenaikan tegangan 50 bar baik untuk arah transversal maupun
longitudinal
2. Pekerja melakukan analisa data hasil pencatatan dan melaporkan kepada
pelaksana lapangan dan inspektur konsultan mk

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
3. Selanjutnya meminta persetujuan kepada pelaksana dan inspektur
konsultan mk untuk melakukan pekerjaan Grouting.
4.2. Pekerjaan Balok Pelengkung (Arch) Beton P.6-P.7
Pada pekerjaan balok pelengkung ini terdapat beberapa pekerjaan yang
dapat kami saksikan secara langsung selama masa PKL berlangsung, yaitu :
A. Pembesian
B. Pemasangan Bekisting
C. Pengecoran
D. Stressing Sepatu Arch (Loop Tendon)
E. Grouting Sepatu Arch (Loop Tendon)

Mulai

Pekerjaan Instal Shoring


dan Assembly shoring

Pekerjaan Pembesian

Pekerjaan Pemasangan
bekisting Arch

Pekerjaan Pengecoran

Pekerjaan Stressing loop


tendon

Pekerjaan Grouting loop


tendon

Selesa
i

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.30. Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan Balok Arch P.6 P.7
4.2.1. Pekerjaan Pembesian Balok Pelengkung (Arch) Beton P.6-P.7

Mula
i

Fabrikasi Pembesian sesuai


dengan barlist shop drawing No

Pendistribusian Pembesian
ke Lapangan

Checklist Pembesian
dilapangan oleh konsultan
MK

Yes

Perangkaian
Pembesian Balok
Arch

No

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Selesai

Gambar 4.31. Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan Pembesian

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Balok Arch P.6 P.7
1. Peralatan
- Bar Bender dan Bar Cutter
- Kunci Besi
- Pipa Besi
- Kaka Tua
- Meteran
- Crane
- Flat Bed Truck
- Compressor
2. Material
- Besi D16, D19, D32
- Kawat Bendrat
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor Pembesian
- 5 Pekerja Pembesian
4. Metode Pekerjaan
A. Pekerjaan Pendahuluan Pembesian
1. Melakukan Fabrikasi Pemotongan dan pembengkokan sesuai dengan
barlist pembesian Shop Drawing dengan bar bender dan bar cutter.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Gambar 4.32. Proses Fabrikasi Pembesian
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
2. Pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk mengangkut,
memindahkan material hasil fabrikasi pembesian dengan bantuan
Crane, Flat Bed Truck dan Dumptruck ke lapangan untuk dilakukan
proses perangkaian pembesian arch

Gambar 4.33. Pengangkutan Material hasil Fabrikasi ke Lapangan


3. Pelaksana lapangan bersama mandor pembesian melakukan checklist
pemeriksaan tulangan yang telah didistribusikan bersama inspector
konsultan manajemen konstruksi.
4. Selanjutnya apabila telah disetujui oleh inspektor konsultan mk maka
pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk mengangkat material ke
atas arch dengan bantuan flat bed crane untuk memulai perangkaian
pembesian.
B. Pekerjaan Perangkaian Pembesian
1. Pelaksana bersama mandor pembesian mengarahkan kepada pekerja
untuk memulai Pemasangan tulangan pada balok arch sesuai dengan
gambar rencana Pengikatan tulangan dengan menggunakan kawat
bendrat dan dibantu dengan geget untuk memasangnya.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.34 Perangkaian Tulangan Arch
2. Setelah tahap penulangan selesai dilaksanakan maka mandor pembesian
memberi tahu kepada pelaksana lapangan untuk melakukan pemeriksaan
hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.
3. Apabila pekerjaan telah disepakati maka selanjutnya melakukan
persiapan untuk pekerjaan bekisting arch

4.2.2. Pekerjaan Bekisting Balok Pelengkung (Arch) Beton P.6-P.7


Pekerjaan pemasangan bekisting balok Arch dilakukan setelah
pelaksanaan pekerjaan pembesian telah selesai dilaksanakan.

Mulai

Pemotongan Papan multiplek


sesuai dengan Shop Drawing No

Pendistribusian Bekisting ke
Aufaa Rozaan (1311052009)
Lapangan
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Checklist Hasil pekerjaan
Bekisting dilapangan oleh
konsultan MK

Yes

Pemasangan
Bekisting Balok
Arch

No

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Selesai

Gambar 4.35. Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan Bekisting


Balok Arch P.6 P.7
1. Peralatan
- Gergaji Mesin Pemotong Kayu dan Multiplek
- Gergaji manual Pemotong Kayu dan Multiplek
- Palu
- Tie Rod
2. Material
- Benang
- Papan Multiplek ECO WLMI
- Paku
- Kayu
3. Tenaga Kerja
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor kayu
- 2 Pekerja pemotongan
- 5 Pekerja pemasangan
4. Metode Pelaksanaan
A. Pekerjaan Pendahuluan
1. Melakukan pemotongan papan multiplek berdasarkan dimensi
pemotongan dari detail pemotongan set bekisting shop drawing.

Gambar 4.36. Proses Pemotongan Papan Multiplek


2. Selanjutnya pekerja membuat lubang tempat masuk pipa pvc dan tie
rod pengencang dua sisi arah melintang

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.36. hasil pelubangan oleh mesin bor pada multiplek
3. Setelah dilakukan pemotongan dan pelubangan sesuai dengan gambar
shop drawing maka pelaksana lapangan mengarahkan kepada pekerja
untuk menumpuk papan material yang telah dipotong dan telah
diberikan penandaan nomor urut pemasangan untuk dilakukan
pemeriksaan oleh inspector konsultan mk

Gambar 4.37. Penumpukan papan bekisting yang telah siap

B. Pekerjaan Pemasangan Bekisting


1. Pelaksana lapangan bersama mandor kayu mengarahkan kepada
pekerja untuk mengangkat papan bekisting yang telah dipotong
untuk diangkat ke lokasi atas arch.
2. Selanjutnya pekerja yang telah diinstruksikan oleh mandor
melakukan setting pemasangan bekisting berdasarkan nomor urut
pemasangan bekisting sepatu arch hingga nomor urut terakhir.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.38. Pemasangan Papan Bekisting
3. Selanjutnya memasang pipa PVC dan tie rod untuk memperkuat
pemasangan bekisting dari dua sisi

Gambar 4.39. Pemasangan Tie rod dan Pipa PVC


4. Selanjutnya pekerja membuat skor perkuatan disetiap sisi bekisting
untuk menahan beban pengecoran dengan menggunakan frame
perancah besi.

Gambar 4.40. Perkuatan sisi samping dengan Frame perancah


5. Setelah pemasangan perkuatan sisi samping selanjutnya pekerja
memasang skor arah melintang diatas papan bekisting.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.41. Pemasangan skor melintang diatas papan bekisting
6. Selanjutnya pekerja memasang perkuatan shoring terhadap beban
angin sebagai penahan kekuatan arah horizontal dengan jarak 8 m per
besi larang.

Gambar 4.42 Pemasangan Besi Larang sink

Gambar 4.43 Bekisting dan Skor pada Arch P.6-P.7

4.2.3. Pekerjaan Pengecoran Balok Pelengkung (Arch) Beton P.6-P.7

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Pekerjaan pengecoran pada balok Arch P.6-P.7 dilakukan setelah
pelaksanaan pekerjaan pembesian dan pemasangan bekisting telah selesai
dilakukan. Pada pengecoran balok pelengkung ini dilakukan empat kali tahap
pengecoran, dan memiliki interval dua sampai tiga hari. Jarak pengecoran
dilakukan agar beton yang ada dibawah / yang telah dicor sebelumnya telah
mengeras sehingga dapat menahan beban diatasnya nanti. Hal ini juga dapat
mencegah terjadinya kerusakan pada bekisting karena menerima beban yang
berlebihan sehingga bisa menyebabkan bekisting terbuka dan akhirnya bisa
membuat bentuk dari balok arch berubah dan merubah mutu dari beton arch itu
sendiri. Pengecoran tidak dilakukan secara sekaligus. Pengecoran dilakukan
bertahap, dimulai dari bawah, tengah, kemudian bagian atas. Batas beton lama di
beri cairan berupa bounding agent agar beton baru merekat pada beton lama.
Berikut adalah tahapan pengecoran pada arch pelengkung P.6- P.7 dilapangan

Gambar 4.44 Tahapan Pengecoran Balok Arch P.6 P.7

Mulai

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan Pengecoran Tahap I P.Dompak, Prov Kepri
I (Lanjutan) P.Bintan III-
2-3 Hari

Penambahan lem beton


Bounding Agent

Pengecoran Tahap II

2-3 Hari

Penambahan lem beton


Bounding Agent

Pengecoran Tahap III

2-3 Hari

Penambahan lem beton


Bounding Agent

Pengecoran Tahap IV

Selesai

Gambar 4.44 Flowchart umum Tahapan Pengecoran Balok Arch

Mulai

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Perhitungan Volume
pekerjaan Pengecoran beton

Mixer dan CP didatangkan


dari batching Plan
No

Pemeriksaan Nilai Slump


oleh QC dan konsultan MK
di lapangan

Yes

Pengambilan Sample untuk


Uji kuat tekan

Pengecoran

A
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Pengecoran

Penggetaran dengan Vibrator

Perawatan (curing)

Penambahan Bounding Agent


utk pengecoran tahap
selanjutnya

Selesa
i

Gambar 4.44 Flowchart Pengecoran Balok Arch P.6-P.7

1. Peralatan
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- Mixer Truck
- Concrete Pump
- Vibrator
- 1 Set Kerucut Abraham
- Meteran
2. Material
- Ready Mix Concret K-500 dari PT. Graphika Beton
- Sikabond NV (Bounding Agent)
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 3 Operator Concrete Pump
- 3 Pekerja Mixer
- 5 Pekerja pengecoran
4. Metode Pelaksanaan
5. Pelaksana Lapangan mengarahkan pekerja untuk membersihkan lokasi
yang akan dicorkan untuk menjaga mutu pekerjaan.
6. Pelaksana utama lapangan menghitung volume pengecoran dilapangan
melalui Shop Drawing untuk pemesanan beton ready mix K-500
7. Beton ready mix K-500 yang telah dipesan, didatangkan menggunakan
Truk Mixer ke lapangan bersamaan dengan Concrete Pump.
Selanjutnya inspector konsultan mk melaksanakan pengujian slump
dilapangan dengan syarat nilai slump 18 2 cm.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.45. Pengujian Slump sebelum pengecoran
5. Apabila telah sesuai dengan nilai syarat minimum nilai slump maka
selanjutnya Inspector konsultan mk mengarahkan kepada pelaksana
lapangan untuk mengarahkan petugas mixer dan Concrete Pump
mempersiapkan peralatan pelaksanaan pengecoran.

Gambar 4.46. Persiapan Concrete Pump


6. Pelaksana lapangan bersama inspector konsultan mengarahkan kepada
pekerja untuk melaksanakan pengecoran dan melakukan penggetaran

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
dengan Vibrator dengan monitoring dari petugas concrete pump sesuai
dengan batas penanda pengecoran

Gambar 4.47. Kawat Batas Pengecoran

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.48. Contoh Pelaksanaan Pengecoran dan Penggetaran di Arc
7. Melakukan perawatan pada beton yang telah dilaksanakan hingga
dilaksanakan pengujian kuat tekan terhadap pengecoran pada tahapan
sebelumnya sebelum dilaksanakan pengecoran tahapan selanjutnya
8. Setelah 2 3 hari dari hasil pengecoran tahap sebelumnya, selanjutnya
melakukan pengecoran tahap berikutnya dengan langkah yang sama dengan
point (1) hingga (7) namun terlebih dahulu menambahkan Sikabond NV
(Bounding Agent) guna merekatkan beton lama dengan beton baru yang
akan dicorkan

Gambar 4.49. Sikabond NV (Bounding Agent)

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.50. Pengecoran Tahap I IV Arc P.6 P.7

4.2.4. Pekerjaan Post Tension Sepatu Arch (Loop Tendon) P.7


Pekerjaan Stressing sepatu arch dilaksanakan apabila semua tahapan
pengecoran telah dilaksanakan, kegunaan stressing ini pemaku agar kedua
sambungan sepatu arch saling terkunci dan tidak terjadi kegeseran.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.51. Loop Tendon Pada P.7

Mula
i

Persiapan instal loop tendon

Instal Angkur Mati dan


Angkur Hidup
No

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Pemeriksaan Oleh Konsultan
MK

Yes

Pemasangan Angkur Blok


dan Wedges

Stressing

Analisa Stressing

Selesa
i

Gambar 4.52. Flowchart pelaksanaan post-tension Loop Tendon P.7

1. Peralatan
- 1 Set Alat Multijack Strand
- 1 Set Alat Monojack Strand
- 1 set alat Hydraulic pump
- Angkur Blok dan Wedges
2. Material
- Kawat strand isi 19 diameter 0,6
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 3 Pekerja Stressing
4. Metode Pelaksanaan
1. Pekerja melaksanakan pemasangan loop tendon pada saat sesudah
pembesian dan pengecoran sepatu arch

Gambar 4.53. Proses Instal Loop Tendon P.7


2. Pekerja melakukan transfer beban sebesar 1 ton untuk masing masing
strand untuk meratakan pembebanan dan penyamaan panjang kabel
antara sisi P.6 dan P.7

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.54. transfer beban dengan Monojack
3. Selanjutnya pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk memasang
angkur blok dan wedges pada loop tendon. Block angker berfungsi
memindahkan gaya prategang yang diberikan untuk ditranformasikan
ke beton. Sedangkan wedges berfungsi menahan kabel strand pada saat
penarikan. Adapun tahapan pelaksanaan dilapangan yaitu :
a. Pekerja memasukan angkur blok dan wedges kedalam untaian kawat
strand

Gambar 4.55. Pemasangan Angkur Blok dan Wedges

4. Selanjutnya pekerja memasukan kelompok kawat strand ke dalam


Multistrand jack yang telah terpasang oleh angkur blok dan wedges
tersebut.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.56. pemasangan hydraulic Multistrand jack
5. Selanjutnya pekerja melaksanakan proses penarikan kabel (stressing)
dengan diawasi oleh inspector konsultan mk dan pelaksana lapangan
dengan tahapan :
a. Pekerja memasang kabel pressure ke alat hydraulic Multistrand
Pump

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.57. Proses pemasangan kabel pressure
b. Pekerja mengukur elongasi awal dari plat blok angkur multistrand
Dengan syarat minimal 3 cm

Gambar 4.58. Proses pengukuran elongasi awal


c. Selanjutnya pekerja memasangkan wedges ke dalam masing
masing strand pada alat Hydraulic Multistrand Jack Pump

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.58. Proses pemasangan wedges pada Hydraulic
Multistrand Jack
d. Melakukan Stressing dengan Hydraulic Multistrand Jack pada
masing masing kelompok strand

Gambar 4.59. Proses Stressing dan Stressing Record

4.2.5. Pekerjaan Grouting Sepatu Arch (Loop Tendon) P.7


Pekerjaan Grouting Sepatu arch dilakukan setelah semua pekerjaan
Stressing telah dilaksanakan. Pekerjaan ini dilakukan pada enam titik stressing.
Kegunaan grouting yaitu untuk menutupi hasil pemotongan dan stressing kabel

Mulai

Memasukan adukan
grouting air, semen, sika
interplast
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Melakukan mixing untuk
grouting

Flowcone test

Grouting on site

Analisa data

Selesai

Gambar 4.60. Flowchart pelaksanaan grouting Sepatu Arch


(Loop Tendon) P.7
1. Peralatan
- 1 Set Alat mixing
- 1 set alat test flownet
2. Material
- Semen
- Air
- Silica interplaz z
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- 1 Safety Officer
- 3 Pekerja Grouting
4. Metode Pelaksanaan
1. Pelaksana lapangan mengarahkan kepada pekerja grouting untuk
memasukan bahan air, semen, silika interplas Z kedalam mesin
mixing.
2. Pekerja memasukan bahan tersebut dimulai dengan memasukan air,
kemudian semen, dilanjutkan dengan silica interplas Z

Gambar 4.61. Proses persiapan bahan Grouting

3. Pekerja melakukan mixing selama 15 menit hingga adukan tersebut


dilihat kental secara visual mata

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.61. Proses Mixing untuk pelaksanaan grouting
4. Pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk melakukan flowcone test
untuk memastikan adukan tersebut tidak terlalu kental/encer

Gambar 4.61. Flowcone test pada pelaksanaan grouting

5. Selanjutnya pekerja yang telah melakukan flowcone test bersiap untuk


melaksanakan grouting dilapangan dengan bantuan pipa selang
penyalur

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.61. Persiapan pada pelaksanaan grouting
6. Selanjutnya pekerja melakukan grouting pada tempat dimana kabel
strand yang telah terpotong dan dilakukan stressing dilaksanakan.

Gambar 4.62. Hasil grouting

4.3. Pekerjaan Parapet P.7- P.7a


Parapet adalah Sebuah konstruksi beton yang berguna sebagai Railing
Barier pada jembatan. Pada pekerjaan balok parapet ini terdapat beberapa
pekerjaan yang dapat kami saksikan secara langsung selama masa PKL
berlangsung, yaitu :
A. Pembesian
B. Pemasangan Bekisting
C. Pengecoran

Mulai

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Pekerjaan Pembesian

Pekerjaan Pemasangan
bekisting

Pekerjaan Pengecoran

Selesa
i

Gambar 4.63. Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan Parapet P.7 P.7a

4.3.1. Pekerjaan Pembesian Parapet P.7-P.7a

Mulai

Fabrikasi Pembesian sesuai


dengan barlist shop drawing No

Pendistribusian Pembesian
ke Lapangan

Checklist Pembesian
dilapangan oleh konsultan
Aufaa Rozaan (1311052009) MK
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Yes

Perangkaian
Pembesian

No

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Selesai

Gambar 4.64. Flowchart Pekerjaan Pembesian Parapet P.7 P.7a

1. Peralatan
- Bar Bender dan Bar Cutter
- Pipa Besi
- Kaka Tua
- Meteran
- Crane
- Flat Bed Truck
- Compressor
2. Material
- Besi D16, D19, D32
- Kawat Bendrat
- Pipa PVC
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor Pembesian
- 5 Pekerja Pembesian
4. Metode Pekerjaan
A. Pekerjaan Pendahuluan Pembesian
1. Melakukan Fabrikasi Pemotongan dan pembengkokan sesuai dengan
barlist pembesian Shop Drawing dengan bar bender dan bar cutter.

Gambar 4.65. Proses Fabrikasi Pembesian


2. Pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk mengangkut,
memindahkan material hasil fabrikasi pembesian dengan bantuan
Crane, Flat Bed Truck dan Dumptruck ke lapangan untuk dilakukan
proses perangkaian pembesian arch

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.66 . Pengangkutan Material hasil Fabrikasi ke Lapangan
3. Pelaksana lapangan bersama mandor pembesian melakukan checklist
pemeriksaan tulangan yang telah didistribusikan bersama inspector
konsultan manajemen konstruksi.
4. Selanjutnya apabila telah disetujui oleh inspektor konsultan mk maka
pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk memulai pekerjaan
pembesian
B. Pekerjaan Perangkaian Pembesian
1. Pelaksana bersama mandor pembesian mengarahkan kepada pekerja
untuk memulai Pemasangan tulangan pada parapet sesuai dengan
gambar rencana Pengikatan tulangan dengan menggunakan kawat
bendrat dan dibantu dengan geget untuk memasangnya.

Gambar 4.67 . Proses pembesian parapet P.7 P.7a

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
2. Setelah pembesian pada parapet telah dilaksanakan, selanjutnya
pelaksana bersama mandor pembesian mengarahkan kepada pekerja
untuk memasang pipa pvc kedalam parapet

Gambar 4.68. Proses pemasangan pipa parapet P.7 P.7a

4.3.2. Pekerjaan Pemasangan Bekisting Parapet P.7-P.7a


Pekerjaan bekisiting untuk parapet P.7- P.7a digunakan jenis bekisting
sistem yaitu terbuat dari plat baja dengan sistem support frame perancah
sistem.

Mulai

Pemasangan bekisting
bagian belakang

Pemasangan Tie Rod

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-

Selesai
Pemasangan
Pemasangan Bekisting
Support
skor atas
bagian
dengan
pada depan
bekisting
perancah sistem
Gambar 4.69. Proses pemasangan Bekisting baja P.7 P.7a
1. Peralatan
- Tie Rod
- Kunci Pas
- Palu
2. Material
- Kawat Bendrat
- Kayu
- Bekisting sistem baja
- Frame Perancah Sistem
- Pipa PVC
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor Bekisting
- 3 Pekerja
4. Metode Pelaksanaan
1. Pelaksana lapangan beserta mandor mengarahkan kepada pekerja
untuk mengukur dimensi kebutuhan pemasangan bekisting baik arah
depan maupun arah belakang berdasarkan shop drawing
2. Selanjutnya pekerja memasang bekisting bagian belakang dab
pembatas segmen, kemudian memasukan pipa untuk tie rod

Gambar 4.70. Pemasangan bekisting belakang dan pembatas


3. Setelah pekerjaan pemasangan bekisting bagian belakang telah siap
dilaksanakan, selanjutnya pekerja memasang bekisting bagian depan
dengan bantuan Support skor frame perancah sistem.

Gambar 4.71. Pemasangan support frame perancah sistem


Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
4. Selanjutnya, pekerja mengencangkan kekuatan antara bekisting depan
dan belakang menggunakan baut pada Tie Rod dan memasang skor
melintang dibagian atas pada kedua bekisting dengan menggunakan
kayu

Gambar 4.72. Pemasangan Baut Tie Rod dan pemberian skor


melintang pada bagian atas Bekisting
4.3.3. Pekerjaan Pengecoran Parapet P.7 P.7a

Mula
i

Perhitungan Volume
pekerjaan Pengecoran beton

Mixer dan CP didatangkan


dari batching Plan
No

Pemeriksaan Nilai Slump


Aufaa Rozaan (1311052009)
oleh QC dan konsultan MK
di lapangan
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Yes

Pengambilan Sample untuk


Uji kuat tekan

Pengecoran

Selesa
i

Gambar 4.73. Flowchart Pelaksanaan Pengecoran Parapet P.7-P.7a

1. Peralatan
- Mixer Truck
- Vibrator
- 1 Set Kerucut Abraham
- Meteran
2. Material
- Ready Mix Concrete K-500 dari PT. Graphika Beton
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 3 Pekerja Mixer
- 5 Pekerja pengecoran
4. Metode Pelaksanaan
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
1. Pelaksana Lapangan mengarahkan pekerja untuk membersihkan
lokasi yang akan dicorkan untuk menjaga mutu pekerjaan.
2. Pelaksana utama lapangan menghitung volume pengecoran
dilapangan melalui Shop Drawing untuk pemesanan beton ready mix
K-500
3. Beton ready mix K-500 yang telah dipesan, didatangkan
menggunakan Truk Mixer ke lapangan bersamaan dengan Concrete
Pump. Selanjutnya inspector konsultan mk melaksanakan pengujian
slump dilapangan dengan syarat nilai slump 18 2 cm.

Gambar 4.74. Pengujian Slump sebelum pengecoran

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
4. Apabila telah sesuai dengan nilai syarat minimum nilai slump maka
selanjutnya Inspector konsultan mk mengarahkan kepada pelaksana
lapangan untuk mengarahkan petugas mixer memulai pengecoran

Gambar 4.75. Persiapan Ready mixer

5. Pelaksana lapangan bersama inspector konsultan mengarahkan kepada


pekerja untuk melaksanakan pengecoran dan melakukan penggetaran
dengan Vibrator dengan monitoring dari petugas ready mix

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.76. Pelaksanaan Pengecoran dan Penggetaran Vibrator
Parapet P.7-P7.a

4.4. Pekerjaan Pedestrian P.7- P.7a


Pedestrian adalah sarana yang ada pada jembatan yang digunakan
sebagai tempat pejalan kaki untuk melintas melalui jembatan. Pedestrian pada
proyek pembangunan jembatan ini terletak pada bagian bawah jembatan.
Adapun pelaksanaan yang dapat dilihat selama masa pkl yaitu :
A. Pekerjaan Shoring landasan
B. Pekerjaan Pembesian
C. Pekerjaan Pengecoran

Mulai

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Pekerjaan Pemasangan
bekisting landasan

Pekerjaan pembesian

Pekerjaan Pengecoran

Selesa
i

Gambar 4.77. Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan Pedestrian P.7 P.7a

4.4.1. Pekerjaan Pemasangan Bekisting landasan Pedestrian P.7- P.7a


Pekerjaan Pemasangan Bekisting ini dilaksanakan sebagai landasan
tempat pekerjaan pembesian dan pengecoran pedestrian akan dilaksanakan

Mulai

Penyusunan Girder
Shoring baja melintang

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Pengukuran dan
pemotongan multiplek
landasan

Pemasangan bekisting
landasan

Selesai

Gambar 4.78. Flowchart Pelaksanaan Pekerjaan Bekisting landasan


Pedestrian P.7-P.7a

1. Peralatan
- Mesin Bor
- Gergaji kayu
- Palu
- Meteran
- Girder Shoring melintang
2. Material
- Baja
- Papan Multiplek WLMI
- Benang
- Paku
3. Tenaga Kerja
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Mandor Shoring
- 10 pekerja
4. Metode Pelaksanaan
1. Pelaksana Lapangan bersama mandor mengarahkan kepada pekerja
untuk memasang Girder melintang baja

Gambar 4.79. Pemasangan Girder Melintang shoring baja

2. Selanjutnya pekerja memasang girder memanjang dan pembuatan skor


untuk menahan agar girder tidak mengalami geser pada saat pelaksanaan
penyusunan bekisting landasan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.80. Pemasangan Girder Memanjang dan skor

3. Selanjutnya apabila pekerjaan tersebut telah dilaksanakan, mandor


mengarahkan kepada pekerja untuk mengukur papan multiplek untuk
pembuatan landasan tempat pekerjaan pembesian dan pengecoran akan
dilaksanakan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.81. Pengukuran papan multiplek landasan
4. Selanjutnya pekerja melakukan pemotongan papan multiplek tersebut
sesuai dengan kebutuhan yang telah diukur sebelumnya

Gambar 4.82. Pemotngan papan multiplek landasan

5. Setelah dilakukan pemotongan sesuai dengan dimensi, selanjutnya


pekerja melakukan penyusunan papan multiplek diatas girder melintang
kemudian menguatkannya dengan menggunakan baut/paku

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.83 Penyusunan papan multiplek landasan

4.4.2. Pekerjaan Pembesian Pedestrian P.7- P.7a


Pekerjaan pembesian pada pedestrian dilakukan setelah pekerjaan
bekisting landasan telah dilaksanakan, pekerjaan pembesian pada pedestrian
terdiri dari
a. pembesian balok pedestrian
b. Pembesian slab pedestrian
Adapun tahapan pelaksanaan pekerjaan pembesian pada pedestrian yakni
sebagai berikut :

Mulai

Fabrikasi Pembesian sesuai


dengan barlist shop drawing No

Pendistribusian Pembesian
ke Lapangan

Checklist Pembesian
dilapangan
Aufaa Rozaan (1311052009) oleh konsultan
MK
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Yes

Perangkaian
Pembesian

No

Pemeriksaan Hasil pekerjaan


oleh konsultan MK

Yes

Selesai

Gambar 4.84. Flowchart Pekerjaan Pembesian Pedestrian P.7 P.7a


1. Peralatan
- Bar Bender dan Bar Cutter
- Pipa Besi
- Kaka Tua
- Meteran
- Crane
- Flat Bed Truck
- Compressor
2. Material
- Besi D16, D19, D32
- Kawat Bendrat
3. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 1 Safety Officer
- 1 Mandor Pembesian
- 5 Pekerja Pembesian
4. Metode Pekerjaan
A. Pekerjaan Pendahuluan Pembesian
1. Melakukan Fabrikasi Pemotongan dan pembengkokan sesuai dengan
barlist pembesian Shop Drawing dengan bar bender dan bar cutter.

Gambar 4.85. Proses Fabrikasi Pembesian


5. Pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk mengangkut, memindahkan
material hasil fabrikasi pembesian dengan bantuan Crane, Flat Bed Truck
dan Dumptruck ke lapangan untuk dilakukan proses perangkaian
pembesian arch

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.78. Pengangkutan Material hasil Fabrikasi ke Lapangan
6. Pelaksana lapangan bersama mandor pembesian melakukan checklist
pemeriksaan tulangan yang telah didistribusikan bersama inspector
konsultan manajemen konstruksi.
7. Selanjutnya apabila telah disetujui oleh inspektor konsultan mk maka
pelaksana mengarahkan kepada pekerja untuk memulai pekerjaan
pembesian
B. Pekerjaan Perangkaian Pembesian
1. Pelaksana bersama mandor pembesian mengarahkan kepada pekerja
untuk memulai Pemasangan tulangan pada balok dan Slab pedestrian
sesuai dengan gambar rencana Pengikatan tulangan dengan
menggunakan kawat bendrat dan dibantu dengan geget untuk
memasangnya. Untuk selanjut

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.86. Proses dan hasil perangkaian pembesian di lapangan
2. Setelah semua proses dari perangkaian pembesian telah selah
dilaksanakan, pelakasana meminta kepada inspektor konsulta mk untuk
memeriksa hasil pekerjaan.
3. Selanjutnya apabila pekerjaan sebelumnya telah disetujui oleh
inspektor konsultan mk, pelaksana lapangan bersama mandor
pembesian mengarahkan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan
pembersihan sebelum dilakukan pengecoran.

4.4.3. Pekerjaan Pengecoran slab pedestrian P.7 P.7a

Mula
i

Perhitungan Volume
pekerjaan Pengecoran beton

Mixer dan CP didatangkan


dari batching Plan
No

Pemeriksaan Nilai Slump


Aufaa Rozaan (1311052009)
oleh QC dan konsultan MK
di lapangan
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Yes

Pengambilan Sample untuk


Uji kuat tekan

Pengecoran

Selesa
i
Gambar 4.87. Flowchart Pelaksanaan Pengecoran slab pedestrian
P.7-P.7a

1. Peralatan
- Mixer Truck
- Vibrator
- 1 Set Kerucut Abraham
- Meteran
- Kedudukan selang concrete pump
6. Material
- Ready Mix Concrete K-500 dari PT. Graphika Beton
7. Tenaga Kerja
- 2 Inspector Konsultan MK
- 1 Pelaksana Utama Lapangan
- 1 Pelaksana Lapangan
- 3 Pekerja Mixer
- 5 Pekerja pengecoran
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
8. Metode Pelaksanaan
1. Pelaksana utama lapangan menghitung volume pengecoran
dilapangan melalui Shop Drawing untuk pemesanan beton ready mix
K-500
2. Beton ready mix K-500 yang telah dipesan, didatangkan
menggunakan Truk Mixer ke lapangan bersamaan dengan Concrete
Pump. Selanjutnya inspector konsultan mk melaksanakan pengujian
slump dilapangan dengan syarat nilai slump 18 2 cm.

Gambar 4.88. Pengujian Slump sebelum pengecoran


3. Apabila telah sesuai dengan nilai syarat minimum nilai slump maka
selanjutnya Inspector konsultan mk mengarahkan kepada pelaksana
Aufaa Rozaan (1311052009)
Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
lapangan untuk mengarahkan petugas mixer dan concrete pump
memulai pengaturan letak selang concrete pump dikarenakan lokasi
cukup sulit dijangkau.

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.89. Pengaturan letak selang concrete pump untuk
Pengecoran slab pedestrian P.7-P7.a

4. Setelah dilakukan pengaturan letak pipa penyalur concrete pump,


pekerja bersiap untuk melakukan pengecoran dan penggetaran dengan
vibrator dengan arahan dari pelaksana lapangan

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-
Gambar 4.90. Pelaksanaan pengecoran dan penggetaran
Slab Pedestrian P.7 P.7a
5. tahapan terakhir yaitu pekerja melakukan perataan pada permukaan
hasil pengecoran dengan menggunakan ruskam media datar lainnya.

Gambar 4.91. Pelaksanaan perataan permukaan pengecoran

Aufaa Rozaan (1311052009)


Proyek Pembangunan Jembatan I (Lanjutan) P.Bintan P.Dompak, Prov Kepri III-