Anda di halaman 1dari 7

IQBAL FAHRI TOBING

1405106010002
MP 2
Kajian Alat Mekanisasi Di Perkebunan Tebu
BAB I. PENDAHULUAN

A . Latar Belakang
Sejalan dengan perekmbangan teknologi dan pemikiran-pemikiran manusia dari jaman ke
jaman, cara pemungutan hasil (panen) pertanian pun tahap demi tahap berkembang sesuai
dengan tuntutan kebutuhan. Tuntutan kebutuhan manusia akan pakan mendesak pemikir untuk
memecahkan masalah-masalah bagaimana meningkatkan produksi, meningkatkan produksi kerja
sesuai dengan waktu yang tersedia.
Dalam meningkatkan produksi, salah satu aspek yang harus ditekan serendah mungkin
adalah masalah kehilangan produksi diwaktu panen. Sedangkan dalam meningkatkan
kemampuan kerja adalah bagaimana menekan waktu yang dibutuhkan dalam menanam dalam
satuan luas tertentu. Ini bertujuan agar dalam waktu yang cepat dapat memungut hasil yang
optimum dengan kehilangan produksi serendah mungkin dan efisiensi kerja serendah mungkin.
Alat dan mesin panen terdiri dari banyak macam dan jenisnya yang digolongkan menurut
jenis tanaman dan tenaga penggerak, juga menurut cara tradisional maupun semi-mekanis
sampai yang modern. Menurut jenis tanaman, alat dan mesin digolongkan untuk hasil tanaman
yang berupa biji-bijian, tebu, rumput-rumputan, kapas dan umbi-umbian. Sedangkan untuk hasil
tanaman yang berupa biji-bijian dibagi jenisnya untuk padi, jagung dan kacang-kacangan.

Akan tetapi, karena disesuaikan dengan kebutuhan, maka dalam tulisan ini hanya akan
membahas alat dan mesin panen untuk tanaman tebu.

A . Alat pemanen tebu manual


1 . Parang dan Sabit
Cara kerja
Cara kerja lalat ini peda umumnya sama dengan orang memotong kayu dimana bagian
pangkal batang tebu yang di potong menggunakan parang dan sabit dan hasil yang di dapatkan
ialah bentuk lonjoran batang tebu.
Kelebihan
Kelebihan dari alat potong tebu tradisional adalah hasil pemotongan dapat di pilih mana
tebu yang baik dan mana tebu yang kurng baik, sehingga dalam pemilihannya dapat di lakukan
dengan mudah. Hal ini di karenakan batang tebu yang di hasilkan masih dalam bentuk lonjoran.

Kekurangan
Kekurangan dari alat ini adalah dlam proses pemanenan di perlukan waktu yang cukup
lama dan banyaknya jumlah pekerja dalam melakukannya, karena itu biaya yang di perlukan
untuk upah pun relative lebih besar.
B . Alat pemanen tebu mekanis
1 . Choper Harfester
Spesifikasi :
Mode : Mencacah potong
Power : 260 HP (CUMMINS)
Min Radius Belok : 5.2 m
Kemampuan Tanjakan : <15o
Max Pengereman Jarak : <8m
Mesin Berat : 11000 KGS
Pemotongan atas berbagai langkah verticak : 1300-1400 mm
Disc pisau kisaran bergerak vertikal : <310 mm
Untuk jarak baris : 1 - 1,2 m
Perjalanan kecepatan seperti panen : 2-5 km / jam
Perjalanan kecepatan : <26 km / ha
Mencacah panjang : 180-250 mm
Produktivitas dalam jam kerja bersih : > 20 ton / ha
Bahan bakar : 30 liter / jam

Cara kerja Choper harvester


Indikator Chopper Harvester
Proses pemanenan tebu Tebu yang sudah dipotong pada
pangkal batangnya akan dipotong lagi menjadi
potongan-potongan yang lebih pendek
Ukuran batang tebu Potongan-potongan pendek
panen
Kebersihan batang tebu Hampir tidak tercampur kotoran
panen
Kapasitas angkut Lebih tinggi
kendaraan pengangkut
batang tebu panen
Lama waktu tunggu Kurang dari 16 jam
setelah dipanen
sebelum digiling
Aplikasi Cocok untuk lahan berproduktivitas tinggi,
tanaman tebu tegak dan rebah, areal lahan
berukuran lebar

Kelebihan
Kelebihan dari alat chopper harvester adalah pemenenan dapat dilakuka dengan cepat,
sehingga tidak membutuhan waktu yang lama, hasil potong dapat langsung di angkut ke dalam
mobil karena tebu dalam keadaan sudah di potong-potong kecil. Efesiensi biaya karena cukup
dua aoperator dalam sekali jalan.
Kekurangan
Kekurangan dari alat ini adalah tidak dapat membedakan mana tebu yang baik dan mana
tebu yang tidak baik, karena system pemotongannya merata tanpa ada pemilihan batang tebu.

2 . Cane Thumper
Spesifikasi Chane thumper

Hasil pengujian aplikasi Cane Thumper tersebut sebagai berikut:


1) Kapasitas/ prestasi alat: 0,14 Ha/ jam = 10 ton/ jam = 70 ton/ hari

2) Kualitas pekerjaan : Pandas, rata tanah, dan potongan tebu tidak pecah

3) Jumlah tenga kerja : 1 operator dan 8 helper/ hari per-70 ton

4) Kebutuhan BBM : 0.5 liter/ jam

Cara kerja
Cara kerja dari cane thumper pada umumnya sama dengan cara kerja mesin reaper pada
pemanen padi, di mana di bagian depan mesin terletak pisau yang saling bergesekan sehingga
batang tebu dapat terpotong pada ujung pangkalnya dan masih dalam keadaan lonjoran batang
tebu.

Kelebihan

Sebenarnya kelebihan darai alat ini sama dengan dengan alat tradisional, karena hasil
pemotongan dalam bentuk lonjoran sehingga mudah dalam pemilihan mana tebu yang baik dan
tebu yang tidak baik.

Kekurangan

Kekurangan nya adalah alat ini cenderung bahaya, karena tidak ada kofer pada pisaunya,
sehingga rawan terkena tanah dan batu, sehingga pisaunya mudah tumpul dan berkarat.

3 . Wholestalk Harvester

Cara kerja alat

Indikator Wholestalk Harvester

Memotong tebu pada pangkal


batang dekat permukaan tanah,
Proses pemanenan tebu
kemudian dibawa ke belakang dan
disusun di atas guludan

Ukuran batang tebu panen Lonjoran (batang tebu utuh)

Kebersihan batang tebu panen Tercampur kotoran (tanah)


Kapasitas angkut kendaraan pengangkut batang tebu
Lebih rendah
panen
Lama waktu tunggu setalah dipanen sebelum digiling Lebih dari 24 jam
Cocok untuk lahan tebu
Aplikasi
berproduktivitas sedang, tanaman

Kelebihan
Kelebihan dari alat ini adalah pemanenan lebih cepat, efesiensi tinggi dan hasil potongan
masih dalam bentuk lonjoran tebu panjang sehingga mudah dalam pengangkutan. Dapat juga
dilakukan pemilihan tebu yang baik dan yang tidak.

Kekurangan

Kekurangannya adalah kebersihan batang tebu kurang, sehingga masih perlu tahap
pembersihan lagi, sehingga memerlukan kerja dua kali dalam pemanenan.

BAB II
PEMBAHASAN

Dalam pekerjaan panen tebu, pekerjaan tebang dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Berdasarkan atas keadaan tebu yang ditebang, cara pemanenan tebu dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu:
1. Pemanenan tebu hijau (Green Cane)
2. Pemanenan tebu bakar (Burnt Cane)
Berdasarkan atas sumber tenaga utama yang diguanakan, pemanenan tebu dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu:
1. Pemanenan tebu secara manual
2. Pemanenan tebu secara mekanis
Pemanenan tebu hijau dilakukan secara langsung tanpa ada perlakuan lain terhadap tanaman tebu
sebelum dipanen. Pemanenan tebu bakar dilakukan setelah tanaman tebu dibakar untuk
membersihkan sampah daun tebu.
1 . Pemanenan tebu secara manual
Pemanenan tebu secara manual dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Loose Cane
Hasil panen dengan cara loose cane berebentuk tebu lonjoran yang lepas dan dimuat ke
kendaraan angkut menggunakan grab loader.
2. Bundle Cane
Hasil panen dengan cara bundle cane berbentuk tebu lonjoran yang terikat dan dimuat ke
kendaraan angkut menggunakan tenaga manusia.
Tahap pelaksanaan pemanenan tebu dengan cara loose cane (Anonimous, 2010).
a. Daun tebu kering (klaras) dibersihkan dan diletakkan dalam satu barisan
b. Pangkal batang tebu di permukaan tanah dipotong
c. Pucuk batang tebu dipotong

a. Potongan tebu ditumpuk pada satu barisan; umumnya 4 atau 6 deretan tebu yang telah ditebang
disusun menjadi 1 deretan melintang
Tahap-tahap pemanenan tebu dengan cara bundle cane adalah sama dengan cara loose
cane, perbedaannya terletak pada potongan batang-batang tebu yang diikat dengan jumlah
tertentu kemudian disusun pada suatu barisan.
2 . Pemanenan tebu secara mekanis
Faktor-faktor yang menyebabkannya dilakukan pemanenan tebu secara mekanis
menggunakan mesin panen tebu (sugarcane harvester), diantaranya adalah:
1. Kesulitan memperoleh tenaga kerja tebu karena adanya persaingan memperoleh tenaga kerja
tebang tebu, terutama untuk pabrik gula di daerah yang jarang penduduknya.
2. Tenaga kerja tebang tebu hanya bekerja 8 jam/hari pada siang hari, sedangkan mesin panen
tebu dapat bekerja selama 24 jam/hari.
3. Kapasitas tebang tebu mesin panen tebu jauh lebih besar dibanding tenaga kerja tebang tebu.
4. Waktu panen tebu yang optimum umumnya relative singkat sehingga penggunaan mesin panen
tebu (sugarcane harvester), terutama pada daerah dengan tenaga kerja terbatas, akan dapat
membantu menyelesaikan kegiatan pemanenan tebu pada waktu yang telah ditentukan, sehingga
susut tebu atau gula dapat dikurangi (Soekartawi., 1999)
Faktor-faktor yang ditimbulkan oleh keadaan lahan tempat mesin panen tebu
dioperasikan yang mempengaruhi efisiensi waktu dan biaya pemanenan, diantaranya adalah:
1. Kemiringan lahan
2. Pola kebun
3. Tinggi dan panjang guludan
4. Kebersihan lahan dari benda-benda yang dapat menggangu kinerja mesin
2 . Mesin pemanenan tebu secara mekanis
Pemanenan tebu secara mekanis dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Menggunakan Wholestalk Harvester
Wholestalk Harvester memotong tebu pada pangkal batang dekat dengan permukaan tanah,
kemudian dibawa ke belakang dan disusun di atas guludan. Dengan demikian, tebu hasil panen
masih berupa lonjoran batang tebu (utuh) yang diletakkan di atas permukaan tanah.

2. Menggunakan Chopper Harvester


Chopper Harvester memotong tebu berupa potongan-potongan berukuran pendek. Tebu yang
sudah dipotong pada pangkal batangnya akan dipotong lagi menjadi potongan-potongan lebih
pendek yang disebut billet dengan ukuran 20-40 cm (Soerjadi,2003).

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2010. Menekan Kehilangan Rendemen Gula Pada Tebu Rakyat.

Soejardi. 2003. Proses Pengolahan di Pabrik Gula Tebu. LPP. Yogyakarta.

Soekartawi. 1999. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Universitas Brawijaya.

Grafindo Persada. Jakarta.