Anda di halaman 1dari 10

MODUL PERKULIAHAN

Kimia dan
Pengetahuan
Lingkungan
Industri
Program Penilaian Kinerja
Lingkungan PROPER

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

08
Teknik Teknik Industri D11163EL Ir. Rony Sumaryana, MBA

Abstract Kompetensi
Penjelasan tentang PROPER Kompetensi yang ingin dicapai:
Mampu memahami PROPER
Pembahasan
Sekilas tentang PROPER

Menurut Permen LH no. 3 tahun 2014, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan
dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) adalah evaluasi ketaatan dan kinerja
melebihi ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan di bidang pengendalian
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, serta pengelolaan limbah bahan
berbahaya dan beracun (B3).

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan salah satu upaya
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (sekarang KLHK) untuk mendorong penaatan
perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Program
PROPER dilakukan melalui berbagai kegiatan yang diarahkan untuk tujuan sbb:

(i) mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang-undangan


melalui insentif dan disinsentif reputasi, dan
(ii) mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk
menerapkan produksi bersih (cleaner production).

Program PROPER merupakan salah satu program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan untuk mendorong ketaatan terhadap peraturan lingkungan hidup. Di sisi lain,
peraturan-peraturan lingkungan mulai dikembangkan sehingga memerlukan pijakan untuk
memperkuat posisinya.

Keberadaan PROPER erat kaitannya dengan program pendahulunya, yakni program kali
bersih (PROKASIH). PROKASIH adalah program kerja pengendalian pencemaran air sungai
yang dimuli sekitar tahun 1989 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas air sungai agar
tetap berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Terkait dengan program PROKASIH, diberikan
penghargaan atas dasar penilaian kinerja perusahaan/kegiatan usaha dilaksanakan melalui
Program Penilaian Kinerja Perusahaan/Kegiatan Usaha (Proper Prokasih) melalui keputusan
Menteri Lingkugan hidup No 35/1995.

Perjalanan program PROKASIH yang hanya melibatkan dua fihak, yakni industri dan
pemerintah, membuat program ini tidak cukup kuat untuk memberikan dorongan kepada
industri dalam melaksanakan tanggung jawabnya untuk memelihara lingkungan, ditambah
dengan sistem penegakan hukum lingkungan yang juga belum berkembang saat itu.
Pendekatan command and control yang ditandai dengan pengawasan untuk memastikan
ketaatan peraturan telah diperdebatkan efektifitasnya.

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
2 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Bank Dunia (1990) menemukan terjadinya ketimpangan dalam pola pembuangan beban

pencemaran industri ke sungai. Sekitar 10% industri peserta PROKASIH ternyata


menghasilkan 50% dari total BOD yang dibuang oleh seluruh industri yang diawasi. Jika
distribusi ini ditarik lebih ke atas, ternyata 75% dari total BOD yang dibuang oleh industri
PROKASIH hanya dihasilkan oleh 20% industri.

Kementerian Lingkungan Hidup kemudian membuat terobosan dengan menggandeng media


masa dengan mempublikasikan perusahaan yang mencemari lingkungan (peringkat HITAM)
untuk mendorong tingkat kesadaran publik. Targetnya menekan dunia usaha yang mencemari
lingkungan.

Strategi PROPER dilakukan dengan melibatkan dua stakeholder tambahan dari program
PROKASIH, yakni masyarakat dan pasar (Gambar 01).

Gambar 01. Strategi PROPER dan PROKASIH

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
3 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Kekuatan yang melandasi strategi PROPER adalah informasi. Dengan memberikan akses
informasi kinerja lingkungan dari suatu perusahaan kepada seluruh pihak yang terkait,
terutama masyarakat dan pasar, tidak hanya pemerintah yang akan mengawasi dan
mengendalikan kinerja lingkungan, namun seluruh pihak yang memiliki kepentingan terhadap
kondisi lingkungn yang lebih baik. Informasi dan sumber informasi ini tentu saja harus kredible,
oleh karena itu kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan program PROPER dengan
metoda assessment yang komprehensif dan senantiasa menjaga akurasi proses dan hasil
yang diperoleh.

Industri yang tidak beroperasi dengan bertanggung jawab dapat dihukum oleh masyarakat
dengan tidak memberikan izin sosial bagi industri tersebut. Pasar akan menghukum
perusahaan yang mempunyai reputasi jelek di bidang lingkungan dengan mekanisme supply-
and-demand. Konsumen yang sadar lingkungan akan memilih produk dan jasa yang ramah
lingkungan.

Kriteria Penilaian dan Peringkat PROPER

Penilaian PROPER terdiri dari dua kategori, yaitu:

Kriteria penilaian ketaatan. Kriteria ini untuk melihat apakah perusahaan sudah taat
terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup dan jika Ya, maka perusahaan
tersebut memenuhi kriteria Peringkat Biru
Kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond
compliance), yakni peringkat Hijau dan Emas, yang mensyaratkan penerapan
pengelolaan sebagai berikut:
o Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
o Upaya Efisiensi Energi
o Upaya penurunan emisi
o Implementasi Reduce, Reuse dan Recycle limbah B3
o Implementasi Reduce, Reuse dan Recycle limbah padat non B3
o Konservasi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air Limbah
o Perlindungan Keanekaragaman Hayati
o Program Pengembangan Masyarakat

Informasi mengenai kinerja perusahaan dikomunikasikan dengan menggunakan warna untuk


memudahkan penyerapan informasi oleh masyarakat. Peringkat kinerja usaha dan atau
kegiatan yang diberikan terdiri dari:

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
4 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Emas adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah secara konsisten
menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa,
melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.
Hijau adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan pengelolaan
lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan ( beyond compliance )
melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya
secara efisien dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik.
Biru adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan
lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Merah adalah upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan belum sesuai dengan
persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Hitam adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang sengaja melakukan perbuatan atau
melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan
serta pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku atau tidak
melaksanakan sanksi administrasi.

Target Peserta PROPER

PROPER dikembangkan dengan beberapa prinsip dasar, yaitu peserta PROPER bersifat
selektif, yaitu untuk industri yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan dan
peduli dengan citra atau reputasi. Peserta yang menjadi target untuk ikut dalam kepesertaan
PROPER antara lan:

Perusahaan yang wajib AMDAL atau UKL-UPL


Tercatat di pasar bursa
Mempunyai produk yang beorientasi ekspor
Menjadi perhatian masyarakat luas
Skala kegiatan signifikan untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup

Mekanisme Pelaksanaan PROPER

Pelaksanaan PROPER diawali dengan pemilihan perusahaan peserta, di mana perusahaan


yangmenjadi target peserta PROPER adalah perusahaanyang menimbulkan dampak penting
terhadap lingkungan, tercatat di pasar bursa, mempunyai produk yang beorientasi ekspor atau
digunakan oleh masyarakat luas. Setelah peserta ditetapkan, kemudian dilakukan
Kimia dan Pengetahuan Lingkungan
2016
5 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
pengumpulan data swapantau dengan jalan mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan
lingkungan yang disampaikan perusahaan. Selain data swapantau, juga dilakukan
pengumpulan data primer dengan jalan melakukan pengawasan langsung ke lapangan
secara rutin yang dilaksanakan oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH). Informasi
yang terkumpul kemudian diolah menjadi rapor sementara, yang berisi evaluasi kinerja
perusahaan di bidang pengelolaan air, udara, limbah B3 dibandingkan dengan kriteria
penilaian PROPER yang ditetapkan. Rapor sementara ini sudah mengindikasikan peringkat
kinerja perusahaan berdasarkan kriteria peringkat PROPER.

Secara umum, pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap, yakni tahap persiapan, verifikasi
lapangan dan tahap penilaian ketaatan berupa peringkat Biru, Merah atau Hitam. Untuk
memperoleh peringkat yang lebih (Hijau dan Emas), diperlukan persyaratan yang lebih ketat,
yang tercakup dalam aspek-aspek kriteria beyond compliance. Penjelasan lebih rinci dapat
dilihat pada diagram alir Gambar 2 dan Gambar 3.

Gambar 02. Diagram Alir Pelaksanaan PROPER

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
6 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Gambar 03. Diagram Alir untuk Peringkat Hijau dan Emas.

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
7 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Aspek-aspek yang dinilai dalam kriteria beyond compliance adalah :

a) Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan, termasuk di dalamnya bagaimana


perusahaan memiliki sistem yang dapat mempengaruhi supplier dan konsumennya
untuk melaksanakanpengelolaan lingkungan dengan baik.

b) Upaya Efisiensi Energi dengan mencakup empat ruang lingkup efisiensi energi,
yaitu peningkatan efisiensi energi dari proses produksi dan utilitas pendukung,
penggantian mesin atau proses yang lebih ramah lingkungan, efisiensi dari bangunan
dan sistem transportasi.

c) Upaya penurunan emisi, baik berupa emisi kriteria polutan maupun emisi dari gas
rumah kaca dan bahan perusak ozon. Termasuk dalam lingkup penilaian ini adalah
persentase pemakaian energi terbarukan dalam proses produksi dan jasa, pemakaian
bahan bakar yang ramah lingkungan.

d) Implementasi Reduce, Reuse dan Recycle limbah B3. Penekanan kriteria ini
adalah semakin banyak upaya untuk mengurangi terjadinya sampah, maka semakin
tinggi nilainya. Selain itu, semakin besar jumlah limbah yang dimanfaatkan kembali,
maka semakin besar pula nilai yang diperoleh perusahaan.

Gambar 04. Kriteria PROPER Hijau

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
8 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Hasil Evaluasi Pengawasan Kinerja Penaatan PROPER

Hasil Evaluasi Pengawasan Kinerja Penaatan PROPER disajikan dalam sebuah laporan
tertulis, seperti contoh di bawah (Gambar 5). Dalam laporan tersebut dijelaskan aspek-aspek
yang telah diperiksa, misalnya kelengkapan dokumen perijinan, status penaatan
pengendalian pencemaran air, udara dan limbah B3, dsb. Berdasarkan status penaatan yang
dijelaskan dalam laporan tersebut, kemudian perusahaan tersebut akan diberikan peringkat
sementara yang selanjutnya setelah melalui tahap sanggahan, dll. akan diumumkan status
akhir dari kinerja pengelolaan lingkungannya dalam bentuk warna Emas, Hijau, Biru, Merah
atau Hitam.

Gambar 05. Contoh Laporan Hasil Evaluasi Pengawasan Kinerja Penaatan PROPER

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
9 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA
Daftar Pustaka
1. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian LIngkungan
Hidup, The Gold for Green: How the Gold PROPER Award Drives Five Major
Companies Achieve Innovation, Value Creation and Environmental Excellence, 2012
2. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian LIngkungan
Hidup, 2 DEKADE PROPER : Tingkatkan Ketaatan, Pacu Efisiensi, Dorong Inovasi,
Berdayakan Masyarakat, 2014
3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 4/2014, Program Penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, 2014
4. The World Bank Policy Research, Department Environment and Infrastructure
Division, Program-Based Pollution Control Management: The Indonesian PROKASIH
Program, 1996

Kimia dan Pengetahuan Lingkungan


2016
10 Industri, Modul 08 Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ir. Rony Sumaryana, MBA